0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan29 halaman

Memahami Gaya Kepemimpinan Efektif

Bab ini membahas pentingnya memahami berbagai gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi efektivitas organisasi dan interaksi tim. Gaya kepemimpinan yang berbeda, seperti otokratis, demokratis, dan laissez-faire, memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda terhadap pengambilan keputusan dan motivasi anggota tim. Pemimpin yang efektif harus mampu menyesuaikan gaya mereka sesuai dengan situasi dan kebutuhan tim untuk mencapai hasil yang optimal.

Diunggah oleh

94desirahayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan29 halaman

Memahami Gaya Kepemimpinan Efektif

Bab ini membahas pentingnya memahami berbagai gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi efektivitas organisasi dan interaksi tim. Gaya kepemimpinan yang berbeda, seperti otokratis, demokratis, dan laissez-faire, memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda terhadap pengambilan keputusan dan motivasi anggota tim. Pemimpin yang efektif harus mampu menyesuaikan gaya mereka sesuai dengan situasi dan kebutuhan tim untuk mencapai hasil yang optimal.

Diunggah oleh

94desirahayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAYA KEPEMIMPINAN

Setiap pemimpin memiliki pendekatan unik yang tidak hanya mempengaruhi cara
mereka mengelola, tetapi juga bagaimana mereka berinteraksi dengan anggota timnya.
Memahami berbagai gaya kepemimpinan bukan hanya menarik, tetapi juga memberikan
wawasan mendalam tentang dinamika kelompok dan pengambilan keputusan.
Mengetahui gaya kepemimpinan juga membuka peluang untuk pertumbuhan pribadi.
Dengan memahami bagaimana kita dipandang oleh orang lain dan bagaimana kita dapat
beradaptasi, kita dapat mengembangkan kemampuan untuk memimpin dengan lebih
efektif. Ini bukan hanya tentang mencapai hasil, tetapi juga tentang membangun
hubungan yang kuat, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, dan mendorong
inovasi. Dengan demikian, menggali dan memahami gaya kepemimpinan bukan hanya
sekadar teori tapi juga perlu diimplementasikan dalam lingkungan kerja kita. Hal tersebut
adalah perjalanan menarik yang dapat mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi
dalam dunia profesional.

Dalam bab sebelumnya telah sedikit disinggung bahwa gaya kepemimpinan


merupakan pendekatan dan metode yang digunakan seorang pemimpin untuk
memotivasi, memengaruhi, dan membimbing anggota tim atau organisasi agar
mencapai tujuan tertentu. Gaya kepemimpinan memegang peranan penting dalam
efektivitas suatu organisasi. Dalam dunia yang semakin kompleks dan dinamis,
pemimpin dituntut untuk tidak hanya mengelola sumber daya, tetapi juga untuk
menginspirasi dan memotivasi anggota tim. Memahami gaya kepemimpinan yang
berbeda memungkinkan seorang pemimpin untuk menyesuaikan pendekatannya sesuai
dengan kebutuhan situasi dan karakteristik tim yang dipimpin.

Dengan mengetahui gaya kepemimpinan, pemimpin dapat meningkatkan


komunikasi dengan dapat menentukan gaya yang tepat dalam memperbaiki aliran
informasi dan mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan komunikasi yang tepat
dapat memperbaiki aliran informasi dan mengurangi kesalahpahaman,
membangun hubungan sehingga dapat membina hubungan yang lebih baik dengan
anggota tim, menciptakan lingkungan kerja yang positif, meningkatkan kinerja untuk
dapat memotivasi anggota tim untuk mencapai tujuan bersama dengan lebih baik
secara aktif, dan mampu mengatasi tantangan untuk dapat mengambil keputusan
yang lebih baik dan cepat. Oleh karena itu, penting bagi setiap pemimpin untuk
memahami dan mengembangkan gaya kepemimpinan mereka, bukan hanya untuk
kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kemajuan organisasi secara keseluruhan.

Sebelum kita membahas mengenai topik bab kedua ini lebih lanjut terlebih dahulu mari
kita luangkan waktu memperhatikan beberapa gambar di bawah ini (gambar 1).

1 Gaya Kepemimpinan
Gambar 1

Berdasarkan tiga gambar di atas, apakah yang ada di benak Anda? Apa pendapat Anda
jika ada pertanyaan perihal gaya kepemimpinan apa yang digunakan oleh seorang guru
yang sedang mendidik siswanya, guru yang sedang menghadapi orang tua murid, perwira
TNI, dan juga pilot beserta kopilotnya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik?
Apakah sama guru olahraga dan guru matematika dalam memilih gaya
kepemimpinannya? Apakah sama pilot komersial dan pilot militer dalam memilih gaya
kepemimpinannya? Dan apakah sama gaya
kepemimpinan instruktur penerbang sipil dan
instruktur penerbang militer?

Mungkin jawaban Anda satu sama lain berbeda.


Baiklah mari kita bahas…

Dalam situasi yang berbeda (jenis pekerjaan,


kondisi pasangan kerja, lingkungan kerja dan hal
lainnya) akan membutuhkan gaya kepemimpinan
yang berbeda pula. Agar menghasilkan kinerja tim
yang efektif dan output tim yang efektif maka gaya
kepemimpinan yang baik dan sesuai di semua
bidang pekerjaan dan bermacam-macam
lingkungan adalah sangat penting. Untuk mencapai
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-NC-ND
hal ini, kita masing-masing harus menunjukkan
kualitas kepemimpinan terlepas dari pangkat atau senioritas. Namun, keterampilan
kepemimpinan yang baik bukanlah sesuatu yang cenderung dimiliki orang sejak lahir
maka keterampilan kepemimpinan yang baik harus dipelajari dan dipraktikkan.

Sebagai salah satu langkah awal maka kita harus mengenal dan memahami macam gaya
kepemimpinan agar nantinya kita bisa menentukan gaya apa yang dibutuhkan pada
situasi di mana kita berada.

Banyak sekali teori dan gaya kepemimpinan yang umum digunakan dan dipelajari di
bidang kepemimpinan. Untuk mempermudah pemahaman, tabel berikut (tabel 1)
merangkum beberapa gaya kepemimpinan yang diakui secara luas:

2 Gaya Kepemimpinan
No. Gaya Kepemimpinan
1 Otokratis (Autocratic Leadership)
2 Demokratis (Democratic Leadership)
3 Laissez-faire (Laissez-faire Leadership)
4 Transformasional (Transformational Leadership)
5 Karismatik (Charismatic Leadership)
6 Visioner (Visionary Leadership)
7 Transaksional (Transactional Leadership)
8 Birokrasi (Bureaucratic Leadership)
9 Pelayan (Servant Leadership)
10 Situasional (Situational Leadership)
11 Otentik (Authentic Leadership)
12 Paternalistik (Paternalistic Leadership)
13 Agile (Agile leadership)

Tabel 1

Jumlah gaya kepemimpinan dalam tabel 1 mungkin saja bertambah dan berkembang
mengikuti perkembangan jaman.

Selanjutnya mari lihat beberapa teori mengenai gaya-gaya kepemimpinan tersebut dan
untuk mempermudah pemahaman, akan disertakan ciri dan contoh pemimpin yang
menggunakan gaya kepemimpinan tersebut, contoh kasus dalam manajemen
pendidikan serta kekurangan dan kelebihannya:

1. Kepemimpinan Otokratis (Autocratic Leadership):

Pearce dan Sims (2002) dan Sosik dan Dinger (2007) menguraikan fitur dan
karakteristik pemimpin otokratis sebagai :
Pengambilan keputusan terpusat: Pemimpin otokratis membuat semua keputusan
secara mandiri, tanpa masukan atau umpan balik dari pengikut mereka.
Pengawasan langsung: Pemimpin seperti itu memantau dan mengontrol pekerjaan
bawahan mereka dengan cermat, sering kali memberikan instruksi terperinci dan
mengawasi tugas bawahan mereka dengan cermat.
Otonomi individu yang terbatas: Pemimpin otokratis mengharapkan kepatuhan yang
ketat terhadap aturan dan prosedur, menyisakan sedikit atau tidak ada ruang untuk
inisiatif individu atau pengambilan keputusan independen.
Kontrol Otoriter: Pemimpin memiliki kendali mutlak atas tim dan mengharapkan
anggota tim untuk mengikuti instruksi tanpa pertanyaan (Bwalya 2023).

Ciri-ciri:
• Pengambilan Keputusan Terpusat

3 Gaya Kepemimpinan
• Kontrol Ketat
• Kurangnya Partisipasi
• Komunikasi Satu Arah
• Tegas dan Kaku
• Fokus pada Hasil
• Kurangnya Kepercayaan
• Responsif terhadap Krisis
Contoh tokoh pemimpin:
• Joseph Stalin, Pemimpin Uni Soviet.
• Adolf Hitler, Pemimpin Jerman Nazi.
• Muammar Gaddafi, Pemimpin Libya.
• Jack Welch, Mantan CEO General Electric.
• Steve Jobs (pada beberapa periode),Pendiri Apple Inc.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah menetapkan kebijakan dan prosedur secara sepihak


tanpa melibatkan guru atau staf dalam proses perumusan. Misalnya, kepala
sekolah memutuskan tentang kurikulum baru dan cara pengajaran yang harus
diterapkan tanpa meminta masukan dari guru.
o Sekolah menerapkan kebijakan disiplin yang ketat, di mana kepala sekolah
atau dewan disiplin membuat keputusan tentang sanksi tanpa mendengarkan
pandangan siswa atau orang tua.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:
Keputusan Cepat: Gaya ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan
efisien, terutama dalam situasi darurat.
Kepastian dan Struktur: Memberikan kejelasan dan struktur yang jelas dalam
organisasi.
Kekurangan:
Kurangnya Partisipasi: Anggota tim merasa diabaikan, yang dapat mengurangi
motivasi dan komitmen.

4 Gaya Kepemimpinan
Inovasi Terbatas: Ide-ide baru mungkin tidak muncul, karena anggota tim merasa
tidak memiliki kesempatan untuk berkontribusi.

2. Kepemimpinan Demokratis (Democratic Leadership):

Avolio dan Bass (2004), mengamati fitur dan karakteristik kepemimpinan demokratis
sebagai:
Pengambilan Keputusan Inklusif: Pemimpin demokratis percaya pada nilai perspektif
yang beragam dan berusaha melibatkan anggota tim dalam proses pengambilan
keputusan. Mereka mendorong diskusi terbuka, secara aktif mendengarkan ide, dan
mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum membuat keputusan akhir.
Visi dan Tujuan Bersama: Dalam gaya kepemimpinan demokratis, para pemimpin
menumbuhkan visi bersama dan tujuan bersama dengan melibatkan anggota tim
dalam menentukan arah organisasi. Ini membantu membangun rasa kepemilikan dan
komitmen di antara anggota tim.
Komunikasi yang Mendukung: Pemimpin Demokrat mempertahankan jalur
komunikasi terbuka dengan anggota tim mereka. Mereka secara aktif mencari umpan
balik, memberikan pembaruan rutin, dan memastikan bahwa setiap orang memiliki
akses ke informasi yang diperlukan untuk peran mereka.
Pemberdayaan dan Otonomi: Anggota tim di bawah kepemimpinan demokratis
diberdayakan untuk mengambil inisiatif, membuat keputusan, dan berkontribusi pada
pemecahan masalah. Otonomi ini meningkatkan motivasi dan meningkatkan rasa
tanggung jawab atas keberhasilan organisasi.
Kepercayaan dan Rasa Hormat: Pemimpin Demokrat menumbuhkan lingkungan
kepercayaan dan rasa hormat, menghargai kontribusi setiap anggota tim. Ini
menumbuhkan budaya kerja yang positif dan kolaboratif, di mana anggota tim merasa
dihargai dan terdorong untuk mengekspresikan ide-ide mereka (Bwalya 2023).

Ciri-ciri:
• Partisipasi Anggota Tim
• Komunikasi Dua Arah
• Memberdayakan Karyawan
• Fleksibilitas dan Adaptasi
• Pembangunan Hubungan
• Keputusan Berbasis Konsensus
• Pendekatan Kolaboratif
• Mendorong Inovasi
Contoh tokoh pemimpin:
• Nelson Mandela, Pemimpin Afrika Selatan
• Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat yang ke-16
• Jacinda Ardern, Mantan Perdana Menteri Selandia Baru

5 Gaya Kepemimpinan
• Howard Schultz, Mantan CEO Starbucks
• Richard Branson, Pendiri Virgin Group

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:


o Seorang kepala sekolah mengadakan pertemuan rutin dengan guru dan staf
untuk mendiskusikan kebijakan sekolah, kurikulum, dan masalah yang
dihadapi. Dalam pertemuan ini, semua anggota diberikan kesempatan untuk
memberikan pendapat dan masukan.
o Sekolah melibatkan guru, siswa, dan bahkan orang tua dalam proses
pengembangan kurikulum baru. Melalui diskusi kelompok dan survei, semua
pihak dapat memberikan masukan tentang apa yang mereka anggap penting
untuk diajarkan.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:
Partisipasi Aktif: Semua anggota merasa dihargai dan memiliki suara dalam
pengambilan keputusan.
Peningkatan Motivasi: Rasa memiliki yang tinggi dapat meningkatkan komitmen dan
motivasi di antara guru dan siswa.
Inovasi dan Kreativitas: Ide-ide baru lebih mungkin muncul ketika banyak orang
berkontribusi dalam proses berpikir.
Kekurangan:
Proses yang Makan Waktu: Pengambilan keputusan bisa lebih lambat karena
melibatkan banyak pihak.
Potensi Konflik: Pendapat yang beragam dapat menyebabkan perdebatan dan konflik
yang perlu dikelola dengan baik.

3. Kepemimpinan Laissez-faire (Laissez-faire Leadership)

Menurut Sosik (2004), Vecchio (2010) dan Northouse (2018), fitur dan karakteristik
utama dari gaya pemimpin laissez-faire meliputi:
Kesalahan itu normal: Pemimpin laissez-faire merasa nyaman dengan pengikut atau
anggota tim yang melakukan kesalahan. Pemimpin tetap bertanggung jawab:
Meskipun anggota atau pengikut membuat kesalahan dan memiliki otonomi,
akuntabilitas tetap berada pada pemimpin.

6 Gaya Kepemimpinan
Intervensi minimal: Pemimpin laisez-faire menghindari mengganggu operasi sehari-
hari dan proses pengambilan keputusan, memungkinkan pengikut mereka untuk
bekerja secara mandiri.
Percaya pada kemampuan pengikut: Para pemimpin ini memiliki kepercayaan diri dan
kepercayaan pada keterampilan dan keahlian bawahan mereka dan percaya bahwa
mereka mampu mengelola tugas dan tanggung jawab mereka sendiri.
Tidak adanya kontrol langsung: Pemimpin laisez-faire memberikan sumber daya dan
dukungan yang diperlukan tetapi menahan diri untuk tidak memberikan instruksi
eksplisit atau memantau pekerjaan pengikut mereka dengan cermat (Bwalya 2023).

Ciri-ciri:
• Kemandirian Anggota Tim
• Minimnya Pengawasan
• Fleksibilitas dalam Metode Kerja
• Dukungan Ketika Diperlukan
• Fokus pada Hasil Akhir
• Mendorong Kreativitas
• Keterbukaan untuk Umpan Balik
• Penghargaan terhadap Kemandirian
Contoh tokoh pemimpin:
• Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway.
• Richard Branson, Pendiri Virgin Group.
• David Allen, Penulis dan guru manajemen waktu.
• Tim Berners-Lee,Penemu World Wide Web.
• Steve Wozniak, Salah satu pendiri Apple.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah menerapkan pendekatan laissez-faire dengan


memberikan kebebasan kepada guru untuk merancang dan melaksanakan
kurikulum mereka sendiri. Guru dapat memilih metode pengajaran, materi, dan
penilaian tanpa intervensi langsung dari kepala sekolah.
o Sekolah memberikan kebebasan kepada setiap guru untuk mengembangkan
kurikulum mereka sendiri berdasarkan minat dan kebutuhan siswa, tanpa
adanya pedoman yang ketat dari administrasi.

Kelebihan dan Kekurangan:

7 Gaya Kepemimpinan
Kelebihan:
Kreativitas dan Inovasi: Anggota tim dapat mengeksplorasi ide-ide baru dan metode
yang mungkin tidak terduga.
Motivasi Tinggi: Guru dan siswa yang diberi kebebasan sering kali lebih termotivasi
untuk mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas pekerjaan mereka.
Pengembangan Keterampilan Mandiri: Siswa belajar untuk mengelola waktu dan
sumber daya mereka sendiri, meningkatkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Kekurangan:
Kurangnya Arahan: Tanpa bimbingan yang jelas, beberapa guru atau siswa mungkin
merasa bingung atau tidak memiliki tujuan.
Variabilitas Kualitas: Hasil pembelajaran bisa sangat bervariasi, tergantung pada
keterampilan dan pengalaman masing-masing guru atau siswa.
Potensi Ketidakberhasilan: Siswa yang tidak terbiasa bekerja secara mandiri mungkin
kesulitan tanpa supervisi atau dukungan yang cukup.

4. Kepemimpinan Transformasional (Transformational Leadership)

Bass dan Riggo (2006) mencatat hal-hal berikut, sebagai fitur utama dan karakteristik
kepemimpinan transformasional:
Visioner: Pemimpin transformasional memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin
mereka capai.
Komunikator yang efektif: Pemimpin transformasional adalah komunikator yang baik
yang mengartikulasikan visi mereka secara efektif kepada pengikut mereka.
Inspiratif dan motivasi: Pemimpin transformasional menginspirasi dan memotivasi
orang lain dengan memberikan arah masa depan yang menarik. Mereka juga
menciptakan lingkungan yang positif dan memotivasi.
Perubahan Forster: Pemimpin transformasional adalah pemimpin atau pendorong
perubahan.
Berempati: Pemimpin transformasional berempati dan memahami kebutuhan dan
kekhawatiran pengikut mereka. Stimulasi intelektual: Mereka mendorong kreativitas
dan pemikiran inovatif, menantang status quo dan mempromosikan ide-ide
baru(Bwalya 2023).

Ciri-ciri:
• Visi yang Inspiratif
• Mendorong Inovasi
• Pendekatan Pribadi
• Keterlibatan Emosional

8 Gaya Kepemimpinan
• Kemampuan Beradaptasi
• Menjadi Teladan
• Fokus pada Pengembangan Individu
Contoh tokoh pemimpin:
• Nelson Mandela, Pemimpin anti-apartheid dan mantan Presiden Afrika
Selatan.
• Martin Luther King Jr., Pemimpin gerakan hak sipil di AS.
• Steve Jobs, Pendiri Apple Inc. Jobs.
• Indra Nooyi, Mantan CEO PepsiCo
• Oprah Winfrey, Seorang pembawa acara dan produser televisi.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah mengembangkan visi bersama untuk meningkatkan


mutu pendidikan di sekolah. Ia mengajak guru, siswa, dan orang tua untuk
berkolaborasi dalam merancang program-program inovatif seperti
pembelajaran berbasis proyek dan penggunaan teknologi dalam kelas.
o Sekolah meluncurkan program mentoring di mana siswa-siswa senior berperan
sebagai mentor bagi siswa yang lebih muda. Pemimpin sekolah mendorong
siswa untuk mengambil inisiatif dan berbagi pengalaman mereka.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:
Meningkatkan Motivasi dan Keterlibatan: Pemimpin transformasional dapat
menginspirasi anggota tim untuk berkontribusi secara aktif dan berkomitmen pada
tujuan bersama.
Inovasi dan Perubahan Positif: Gaya ini mendorong inovasi dan adaptasi terhadap
perubahan, yang penting dalam dunia pendidikan yang terus berkembang.
Pengembangan Individu: Pemimpin mendukung pengembangan pribadi dan
profesional anggota tim, meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri mereka.
Kekurangan:
Waktu dan Energi: Proses untuk membangun visi bersama dan melibatkan banyak
pihak dapat memakan waktu dan sumber daya.

9 Gaya Kepemimpinan
Risiko Ketidakpuasan: Jika visi tidak jelas atau tidak semua anggota merasa terlibat,
bisa menimbulkan ketidakpuasan di kalangan staf.

5. Kepemimpinan Karismatik (Charismatic Leadership)

Menurut House and Shamir (1993) dan Conger and Kanungo (1998), fitur dan
karakteristik utama dari pendekatan kepemimpinan ini meliputi:
Kehadiran karismatik: pemimpin karismatik memiliki kepribadian magnetis yang
menarik dan memikat pengikut mereka, dengan pesona dan kepercayaan diri.
Kepemimpinan visioner: pemimpin karismatik visioner dan memiliki arah yang jelas.
Mereka mengomunikasikan visi ini secara efektif kepada pengikut mereka.
Komunikasi persuasif: Mereka adalah komunikator yang terampil, menggunakan
retorika yang kuat, bercerita, dan daya tarik emosional untuk memengaruhi dan
memobilisasi pengikut mereka.
Percaya diri: Pemimpin karismatik sering menunjukkan kepercayaan diri dan
optimisme yang kuat (Bwalya 2023).

Ciri-ciri:
• Kharisma Pribadi
• Visi yang Jelas
• Komunikasi yang Efektif
• Empati dan Keterhubungan Emosional
• Keberanian dan Ketegasan
• Kemampuan Mendorong Inovasi
• Pengaruh yang Kuat
• Optimisme dan Energi Positif
Contoh tokoh pemimpin:
• Martin Luther King Jr., Pemimpin gerakan hak sipil di Amerika Serikat.
• Nelson Mandela, Mantan Presiden Afrika Selatan
• Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris selama Perang Dunia II
• Steve Jobs, Pendiri Apple Inc.
• Oprah Winfrey, Pembawa acara dan produser televisi.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah yang karismatik memiliki kemampuan untuk


menyampaikan visi dan tujuan sekolah dengan cara yang menarik perhatian.
Ia sering menggunakan pidato yang menginspirasi dalam pertemuan guru dan

10 Gaya Kepemimpinan
acara sekolah, membangkitkan semangat dan komitmen di antara staf dan
siswa.
o Seorang pemimpin pendidikan mengadakan sesi pelatihan yang penuh
semangat, di mana ia berbagi pengalaman dan cerita pribadi tentang tantangan
dan keberhasilan dalam dunia pendidikan. Pendekatan ini membuat guru
merasa terhubung secara emosional dan termotivasi untuk menerapkan
metode baru dalam pengajaran.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:
Inspirasi dan Motivasi Tinggi: Pemimpin karismatik dapat memotivasi staf dan siswa
untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Pembentukan Komunitas yang Kuat: Kemampuan untuk menarik perhatian dapat
menciptakan rasa kebersamaan di antara anggota tim.
Kekuatan Pengaruh: Pemimpin yang karismatik mampu mempengaruhi pendapat dan
sikap orang lain, sering kali dengan cara yang positif.
Kekurangan:
Ketergantungan pada Pemimpin: Jika terlalu bergantung pada pemimpin karismatik,
organisasi dapat mengalami kesulitan ketika pemimpin tersebut tidak hadir.
Risiko Keputusan yang Tidak Objektif: Terkadang, keputusan dapat dipengaruhi lebih
oleh karisma daripada oleh analisis yang objektif dan data yang mendukung.
Potensi Pemberian Penghargaan yang Tidak Merata: Fokus pada pemimpin individu
dapat menyebabkan pengabaian terhadap kontribusi anggota tim lainnya.

6. Kepemimpinan Visioner (Visionary Leadership)

Menurut Sashkin (1993) Kepemimpinan Visioner adalah perilaku visioner


kepemimpinan dan atribut individu yang penting yang perlu ditunjukkan oleh seorang
pemimpin untuk memiliki efek konstruktif pada suatu institusi. Kepala sekolah yang
sukses memiliki kemampuan untuk melihat. Smylie (1999) mengatakan bahwa
Pemimpin suka percaya pada penunjukan waktu yang akan datang dan bukan hanya
untuk saat ini (Karwan et al. 2021).
Menurut Gleeson (2016), berbagai pengalaman dan perspektif tentang pendekatan
dan kualitas yang diperlukan untuk kepemimpinan yang efektif atau visioner. Semua
ini penting dan, tergantung pada lingkungan, dapat membantu memberdayakan tim
mereka untuk sukses. Namun, ketika sampai pada itu, pemimpin yang hebat adalah
seseorang yang dapat menyelesaikan pekerjaan. Menariknya, artikel Gleeson

11 Gaya Kepemimpinan
mengumpulkan semua informasi ini dalam kemitraan dengan banyak pemimpin dan
menemukan hal-hal berikut:
(1) Mendapatkan rasa hormat dari tim: mendapatkan rasa hormat adalah aspek
penting dari seorang pemimpin yang sukses. Ini dicapai dengan menunjukkan rasa
hormat, empati, dan kepedulian kepada mereka yang bermaksud mengikuti Anda.
Menunjukkan empati memungkinkan para pemimpin untuk terhubung dengan orang
tersebut dan membantu Anda memahami situasinya;
(2) ketahuilah bahwa tim Anda adalah kunci kesuksesan Anda: ini sangat penting
karena menempatkan nilai pada tim. Anda hanya sesukses dan kegagalan orang-
orang di sekitar Anda. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberdayakan mereka;
(3) mengartikulasikan visi yang jelas: Bagian ini melibatkan memiliki rencana strategis
dan percaya pada tim Anda untuk mencapai rencana tersebut. Memiliki pemimpin
yang dapat mengartikulasikan strategi dengan jelas dan membantu tim Anda
mencapai rencana tersebut adalah bagian besar dari menjadi pemimpin yang hebat;
(4) mendorong orang untuk menjadi yang terbaik: Pemimpin hebat menginspirasi tim
mereka tetapi membangun kepercayaan diri mereka untuk percaya pada diri mereka
sendiri. Untuk menginspirasi, memimpin dengan memberi contoh, dan mendorong
mereka untuk menjadi yang terbaik; dan
(5) melayani tujuan yang lebih signifikan: pemimpin yang sukses sangat ambisius
tetapi tidak pernah untuk diri mereka sendiri. Sebaliknya, mereka ambisius dan akan
melakukan apa pun yang diperlukan untuk melayani tujuan yang lebih signifikan ini
(Jaqua 2021).

Ciri-ciri:
• Visi yang Jelas dan Inspiratif
• Kemampuan Melihat Gambaran Besar
• Inovatif dan Kreatif
• Keterampilan Komunikasi yang Baik.
• Kemampuan Menginspirasi dan Memotivasi
• Fleksibilitas dan Adaptabilitas
• Kepemimpinan Berbasis Nilai
• Penciptaan Tim yang Kuat
Contoh tokoh pemimpin:
• Elon Musk, Pendiri Tesla dan SpaceX.
• Steve Jobs, Pendiri Apple Inc.
• Nelson Mandela, Pemimpin anti-apartheid dan mantan Presiden Afrika
Selatan.
• Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris selama Perang Dunia II.
• Indra Nooyi, Mantan CEO PepsiCo.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

12 Gaya Kepemimpinan
o Seorang kepala sekolah mengembangkan visi jangka panjang untuk
menjadikan sekolah sebagai pusat inovasi pendidikan di daerahnya. Ia
menyusun rencana strategis yang mencakup penerapan teknologi dalam
pembelajaran, pengembangan program keterampilan abad ke-21, dan
peningkatan keterlibatan orang tua.
o Seorang kepala sekolah menginisiasi program keterlibatan komunitas yang
bertujuan untuk menjalin kemitraan antara sekolah, orang tua, dan organisasi
lokal. Ia menyampaikan visi tentang pentingnya dukungan komunitas dalam
menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:
Motivasi dan Inspirasi: Pemimpin visioner dapat memotivasi staf dan siswa untuk
berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Adaptasi terhadap Perubahan: Gaya ini mendorong inovasi dan fleksibilitas dalam
menghadapi tantangan baru.
Pengembangan Budaya Positif: Menciptakan lingkungan yang mendukung
pertumbuhan dan perkembangan individu.
Kekurangan:
Risiko Ketidakjelasan: Jika visi tidak disampaikan dengan jelas, anggota tim mungkin
merasa bingung atau tidak terarah.
Keterbatasan Sumber Daya: Visi yang ambisius bisa menghadapi kendala dalam hal
sumber daya, seperti waktu dan dana.
Keterlibatan Anggota Tim: Terkadang, anggota tim mungkin merasa terasing jika
mereka tidak terlibat dalam proses pembuatan visi.

7. Kepemimpinan Transaksional (Transactional Leadership)

House & Shamir (1993) described that The leadership theories, by the late 1970s and
early 1980s, activated to diverge from the specific perspectives of the leader,
leadership context and the follower and toward practices that concentrated further on
the exchanges between the followers and leaders. The transactional leadership was
described as that in which leader-follower associations were grounded upon a series
of agreements between followers and leaders.
House & Shamir (1993) menggambarkan bahwa Teori-teori kepemimpinan, pada akhir
1970-an dan awal 1980-an, diaktifkan untuk menyimpang dari perspektif spesifik
pemimpin, konteks kepemimpinan dan pengikut dan menuju praktik yang

13 Gaya Kepemimpinan
berkonsentrasi lebih jauh pada pertukaran antara pengikut dan pemimpin.
Kepemimpinan transaksional digambarkan sebagai asosiasi pemimpin-pengikut
didasarkan pada serangkaian kesepakatan antara pengikut dan pemimpin(Ahmed
Khan dan Nawaz 2016). Teori transaksional "didasarkan pada timbal balik di mana
para pemimpin tidak hanya memengaruhi pengikut tetapi juga berada di bawah
pengaruh mereka". Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan
transaksional menunjukkan perbedaan sehubungan dengan tingkat tindakan
pemimpin dan sifat hubungan dengan pengikut (Ahmed Khan dan Nawaz 2016).

Ciri-ciri:
• Fokus pada Tujuan dan Hasil
• Penghargaan dan Hukuman
• Struktur yang Jelas
• Manajemen yang Praktis
• Komunikasi Satu Arah
• Penyelesaian Masalah yang Cepat
• Kepemimpinan Berdasarkan Otoritas
• Stabilitas dan Prediktabilitas
Contoh tokoh pemimpin:
• Bill Gates,Pendiri Microsoft.
• Jack Welch, Mantan CEO General Electric.
• Howard Schultz, Mantan CEO Starbucks,
• Larry Page dan Sergey Brin, Pendiri Google,
• Henry Ford, Pendiri Ford Motor Company

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah menerapkan sistem penghargaan untuk guru


berdasarkan kinerja mereka. Setiap semester, guru yang mencapai target
tertentu dalam hal nilai siswa atau partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler
diberikan penghargaan atau bonus.
o Sekolah menerapkan kebijakan disiplin yang jelas, di mana siswa yang
melanggar aturan mendapatkan konsekuensi tertentu, seperti penundaan
kegiatan atau sanksi lainnya. Sebaliknya, siswa yang menunjukkan perilaku
baik mendapatkan penghargaan, seperti sertifikat atau pengakuan di depan
kelas.

14 Gaya Kepemimpinan
Kelebihan dan Kekurangan:
Kelebihan:
Struktur yang Jelas: Gaya ini memberikan arahan yang jelas tentang harapan dan
konsekuensi, sehingga anggota tim tahu apa yang diharapkan dari mereka.
Motivasi Melalui Imbalan: Sistem penghargaan dapat mendorong peningkatan kinerja
dan produktivitas.
Evaluasi Kinerja yang Terukur: Memudahkan dalam melakukan penilaian dan
pengukuran hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Kekurangan:
Kurangnya Kreativitas: Pendekatan ini dapat menghambat kreativitas dan inovasi,
karena anggota tim mungkin hanya fokus pada mencapai tujuan yang ditetapkan.
Risiko Ketidakpuasan: Jika imbalan dianggap tidak adil atau tidak memadai, dapat
menimbulkan ketidakpuasan di kalangan anggota tim.
Ketergantungan pada Imbalan: Anggota tim mungkin menjadi tergantung pada
imbalan eksternal, mengabaikan motivasi intrinsik untuk belajar dan berkembang.

8. Kepemimpinan Birokrasi (Bureaucratic Leadership)

Kepemimpinan birokrasi adalah kepemimpinan yang yang terbentuk karena hirarki


kepangkatan dan jabatan dalam suatu organisasi, di mana pangkat lebih tinggi dapat
memerintah pangkat yang berada di bawahnya (Hutahaean 2021).

Ciri-ciri:
• Struktur Organisasi yang Kuat
• Aturan dan Prosedur yang Ketat
• Pendekatan Formal
• Fokus pada Stabilitas
• Pengambilan Keputusan Berdasarkan Data
Contoh tokoh pemimpin:
• Max Weber Seorang sosiolog Jerman.
• Dwight D. Eisenhower, Mantan Presiden Amerika Serikat.
• Angela Merkel, Mantan Kanselir Jerman.
• W. Edwards Deming Ahli manajemen dan statistik.
• J.P. Morgan, pemimpin dalam dunia perbankan.

15 Gaya Kepemimpinan
Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah menerapkan sistem administrasi yang ketat, di mana


semua keputusan harus mengikuti prosedur formal, termasuk pengajuan
proposal kegiatan, anggaran, dan kebijakan akademik. Setiap perubahan
harus melalui persetujuan dari dewan sekolah dan mengikuti protokol yang
telah ditentukan.
o Sekolah memiliki kebijakan disiplin yang jelas dan terperinci, di mana setiap
pelanggaran memiliki konsekuensi yang sudah ditetapkan. Siswa dan orang
tua diberikan panduan tentang apa yang diharapkan dan bagaimana sanksi
akan diterapkan.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:
Keteraturan dan Konsistensi: Struktur yang jelas membantu memastikan bahwa
semua proses dan keputusan mengikuti pedoman yang telah ditentukan.
Akuntabilitas: Prosedur formal meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sehingga
semua pihak memahami tanggung jawab mereka.
Pengurangan Risiko Kesalahan: Dengan mengikuti aturan yang ketat, kemungkinan
kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat diminimalkan.
Kekurangan:
Kurangnya Fleksibilitas: Prosedur yang kaku dapat menghambat kemampuan untuk
beradaptasi dengan perubahan kebutuhan atau situasi mendesak.
Inovasi yang Terbatas: Gaya ini dapat membatasi kreativitas dan inovasi, baik di
kalangan guru maupun siswa.
Birokrasi yang Membingungkan: Proses yang panjang dapat menyebabkan frustrasi
dan kebingungan di kalangan staf dan siswa.

9. Kepemimpinan Pelayan (Servant Leadership)

Kepemimpinan yang melayani adalah gaya kepemimpinan yang berfokus pada


melayani kebutuhan orang lain dan memprioritaskan kesejahteraan dan
pengembangan pengikut (Greenleaf, 2002). Dengan pendekatan ini, para pemimpin
bertujuan untuk mendukung dan memberdayakan pengikut mereka, memungkinkan
mereka mencapai potensi penuh mereka, sambil mencapai tujuan organisasi. Yukl
(2013) dan Irving dan Longbotham (2007), mengamati ciri utama dan karakteristik
kepemimpinan pelayan sebagai: Orientasi pelayanan: Pemimpin yang melayani

16 Gaya Kepemimpinan
memprioritaskan kebutuhan pengikut mereka dan secara aktif berusaha melayani
mereka, menumbuhkan budaya dukungan, empati, dan kepedulian. Pemberdayaan
dan pengembangan: Mereka mempromosikan pertumbuhan pribadi dan profesional
pengikut mereka, memberikan bimbingan, bimbingan, dan peluang untuk
pengembangan keterampilan. Kolaborasi dan kerja tim: Pemimpin yang melayani
menekankan kolaborasi, kerja tim, dan menciptakan rasa kebersamaan di antara
pengikut mereka. Ini menumbuhkan lingkungan kerja yang mendukung dan inklusif.
Moralitas tinggi: Pemimpin Pelayan beroperasi dengan standar etika dan prinsip moral
yang tinggi (Bwalya 2023).

Ciri-ciri:
• Fokus pada Pelayanan
• Empati dan Keterhubungan
• Pemberdayaan Anggota Tim
• Komunikasi Terbuka
• Kepemimpinan yang Inklusif
• Fokus pada Pengembangan Pribadi
• Menjadi Teladan
• Pendekatan Berbasis Nilai
Contoh tokoh pemimpin:
• Robert K. Greenleaf, Pencetus konsep kepemimpinan servant.
• Nelson Mandela, Mantan Presiden Afrika Selatan.
• Mahatma Gandhi, Pemimpin gerakan kemerdekaan India.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah yang menerapkan gaya kepemimpinan pelayan


secara aktif mendengarkan kebutuhan guru, siswa, dan orang tua. Ia
mengadakan pertemuan rutin untuk mendiskusikan tantangan dan harapan,
serta berusaha untuk memberikan dukungan yang diperlukan.
o Seorang pemimpin pendidikan memberikan umpan balik yang konstruktif
kepada guru dan siswa dengan cara yang mendukung dan memberdayakan.
Ia berfokus pada pengembangan dan perbaikan, bukan hanya pada kesalahan.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:

17 Gaya Kepemimpinan
Meningkatkan Keterlibatan dan Komitmen: Pemimpin pelayan dapat menciptakan
lingkungan yang mendukung, di mana semua orang merasa dihargai dan terlibat.
Pengembangan Individu: Fokus pada pengembangan orang lain mendorong
pertumbuhan pribadi dan profesional di kalangan staf dan siswa.
Hubungan yang Kuat: Membangun kepercayaan dan hubungan yang solid antara
pemimpin dan anggota tim.
Kekurangan:
Waktu dan Sumber Daya: Proses untuk mendengarkan dan memberikan dukungan
dapat memakan waktu dan sumber daya yang signifikan.
Potensi Ketidakjelasan: Dalam beberapa kasus, fokus pada pelayanan dapat
menyebabkan kekurangan dalam pengambilan keputusan yang tegas dan cepat.
Risiko Over-commitment: Pemimpin bisa merasa terbebani dengan komitmen untuk
memenuhi kebutuhan semua orang, yang bisa mengganggu keseimbangan kerja dan
kehidupan.

10. Kepemimpinan Situasional (Situational Leadership)

Kepemimpinan situasional adalah gaya kepemimpinan fleksibel yang beradaptasi


dengan kebutuhan dan kemampuan spesifik pengikut atau kelompok individu (Hersey
at. el, 2013). Gaya kepemimpinan situasional menekankan kemampuan pemimpin
untuk menilai situasi (yaitu kesiapan atau tingkat perkembangan pengikut mereka)
dan menyesuaikan pendekatan kepemimpinan yang sesuai. Fitur utama dan
karakteristik kepemimpinan situasional seperti yang diamati oleh Northouse (2013)
dan Hersey (2013), adalah:
Penilaian kesiapan: Pemimpin situasional menilai tingkat kesiapan pengikut mereka
dalam hal kompetensi dan komitmen mereka terhadap tugas atau tujuan tertentu, dan
kemudian menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan situasi tersebut.
Gaya kepemimpinan yang berbeda: Bergantung pada tingkat kesiapan pengikut,
pemimpin situasional dapat mengadopsi gaya kepemimpinan yang berbeda, mulai
dari mengarahkan dan melatih hingga mendukung dan mendelegasikan.
Pendekatan Fleksibel dan Adaptif: Pemimpin situasional mudah beradaptasi dan
fleksibel, menyesuaikan perilaku kepemimpinan mereka berdasarkan perubahan
kebutuhan dan perkembangan pengikut mereka.
Bukan pendekatan satu ukuran untuk semua: Kepemimpinan situasional mengakui
bahwa situasi yang berbeda membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda
(Bwalya 2023).

Ciri-ciri:
• Fleksibilitas dalam Gaya Kepemimpinan
• Pemahaman tentang Anggota Tim

18 Gaya Kepemimpinan
• Adaptasi terhadap Lingkungan
• Pengambilan Keputusan yang Responsif
• Berorientasi pada Hasil
• Kemampuan Komunikasi yang Baik
• Dukungan dan Pengembangan
• Mendorong Partisipasi
Contoh tokoh pemimpin:
• Bill Gates, Pendiri Microsoft.
• Jack Welch, Mantan CEO General Electric.
• Indra Nooyi Mantan CEO PepsiCo,
• Sheryl Sandberg COO Facebook
• Nelson Mandela, Pemimpin anti-apartheid dan mantan Presiden Afrika
Selatan.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah menghadapi situasi berbeda dalam mengelola tim


guru. Ketika bekerja dengan guru baru, ia menggunakan pendekatan lebih
direktif dengan memberikan instruksi yang jelas dan bimbingan. Namun, ketika
berhadapan dengan guru berpengalaman, ia beralih ke gaya yang lebih
delegatif, memberi kebebasan untuk mengambil keputusan.
o Dalam tim pengembangan kurikulum, seorang pemimpin beradaptasi dengan
situasi berdasarkan dinamika kelompok. Ketika tim merasa kurang percaya diri,
ia mengambil peran lebih aktif untuk memberikan arahan. Namun, ketika tim
menunjukkan kepercayaan diri, ia memberikan lebih banyak ruang untuk
kolaborasi dan diskusi.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:
Fleksibilitas: Pemimpin dapat menyesuaikan pendekatan mereka berdasarkan
kebutuhan situasi, yang meningkatkan efektivitas kepemimpinan.
Pengembangan Anggota Tim: Dengan menyesuaikan gaya kepemimpinan, pemimpin
dapat membantu anggota tim tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan mereka.

19 Gaya Kepemimpinan
Peningkatan Kinerja: Pendekatan yang adaptif dapat menghasilkan hasil yang lebih
baik karena menciptakan kondisi yang sesuai untuk setiap situasi.
Kekurangan:
Risiko Ketidakjelasan: Terlalu banyak perubahan dalam gaya kepemimpinan dapat
menyebabkan kebingungan di kalangan anggota tim tentang harapan yang
diinginkan.
Keterbatasan Waktu: Menyesuaikan gaya kepemimpinan untuk setiap situasi dapat
memakan waktu dan sumber daya.
Keterampilan Pemimpin: Pemimpin harus memiliki keterampilan yang baik dalam
membaca situasi dan mengenali kebutuhan individu, yang mungkin tidak selalu
mudah.

11. Kepemimpinan Otentik (Authentic Leadership)

George (2003) mendefinisikan bahwa pemimpin otentik menggunakan kemampuan


alami mereka, tetapi mereka juga mengenali kekurangan mereka, dan bekerja keras
untuk mengatasinya. Mereka memimpin dengan tujuan, makna, dan nilai. Mereka
membangun hubungan yang langgeng dengan orang-orang. Yang lain mengikuti
mereka karena mereka tahu di mana mereka berdiri. Mereka konsisten dan disiplin
diri. Ketika prinsip mereka diuji, mereka menolak untuk berkompromi. Pemimpin
otentik berdedikasi untuk mengembangkan diri mereka sendiri karena mereka tahu
bahwa menjadi seorang pemimpin membutuhkan pertumbuhan pribadi seumur hidup
Whitehead (2009) juga mendefinisikan bahwa pemimpin otentik adalah: (1) sadar diri,
rendah hati, selalu mencari perbaikan, sadar akan mereka yang dipimpin dan
memperhatikan kesejahteraan orang lain; (2) menumbuhkan tingkat kepercayaan
yang tinggi dengan membangun kerangka etika dan moral; dan (3) berkomitmen untuk
keberhasilan organisasi dalam konstruksi nilai-nilai social (Kvasic et al. 2020).

Ciri-ciri:
• Kejujuran
• Kesadaran Diri
• Integritas
• Empati
• Keberanian
• Keterlibatan
• Visi yang Jelas
• Keterbukaan terhadap Umpan Balik
Contoh tokoh pemimpin:
• Nelson Mandela, Pemimpin anti-apartheid dan mantan Presiden Afrika.

20 Gaya Kepemimpinan
• Oprah Winfrey, Pembawa acara dan pengusaha.
• Howard Schultz, Mantan CEO Starbucks
• Jacinda Ardern, Mantan Perdana Menteri Selandia Baru.
• Bill George, Mantan CEO Medtronic dan penulis buku tentang kepemimpinan
otentik.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah yang otentik berbagi cerita pribadinya dan


pengalaman yang membentuk filosofi pendidikan yang dianutnya. Ia terbuka
mengenai tantangan yang dihadapi dan bagaimana ia mengatasinya, serta
mengajak guru untuk berbagi pengalaman mereka.
o Seorang pemimpin pendidikan yang otentik melibatkan guru dalam proses
pengembangan kurikulum dengan cara yang transparan. Ia meminta masukan
dan pendapat dari guru secara aktif, serta menghargai setiap kontribusi yang
diberikan.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:
Membangun Kepercayaan: Kepemimpinan otentik membantu menciptakan hubungan
yang kuat dan saling percaya antara pemimpin dan anggota tim.
Peningkatan Keterlibatan: Anggota tim merasa lebih dihargai dan terlibat ketika
pemimpin menunjukkan kejujuran dan integritas.
Lingkungan yang Positif: Mendorong budaya kolaboratif dan inklusif yang mendukung
pertumbuhan dan perkembangan semua individu.
Kekurangan:
Tantangan dalam Kejujuran: Terkadang, keterbukaan dan kejujuran dapat
menyebabkan ketidaknyamanan, terutama jika harus membahas isu-isu yang sensitif.
Risiko Kelemahan: Pemimpin yang terlalu terbuka mungkin dianggap lemah oleh
beberapa anggota tim, terutama dalam situasi yang memerlukan ketegasan.
Keterbatasan Waktu: Menjalin hubungan yang otentik dan mendengarkan semua
masukan memerlukan waktu dan usaha yang signifikan.

21 Gaya Kepemimpinan
12. Kepemimpinan Paternalistik (Paternalistic Leadership)

Kepemimpinan paternalistik didefinisikan oleh Aycan (2006), Cheng, Chou, Wu,


Huang, & Farh (2004), Farh & Cheng (2000) sebagai gaya kepemimpinan yang
menggabungkan disiplin, otoritas, dan kekuasaan dengan kebajikan kebapakan
termasuk dimensi yang berbeda. Subdimensi kebajikan kepemimpinan paternalistik
mengacu pada perilaku pemimpin yang menjelek-jelekkan kepedulian holistik yang
individual terhadap kesejahteraan individu dan keluarga bawahan. Dimensi
otoritarianisme mengacu pada perilaku pemimpin yang menegaskan otoritas dan
kontrol serta menuntut kepatuhan yang tidak perlu dipertanyakan dari bawahan
(Karakitapoğlu-Aygün et al. 2020).

Ciri-ciri:
• Perhatian terhadap Kesejahteraan Anggota
• Kekuasaan dan Kontrol yang Tinggi
• Komunikasi Satu Arah
• Hubungan Emosional yang Kuat
• Perlindungan dan Dukungan
• Penekanan pada Loyalitas
• Penghargaan terhadap Tradisi
• Ketidakpastian dalam Pengambilan Keputusan
Contoh tokoh pemimpin:
• Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura selama lebih dari 30 tahun.
• Walt Disney, Pendiri perusahaan Disney.
• Jack Welch, Mantan CEO General Electric.
• A.P. J. Abdul Kalam, Mantan Presiden India.
• Richard Branson, Pendiri Virgin Group.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah yang menerapkan gaya paternalistik aktif terlibat


dalam kehidupan sehari-hari staf dan siswa. Ia sering mengadakan pertemuan
informal untuk mendengarkan kekhawatiran guru dan memberikan dukungan,
baik profesional maupun pribadi.
o Dalam proses pengambilan keputusan, seorang pemimpin paternalistik
melibatkan staf dengan cara meminta pendapat mereka, tetapi pada akhirnya,
ia yang mengambil keputusan akhir. Ia menjelaskan alasannya dan
memastikan bahwa semua orang memahami keputusan tersebut.

22 Gaya Kepemimpinan
Kelebihan dan Kekurangan:
Kelebihan:
Hubungan yang Kuat: Membangun kepercayaan dan hubungan yang erat antara
pemimpin dan anggota tim, menciptakan lingkungan yang positif.
Perhatian terhadap Kesejahteraan: Pemimpin paternalistik cenderung peduli terhadap
kesejahteraan anggota tim, yang dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja.
Stabilitas: Gaya ini dapat memberikan stabilitas dan keamanan bagi staf dan siswa,
serta menciptakan atmosfer yang mendukung.
Kekurangan:
Ketergantungan: Anggota tim mungkin menjadi terlalu tergantung pada pemimpin
untuk pengambilan keputusan, yang dapat mengurangi inisiatif dan kreativitas
mereka.
Risiko Ketidakpuasan: Jika pemimpin tidak mampu memenuhi harapan, dapat muncul
rasa frustrasi di kalangan anggota tim yang merasa diabaikan.
Pembatasan Inovasi: Gaya ini dapat membatasi inovasi jika pemimpin terlalu
mengontrol dan tidak memberi ruang bagi ide-ide baru dari staf.

13. Kepemimpinan Agile (Agile leadership)

Agile berasal dari istilah yang diadopsi dari Dunia IT (Information Technology)
menyatakan gesit atau tangkas. Pada tahun 2007 Joiner dan Joseph telah
mengembangkan konsep agile leadership (kepemimpinan agile). Pada tahun 2020,
pandemi membawa kita ke era baru, masa transisi dari kepemimpinan tradisional ke
kepemimpinan agile. Tingkat kompleksitas yang tinggi ditambah sifatnya yang
bergejolak dan ambigu menempatkan tekanan dan tuntutan tinggi terhadap
pengaturan bisnis global saat ini. Tidak hanya pada sektor swasta, tetapi juga pada
organisasi publik untuk mengadopsi kepemimpinan Agile(Wardani et al. 2023).

Ciri-ciri:
• Adaptabilitas
• Kolaborasi yang Kuat
• Fokus pada Hasil
• Keterlibatan Tim
• Pembelajaran Berkelanjutan
• Komunikasi Terbuka
• Pemberdayaan Anggota Tim
• Visi yang Fleksibel

23 Gaya Kepemimpinan
Contoh tokoh pemimpin:
• Jeff Bezos, Pendiri Amazon.
• Satya Nadella, CEO Microsoft.
• Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX.
• Mary Barra, CEO General Motors.
• Indra Nooyi, Mantan CEO PepsiCo.

Contoh kasus dalam manajemen pendidikan:

o Seorang kepala sekolah yang menerapkan pendekatan agile secara aktif


mengumpulkan umpan balik dari guru dan siswa tentang kurikulum dan metode
pengajaran. Ia mengadakan pertemuan rutin untuk mendiskusikan hasil dan
menyesuaikan strategi berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi.
o Seorang guru yang menerapkan gaya kepemimpinan agile mengintegrasikan
teknologi baru ke dalam pengajaran dengan cara yang fleksibel. Ia
mengadakan sesi pelatihan singkat untuk guru dan siswa, kemudian meminta
umpan balik untuk meningkatkan penggunaan teknologi tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan:


Kelebihan:
Fleksibilitas: Memungkinkan pemimpin untuk menyesuaikan pendekatan berdasarkan
situasi dan kebutuhan yang berkembang.
Kolaborasi yang Kuat: Mendorong kerja sama dan komunikasi yang baik antara
anggota tim, meningkatkan inovasi dan kreativitas.
Respon Cepat terhadap Perubahan: Memungkinkan institusi pendidikan untuk
beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan baru dan kebutuhan siswa.
Kekurangan:
Keterbatasan Struktur: Tanpa struktur yang jelas, tim mungkin mengalami
kebingungan tentang peran dan tanggung jawab.
Risiko Ketidakjelasan dalam Pengambilan Keputusan: Proses yang terlalu kolaboratif
dapat memperlambat pengambilan keputusan jika tidak dikelola dengan baik.
Kebutuhan akan Keterampilan: Anggota tim harus memiliki keterampilan dan mindset
yang tepat untuk beradaptasi dengan pendekatan yang agile.

24 Gaya Kepemimpinan
KESIMPULAN

Demikian, teori gaya kepemimpinan, ciri, dan contoh pemimpin dengan gaya yang
berbeda-beda, contoh kasus dalam manajemen pendidikan, kelebihan dan
kekurangannya telah kita bahas. Dapat kita lihat juga bahwa ada beberapa contoh
pemimpin yang disebut berulang di beberapa jenis gaya kepemimpinan di atas, hal
ini menunjukkan bahwa terkadang kita harus
mengubah gaya kepemimpinan kita dalam
menghadapi situasi yang selalu berkembang.

Lalu, Gaya Kepemimpinan mana yang terbaik?

Sangat penting untuk dicatat bahwa menentukan "gaya


kepemimpinan terbaik" sangat bergantung pada
konteks, situasi, dan karakteristik tim yang dipimpin.
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-NC-ND Tidak ada gaya kepemimpinan yang satu-satunya terbaik
maka kombinasi dan adaptasi dari berbagai gaya sering
kali diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal. Pemimpin yang sukses adalah yang
mampu mengenali situasi dan menyesuaikan gaya mereka untuk memenuhi kebutuhan
tim dan organisasi.

Pemimpin yang sukses adalah yang mampu


mengenali situasi dan menyesuaikan gaya mereka
untuk memenuhi kebutuhan tim dan organisasi.

25 Gaya Kepemimpinan
Bagaimana, apakah Anda sudah dapat menentukan akan menggunakan gaya
kepemimpinan apa dalam lingkungan Anda?

Untuk menguji pemahaman kita dalam hal gaya kepemimpinan mari kita jawab bersama
pertanyaan di bawah ini.

Salah satu ciri dari kepemimpinan paternalistik adalah:


A. Mendorong otonomi penuh pada anggota tim
B. Mengabaikan kesejahteraan anggota tim
C. Menjaga hubungan emosional yang kuat
D. Mengutamakan hasil tanpa mempertimbangkan tim
Jawaban yang benar: C. Menjaga hubungan emosional yang kuat

Pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan agile biasanya:


A. Menetapkan rencana jangka panjang yang kaku
B. Menghindari perubahan dalam strategi
C. Mendorong kolaborasi dan fleksibilitas
D. Mengandalkan hierarki yang ketat
Jawaban yang benar: C. Mendorong kolaborasi dan fleksibilitas

Apa yang menjadi fokus utama dalam kepemimpinan transformasional?


A. Mengendalikan semua aspek organisasi
B. Memotivasi dan menginspirasi anggota tim
C. Menjaga status quo
D. Mendukung keputusan individu tanpa panduan
Jawaban yang benar: B. Memotivasi dan menginspirasi anggota tim

Apa yang menjadi ciri utama dari kepemimpinan otentik?


A. Mengontrol semua keputusan
B. Kejujuran dan integritas
C. Fokus pada hasil jangka pendek
D. Menghindari umpan balik

26 Gaya Kepemimpinan
Jawaban yang benar: B. Kejujuran dan integritas

Dalam kepemimpinan situasional, pemimpin diharapkan untuk:


A. Menggunakan satu gaya kepemimpinan secara konsisten
B. Menyesuaikan gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi dan kebutuhan tim
C. Mengabaikan umpan balik dari anggota tim
D. Menetapkan aturan yang ketat untuk semua situasi
Jawaban yang benar: B. Menyesuaikan gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi dan
kebutuhan tim

Gaya kepemimpinan mana yang paling sesuai untuk situasi di mana keputusan harus
diambil dengan cepat?
A. Kepemimpinan Partisipatif
B. Kepemimpinan Otokratik
C. Kepemimpinan Servant
D. Kepemimpinan Demokratis
Jawaban: B

Apa keuntungan utama dari gaya kepemimpinan partisipatif?


A. Keputusan diambil dengan cepat
B. Meningkatkan rasa memiliki dan komitmen anggota tim
C. Memudahkan kontrol terhadap karyawan
D. Mengurangi tanggung jawab pemimpin
Jawaban: B

Gaya kepemimpinan mana yang menekankan kolaborasi dan pembelajaran tim dalam
pengambilan keputusan?
A. Kepemimpinan Otoriter
B. Kepemimpinan Transformasional
C. Kepemimpinan Agil
D. Kepemimpinan Visioner
Jawaban: C

27 Gaya Kepemimpinan
Kepemimpinan mana yang paling efektif dalam lingkungan yang cepat berubah dan
memerlukan adaptasi cepat?
A. Kepemimpinan Situasional
B. Kepemimpinan Agil
C. Kepemimpinan Servant
D. Kepemimpinan Karismatik
Jawaban: B

28 Gaya Kepemimpinan
DAFTAR PUSTAKA

Ahmed Khan Z, Nawaz A. 2016. Journal of Resources Development and Management


[Link] ISSN. Volume ke-16.

Bwalya A. 2023. LEADERSHIP STYLES. Article in Journal of Entrepreneurship,


Management and Innovation..doi:10.6084/[Link].23932113.

Hutahaean WS. 2021. Filsafat dan Teori Kepemimpinan (Dr. Wendy Sepmady Hutahaean,
S.E., [Link].) ([Link]). (1).

Jaqua E. 2021. VISIONARY LEADERSHIP.

Karakitapoğlu-Aygün Z, Gumusluoglu L, Scandura TA. 2020. How Do Different Faces of


Paternalistic Leaders Facilitate or Impair Task and Innovative Performance? Opening the
Black Box. J Leadersh Organ Stud. 27(2):138–[Link].1177/1548051819833380.

Karwan D, Hariri H, Ridwan R. 2021. Visionary Leadership: What, Why, and How.
European Alliance for Innovation

Kvasic SG, Nikolić G, Kvasić SG, Grbić L. 2020. The Development of Authentic Leadership
Theory THE DEVELOPMENT OF AUTHENTIC LEADERSHIP THEORY RAZVOJ TEORIJE
AUTENTIČNOG VODSTVA.

Wardani RC, Rasyid Abdilah M, Rahmat A, Anita R. 2023. AGILE LEADERSHIP: SEBUAH
TINJAUAN PUSTAKA.

29 Gaya Kepemimpinan

Anda mungkin juga menyukai