PEMERINTAH KABUPATEN LUWU
KECAMATAN KAMANRE
DESA SALU PAREMANG SELATAN
Nomor :
Lampiran :
Perihal : Normalisasi Sungai Tani
Kepada Yth.
……………………..
Di –
Belopa
Dengan Hormat
Dalam rangka meningkatkan hasil produktivitas sektor pertanian maka
dipandang urgensinya sarana dan prasarana pendukung dalam mencapai target-target
yang telah ditentukan oleh pemerintah demi mewujudkan kesejatraan masyarakat.
Sehubungan hal tersebut di atas, maka kami sangat mengharapkan bantuan
pemerintah dalam hal ini, untuk itu kami mengusulkan kegiatan proritas yaitu :
Permohonan pengerukan sungai Tani, dengan ini kami mohon kepada bapak kiranya
dapat memberikan bantuan sebagaimana yang kami maksud di atas.
Demikian permohonan kami ajukan semoga dapat di pertimbangkan atas
persetujuan bapak kami ucapkan banyak terimah kasih.
Salu Paremang Selatan, 10 Mei 2024
Kepala Desa Salu Paremang Selatan
MUHAMMAD NURWADIN
PROPOSAL
NORMALISASI SUNGAI TANI DI DESA SALU PAREMANG
SELATAN
KECAMATAN KAMANRE KAB. LUWU
A. Dasar Pemikiran
Perubahan sistem penyelenggaraan pemerintahan akibat derasnya arus
desentralisasi dan otonomi daerah serta kuatnya tuntutan demokratisasi telah
mengubah secara signifikan praktek penyelenggaraan pemerintah dan
pembangunan daerah. Otonomi Daerah memberikan kesempatan kepada
masyarakat seluas-luasnya untuk melaksanakan azas pembangunan botton up
akan terwujud sesuai dengan semangat otonomi daerah. Otonomi daerah
dengan segala peluang yang diizinkan pada dasarnya menyimpan benih
masalah yang bias menjadi problem dikemudian hari. Oleh karena itu
masyarakat desa sebagai kekeuatan besar yang perlu mengkaji dan memahami
kebijakan otonomi secara kritis agar bias merespon dan memahami otonomi
secara baik dan benar.
Perencanaan pembangunan desa menjadi kebutuhan urgent masyarakat
desa saat ini sebagai bagian dari implementasi UU No.22 Tahun 1999, tetapi
sejauh ini otonomi desa masih dikalahkan oleh gaung otonomi daerah, karena
otonomi lebih diartikan sebagai hak Kabupaten padahal yang sesungguhnya
adalah otonomi desa yang berarti otonomi rakyat dan Lembaga/Kelompok
yang ada di desa. Desa seharusnya dapat menetukan dirinya sendiri mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pada evaluasi dan monitoring.
Kalau saja otonomi desa dilaksanakan sesuai dengan rohnya akan
mengurangi beban pemerintah karena proses pembangunan dimulai dari
bawah, mulai dari perencanaan sampai pada monitoring dan evaluasi.
Sehingga masyarakat merasa memiliki hasil pembangunan karena dilibatkan
dalam semua tahapan proses, sehingga terjadi etika saling kontrol dan
bertanggung jawab pada proses pelaksanaan pembangunan antara masyarakat
dan pemerintahan, efektif untuk mewujudkan Good Goverrnance demi
terciptanya masyarakat mandiri dan sejahtera.
Berbagai kemajuan yang telah dicapai pemerintah saat ini dan
dirasakan masyarakat akan tetapi masyarakat kecil masih merasakan banyak
hal-hal yang tertinggal dan terkurung atas ketidak mampuannya dalam
pemenuhan kebutuhan dasar termasuk dalam hal sarana dan prasarana.
B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud
Kegiatan Normalisasi sungai Tani di Desa Salu Paremang Selatan
Dusun Pangebaran dimaksud agar para petani dapat meningkatkan
produktivitas hasil pertanian, dengan adanya kegiatan peningkatan
sarana dan prasarana sungai tersebut keresahan petani akan dapat
meminimalisir biaya dari sawah dan kiranya para petani semakin giat
untuk bekerja dan mencapai hasil produksi pertanian yang maksimal
serta mendukung program pemerintah dalam optimalisasi lahan
pertanian.
2. Tujuan
Normalisasi sungai tani di Desa Salu Paremang Selatan Dusun
Pangebaran bertujuan untuk :
Meningkatkan produktifitas hasil pertanian
Meminimalisasi dan meningkatkan debit air
Mendukung program pemerintah dalam optimialisasi lahan
pertanian
C. Volume Kegiatan
Menurut pengamatan kami, Normalisasi Sungai yang harus di kerja berkisar
300 Meter karena daerah tersebut merupakan yang pokok untuk
meminimalisir keresahan petani yang sangat di butuhkan oleh para petani.
D. Penutup
Demikian proposal ini kami ajukan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam
upaya pemberian bantuan kepada masyarakat, kami yang terkena dampak
langsung akan kekurangan kebutuhan air bagi persawahan.
Salu Paremang Selatan,
Kepala Desa Salu Paremang Selatan
MUHAMMAD NURWADIN