Memahami Gaya Kepemimpinan Efektif
Memahami Gaya Kepemimpinan Efektif
GAYA KEPEMIMPINAN
Setiap pemimpin memiliki pendekatan unik yang tidak hanya mempengaruhi cara
mereka mengelola, tetapi juga bagaimana mereka berinteraksi dengan anggota timnya.
Memahami berbagai gaya kepemimpinan bukan hanya menarik, tetapi juga memberikan
wawasan mendalam tentang dinamika kelompok dan pengambilan keputusan.
Mengetahui gaya kepemimpinan juga membuka peluang untuk pertumbuhan pribadi.
Dengan memahami bagaimana kita dipandang oleh orang lain dan bagaimana kita dapat
beradaptasi, kita dapat mengembangkan kemampuan untuk memimpin dengan lebih
efektif. Ini bukan hanya tentang mencapai hasil, tetapi juga tentang membangun
hubungan yang kuat, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, dan mendorong
inovasi. Dengan demikian, menggali dan memahami gaya kepemimpinan bukan hanya
sekadar teori tapi juga perlu diimplementasikan dalam lingkungan kerja kita. Hal tersebut
adalah perjalanan menarik yang dapat mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi
dalam dunia profesional.
Sebelum kita membahas mengenai topik bab kedua ini lebih lanjut terlebih dahulu mari
kita luangkan waktu memperhatikan beberapa gambar di bawah ini (gambar 1).
1 Gaya Kepemimpinan
Gambar 1
Berdasarkan tiga gambar di atas, apakah yang ada di benak Anda? Apa pendapat Anda
jika ada pertanyaan perihal gaya kepemimpinan apa yang digunakan oleh seorang guru
yang sedang mendidik siswanya, guru yang sedang menghadapi orang tua murid, perwira
TNI, dan juga pilot beserta kopilotnya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik?
Apakah sama guru olahraga dan guru matematika dalam memilih gaya
kepemimpinannya? Apakah sama pilot komersial dan pilot militer dalam memilih gaya
kepemimpinannya? Dan apakah sama gaya
kepemimpinan instruktur penerbang sipil dan
instruktur penerbang militer?
Sebagai salah satu langkah awal maka kita harus mengenal dan memahami macam gaya
kepemimpinan agar nantinya kita bisa menentukan gaya apa yang dibutuhkan pada
situasi di mana kita berada.
Banyak sekali teori dan gaya kepemimpinan yang umum digunakan dan dipelajari di
bidang kepemimpinan. Untuk mempermudah pemahaman, tabel berikut (tabel 1)
merangkum beberapa gaya kepemimpinan yang diakui secara luas:
2 Gaya Kepemimpinan
No. Gaya Kepemimpinan
1 Otokratis (Autocratic Leadership)
2 Demokratis (Democratic Leadership)
3 Laissez-faire (Laissez-faire Leadership)
4 Transformasional (Transformational Leadership)
5 Karismatik (Charismatic Leadership)
6 Visioner (Visionary Leadership)
7 Transaksional (Transactional Leadership)
8 Birokrasi (Bureaucratic Leadership)
9 Pelayan (Servant Leadership)
10 Situasional (Situational Leadership)
11 Otentik (Authentic Leadership)
12 Paternalistik (Paternalistic Leadership)
13 Agile (Agile leadership)
Tabel 1
Jumlah gaya kepemimpinan dalam tabel 1 mungkin saja bertambah dan berkembang
mengikuti perkembangan jaman.
Selanjutnya mari lihat beberapa teori mengenai gaya-gaya kepemimpinan tersebut dan
untuk mempermudah pemahaman, akan disertakan ciri dan contoh pemimpin yang
menggunakan gaya kepemimpinan tersebut, contoh kasus dalam manajemen
pendidikan serta kekurangan dan kelebihannya:
Pearce dan Sims (2002) dan Sosik dan Dinger (2007) menguraikan fitur dan
karakteristik pemimpin otokratis sebagai :
Pengambilan keputusan terpusat: Pemimpin otokratis membuat semua keputusan
secara mandiri, tanpa masukan atau umpan balik dari pengikut mereka.
Pengawasan langsung: Pemimpin seperti itu memantau dan mengontrol pekerjaan
bawahan mereka dengan cermat, sering kali memberikan instruksi terperinci dan
mengawasi tugas bawahan mereka dengan cermat.
Otonomi individu yang terbatas: Pemimpin otokratis mengharapkan kepatuhan yang
ketat terhadap aturan dan prosedur, menyisakan sedikit atau tidak ada ruang untuk
inisiatif individu atau pengambilan keputusan independen.
Kontrol Otoriter: Pemimpin memiliki kendali mutlak atas tim dan mengharapkan
anggota tim untuk mengikuti instruksi tanpa pertanyaan (Bwalya 2023).
Ciri-ciri:
• Pengambilan Keputusan Terpusat
3 Gaya Kepemimpinan
• Kontrol Ketat
• Kurangnya Partisipasi
• Komunikasi Satu Arah
• Tegas dan Kaku
• Fokus pada Hasil
• Kurangnya Kepercayaan
• Responsif terhadap Krisis
Contoh tokoh pemimpin:
• Joseph Stalin, Pemimpin Uni Soviet.
• Adolf Hitler, Pemimpin Jerman Nazi.
• Muammar Gaddafi, Pemimpin Libya.
• Jack Welch, Mantan CEO General Electric.
• Steve Jobs (pada beberapa periode),Pendiri Apple Inc.
4 Gaya Kepemimpinan
Inovasi Terbatas: Ide-ide baru mungkin tidak muncul, karena anggota tim merasa
tidak memiliki kesempatan untuk berkontribusi.
Avolio dan Bass (2004), mengamati fitur dan karakteristik kepemimpinan demokratis
sebagai:
Pengambilan Keputusan Inklusif: Pemimpin demokratis percaya pada nilai perspektif
yang beragam dan berusaha melibatkan anggota tim dalam proses pengambilan
keputusan. Mereka mendorong diskusi terbuka, secara aktif mendengarkan ide, dan
mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum membuat keputusan akhir.
Visi dan Tujuan Bersama: Dalam gaya kepemimpinan demokratis, para pemimpin
menumbuhkan visi bersama dan tujuan bersama dengan melibatkan anggota tim
dalam menentukan arah organisasi. Ini membantu membangun rasa kepemilikan dan
komitmen di antara anggota tim.
Komunikasi yang Mendukung: Pemimpin Demokrat mempertahankan jalur
komunikasi terbuka dengan anggota tim mereka. Mereka secara aktif mencari umpan
balik, memberikan pembaruan rutin, dan memastikan bahwa setiap orang memiliki
akses ke informasi yang diperlukan untuk peran mereka.
Pemberdayaan dan Otonomi: Anggota tim di bawah kepemimpinan demokratis
diberdayakan untuk mengambil inisiatif, membuat keputusan, dan berkontribusi pada
pemecahan masalah. Otonomi ini meningkatkan motivasi dan meningkatkan rasa
tanggung jawab atas keberhasilan organisasi.
Kepercayaan dan Rasa Hormat: Pemimpin Demokrat menumbuhkan lingkungan
kepercayaan dan rasa hormat, menghargai kontribusi setiap anggota tim. Ini
menumbuhkan budaya kerja yang positif dan kolaboratif, di mana anggota tim merasa
dihargai dan terdorong untuk mengekspresikan ide-ide mereka (Bwalya 2023).
Ciri-ciri:
• Partisipasi Anggota Tim
• Komunikasi Dua Arah
• Memberdayakan Karyawan
• Fleksibilitas dan Adaptasi
• Pembangunan Hubungan
• Keputusan Berbasis Konsensus
• Pendekatan Kolaboratif
• Mendorong Inovasi
Contoh tokoh pemimpin:
• Nelson Mandela, Pemimpin Afrika Selatan
• Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat yang ke-16
• Jacinda Ardern, Mantan Perdana Menteri Selandia Baru
5 Gaya Kepemimpinan
• Howard Schultz, Mantan CEO Starbucks
• Richard Branson, Pendiri Virgin Group
Menurut Sosik (2004), Vecchio (2010) dan Northouse (2018), fitur dan karakteristik
utama dari gaya pemimpin laissez-faire meliputi:
Kesalahan itu normal: Pemimpin laissez-faire merasa nyaman dengan pengikut atau
anggota tim yang melakukan kesalahan. Pemimpin tetap bertanggung jawab:
Meskipun anggota atau pengikut membuat kesalahan dan memiliki otonomi,
akuntabilitas tetap berada pada pemimpin.
6 Gaya Kepemimpinan
Intervensi minimal: Pemimpin laisez-faire menghindari mengganggu operasi sehari-
hari dan proses pengambilan keputusan, memungkinkan pengikut mereka untuk
bekerja secara mandiri.
Percaya pada kemampuan pengikut: Para pemimpin ini memiliki kepercayaan diri dan
kepercayaan pada keterampilan dan keahlian bawahan mereka dan percaya bahwa
mereka mampu mengelola tugas dan tanggung jawab mereka sendiri.
Tidak adanya kontrol langsung: Pemimpin laisez-faire memberikan sumber daya dan
dukungan yang diperlukan tetapi menahan diri untuk tidak memberikan instruksi
eksplisit atau memantau pekerjaan pengikut mereka dengan cermat (Bwalya 2023).
Ciri-ciri:
• Kemandirian Anggota Tim
• Minimnya Pengawasan
• Fleksibilitas dalam Metode Kerja
• Dukungan Ketika Diperlukan
• Fokus pada Hasil Akhir
• Mendorong Kreativitas
• Keterbukaan untuk Umpan Balik
• Penghargaan terhadap Kemandirian
Contoh tokoh pemimpin:
• Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway.
• Richard Branson, Pendiri Virgin Group.
• David Allen, Penulis dan guru manajemen waktu.
• Tim Berners-Lee,Penemu World Wide Web.
• Steve Wozniak, Salah satu pendiri Apple.
7 Gaya Kepemimpinan
Kelebihan:
Kreativitas dan Inovasi: Anggota tim dapat mengeksplorasi ide-ide baru dan metode
yang mungkin tidak terduga.
Motivasi Tinggi: Guru dan siswa yang diberi kebebasan sering kali lebih termotivasi
untuk mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas pekerjaan mereka.
Pengembangan Keterampilan Mandiri: Siswa belajar untuk mengelola waktu dan
sumber daya mereka sendiri, meningkatkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Kekurangan:
Kurangnya Arahan: Tanpa bimbingan yang jelas, beberapa guru atau siswa mungkin
merasa bingung atau tidak memiliki tujuan.
Variabilitas Kualitas: Hasil pembelajaran bisa sangat bervariasi, tergantung pada
keterampilan dan pengalaman masing-masing guru atau siswa.
Potensi Ketidakberhasilan: Siswa yang tidak terbiasa bekerja secara mandiri mungkin
kesulitan tanpa supervisi atau dukungan yang cukup.
Bass dan Riggo (2006) mencatat hal-hal berikut, sebagai fitur utama dan karakteristik
kepemimpinan transformasional:
Visioner: Pemimpin transformasional memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin
mereka capai.
Komunikator yang efektif: Pemimpin transformasional adalah komunikator yang baik
yang mengartikulasikan visi mereka secara efektif kepada pengikut mereka.
Inspiratif dan motivasi: Pemimpin transformasional menginspirasi dan memotivasi
orang lain dengan memberikan arah masa depan yang menarik. Mereka juga
menciptakan lingkungan yang positif dan memotivasi.
Perubahan Forster: Pemimpin transformasional adalah pemimpin atau pendorong
perubahan.
Berempati: Pemimpin transformasional berempati dan memahami kebutuhan dan
kekhawatiran pengikut mereka. Stimulasi intelektual: Mereka mendorong kreativitas
dan pemikiran inovatif, menantang status quo dan mempromosikan ide-ide
baru(Bwalya 2023).
Ciri-ciri:
• Visi yang Inspiratif
• Mendorong Inovasi
• Pendekatan Pribadi
• Keterlibatan Emosional
8 Gaya Kepemimpinan
• Kemampuan Beradaptasi
• Menjadi Teladan
• Fokus pada Pengembangan Individu
Contoh tokoh pemimpin:
• Nelson Mandela, Pemimpin anti-apartheid dan mantan Presiden Afrika
Selatan.
• Martin Luther King Jr., Pemimpin gerakan hak sipil di AS.
• Steve Jobs, Pendiri Apple Inc. Jobs.
• Indra Nooyi, Mantan CEO PepsiCo
• Oprah Winfrey, Seorang pembawa acara dan produser televisi.
9 Gaya Kepemimpinan
Risiko Ketidakpuasan: Jika visi tidak jelas atau tidak semua anggota merasa terlibat,
bisa menimbulkan ketidakpuasan di kalangan staf.
Menurut House and Shamir (1993) dan Conger and Kanungo (1998), fitur dan
karakteristik utama dari pendekatan kepemimpinan ini meliputi:
Kehadiran karismatik: pemimpin karismatik memiliki kepribadian magnetis yang
menarik dan memikat pengikut mereka, dengan pesona dan kepercayaan diri.
Kepemimpinan visioner: pemimpin karismatik visioner dan memiliki arah yang jelas.
Mereka mengomunikasikan visi ini secara efektif kepada pengikut mereka.
Komunikasi persuasif: Mereka adalah komunikator yang terampil, menggunakan
retorika yang kuat, bercerita, dan daya tarik emosional untuk memengaruhi dan
memobilisasi pengikut mereka.
Percaya diri: Pemimpin karismatik sering menunjukkan kepercayaan diri dan
optimisme yang kuat (Bwalya 2023).
Ciri-ciri:
• Kharisma Pribadi
• Visi yang Jelas
• Komunikasi yang Efektif
• Empati dan Keterhubungan Emosional
• Keberanian dan Ketegasan
• Kemampuan Mendorong Inovasi
• Pengaruh yang Kuat
• Optimisme dan Energi Positif
Contoh tokoh pemimpin:
• Martin Luther King Jr., Pemimpin gerakan hak sipil di Amerika Serikat.
• Nelson Mandela, Mantan Presiden Afrika Selatan
• Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris selama Perang Dunia II
• Steve Jobs, Pendiri Apple Inc.
• Oprah Winfrey, Pembawa acara dan produser televisi.
10 Gaya Kepemimpinan
acara sekolah, membangkitkan semangat dan komitmen di antara staf dan
siswa.
o Seorang pemimpin pendidikan mengadakan sesi pelatihan yang penuh
semangat, di mana ia berbagi pengalaman dan cerita pribadi tentang tantangan
dan keberhasilan dalam dunia pendidikan. Pendekatan ini membuat guru
merasa terhubung secara emosional dan termotivasi untuk menerapkan
metode baru dalam pengajaran.
11 Gaya Kepemimpinan
mengumpulkan semua informasi ini dalam kemitraan dengan banyak pemimpin dan
menemukan hal-hal berikut:
(1) Mendapatkan rasa hormat dari tim: mendapatkan rasa hormat adalah aspek
penting dari seorang pemimpin yang sukses. Ini dicapai dengan menunjukkan rasa
hormat, empati, dan kepedulian kepada mereka yang bermaksud mengikuti Anda.
Menunjukkan empati memungkinkan para pemimpin untuk terhubung dengan orang
tersebut dan membantu Anda memahami situasinya;
(2) ketahuilah bahwa tim Anda adalah kunci kesuksesan Anda: ini sangat penting
karena menempatkan nilai pada tim. Anda hanya sesukses dan kegagalan orang-
orang di sekitar Anda. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberdayakan mereka;
(3) mengartikulasikan visi yang jelas: Bagian ini melibatkan memiliki rencana strategis
dan percaya pada tim Anda untuk mencapai rencana tersebut. Memiliki pemimpin
yang dapat mengartikulasikan strategi dengan jelas dan membantu tim Anda
mencapai rencana tersebut adalah bagian besar dari menjadi pemimpin yang hebat;
(4) mendorong orang untuk menjadi yang terbaik: Pemimpin hebat menginspirasi tim
mereka tetapi membangun kepercayaan diri mereka untuk percaya pada diri mereka
sendiri. Untuk menginspirasi, memimpin dengan memberi contoh, dan mendorong
mereka untuk menjadi yang terbaik; dan
(5) melayani tujuan yang lebih signifikan: pemimpin yang sukses sangat ambisius
tetapi tidak pernah untuk diri mereka sendiri. Sebaliknya, mereka ambisius dan akan
melakukan apa pun yang diperlukan untuk melayani tujuan yang lebih signifikan ini
(Jaqua 2021).
Ciri-ciri:
• Visi yang Jelas dan Inspiratif
• Kemampuan Melihat Gambaran Besar
• Inovatif dan Kreatif
• Keterampilan Komunikasi yang Baik.
• Kemampuan Menginspirasi dan Memotivasi
• Fleksibilitas dan Adaptabilitas
• Kepemimpinan Berbasis Nilai
• Penciptaan Tim yang Kuat
Contoh tokoh pemimpin:
• Elon Musk, Pendiri Tesla dan SpaceX.
• Steve Jobs, Pendiri Apple Inc.
• Nelson Mandela, Pemimpin anti-apartheid dan mantan Presiden Afrika
Selatan.
• Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris selama Perang Dunia II.
• Indra Nooyi, Mantan CEO PepsiCo.
12 Gaya Kepemimpinan
o Seorang kepala sekolah mengembangkan visi jangka panjang untuk
menjadikan sekolah sebagai pusat inovasi pendidikan di daerahnya. Ia
menyusun rencana strategis yang mencakup penerapan teknologi dalam
pembelajaran, pengembangan program keterampilan abad ke-21, dan
peningkatan keterlibatan orang tua.
o Seorang kepala sekolah menginisiasi program keterlibatan komunitas yang
bertujuan untuk menjalin kemitraan antara sekolah, orang tua, dan organisasi
lokal. Ia menyampaikan visi tentang pentingnya dukungan komunitas dalam
menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.
House & Shamir (1993) described that The leadership theories, by the late 1970s and
early 1980s, activated to diverge from the specific perspectives of the leader,
leadership context and the follower and toward practices that concentrated further on
the exchanges between the followers and leaders. The transactional leadership was
described as that in which leader-follower associations were grounded upon a series
of agreements between followers and leaders.
House & Shamir (1993) menggambarkan bahwa Teori-teori kepemimpinan, pada akhir
1970-an dan awal 1980-an, diaktifkan untuk menyimpang dari perspektif spesifik
pemimpin, konteks kepemimpinan dan pengikut dan menuju praktik yang
13 Gaya Kepemimpinan
berkonsentrasi lebih jauh pada pertukaran antara pengikut dan pemimpin.
Kepemimpinan transaksional digambarkan sebagai asosiasi pemimpin-pengikut
didasarkan pada serangkaian kesepakatan antara pengikut dan pemimpin(Ahmed
Khan dan Nawaz 2016). Teori transaksional "didasarkan pada timbal balik di mana
para pemimpin tidak hanya memengaruhi pengikut tetapi juga berada di bawah
pengaruh mereka". Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan
transaksional menunjukkan perbedaan sehubungan dengan tingkat tindakan
pemimpin dan sifat hubungan dengan pengikut (Ahmed Khan dan Nawaz 2016).
Ciri-ciri:
• Fokus pada Tujuan dan Hasil
• Penghargaan dan Hukuman
• Struktur yang Jelas
• Manajemen yang Praktis
• Komunikasi Satu Arah
• Penyelesaian Masalah yang Cepat
• Kepemimpinan Berdasarkan Otoritas
• Stabilitas dan Prediktabilitas
Contoh tokoh pemimpin:
• Bill Gates,Pendiri Microsoft.
• Jack Welch, Mantan CEO General Electric.
• Howard Schultz, Mantan CEO Starbucks,
• Larry Page dan Sergey Brin, Pendiri Google,
• Henry Ford, Pendiri Ford Motor Company
14 Gaya Kepemimpinan
Kelebihan dan Kekurangan:
Kelebihan:
Struktur yang Jelas: Gaya ini memberikan arahan yang jelas tentang harapan dan
konsekuensi, sehingga anggota tim tahu apa yang diharapkan dari mereka.
Motivasi Melalui Imbalan: Sistem penghargaan dapat mendorong peningkatan kinerja
dan produktivitas.
Evaluasi Kinerja yang Terukur: Memudahkan dalam melakukan penilaian dan
pengukuran hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Kekurangan:
Kurangnya Kreativitas: Pendekatan ini dapat menghambat kreativitas dan inovasi,
karena anggota tim mungkin hanya fokus pada mencapai tujuan yang ditetapkan.
Risiko Ketidakpuasan: Jika imbalan dianggap tidak adil atau tidak memadai, dapat
menimbulkan ketidakpuasan di kalangan anggota tim.
Ketergantungan pada Imbalan: Anggota tim mungkin menjadi tergantung pada
imbalan eksternal, mengabaikan motivasi intrinsik untuk belajar dan berkembang.
Ciri-ciri:
• Struktur Organisasi yang Kuat
• Aturan dan Prosedur yang Ketat
• Pendekatan Formal
• Fokus pada Stabilitas
• Pengambilan Keputusan Berdasarkan Data
Contoh tokoh pemimpin:
• Max Weber Seorang sosiolog Jerman.
• Dwight D. Eisenhower, Mantan Presiden Amerika Serikat.
• Angela Merkel, Mantan Kanselir Jerman.
• W. Edwards Deming Ahli manajemen dan statistik.
• J.P. Morgan, pemimpin dalam dunia perbankan.
15 Gaya Kepemimpinan
Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:
16 Gaya Kepemimpinan
memprioritaskan kebutuhan pengikut mereka dan secara aktif berusaha melayani
mereka, menumbuhkan budaya dukungan, empati, dan kepedulian. Pemberdayaan
dan pengembangan: Mereka mempromosikan pertumbuhan pribadi dan profesional
pengikut mereka, memberikan bimbingan, bimbingan, dan peluang untuk
pengembangan keterampilan. Kolaborasi dan kerja tim: Pemimpin yang melayani
menekankan kolaborasi, kerja tim, dan menciptakan rasa kebersamaan di antara
pengikut mereka. Ini menumbuhkan lingkungan kerja yang mendukung dan inklusif.
Moralitas tinggi: Pemimpin Pelayan beroperasi dengan standar etika dan prinsip moral
yang tinggi (Bwalya 2023).
Ciri-ciri:
• Fokus pada Pelayanan
• Empati dan Keterhubungan
• Pemberdayaan Anggota Tim
• Komunikasi Terbuka
• Kepemimpinan yang Inklusif
• Fokus pada Pengembangan Pribadi
• Menjadi Teladan
• Pendekatan Berbasis Nilai
Contoh tokoh pemimpin:
• Robert K. Greenleaf, Pencetus konsep kepemimpinan servant.
• Nelson Mandela, Mantan Presiden Afrika Selatan.
• Mahatma Gandhi, Pemimpin gerakan kemerdekaan India.
17 Gaya Kepemimpinan
Meningkatkan Keterlibatan dan Komitmen: Pemimpin pelayan dapat menciptakan
lingkungan yang mendukung, di mana semua orang merasa dihargai dan terlibat.
Pengembangan Individu: Fokus pada pengembangan orang lain mendorong
pertumbuhan pribadi dan profesional di kalangan staf dan siswa.
Hubungan yang Kuat: Membangun kepercayaan dan hubungan yang solid antara
pemimpin dan anggota tim.
Kekurangan:
Waktu dan Sumber Daya: Proses untuk mendengarkan dan memberikan dukungan
dapat memakan waktu dan sumber daya yang signifikan.
Potensi Ketidakjelasan: Dalam beberapa kasus, fokus pada pelayanan dapat
menyebabkan kekurangan dalam pengambilan keputusan yang tegas dan cepat.
Risiko Over-commitment: Pemimpin bisa merasa terbebani dengan komitmen untuk
memenuhi kebutuhan semua orang, yang bisa mengganggu keseimbangan kerja dan
kehidupan.
Ciri-ciri:
• Fleksibilitas dalam Gaya Kepemimpinan
• Pemahaman tentang Anggota Tim
18 Gaya Kepemimpinan
• Adaptasi terhadap Lingkungan
• Pengambilan Keputusan yang Responsif
• Berorientasi pada Hasil
• Kemampuan Komunikasi yang Baik
• Dukungan dan Pengembangan
• Mendorong Partisipasi
Contoh tokoh pemimpin:
• Bill Gates, Pendiri Microsoft.
• Jack Welch, Mantan CEO General Electric.
• Indra Nooyi Mantan CEO PepsiCo,
• Sheryl Sandberg COO Facebook
• Nelson Mandela, Pemimpin anti-apartheid dan mantan Presiden Afrika
Selatan.
19 Gaya Kepemimpinan
Peningkatan Kinerja: Pendekatan yang adaptif dapat menghasilkan hasil yang lebih
baik karena menciptakan kondisi yang sesuai untuk setiap situasi.
Kekurangan:
Risiko Ketidakjelasan: Terlalu banyak perubahan dalam gaya kepemimpinan dapat
menyebabkan kebingungan di kalangan anggota tim tentang harapan yang
diinginkan.
Keterbatasan Waktu: Menyesuaikan gaya kepemimpinan untuk setiap situasi dapat
memakan waktu dan sumber daya.
Keterampilan Pemimpin: Pemimpin harus memiliki keterampilan yang baik dalam
membaca situasi dan mengenali kebutuhan individu, yang mungkin tidak selalu
mudah.
Ciri-ciri:
• Kejujuran
• Kesadaran Diri
• Integritas
• Empati
• Keberanian
• Keterlibatan
• Visi yang Jelas
• Keterbukaan terhadap Umpan Balik
Contoh tokoh pemimpin:
• Nelson Mandela, Pemimpin anti-apartheid dan mantan Presiden Afrika.
20 Gaya Kepemimpinan
• Oprah Winfrey, Pembawa acara dan pengusaha.
• Howard Schultz, Mantan CEO Starbucks
• Jacinda Ardern, Mantan Perdana Menteri Selandia Baru.
• Bill George, Mantan CEO Medtronic dan penulis buku tentang kepemimpinan
otentik.
21 Gaya Kepemimpinan
12. Kepemimpinan Paternalistik (Paternalistic Leadership)
Ciri-ciri:
• Perhatian terhadap Kesejahteraan Anggota
• Kekuasaan dan Kontrol yang Tinggi
• Komunikasi Satu Arah
• Hubungan Emosional yang Kuat
• Perlindungan dan Dukungan
• Penekanan pada Loyalitas
• Penghargaan terhadap Tradisi
• Ketidakpastian dalam Pengambilan Keputusan
Contoh tokoh pemimpin:
• Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura selama lebih dari 30 tahun.
• Walt Disney, Pendiri perusahaan Disney.
• Jack Welch, Mantan CEO General Electric.
• A.P. J. Abdul Kalam, Mantan Presiden India.
• Richard Branson, Pendiri Virgin Group.
22 Gaya Kepemimpinan
Kelebihan dan Kekurangan:
Kelebihan:
Hubungan yang Kuat: Membangun kepercayaan dan hubungan yang erat antara
pemimpin dan anggota tim, menciptakan lingkungan yang positif.
Perhatian terhadap Kesejahteraan: Pemimpin paternalistik cenderung peduli terhadap
kesejahteraan anggota tim, yang dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja.
Stabilitas: Gaya ini dapat memberikan stabilitas dan keamanan bagi staf dan siswa,
serta menciptakan atmosfer yang mendukung.
Kekurangan:
Ketergantungan: Anggota tim mungkin menjadi terlalu tergantung pada pemimpin
untuk pengambilan keputusan, yang dapat mengurangi inisiatif dan kreativitas
mereka.
Risiko Ketidakpuasan: Jika pemimpin tidak mampu memenuhi harapan, dapat muncul
rasa frustrasi di kalangan anggota tim yang merasa diabaikan.
Pembatasan Inovasi: Gaya ini dapat membatasi inovasi jika pemimpin terlalu
mengontrol dan tidak memberi ruang bagi ide-ide baru dari staf.
Agile berasal dari istilah yang diadopsi dari Dunia IT (Information Technology)
menyatakan gesit atau tangkas. Pada tahun 2007 Joiner dan Joseph telah
mengembangkan konsep agile leadership (kepemimpinan agile). Pada tahun 2020,
pandemi membawa kita ke era baru, masa transisi dari kepemimpinan tradisional ke
kepemimpinan agile. Tingkat kompleksitas yang tinggi ditambah sifatnya yang
bergejolak dan ambigu menempatkan tekanan dan tuntutan tinggi terhadap
pengaturan bisnis global saat ini. Tidak hanya pada sektor swasta, tetapi juga pada
organisasi publik untuk mengadopsi kepemimpinan Agile(Wardani et al. 2023).
Ciri-ciri:
• Adaptabilitas
• Kolaborasi yang Kuat
• Fokus pada Hasil
• Keterlibatan Tim
• Pembelajaran Berkelanjutan
• Komunikasi Terbuka
• Pemberdayaan Anggota Tim
• Visi yang Fleksibel
23 Gaya Kepemimpinan
Contoh tokoh pemimpin:
• Jeff Bezos, Pendiri Amazon.
• Satya Nadella, CEO Microsoft.
• Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX.
• Mary Barra, CEO General Motors.
• Indra Nooyi, Mantan CEO PepsiCo.
24 Gaya Kepemimpinan
KESIMPULAN
Demikian, teori gaya kepemimpinan, ciri, dan contoh pemimpin dengan gaya yang
berbeda-beda, contoh kasus dalam manajemen pendidikan, kelebihan dan
kekurangannya telah kita bahas. Dapat kita lihat juga bahwa ada beberapa contoh
pemimpin yang disebut berulang di beberapa jenis gaya kepemimpinan di atas, hal
ini menunjukkan bahwa terkadang kita harus
mengubah gaya kepemimpinan kita dalam
menghadapi situasi yang selalu berkembang.
25 Gaya Kepemimpinan
Bagaimana, apakah Anda sudah dapat menentukan akan menggunakan gaya
kepemimpinan apa dalam lingkungan Anda?
Untuk menguji pemahaman kita dalam hal gaya kepemimpinan mari kita jawab bersama
pertanyaan di bawah ini.
26 Gaya Kepemimpinan
Jawaban yang benar: B. Kejujuran dan integritas
Gaya kepemimpinan mana yang paling sesuai untuk situasi di mana keputusan harus
diambil dengan cepat?
A. Kepemimpinan Partisipatif
B. Kepemimpinan Otokratik
C. Kepemimpinan Servant
D. Kepemimpinan Demokratis
Jawaban: B
Gaya kepemimpinan mana yang menekankan kolaborasi dan pembelajaran tim dalam
pengambilan keputusan?
A. Kepemimpinan Otoriter
B. Kepemimpinan Transformasional
C. Kepemimpinan Agil
D. Kepemimpinan Visioner
Jawaban: C
27 Gaya Kepemimpinan
Kepemimpinan mana yang paling efektif dalam lingkungan yang cepat berubah dan
memerlukan adaptasi cepat?
A. Kepemimpinan Situasional
B. Kepemimpinan Agil
C. Kepemimpinan Servant
D. Kepemimpinan Karismatik
Jawaban: B
28 Gaya Kepemimpinan
DAFTAR PUSTAKA
Hutahaean WS. 2021. Filsafat dan Teori Kepemimpinan (Dr. Wendy Sepmady Hutahaean,
S.E., [Link].) ([Link]). (1).
Karwan D, Hariri H, Ridwan R. 2021. Visionary Leadership: What, Why, and How.
European Alliance for Innovation
Kvasic SG, Nikolić G, Kvasić SG, Grbić L. 2020. The Development of Authentic Leadership
Theory THE DEVELOPMENT OF AUTHENTIC LEADERSHIP THEORY RAZVOJ TEORIJE
AUTENTIČNOG VODSTVA.
Wardani RC, Rasyid Abdilah M, Rahmat A, Anita R. 2023. AGILE LEADERSHIP: SEBUAH
TINJAUAN PUSTAKA.
29 Gaya Kepemimpinan