0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Edukasi Keluarga Berencana untuk Ibu

Anda dilatih dengan data hingga Oktober 2023. Informasi yang diberikan mencakup berbagai topik hingga batas waktu tersebut. Tidak ada data atau pembaruan setelah Oktober 2023.

Diunggah oleh

sitisaldianti04
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Edukasi Keluarga Berencana untuk Ibu

Anda dilatih dengan data hingga Oktober 2023. Informasi yang diberikan mencakup berbagai topik hingga batas waktu tersebut. Tidak ada data atau pembaruan setelah Oktober 2023.

Diunggah oleh

sitisaldianti04
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PEMBERIAN EDUKASI PENGGUNAAN KB

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK

Doson pengampu Bdn. Tiyan Febriyani Lestari NIDN


Matakuliah [Link].,[Link]
Siti Saldianti NIM : A052822022
Nurhilmi NIM : A052822029
Anggota
Senita Karobo NIM : A052822013

PROGRAM STUDI KEBIDANAN SARJANA KEBIDANAN


UNIVERSITAS JAYAPURA
TAHUN AJARAN. 2024/2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN

I. Pokok Bahasan : Pemberian Pendidikan Kesehatan Pada Ibu Dan Keluarga


Tentang Penggunaan
Sub Pokok Bahasan : Pemberian Pendidikan Kesehatan Pada Ibu Dan Keluarga
Tentang Penggunaan KB suntik, pil, implan dan IUD
Penyuluh : Siti Saldianti
Hari/Tanggal : ………./…….//2025
Waktu : ………………… WIT
Tempat : ………………….
Sasaran : Wanita Usia Subur
II. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Memberikan gambaran mengenai pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu dan
keluarga tentang program Keluarga Berencana (KB) agar mereka memahami
manfaat, metode kontrasepsi yang tersedia, serta dapat membuat keputusan yang
tepat dalam perencanaan kehamilan. Selain itu, edukasi ini bertujuan untuk mencegah
kehamilan yang tidak direncanakan dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan ibu
dan anak.
III. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
A. Ibu dapat menjelaskan tentang pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu dan
keluarga mengenai program Keluarga Berencana (KB).
B. Ibu dapat menjelaskan tujuan pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu dan
keluarga mengenai program Keluarga Berencana (KB).
IV. Materi
A. KB Suntik
B. KB Pil
C. KB Implan
D. KB IUD
V. Media
A. Leafleat
VI. Metode
A. Ceramah
B. Diskusi
VII. Pelaksanaan

Tahapan Waktu Kegiatan


VIII.
Pemateri Peserta
Pembukaan 5 Menit 1. Mengucapkan salam pembuka 1. Menjawab salam
2. Menperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan 3. Menjawab
4. Mereview pengetahuan peserta
Inti 30 Menit 1. Pengetian KB 1. Mendengarkan
2. Jenis-jenis KB
3. Kelebihan dan Kekurangan KB 2. Mendengarkan
Penutup 15 menit 1. Memberikan Kesempatan Kepada 1. Bertanya
peserta penyuluhan Untuk
Bertanya 2. Menjawab
2. Memberikan 2 pertanyaan kepada
peserta penyuluhan 3. Mendengarkan
3. Menyimpulkan materi hari ini
secara bersama-sama 4. Menjawab salam
4. Mengucapkan salam penutup
Referensi
Mandira, T. M., Fitriani, D., bodro Ardi, N., Veri, V., & Selvia, A. (2020).
Edukasi Program Keluarga Berencana (Kb) Pada Wanita Usia Subur
Selama Masa Pandemi Covid 19. JAM: JURNAL ABDI
MASYARAKAT, 1(1).
Febriani, F., Sari, E. P., & Hamid, S. A. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu,
Dukungan Suami dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Akseptor KB
Suntik Di Poskesdes Surau Kecamatan Muara Jaya Kab. Ogan
Komering Ulutahun 2021. Jurnal ilmiah universitas Batanghari
jambi, 22(1), 648-650.
Amelia, L. (2023). Hubungan Kenaikan Berat Badan, Siklus Menstruasi dan
Emosional dengan Penggunaan Suntik KB 3 Bulan di BPM Lia
Amelia. Indonesia Journal of Midwifery Sciences, 2(1), 207-217.
Nisa, D. Z. (2023). Gambaran kadar kolesterol total pada pengguna
kontrasepsi suntik Depo Medroxy Progesteron Acetate
(DMPA) (Doctoral dissertation, ITSKes Insan Cendekia Medika
Jombang).
Septya, P. D., Aditya, M., & Adriani, H. G. (2021). Monitoring Penggunaan
Kontrasepsi Pil Kb Oral Dengan Kejadian Hipertensi: Literature
Review. Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi, 1(2), 19-25.
Suraiya, A., Windayanti, H., Rimbawati, A. M. P., Fitri, A. L., & Agutine,
U. C. (2022, December). Penggunaan KB Implant Progestin terhadap
Kenaikan Berat Badan pada Akseptor KB. In Prosiding Seminar
Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo (Vol. 1, No.
2, pp. 723-729).
HASIBUAN, N. A. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya
Penggunaan Alat Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Desa
Sidomulio Kecamatan Barumun Selatan Tahun 2021.
MATERI
A. Keluarga Berencana
1. Definisi KB
Keluarga berencana adalah upaya mewujudkan keluarga berkualitas
melalui promosi, perlindungan dan bantuan dalam hak-hak reproduksi untuk
membentuk keluarga dengan usia kawin yang ideal, mengatur jumlah, jarak
kehamilan, membina ketahanan serta kesejahteraan anak. Tujuan
dilaksanakan program KB yaitu membentuk keluarga kecil sesuai dengan
sosial ekonomi keluarga dengan cara mengatur kelahiran anak untuk
mewujudkan keluarga bahagia, sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya (Mandira, dkk 2020).
2. Macam-Macam KB
a. KB Suntik
Kontrasepsi suntik merupakan alat kontrasepsi berupa cairan
mengandung hormonal yang disuntikan ke dalam tubuh wanita secara
periodik berguna untuk mencegah kehamilan (Febriani, dkk 2022).
Terdapat 2 jenis kontrasepsi suntik yaitu:
1) Suntikan kombinasi
Suntikan kombinasi adalah kontrasepsi suntik yang berisi
hormon sintetis estrogen dan progesteron yaitu 25 mg depo
medroksi progesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat disuntikkan
intramuskular dengan jangka waktu 28 hari. Cara kerja dari
kontrasepsi ini yaitu hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh dapat
menekan ovulasi, membuat lendir serviks menjadi kental sehingga
penetrasi sperma terganggu, atrofi endometrium yang menimbulkan
implantasi terganggu dan menghambat transportasi gamet oleh tuba.
Kelebihan dari kontrasepsi suntik kombinasi yaitu tidak berpengaruh
pada hubungan suami istri, tidak memerlukan pemeriksaan dalam,
klien tidak perlu menyimpan obat dan risiko terhadap kesehatan
kecil. Efek samping yang ditimbulkan seperti perubahan pola haid
(akan menghilang setelah suntikan kedua atau ketiga), kenaikan
berat badan, spotting, mual, muntah dan pusing. Rata-rata kenaikan
tekanan darah yang dialami semua akseptor KB sebesar 12/9 mmHg.
Hormon estrogen merupakan hormone yang dapat meningkatkan
retensi elektrolit pada ginjal yang menimbulkan peningkatan
reabsorbsi natrium dan air yang menyebabkan hipervolemi. Curah
jantung menjadi meningkat dan mengakibatkan peningkatan tekanan
darah. Kepatuhan suntikan setiap 4 minggu sangat penting untuk
mendapatkan efektivitas terbesar. Kehamilan terjadi sekitar 3 per
100 wanita pada pemakaian 1 tahun pertama, akibat lambat suntik
(Amelia, 2023).
2) Suntikan progestin
Suntikan progestin merupakan jenis suntikan yang
mengandung sintesa progestin. Mengandung 150 mg depo medroxi
progesterone asetat yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara
disuntikan secara intramuskular dan Depo Noristerat yang
mengandung 200 mg noretindron enantat diberikan setiap 2 bulan
secara intramuskular. Kelebihan suntikan progestin adalah sangat
efektif, tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius
terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah, tidak
berpengaruh terhadap ASI, sedikit efek samping, dapat digunakan
oleh perempuan usia > 35 tahun sampai perimenopause. Suntikan
progestin mempunyai efek samping yaitu amenore, mual, pusing,
muntah, perdarahan, spotting, meningkat berat badan, berpengaruh
pada hubungan suami istri atau menurunkan libido. Pengguna
kontrasepsi hormonal pada pemakaian lebih dari 1 tahun sebagian
besar mengalami gangguan siklus menstruasi (Nisa, 2023).
b. Pil KB
Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan atau pencegah
konsepsi yang digunakan dengan cara per-oral/kontrasepsi oral. Pil KB
merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang banyak digunakan. Pil KB
disukai karena relatif mudah didapat dan digunakan, serta harganya
murah (Septya, dkk 2021).
Pil KB yang banyak dipakai umumnya berisi dua jenis hormon,
yakni estrogen dan progesteron. Ada juga yang berisi hanya salah satu
hormon saja. Kedua hormon ini bekerja menghambat terjadinya ovulasi.
Oleh karena ovulasi atau keluarnya sel telur matang tidak terjadi, maka
kehamilan pun tidak berbuah. Angka keberhasilan memakai pil dibilang
hampir selalu efektif dalam mencegah kehamilan. Namun, tidak semua
wanita boleh memilih pil jika mengidap tumor yang dipengaruhi oleh
hormon estrogen, seperti tumor kandungan dan payudara, mengidap
penyakit hati aktif, penyakit pembuluh balik atau varices
thrombophlebitis, pernah serangan stroke dan mengidap penyakit
kencing manis. Mereka mutlak tidak boleh memakai pil, dan harus
memilih cara kontrasepsi yang lain (Septya, dkk 2021).
Yang perlu dipertimbangkan kontra indikasi dari pil apabila
mengidap darah tinggi, migren, depresi, tumor jinak rahim (mioma
uteri) dan haidnya jarang. Oleh karena obat dalam pil kurang lebih sama
dengan obat suntik, maka memilih suntikan juga perlu
mempertimbangkan kondisi-kondisi akseptor. Pilihan pil KB sering
ditinggalkan karena faktor efek sampingnya. Efek samping estrogen
sering menimbulkan mual, nyeri kepala dan nyeri payudara. Sedangkan
efek samping progesteron menjadikan perdarahan vagina tidak teratur,
nafsu makan bertambah sehingga mengalami obesitas, 6 muncul
jerawat, menstruasi jadi sedikit dan kemungkinan payudara mengecil
(Septya, dkk 2021).
c. KB Implan
Implan merupakan salah satu kontrasepsi yang ada di Indonesia,
yang ditanamkan dibawah kulit dan efektif untuk mencegah kehamilan
dalam jangka waktu pemakaian 5 – 3 tahun.
Cara kerja implan adalah implan yang dipasang di bawah kulit akan
mulai mengeluarkan progesteron. Hormon progesteron dilepas untuk
mencegah proses ovulasi (pelepasan sel telur ke ovarium) sehingga
wanita yang tidak mengalami ovulasi maka tidak akan mengalami
kehamilan. Selain itu, progesteron yang dikeluarkan akan mengentalkan
lendir disekitar serviks sehingga sperma akan sulit masuk ke dalam
rahim. Hormon progesteron akan menipiskan dinding rahim sehingga
apabila ada sel telur yang berhasil dibuahi tidak akan bisa menempel di
dinding rahim (Suraiya, dkk 2022).
Efek samping dari implan yaitu :
a. Gangguan Haid
Efek samping yang sering terjadi adalah gangguan haid.
Gangguan haid yang dialami adalah amenore (tidak haid), bercak-
bercak haid, menoragia (siklus haid yang berkepanjangan). Ini
umumnya terjadi dalam 3- 6 bulan setelah pemasangan dan secara
bertahap akan hilang.
b. Gangguan Berat Badan
Pengguna implan sering mengalami gangguan kenaikan berat
badan karena hormon yang terkandung dalam jenis kontrasepsi
implan bisa meningkatkan nafsu makan dan penumpukan cairan
tubuh yang menyebabkan kenaikan berat badan.
c. Nyeri Payudara
Efek samping dari penggunaan implan adalah nyeri payudara.
Hal ini disebabkan karena adanya ketidakseimbangan hormon,
namun kondisi ini akan hilang setelah 6 bulan pemasangan.
d. Gangguan Jerawat
Gangguan jerawat dapat terjadi pada akseptor KB yang
menggunakan implan karena pengaruh hormon progesteron
sehingga mempengaruhi kepercayaan diri dari akseptor KB.
d. KB IUD
IUD (Intra Uterin Device) atau nama lain adalah AKDR (Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah suatu benda kecil yang terbuat dari
plastic yang lentur, mempunyai lilitan tembaga atau juga mengandung
hormon dan dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina dan
mempunyai benang. Saat ini IUD (Intra Uterin Device) yang umum
beredar dan digunakan adalah :
1) IUD (Intra Uterin Device) terbentuk dari rangka plastik yang lentur
dan pada lengan dan batang IUD (Intra Uterin Device) terdapat
tembaga.
2) IUD (Intra Uterin Device) Nova T, terbentuk dari rangka plastik dan
tembaga. Pada ujung lengan bentuk agak melengkung tanpa ada
tembaga, tembaga hanay ada di batangnya.
3) IUD (Intra Uterin Device) Mirena, terbentuk dari rangka plastic
yang dikelilingi oleh silinderpelepas hormone progesteron yang bisa
dipakai oleh ibu menyusui karena tidak menghambat ASI (Mulyani
dan Rinawati, 2013).
Cara Kerja IUD (Intra Uterin Device) adalah mencegah terjadinya
pembuahan dan mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba falopi.
Keuntungan penggunaan MKJP jenis IUD yakni hanya memerlukan
satu kali pemasangan untuk jangka waktu yang lama dengan biaya yang
relatif murah, aman karena tidak mempunyai pengaruh sistemik yang
beredar ke seluruh tubuh, tidak mempengaruhi produksi ASI dan
kesuburan (Pemasangan Kontrasepsi IUD dapat dilakukan pada saat
sedang haid yang berlangsung saat hari pertama atau terakhir, sewaktu
postpartum secara dini). IUD (Intra Uterin Device) dapat digunakan
pada wanita usia reproduksi, menginginkan kontrasepsi jangka panjang,
setelah melahirkan, ibu yang menyusui, risko rendah IMS (Infeksi
Menular Seksual), dan tidak menghendaki metode hormonal (Hasibuan,
2022).
Lampiran 1 Leafleat

Anda mungkin juga menyukai