0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Pengaruh Penatausahaan dan SDM pada Laporan Keuangan

Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh penatausahaan barang milik daerah, kompetensi sumber daya manusia, dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Hasil menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kualitas laporan keuangan. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan data dari 34 Organisasi Perangkat Daerah dan 124 responden.

Diunggah oleh

andri0604
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Pengaruh Penatausahaan dan SDM pada Laporan Keuangan

Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh penatausahaan barang milik daerah, kompetensi sumber daya manusia, dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Hasil menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kualitas laporan keuangan. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan data dari 34 Organisasi Perangkat Daerah dan 124 responden.

Diunggah oleh

andri0604
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mufakat 2986-609X

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (2023), 2 (1): 131–141

PENGARUH PENATAUSAHAAN BARANG MILIK DAERAH, KOMPETENSI


SUMBER DAYA MANUSIA DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANAGN PEMERINTAH

Radean Dwi Dharma1, Kartika Rachma Sari2, Indra Satriawan3


Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Politeknik Negeri Sriwijaya
radeandwidharma5@gmail.com1; kartikasyahrul@yahoo.com2; indrasatriawanggl@gmail.com3

ABSTRACT
This research was conducted with the aim of identifying the influence of local property administration,
human resource competence , and internal control system on the quality of financial statements of the
Musi Rawas Regency Government. The population used in this study was 34 Regional Apparatus
Organizations (OPD) in Musi Rawas Regency consisting of 6 agencies, 25 offices, 2 secretariat and by
giving questionnaires to 124 respondents. This study used multiple linear regression analysis tool with
SPSS version 26. The results of this study show that the Administration of Regional Property, Human
Resource Competence and Internal Control System partially have a positive and significant effect on
the Quality of Financial Statements of the Musi Rawas Regency Government. Meanwhile, in terms
simultaneously of Regional Property Administration, Human Resource Competence and Internal
Control System have a positive and significant effect on the Quality of Financial Statements of the Musi
Rawas Regency Government.

Keywords: Regional Property Administration, Human Resource Competence, Internal Control System,
Quality of Financial Statements

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penatausahaan barang milik
daerah, kompetensi sumber daya manusia, dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan
keuangan pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah 34
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Musi Rawas yang terdiri dari 6 Badan, 25 Dinas, 2
Sekretariat dan Inspektorat dengan cara memberikan kuesioner kepada para responden sebanyak 124
orang. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan SPSS versi 26. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Penatausahaan Barang Milik Daerah, Kompetensi Sumber Daya
Manusia dan Sistem Pengendalian Internal secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Sedangkan secara simultan
Penatausahaan Barang Milik Daerah, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Sistem Pengendalian
Internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten
Musi Rawas.

Kata kunci: Penatausahaan Barang Milik Daerah, Kompetensi Sumber Daya Manusia, Sistem
Pengendalian Internal, Kualitas Laporan Keuangan

Pendahuluan
Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, untuk
memperjelas bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk melakukan pengelolaan
keuangan daerah, termasuk di dalamnya kewenangan untuk pengelolaan barang milik daerah
atau aset daerah. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah berkaitan dengan laporan keuangan
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada pada Pemerintah Daerah. Baik atau buruknya
kualitas laporan keuangan OPD mempengaruhi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

1 [Link]
Mufakat 2986-609X

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (2023), 2 (1): 131–141

Menurut Mahmudi (2019) Laporan Keuangan berupa informasi yang diperlihatkan guna
membantu para pejabat publik terhadap pembuatan keputusan sosial politik dan ekonomi yang
kemudian menghasilkan suatu keputusan yang berkualitas. Kualitas laporan keuangan
pemerintah daerah dapat tercermin dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Berdasarkan peraturan pemerintah 28 tahun 2020 penatausahaan adalah rangkaian
kegiatan yang meliputi pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan Barang Milik Negara/Daerah
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tujuannya yaitu penyusunan neraca
pemerintah daerah, perencanaan kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah
setiap tahun untuk digunakan sebagai bahan penyusunan rencana anggaran dan pengamanan
administratif terhadap barang milik daerah. Dalam pengelolaannya barang milik daerah
mempunyai fungsi penting dalam pelaksanaan pemerintahan, tetapi proses pengelolaan barang
milik daerah bukan perkara yang mudah, pemerintah dalam mengelola barang milik daerah
sering kali menghadapi berbagai kendala di dalam pengelolaannya.
Permendagri No. 11 Tahun 2018 kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang
dimiliki oleh seorang pegawai Aparatur Sipil Negara, berupa pengetahuan, keterampilan, dan
sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya sehingga dapat
melaksanakan tugasnya secara profesional dan berdaya guna. Sumber daya manusia (SDM)
harus memiliki kompetensi dibidang akuntansi dalam pembuatan laporan keuangan yang
sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan agar laporan keuangan tersebut memiliki
kualitas yang baik (Zubaidi, 2019).
Sistem pegendalian internal juga memiliki peranan penting dalam menjamin kualitas
dari laporan keuangan yang dihasilkan. Kehadiran sistem pengendalian internal dapat menjadi
penjamin keyakinan yang memadai atas informasi dari laporan keuangan yang disajikan. Selain
itu, dengan adanya sistem pengendalian internal dapat meningkatkan pengawasan (Wiguno,
2022).
Dalam Penelitian ini kualitas laporan keuangan ditinjau dari hasil pemeriksaan yang
tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah untuk Periode 2017 s/d 2021. Mendapati bahwa BPK
menyatakan Laporan Keuangan Kabupaten Musi Rawas mencapai opini Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP) berturut-turut untuk tahun 2017 s/d 2021. Hal ini tidak menutup
kemungkinan bahwa laporan keuangan Kabupaten Musi Rawas masih terdapat beberapa
temuan. Tabel 1 merupakan jumlah temuan audit, rekomendasi dan pemantauan atas tindak
lanjut Kabupaten Musi Rawas dari temuan.
Tabel 1
Pemantauan atas tindak lanjut Kabupaten Musi Rawas dari temuan
Pemantauan Tindak Lanjut
Tidak
Belum Dapat
Rekome Sesuai
Priode Temuan Sesuai Belum Ditindakla
ndasi Dengan
Dengan Ditinda njuti
Rekomend
Rekomend klanjuti Dengan
asi
asi Alasan
Yang Sah
2017 14 40 40 0 0 0
2018 28 80 78 2 0 0
2019 29 76 75 1 0 0
2020 17 39 35 4 0 0
2021 31 85 45 40 0 0

2 [Link]
Mufakat 2986-609X

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (2023), 2 (1): 131–141

Total 119 320 273 47 0 0


Sumber: Laporan Hasil Pemeriksaan BPK tahun 2022 (diolah, 2023)
Dari tabel tersebut Berdasarkan Data Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terkait Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas, nilai temuan terbanyak yakni terdapat
pada tahun 2021 sebesar 31 temuan . Data tersebut berarti bahwa walaupun opini akhir BPK
untuk laporan Keuangan Pememerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas mendapatkan WTP
namun masih banyak koreksi yang harus segera dibenahi oleh Pemerintah Kabupaten Musi
Rawas khususnya pada penatausahaan barang milik daerah, pengendalian internal, dan sumber
daya manusianya.
Beberapa studi terdahulu tentang hubungan Penatausahaan Barang Milik Daerah,
Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah masih adanya perbedaan hasil penelitian. Fitria, dkk (2022)
dalam hasil penelitiannya menyatakan penatausahaan barang milik daerah berpengaruh
terhadap kualitas laporan keuangan. Berbeda dengan hasil Amaliah, dkk (2019) menyatakan
penatausahaan barang milik negara tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan
keuangan. Zubaidi (2019) dalam hasil penelitian menjelaskan bahwa kompetensi sumber daya
manusia berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuanagan pemerintah. Berbeda dengan
hasil penelitian Animah, dkk (2020) menyatakan kompetensi sumber daya manusia tidak
berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Wiguno (2022) dalam hasil
penelitan menjelaskan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kualitas laporan keuangan pemerinatah daerah. Berbeda dengan hasil penelitian
Mokoginta, dkk (2017) menyatakan sistem pengendalian internal berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah. Dari inkonsistensi hasil penelitian
dan latar belakang membuat Peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian yang berjudul
“Pengaruh Penatausahaan Barang Milik Daerah, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan
Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuanagn Pemerintah Kabupaten
Musi Rawas”.

Tinjauan Pustaka Dan Pengembangan Hipotesis


Barang milik daerah merupakan salah satu pos yang cukup penting di dalam neraca
laporan keuangan. Mengingat besarnya nilai aset yang dimiliki oleh pemerintah daerah,
diperlukan adanya penatausahaan yang baik terhadap aset-aset tersebut. Penatausahaan barang
milik daerah dilakukan secara baik dalam melakukan pengelolaan aset maka akan
menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas serta menjadi dasar yang kuat apabila akan
dipergunakan sebagai dasar pengambilan keputusan (Wiguno, 2022). Dari penelitian yang di
lakukan Akhir (2022) penatausahaan aset tetap berpengaruh terhadap kualitas laporan
keuangan.
H1: Diduga penatausahaan barang milik daerah berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan
Menurut Sulistyowati (2020) SDM merupakan manusia yang dipekerjakan di sebuah
instansi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi.
penelitian yang dilakukan Zubaidi (2019) bahwa Kompetensi SDM terhadap Kualitas Laporan
Keuangan menunjukkan hubungan yang positif signifikan. Keberhasilan suatu organisasi
dalam mencapai suatu tujuan sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan Sumber Daya
Manusia (SDM) yang berada di dalamnya.
H2: Diduga kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan

3 [Link]
Mufakat 2986-609X

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (2023), 2 (1): 131–141

Menurut Kumaat (2015), pengendalian internal merupakan suatu cara untuk


mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya atau organisasi. Ia berperan penting
untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud), dan melindungi sumberdaya organisasi.
Penelitian yang memperkuat hal ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati, dkk
(2017) dalam penelitiannya tentang pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintah,
pemanfaatan teknologi informasi, dan sistem pengendalian intern terhadap kualitas laporan
keuangan menyimpulkan bahwa sistem pengendalian intern berpengaruh positif signifikan
terhadap kualitas laporan keuangan.
H3: Diduga kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan
Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wiguno (2022) tentang pengaruh
sistem pengendalian internal, pengawasan inspektorat, penatausahaan aset tetap, dan komitmen
manajemen terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah menunjukkan bahwa
kegiatan penatausahaan dan sistem pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap
kualitas laporan keuangan.
H4: Diduga penatausahaan barang milik daerah, kompetensi sumber daya manusia, sistem
pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan berpengaruh positif terhadap kualitas
laporan kauangan

Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis
data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menggambarkan dan menguji hipotesis
yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2019). Penelitian ini dilakukan di 34 Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) Kabupaten Musi Rawas. Data yang digunakan penelitian ini menggukan
kuisioner yang disebarkan kepada Sekretaris, Kasubag (Kepala Sub Bagian) ataupun staf
pelaksana di masing-masing bagian keuangan yang bejumlah 4 orang responden dari masing-
masing OPD.
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang
mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiyono, 2019). Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel bebas yaitu
Penatausahaan Barang Milik Daerah (X1), Kompetensi Sumber Daya Manusia (X2) dan
Sistem Pengendalian Internal (Y) diartikan sebagai variabel bebas dan Kualitas Laporan
Keuangan sebagai variabel terikat.
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh
antara dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat secara linier. Untuk
membuktikan hipotesis yang diajukan maka digunakan analisis regresi linear berganda dengan
persamaan sebagai berikut :

Y = α+ β1 X1 + β2 X2 + β3 X3+ ϵ………………………(1)
Keteranga
Y = Kualitas Laporan Keuangan
α = Konstanta
X1 = Penatausahaan Barang Milik Daerah
X2 = Kompetensi Sumber Daya Manusia
X3 = Sistem Pengendalian Internal
β1β2β 3 = Koefisien Regresi
ϵ = Error Term, yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian

4 [Link]
Mufakat 2986-609X

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (2023), 2 (1): 131–141

Hasil dan Pembahasan


Analisis regresi linier berganda adalah analisis untuk mengukur besarnya pengaruh
antara dua/lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen dan memprediksi
variabel dependen dengan menggunakan variabel independen (Priyatno, 2012:127). Metode
Analisis Regresi Linier Berganda ini digunakan untuk menguji hipotesis, serta untuk melihat
kekuatan hubungan antara kualitas laporan keuangan dengan penatausahaan barang milik
daerah, kompetensi sumber daya manusia dan sistem pengendalian internal. Model regresi
berganda tersebut sebagai berikut :

Tabel 2: Hasil Uji Regresi Linier Berganda


Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) -1.631 1.846 -.883 .379
X1 .307 .077 .282 3.994 .000
X2 .289 .067 .303 4.323 .000
X3 .302 .067 .397 4.521 .000
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Data primer diolah (2023)
Berdasarkan Tabel 2 hasil uji regresi linier berganda, maka dapat diketahui persamaan
regresi linier berganda sebagai berikut:
Y= α+ β1 X1 + β2 X2 + β3 X3+ ϵ
= -1,631 + 0,307X1 + 0,289X2 + 0,302X3 + ϵ
Dapat disimpulkan dari persamaan regresi ini tiap variable bebas memiliki nilai
koefisien yang positif didukung dengan hasil uji multikolinieritas. Multikolinearitas adalah
keadaan dimana pada model regresi ditemukan adanya korelasi yang sempurna atau mendekati
sempurna antar variabel independen. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi
korelasi yang sempurna atau mendekati sempura diantara variabel bebas (korelasinya 1 atau
mendekati 1). Metode uji multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan Inflation
Factor (VIF) pada model regresi. Berikut hasil uji multikolonieritas:

Tabel 3: Hasil Uji Multikolinieritas


Coefficientsa
Unstandardized Standardized Collinearity
Coefficients Coefficients Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) -1.631 1.846 -.883 .379
X1 .307 .077 .282 3.994 .000 .274 3.646
X2 .289 .067 .303 4.323 .000 .278 3.595
X3 .302 .067 .397 4.521 .000 .177 5.640
a. Dependent Variable: Y

5 [Link]
Mufakat 2986-609X

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (2023), 2 (1): 131–141

Sumber: Data primer diolah (2023)


Berdasarkan tabel di atas, nilai tolerance untuk masing-masing variabel lebih besar dari
0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10 sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi masalah
multikolinieritas dalam model penelitian ini.
Dalam melihat signifikansi tiap variabel, maka dapat dilakukan dengan melihat dari
nilai t-hitung dan t-tabel setiap variabel X. Jika nilai t-hitung > t-tabel maka secara individual
(parsial), variabel X dapat dinyatakan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Y, dan
jika nilai t-hitung< t-tabel maka variabel X secara individual tidak memiliki pengaruh
signifikan terhadap variabel Y. Nilai t-tabel dicari pada signifikansi 0,05/2 = 0,025 (uji 2 sisi)
dengan derajak kebebasan df = n-k-1 atau 112-3-1 = 108. Hasil diperoleh untuk t-tabel sebesar
1,982. Penerimaan hipotesis juga dapat dilihat dari nilai signifikansi setiap variabel
independen. Jika nilai signifikansi < 0,05 atau 5% maka hipotesis dapat diterima. Hasil uji
parsial (t) dapat dilihat dalam tabel dan penjelasan berikut:

Hasil Signifikansi Nilai t


Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) -1.631 1.846 -.883 .379
X1 .307 .077 .282 3.994 .000
X2 .289 .067 .303 4.323 .000

X3 .302 .067 .397 4.521 .000


a. Dependent Variable: Y
Sumber: Data primer diolah (2023)
Hasil pengujian hipotesis melalui uji parsial (Uji t) secara terperinci dijelaskan sebagai
berikut :
a. Nilai konstanta sebesar -1,631 artinya bahwa apabila nilai variabel penatausahaan
barang milik daerah, kompetensi sumber daya manusia dan sistem pengendalian
internal adalah 0 maka nilai kualitas laporan keuangan negatif sebesar -1,631.
b. Pada variabel independen (X1) nilai t-hitung sebesar 3,994
Hasil yang diperoleh untuk t-tabel sebesar 1,982 (lihat pada tabel statistik). Karena t
hitung > t tabel (3,994 > 1,982) dengan nilai signifikan sebesar 0,000 maka nilai
signifikan lebih kecil dari 0,05 atau (sig) 0,000 < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa
variabel independen penatausahaan barang milik daerah (X1) memiliki pengaruh
terhadap variabel dependen kualitas laporan keuangan (Y). Maka dapat di ketahui
bahwa Ha1 diterima dan Ho1 ditolak, artinya dapat disimpulkan bahwa penatausahaan
barang milik daerah memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kualitas laporan
keuangan.
c. Pada variabel independen (X2) nilai t hitung sebesar 4,323
Hasil yang diperoleh untuk t-tabel sebesar 1,982 (lihat pada tabel statistik). Karena
nilai t hitung > t-tabel (4,323 > 1,982) dengan nilai signifikan sebesar 0,000 maka nilai
signifikan lebih kecil dari 0,05 atau (sig) 0,000< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa
variabel kompetensi sumber daya manusia (X2) memiliki pengaruh terhadap variabel
dependen kualitas laporan keuangan (Y). Maka dapat di ketahui bahwa Ha2 di terima

6 [Link]
Mufakat 2986-609X

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (2023), 2 (1): 131–141

dan Ho2 di tolak, artinya dapat di simpulkan bahwa kompetensi sumber daya manusia
memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
d. Pada variabel independen (X3) nilai t hitung sebesar 4,521
Hasil yang diperoleh untuk t-tabel sebesar 1,982 (lihat pada tabel statistik). Karena
nilai t hitung > t-tabel (4,521 > 1,982) dengan nilai signifikan sebesar 0,000 maka nilai
signifikan lebih kecil dari 0,05 atau (sig) 0,000< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa
variabel sistem pengendalian internal (X3) memiliki pengaruh terhadap variabel
dependen kualitas laporan keuangan (Y). Maka dapat di ketahui bahwa Ha3 di terima
dan Ho3 di tolak, artinya dapat di simpulkan bahwa sistem pengendalian internal
memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
Pengujian simultan (Uji F) dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen
secara bersama-sama (simultan) terhadap perubahan nilai variabel dependen. Ditetapkan
ketentuan bahwa jika F-hitung > F-tabel maka hipotesis dapat diterima atau dengan kata lain
seluruh variabel independen (X1, X2, X3) secara bersama-sama mempengaruhi variabel
dependen. Hasil dari pengujian simultan (Uji F) pada keseluruhan variabel-variabel
independensi dalam penelitian ini akan dijelaskan melalui tabel dan pembahasan berikut:

Hasil Uji Simultan (Uji F)


ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1802.460 3 600.820 207.623 .000b
Residual 312.531 108 2.894
Total 2114.991 111
a. Dependent Variable: Y
b. Predictors: (Constant), X3, X2, X1
Sumber : Data primer diolah (2023)
Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat nilai F-hitung adalah sebesar 207,623 dan
signifikansi sebesar 0,000. Hal tersebut mengindikasikan bahwa yakni F-hitung sebesar
207,623 lebih besar dari F-tabel 2,69, sehingga dapat dinyatakan bahwa secara simultan
variabel independen : penatausahaan barang milik daerah, kompetensi sumber daya manusia
dan sistem pengendalian internal secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen
kualitas laporan keuangan.

Kesimpulan
Setelah dilakukan pengujian data dan analisis hasil pengujian, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut :
1. Penatausahaan Barang Milik Daerah (X1) secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y) di OPD Pemerintah Daerah
Kabupaten Musi Rawas.
2. Kompetensi Sumber Daya Manusia (X2) secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y) di OPD Pemerintah Daerah
Kabupaten Musi Rawas.
3. Sistem Pengendalian Internal (X3) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y) di OPD Pemerintah Daerah Kabupaten
Musi Rawas.

7 [Link]
Mufakat 2986-609X

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (2023), 2 (1): 131–141

4. Penatausahaan Barang Milik Daerah (X1), Kompetensi Sumber Daya Manusia (X2)
dan Sistem Pengendalian Internal (X3) secara bersama-sama (simultan)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y) di
OPD Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas.
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti memberikan
beberapa saran sebagai berikut :
1. OPD Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas diharapkan dapat meningkatkan
Penatausahaan Barang Milik Daerah, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan
Sistem Pengendalian Internal agar Kualitas Laporan Keuangan terus meningkat.
2. Penelitian selanjutnya perlu menambahkan variabel Penerapan Sistem Akuntansi
Keuangan yang dimungkinkan dapat berpengaruh terhadap kualitas laporan
keuangan.

Referensi
Akhir, M. (2022). Pengaruh sistem pengendalian intern dan penatausaan aset tetap terhadap
kualitas laporan keuangan pemerintah Daerah kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi
Tengah (Doctoral dissertation, Institut pemerintahan dalam negeri).
Amaliah, T. H., Husain, S. P., & Selviyanti, N. (2019). Pengaruh Penatausahaan Barang Milik
Negara Dan Penerapan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara
Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Jurnal Wawasan Dan Riset Akuntansi, 6(2),
120-131.
Animah, A., Suryantara, A. B., & Astuti, W. (2020). Pengaruh Kompetensi Sumber Daya
Manusia Dan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan. Jurnal Aplikasi Akuntansi, 5(1), 99-109.
Fitria, S., Umam, K., & Farida, A. S. (2022). Pengaruh Penatausahaan Barang Milik Daerah
Terhadap Kualitas Laporan Bappelitbangda Kabupaten Bandung. Moderat: Jurnal
Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(4), 826-844.
Kumaat, G, Valery. 2015. Auditing. Edisi5. Jakarta: Joni Publisher.
Laporan Hasil Pemeriksaan (2022) [Link]
Mahmudi. (2019). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (4th ed.). UPP STIM
YKPN.
Mokoginta, N., Lambey, L., & Pontoh, W. (2017). Pengaruh sistem pengendalian intern dan
sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan
pemerintah. Going Concern: Jurnal Riset Akuntansi, 12(2).
Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah
Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah
Permendagri No. 11 Tahun 2018 Sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur
Berbasis Kompetensi Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri Dan Pemerintah
Daerah
Rahmawati, A., Mustika, I. W., & Eka, L. H. (2018). Pengaruh penerapan standar akuntansi
pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi, dan sistem pengendalian intern terhadap

8 [Link]
Mufakat 2986-609X

Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (2023), 2 (1): 131–141

kualitas laporan keuangan SKPD Kota Tangerang Selatan. Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan
Akuntansi, 20(2).
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Edisi Kedua Cetakan
Kesatu. Bandung CV Alfabeta, ISBN: 978-602-289-533-6
Sulistyowati, Fadjarini. 2020. Partisipasi Warga terhadap Sistem Informasi Desa. Jurnal
Komunikasi ASPIKOM, Vol. 2 No. 1. Yogyakarta.
[Link]
adap_Sistem_Informasi_Desa
Wiguno, N. E. P. (2022). Pengaruh Sistem Pengendalian Internal, Pengawasan Inspektorat,
Penatausahaan Aset Tetap, Dan Komitmen Manajemen Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 10(2).\
Zubaidi, N., Cahyono, D., & Maharani, A. (2019). Pengaruh kompetensi sumber daya manusia
dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan. International
Journal of Social Science and Business, 3(2), 68-76.

9 [Link]

Common questions

Didukung oleh AI

The findings that human resource competence has a significant positive impact on the quality of financial reports suggest that enhancing the skills and capabilities of personnel through targeted training programs is crucial. This might lead to improved decision-making and more accurate financial reporting. Such an impact emphasizes the need for continuous professional development and potentially re-evaluating the current training programs for government employees to better align them with key performance metrics like financial report quality .

The variable representing the internal control system (X3) displayed the highest influence on financial report quality, with a standardized coefficient of 0.397, compared to 0.282 for asset management (X1) and 0.303 for human resource competence (X2). This finding suggests that strengthening internal controls might be a crucial strategy for enhancing the quality and reliability of financial reports, thereby potentially reducing fraud and resource mismanagement in Musi Rawas .

The hypothesis testing method used was multiple linear regression analysis, including both F-tests for overall model significance and t-tests for individual parameter estimation. The F-test produced a value of 207.623, which is greater than the critical F-value (2.69), indicating the model is significant . The t-tests showed significant values for each independent variable, affirming their influence on financial report quality: asset management, human resource competence, and internal control have significant positive impacts on report quality .

The internal control system is described as a method to direct, supervise, and measure organizational resources, playing a critical role in preventing fraud and protecting organizational resources . Studies such as Rahmawati et al. (2017) and Wiguno (2022) support that internal control systems positively and significantly impact the quality of financial reports . The study uses these insights to build a hypothesis that internal control systems positively affect report quality .

The multiple regression analysis results reveal that all independent variables—asset management (X1), human resource competence (X2), and internal control system (X3)—have positive and significant effects on the quality of financial reports (Y) in Musi Rawas . The regression coefficients for X1, X2, and X3 are 0.307, 0.289, and 0.302, respectively, indicating a positive contribution to financial report quality. The significance of these relationships is confirmed with a p-value < 0.05 for each variable, ensuring statistical reliability of the findings .

The study uses Tolerance and Variance Inflation Factor (VIF) tests to confirm the absence of multicollinearity. Tolerance values greater than 0.1 indicate acceptable levels, while VIF values less than 10 confirm that multicollinearity is not problematic . The results showed Tolerance values above 0.1 and VIF values below 10 for all independent variables, confirming no significant multicollinearity issues .

Multicollinearity affects a regression model's reliability by creating problems in estimating the individual effect of correlated independent variables, which can inflate standard errors and lead to unreliable coefficient estimates. In this study, multicollinearity was assessed using Tolerance and Variance Inflation Factor (VIF) values. Each variable shows Tolerance values greater than 0.1 and VIF values less than 10, indicating no serious multicollinearity issues within the model . This ensures the model's coefficient estimates are reliable and interpretable.

The study recommends that the Musi Rawas regional government enhance asset management, human resource competencies, and internal control systems to improve the quality of financial reports continuously. It also suggests that future research could include examining the effect of implementing financial accounting systems on report quality .

Inconsistencies arose from previous studies on the influence of factors such as asset management (penatausahaan barang milik daerah), human resource competencies, and internal control systems on the quality of financial reports. Some studies, like Fitria et al. (2022), found asset management positively impacts financial report quality, while others like Amaliah et al. (2019) found no significant effect. Similarly, Zubaidi (2019) found human resource competence positively affects report quality, conflicting with Animah et al. (2020), which found no significant effect. Additionally, Wiguno (2022) reported a positive effect of internal control systems, whereas Mokoginta et al. (2017) found a negative significant effect . These discrepancies motivated further investigation into these factors' influence in Musi Rawas Regency.

The study suggests enhancing asset management, boosting human resource competencies, and strengthening internal control systems to improve financial report quality in public sector organizations. These steps can lead to more reliable and transparent financial reporting, facilitating better governance and decision-making processes. The study also implies that addressing these factors may reduce the scope for financial misreporting and fraud in public sector entities .

Anda mungkin juga menyukai