MODEL PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP, TUGAS
TERSTRUKTUR, PORTOFOLIO
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Model Pengajaran dan
Pembelajaran
Dosen Pengampu : Irawati, [Link],I. M,Pd
Disusun Oleh
Jessica Julianti Hidayat
Nurhasanah
Erik Suhendar
Muhamad Yusuf Maulana
Eep Saepullah
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS
TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL AULIA
2023-2024
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji serta syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah
Swt yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas makalah yang berjudul " Model Pembelajaran Kelas
Rangkap, Terstruktur, Portofolio" ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
dosen pada Mata Kuliah Model Pengajaran Dan Pembelajaran. Selain itu,
makalah ini juga dibuat bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pembaca
maupun bagi penulis.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Irawati, [Link].I [Link] yang
telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
sesuaidengan bidang studi yang kami tekuni.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini. Kami menyadari jika makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kami mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................iii
BAB I .................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan ....................................................................................................... 2
BAB II ................................................................................................................. 3
PEMBAHASAN .................................................................................................. 3
A. Model Pembelajaran Kelas Rangkap ......................................................... 3
B. Model Pembelajaran Tugas Terstruktur ..................................................... 6
C. Model Pembelajaran Portofolio ............................................................... 10
BAB III.............................................................................................................. 14
PENUTUP ......................................................................................................... 14
A. Kesimpulan ............................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 15
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan
bangsa. Kualitas pendidikan menjadi kunci dalam mencetak generasi
penerus yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa
depan. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah proses
pembelajaran.
Proses pembelajaran yang efektif dan efisien sangatlah penting
untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam kenyataannya, terdapat berbagai
tantangan dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah keterbatasan
jumlah guru di beberapa daerah. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan
rasio guru dan murid, yang berakibat pada kualitas pembelajaran yang
optimal.
Model pembelajaran kelas rangkap (PKR) merupakan salah satu
alternatif solusi untuk mengatasi kekurangan guru di sekolah, terutama di
daerah terpencil atau terluar. Model ini menggabungkan dua atau lebih kelas
dengan tingkat atau jenjang yang berbeda dalam satu kelas dengan satu
guru. PKR telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia dan
menunjukan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Selain PKR, tugas terstruktur dan potofolio juga merupakan strategi
pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tugas terstruktur adalah tugas yang dirancang dengan jelas dan terarah,
dengan tujuan yang spesipik dan terukur. Tugas ini membantu siswa untuk
focus pada materi pembelajaran dan termotivasi untuk menyelesaikan tugas.
Portofolio adalah kumpulan karya siswa yang menunjukkan perkembangan
belajar mereka dari waktu ke waktu. Portofolio membantu siswa dalam
refleksi diri, meningkatkan motivasi belajar, dan dapat digunakan sebagai
alat penilaian.
1
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam
makalah ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Apa itu model pembelajaran kelas rangkap?
2. Apa itu model pembelajaran tugas terstruktur?
3. Apa itu model pembelajaran portofolio?
C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui apa itu model pembelajaran kelas rangkap
2. Untuk mengetahui model pembelajaran tugas terstruktur
3. Untuk mengetahui model pembelajaran portofolio
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Model Pembelajaran Kelas Rangkap
PKR (Pembelajaran Kelas Rangkap) adalah “suatu bentuk
pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam suatu
ruangan kelas atau lebih, dalam saat yang sama dan menghadapi dua atau
lebih tingkat kelas yang berbeda. PKR juga mengandung makna, seorang
guru mengajar dalam suatu ruangan kelas atau lebih dan menghadapi murid-
murid dengan kemampuan belajar yang berbeda-beda”.1
Model PKR merupakan model pebelajaran dengan mencampur
beberapa siswa yang terdiri dari dua atau tiga tingkatan kelas dalam satu
kelas dan pembelajaran yang diberikan oleh satu guru saja untuk beberapa
waktu. PKR sangat menekankan dua hal utama yaitu, kelas yang
digabungkan secara terintegrasi dan pembelajaran terpusat pada siswa
sehingga guru tidak perlu berlari-larian antara dua ruang kelas untuk
mengajar dua tingkatan kelas yang berbeda dengan program yang berbeda.
Namun murid dari dua kelas belajar secara sendiri-sendiri atau
masing-masing di dalam ruangan yang sama, masing-masing duduk di sisi
ruang kelas yang berlainan dan diajarkan program yang berbeda oleh satu
guru. Kelas rangkap merupakan gabungan dari beberapa peserta didik
dengan tingkatan kelas yang berdekatan, misalnya kelas 1dan 2 atau 4 dan
5. 2
PKR adalah suatu bentuk pembelajaran yang mensyaratkan seorang
guru yang mengajar dalam satu ruangan kelas atau lebih tingkat kelas yang
berbeda di dalam satu ruangan kelas. Alasan dilakukannya PKR tidak hanya
faktor kekurangan guru. PKR juga sering diterapkan karena ruangan kelas
yang terbatas, kekurangan tenaga pendidik, jumlah siswa yang relatif
sedikit, dan guru yang berhalangan hadir.
1
La Iru dan La Ode Safiun Arihi, Op, Cit., hal.119
2
Hari Wibowo, Pengantar Teori-Teori Belajar Dan Model-Model Pembelajaran (Putri Cipta
Media, 2020),hal. 200
3
Hari Wibowo menegaskan bahwa PKR tidak hanya karena alasan
kekurangan murid atau kekurangan tenaga guru, akan tetapi lebih dari itu
adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikan melalui fasilitas yang
tinggi bagi perkembangan dan potensi siswa.3
Adapun gambaran dan situasi ruang kelas rangkap adalah sebagai
berikut:
1. Pola Urutan Sistem Pembelajaran Kelas Rangkap :
a. Perencanaan :
1) Menyiapkan materi sesuai dengan RPP
2) Menguasai materi
3) Menentukan jadwal mengajar sesuai dengan RPP
b. Pembelajaran :
1) Mengucapkan salam
2) Menyapa siswa
3) Mengabsen siswa
4) Memberikan/menyampaikan materi kepada siswa
5) Memanfaatkan fasilitas yang didalam kelas sebagai media
c. Evaluasi
1) Melakukan pengujian terhadap kemampuan siswa
2) Memberikan kepada siswa untuk bertanya
3) Memberikan tes lisan/tulisan
4) Memberikan tugas rumah
3
Ibid., hal.201
4
d. Permasalahan
1) Menghadapi siswa dalam satu kelas dengan tingkat kelas yang
berbeda
2) Tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan
3) Kesulitan dalam penyampaian materi karena tingkat kelas yang
bervbeda
4) Siswa kelas yang lebih tua mengganggu siswa yang lebih muda
5) Ke fokusan siswa terhadap penjelasan
2. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kelas Rangkap (RKP) :
Adapun langkah-langkah penerapan model pembelajaran penggunaan
4
model pembelajaran kelas rangkap adalah:
a. Pada kegiatan pendahuluan, kurang lebih 10 menit petama, guru
memberikan pengantar dan pengarahan dalam satu ruangan.
Gunakan papan tulis dibagi dua. Tuliskan topik dan hasil belajar
yang diharapkan. Ikuti langkah-langkah untuk masing-masing kelas
yang akan ditempuh selama pertemuan.
b. Pada kegiatan inti, 1, 2, 3, kurang lebih 60 menit, terapkan aneka
metode yang sesuai dengan tujuan untuk masing-masing kelas.
Selama kegiatan berlangsung adakan pemantapan, bimbingan,
balikan sesuai dengan keperluan. Gunakan keterampilan dasar
mengajar yang sesuai.
c. Pada kegiatan penutup kurang lebih 10 menit terakhir, guru berdiri
di depan kelas menghadap kedua kelas untuk, mengadakan revisi
atas materi dan kegiatan yang baru berlaku. Memberi komentar dan
penguatan sesuai keperluan. Kemudian memberikan tindak lanjut
berupa tugas atau saja sebagai bahan untuk pertemuan berikutnya
atau hari berikutnya.
3. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kelas Rangkap
4
Udin Winataputra, pembelajaran kelas rangkap, (jakarta: Direktoral jendral pendidikan tinggi,
2004), hal.23
5
Menurut Susilowati dalam bukunya PKR menjelaskan bahwa: 5
Kelebihan PKR:
a. Peserta didik mempunyai kecenderungan untuk mengembangkan
kebiasaan bekerja secara independen dan keterampilan belajar
sendiri.
b. Kelompokan diantara para siswa yang berbeda usia dan tingkatan
mempunyai kecenderungan berkembangnya etika, kepedulian
tanggung jawab kelompok.
c. Peserta didik mengembangkan sikap positif tentang saling
membantu sama yang lain
d. Para siswa yang belajar dalam kelas rangkap akan lebih berkembang
dengan perpaduan antara strategi PKR, pembelajaran kooperatif,
kelompok yang beragam, tugas-tugas yang menunjang
perkembangan, pendekatan tutor multi usia, waktu yang luwes dan
evaluasi yang positif.
Kelemahan PKR:
a. Keterbatasan berbagai sumber belajar untuk menunjang pelaksanaan
pembelajaran terutama yang berupa buku-buku teks, bahan belajar
yang lainnya dan alat bantu mengajar.
b. Jika siswa dalam kelas jumlahnya lebih dari 25 siswa maka kelas
PKR harus dibagi menjadi 2 kelas.
c. Tidak semua guru memiliki kemampuan mengelola siswa heterogen
dalam ruangan yang sama.
B. Model Pembelajaran Tugas Terstruktur
Pemberian tugas adalah merupakan suatu teknik mengajar yang
diterapkan dalam proses belajar mengajar, yang biasa disebut
dengan teknik pemberian tugas. Biasanya guru memberikan tugas itu
sebagai pekerjaan rumah. Akan tetapi sebenarnya ada perbedaan antara
pekerjaan rumah dan pemberian tugas seperti halnya yang dikemukakan:
5
Susilowati, Pembelajaran Kelas Rangkap, (Jakarta: Universitas Terbuk, 2001), hal.23
6
Roestiyah dalam bukunya “Didaktik Metodik” yang mengatakan: “Untuk
pekerjaan rumah, guru menyuruh membaca dari buku dirumah, dua hari lagi
memberikan pertanyaan dikelas. Tetapi dalam pemberian tugas guru
menyuruh membaca. Juga menambah tugas, cari buku lain untuk
membedakan, pelajari keadaan orangnya”. 6
Dalam buku lainnya yang berjudul Startegi Belajar
Mengajar hal.132, Roestiyah mengatakan teknik pemberian tugas memiliki
tujuan agar siswa menghasilkan hasil belajar yang lebih mantap, karena
siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas, sehingga
pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi. 7
Dengan pengertian lain tugas ini jauh lebih luas dari pekerjaan
rumah karena metode pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa
untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. Siswa dapat
menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau di tempat lain yang kiranya
dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik secara individu atau
kelompok.
Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang
diberikan dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung jawab akan
tugas yang diberikan. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi
di luar jam pelajaran tatap muka. Tugas ditetapkan batas waktunya,
dikumpulkan, diperiksa, dinilai, dan dibahas tentang hasilnya.
Teknik pemberian tugas ini dalam pelaksanaannya memiliki
beberapa kelebihan disamping juga mempunyai beberapa kelemahan.
Adapun kelebihan metode pemberian tugas diantaranya adalah Metode ini
merupakan aplikasi pengajaran modern disebut juga azas aktivitas dalam
mengajar yaitu guru mengajar harus merangsang siswa agar melakukan
berbagai aktivitas sehubungan dengan apa yang dipelajari, sehingga:
- Dapat memupuk rasa percaya diri
6
Roestiyah, Didaktik Metodik.( Jakarta : Raja Grafindo , 2002) Hal: 75
7
Roestiyah, Startegi Belajar Mengajar .(Bandung: Wacana Prima; 2004) Hal: 132
7
- Dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari, mengolah
menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri.
- Dapat mendorong belajar, sehingga tidak cepat bosan
- Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa
- Dapat mengembangkan kreativitas siswa
- Dapat mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan anak. 8
Selanjutnya, Tugas terstruktur adalah salah satu bentuk kegiatan
kurikuler sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap proses
kegiatan pasti ada arah tujuan yang hendak dicapai, demikian halnya belajar
mengajar yang dilakukan guru. Guru di harapkan memiliki strategi tertentu
dalam melaksanakan pembelajaran, agar tujuan dapat dicapai secara efektif
dan efisien.
1. Tujuan dan Lingkup Tugas Terstruktur
Tugas terstruktur dapat diberikan kepada siswa di luar proses
pembelajaran. Tujuan pemberian tugas terstruktur adalah untuk
menunjang pelaksanaan program intrakurikuler. Tujuan tersebut juga
agar siswa dapat lebih menghayati bahan-bahan pelajaran yang telah
dipelajarinya serta melatih siswa untuk melaksanakan tugas secara
bertanggung jawab.
Ruang lingkup kegiatan tugas terstruktur dapat dikelompokkan menjadi
4 (empat), sebagai berikut:
a. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di luar jam
pelajaran tatap muka (di rumah)
b. Tugas diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu separoh dari
jam tatap muka suatu pokok bahasan.
c. Siswa mengerjakan tugas tersebut secara individu maupun
kelompok.
d. Pengumpulan tugas sekaligus dilakukan pemeriksaan, dan penilaian.
2. Azas Pelaksanaan
8
Ibid. Hal. 133
8
Kegiatan terstruktur dapat dilaksanakan di rumah, di perpustakaan atau
di tempat lain. Bentuknya juga dapat disesuaikan dengan materi pokok
bahasan yang sedang dipelajari. Misalnya dapat berupa membuat
laporan, mengarang, mengerjakan soal-soal, membaca buku, dan
sebagainya.
Pelaksanaan kegiatan tugas terstruktur harus memperhatikan azas-azas
sebagai berikut:
a. Menunjang langsung kegiatan intrakurikuler.
b. Hubungannya jelas dengan pokok bahasan yang diajarkan.
c. Menunjang kebutuhan siswa memanfaatkan ilmunya untuk
menghadapi tantangan dalam kehidupannya
d. Tidak menjadi beban yang berlebihan bagi siswa yang dapat
mengakibatkan gangguan fisik ataupun psikologis.
e. Tidak menimbulkan beban pembiayaan yang memberatkan siswa
maupun orang tua siswa.
f. Perlu pengadministrasian yang baik dan teratur.
Jadi pemberian tugas terstruktur yang tidak berdasarkan azas-azas
tersebut dapat berakibat pada beban fisik maupun psikologis pada siswa,
oleh sebab itu guru harus mempertimbangkan pelaksanaannya secara
baik.
3. Bentuk Pelaksanaan Tugas Terstruktur
Kegiatan tugas terstruktur dapat dilaksanakan secara perorangan
maupun kelompok. Kerja kelompok mempunyai arti yang sangat
penting untuk mengembangkan sikap bergotong-royong, tenggang rasa,
persaingan sehat, kerjasama dalam kelompok dan kemampuan
memimpin.
Jenis tugas hendaknya juga disesuaikan dengan jumlah anggota
kelompok, sehingga tugas benar-benar dapat dilakukan secara
kelompok. Jadi tugas yang tidak seharusnya diberikan secara kelompok
dapat menimbulkan kesulitan-kesulitan baru bagi siswa, sedangkan
tugas perorangan mempunyai makna untuk mengembangkan sikap
9
mandiri dan memungkinkan penyesuaian kegiatan belajar dan minat
serta kemampuan siswa.
4. Langkah-langkah Pelaksanaan
Pelaksanaan tugas terstruktur meliputi tiga kegiatan pokok, yaitu:
persiapan, pelaksanaan, dan penilaian.
- Persiapan dilakukan oleh guru dengan cara menyiapkan, merencanakan
bahan atau materi yang akan ditugaskan kepada siswa. Kemudian
menginformasikan tugas tersebut kepada siswa disertai penjelasan yang
menyangkut pelaksanaan tugas tersebut.
- Pelaksanaan dilakukan oleh siswa, yaitu siswa mulai mengerjakan tugas
tersebut secara perorangan maupun kelompok seperti yang dikehendaki
guru. Peyelesaian tugas tersebut dapat dalam satu kali tatap muka (1
minggu) atau dalam beberapa kali tatap muka (beberapa minggu).
- Penilaian kegiatan terstruktur dilakukan terutama terhadap hasil
kegiatan terstruktur. Penilaian kegiatan terstruktur dilakukan setelah
siswa selesai mengerjakan tugas terstruktur, dan hasil penilaian tersebut
dipertimbangkan dalam menentukan nilai rapor. 9
C. Model Pembelajaran Portofolio
Portofolio berasal dari bahasa Inggris Portfolio yang artinya
dokumen atau surat-surat.10 Dapat juga di artikan sebagai kumpulan kertas-
kertas berharga dari suatu pekerjaan tertentu. Pengertian portofolio di sini
adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu
yang di seleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Biasanya
portofolio merupakan karya terpilih dari seorang siswa, tetapi dalam model
pembelajaran ini setiap portofolio berisi karya terpilih dari satu kelas siswa
secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif memilih, membahas,
9
[Link], Pengemebangan Model pembelajaran, (online)(2011)...,
10
Arnie Fajar, Portofolio Dalam Pembelajaran IPS. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2005)
Hal:47
10
mencari data, mengolah, menganalisa dan mencari pemecahan terhadap
suatu masalah yang di kaji.
Dalam model Pembelajaran Berbasis Portofolio siswa dituntut untuk
berpikir cerdas, kreatif, parsitipatif, prospektif dan bertanggung jawab.
Secara rinci melalui model pembelajaran pembelajaran berbasis portofolio
diharapkan siswa dapat:
- Memperoleh pengalaman yang lebih besar tentang masalah yang dikaji.
- Belajar bagaimana cara yang lebih kooperatif dengan orang lain untuk
memecahkan masalah.
- Meningkatkan keterampilan dalam meneliti.
- Memperoleh pemahaman yang lebih baik.
- Belajar bagaimana berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah.
- Meningkatkan rasa percaya dirinya, karena merasa telah dapat
memecahkan masalah.
Dengan demikian, peserta didik memiliki ketangguhan,
kemandirian, dan jati diri yang di kembangkan melalui pembelajaran dan
pelatihan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.
Pada hakikatnya dengan pembelajaran berbasis portofolio,
disamping memperoleh pengalaman fisik terhadap objek dalam
pembelajaran, siswa juga memperoleh pengalaman atau terlibat secara
mental. Pengalaman fisik dalam arti melibatkan siswa atau mempertemukan
siswa dengan objek pembelajaran. Pengalaman langsung dalam arti
memperhatikan informasi awal yang telah ada pada diri siswa, dan
memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyusun (merekonstruksi)
sendiri-sendiri informasi yang sudah diperolehnya.
1. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Portofolio
Kelebihan:
- Dapat menutupi proses kekurangan proses pembelajaran. Seperti
keterampilan memecahkan masalah, mengemukakan pendapat,
berdebat, menggunakan berbagai sumber informasi, mengumpulkan
data, membuat laporan dan sebagainya.
11
- Mendorong adanya kolaborasi (komunikasi dan hubungan) antra siswa
dan antara siswa dan guru.
- Memungkinkan guru mengakses kemampuan siswa membuat atau
menyusun laporan, menulis dan menghasilkan berbagai tugas akademik
- Meningkatkan dan mengembangkan wawasan siswa mengenai isu atau
masalah kemasyarakatan atau lingkungan nya.
- Mendidik siswa memiliki kemampuan merefleksi pengalaman
belajarnya, sehingga siswa termotivasi untuk belajar lebih baik dari
yang sudah mereka lakukan
- Pengalaman belajar yang tersimpan dalam memorinya akan lebih tahan
lama karena sudah melakukan serangkaian proses belajar dari
mengetahui, memahami diri sendiri, melakukan aktifitas dan belajar
bekerjasama dengan rekan-rekan dalam kebersamaan.
Kelemahan:
- Membutuhkan waktu yang relatif lama
- Memerlukan ketekunan, kesabaran dan keterampilan guru
- Memerlukan adanya jaringan komunikasi yang erat antara siswa, guru,
sekolah.
2. Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Portofolio
Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Portofolio adalah sebagai
berikut:
- Mengidentifikasi masalah yang ada
- Memilih suatu masalah untuk dikaji dikelas
- Mengumpulkan informasi yang terkait dengan masalah yang dikaji
- Membuat fortofolio kelas.
- Menyajikan fortofolio/dengar pendapat.
- Melakukan refleksi pengalaman belajar
3. Portofolio Sebagai Penilaian
Portofolio penilaian (assessement) disini diartikan sebagai kumpulan
Fakta/bukti dan dokumen berupa tugas-tugas yang terogarnisir secara
sistematis dari seseorang secara individu dalam proses pembelajaran. Selain
12
itu juga diartikan sebagai koleksi sistematis dari siswa dan guru untuk
menguji proses dan prestasi belajar. Portofolio penilaian merupakan
pembelajaran praktek (melakukan) dan mempunyai standar pertanyaan
yang kuat yakni mendorong adanya interaksi antar lingkungan terkait
seperti interaksi antar siswa dan guru yang saling melengkapi serta
menggambarkan belajar siswa secara mendalam yang pada akhirnya dapat
membantu siswa menjadi sadar untuk meningkatkan dirinya sebagai
pembaca dan penulis yang baik.
Dari uraian tentang portofolio penilaian di atas, dapat disimpulkan bahwa
portofolio penilaian memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Merupakan karya siswa yang berisi kemajuan dan penyelesaian
tugastugas secara terus menerus dalam usaha pencapaian kompetensi
pembelajaran.
2. Mengukur setiap prestasi siswa secara individu dan menyadari
perbedaan diantara siswa.
3. Merupakan pendekatan kerja sama.
4. Mempunyai tujuan untuk menilai diri sendiri.
5. Memperbaiki dan mengupayakan prestasi.
6. Adanya keterkaitan antara penilaian dan pembelajaran.
13
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
PKR (Pembelajaran Kelas Rangkap) adalah “suatu bentuk
pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam suatu
ruangan kelas atau lebih, dalam saat yang sama dan menghadapi dua atau
lebih tingkat kelas yang berbeda. PKR juga mengandung makna, seorang
guru mengajar dalam suatu ruangan kelas atau lebih dan menghadapi murid-
murid dengan kemampuan belajar yang berbeda-beda.
Tugas terstruktur adalah salah satu bentuk kegiatan kurikuler
sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran Tujuan pemberian
tugas terstruktur adalah untuk menunjang pelaksanaan program
intrakurikuler. Tujuan tersebut juga agar siswa dapat lebih menghayati
bahan-bahan pelajaran yang telah dipelajarinya serta melatih siswa untuk
melaksanakan tugas secara bertanggung jawab.
Portofolio penilaian (assessement) disini diartikan sebagai
kumpulan Fakta/bukti dan dokumen berupa tugas-tugas yang terogarnisir
secara sistematis dari seseorang secara individu dalam proses pembelajaran.
Selain itu juga diartikan sebagai koleksi sistematis dari siswa dan guru untuk
menguji proses dan prestasi belajar
14
DAFTAR PUSTAKA
Fajar Arnie, 2005. Portofolio Dalam Pembelajaran IPS. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Oemar Hamalik, 1990. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar.
Bandung: Tarsito.
Roestiyah, 2004. Startegi Belajar Mengajar. Bandung: Wacana Prima
Susilowati, [Link] Kelas Rangkap. Jakarta: Universitas
Terbuk
Wibowo Hari, 2020. Pengantar Teori-Teori Belajar Dan Model-Model
Pembelajaran: Putri Cipta Media
Yastika, 2008. Metode Pembelajaran. Bandung: PT Remaha Rosdakarya.
15