0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan19 halaman

Pengaruh Transparansi dan Partisipasi Desa

Penelitian ini mengkaji pengaruh transparansi, partisipasi masyarakat, kompetensi aparatur desa, dan pemahaman regulasi terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Padang Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data yang dikumpulkan melalui survei dari 102 responden di desa-desa dengan anggaran tertinggi.

Diunggah oleh

Yeppe Sua
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan19 halaman

Pengaruh Transparansi dan Partisipasi Desa

Penelitian ini mengkaji pengaruh transparansi, partisipasi masyarakat, kompetensi aparatur desa, dan pemahaman regulasi terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Padang Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data yang dikumpulkan melalui survei dari 102 responden di desa-desa dengan anggaran tertinggi.

Diunggah oleh

Yeppe Sua
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No.

2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita

PENGARUH TRANSPARANSI, PARTISIPASI MASYARAKAT,KOMPETENSI


APARATUR DESA, DAN PEMAHAMAN REGULASI TERHADAP
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA

Ridha Fajri1, Restu Agusti2, Julita3


Universitas Riau
julita@[Link]

ABSTRACT
This study aims to examine the influence of the The Effect of Transparency, Community
Participation, Competence of Village Apparatus, And Regulatory Understanding of The
Accountability of Village Management in Kabupaten Padang Pariaman. This is a
quantitative research study and data were collected by surveys or questionnaires. The
population used in this study was all villages in 17 subdistricts in Padang Pariaman
Regency. The samples used in this research are the villages with the highest budget in each
sub-district in Padang Pariaman Regency. Respondents in this study were village head, the
village secretary, the financial affairs, the planning board, the government desk, and the
head of administration and general affairs. Data collection in this research is using
purposive sampling, where total respondents in this research is 102 peoples. Data analysis
was done it multiple linear regression model. The results showed that transparency,
community participation, village apparatus competence, and regulatory understanding
significantly affected the accountability of village fund management.
Keywords: Accountability of Village Management, Transparency, Community
Participation, Competency of Village Apparatus, Regulatory Understanding.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh transparansi, partisipasi masyarakat,
kompetensi aparatur desa, dan pemahaman regulasi terhadap akuntabilitas pengelolaan dana
desa di Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode
[Link] yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh desa pada 17 kecamatan
di Kabupaten Padang Pariaman. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah desa
dengan anggaran tertinggi pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.
Responden dalam penelitian ini adalah kepala desa, sekretaris desa, kaur keuangan, kasi
pemerintahan dan kaur perencanaan dan kaur tata usaha dan umum. Pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan puposive sampling, dimana total responden dalam penelitian ini
berjumlah 102 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan model regresi
linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi, partisipasi masyarakat,
kompetensi aparatur desa, dan pemahaman regulasi berpengaruh secara signifikan terhadap
akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Kata Kunci: Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa, Transparansi, Partisipasi Masyarakat,
Kompetensi Aparatur Desa, Pemahaman Regulasi.

209
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
PENDAHULUAN

Indonesia merupakan sebuah negara kesatuan yang terdiri dari 34 provinsi, 416
kabupaten, 98 kota, 74.957 desa, dan 8.490 kelurahan yang masing-masing didalamnya
memiliki pemerintah daerah sendiri (Permendagri No. 137 Tahun 2017 Tentang Kode dan
Data Wilayah Administrasi Pemerintahan di Indonesia, 2017).Nama desa atau desa adat
dapat berbeda di tiap wilayah, misalnya kampung di Papua, nagari di Sumatera Barat,
gampong di Aceh, dan udik di Betawi (Buku Saku Dana Desa, 2017).
Sebagai wujud pengakuan negara terhadap desa, khususnya dalam rangka
memperjelas fungsi, kewenangan, dan memperkuat kedudukan desa serta masyarakat desa
sebagai subjek pembangunan maka diperlukan suatu kebijakan dan peraturan mengenai desa.
Oleh sebab itu, terbentuklah Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang desa yang disertai
dengan PP No. 43 tentang peraturan pelaksanaannya dan peraturan menteri dalam negeri No.
20 tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa yang mengatur tentang pengelolaan dana
desa.
Dalam pengelolaan dana desa, dituntut adanya suatu aspek tata pemerintahan yang
baik (good governance) yang mana salah satu pilarnya adalah akuntabilitas(Chomariyah et
al., 2016).Menurut BPKP pemberian dana desa yang begitu besar, jumlah pelaporan yang
beragam serta adanya titik-titik kritis dalam pengelolaan keuangan desa tentunya menuntut
tanggungjawab yang besar pula oleh aparat pemerintah desa (Petunjuk Pelaksanaan
Bimbingan Dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan Desa, 2015).
Terkait temuan penyelewengan ADDsetelah sebelumnya ada laporan dugaan
penyimpangan ADD, di Kenagarian Sikucua Utara, Kecamatan V Koto Kampung Dalam,
Kabupaten Padang pariaman, Provinsi Sumatera Barat oleh oknum wali nagari. Hal tersebut
terungkap setelah kunjungan langsung ke lapangan oleh Tim Inspektorat Kabupaten Padang
Pariaman, yang membuktikan untuk penyimpangan penyelewengan pembangunan proyek
ADD tahun 2018 baik itu dari hasil investigasi dan administrasi senilai lebih kurang 23 juta
rupiah (Redaksi, 2019).Menyikapi kasus-kasus tentang dana desa yang salah satunya terjadi
di Nagari Sikucua Utara maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Dalam pengelolaan dana desa, transparansi ini dimaksudkan agar aparat desa
bertindak dan/atau berperilaku sesuai dengan aturan hukum dan etika yang berlaku, dan juga
sesuai dengan amanat yang diberikan masyarakat dalam pengelolaan dana [Link] kata
lain, transparansi ini dilakukan untuk memberikan penjelasan maupun pertanggungjawaban

210
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
kepada masyarakat mengenai program dan kebijakan yang telah dilakukan dan/atau sedang
dilakukan beserta sumber daya yang digunakan(Mardiasmo, 2012:30).Menurut penelitian
yang dilakukan oleh Ramadhan (2019) transparansi berpengaruh signifikan terhadap
akuntabilitas pengelolaan dana desa. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Sukmawati (2019) yang memberikan bukti empiris bahwa transparansi tidak
berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Partisipasi masyarakat merupakan suatu hak yang dimiliki masyarakat untuk ikut
andil dalam pengambilan keputusan di dalam tahapan proses pembangunan, mulai dari awal
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan maupun pelestarian lingkungan. Disini masyarakat
tidak hanya sebagai penerima fasilitas maupun manfaat tetapi sebagai subjek pembangunan
yang berkesinambungan (Dewi et al., 2013).Penelitian yang dilakukan oleh Siti Umaira dan
Adnan (2019) menyatakan bahwa partisipasi masyarakat berpengaruh signifikan terhadap
akuntabilitas pengelolaan dana desa. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Ultafiah (2017) yang memberikan bukti empiris bahwa partisipasi masyarakat tidak
berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Kompetensi yang dimiliki oleh pengelola dana desa menjadi syarat utama agar
akuntabilitas desa bisa berjalan denga maksimal. Dalam melaksanakan pengelolaan dana desa
sebagai akibat adanya desentralisasi fiskal yang diserahkan oleh pemerintah pusat kepada
pemerintah daerah dan pemerintah daerah kepada pemerintah desa dibutuhkan kesiapan-
kesiapan, salah satu aspek yang perlu dipersiapkan adalah sumber daya manusia (Ferina,
2016).Hasil penelitian Mada et al. (2017) menyatakan bahwa kompetensi aparat pengelola
dana desa berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Akan tetapi
berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Widyatama et al. (2017) yang menyatakan
bahwa kompetensi aparat pengelola dana desa tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas
pengelolaan dana desa.
Pemahaman regulasi merupakan pemahaman perangkat desa mengenai peraturan,
prosedur, dan kebijakan tentang keuangan desa. Regulasi yang mengatur tentang pengelolaan
dana desa yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan
keuangan desa yang dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengelolaan dana desa.
Tujuan utama di keluarkan nya sebuah regulasi atau aturan adalah untuk mengendalikan
sekelompok manusia atau masyarakat dengan batasan-batasan [Link] oleh
Sumarni (2019) menyatakan pemahaman regulasi berpengaruh signifikan terhadap
akuntabilitas pengelolaan dana desa. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan

211
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
oleh Setiana dan Yuliani (2017) yang memberikan bukti empiris bahwa pemahaman regulasi
tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Faktor transparansi, partisipasi masyarakat, kompetensi aparatur desa dan pemahaman
regulasi yang telah diuraikan sebelumnya diduga dapat memengaruhi tingkat akuntabilitas
pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa. Dari hasil-hasil penelitian terdahulu, masih
terdapat banyak perbedaan hasil antara penelitian yang satu dan penelitian yang lainnya.
Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang telah dilakukan oleh Aulia
(2018), yang meneliti tentang akuntabilitas pengelolaan dana desa. Perbedaan antara
penelitian ini dengan Aulia (2018) adalah tidak menggunakan variabel komitmen organisasi
pemerintah desa dan pemanfaatan teknologi [Link] penelitian ini ditambahkan
variabel transparansi dengan asumsi bahwa masih kurangnya transparansi di desa-desa
berdasarkan fenomena yang terjadi dan variabel pemahaman regulasi dengan asumsi bahwa
pemahaman regulasi setiap aparat desa berbeda.
Berdasarkan latar belakang masalah dan fenomena yang sudah diuraikan di atas, maka
tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Transparansi, Partisipasi Masyarakat,
Kompetensi Aparatur Desa, dan Pemahaman Regulasi Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan
Dana Desa (Studi Empiris pada Desa-desa di Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera
Barat)”.Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi kepada pemerintah desa, khususnya
pemerintah desase-Kabupaten Padang Pariaman dalam meningkatkan akuntabilitas mereka
dalam pengelolaan dana desa.

TINJAUAN LITERATUR

Landasan Teori
1. Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa
Menurut pandangan Dwiyanto, akuntabilitas adalah pertanggungjawaban para penentu
kebijakan kepada warga. Ini berarti bahwa diperlukan adanya pertanggungjawaban dari
pemerintah atau eksekutif sebagai penentu kebijakan sekaligus sebagai eksekutor kebijakan
terhadap warga masyarakat guna mengetahui sudah sejauh mana pihak pemerintah telah
merealisasikan kebijakannya dalam upaya memenuhi harapan masyarakat (Banga, 2017:131).
Pengelolaan keuangan desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan,
pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Keuangan
desa dikelola berdasarkan asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan
tertib dan disiplin anggaran (Permendagri No 20 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan
Desa, 2018).

212
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
Dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas pengelolaan dana desa adalah kinerja aparatur
pemerintah desa di mulai dari perencanaan hingga pengawasan kegiatan yang menggunakan
anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, dimana pemerintah dan aparat
desa harus mempertanggungjawabkan dan melaporkan setiap pelaksanaan kegiatan secara
tertib kepada masyarakat maupun kepada jajaran pemerintah diatasnya sesuai dengan
perundang-undangan. Akuntabilitas diharapkan dapat memperbaiki kualitas serta kinerja
instansi pemerintah agar menjadi pemerintah yang transparan dan berorientasi pada
kepentingan publik.
2. Transparansi
Menurut Mardiasmo (2012:30), transparansi berarti keterbukaan (openness)
pemerintah dalam memberikan informasi yang terkait dengan aktivitas pengelolaan sumber
daya publik kepada pihak–pihak yang membutuhkan informasi. Pemerintah berkewajiban
memberikan informasi keuangan dan informasi lainnya yang akan digunakan untuk
pengambilan keputusan oleh pihak–pihak yang berkepentingan.
Transparansi adalah terbuka mengenai informasi kepada publik, dan apabila publik
membutuhkan informasi tersebut, maka publik akan segera mendapatkannya. Dengan adanya
keterbukaan tersebut, dana desa yang dikelola dapat dikontrol dan diawasi dengan baik oleh
pihak yang berwenang, sehingga, dana desa yang penggunaannya bertujuan untuk
pemberdayaan masyarakat tersebut dapat terserap dengan [Link] tinggi tingkat
transparansi maka semakin baik pemerintah desa dalam pengelolaan alokasi dana desa.
Semakin transparan pemerintah terhadap perencanaan pembangunan dan pengelolaan
keuangan, maka semakin mudah untuk mewujudkan pemerintahan yang akuntabel.
3. Partisipasi Masyarakat
Menurut Dewi et al. (2013), partisipasi masyarakat merupakan suatu hak yang dimiliki
masyarakat untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan didalam tahapan proses
pembangunan, mulai dari awal perencanaan, pelaksanaan, pengawasan maupun pelestarian
[Link] masyarakat tidak hanya sebagai penerima fasilitas maupun manfaat tetapi
sebagai subjek pembangunan yang berkesinambungan.
Semakin tinggi partisipasi, maka semakin tinggi jumlah individu yang ikut terlibat di
dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan yang menyangkut kebutuhan
masyarakat. Semakin tinggi keterlibatan individu tersebut maka semakin tinggi pula rasa
tanggungjawab mereka untuk melaksanakan keputusan yang telah dihasilkan, dan
pembangunan akan menjadi semakin baik kedepannya. Pembangunan yang baik merupakan
hasil dari pengelolaan dana desa yang baik pula (Medianti 2018).Semakin intens partisipasi

213
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
masyarakat, maka pengelolaan dana desa semakin [Link] masyarakat yang
tinggi dalam pengelolaan dana desa akan menurunkan munculnya kesalahan.
4. Kompetensi Aparatur Desa
Pengertian dan arti kompetensi oleh Spencer dapat didefinisikan sebagai karakteristik
yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaannya
atau karakteristik dasar individu yang memiliki hubungan kausal atau sebagai sebab akibat
dengan kriteria yang dijadikan acuan, efektif atau berkinerja prima atau superior ditempat
kerja atau pada situasi tertentu (Moeheriono, 2014:5).Kompetensi terletak pada bagian dalam
setiap manusia dan selamanya ada pada kepribadian seseorang yang dapat memprediksikan
tingkah laku dan performansi secara luas pada semua situasi dan tugas pekerjaan.
Aparatur yang kompeten akan menghasilkan output yang baik yang sesuai dengan
prinsip akuntabilitas. Kompetensi yang baik akan meningkatkan aparatur desa dalam
memahami tata cara pengelolaan dana desa dan menerapkannya dengan baik, sehingga
pengelolaan dana desa menjadi semakin akuntabel. Apabila aparatur desa gagal dalam
memahami hal tersebut, maka akan berdampak pada kekeliruan laporan keuangan yang
dibuatnya dan ketidaksesuaian laporan dengan standar yang ditetapkan pemerintah, sehingga
mempengaruhi keputusan yang diambil selanjutnya serta belum mencerminkan pengelolaan
yang [Link] tinggi kompetensi aparatur desa, maka pengelolaan dana desa
semakin akuntabel. Kompetensi aparatur yang baik dan berkualitas akan memudahkan
pengelolaan dana desa dan tercapainya tujuan pemerintah.
5. Pemahaman Regulasi
Pemahaman regulasi merupakan pemahaman perangkat desa mengenai peraturan,
prosedur, dan kebijakan tentang keuangan desa. Peraturan yang tertera pada regulasi
pemerintah dalam akuntabilitas pengelolaan keuangan desa menjelaskan tindakan apa saja
yang boleh atau tidak dilakukan oleh pemerintah dalam mengindikasikan serangkaian strategi
untuk mencapai tujuan. Sedangkan kebijakan merupakan pernyataan umum sebagai pedoman
dalam pengambilan keputusan. Pemahaman regulasi akan berpengaruh terhadap peran
perangkat desa dalam akuntabilitas pengelolaan dana desa, karena adanya regulasi tentang
keuangan desa yang ditujukan untuk membantu perangkat desa dalam melaksanakan
perannya dalam hal ini untuk melakukan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Regulasi
ini berfungsi sebagai pedoman untuk memastikan apakah pelaksanaan keuangan desa telah
sesuai dengan tahapan-tahapan dan peraturan perundang undangan yang telah ditetapkan
(Kartikasari, 2012).

214
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
Artinya semakin mudah pemahaman regulasi perangkat desa, maka akuntabilitas
pemerintah desa dalam pengelolaan alokasi dana desa semakin [Link] regulasi
yang ada, dan pemahaman terhadap regulasi tersebut mampu memberikan kontribusi secara
nyata dalam mewujudkan pengelolaan keuangan desa dengan baik dan akuntabel.

Kerangka Pemikiran dan Hipotesis


1. Pengaruh Transparansi Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa
Penelitian yang dilaksanakan oleh Ramadan (2019), Rosyidi (2018) dan Ultafiah
(2017) juga menyatakan bahwa transparansi mempunyai pengaruh positif dan signifikan
terhadap akuntabilitas pemerintah desa dalam pengelolaan alokasi dana desa. Semakin tinggi
tingkat transparansi maka semakin baik pemerintah desa dalam pengelolaan alokasi dana
[Link] transparan pemerintah terhadap perencanaan pembangunan dan pengelolaan
keuangan, maka semakin mudah untuk mewujudkan pemerintahan yang [Link]
karena itu, berdasarkan pemikiran dan penelitian tersebut, dalam penelitian ini diperoleh
hipotesis.
H1: Transparansi berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.
2. Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Umaira & Adnan (2019), Mada et al. (2017)
dan, Aulia (2018) partisipasi masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap
akuntabilitas pengelolaan dana desa. Semakin intens partisipasi masyarakat, maka
pengelolaan dana desa semakin [Link] masyarakat yang tinggi dalam
pengelolaan dana desa akan menurunkan munculnya kesalahan. Oleh karena itu, berdasarkan
pemikiran dan penelitian tersebut, dalam penelitian ini diperoleh hipotesis.
H2: Partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.
3. Pengaruh Kompetensi Aparatur Desa Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa
Hasil penelitian Mada et al. (2017) menyatakan bahwa kompetensi sumber daya
manusia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi akuntabilitas pengelolaan dana
desa. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Medianti (2018) dan Rosyidi (2018),
kompetensi aparatur berpengaruh terhadap pengelolaan dana desa. Semakin tinggi
kompetensi aparatur desa, maka pengelolaan dana desa semakin akuntabel. Kompetensi
aparatur yang baik dan berkualitas akan memudahkan pengelolaan dana desa dan tercapainya
tujuan pemerintah. Oleh karena itu, berdasarkan pemikiran dan penelitian tersebut, dalam
penelitian ini diperoleh hipotesis.
H3: Kompetensi aparatur desa berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.

215
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
4. Pengaruh Pemahaman Regulasi Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sumarni (2019), Kharimah (2017) dan Elfin
(2019) pemahaman regulasi berpengaruh secara positif signifikan terhadap akuntabilitas
pengelolaan dana desa. Artinya semakin mudah pemahaman regulasi perangkat desa, maka
akuntabilitas pemerintah desa dalam pengelolaan alokasi dana desa semakin
[Link] regulasi yang ada, dan pemahaman terhadap regulasi tersebut mampu
memberikan kontribusi secara nyata dalam mewujudkan pengelolaan keuangan desa dengan
baik dan [Link] karena itu, berdasarkan pemikiran dan penelitian tersebut, dalam
penelitian ini diperoleh hipotesis.
H4: Pemahaman regulasi berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.

Model Penelitian
Berdasarkan tinjauan peneliti sebelumnya dan kajian teoritis maka model penelitian
digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1: Model Penelitian
Variabel Independen Variabel Dependen

Transparansi (X1)

Partisipasi Masyarakat (X2) Akuntabilitas


Pengelolaan
Kompetensi Aparatur Desa (X3) Dana Desa (Y)

Pemahaman regulasi (X4)

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel


Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa di Kabupaten
Padang Pariaman yang berjumlah 103 [Link] data dalam penelitian ini
menggunakan puposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pemerintah desa di
Kabupaten Padang Pariaman yang berjumlah 17 desa. Peneliti memilih sampel tersebut
karena untuk memperkecil populasi, menghemat tenaga, waktu dan biaya, dan karena ke-17
desa tersebut memiliki dana yang terbesar untuk masing-masing kecamatan. Dari setiap desa

216
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
akan diambil 6 responden yang memenuhi kriteria yang di tentukan yaitu kepala desa,
sekretaris desa, kaur keuangan, kaur tata usaha dan umum, kaur perencanaan, dan kasi
[Link] total responden dalam penelitian ini sebanyak 102 responden.

Jenis dan Sumber Data


Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu berupa
nilai atau skor atas jawaban yang diberikan oleh responden terhadap pertanyaan yang ada
dalam [Link] sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer. Menurut
Sugiyono (2012:193) sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data
kepada pengumpul data.

Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan dengan metode langsung, yaitu mendatangi secara
langsung para responden untuk menyerahkan atau mengumpulkan kembali kuesioner yang
telah disebar. Kuesioner berisi pernyataan-pernyataan yang akan dibagikan kepada kepada
kepala desa, sekretaris desa, kaur keuangan, kaur perencanaan, kaur pemerintahan, dan kaur
tata usaha dan umum di Kabupaten Padang Pariaman.

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel


Berikut tabel operasional variabel dalam penelitian ini :
Tabel 1: Operasional variabel dan pengukurannya
Variabel Definisi Indikator Pengukuran
Akuntabilitas Akuntabilitas pengelolaan dana desa - kejujuran dan Skala Likert
pengelolaan adalah kinerja aparatur pemerintah keterbukaan
dana desa (Y) desa di mulai dari perencanaan informasi,
hingga pengawasan kegiatan yang - kepatuhan dalam
menggunakan anggaran harus dapat pelaporan,
dipertanggungjawabkan dengan baik, - kesesuaian prosedur,
dimana pemerintah dan aparat desa - kecukupan informasi,
harus mempertanggungjawabkan dan - ketepatan
melaporkan setiap pelaksanaan penyampaian laporan
kegiatan secara tertib kepada
masyarakat maupun kepada jajaran
pemerintah diatasnya sesuai dengan
perundang-undangan(Riyanto,
2015).
Transparansi Transparansi berarti keterbukaan - adanya musyawarah Skala Likert
(X1) (openness) pemerintah dalam yang melibatkan
memberikan informasi yang terkait masyarakat,
dengan aktivitas pengelolaan sumber - keterbukaan proses
daya publik kepada pihak–pihak pengelolaan,
yang membutuhkan informasi. - keterbukaaninformas
Pemerintah berkewajiban i tentang dokumen

217
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
memberikan informasi keuangan dan pengelolaan
informasi lainnya yang akan keuangan desa.
digunakan untuk pengambilan
keputusan oleh pihak–pihak yang
berkepentingan
(Mardiasmo,2012:30).
Partisipasi Partisipasi masyarakat merupakan - pengambilan Skala Likert
masyarakat (X2) suatu hak yang dimiliki masyarakat keputusan,
untuk ikut andil dalam pengambilan - penyusunan
keputusan di dalam tahapan proses anggaran,
pembangunan, mulai dari awal - pelaksanaan
perencanaan, pelaksanaan, anggaran.
pengawasan maupun pelestarian
lingkungan. Disini masyarakat tidak
hanya sebagai penerima fasilitas
maupun manfaat tetapi sebagai
subjek pembangunan yang
berkesinambungan (Dewi et al.
2013).
Kompetensi Kompetensi oleh Spencer dapat - pengetahuan Skala Likert
pengelolaan didefinisikan sebagai karakteristik (knowledge),
dana desa (X3) yang mendasari seseorang berkaitan - keterampilan (skill),
dengan efektivitas kinerja individu - sikap (attitude)
dalam pekerjaannya atau
karakteristik dasar individu yang
memiliki hubungan kausal atau
sebagai sebab akibat dengan kriteria
yang dijadikan acuan, efektif atau
berkinerja prima atau superior
ditempat kerja atau pada situasi
tertentu (Moeheriono, 2014:5)
Pemahaman Pemahaman regulasi merupakan - ketersediaan, Skala Likert
regulasi (X4) pemahaman perangkat desa sosialisasi dan
mengenai peraturan, prosedur, dan pemahaman regulasi,
kebijakan tentang keuangan desa. - konsistensi dan
Peraturan yang tertera pada regulasi kemudahan
pemerintah dalam akuntabilitas pelaksanaan,
pengelolaan keuangan desa - respons dan
menjelaskan tindakan apa saja yang keterkaitan antar
boleh atau tidak dilakukan oleh regulasi.
pemerintah dalam mengindikasikan
serangkaian strategi untuk mencapai
tujuan (Kartikasari, 2012).

Metode Analisis Data


Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan menggunakan
regresi linear berganda dan moderate regression analysis (MRA) dengan bantuan perangkat
SPSS versi [Link] semua data dalam penelitian ini terkumpul, maka selanjutnya
dilakukan analisis data yang terdiri dari.

218
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
1. Statistik Deskriptif
2. Uji Kualitas Data
3. Uji Asumsi Klasik
4. Analisis Linear Berganda
5. Uji Koefisien Determinasi
6. Uji Hipotesis

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Statistik Deskriptif


Setelah lolos uji asumsi klasik, uji statistik deskriptif dilakukan untuk memberi
gambaran tentang suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, nilai
umum, dan nilai [Link] data dilakukan terhadap 97 jawaban responden yang
memenuhi kriteria untuk dilakukan pengolahan data. Data yang diolah merupakan hasil rata-
rata jawaban responden dari setiap variabel penelitian. Statistik deskriptif variabel penelitian
dapat dilihat dari tabel berikut.
Tabel 2: Statistik Deskriptif
Descriptive Statistiks
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
JAPDD 97 30 50 42.12 5.799
JT 97 18 30 24.63 3.601
JPM 97 18 30 24.33 3.412
JKAD 97 18 30 24.84 3.558
JPR 97 21 35 28.85 3.893
Valid N (listwise) 97
Sumber: Data olahan, 2021

Uji Reliabilitas
Metode yang digunakan adalah methode Alpha Cronbach. Suatu instrumen penelitian
dikatakan reliabel apabila nilai alpha > 0,60. Hasil pengujian reliabilitas pada setiap variabel
dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3:Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel Koefisien Alpha Keterangan
1. Akuntanbilitas Pengelolaan Dana Desa 0,928> 0,60 Reliabel
2. Transparansi 0,882> 0,60 Reliabel
3. Partisipasi Masyarakat 0,859> 0,60 Reliabel
4. Kompetensi Aparatur Desa 0,899> 0,60 Reliabel
5. Pemahaman Regulasi 0,903> 0,60 Reliabel
Sumber: Data olahan, 2021

219
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
Uji Analisis Regresi Berganda
Ringkasan hasil analisis regresi berganda dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4: Hasil Uji Regresi Linear Berganda


Coefficientsa
Unstandardized Coefficients
Model
B
(Constant) 0,175
Transparansi (X1) 0,241
1 Partisipasi Masyarakat (X2) 0,284
Kompetensi Aparatur Desa (X3) 0,218
Pemahaman Regulasi (X4) 0,241
Sumber : Data olahan, 2021

Tabel 4 menyajikan hasil analisis regresi berganda, didapatkan formulasi persamaan


regresi sebagai berikut.

Y = 0,175 + 0,241 X1 + 0,284 X2 + 0,218 X3 + 0,241 X4 + e.

Koefisien Determinasi (R2)


Nilai Adjusted R square yang diperoleh sebesar 0,841 yang menunjukkan bahwa
akuntabilitas pengelolaan dana desa yang terjadi pada sampel penelitian dipengaruhi oleh
transparansi, partisipasi masyarakat, kompetensi aparatur desa, dan pemahaman regulasi
sebesar 84,1% dan sisanya 15,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti dalam
penelitian ini. Ringkasan hasil Adjusted R square dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 5: Hasil Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model Adjusted R Square
1 .841
Sumber : Data olahan, 2021

Pembahasan
1. Pengaruh Transparansi Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa
Hipotesis pertama yaitu: transparansi berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan
dana desa. Hasil pengujian hipotesis pertama pada penelitian ini yaitu.
Tabel 6: Hasil Pengujian Hipotesis Pertama
Variabel Independen thitung ttabel Sig Keterangan
Transparansi(X1) 2,823 1,9861 0,006 Berpengaruh
Sumber: Data olahan, 2021

220
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
Dari tabel 6 dapat diketahui bahwathitung >ttabel (2,823>1,9861) dengan signifikansi
(0,006<0,05) dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima. Dengan demikian
hipotesis pertama menunjukkan bahwa transparansi berpengaruh secara signifikan terhadap
akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Padang Pariaman.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa transparansi merupakan salah satu hal
yang penting dilakukan oleh pemerintah desa dalam mengelola dana desa. Hal tersebut
didukung dengan jawaban responden yang banyak menjawab setuju dan sangat setuju pada
setiap item pertanyaan yang telah disediakan. Dalam pelaksanaan transparansi ini pemerintah
desa yang ada di Kabupaten Padang Pariaman juga menyediakan informasi-informasi penting
yang berkaitan dengan keuangan maupun non keuangan yang ditempel di papan
pengumuman desa maupun di papan baleho atau spanduk. Pemerintah desa juga selalu
terbuka dan tidak pernah menutup diri dalam penyediaan informasi mengenai pengelolaan
keuangan desa maupun informasi lain, karena pemerintah desa yang ada di Kabupaten
Padang Pariaman tersebut telah sadar secara penuh bahwa masyarakat mempunyai hak untuk
mengetahui tentang informasi keuangan desa.
Hasil penelitan ini sejalan dengan penelitian Ramadan (2019) yang menyatakan bahwa
transparansi mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dalam
pengelolaan dana desa yang akuntabel dan menurut Ultafiah (2017) salah satu unsur utama
dalam pengelolaan keuangan yang baik adalah dengan adanya transparansi. Berdasarkan
penjabaran diatas maka dapat disimpulkan bahwasanya semakin tinggi tingkat transparansi
pemerintah desa, maka pengelolaan dana desa semakin akuntabel.

2. Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana


Desa
Hipotesis kedua yaitu: partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap akuntabilitas
pengelolaan dana desa. Hasil pengujian hipotesis kedua pada penelitian ini yaitu.
Tabel 7: Hasil Pengujian Hipotesis Kedua
Variabel Independen thitung ttabel Sig Keterangan
Partisipasi Masyarakat(X2) 2,872 1,9861 0,005 Berpengaruh
Sumber: Data olahan, 2021
Dari tabel 7 dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 2,872 dengan nilai signifikan
sebesar 0,005 serta ttabel yang memiliki nilai 1,9861. Karena nilai thitung >ttabel (2,872>1,9861)
dengan signifikansi (0,005<0,05) dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua diterima. Dengan

221
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
demikian hipotesis kedua menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat berpengaruh secara
signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Padang Pariaman.
Hasil penelitian mengenai partisipasi atau keterlibatan masyarakat ini ditunjukkan oleh
pemerintah desa yang ada di Kabupaten Padang Pariaman dengan mengajak masyarakat
dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa. Hasil tanggapan responden juga
menyatakan bahwa desa-desa di Kabupaten Padang Pariaman masyarakatnya sudah terlibat
dalam pengambilan keputusan program-program desaserta masyarakat desa terlibat dalam
mengawasi pengelolaan anggaran dana desa. Oleh karena itu semakin meningkat partisipasi
masyarakat dalam hal keuangan desa, maka akan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan
dana desa.
Hasil penelitan ini juga sejalan dengan penelitian Medianti (2018), menyatakan bahwa
semakin tinggi keterlibatan masyarakat maka semakin tinggi pula rasa tanggungjawab
mereka untuk melaksanakan keputusan yang telah dihasilkan, dan pembangunan akan
menjadi semakin baik kedepannya, pembangunan suatu desa dikatakan baik apabila hasil dari
pengelolaan dana desa yang baik [Link] penjabaran diatas maka dapat
disimpulkan bahwasanya semakin intens partisipasi masyarakat, maka pengelolaan dana desa
semakin akuntabel.

3. Pengaruh Kompetensi Aparatur Desa Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana


Desa
Hipotesis ketiga yaitu: kompetensi aparatur desa berpengaruh terhadap akuntabilitas
pengelolaan dana desa. Hasil pengujian hipotesis ketiga pada penelitian ini yaitu.
Tabel 8: Hasil Pengujian Hipotesis ketiga
Variabel Independen thitung ttabel Sig Keterangan
Kompetensi Aparatur desa (X3) 2,383 1,9861 0,019 Berpengaruh
Sumber: Data olahan, 2021
Dari tabel 8 dapat diketahui bahwa thitung >ttabel (2,383>1,9861) dengan signifikansi
(0,019<0,05) dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga diterima. Dengan demikian hipotesis
ketiga menunjukkan bahwa kompetensi aparatur berpengaruh secara signifikan terhadap
akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Padang Pariaman.
Berdasarkan data penelitian dari hasil kuesioner yang ada, rata-rata aparat desa
memiliki tingkat pendidikan akhir D3 dan S1 sekitar 57% dan SMA sekitar 43%. Aparatur
desa yang ada di Kabupaten Padang Pariaman juga diharuskan untuk mengikuti
pelatihan/bimtek guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa/nagari contohnya

222
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
“Pelatihan Pengelolaan Keuangan Nagari Berbasis Aplikasi Siskeudes 2.0.3 tahun 2020”
yang wajib diikuti oleh Kaur Keuangan di setiap desa. Aparat desa yang ada di Kabupaten
Padang Pariaman juga telah memiliki keterampilan teknologi komputer dalam menjalankan
tugas sesuai jabatan seperti menggunakan aplikasi perkantoran ([Link] word&excel) dalam
pengolahan data.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Ariesta (2013), menyatakan bahwa
semakin tinggi kemampuan intelektual seorang aparat desa tentunya orang tersebut akan
lebih memahami aturan, pola atau format tertentu yang sudah dibakukan, sehingga laporan
yang ada dapat dipresentasikan dengan baik. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat
dilihat dari latar belakang pendidikan, pelatihan yang pernah diikuti, keterampilan yang
dinyatakan dalam pelaksanaan tugas dan deskripsi [Link] penjabaran diatas
maka dapat disimpulkan bahwasanya semakin kompeten aparat pengelola dana desa, maka
pengelolaan dana desa semakin akuntabel.

4. Pengaruh Pemahaman Regulasi Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa


Hipotesis keempat yaitu: pemahaman regulasi berpengaruh terhadap akuntabilitas
pengelolaan dana desa. Hasil pengujian hipotesis keempat pada penelitian ini yaitu.
Tabel 9: Hasil Pengujian Hipotesis Keempat
Variabel Independen thitung ttabel Sig Keterangan
Kompetensi aparatur desa(X4) 2,718 1,9861 0,008 Berpengaruh
Sumber: Data olahan, 2021
Dari tabel 9 dapat diketahui bahwa thitung >ttabel (2,718>1,9861) dengan signifikansi
(0,008<0,05) dapat disimpulkan bahwa hipotesis keempat diterima. Dengan demikian
hipotesis keempat menunjukkan bahwa pemahaman regulasi berpengaruh secara signifikan
terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Padang Pariaman.
Berdasarkan tanggapan responden bahwa di desa-desa yang ada di Kabupaten Padang
Pariaman telah tersedianya regulasi beserta sosialisasi regulasi dari pusat dan daerah yang
berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa. Regulasi yang dijadikan acuan dalam
pengelolaan dana desa/nagari di Kabupaten Padang Pariaman diantaranya yang di keluarkan
oleh pemerintah pusat yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2018 tentang
Pengelolaan Dana desa. Selain itu juga terdapat regulasi yang di keluarkan pemerintah daerah
untuk memudahkan pelaksanaan pengelolaan dana desa yaitu Peraturan Bupati Padang
Pariaman nomor 19 tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Nagari. Aparatur

223
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
desa juga telah memahami regulasi terkait dan dapat di jadikan pedoman dalam pengelolaan
keuangan desa.
Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Sumarni (2019)pemahaman regulasi
berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Hal ini menunjukkan
bahwa ketersediaan regulasi mampu memberikan kontribusi secara nyata dalam mewujudkan
pengelolaan keuangan desa dengan baik. Berdasarkan penjabaran diatas maka dapat
disimpulkan bahwasanya semakin tinggi tingkat pemahaman regulasi aparat desa, maka
pengelolaan dana desa semakin akuntabel.

KESIMPULAN

Implikasi
Transparansi berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Salah satu
unsur utama dalam pengelolaan keuangan yang baik adalah dengan adanya transparansi.
Transparansi mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dalam
pengelolaan dana desa yang [Link] semakin tinggi tingkat transparansi
pemerintah desa, maka pengelolaan dana desa semakin akuntabel.
Partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Semakin tinggi keterlibatan masyarakat maka semakin tinggi pula rasa tanggungjawab
mereka untuk melaksanakan keputusan yang telah dihasilkan, dan pembangunan akan
menjadi semakin baik kedepannya, pembangunan suatu desa dikatakan baik apabila hasil dari
pengelolaan dana desa yang baik pula. Artinya semakin intens partisipasi masyarakat, maka
pengelolaan dana desa semakin akuntabel.
Kompetensi aparatur desa berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Semakin tinggi kemampuan intelektual seorang aparat desa tentunya orang tersebut akan
lebih memahami aturan, pola atau format tertentu yang sudah dibakukan, sehingga laporan
yang ada dapat dipresentasikan dengan baik. Artinya semakin kompeten aparatur desa, maka
pengelolaan dana desa semakin akuntabel.
Pemahaman regulasi berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Hal
ini menunjukkan bahwa ketersediaan regulasi mampu memberikan kontribusi secara nyata
dalam mewujudkan pengelolaan keuangan desa dengan baik. Artinya semakin tinggi tingkat
pemahaman regulasi aparat desa, maka pengelolaan dana desa semakin akuntabel.

Keterbatasan
Penelitian ini hanya menggunakan objek penelitian pada aparat pemerintah desa yang
ada di Kabupaten Padang Pariaman saja, sehingga belum memberikan gambaran yang lebih

224
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
jelas maupun mampu menggeneralisasi keadaan pada daerah [Link] ini juga
hanya menggunakan empat variabel independen, yaitu transparansi, partisipasi masyarakat,
kompetensi aparatur desa dan pemahaman regulasi. Sementara itu, masih banyak variabel
lain yang memungkinkan berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.

DAFTAR PUSTAKA
Ardiyanti, R. (2019). Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat Dalam
Pengelolaan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Pada Desa Woro
Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang. In Universitas Islam Negeri Walisongo
Semarang.

Banga, W. (2017). Administrasi Keuangan Negara Dan Daerah : Konsep, Teori, Dan
Fenomena Di Era Otonomi Daerah. Ghalia Indonesia.

Petunjuk pelaksanaan bimbingan dan konsultasi pengelolaan keuangan desa, Badan


Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 1 (2015).

Chomariyah, Ariyanto, B., & Hudi, N. (2016). Keuangan Desa Pesisir (Hukum dan Konsep
Akuntabilitas Pengelolaan Berbasis Partisipatif). In Inteligensia Media.

Dewi, Fandeli, & Baiquni. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi
Masyarakat Lokal di Desa Wisata Jatiluwih. Jurnal Kawistara, 3.

Edison, E., Anwar, Y., & Imas, K. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Inteligensia
Media.

Elfin. (2019). Pengaruh Kompetensi Aparatur Desa, Komitmen pada Tugas dan Regulasi
terhadap Pengelolaan Keuangan Desa di Kabupaten Bombana. Jurnal Progres Ekonomi
Pembangunan (JPEP), 4(2), 68–86.

Idris, A., & Konadi, W. (2012). Pengaruh Regulasi dan Ketersediaan Anggaran terhadap
Kinerja Pelayanan Aparatur SKPD dan Implikasinya pada Kualitas Pelayanan Publik di
Provinsi Aceh. Jurnal Kebangsaan, 1(1), 11–21.

Kartikasari, D. (2012). Pengaruh Personal Background, Political Background, Pemahaman


Regulasi terhadap Peran Anggota DPRD dalam Pengawasan Keuangan Daerah (Studi
Kasus pada DPRD Kabupaten Boyolali). Accounting Analysis Journal, 1(1), 12–19.
[Link]

Permendagri No. 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi
Pemerintahan di Indonesia, Berita Negara Republik Indonesia 1 (2017).
[Link] Jawa Tengah
fix/page/n27/mode/2up

Mada, S., Kalangi, L., & Gamaliel, H. (2017). Pengaruh Kompetensi Aparat Pengelola Dana
Desa, Komitmen Organisasi Pemerintah Desa, dan Partisipasi Masyarakat Terhadap

225
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita
Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Di Kabupaten Gorontalo. Jurnal Riset Akuntansi
Dan Auditing “Goodwill,”8(2), 106–115. [Link]

Mahmudi. (2011). Akuntansi Sektor Publik. UII.

Mardiasmo. (2012). Otonomi Daerah dan Manajemen Keuangan Daerah. Andi.

Mardiasmo. (2017). Akuntansi Sektor Publik. Andi.

Permendagri No 20 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa, 72 Physical Review B


1 (2018). [Link] No.20 TH
2018+[Link]

Buku Saku Dana Desa, Kementerian Keuangan Republik Indonesia 1 (2017).

Moeheriono. (2014). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Rajagrafindo Persada.

Raharjo, N. D. (2018). Pengaruh Moderasi Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi


terhadap Hubungan Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintah, Partisipasi Penyusunan
Anggaran dan Kinerja Aparat Pemerintah Daerah. Akuntansi, 5, 159–173.

Ramadan, S. W. (2019). Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Transparansi, dan


Pemanfaatan Teknologi Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa.

Redaksi. (2019). Melirik Permainan Wali Nagari Sikucua Utara Kelola Dana ADD.
Reportase Investigasi. [Link]
sikucua-utara-kelola-dana-add/

Rivai, V., & Sagala, E. J. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Peursahaan dari
Teori ke Praktik. PT Raja Grafindo.

Setiana, N. D., & Yuliani, N. L. (2017). Pengaruh Pemahaman dan Peran Perangkat Desa
Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Pada Desa se-Kecamatan
Mungkid). Urecol (University Research Colloquium, April, 205–210.
[Link]

Solekhan, M. (2014). Penyelenggaraan Pemerintah Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat.


Setara Press.

Sukmawati, F., & Nurfitriani, A. (2019). Pengaruh Transparansi dan Akuntabilitas terhadap
Pengelolaan Keuangan Desa ( Studi pada Pemerintah Desa di Kabupaten Garut ). Jurnal
Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, Dan UMKM, 2(1), 52–66.

Sumarni. (2019). Pengaruh Pemahaman Dan Peran Perangkat Desa Terhadap Akuntabilitas
Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus Pada Desa Di Kecamatan Tempel, Godean,
Minggir, Gamping, Seyegan Kabupaten Sleman).

Ultafiah, W. (2017). Pengaruh Akuntabilitas, transparansi dan Partisipasi terhadap


pengelolaan Dana Desa untuk mewujudkan Good Governance pada desa di Kecamatan
Merapi Barat, Kabupaten Lahat. In Universitas Muhammadiyah Palembang.

226
Jurnal Al-Iqtishad Vol. 17 No. 2 Tahun 2021 Fajri, Restu, & Julita

Umaira, S., & Adnan. (2019). Pengaruh Partisipasi Masyarakat, Kompetensi Sumber Daya
Manusia, Dan Pengawasan Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus
Pada Kabupaten Aceh Barat Daya). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi, 4(3),
471–481. [Link]

Wahyu, K. P. (2014). Pengaruh Pengelolaan Dana Desa, Komitmen Organisasi Pemerintah


Desa, Partisipasi Masyarakat, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap
Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Bantul. Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta.

Widyatama, A., Novita, L., & Diarespati, D. (2017). Pengaruh Kompetensi Dan Sistem
Pengendalian Internal Terhadap Akuntabilitas Pemerintah Desa Dalam Mengelola
Alokasi Dana Desa (Add). Berkala Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 2(2), 1–20.
[Link]

227

Anda mungkin juga menyukai