Analisis Perubahan Lahan Sawah Malang
Analisis Perubahan Lahan Sawah Malang
Abstrak
Penelitian berjudul “ANALISIS GEOSPASIAL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SAWAH
DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE” bertujuan untuk menganalisis
perubahan lahan sawah di Kota Malang selama 2018-2023 dan membandingkan performa metode
Support Vector Machine (SVM) serta Random Forest (RF) dalam klasifikasi citra satelit. Data Sentinel-
2 diolah menggunakan pendekatan klasifikasi terbimbing untuk menghasilkan peta tutupan lahan, yang
kemudian dianalisis secara multitemporal menggunakan teknik change detection. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa metode RF memiliki performa lebih tinggi dibandingkan SVM, dengan rata-rata
overall accuracy sebesar 90.2% dan kappa coefficient 0.85. Tren perubahan lahan menunjukkan
penurunan terbesar pada 2018-2019 dengan Kecamatan Kedungkandang sebagai penyumbang utama,
sementara jenis penggunaan lahan yang paling banyak menggantikan sawah adalah vegetasi lain
(67.74%) dan pemukiman (31.38%). Laju penurunan sawah tertinggi mencapai 25.42% per tahun pada
2018-2019, sedangkan peningkatan sebesar 0.97% per tahun terjadi pada 2021-2022. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa Google Earth Engine merupakan platform yang efektif untuk analisis geospasial,
dan perubahan lahan sawah di Kota Malang sebagian besar dipengaruhi oleh alih fungsi menjadi
vegetasi lain dan pemukiman.
Kata kunci: Analisis Geospasial, Random Forest, SVM, Change Detection, Multitemporal, Google
Earth Engine
Abstract
The study titled “GEOSPATIAL ANALYSIS OF PADDY FIELD LAND USE CHANGES IN MALANG
CITY USING GOOGLE EARTH ENGINE” aims to analyze the changes in rice field land in Malang
City from 2018 to 2023 and compare the performance of the Support Vector Machine (SVM) and
Random Forest (RF) methods in satellite image classification. Sentinel-2 data were processed using a
supervised classification approach to produce land cover maps, which were then analyzed
multitemporally using change detection techniques. The findings indicate that the RF method
outperforms the SVM method, achieving an average overall accuracy of 90.2% and a kappa coefficient
of 0.85. The land change trends show the largest decline occurred in 2018-2019, with Kedungkandang
District being the primary contributor, while the most common land uses replacing rice fields were other
vegetation (67.74%) and settlements (31.38%). The highest annual rate of rice field loss was 25.42% in
2018-2019, while the lowest rate, representing an increase of 0.97% per year, occurred in 2021-2022.
The study concludes that Google Earth Engine is an effective platform for geospatial analysis, with rice
field changes in Malang City largely driven by conversions into other vegetation and settlements.
Keywords: Geospatial Analysis, Random Forest, SVM, Change Detection, Multitemporal, Google
Earth Engine
industrialisasi telah mendorong konversi lahan
1. PENDAHULUAN pertanian, terutama lahan sawah, menjadi
Perubahan tata guna lahan merupakan kawasan permukiman, industri, dan fasilitas
fenomena kompleks yang semakin intensif umum lainnya. Data sektoral dari Satu Data
terjadi di kawasan perkotaan, termasuk Kota Malang mencatat bahwa dari tahun 2021-2023
Malang. Dinamika pertumbuhan penduduk, terjadi penurunan luas lahan sawah di Kota
urbanisasi yang cepat, dan tuntutan Malang dari 995 hektare menjadi 985 hektare
perubahan luas area lahan sawah dari tahun 2018 algoritma SVM dan Random Forest.
hingga 2023. Selain itu, analisis ini akan
mengidentifikasi jenis penggunaan lahan yang 2.2 LULC
paling banyak menggantikan lahan sawah, Fresco dan MCconnel menjabarkan bahwa
memberikan wawasan tentang pola konversi land use mengacu pada tujuan penggunaan
lahan yang terjadi. Selanjutnya, penelitian ini tutupan lahan oleh manusia yang dipengaruhi
juga akan menghitung laju perubahan lahan dampak aktivitas mereka dengan berfokus pada
sawah menjadi lahan terbangun atau jenis sisi ekonomi dan sosial (Wang et al., 2023).
penggunaan lahan lainnya per tahun, yang dapat Sementara Gregorio dan Jansen menyatakan
membantu dalam memahami kecepatan bahwa land cover mengacu pada berbagai jenis
transformasi lahan di daerah tersebut. Dengan tutupan biologis atau fisik di permukaan bumi,
mengintegrasikan teknologi geospasial dan terutama pada sifat alami lahan, seperti hutan,
metodologi klasifikasi yang tepat, hasil padang rumput, lahan terbangun, dan yang
penelitian ini diharapkan dapat memberikan lainnya (Wang et al., 2023). Klasifikasi LULC
wawasan baru yang bermanfaat dalam dipahami sebagai proses penunjukan kelas
pengambilan kebijakan dan perencanaan tata tutupan lahan menjadi piksel dan
ruang yang berkelanjutan, serta mendukung mengkategorikannya (Alshari and Gawali,
upaya menjaga ketahanan pangan dan kualitas 2021).
lingkungan di Kota Malang.
Research Question dari penelitian ini 2.3 Analisis Geospasial
meliputi :
1. Bagaimana perbandingan metode SVM Analisis geospasial adalah proses yang
dan Random Forest untuk klasifikasi terbimbing dikaitkan dengan lokasi atau area geografis
lahan sawah di Kota Malang? tertentu, meliputi pengumpulan, penampilan,
2. Bagaimana tren perubahan luas area manipulasi, dan interpretasi data geografis, serta
lahan sawah di Kota Malang dari 2018-2023? dapat menggunakan teknologi Sistem Informasi
3. Jenis penggunaan lahan apa yang paling Geografis serta alat statistik dan spasial untuk
banyak menggantikan lahan sawah di Kota mendukung pengambilan keputusan yang akurat
Malang? di berbagai bidang (Basuki et al., 2023). Analisis
4. Berapa laju perubahan lahan sawah geospasial juga dipahami sebagai proses dimana
menjadi lahan terbangun atau jenis penggunaan peneliti mengubah data geospasial menjadi
lahan lainnya per tahun? informasi geospasial yang prosesnya dapat
berupa transformasi, manipulasi, dan kumpulan
2. TINJAUAN PUSTAKA metode yang diterapkan pada data tersebut, guna
memberikan nilai tambah dan mengungkapkan
2.1 Penelitian Terdahulu pola serta anomali yang sebelumnya tidak
terlihat dengan jelas (Ramdani, 2021a). Tujan
Berdasarkan penelitian sebelumnya,
analisis geospasial menurut Fatwa Ramdani
algoritma SVM dan Random Forest sering
adalah menemukan hubungan antara fitur-fitur
digunakan dalam klasifikasi tutupan lahan
geografis di permukaan bumi dan
karena keduanya menunjukkan kinerja yang
menggambarkan fenomena yang terjadi
unggul. SVM terbukti lebih baik dibandingkan
(Ramdani, 2017).
algoritma lain seperti KLR dan NBT dalam
studinya (Tariq et al., 2023), sementara Random 2.4 Data Geospasial
Forest memiliki akurasi yang lebih tinggi
dibandingkan CART dan SVM (Zafar et al., Data spasial dan geospasial memiliki
2024). Selain itu, indikator Kappa Coefficient pengertian yang sama, yakni data yang
dan Overall Accuracy umum digunakan untuk direpresentasikan secara numerik melalui sistem
menilai kualitas klasifikasi (Zafar et al., 2024). koordinat untuk menggambarkan objek atau
Penelitian ini mengembangkan pendekatan lokasi di permukaan bumi dalam suatu sistem
yang berbeda dengan fokus pada klasifikasi tertentu (Basuki et al., 2023). Data spasial
lahan sawah di Kota Malang. Data yang merujuk pada konteks keruangan yang lebih
digunakan berasal dari citra satelit Sentinel-2, luas, sementara data geospasial berfokus pada
dianalisis menggunakan platform Google Earth lokasi kebumian. Model data geospasial ada 2,
Engine, dan membandingkan efektivitas yaitu data raster dan data vektor. Data raster
terdiri dari piksel yang tersusun atas baris dan
grid, serta setiap selnya mempunyai nilai yang Earth Engine. Sentinel-2 diluncurkan guna
merepresentasikan sebuah informasi, sementara memantau kondisi permukaan bumi, sehingga
data vektor merepresentasikan informasi dalam dapat memberikan informasi kondisi bumi
bentuk titik, garis, dan poligon (Ramdani, 2017). terupdate untuk aplikasi lingkungan dan
Analisis geospasial yang dilakukan pada data keamanan (Semedi et al., 2021). Dalam hal land
raster didasarkan pada nilai-nilai yang terdapat monitoring, Sentinel-2 didesain agar bisa
dalam baris dan kolom dari sel-sel dalam sebuah digunakan, salah satunya dalam agro-
citra (Ramdani, 2017). environmental monitoring, dimana high level
products yang dihasilkan pengguna dari data
2.5 Citra Satelit satelit ini akan menyediakan parameter yang
Citra satelit merupakan gambaran dua mencirikan vegetasi, energy budget, dan siklus
dimensi dari suatu objek di dunia nyata, yang air (Anon., 2024). Pech-May dalam kesimpulan
didapatkan dari pantulan pancaran radiasi penelitiannya menyatakan bahwa Sentinel-2
elektomagnetik (Semedi et al., 2021). Citra punya karakteristik yang memungkinkan dalam
satelit dalam bidang geospasial adalah satelit klasifikasi penggunaan lahan, deteksi tanaman,
observasi bumi, seperti LANDSAT, MODIS, dan bidang penelitian yang lainnya (Pech-May et
SENTINEL, SPOT, ALOS, IKONOS, al., 2022).
QUICKBIRD, dan lain-lain. Akuisisi data dari
2.8 Supervised Classification
citra satelit observasi bumi menggunakan remote
sensing menghasilkan data geospasial berupa Supervised classification dapat dipahami
data raster (Ramdani, 2017). sebagai proses ekstraksi informasi tutupan dan
penggunaan lahan dari data citra satelit dengan
2.6 Google Earth Engine pendekatan machine learning, dimana diberikan
Google Earth Engine atau GEE merupakan data latih kepada mesin untuk dianalisis secara
sebuah aplikasi geokomputasi awan yang otomatis dan menyeluruh tentang informasi
menyediakan kemampuan mengelola data citra tutupan dan penggunaan lahan yang terdapat
satelit dalam struktur data raster (Ramdani, pada area studi (Ramdani, 2021a). Supervised
2021b). Plaform Google Earth Engine sangat classification memiliki banyak metode yang bisa
membantu untuk meningkatkan efisiensi diterapkan, seperti Maximum Likelihood
komputasi dan membuat pemetaan tanaman Classification (MLC), Support Vector Machine
skala besar lebih praktis (Liu et al., 2020). (SVM), Random Forest, Decision Tree
Chiranjit Singha dan Kishore Chandra Swain Classification, dan Neural Network
memanfaatkan GEE cloud untuk memantau Classification (Rusydi and Masitoh, 2023).
pertumbuhan tanaman padi menggunakan Zhang dalam penelitiannya, mengusukan sebuah
machine learning models dan menghasilkan framework pemetaan phenology-assisted
temuan bahwa model regresi serta klasifikasi supervised paddy rice (PSPR) yang fleksibel
machine learning mampu meningkatkan prediksi pada Google Earth Engine (Zhang, Zhang and
untuk sistem pengambilan keputusan yang lebih Tian, 2023). Hossein Shafizadeh-Moghadam
baik dengan mengidentifikasi informasi fenologi dalam kesimpulan penelitiannya terkait LULC
tanaman secara tepat (Singha and Swain, 2023). menyatakan bahwa multi-resolution
GEE juga digunakan dalam penelitian segmentation dan teknik feature selection
Venkatappa tentang dampak dari kekeringan dan direkomendasikan untuk penelitian mendatang
banjir terhadap croplands dan crop production (Shafizadeh-Moghadam et al., 2021). Penelitian
di Asia Tenggara yang menghasilkan Arpitha menyimpulkan bahwa keefektifan dari
kesimpulan bahwa dataset lingkungan bisa klasifikasi menggunakan metode Random
dengan mudah diakses dengan murah bahkan Forest, SVM, dan CART sudah teruji (Arpitha,
tanpa biaya, sehingga pemerintah bisa Ahmed and Harishnaika, 2023). Penelitian
memanfaatkan data dan teknologi ini untuk (Chowdhury, 2024) menunjukkan bahwa
decision making yang berkelanjutan di meskipun metode SVM memiliki performa lebih
wilayahnya (Venkatappa et al., 2021). baik dibanding metode lainnya, pada area studi
kota Dhaka akurasinya lebih rendah dari
2.7 Citra Satelit Sentinel-2 Random Forest , sehingga metode klasifikasi
terbimbing untuk area studi kota Malang perlu
Dataset Citra Satelit Sentinel-2 dapat untuk diteliti.
diakses dengan mudah melalui platform Google
Rata-Rata 0 .7 9 7 0 .8 6 0 .8 5 8 0 .9 0 2
5.3. Jenis Penggunaan Lahan yang Gambar 22. Perubahan Lawah Menjadi Jenis Lain
Menggantikan Sawah 2020-2021
1. Jenis Pengganti Sawah 2018-2019
Grafik pada Gambar 22 menunjukkan jenis
perubahan lahan sawah pada 2020-2021
menjadi Vegetasi lain sebanyak 175,59 hektare.
Pemukiman sebanyak 90,91 hektare. Air
sebanyak 0,84 hektare. Lahan terbangun lain
sebanyak 0,14 hektare.
4. Jenis Pengganti Sawah 2021-2022
sebanyak 0,33 hektare. lahan sawah tiap tahun pada Gambar 4.9. Dapat
5. Jenis Pengganti Sawah 2022-2023 diketahui bahwa pada 2018-2019 terjadi laju
perubahan secara negatif sebanyak 25.42% per
tahun. Pada 2019-2020 terjadi laju perubahan
positif sebanyak 8.43% per tahun. Pada 2020-
2021 terjadi laju perubahan positif sebanyak
5.92% per tahun. Pada 2021-2022 terjadi laju
perubahan positif sebanyak 0.97%. Pada 2022-
2023 terjadi laju perubahan negatif sebanyak
12,11% per tahun.
Gambar 24. Perubahan Lawah Menjadi Jenis Lain 6. KESIMPULAN DAN SARAN
2022-2023
6.1. Kesimpulan
Grafik pada Gambar 5.6 menunjukkan jenis
perubahan lahan sawah pada 2022-2023 Penelitian ini menghasilkan kesimpulan
menjadi Vegetasi lain sebanyak 287,95 hektare. sebagai berikut:
Pemukiman sebanyak 153,39 hektare. Air 1. Metode Random Forest memiliki tingkat
sebanyak 3,59 hektare. Lahan terbangun lain akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode
sebanyak 2,02 hektare. SVM. Random Forest mencapai rata-rata overall
accuracy sebesar 90.2% dan nilai rata-rata kappa
5. Jenis Pengganti Sawah 2018-2023 coefficient sebesar 0.85, menunjukkan bahwa
metode ini lebih andal untuk klasifikasi lahan
Tabel 2. Presentase Jenis Perubahan Lahan Sawah sawah di Kota Malang.
per Tahun 2. Tren perubahan luas area lahan sawah di Kota
Malang dari tahun 2018 hingga 2023
Presentase Jenis Perubahan Sawah per Tahun
Tahun Lahan Terbangun
menunjukkan penurunan signifikan, terutama
Pemukiman Air Vegetasi Lain
Lain
pada periode 2018-2019. Kecamatan
2018-2019 28.51% 0.41% 1.20% 69.88%
2019-2020 29.70% 0.16% 0.39% 69.75%
Kedungkandang menjadi penyumbang utama
2020-2021 33.99% 0.06% 0.31% 65.64% penurunan luas sawah pada periode tersebut.
2021-2022 30.38% 0.09% 0.54% 68.99% 3. Jenis penggunaan lahan yang paling banyak
2022-2023 34.32% 0.45% 0.80% 64.42% menggantikan lahan sawah di Kota Malang
Rata-Rata 31.38% 0.23% 0.65% 67.74%
adalah:
• Vegetasi Lain sebesar 67.74%,
Tabel 2 menunjukkan bahwa perubahan • Pemukiman sebesar 31.38%,
jenis sawah paling banyak adalah menjadi • Air sebesar 0.65%, dan
Vegetasi Lain dengan rata-rata presentase • Lahan terbangun lain sebesar 0.23%.
67.74%. Jenis Lahan yang menggantikan sawah 4. Laju perubahan lahan sawah per tahun
kedua adalah Pemukiman dengan presentase tertinggi terjadi pada periode 2018-2019, dengan
rata-rata 31.38%. Ketiga adalah Air dengan rata- penurunan sebesar 25.42% per tahun.
rata presentase 0.65%. Terakhir adalah Lahan Sebaliknya, laju perubahan terendah berupa
terbangun lain dengan rata-rata presentase peningkatan luas sawah sebesar 0.97% per tahun
0.23%. terjadi pada periode 2021-2022.
menambahkan jumlah data latih untuk algoritma using machine learning algorithms in google
machine learningnya. Selain itu, jenis citra yang earth engine. Earth Science Informatics, [online]
beragam juga disarankan agar bisa 16(4), pp.3057–3073.
membandingkan hasil klasifikasi masing- [Link]
masing citra satelit. Basuki, Apriyeni, B.A.R., Purnamasari, I.,
Rachman, H.A., Rahman, F.A. and Mubarokah,
7. DAFTAR PUSTAKA N., 2023. Pengantar Informasi Geospasial.
Ahmed, R., Ahmad, S.T., Wani, G.F., Ahmed, Tahta Media Group.
P., Mir, A.A. and Singh, A., 2022. Analysis of Chowdhury, M.S., 2024. Comparison of
landuse and landcover changes in Kashmir accuracy and reliability of random forest,
valley, India—A review. GeoJournal, [online] support vector machine, artificial neural network
87(5), pp.4391–4403. and maximum likelihood method in land
[Link] use/cover classification of urban setting.
Alshari, E.A. and Gawali, B.W., 2021. Environmental Challenges, [online] 14(October
Development of classification system for LULC 2023), p.100800.
using remote sensing and GIS. Global [Link]
Transitions Proceedings, [online] 2(1), pp.8–17. Floreano, I.X. and de Moraes, L.A.F., 2021.
[Link] Land use/land cover (LULC) analysis (2009–
Angraini, F., Selpiyanti, S. and Walid, A., 2020. 2019) with Google Earth Engine and 2030
Dampak Alih Fungsi Lahan Sawah Menjadi Non prediction using Markov-CA in the Rondônia
Pertanian Mengakibatkan Ancaman Degradasi State, Brazil. Environmental Monitoring and
Lingkungan. JURNAL SWARNABHUMI : Assessment, [online] 193(4), pp.1–17.
Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi, [Link]
5(2), p.36. Guo, Y., Jia, X. and Paull, D., 2018. Effective
[Link] Sequential Classifier Training for SVM-Based
1. Multitemporal Remote Sensing Image
Anon. 2021. Luas Lahan Sawah Menurut Classification. IEEE Transactions on Image
Kecamatan dan Jenis Pengairan di Kota Malang Processing, 27(6), pp.3036–3048.
(Hektar (ha)). [online] BPS Kota Malang. [Link]
Available at: Hemati, M., Hasanlou, M., Mahdianpari, M. and
<[Link] Mohammadimanesh, F., 2021. A systematic
table/2/MTcwIzI=/luas-lahan-sawah-menurut- review of landsat data for change detection
kecamatan-dan-jenis-pengairan-di-kota- applications: 50 years of monitoring the earth.
[Link]> [Accessed 26 September 2024]. Remote Sensing, 13(15).
Anon. 2023. Laporan Akhir Analisis Pola [Link]
Konsumsi Pangan Kota Malang – Provinsi Jawa Jin, W., Li, H., Wang, J., Zhao, L., Li, X., Fan,
Timur Tahun 2023. [online] Malang. Available W. and Chen, J., 2023. Continuous remote
at: <[Link] sensing ecological index (CRSEI): A novel
content/uploads/sites/15/2024/04/Laporan- approach for multitemporal monitoring of eco-
Akhir-Analisa-Pola-Konsumsi-Pangan-Kota- environmental changes on large scale.
[Link]>. Ecological Indicators, [online] 154(July),
Anon. 2024. Produksi Padi di Kota Malang, p.110739.
Jawa Timur, dan Indonesia. [online] Badan [Link]
Pusat Statistik Kota Malang. Available at: Li, J. and Wang, L., 2020. Forest Type
<[Link] Classification with Multitemporal Sentinel-2
table/2/NDkzIzI=/produksi-padi-di-kota- Data. Proceedings - IEEE Congress on
[Link]> Cybermatics: 2020 IEEE International
[Accessed 26 September 2024]. Conferences on Internet of Things, iThings 2020,
Anon. 2024. Sentinel-2 Applications. [online] IEEE Green Computing and Communications,
Sentiwiki. Available at: GreenCom 2020, IEEE Cyber, Physical and
<[Link] Social Computing, CPSCom 2020 and IEEE
applications> [Accessed 30 September 2024]. Smart Data, SmartD, pp.498–504.
Arpitha, M., Ahmed, S.A. and Harishnaika, N., [Link]
2023. Land use and land cover classification CPSCom-SmartData-
Cybermatics50389.2020.00091.
Liu, X., Zhai, H., Shen, Y., Lou, B., Jiang, C., BERBASIS RUANG. Kabupaten Banyumas: CV.
Li, T., Hussain, S.B. and Shen, G., 2020. Large- Pena Persada. p.38.
Scale Crop Mapping from Multisource Remote Ramdani, D.F., 2021b. Konsep Dasar GEE. In:
Sensing Images in Google Earth Engine. IEEE Google Earth Engine Metode, Teknik, dan
Journal of Selected Topics in Applied Earth Aplikasi. Malang: UB Press. p.1.
Observations and Remote Sensing, 13, pp.414– Rusydi, A.N. and Masitoh, F., 2023. Teknologi
427. Pengindraan Jauh untuk Pengelolaan
[Link] Lingkungan Perairan. Malang: UB Press.
Meng, L., Li, Y., Shen, R., Zheng, Y., Pan, B., Saini, P. and Nagpal, B., 2024. Spatiotemporal
Yuan, W., Li, J. and Zhuo, L., 2024. Large-scale Landsat-Sentinel-2 satellite imagery-based
and high-resolution paddy rice intensity Hybrid Deep Neural network for paddy crop
mapping using downscaling and phenology- prediction using Google Earth engine. Advances
based algorithms on Google Earth Engine. in Space Research, [online] 73(10), pp.4988–
International Journal of Applied Earth 5004. [Link]
Observation and Geoinformation, [online] SatuDataKotaMalang, 2024. S. [online] Satu
128(October 2023), p.103725. Data Kota Malang. Available at:
[Link] <[Link]
Nasiri, V., Deljouei, A., Moradi, F., Seyed bidang=Pertanian> [Accessed 3 September
Mohammad Moein, S. and Borz, and S.A., 2024].
2022. Land Use and Land Cover Mapping Using Semedi, B., Rijal, S.S., Sambah, A.B. and
Sentinel-2 , Landsat-8 Two Composition Isdianto, A., 2021. Pengantar Penginderaan
Methods. Remote Sens., 14(9), p.1977. Jauh Kelautan. Malang: UB Press.
Nugroho, B.A., Dhonanto, D. and Darma, S., Shafizadeh-Moghadam, H., Khazaei, M.,
2024. Analisis Pola Perubahan Lahan Sawah Alavipanah, S.K. and Weng, Q., 2021. Google
Menggunakan Sistem Informasi Geografis Earth Engine for large-scale land use and land
(Studi Kasus: Kelurahan Makroman, cover mapping: an object-based classification
Samarinda). Jurnal Tanah dan Sumberdaya approach using spectral, textural and
Lahan, 11(2), pp.309–317. topographical factors. GIScience and Remote
[Link] Sensing, [online] 58(6), pp.914–928.
Pech-May, F., Aquino-Santos, R., Rios-Toledo, [Link]
G. and Posadas-Durán, J.P.F., 2022. Mapping of 3.
Land Cover with Optical Images, Supervised Singha, C. and Swain, K.C., 2023. Rice crop
Algorithms, and Google Earth Engine. Sensors, growth monitoring with sentinel 1 SAR data
22(13), pp.1–19. using machine learning models in google earth
[Link] engine cloud. Remote Sensing Applications:
Prabowo, R., Bambang, A.N. and Sudarno, Society and Environment, [online] 32(March
2020. Pertumbuhan Penduduk dan Alih Fungsi 2022), p.101029.
Lahan Pertanian. Mediagro, 16(2), pp.26–36. [Link]
Qi, N., Yang, H., Shao, G., Chen, R., Wu, B., Tariq, A., Jiango, Y., Li, Q., Gao, J., Lu, L.,
Xu, B., Feng, H., Yang, G. and Zhao, C., 2023. Soufan, W., Almutairi, K.F. and Habib-ur-
Mapping tea plantations using multitemporal Rahman, M., 2023. Modelling, mapping and
spectral features by harmonised Sentinel-2 and monitoring of forest cover changes, using
Landsat images in Yingde, China. Computers support vector machine, kernel logistic
and Electronics in Agriculture, 212(July). regression and naive bayes tree models with
[Link] optical remote sensing data. Heliyon, [online]
Rakuasa, H., 2022. Analisis Spasial - Temporal 9(2), p.e13212.
Perubahan Tutupan Lahan di Kabupaten Maluku [Link]
Barat Daya. GEOGRAPHIA : Jurnal Pendidikan Venkatappa, M., Sasaki, N., Han, P. and Abe, I.,
dan Penelitian Geografi, 3(2), pp.115–122. 2021. Impacts of droughts and floods on
[Link] croplands and crop production in Southeast Asia
Ramdani, D.F., 2017. Pengantar – An application of Google Earth Engine.
Geoinformatika. Malang: UB Press. Science of the Total Environment, [online] 795,
Ramdani, D.F., 2021a. GEOINTELLIGENCE- p.148829.
KECERDASAN BERBASIS RUANG. In: [Link]
GEOINTELLIGENCE-KECERDASAN .