0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Ciri Utama Globalisasi Ekonomi

Dokumen ini membahas perkembangan sistem perdagangan dunia dan tujuan pembangunan pasca Perang Dunia II, yang mencakup penyebaran ekonomi pasar dan penahanan komunisme. Globalisasi diidentifikasi sebagai proses yang memperdalam interaksi ekonomi antarnegara dengan karakteristik seperti pertumbuhan transaksi keuangan dan perdagangan internasional. Selain itu, dokumen ini mencatat dampak positif dan negatif dari globalisasi serta peran negara maju dan berkembang dalam konteks ekonomi global.

Diunggah oleh

kimawry01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Ciri Utama Globalisasi Ekonomi

Dokumen ini membahas perkembangan sistem perdagangan dunia dan tujuan pembangunan pasca Perang Dunia II, yang mencakup penyebaran ekonomi pasar dan penahanan komunisme. Globalisasi diidentifikasi sebagai proses yang memperdalam interaksi ekonomi antarnegara dengan karakteristik seperti pertumbuhan transaksi keuangan dan perdagangan internasional. Selain itu, dokumen ini mencatat dampak positif dan negatif dari globalisasi serta peran negara maju dan berkembang dalam konteks ekonomi global.

Diunggah oleh

kimawry01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sejak awal, tampak gagasan pembangunan yang mulai marak dijalankan setelah Perang

Dunia II itu memiliki dua tujuan penting. Pertama, pembangunan dipakai sebagai alat untuk
menyebarkan tata ekonomi tunggal dunia, di mana model ini mendasarkan diri pada
mekanisme pasar dan liberalisasi perdagangan. Kedua, pembangunan juga memiliki tujuan
politis untuk menahan perluasan ide dan penerapan komunisme yang dianggap membahayakan
kepentingan Amerika Serikat. Bagi negara-negara penganjur kapitalisme, komunisme
merupakan virus jahat yang tidak saja bertentangan dengan nilai-nilai kapitalisme, tetapi juga
berpotensi mematikan kebebasan individu, khususnya dalam mengerjakan aktivitas ekonomi
dan politik.
Tabel 1.3 Sejarah Sistem Perdagangan Dunia dari tahun 1500-sekarang
Periode Keterangan
Tahun 1500-1750 - Regulasi yang ketat oleh pemerintah
Merkantilisme - Monopoli dalam semua usaha
- Pembatasan ketat dalam perdagangan
- Hubungan ekonomi yang tegang dengan negara lain
- Tujuan ekonomi dipusatkan pada akumulasi emas sebagai tujuan nasional
Tahun 1815-1914 - Kebebasan lalu lintas alat pembayaran
Liberalisme perdagangan - Kebebasan lalu lintas modal
(zaman keemasan sistem - Kebebasan lalu lintas imigrasi
perdagangan dunia) - Pengembangan sendi-sendi yang menunjang perdagangan bebas di bidang
finansial, perbankan, asuransi, pelayaran, dan bursa komoditi
Tahun 1918-1941 - Kontrak kegiatan ekonomi (depresi tahun 1930-an)
Fragmentasi sistem - Peningkatan proteksionisme
perdangan dunia - Restriksi dalam lalu lintas devisa
- Restriksi dalam lalu lintas modal
- Peningkatan hambatan terhadap imigrasi
- Saling relasiasi dalam mengatasi krisis ekonomi (beggar-thy-neighbor policy)4
Tahun 1945-1994 setelah Perkembangan positif:
Perang Dunia II - Upaya mengurangi proteksionisme melalui sistem dan aturan GATI
- Upaya mengadakan sistem moneter dan pembayaran
Internasional yang lebih teratur dan bebas (IMF)
- Upaya mengerahkan dana bagi rekonstruksi pembangunan (Bank Dunia)
- Upaya untuk membantu pembangunan negara
berkembang melalui bantuan luar negeri dan bantuan teknis
Perkembangan negatif:
- Timbulnya persaingan yang menegangkan antara dunia
Marxis dan non-Marxis serta antara Blok Barat dan Blok
Timur
- Perbedaan kepentingan antara negara maju dan negara berkembang
1989-setelah Perang - Runtuhnya rezim Marxis di seluruh dunia
Dingin - Meningkatnya persaingan dagang dan ekonomi antara negara maju dan non-
Marxis
- Meningkatnya blok regional (yang bisa saling bertentangan atau saling bekerig
sama)
- Meningkatnya peranan negara berkembang
- Timbulnya negara industri baru
Untungnya, proses rehabilitasi tersebut segera menampakkan hasilnya ketika
perekonomian dunia kembali dalam posisi stabil, setidaknya bila dilihat dari pertumbuhan
ekonomi yang tercipta. Tanpa disadari pula, globalisasi sekaligus menyerahkan perkara-
perkara distribusi ekonomi kepada pasar, dengan anggapan pasar merupakan instrumen yang
bisa menyelenggarakan efisiensi secara penuh. Pencapaian ini telah menandai perubahan
mendasar dalam perekonomian dunia, di mana pasar menjadi instrumen utama untuk
menggerakkan perekonomian.
B. GLOBALISASI: NEGARA KAYA DAN NEGARA MISKIN

Ide globalisasi sesungguhnya merupakan isu lama, yang kemudian intens dibahas sejak
awal abad ke-20. Gagasan globalisasi ini memiliki inti untuk memperdalam dan mempercepat
interaksi ekonomi antarnegara, yang salah satunya bisa dicapai bila seluruh negara
menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan internasional.
Terdapat lima karakteristik penting dari globalisasi, yakni: (i) pertumbuhan transaksi
keuangan internasional yang cepat: (ii) pertumbuhan perdagangan yang cepat, terutama di
antara perusahaan-perusahaan transnasional: (iii) gelombang investasi asing langsung (foreign
direct investment), yang mendapat dukungan luas dari kalangan perusahaan transnasional, (iv)
timbulnya pasar global, dan (v) penyebaran teknologi dan berbagai pemikiran sebagai akibat
dari ekspansi sistem transportasi dan komunikasi yang cepat dan meliputi seluruh dunia.

Common questions

Didukung oleh AI

Transnational corporations play a pivotal role in globalization by driving rapid trade growth and foreign direct investment. They contribute to globalization by facilitating cross-border trade through their expansive networks and by investing significantly in developing markets. Their influence accelerates economic integration and supports the expansion and efficiency of global markets .

The main characteristics of globalization in the 20th century include rapid growth in international financial transactions, accelerated trade growth especially among multinational corporations, a wave of foreign direct investment supported by transnational companies, the emergence of a global market, and the dissemination of technology and ideas due to swift transportation and communication systems. These features enhance economic interdependence by integrating economies through trade and investment and facilitating the spread of technology .

The evolution of global trade can be divided into several stages: From 1500-1750, the period of mercantilism characterized by strict regulation and monopolies; from 1815-1914, the golden age of free trade marked by the freedom of payments, capital, and migration; from 1918-1941, a fragmentation period with increased protectionism and economic contraction; from 1945-1994, a period of reconstruction and reduced protectionism using systems like GATT, IMF, and World Bank; and post-1989, an era marked by the collapse of Marxist regimes, rise in trade competition, and formation of regional trade blocs .

Post-World War II economic reforms aimed to establish stability by reducing protectionism, creating orderly and liberal monetary systems, and directing resources towards reconstruction projects. The General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) aimed at reducing trade barriers, the International Monetary Fund (IMF) was involved in monetary regulation, and the World Bank focused on reconstruction financing. These organizations played crucial roles in stabilizing the global economy .

Post-Cold War, regional trade blocs presented challenges to global cooperation by potentially fostering competing interests and conflicts between blocs trying to assert dominance. These blocs might cooperate among themselves but also risked creating divisive economic policies that could hinder broader international trade and cooperation efforts .

The concept of globalization evolved significantly. Initially, globalization was viewed as a broad concept to deepen economic interactions among nations by removing international trade barriers. By the 20th century, it became characterized by rapid financial transactions, international trade among transnationals, a surge in foreign direct investments, the creation of global markets, and the exchange of technology and ideas, driven by advanced transportation and communication systems .

Following globalization, the market became the primary instrument for global economic activities as it was perceived to deliver efficiency in resource allocation. This shift meant that economic distribution was increasingly regulated by market dynamics rather than state interventions, signifying a marked shift towards neoliberal economic policies and impacting global equity and efficiency .

Post-Cold War, developing countries experienced increased importance in the international arena as they became more integrated into global trade networks. The fall of Marxist regimes and the rise of new industrial countries led to enhanced competition and trade relations among developed and developing regions. This integration allowed some developing countries to become new industrial powers, altering their international roles significantly .

Globalization has a dual impact on wealth distribution. While it has facilitated growth and economic expansion in many regions, leading to significant wealth generation, it has also exacerbated inequalities. Wealthy countries and entities often reap disproportionate benefits due to their advanced infrastructure and capital, while poorer nations may struggle to compete, thus widening global inequality .

The two primary objectives of post-World War II development were to spread a global economic system based on market mechanisms and trade liberalization, and to serve a political purpose of containing the spread of communism which was seen as a threat to American interests. For capitalist countries, communism was not only ideologically opposed to capitalism but also considered a threat to individual freedoms, particularly in economic and political activities .

Anda mungkin juga menyukai