THE SMILE RETURNS
A drama script by: Adicka, Gayatri and Nasywa
Sinopsis:
Aluna, gadis ceria yang dulu jadi pusat perhatian, tiba-tiba menghilang dari lingkaran
pertemanan karena merasa dikhianati. Ketika dia tahu mereka membentuk grup baru tanpa dia,
ia menarik diri dari semua interaksi sosial. Namun, lewat pertemuan dengan orang-orang baru
yang lebih tulus dan proses refleksi, Aluna mulai menyadari siapa dirinya yang sebenarnya, dan
apa arti teman yang sesungguhnya.
Scene 1 : Cafe/kantin
Reva, Lia, Meylin dan Viola sedang bersantai di suatu cafe kekinian yang sedang digandrungi
anak muda. Mereka tertawa lepas bahkan tak jarang memukul satu sama lain, orang-orang yang
melihatnya pasti merasa bahwa mereka memiliki ikatan pertemanan yang sangat dekat.
Tring!
Bunyi lonceng cafe itu membawa gadis muda yang seumuran dan tersenyum sambil melambai
ke arah mereka berempat.
Aluna: "Hai guys, sorry banget gue telat"
Meylin: "Santai aja, lagipula kita belum lama di sini"
Reva: "Btw, lo belum pesen apapun lun. Pesen dulu gih"
Aluna: "Oke oke, gue kesana bentar ya"
Selama Aluna pergi, mereka berempat kembali mengobrol, Aluna yang melihat itu dari kejauhan
merasa bahagia. Karena kebahagiaan mereka kebahagiaan Aluna juga.
Setelah memesan, Aluna Kembali duduk Bersama mereka.
Aluna : Guys, gue ada rekomendasi tempat bagus nih buat piknik, cuma satu jam dari sini,
gimana kalau kita coba kesana?
Lia : Wah dimana? Ayo gue join deh
Reva : Ehh Lia, kita kan mau camping ke puncak yang kita rencanain bareng itu looh, tapi sorry
ya Aluna, Cuma gue, Lia, Viola sama Meylin doang
Aluna : Loh, kenapa gue gak diajak?
Reva : Iya soalnya pas kita planning, lu ga masuk kelas kemaren
Aluna merasa sedih, dia seakan akan sudah tidak dianggap lagi di pertemanan itu.
Scene 2 : Parkiran/halaman
Sore hari itu mereka habiskan dengan penuh canda tawa, tak terasa waktu pun sudah hampir
malam.
Aluna: "Vi, gue boleh pinjem ponsel lo buat pesen ojol gak? Ponsel gue lowbat"
Viola: "Boleh, pake aja"
Viola menyerahkan ponselnya yang sudah tidak dikunci kepada Aluna, Aluna pun langsung
meng-klik aplikasi hijau itu dan mulai memesan.
Tring!
Satu notifikasi muncul di handphone Viola, Aluna awalnya tidak begitu memperhatikan tapi
setelah melihat orang-orang yang mengirim pesan ia jadi penasaran, Viola yang saat itu masih
mengalihkan pandangan dari Aluna pun membuat Aluna memencet notifikasi grup yang
membuatnya penasaran dan ketika ia membukanya.. Ia shock karena grup itu berisikan Viola,
Lia, Meylin dan Reva tanpa dirinya!
Viola: "Lun, gimana ojolnya udah dapet?"
Aluna yang melihat Viola berjalan menghampiri nya langsung menutup aplikasi chatting dan
kembali ke aplikasi ojek online.
Aluna: "U-udah kok, tapi gue masih harus nunggu empat menit lagi. Gapapa kan Vi?
Viola: "Oh, oke santai aja"
Meylin: "Vi, lo liat deh yang dikirim Reva ke grup, lawak banget kocak ada foto Lia waktu kecil"
Meylin menghampiri Viola dan menunjukkan foto yang ia maksud.
Aluna yang saat itu penasaran mendekat
Aluna: "Mana? Gue mau liat dong"
Meylin yang melihat itu langsung menyembunyikan ponselnya, membuat Aluna sedikit curiga.
Aluna: "Lho, kenapa?"
Meylin: "Ngg, itu gapapa kok, gue reflek aja tadi hehe"
Jika Aluna tidak mengecek notifikasi di ponsel Viola tadi mungkin ia tidak akan ambil pusing,
tapi ia yakin alasan Meylin langsung menyembunyikan ponselnya karena ia sedang
menunjukkan chat di grup yang tidak ada dirinya. Aluna tersenyum miris.
Tak lama ojek online yang Aluna pesan datang, ia pun langsung berpamitan pada keempat
temannya. Teman? Entahlah.
Scene 3: Kamar Aluna dan tempat nongki
Aluna sedang duduk di meja belajar miliknya dan berusaha fokus untuk belajar, namun
pikirannya masih melayang kepada empat temannya, ia masih mempertanyakan kenapa
keempat temannya membuat grup tanpa dirinya? Apa ia memiliki salah?
Aluna beralih ke ponselnya, saat ia melihat story salah satu teman kampusnya, ia melihat video
yang menunjukkan keempat temannya bersama orang-orang yang Aluna tahu itu berasal dari
kalangan elit. Bahkan ada screenshot chat dimana ada kontak keempat temannya di lingkaran
pertemanan itu.
Aluna melihat story Reva, Lia, Viola dan Meylin sedang hangout tanpa dia. Tak lama muncul
notifikasi di ponselnya dimana Aluna sudah dikeluarkan oleh Reva dari grup chat mereka.
Aluna (dalam hati) : Oh, jadi gue bukan bagian dari ‘kita’ lagi?
Di sisi lain Reva, Viola dan Meylin sedang menertawakan Aluna karena mereka berhasil
membuat Aluna keluar dari pertemanan mereka
Meylin: Najis banget gua sama si miskin itu, awalnya kan kita temenin dia karena kasihan doang,
kok jadi keterusan ikutan sih kita?
Reva : Iya mey, untung aja kita berhasil singkirin dia, ilfeel bgt gua liat gaya nya yang sok sok-an
itu, miskin banyak gaya
Viola: Mana sok polos lagi anaknya, jijik banget gue liat mukanya.
Viola, Reva dan Meylin : HAHAHAHAHAHAHAHA
Lia : Kalian ga ngerasa bersalah gitu udah perlakuin dia kaya gini? Mau gimanapun kan dia tetep
temen kita
Meylin : Haduh Liaaa, kok lu malah belain dia sih, aneh banget lu, nih ya gue kasih tau, kita nih
anak konglomerat, ga pantes sama sekali buat bergaul sama orang miskin kaya si Aluna itu, ga
level kali
Lia : Terserah kalian aja deh!
Lia pun meninggalkan Reva, Viola dan Meylin.
Scene 4 : Kampus
Adegan : Aluna diam di kelas, makan sendiri, mereka saling menghindar saat berpapasan
dengan Reva, Lia, Meylin dan Viola. Mereka hanya salig melirik tapi tidak saling menyapa satu
sama lain.
Scene 5 : Lorong kampus
Aluna duduk sendiri. Salah satu teman kampus Aluna--Ryan memperhatikan, lalu duduk di
sebelahnya.
Ryan : Aluna kan? Keliatannya kamu lagi mikirin banyak hal. Btw kenalin, gua Ryan.
Aluna : Gue Aluna, gue cuma pengen nenangin diri, kalau niat lu cuma mau godain atau sekedar
isengin gue doang, lebih baik lu pergi
Rian : Engga kok, gua cuma pengen kenalan aja, karena belakangan ini, kita, maksudnya gua dan
Sabrina, perhatiin lu murung dan sendirian terus, kalau lu mau, kita mau ajak lu ke kantin,
makan bareng, eh btw gua bisa main gitar, bolehlah sesekali duet bareng.
Aluna : Siapa Sabrina? Teman lu?
Ryan : Bukan, dia sepupu gua sih, cuma kita berdua juga sama sama gapunya temen, jadi kita
kemana mana berdua. Anak-anak kampus bahkan sampai nyebarin rumor kalo kita itu pacarana
padahal cuma sepupu, HAHAHAHAHAHAH
Aluna : Jadi maksud lo, gue keliatan murung dan sendiri, terlihat menyedihkan di mata lo karena
gak punya temen?
Ryan : Ehhh bukan gitu maksud gua
Aluna : HAHAHAHAHA, panik banget, gue cuma bercanda, ayo deh kalo gitu, kenalin gue ke
Sabrina
Scene 6 : Area kampus
Reva, Lia, Viola dan Meylin sedang berjalan beriringan
Lia : Kamu yakin nggak ada yang salah waktu ninggalin Aluna gitu aja? Dengan alasan yang ga
jelas gitu, kalian yakin?
Meylin : Kenapa emang? Dia gak berguna jadi dia pantes dapetin itu
Reva : Udah lah Lia, ngapain harus dipikirin sih, ga penting juga, justru kita tuh malu kalau setiap
hangout selalu ada dia, mau ditaruh dimana muka gue kalau terus terusan bareng sama orang
miskin dan kampungan kaya dia, dan kalau dia emang cocok sama kita, dia gak bakal sesensitif
itu.
Viola: Bener, udah kampungan, baperan lagi.
Lia menyadari kalau pertemanannya itu sudah tidak sehat, Lia merasa ini salah
Scene 7 : Kantin kampus
Ryan dan Aluna menghampiri Sabrina yang sedang makan di kantin.
Ryan : Sabrina, kenalin nih, kita punya temen baru
Aluna : Hai Sabrina, kenalin gue Aluna. Maaf ya ganggu Waktu makan lo, gue diajak Ryan kesini.
Sabrina : OHHH HAI ALUNA, GUA SABRINA, HEHEHEHE (dengan mulut yang masih penuh
dengan makanan)
Ryan : TELEN DULU MAKANANNYA ASTAGAAAAAAAA
Sabrina pun tersedak dan semuanya panik mencari air minum, tetapi di sisi lain Aluna merasa
bahagia karena mendapat teman baru, yang menurutnya lucu dan tidak mementingkan ego
apalagi gengsi. Dan yang terpenting, menerima Aluna dengan tulus tanpa memandang siapa
dan apa yang dia punya.
Ryan : Mau coba nyanyi bareng? Suara nya Sabrina bagus loh, kaya ayam kejepit
Sabrina : ENAK AJA LO, GUE EMANG GA JAGO NYANYI, TAPI GA SEPARAH ITU JUGA YAAA
KURANG AJAR!
Ryan : HAHAHAHAHA becanda kali Sab, oh iya, dengar denger suara lo bagus, gosipnya si gitu
Aluna : Gak terlalu, tapi gimana kalo kita nyanyi bareng
(mereka pun bernyanyi bersama diiringi suara gitar yang dimainkan Ryan)
Sabrina : GILA BAGUS BANGET SUARA LO, KAPAN KAPAN AJARIN GUA NYANYI YAAA
Aluna : Ah engga juga, tapi kalau lu mau gua ajarin, ayooo, gua seneng banget kok
Ryan : Udah aajarin dia nyanyi ya Lun, biar suaranya ga kaya ayam kejepit HAHAHAHAHAHAH
Sabrina : KURANG AJAR LO RYAN!!!!!!!!
Aluna : Kayaknya kalian akrab banget ya, gue takut kalau dengan adanya kehadiran gue, malah
bikin suasana jadi gaenak, apalagi sampai bikin kita ga akur
Sabrina : Aluna, gue cuma mau bilang kalau lu cukup jadi diri sendiri aja, oke? Kita gak perlu jadi
orang lain buat muasin ego orang lain, capek soalnya
Ryan : Iya, Aluna jadi diri sendiri, lo jadi ayam kejepit HAHAHAHAHAHAHA
Sabrina : RYAAAANNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!
Scene 8 : Toilet wanita
Aluna dan Lia berpapasan.
Lia : Hai Aluna, apa kabar? Gua kangen banget, kok lu jadi cuek sama gua?
Aluna : Hai lia, gua baik, tapi, bukannya kalian ya yang pertama kali jauhin dan cuekin gua?
Kalian bahkan keluarin gue dari grup chat.
Lia : Maafin gua Luna, gue gapernah kok benci sama lo, gue juga udah risih berteman sama
mereka. Mereka sombong, ego sama gengsinya sama sama tinggi, gue gamau temenan sama
mereka lagi, gue gakuat menghadapi pertemanan toxic mereka
Aluna : Gue bingung harus bereaksi apa, gua pikir lu udah lupa sama gua
Lia : Aluna, gue...
Sebelum Lia sempat menyelesaikan kalimatnya, Aluna meninggalkan Lia, seperti tidak peduli
Tetapi, di dalam toilet, ternyata ada Reva yang menguping pembicaraan Lia dan Aluna
Scene 9 : Parkiran
Lia sedang mengeluarkan motornya dan bersiap untuk pulang, tiba tiba Reva, Viola dan Meylin
datang menghampirinya
Reva (dengan nada sarkas dan sedikit berteriak) : Wahhh wahhh kayanya diantara kita ada
penghianat nih guys, diem diem ada yang ketemu si miskin
Viola : Waduuhhhh siapa tu Rev? Mau jadi sok baik hati kah manissss?
Lia : Viola, Reva, Meylin, sumpah ya, yang kalian lakuin itu ga bener, itu jahat. Mending lu minta
maaf sama Aluna, dia tulus temenan sama kita
Reva : Kenapasih Lia, masih belain si miskin itu, lu ga malu apa berhubungan terus sama dia?
Kita itu beda level, plis sadar Lia
Meylin : Kalau lu ngerasa lebih cocok sama dia, gabung aja sana! kan lu juga dulunya miskin,
gara gara ayah lu di rekrut Ayah gua, lu jadi ga miskin lagi kan, harusnya lu berterimakasih sama
gua karena udah menyelamatkan keluarga lo dari kemiskinan, bilang sana sama ayah lo, balik
lagi aja jadi sopir angkot, HAHAHAHAHAHAHAHAHA
Reva, Viola dan Meylin pun meninggalkan Lia yang menagis karena merasa dipermalukan di
depan banyak orang orang yang sedang lewat karena ini jam-jam mahasiswa pulang.
Aluna yang tidak sengaja melihat dari jauh dan mendengar percakapan mereka, dan melihat apa
yang terjadi pun langsung menghampiri Lia
Aluna : Makasih udah belain gue
Lia (terkejut) : Aluna?! Gua malu Lun, mereka mempermalukan gua depan banyak orang,
Aluna : Ini semua gara gara gue, gue minta maaf. Makasih udah belain gue depan anak anak
kurang ajar itu, gue...., mau ajak lu ke suatu tempat deh, pasti lu suka
Lia (masih dalam keadaan menangis) : Kemana Lun?
Scene 10 : ruang seni
Terlihat ada Ryan dengan gitarnya, dan Sabrina yang asik berkaca, lalu Aluna dan Lia masuk ke
dalam ruangan
Aluna : Halo guys, sorry ganggu, kita punya tamu nih, dia jago nyanyi juga loh
Lia : halo, gua Lia, hehe
Sabrina : HALO LIA, GUA SABRINA, AH GASERU, MASA SEMUA ORANG JAGO NYANYI KECUALI
GUA?
Ryan : Waaah halo lia, gua Ryan, bagus dong, nambah lagi guru vokal buat Sabrina, suara lo
gaakan kaya ayam kejepit lagi,HAHAHAHAHAHAHAHA
Sabrina : Ryan lo bener-bener minta gue tending, hah?
LAST SCENE
Mereka berempat tertawa bersama, bernyanyi bersama, dan saling menjaga satu sama lain, dan
yang terpenting, Aluna kembali aktif, tapi bukan seperti dulu. Lebih tenang, selektif. Senyumnya
muncul bukan karena ingin diterima, tapi karena ia sudah menerima dan memaafkan semuanya.
ENGLISH VERSION
Synopsis:
Aluna, a once cheerful girl who used to be the center of attention, suddenly disappears from
her circle of friends after feeling betrayed. When she discovers they formed a new group
without her, she withdraws from all social interaction. However, through encounters with new,
more sincere people and a process of reflection, Aluna begins to realize her true self and the
real meaning of friendship.
Script
Scene 1: Cafe/Canteen
Reva, Lia, Meylin, and Viola are chilling at a trendy cafe popular with young people. They laugh
freely, even playfully hitting each other. Anyone watching would think they share a very close
bond.
Tring!
The cafe bell rings, and a young girl their age enters, smiling and waving at the four of them.
Aluna: "Hey guys, so sorry I'm late."
Meylin: "Chill, we haven't been here long anyway."
Reva: "Btw, you haven't ordered anything yet, Lun. Go order first."
Aluna: "Okay, okay, I'll be right back."
While Aluna is gone, the four of them resume chatting. Aluna, watching from a distance, feels
happy. Their happiness is her happiness too.
After ordering, Aluna returns to sit with them.
Aluna: "Guys, I have a recommendation for a cool picnic spot, only an hour from here. How
about we check it out?"
Lia: "Wow, where? Count me in!"
Reva: "Ehh Lia, we were gonna go camping in mountain peak, the one we planned together,
remember? But sorry, Aluna, it's just me, Lia, Viola, and Meylin."
Aluna: "Wait, why wasn't I invited?"
Reva: "Yeah, because when we were planning, you weren't in class yesterday."
Aluna feels a pang of sadness. It's as if she's no longer considered part of their friendship.
Scene 2: Parking Lot/Yard
They spend the afternoon filled with laughter and jokes. Before they know it, it's almost night.
Aluna: "Vi, can I borrow your phone to order an driver? My phone's dead."
Viola: "Sure, go ahead."
Viola hands over her unlocked phone to Aluna, who immediately clicks on the green app and
starts ordering.
Tring!
A notification pops up on Viola's phone. Aluna initially doesn't pay much attention, but after
seeing who the messages are from, she gets curious. Viola, still looking away from Aluna, makes
Aluna tap on the group notification that piqued her interest. When she opens it... she's shocked
because the group consists of Viola, Lia, Meylin, and Reva – without her!
Viola: "Lun, how's the driver coming?"
Aluna, seeing Viola walking towards her, quickly closes the chat app and returns to the ride-
hailing app.
Aluna: "O-oh, it's here, but I still have to wait four more minutes. Is that okay, Vi?"
Viola: "Oh, okay, no worries."
Meylin: "Vi, check out what Reva sent to the group, it's hilarious! There's a picture of Lia when
she was little."
Meylin approaches Viola and shows her the photo she's talking about.
Aluna, who is now curious, leans in.
Aluna: "Where? Let me see too."
Meylin, seeing this, immediately hides her phone, making Aluna a little suspicious.
Aluna: "Hey, why?"
Meylin: "N-nothing, I just reacted instinctively, hehe."
If Aluna hadn't checked the notification on Viola's phone earlier, she might not have thought
much of it. But she's sure Meylin hid her phone because she was showing a chat in a group she
wasn't a part of. Aluna gives a wry smile.
Soon, the ojol Aluna ordered arrives. She quickly says goodbye to her four friends. Friends?
Who knows.
Scene 3: Aluna's Room and Hangout Spot
Aluna is sitting at her desk, trying to focus on studying, but her mind keeps drifting back to her
four friends. She still wonders why they created a group without her. Did she do something
wrong?
Aluna picks up her phone. When she sees a story from one of her college friends, she sees a
video showing her four friends with people Aluna knows are from elite circles. There's even a
screenshot of a chat showing her four friends' contacts in that social circle.
Aluna sees stories from Reva, Lia, Viola, and Meylin hanging out without her. Soon after, a
notification pops up on her phone: Reva has removed Aluna from their group chat.
Aluna (in her head): "Oh, so I'm not part of 'us' anymore?"
On the other side, Reva, Viola, and Meylin are laughing at Aluna because they successfully made
her leave their friendship.
Meylin: "Ugh, I can't stand that poor girl. We only befriended her out of pity at first, how did she
end up sticking around?"
Reva: "Yeah, Mey, lucky we managed to get rid of her. I was so turned off by her trying-too-hard
style. Poor and full of pretense!"
Viola: "And so innocent acting! I'm disgusted just looking at her face."
Viola, Reva, and Meylin: "HAHAHAHAHAHAHA"
Lia: "Don't you guys feel guilty for treating her like this? No matter what, she was still our
friend."
Meylin: "Ugh, Liaaa, why are you defending her? You're so weird! Let me tell you, we're rich
kids, we don't belong hanging out with poor people like Aluna. We're in different leagues!"
Lia: "Whatever you say!"
Lia leaves Reva, Viola, and Meylin.
Scene 4: Campus
Scene: Aluna sits quietly in class, eats alone. They avoid each other when passing Reva, Lia,
Meylin, and Viola. They only glance at each other but don't say hello at all.
Scene 5: Campus Corridor
Aluna sits alone. One of Aluna's college friends—Ryan—notices and sits next to her.
Ryan: "Aluna, right? You look like you've got a lot on your mind. By the way, I'm Ryan."
Aluna: "I'm Aluna. I just want to be alone. If you're just planning to tease or mess with me, you
better leave."
Ryan: "No way, I just wanted to introduce myself. Because lately, we—I mean, Sabrina and I—
have noticed you looking gloomy and lonely. If you want, we'd like to invite you to the canteen,
eat together. Oh yeah, I can play guitar, we could even jam sometime."
Aluna: "Who's Sabrina? Your friend?"
Ryan: "Nah, she's my cousin, but we're both kinda friendless, so we go everywhere together.
The other students even spread rumors that we're dating even though we're just cousins,
HAHAHAHAHAHAH."
Aluna: "So you're saying I look gloomy and lonely, pathetic in your eyes because I don't have
friends?"
Ryan: "Ehhh, that's not what I meant!"
Aluna: "HAHAHAHAHA, you panicked! I'm just kidding. Come on then, introduce me to Sabrina."
Scene 6: Campus Area
Reva, Lia, Viola, and Meylin are walking side by side.
Lia: "Are you sure there's nothing wrong with just leaving Aluna like that? With such flimsy
excuses, are you sure about this?"
Meylin: "Why? She's useless, so she deserves it."
Reva: "Come on, Lia, why even think about it? It's not important. In fact, we'd be embarrassed if
she was always around when we hang out. Where would I put my face if I kept hanging out with
someone as poor and unsophisticated as her? And if she really fit in with us, she wouldn't be so
sensitive."
Viola: "Exactly! So unsophisticated, and such a crybaby."
Lia realizes that her friendship is unhealthy. Lia feels this is wrong.
Scene 7: Campus Canteen
Ryan and Aluna approach Sabrina, who is eating in the canteen.
Ryan: "Sabrina, introduce yourself, we have a new friend."
Aluna: "Hi Sabrina, I'm Aluna. Sorry to interrupt your meal, Ryan invited me here."
Sabrina: "OHHH HAI ALUNA, I'M SABRINA, HEHEHEHE" (with her mouth still full of food)
Ryan: "SWALLOW YOUR FOOD FIRST, MY GOODNESS!"
Sabrina chokes, and everyone panics looking for water. But on the other hand, Aluna feels
happy to have made new friends who, in her opinion, are funny and don't care about ego or
status. And most importantly, they accept Aluna sincerely, regardless of who she is or what she
has.
Ryan: "Wanna try singing together? Sabrina's voice is great, like a strangled chicken."
Sabrina: "HEY! I'M NOT GOOD AT SINGING, BUT IT'S NOT THAT BAD, YOU JERK!"
Ryan: "HAHAHAHAHA, just kidding, Sab. Oh yeah, I heard your voice is good, that's the gossip
anyway."
Aluna: "Not really, but how about we sing together?" (They start singing together, accompanied
by Ryan's guitar.)
Sabrina: "WOW, YOUR VOICE IS AMAZING! TEACH ME HOW TO SING SOMETIME, PLEASE!"
Aluna: "Ah, not really, but if you want me to teach you, sure! I'd love to."
Ryan: "Yeah, teach her how to sing, Lun, so her voice doesn't sound like a strangled chicken
anymore HAHAHAHAHAHAH."
Sabrina: "RYAAAANNNNNN!!!!!!!!!!!!!!"
Aluna: "You guys seem really close. I'm worried that my presence might make things awkward,
or even make you guys not get along."
Sabrina: "Aluna, I just want to say that you just need to be yourself, okay? We don't need to be
someone else to please other people's egos. It's tiring."
Ryan: "Yeah, Aluna be yourself, and you be a strangled chicken HAHAHAHAHAHA."
Sabrina: "RYAAAANNNNNN!!!!!!!!!!!!!!"
Scene 8: Women's Toilet
Aluna and Lia bump into each other.
Lia: "Hi Aluna, how are you? I miss you so much, why have you been so distant with me?"
Aluna: "Hi Lia, I'm fine, but weren't you the ones who first distanced yourselves and ignored
me? You even kicked me out of the group chat."
Lia: "I'm sorry, Luna, I never hated you. I was also getting sick of being friends with them.
They're arrogant, their egos and pride are equally high. I don't want to be friends with them
anymore, I can't handle their toxic friendship."
Aluna: "I don't know how to react. I thought you had already forgotten about me."
Lia: "Aluna, I..."
Before Lia can finish her sentence, Aluna leaves Lia, seemingly indifferent.
However, inside the toilet, Reva is eavesdropping on Lia and Aluna's conversation.
Scene 9: Parking Lot
Lia is taking out her motorbike and getting ready to go home when suddenly Reva, Viola, and
Meylin approach her.
Reva (with a sarcastic and slightly shouting tone): "Wowwww, looks like there's a traitor among
us, guys! Quietly meeting up with the poor girl!"
Viola: Well, who's that, Rev? Trying to be all kind and sweet now?"
Lia: "Viola, Reva, Meylin, seriously, what you guys did wasn't right, it was mean. You should
apologize to Aluna, she was genuinely friends with us."
Reva: "Why, Lia? Still defending that poor girl? Aren't you ashamed to keep associating with
her? We're on different levels, please realize that, Lia!"
Meylin: "If you feel more comfortable with her, just go join her! You used to be poor too, it's
only because your dad got recruited by my dad that you're not poor anymore, right? You should
be grateful to me for saving your family from poverty! Tell your dad to go back to being an
angkot driver, HAHAHAHAHAHAHAHAHA!"
Reva, Viola, and Meylin leave Lia crying, feeling humiliated in front of many people passing by
because it's the time when college students go home.
Aluna, who accidentally saw from afar and heard their conversation, and saw what happened,
immediately approaches Lia.
Aluna: "Thanks for defending me."
Lia (surprised): "Aluna?! I'm so ashamed, Lun. They humiliated me in front of everyone."
Aluna: "This is all my fault, I'm sorry. Thank you for defending me in front of those rude girls. I...
I want to take you somewhere, I'm sure you'll like it."
Lia (still crying): "Where to, Lun?"
Scene 10: Art Room
Ryan is seen with his guitar, and Sabrina is busy looking in the mirror. Then Aluna and Lia enter
the room.
Aluna: "Hey guys, sorry to interrupt. We have a guest, and she's a great singer too, you know."
Lia: "Hi, I'm Lia, hehe."
Sabrina: "HALO LIA, I'M SABRINA! AH, THIS ISN'T FAIR, EVERYONE CAN SING EXCEPT ME?"
Ryan: "Whoaa hello Lia, I'm Ryan. Great! Another vocal coach for Sabrina, so her voice won't
sound like a strangled chicken anymore, HAHAHAHAHAHAHAHAHA!"
Sabrina: "Ryan, you're really asking me to kick you out, aren't you?"
LAST SCENE
The four of them laugh together, sing together, and look out for each other. And most
importantly, Aluna is active again, but not like before. More calm, more selective. Her smile
appears not because she wants to be accepted, but because she has accepted and forgiven
everything.