BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Perusahaan
Gambar 1. Logo PT TDS
Sumber : Data Internal PT Tembakau Djajasakti Sari (2023)
Berdiri sejak tahun 1963, PT TDS merupakan produsen penghasil rokok putih
dan kretek dengan penggunaan cengkeh dan bahan berkualitas tinggi. PT TDS,
awalnya memulai bisnis dengan menggunakan nama The Djie Sang. Kemudian, di
tahun 1990 mengalami pergantian kepemilikan sehingga mengganti nama
perusahaan menjadi PT Tembakau Djajasakti Sari. PT TDS memegang lisensi
produksi dan distribusi rokok baik untuk pasar domestik dan internasional. Lebih
dari 5 (lima) dekade, PT TDS mempersembahkan ragam varian produk rokok putih
dan kretek di pasar domestik dan internasional.
PT TDS melakukan produksi 3 (tiga) jenis rokok yakni Sigaret Kretek Mesin
(SKM) yang diproduksi melalui mesin rokok kretek, Sigaret Kretek Tangan (SKT)
dan jenis rokok putih (SPT). Dengan beberapa merek produk antara lain: Pensil
Mas International, Flame, Goal 7, Surry Super (SKM), Bheta dan Sumber Subur
Special (SKT), Steed, New Era, D&B (SPT). Selain merek-merek yang disebutkan,
PT TDS juga memiliki beragam merek produk rokok lainnya. PT TDS menjalankan
bidang usaha berupa Business to Business (B2B), yaitu memproduksi rokok yang
didistribusikan kepada perusahaan rokok di Indonesia maupun di Luar Negeri untuk
dijual kembali dengan menggunakan brand konsumen.
13
14
Pendistribusian dari produksi rokok ini dilakukan oleh PT TDS, agen, dan
partner usaha dari perusahaan. Berikut adalah profil dari fasilitas pabrik sekaligus
kantor PT TDS:
Alamat perusahaan : Jalan Raya Pasuruan Kilometer 10-11, Desa
Kurung, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan,
Jawa Timur, Indonesia, 65111
Nomor telepon : (0343) 561 4943
Web : [Link]
Email : tdstobacco@[Link]
Gambar 2. Lokasi Perusahaan
Sumber : Google Maps
PT TDS berlokasi di Jalan Raya Pasuruan Kilometer 10-11, Desa Kurung,
Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia, 65111. PT TDS
memiliki karyawan perusahaan kurang lebih 250 (dua ratus lima puluh) personel.
Luas perusahaan kurang lebih 13 (tiga belas) hektar, yang terdiri dari 2 (dua) lantai
bangunan. Bangunan perusahaan terdiri dari gedung produksi primary (produksi
tembakau), secondary (produksi rokok), ruang perkantoran, dan juga pergudangan.
15
PT TDS mempunyai kebijakan mutu yang dijadikan acuan untuk setiap proses
di perusahaan yaitu sebagai berikut:
- T yaitu terpercaya dalam pengendalian mutu produk dan jasa untuk memenuhi
kepuasan pelanggan melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu.
- D yaitu dinamis dan konsisten terhadap pemenuhan regulasi serta persyaratan
pelanggan dan pihak-pihak terkait.
- S yaitu sinergi dengan perkembangan teknologi dan perbaikan berkelanjutan
Sistem Mutu (Diolah Penulis, 2023).
2.2 Visi dan Misi Perusahaan
Visi PT TDS adalah menjadi produsen Sigaret Putih Mesin (SPM) berskala
internasional. Misi dari PT TDS dalam menjalankan bisnis adalah meningkatkan
penjualan, kualitas, sumber daya manusia, dan infrastruktur.
2.3 Susunan Organisasi Perusahaan
Berikut adalah gambar yang menunjukkan susunan organisasi perusahaan dari
PT TDS:
Gambar 3. Struktur Organisasi Perusahaan
Sumber : Data Internal PT Tembakau Djajasakti Sari (2023)
16
Penjelasan mengenai gambar struktur organisasi pada gambar 3 adalah sebagai
berikut:
a. Pimpinan tertinggi terdiri dari komisioner, president director dan director.
b. Kemudian membawahi 6 divisi utama di perusahaan yaitu production,
engineering, commercial, operation, Human Resource and General Affair
(HRGA), dan Management Representative (divisi Quality Management System
(QMS)).
c. Production manajer membawahi PPIC, Tobacco, Non Tobacco Material (NTM)
manajer, production asisten manajer, production supervisor, dan 5S supervisor.
d. Engineering manajer membawahi maintenance planner, primary supervisor,
electric supervisor, maker supervisor, packer supervisor, utility supervisor,
sparepart supervisor, dan workshop supervisor.
e. Commercial manajer membawahi finance supervisor, accounting supervisor,
accounting asisten supervisor, dan Export Import (EXIM) supervisor.
f. Operational manajer membawahi research and development (R&D) asisten
manajer yang membawahi R&D supervisor dan quality control (QC) supervisor,
warehouse asisten manajer, marketing asisten manajer yang membawahi
marketing supervisor, dan purchasing asisten manajer.
g. Human Resource and General Affair (HRGA) manajer membawahi HRGA
supervisor serta transportation coordinator.
h. Management Representative membawahi document controller. Management
Representative atau divisi QMS merupakan divisi penempatan penulis saat
melakukan kegiatan magang.
17
2.4 Job Description Perusahaan
Job description pada PT TDS akan dijabarkan sebagai berikut:
a. Manajer Produksi
1) Mengkoordinasikan planning Production Planning & Inventory Control
(PPIC) ke bawahannya.
2) Membuat laporan stok Non Tobacco Material (NTM) dan hasil jadi produksi
dan mengecek laporan operator untuk dilaporkan ke admin (primary).
3) Mengkoordinasikan aktivitas dengan menjadwalkan tugas kerja dan
mengatur prioritas dan mengarahkan pekerjaan ke bawahannya.
b. Supervisor Produksi
1) Mengawasi pelaksanaan proses dan pemakaian bahan baku produksi.
2) Mengawasi kelancaran proses dan kualitas produksi.
3) Mengawasi pembuatan laporan proses produksi.
4) Melakukan penilaian kinerja bawahan.
c. Supervisor Quality Control (QC)
1) Mengawasi setiap proses yang terlibat dalam produksi produk.
2) Merekam dan menganalisis data kualitas produksi.
3) Evaluasi harian terhadap hasil produk yang dihasilkan.
d. Supervisor Research and Development (R&D)
1) Kontrol stok flavour.
2) Koordinator pembuatan flavour dan memastikan flavour sesuai dengan
formula.
3) Koordinator pembuatan sampel.
18
4) Membantu menjaga kestabilan rasa dan mutu produk.
5) Membuat work plan.
6) Melaksanakan administrasi R&D.
7) Koordinasi ke seluruh departemen.
8) Menyebar spesifikasi produk yang sudah dibuat ke departemen terkait.
e. Manajer Production Planning and Inventory Control (PPIC)
1) Pembuatan jadwal induk produksi sesuai pemesanan dan kemampuan mesin
produksi.
2) Pemenuhan permintaan contoh atau desain produk.
3) Pengendalian rencana pengadaan material produksi.
4) Pengendalian persediaan bahan baku dan Barang Jadi Siap Kirim (BJSK) di
produksi dan gudang.
5) Pengendalian jadwal pengiriman bahan baku ke produksi.
6) Pengendalian pengiriman BJSK.
7) Pengendalian mutasi bahan baku BJSK di IT Inventory Bea Cukai.
f. Supervisor Logistik Tembakau
1) Memastikan gudang dalam keadaan rapi dan bersih.
2) Memastikan di area kerja gudang dalam kondisi aman.
3) Memastikan dan mengawasi segala pekerjaan di area gudang berjalan dengan
baik dan lancar.
4) Membuat dan mengirimkan laporan stok tembakau mingguan/bulanan
kepada departemen yang telah ditentukan.
5) Memastikan stok secara administrasi dan stok fisik sesuai.
19
6) Menjalankan stock opname bersama Departemen Accounting.
g. Supervisor Logistik Barang Jadi Siap Pakai (BJSK)
1) Membuat Bukti Penerimaan Barang Datang (BPBD).
2) Mengkoordinasi bawahan untuk penerimaan dan menyiapkan permintaan
working order.
3) Koordinasi bawahan untuk penerimaan dan pengiriman BJSK.
4) Membuat laporan keluar masuk barang.
5) Membantu rutinitas kerja bawahan.
h. Supervisor Departemen Teknik
1) Mengkoordinasi kepada bawahan atas pekerjaan yang ada di lapangan, untuk
memastikan bahwa semua pekerjaan berjalan dengan baik.
2) Menginformasikan kepada atasan tentang perkembangan di lapangan.
3) Menjalin kerja sama dan komunikasi yang harmonis dengan seluruh
departemen untuk meningkatkan keefisiensian dan keefektifan dalam
bekerja.
4) Membuat atau merencanakan sebuah rencana kerja untuk bawahan.
5) Melakukan kontrol atau evaluasi bagaimana kinerja bawahan terhadap
sebuah proyek/trouble di lapangan.
i. Departemen Purchasing
1) Menyusun daftar pembelian barang/jasa yang dibutuhkan seluruh anggota
perusahaan, daftar vendor penyedia barang/jasa dan mengategorikan daftar
pembelian antara, pembelian barang bulanan, dan sekali beli.
20
2) Meminta approval pembelian kepada manajemen/bagian keuangan untuk
anggaran.
3) Menghubungi supplier dan vendor untuk mendapatkan quotation/penawaran
harga, menganalisis penawaran (dari segi harga, fitur, servis, waktu, dan
lainnya) yang paling menguntungkan bisnis, serta melakukan negosiasi
harga.
4) Membuat dokumen, mengirim dokumen pemesanan/Purchase Order (PO)
kepada supplier dan vendor barang/jasa.
5) Melacak dan memastikan pengiriman atau eksekusi pengerjaan servis
berjalan baik dan kualitas barang/jasa sesuai dengan kontrak penjualan.
6) Berkomunikasi dengan departemen lainnya yang berhubungan dengan
kegiatan purchasing.
7) Melakukan review performa proses pembelian.
j. Departemen Akuntansi dan Pajak
1) Menyiapkan, membuat dokumen laporan keuangan perusahaan (jurnal,
neraca, buku besar, dan lainnya), serta laporan arus kas perusahaan.
2) Melakukan posting jurnal operasional, input data jurnal akuntansi ke dalam
sistem yang dimiliki perusahaan, rekonsiliasi, dan penyesuaian data finansial.
3) Bertanggungjawab memeriksa dokumen–dokumen pembelian dan penjualan.
4) Menyiapkan, membuat dokumen Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
Tahunan, SPT Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, 23/26, 4 ayat 2, Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) setiap bulan, dan dokumen untuk dilakukan audit
oleh pihak eksternal.
21
5) Bertanggungjawab memeriksa hal yang berkaitan dengan pajak.
k. Departemen Finance
1) Memasukkan data semua transaksi keuangan ke dalam sistem perusahaan,
membuat laporan mengenai aktivitas keuangan perusahaan, dan menyiapkan
dokumen penagihan invoice atau kuitansi tagihan beserta kelengkapannya.
2) Bertanggung jawab memeriksa dokumen–dokumen pembelian dan
penjualan.
3) Melakukan pengaturan transaksi keuangan perusahaan, pembayaran kepada
supplier, penerimaan dokumen dari vendor, rekonsiliasi, evaluasi budget,
serta penyediaan dokumen untuk audit oleh pihak internal dan eksternal.
4) Berhubungan dengan pihak internal maupun eksternal terkait dengan
aktivitas keuangan perusahaan.
l. Departemen Teknologi Informasi (IT)
1) Mengoreksi data yang dimasukkan oleh user.
2) Mengatasi masalah dan mengelola jaringan, aplikasi, serta sistem di PT TDS.
3) Melakukan pembaharuan secara berkala pada sistem ataupun aplikasi.
4) Membuat atau merangkai jaringan kabel data dan CCTV Baru.
m. Manager Human Resource and General Affair (HRGA)
1) Memastikan kebijakan HRGA agar sesuai dengan sistem dan prosedur yang
telah ditetapkan perusahaan.
2) Membuat dan mengaplikasikan sistem Human Resource (HR) agar dapat
diterapkan kepada semua karyawan.
3) Mengatur fungsi operasional umum di perusahaan.
22
4) Memastikan fungsi Human Resource (HR) sesuai ketentuan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.
n. Supervisor HRGA
1) Mengelola kebutuhan operasional rumah tangga perusahaan.
2) Koordinasi pelaksanaan rekrutmen dan seleksi, pelaksanaan kompensasi dan
benefit, serta personel administrator.
3) Mengatur pelaksanaan legalitas perijinan perusahaan dan operasional
kendaraan/forklif.
o. Departemen Marketing
1) Membuat, mendistribusikan, dan memperbaharui data Purchase Order (PO)
buyer beserta Barang Jadi Siap Pakai (BJSK).
2) Membuat laporan sales dan marketing, report buyer, data export, spek
produksi, rekap uang masuk jika sudah lunas, serta sales contract.
3) Menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan mengatur hal yang
berhubungan dengan pelanggan, serta penyambung antara pelanggan dengan
divisi terkait.
4) Memberikan foto/video saat produksi dan stuffing, serta melaksanakan tugas
lainnya yang diberikan oleh pimpinan perusahaan.
p. Management Representative
1) Menyusun dan mendokumentasikan alur proses, prosedur kerja, instruksi
kerja, referensi yang menjadi acuan kerja, serta bentuk pelaporan atau bukti
pekerjaan (catatan mutu) yang dilaksanakan secara sistematis dan efisien
bersama tim terkait.
23
2) Memastikan penomoran dan penataan setiap dokumen rapi dengan maksud
mempermudah pencarian jika dibutuhkan.
3) Memastikan pendistribusian salinan dokumen ke pihak terkait dengan tujuan
agar tidak ada perbedaan dalam hal pelaksanaan pekerjaan.
4) Memastikan semua proses yang ada di perusahaan dan sistem pelaporannya
terimplementasikan dan terdokumentasikan dengan benar dan konsisten,
serta dokumen dan prosedur pemusnahan catatan mutu sudah ditetapkan masa
retensinya dan dilaksanakan secara konsisten.
5) Menerima dan mempelajari semua saran dari organisasi untuk dijadikan
pertimbangan perubahan dokumen yang telah ditetapkan atau penambahan
dokumen baru.
6) Menjadwalkan Internal Audit, mengkoordinasikan pelaksanaan Internal
Audit dan tindak lanjut perbaikannya, Rapat Tinjauan Manajemen (RTM),
dan menindak lanjuti hasil RTM bersama tim terkait.
7) Melakukan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.
q. Document Controller
1) Bekerja dengan manajer/karyawan untuk menyusun solusi dan proyek untuk
menyelesaikan masalah dan isu organisasi/karyawan.
2) Melaksanakan, mengelola, mengetahui, menafsirkan terkait kebijakan serta
sasaran mutu, dan program perusahaan yang berlaku.
3) Membuat draf dokumen hasil internal review.
4) Melakukan review prosedur, instruksi kerja, catatan/form record dan
dokumen pendukung lainnya terkait Quality Management System (QMS),
24
serta internal review pada departemen yang akan mengajukan pembuatan,
perubahan, maupun pengembangan dokumen.
5) Bertanggung jawab untuk memastikan ketersediaan dokumen atau data yang
dibutuhkan dalam aktivitas program QMS, kerapian sistem pengisian, dan
pengendalian dokumen-dokumen QMS.
6) Melakukan tugas-tugas lainnya yang berhubungan dengan QMS berdasarkan
panduan kerja berupa prosedur, instruksi kerja, form/catatan record, dan
dokumen pendukung lainnya yang berkaitan atau yang diberikan oleh atasan.
7) Mendistribusikan atau menarik kembali salinan dokumen dari pihak terkait
dengan tujuan agar tidak ada perbedaan dalam hal pelaksanaan pekerjaan.
8) Menetapkan masa retensi pemusnahan catatan mutu dan melaksanakannya
secara konsisten.