PENERAPAN SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN ASET TETAP BERBASIS WEB
DENGAN DATABASE SQL
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Meraih Gelar Sarjana Komputer
MUHAMMAD ICHSAN RAMADHAN
NIM : 2020004
Jurusan Sistem Informatika
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer
STMIK PGRI TANGERANG
2024
BAB II
LANDASAN TEORI
1.1 Konsep Dasar Sistem
sistem dapat diartikan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari komponen -
komponen atau subsistem yang tertata dengan teratur, saling interaksi, saling
ketergantungan satu dengan yang lainnya, dan tidak dapat dipisahkan
(integratif) untuk mewujudkan suatu tujuan.
1.1.1 Definisi Sistem
Sistem ialah sebuah jaringan yang bekerja dari prosedur-prosedur
yang saling berhubungan, dan berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu tujuan
tertentu. ( Ayu Sahdilla, 2021)
1.1.2 Karakteristik Sistem
(Ichsan, 2023) Sebuah sistem mempunyai beberapa karakteristik,
yang diantaranya adalah:
1. Komponen (component) Suatu sistem terdiri dari sejumlah
komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja
sama membentuk suatu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari
komponen-komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian
dari sistem.
2. Batasan Sistem (Boundary) Batasan sistem merupakan daerah
yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau
dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan
suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu
sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment) Lingkungan luar sistem
(environment) adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi
operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang
harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan
dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup
dari sistem.
4. Penghubung Sistem (Interface) Penghubung sistem merupakan
media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem
lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber
daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output)
dari subsistem akan menjadi masukkan (input) untuk subsistem
lain melalui penghubung.
5. Masukan Sistem (Input) Masukan adalah energi yang dimasukan
ke dalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenace
input), dan masukkan sinyal (signal input). Maintenace Input
adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi.
Signal Input adalah energi yang diproses untuk didapatkan
keluaran.
6. Keluaran Sistem (Output) Keluaran sistem adalah hasil dari
energi yang diolah dan dikasifikasikan menjadi keluaran yang
berguna dan sisa pembuangan.
7. Pengolah Sistem (System Processor) Suatu sistem menjadi bagian
pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran.
8. Sasaran Sistem (System Target) Suatu sistem pasti mempunyai
tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat
menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang
akan dihasilkan sistem.
1.2 Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki
arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi
ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi.( Zakiyul Albab,
2021)
1.2.1 Kualitas Informasi
Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi
atau ditentukan oleh tiga hal sebagai berikut :
1. Akurat (accuracy) Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-
kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti
informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tetap pada waktunya (timeliness) Berarti informasi yang datang
pada penerima tidak boleh terlambat.
3. Relevan (relevancy) Berarti informasi tersebut menpunyai
manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap
orang satu dengan yang lainnya berbeda.
1.3 Pengertian Sistem Informasi
(Abdur Rochman, 2019) Sistem informasi adalah suatu sistem yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian dan akan
mendukung fungsi operasional organisasi, untuk dapat menyediakan laporan
yang diperlukan oleh pihak terkait. . Komponen-komponen yang terdapat
dalam semua jenis sistem informasi mencakup enam poin, yaitu sebagai
berikut.
1. Hardware (Perangkat Keras) Merupakan perangkat keras sistem
informasi berbasis komputer, mencakup semua perangkat keras komputer
yang digunakan secara fisik dalam sistem informasi, baik di komputer
server maupun di komputer client. seperti CPU, monitor, keyboard,
printer dan lain-lain. Termasuk didalamnya hub, switch, router, yang
berperan di dalam jaringan komputer.
2. Software (Perangkat Lunak) Merupakan perangkat lunak dari sebuah
sistem informasi, yaitu sebuah operating system, aplikasi atau program
yang digunakan untuk mengatur, mengolah dan menganalisa data.
Adanya komponen perangkat lunak ini akan membantu sistem informasi
dalam menjalankan tugasnya dan untuk dapat dijalankan sebagaimana
mestinya.
3. Database (Basis Data) Merupakan sekumpulan data di dalam sistem
informasi dan tersusun dalam tabel atau file. Mengingat bahwa sistem
informasi menyajikan informasi berasal dari satu maupun beberapa data
yang diinputkan dan diolah, maka tentu diperlukan sebuah aplikasi untuk
penyimpanan, mengolah dan menyajikan data dan informasi secara
terkomputerisasi.
4. Network (Jaringan) Merupakan alat yang menghubungkan elemen atau
antar subsistem, sehingga memungkinkan adanya interaksi yang cepat
dalam pertukaran data dan informasi.
5. Prosedur Merupakan gambaran bagaimana data tertentu di proses dan di
analisa untuk menghasilkan produk dari sebuah sistem informasi.
6. User (Pengguna) Merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam
menggunakan dan mengembangkan sistem informasi.
1.4 Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen merupakan bagian dari pengendalian
internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan sumber daya manusia,
dokumen, teknologi, dan prosedur oleh manajemen untuk memecahkan
masalah bisnis. Sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal
orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk
menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan
perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer,
prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”
(Alfriza Frisdayanti, 2019).
Sistem informasi manajemen dapat dibedakan dengan sistem informasi
biasa karena digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang
diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini
umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen
informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap
pengambilan keputusan, misalnya sistem pendukung keputusansistem pakar,
dan sistem informasi eksekutif (Alfriza Frisdayanti, 2019).
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, sistem informasi manajemen
adalah suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna
mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan manajemen (perencanaan,
penggerakan, pengorganisasian, dan pengendalian) dalam organisasi.
1.5 Pengertian Aset Tetap
Aset tetap adalah asset yang digunakan oleh perusahaan dalam menjalani
aktivitas [Link] tetap adalah aset berwujud yang dimiliki oleh suatu
entitas untuk digunakan dalam proses produksi, penyediaan barang dan jasa
atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan digunakan lebih dari satu
periode pelaporan. (Arif Wicaksana 2021)
1.5.1 Klasifikasi Aset Tetap
Menurut (Fany Asmara, 2020) Jenis-jenis aset tetap terdiri dari:
1. Lahan yaitu bidang tanah baik yang merupakan tempat bangunan
maupun yang masih kosong.
2. Gedung yaitu bangunan yang berisi diatas lahan baik yang berdiri
diatas tanah maupun di atas air.
3. Kendaraan merupakan sarana angkutan yang dimiliki perusahaan
untuk mendukung kegiatan oprasional perusahaan
4. Inventaris yaitu perlengkapan yang melengkapi kantor termasuk
perlengkapan kantor atau alat-alat besar yang di gunakan dalam
perusahaan.
1.5.2 Pengertian Manajemen Aset
Manajemen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu
pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan
kebutuhan aset, cara mendapatkan, menginventarisasi, melakukan
legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan,
atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan
efisien.
Berlandaskan definisi manajemen aset yang telah dipaparkan
sebelumnya, secara umum alur manajemen aset itu meliputi
pengadaan hingga penghapusan aset bersaangkutan. Menurut (Udin
Hidayat, 2021) alur manajemen aset tersebut dapat dilihat di gambar
berikut:
Sebagaimana dicerminkan dalam gambar siklus manajemen aset
yang mencakup 9 tahap, pada prakteknya memungkinkan ada
perbedaan alur yang dilalui setiap aset. Hal ini dapat terjadi karena
faktor yang mempengaruhinya, misalnya pengaruh dari kebijakan
organisasi yang mengelola aset bersangkutan.
1. Perencanaan Kebutuhan Aset
Setiap pengadaan aset tentu didasarkan pada rencana induk
atau master plan institusi yang bersangkutan. Pengadaan aset
adalah serangkaian kegiatan untuk memperoleh atau mendapatkan
aset/barang maupun jasa baik yang dilaksanakan sendiri secara
langsung oleh pihak internal, maupun oleh pihak luar sebagai
mitra atau penyedia/pemasok aset bersangkutan. Pada tahap ini
perlu perencanaan pengadaan diantaranya mengidentifikasi
kebutuhan spesifikasi atau kualitas dan kuantitas aset, Setiap
organisasi baik swasta maupun pemerintah tentu membutuhkan
aset. Setiap kebutuhan aset perlu direncanakan sesuai dengan
rencana induk, rencana institusi, rencana kerja tahunan, rencana
anggaran organisasi bersangkutan. Seluruh rencana dapat
direalisasikan melalui proposal anggarannya sesuai dengan
anggaran yang ditetapkan organisasi bersangkutan untuk
pengadaan aset bersangkutan.
2. Pengadaan Aset
Pengadaan barang yang sangat terbatas dari sisi jumlah atau
nilainya dapat dilaksanakan secara sederhana. Sebaliknya untuk
pengadaan dengan jumlah item atau objek yang banyak,
variasinya sangat beragam, nilai pengadaan besar, harganya
tinggi, maka tentu memerlukan proses yang tidak sederhana
sehingga pengadaan harus dilakukan melalui prosedur standar.
3. Inventarisasi Aset
Inventarisasi aset merupakan serangkaian kegiatan untuk
melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset,
dan mendokumentasikannya baik aset berwujud maupun aset
tidak berwujud pada suatu waktu tertentu. Inventarisasi aset
dilakukan untuk mendapatkan data seluruh aset yang dimiliki dan
dikuasai sebuah organisasi perusahaan atau instansi pemerintah.
Seluruh aset perlu diinventarisasi baik yang diperoleh
berdasarkan beban dana sendiri (investasi), hibah ataupun dari
cara lainnya. Pada tahap inventarisasi aset ada rangkaian kegiatan
yang melengkapi yakni penyimpanan, distribusi dan pengamanan
aset bersangkutan. Ketiga kegiatan tersebut harus dilakukan
secara menyeluruh, sehingga diharapkan semua aset yang telah
melalui proses pengadaan dapat tersimpan dan terdistribusikan
secara tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas.
4. Legal Audit Aset
Legal audit aset atau uji tuntas hukum adalah pemeriksaan
(audit) untuk mendapat gambaran yang jelas dan menyeluruh
terutama mengenai status kepemilikan, sistem dan prosedur
penguasaan (penggunaan dan pemanfaatan), pengalihan aset,
mengidentifikasi kemungkinan terjadinya berbagai permasalahan
hukum, serta mencari solusi atas masalah hukum tersebut. Audit
juga diartikan sebagai rangkaian proses yang sistematis,
independen dan terdokumentasi untuk memperoleh “bukti audit”
dan mengevaluasinya secara “obyektif” untuk menentukan sejuh
mana “kriteria audit” telah terpenuhi.
5. Penilaian Aset
Tujuan utama penilaian aset adalah untuk mengetahui
besarnya nilai sebuah objek penilaian pada suatu saat. Masing-
masing jenis penilaian aset diterapkan sesuai kebutuhan nya.
Secara umum sebuah penilaian itu merupakan tugas untuk
menentukan estimasi nilai pasar, karena itu tujuan akhir dari
sebuah proses penilaian perlu didukung data yang mencerminkan
semua faktor yang mempengaruhi nilai pasar aset atau properti
yang dinilai tersebut.
6. Pengoperasian dan Pemeliharaan Aset
Pengoperasian dapat didefinisikan dari beragam sudut
pandang. Berdasarkan perspektif operasi sebuah aset, operasi
dapat didefinisikan sebagai sebuah proses atau serangkaian
kegiatan yang secara khusus terdiri dari langkah-langkah
mendasar dalam sebuah pekerjaan atau kumpulan pekerjaan untuk
memfungsikan/ memakai aset bersangkutan. Seluruh aset yang
telah disediakan organisasi tentu memerlukan investasi dan biaya
antara lain biaya pemeliharaan. Karena itulah, organisasi perlu
mengoperasikan seluruh aset secara efektif dan efisien.
7. Pembaharuan/ Rejuvenasi asset
Rejuvenasi berarti melakukan tindakan afgar aset kembali
sebagaimana semula atau “to restore to youthful vigor or
appearance” atau “make young again”. Rejuvenasi juga dapat
berarti menjadikan sebuah aset kembali baru atau “to restore to an
original or new condition”. Jika didefinisikan, rejuvenasi aset
adalah membangun kembali aset agar memiliki fungsi kembali
sebagaimana semula, bahkan mempertinggi fungsi dari aset
tersebut.
8. Penghapusan Aset
Tindakan penghapusan akan menimbulkan konsekuensi
untuk menghapus aset dari daftar aset organisasi bersangkutan.
Aset yang sudah tidak memungkinkan lagi direjuvenasi karena
pertimbangan ekonomi atau fungsinya, maka aset dapat
dihapuskan atau disposal. Setiap aset akan dihapuskan, perlu
dilakukan penilaian aset bersangkutan sehingga dapat dicatat nilai
terakhir aset bersangkutan.
9. Pengalihan Aset
Pengalihan aset disebut juga pemindahtanganan aset.
Pemindahtanganan ini berkaitan dan merupakan tindak lanjut dari
penghapusan. Pemindahtanganan aset adalah pengalihan
kepemilikan aset dari sutu pihak kepada pihak lain sebagai tindak
lanjut dari penghapusan dengan cara menjual aset,
mempertukarkan aset, menghibahkannya atau disertakan sebagai
modal pada pihak lain.
1.6 Pengertian Website
Sebuah situs web adalah sebutan bagi sekelompok halaman web,
yang umumnya merupakan bagian darisuatu nama domain atau
subdomain di World Wide Web (WWW) di Internet. Sebuah web page
adalahdokumen yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup
Language), yang hampir selalu bisa diaksesmelalui HTTP, yaitu protokol
yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan
kepadapara pemakai melalui web browser baik yang bersifat statis maupun
dinamis yang membentuk satu rangkaianbangunan yang saling terkait dimana
masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman. Bersifat
statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi
informasinya searah hanya daripemilik website. Bersifat dinamis apabila
isi informasi websiteselalu berubah-ubah, dan isi informasinyainteraktif
dua arah berasal dari pemilik serta pengguna website. Contoh website
statis adalah berisi profilperusahaan, sedangkan website dinamis
adalah seperti Friendster, Multiply, dll. Dalam
sisipengembangannya, website statis hanya bisa diupdate oleh pemiliknya
saja, sedangkan website dinamis bisadiupdate oleh pengguna maupun
pemilik. (Agung Noviantoro, 2022)
1.7 Pemrograman Web
1. HTML
HTMLadalah singkatan dari HyperText Markup Language, yaitu
bahasa (aturan) standar yang digunakan untuk menampilkan text,
gambar, video dan audio ke dalam halaman web . (Sorang Pakpahan,
2020)
2. PHP
PHP (Hypertext Preprocessor) adalah pemrograman interpreter yaitu
proses penerjemahan baris kode sumber menjadi kode mesin yang
dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan
(Sorang Pakpahan, 2020). PHP disebut sebagai pemrograman Server
Side Programming, hal ini dikarenakan seluruh proses nya dijalankan
pada server. PHP adalah sebuah bahasa dengan hak cipta terbuka atau
yang juga dikenal dengan istilah open source, yaitu pengguna dapat
mengembangkan kode-kode fungsi PHP sesuai dengan kebutuhannya
(Sorang Pakpahan, 2020).
3. JavaScript
JavaScript adalah suatu bahasa pemrograman yang
dikembangkan untuk dapatberjalan pada web browser. Pada awalnya
JavaScript dikembangkan pada web browser Netscape olehBrenden
Eich dengan nama Mocha, kemudian berubah menjadi Live-Script
dan yang akhirnya menjadiJavaScript (Agung Noviantoro, 2022)
4. MySQL
MySQL adalah suatu perangkat lunak database relasi (Relation
Database Management System/RDMS) yaitu aplikasi sistem yang
menjalankan fungsi pengolahan data. Seperti halnya Oracle, PostgreSQL,
Microsoft SQL(Sorang Pakpahan, 2020).
5. Xampp
Xampp adalah satu paket komplit web server yang mudah dipasang
di berbagai system operasi. Dalam paketnya sudah terkandung Apache
(web server), MySql (database), PHP (server side scripting), dan
berbagai pustaka bantu lainnya. Xampp tersedia untuk linux, windows,
Macos maupun solaris sehingga sangat memudahkan membuat web
server multiplatform (Sorang Pakpahan, 2020).
1.8 Database
database adalah suatu kumpulan data yang berhubungan secara logika
dan secara deskripsi dari data-data yang dirancang untuk memenuhi
kebutuhan informasi dalam suatu organisasi. Database menawarkan
keuntungan penyimpanan data dengan format yang independen dan fleksibel.
Hal ini dikarenakan database didefinisikan secara terpisah dari program
aplikasi yang menggunakan database dan lingkup database dapat
dikembangkan tanpa berdampak pada program-program yang menggunakan
database tersebut. (Nur Eyni Alfia, 2021)
Dalam sistem perusahaan atau organisasi didalam itu terdapat yang
dinamakan dengan model data, model data ini adalah model yang dimana
data yang telah terstruktur pada dasarnya yang telah ditentukan bagaimana
cara dapat menyimpan, diatur, dan dimanipulasi. Namun model data pada
sistem database management menggunakan rangkaian stuktur untuk
memperjelas dari diagram yang digunakan oleh sistem model data tersebut
dengan berhubungan bagaimana suatu entity dan atribut dengan himpunan
yang memiliki relasi. Model data ini juga merupakan bagaimana proses suatu
konsep yang telah terapkan antara data yang satu dengan data yang lainnya
sehingga saling berhubungandan menggambarkan relationship dengan
batasan-batasan atau constraint data dalam suatu sistem database. Namun
didalam modelan data ini memiliki dasar antara recod dalam database dengan
model data yang dimana terdapat tiga jenis yaitu model database hirarki
(hieracchican database), model database jaringan(network database model),
model database relasi (relational database model). (Syahidannur Mukminah
Pulungan 2023).
1.9 MYSQL
MySQL merupakan DBMS (Database Management System) yang
menggunakan perintah SQL (Structure Query Language) yang biasa
digunakan dalam project aplikasi website MySQL juga merupakan aplikasi
yang dapat digunakan oleh semua pengguna. Kemudian MySQL juga
termasuk kedalam RDBMS (Relational Database Management System) yaitu
menggunakan tabel, kolom, baris, di dalam basis datanya. Secara garis besar
fungsi dari MySQL yaitu untuk membuat dan mengatur basis data dari server
yang mengelola berbagai informasi dengan menggunakan bahasa SQL.
Kemudian fungsi lainnya adalah mempermudah pengguna saat membuka
informasi dalam bentuk teks, yang dapat dibuka di dalam web. MySQL
merupakan basis data server yang memiliki hubungan erat dengan PHP.
MySQL juga merupakan basis data yang bersifat terbuka. MySQL merupakan
basis data manajemen basis data yang menggunakan perintah dasar SQL.
(Andre Rivaldo Prasetyo, 2022)
1.10 Usaha Laundy
Usaha laundry adalah bisnis yang menyediakan layanan pencucian
pakaian dan tekstil lainnya untuk pelanggan mereka. Di dalam usaha
laundry, pakaian dan tekstil dari pelanggan akan dicuci, dikeringkan, dan
dilipat kembali sesuai dengan permintaan. Usaha laundry dapat mencakup
berbagai jenis layanan, mulai dari pencucian pakaian sehari-hari hingga
layanan khusus seperti pencucian karpet, seprai, atau pakaian yang
memerlukan perlakuan khusus seperti dry cleaning.
1.11 UML
UML (Unified Modeling Language) adalah salah satu standar
bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan
requirement, membuat analisis dan desain,serta menggambarkan arsitektur
dalam pemrograman berorientasi objek (Lili Andraini, 2022).
UML digunakan sebagai alat perancangan utama, dengan menggunakan
diagram Use Case untuk mengidentifikasi fungsi dan interaksi antara
pengguna sistem, diagram Class untuk mendefinisikan entitas dan atribut
yang terlibat, dan diagram Activity untuk menggambarkan alur langkah-
langkah dalam proses. (Fajar Mahardika, 2023).
Abstraksi konsep dasar UML terdiri dari structural classification,
dynamic behavior, dan model management dapat kita pahami main concepts
sebagai term yang akan muncul pada saat membuat diagram dan view
adalah kategori dari diagram tersebut.( Haryanto, 2020)
Unified Modeling Language (UML) adalah himpunan struktur dan
teknik untuk pemodelan desain program berorientasi objek (OOP) serta
aplikasinya. UML adalah metodologi untuk mengembangkan sistem OOP
dan sekelompok perangkat tool untuk mendukung pengembangan sistem
tersebut.( Awan Bagus Setiawan, 2023)
UML akan mulai menjadi standar masa depan bagi industri
pengembangan sistem/perangkat lunak yang berorientasi objek karena pada
dasarnya UML digunakan oleh banyak perusahaan raksasa seperti IBM,
Microsoft, dan sebagainya.
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa UML adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau
gambar untuk menvisualisasikan, menspesifikasikan membangun dan
pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan perangkat lunak
berbasis Object Oriented programming. (Agus Herdiyanto, 2021)
1.11.1 Use Case Diagram
Usecase diagram adalah rangkaian atau uraian sekelompok yang
saling terkait dan membentuk sistem secara teratur yang di lakukan
atau diawasi oleh sebuah actor, usecase digunakan untuk membentuk
tingkah laku benda dalam sebuah model serta di realisasikan oleh
sebuah kolaborasi (Putri Marlina Ariansyah, 2021).
Use Case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau
lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar,
Use Case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang berhak
menggunakan fungsi-fungsi tersebut (Hardiyanti Malius, 2021).
Use case diagram adalah abstraksi dari interaksi antara sistem
dengan aktor (Ratih Purwasih, 2023). Simbol – simbol yang
digunakan pada Use Case Diagram yaitu :
1.11.2 Sequence Diagram
Menggambarkan interaksi antar objek didalam dan di sekitar
sistem yang berupa message yang digambarkan terhadap waktu
(Reni Widyastuti, 2022).
Diagram ini secara khusus berasosiasi dengan use
case,diagramini menunjukkan bagaimana detail operasi dilakukan,
pesan apa yang dikirim dan kapan terjadinya (Rahmat Joko
Trilaksono, 2022).
Sequence diagram berinteraksi yang menunjukan proses satu
sama lain dan kelas yang terlibat dalam skenario urutan pesan
diantara benda-benda diperlukan untuk melaksanakan fungsi.
(Ruslan Abu Honi, 2023). Simbol – simbol yang digunakan pada
Sequence Diagram yaitu :
1.11.3 Class Diagram
Class diagram menunjukkan struktur statis dari class-class inti
yang membangun sistem ( Cika Nurqueen Paradis, 2022).
Class Diagram adalah visual dari struktur system program pada
jenis-jenis yang dibentuk (Chandy Ophelia S, 2022).
Diagram kelas ini adalah bagian dari UML (Unified Modeling
Language) yang merupakan bahasa standar untuk memodelkan dan
mendokumentasikan perangkat lunak (Adhie Thyo Priandika, 2023).
Simbol – simbol yang digunakan pada Class Diagram yaitu :