0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan3 halaman

Tuntutan Perilaku Belajar PKN SLTP/SLTA

Dokumen ini membahas tuntutan proses belajar mengajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SLTP dan SLTA, menekankan pengurangan dominasi guru dan peningkatan inisiatif siswa. Tuntutan perilaku belajar mencakup pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta penerapan nilai moral dan norma Pancasila. Selain itu, terdapat tuntutan untuk pengembangan kemampuan guru dan penggunaan metode pembelajaran inovatif.

Diunggah oleh

noviyantitriendang2
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan3 halaman

Tuntutan Perilaku Belajar PKN SLTP/SLTA

Dokumen ini membahas tuntutan proses belajar mengajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SLTP dan SLTA, menekankan pengurangan dominasi guru dan peningkatan inisiatif siswa. Tuntutan perilaku belajar mencakup pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta penerapan nilai moral dan norma Pancasila. Selain itu, terdapat tuntutan untuk pengembangan kemampuan guru dan penggunaan metode pembelajaran inovatif.

Diunggah oleh

noviyantitriendang2
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Setelah mempelajari bahan Materi Pokok Modul 4 dan Bahan Pengayaan, diskusikanlah dengan

teman Anda untuk menemukan beberapa tuntutan Proses Belajar Mengajar PKN di SLTP dan
SLTA, sebagai berikut.

1. Formulasikan tuntutan perilaku belajar sebagaimana tertera dalam tujuan PKn, pada
tingkat SLTP dan SLTA!

Perilaku belajar PKn SLTP ; sebagaimana tercantum dalam kurikulum 1994 menunjukkan
bahwa perlu ada pengurangan aktivitas guru (dominasi) di dalam kelas agar kadar Kegiatan
Belajar Siswa dan inisiatif siswa makin meningkat sehingga struktur dan potensi dan siswa yang
bersangkutan (kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik) kian berkembang dan meningkat.
Hal ini sejalan dengan saran yang diajukan oleh Curtis dan Bidwell (1977) bahwa sedikitnya ada
5 hal yang perlu diperhatikan :

[Link] belajar yang menekankan pada pengembangan aspek intelektual


b. Penyajian aneka ragam cam belajar
[Link] aktivitas eksplorasi
d. Pengurangan harapan pada prestasi akademik semata

Perilaku belajar SLTA: dari aspek pengajaran PKn khususnya tentang kemampuan siswa yang
diharapkan, Nampak jelas bahwa pelajaran PKn adalah pengajaran tentang nilai Moral dan
Norma Pancasila. Titik beratnya ada pada aspek afektif. Namun aspek lainnya perlu
dikembangkan terutama daya nalar dan pengamalan nilai moral Pancasila dalam bermsyarakat,
berbangsa dan bernegara.

2. Bagaimana tuntutan perilaku belajar PKn, sebagaimana tercantun dalam Kurikulum Tahun
1994?
a. Perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam
masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama
b. Perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Perilaku yang mendukung persatuan bangsa dalam masyarakat yang beraneka ragam
kepentingan
d. Perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakn kepentingan bersama di alas
kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran, pendapat ataupun
kepentingan diatasi melalui musyawarah
e. Perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia
3. Kemukakan tuntutan aspek pengajaran PKn!
- Mengembangkan kemampuan guru dalam mengajar PKn: Guru diharapkan dapat
mengembangkan kemampuan mengajar PKn secara efektif.
- Menggunakan metode pembelajaran yang inovatif: Guru diharapkan dapat menggunakan
metode pembelajaran yang inovatif dan menarik untuk meningkatkan partisipasi siswa.

4. Tuntutan model perilaku belajar dalam pendidikan nilai dan moral!

Perilaku belajar dalam pendidikan nilai dapat dilakukan melalui berbagai model. Namun pada
umunya pendidikan nilai moral dimulai dengan sajian stimulus. Stimulus haruslah bersifat
dilematis, mengandung konflik nilai dan actual, segar serta merangsang (gersang).

a. Penyajian Stimulus
b. Bahasan kasus dilemma moral
c. Keputusan moral
d. Penyerapan keputusan moral
5. Apa saja tuntutan pengembangan perilaku belajar untuk siswa SLTP dan SLTA?

SLTP : 1) Pengembangan kemandirian 2) Penguatan disiplin 3) Peningkatan motivasi dan minat


belajar 4) Pengembangan ketrampilan sosial 5) Pembentukan karakter dan nilai-nilai

SLTA : 1) Peningkatan Ketrampilan sosial 2) Pengembangan motivasi intrinsic dan tujuan


belajar yang jelas 3) Penguatan karakter , nilai etika dan tanggung jawab kewarganegaraan

Sumber : MODUL PKNI43 1 3

Anda mungkin juga menyukai