0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan13 halaman

Analisis Kasus Pembunuhan Pasal 338 KUHP

Dokumen ini adalah analisis putusan pengadilan mengenai kasus pembunuhan yang melibatkan terdakwa JALI Bin (Alm) HADAR, yang dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun berdasarkan Pasal 338 KUHP. Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana 'sengaja menghilangkan nyawa orang lain' dan barang bukti yang diajukan termasuk senjata tajam dan barang bukti lainnya. Pertimbangan hakim mencakup kesengajaan dan unsur-unsur pidana yang dipenuhi oleh terdakwa dalam perbuatannya.

Diunggah oleh

hatta joang kusuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan13 halaman

Analisis Kasus Pembunuhan Pasal 338 KUHP

Dokumen ini adalah analisis putusan pengadilan mengenai kasus pembunuhan yang melibatkan terdakwa JALI Bin (Alm) HADAR, yang dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun berdasarkan Pasal 338 KUHP. Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana 'sengaja menghilangkan nyawa orang lain' dan barang bukti yang diajukan termasuk senjata tajam dan barang bukti lainnya. Pertimbangan hakim mencakup kesengajaan dan unsur-unsur pidana yang dipenuhi oleh terdakwa dalam perbuatannya.

Diunggah oleh

hatta joang kusuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Analisis Putusan Pengadilan Pidana

UNTUK MEMENUHI TUGAS TERSTRUKTUR 2


HUKUM ACARA PIDANA KELAS H
Dosen Pengampu : Bu Febrianika Maharani, S.H.,M.H.

Disusun oleh :

Hatta Joang Kusuma


225010107111207
[Link] : 35

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2023
Kasus Pembunuhan pasal 338 KUHP
Link putusan Pengadilan :
[Link]
[Link]

ANALISIS

● KASUS POSISI
❖ Pemohon : Jaksa penuntut umum pada kejaksaan Tanah
Laut
❖ Jenis Putusan : Putusan Pemidanaan (putusan yang dikeluarkan
berdasarkan pemeriksaan di persidangan
pengadilan)
❖ Terdakwa pada Pengadilan tingkat pertama yang di mohonkan oleh
penuntut umum ;
Nama lengkap : JALI Bin (Alm) HADAR
Tempat Lahir : 10 September 1986
Tanggal Lahir : Negara (Hulu Sungai Selatan)
Umur : 25 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki.
Kebangsaan : Indonesia
Tempat : Jalan Datu Daim, Komplek Pasar Buah, Kelurahan
Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah
Laut, Propinsi Kalimantan Selatan dan Desa
Habirau Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten
Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan
Selatan.
Agama : Islam
❖ Dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum dimuka
Persidangan pengadilan negeri Pelaihari pada kasus Pembunuhan

1
didakwa dengan dakwaan yang tertera dalam putusan Nomor
220/Pid.B/2012/[Link] sebagai berikut ;
1. Menyatakan bahwa JALI Bin (Alm) HADAR terbukti secara sah
dan mewyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Sengaja
Menghilangkan nyawa orang lain “ sebagaimana diatur dalam
Pasal 338 KUHP dalam
dakwaan Penuntut Umum ;
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa JALI Bin (Alm) HADAR
dengan pidana penjara selama 12 (dua belas) tahun di kurangi
selama menjalani penahanan sementara dengan perintah tetap
berada dalam tahanan.
❖ Putusan Pengadilan Tindak pidana Pembunuhan pada pengadilan
negeri Pelaihari Nomor 220/Pid.B/2012/[Link] tanggal 14 Februari
2013 yang amar lengkapnya sebagai berikut ;
1. Menyatakan Terdakwa JALI Bin (Alm) HADAR, telah terbukti
secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
"PEMBUNUHAN" ;
2. Menjatuhkan pidana oleh karena itu terdakwa tersebut dengan
pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun ;
3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa
dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;
4. Menetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan.
5. Menetapkan agar barang bukti berupa :
➢ 1 (satu) bilah kumpang parang terbuat dari kayu
warna coklat dan pada bagian pangkal kumpang
terdapat ukiran warna hitam dengan panjang
sekitar 40 (empat puluh) Cm ;
➢ 1 (satu) buah botol plastic air kemasan isi 600 ml
bekas tempat untuk minum-minuman beralkohol
jenis “TAYUK”;

2
➢ 1 (satu) buah botol plastic “PROF” kemasan isi 600
ml bekas tempat untuk minum-minuman
beralkohol jenis “TAYUK”;
➢ 1 (satu) bilah parang terbuat dari besi yang ada
bekas darah, untuk hulu terbuat dari kayu warna
ada ukiran warna hitam dengan panjang sekitar 49
( empat puluh sembilan) Cm ;

● DAKWAAN PENUNTUT UMUM


1. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam
Pasal 338 KUHP (Pembunuhan) ;
2. Bahwa terdakwa JALI Bin HADAR (Alm) pada hari dan tempat
sebagaimana tersebut dalam dakwaan ke satu diatas, telah melakukan
tindak pidana “Penganiyayaan mengakibatkan matinya orang“.

● HAL YANG DIDAKWAKAN OLEH PENUNTUT UMUM

Perihal yang didakwakan oleh penuntut umum di muka persidangan sebagai


berikut ;

❖ Menyatakan bahwa JALI Bin (Alm) HADAR terbukti secara sah dan
mewyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Sengaja
Menghilangkan nyawa orang lain “ sebagaimana diatur dalam Pasal
338 KUHP dalam
dakwaan Penuntut Umum ;
❖ Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa JALI Bin (Alm) HADAR dengan
pidana penjara selama 12 (dua belas) tahun di kurangi selama
menjalani penahanan sementara dengan perintah tetap berada dalam
tahanan ;
❖ Menyatakan barang bukti berupa :

3
○ 1 (satu) bilah kumpang parang terbuat dari kayu warna coklat
dan pada bagian pangkal kumpang terdapat ukiran warna hitam
dengan panjang sekitar 40 (empat puluh) Cm ;
○ 1 (satu) bahan botol “KRATINGDAENG“ yang masih ada sisa
minuman beralkohol jenis “TAYUK” ;
○ 1 (satu) buah botol plastic air kemasan isi 600 ml bekas tempat
untuk minum-minuman beralkohol jenis “TAYUK” ;

● Pertimbangan hakim
- Menimbang, bahwa berdasarkan surat dakwaan Penuntut Umum
tanggal 20 Desember 2012 [Link]. Perkara
PDM-109/Pelai/Epp.1/11/2012 Terdakwa telah didakwa
- Menimbang, bahwa atas dakwaan tersebut terdakwa menyatakan
mengerti akan isi dakwaan tersebut dan tidak mengajukan keberatan
(eksepsi)
- Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi – saksi tersebut diatas,
Terdakwa menyatakan tidak berkeberatan
- Menimbang, bahwa selanjutnya telah pula didengar keterangan
Terdakwa yang pada pokoknya menerangkan
- Menimbang, bahwa selain itu oleh Penuntut Umum juga telah diajukan
bukti berupa :
● 1 (satu) bilah kumpang parang terbuat dari kayu warna coklat dan
pada
bagian pangkal kumpang terdapat ukiran warna hitam dengan
panjang sekitar 40 (empat puluh) Cm ;
● 1 (satu) bahan botol “KRATINGDAENG“ yang masih ada sisa
minuman beralkohol jenis “TAYUK” ;
● 1 (satu) buah botol plastic air kemasan isi 600 ml bekas tempat
untuk minum-minuman beralkohol jenis “TAYUK” ;

4
● 1 (satu) buah botol plastic “PROF” kemasan isi 600 ml bekas
tempat untuk minum-minuman beralkohol jenis “TAYUK”
● 1 (satu) lembar baju kaos lengan pendek merk “NIGHTMARE
BEFORE MARRIED” bagian depan bertuliskan “BLACKED” warna
biru muda, ada bekas darah disamping kiri ;
● 1 (satu) lembar celana panjang jeans merk “LEGGS“ warna biru
muda ;
● 1 (satu) lembar kaos lengan pendek warna merah merk “MOTO
SPORT“ bagian depan bertuliskan “UNICEF“ serta ada berkas robek
pada bagian dada atas sebelah kiri berlumuran darah (milik korban
MUHAMMAD RIZANI Als. REZA Bin ZAINUDIN) ;
● 1 (satu) lembar celana jeans pendek warna biru muda bagian saku
belakang sebelah kiri bertuliskan “UNITED KONGDOM “ yang ada
berlumuran darah (milik korban MUHAMMAD RIZANI Als REZA Bin
ZAINUDIN) ;
- Menimbang, bahwa telah dibacakan visum et repertum Nomor Visum
Et Refertum Nomor 445/51/[Link]. tanggal 16 Agustus 2012, yang
di buat dan di tandatangani oeleh dokter di [Link] (Rumah Sakit
Umum Daerah Haji Boejasin) atas nama dr. DIAH PATLIKA, terhadap
dari mayat atas nama MUHAMMAD RIZANI Bin ZAINUDIN meninggal
dunia ditempat kejadian karena korban mengalami luka luka tusuk
tembus pada rongga dada kiri sampai punggung belakang panjang 3
cm, lebar 1,5, dalam + 11,5 cm, pendarahan aktif 9 cm dari garis
tengah dada ke mata luka 6,5 cm jarak mata luka ke bahu atas luka
bahu kiri ke mata luka, 4,5 cm jarak luka ke garis tengah belakang ;
Dari keterangan tersebut diatas korban MUHAMMAD RIZANI Bin
ZAINUDIN meninggal karena mengalami pendarahan
- Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan
Terdakwa dan bukti surat serta barang bukti yang satu dengan lainnya
saling bersesuaian, maka dapatlah diperoleh fakta hukum
- Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis akan mempertimbangkan
apakah

5
berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat
dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya
;
- Menimbang, bahwa untuk menyatakan seseorang telah melakukan
suatu tindak pidana, maka perbuatan orang tersebut haruslah
memenuhi seluruh unsur- unsur dari tindak pidana yang didakwakan
kepadanya ;
- Menimbang, bahwa Terdakwa didakwa oleh Penuntut Umum dengan
dakwaan Alternatif Kesatu Pasal 338 KUHP atau Kedua melanggar
Pasal 351 Ayat (3) KUHP
- Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa telah didakwa dengan
dakwaan alternatif maka majelis hakim akan mempertimbangkan salah
satu dakwaan penuntut umum yang menurut majelis hakim
berkesesuaian dengan fakta-fakta hukum yang terungkap
dipersidangan
- Menimbang, bahwa terdakwa dalam dakwaan kesatu telah didakwa
melanggar Pasal 338 KUHP yang unsur-unsurnya adalah sebagai
berikut :
1. Barang siapa ;
2. Dengan Sengaja merampas nyawa orang lain ;
- Menimbang, bahwa tentang unsur "barang siapa" dalam hal ini
pengertiannya adalah setiap orang yang menjadi subyek hukum atau
pelaku dari tindak pidana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum
untuk dibuktikan kebenarannya dan dalam perkara ini adalah terdakwa
JALI Bin (Alm) HADAR yang identitas terdakwa dalam surat dakwaan
telah sesuai dan diakui kebenarannya oleh Terdakwa, serta Terdakwa
telah dewasa dan berada dalam keadaan sehat jasmani dan rohani
sehingga dengan demikian unsur pertama tersebut telah terpenuhi
atas diri terdakwa.
- Menimbang, bahwa pertanggung jawaban pidana selalu didasarkan
pada adanya kesalahan (schuld). Kesalahan tersebut menunjukkan
terhadap sikap batin tertentu dari terdakwa dalam hubungannya

6
dengan perbuatan pidana yang dilakukan. Untuk itu perlu dibuktikan
adanya kesengajaan dari terdakwa
- Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan pengertian "dengan
sengaja" adalah seseorang yang melakukan unsure perbuatan dengan
sengaja harus dikehendaki dan menginsafi/mengerti akan akibat yang
timbul dari perbuatannya ;
- Menimbang, bahwa inti dari “opzet” atau kesengajaan itu ialah willens
(menghendaki) dan witens (mengetahui), artinya agar seseorang itu
dapat disebut telah memenuhi unsur-unsur opzet, maka terhadap
unsur-unsur obyektif yang berupa tindakan-tindakan, orang itu harus
willens atau menghendaki melakukan tindakan-tindakan tersebut,
sedang terhadap unsur-unsur obyektif yang berupa keadaan-keadaan,
terdakwa itu cukup witens atau mengetahui tentang keadaan- keadaan
tersebut (delik-delik khusus kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan
- Menimbang, bahwa menurut Soedarto sengaja berarti menghendaki
dan mengetahui apa yang dilakukan. Orang yang melakukan perbuatan
dengan sengaja berarti menghendaki perbuatan itu dan disamping itu
mengetahui atau menyadari tentang apa yang dilakukan. (Soedarto,
Hukum Pidana 1,1990 : 102)
- Menimbang, bahwa berkaitan dengan “kesengajaan” maka di dalam
ilmu pengetahuan hukum pidana dikenal ada 2 (dua) teori yaitu :
1. Teori kehendak dimana inti kesengajaan adalah kehendak untuk
mewujudkan unsur-unsur delik dalam rumusan undang-undang
;
2. Teori pengetahuan atau membayangkan ( voorstelling theorie)
dimana sengaja berarti membayangkan akan timbulnya akibat
perbuatannya, orang tidak bisa menghendaki akibat, melainkan
hanya dapat [Link] ini menitik beratkan pada
apa yang diketahui atau dibayangkan oleh si pembuat ialah apa
yang akan terjadi pada waktu ia berbuat ;
- Menimbang, bahwa kesengajaan berhubungan dengan sikap batin si
pelaku, sehingga coraknya dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu :

7
1. Kesengajaan sebagai maksud untuk mencapai tujuan
dalam arti bahwa perbuatan pelaku bertujuan untuk
menimbulkan akibat yang dilarang ;
2. Kesengajaan dengan sadar kepastian, dimana perbuatan
pelaku akan membawa kepada 2 (dua) akibat yaitu akibat
yang memang dituju oleh pelaku dan akibat yang tidak
diinginkan tetapi merupakan suatu keharusan untuk
mencapai tujuan ;
- Menimbang, bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan
dan keterangan saksi-saksi yang berkesesuaian dengan keterangan
terdakwa yang mengakui perbuatannya yaitu terdakwa telah
menusukan sebilah parang kearah dada korban MUHAMMAD RIZANI
Als REZA Bin ZAINUDIN sebanyak 1 (satu) kali hingga tembus
kepunggung sehingga yang mengakibatkan korban MUHAMMAD
RIZANI Als REZA Bin ZAINUDIN meninggal dunia
- Menimbang, bahwa perbuatan terdakwa menusukan 1 (satu) bilah
senjata tajam jenis parang dengan kumpang parang terbuat dari kayu
warna coklat dan pada bagian pangkal kumpang terdapat ukiran warna
hitam dengan panjang sekitar 40 (empat puluh) Cm kearah tubuh
korban MUHAMMAD RIZANI Als REZA Bin ZAINUDIN, hal tersebut
dilakukan oleh terdakwa dengan kesadaran penuh dan terdakwa
seharusnya tahu akibat dari perbuatannya bisa mengakibatkan korban
meninggalkan dunia ;
- Menimbang, bahwa berdasarkan Visum et Repertum Nomor 445/51/
[Link]. tanggal 16 Agustus 2012, yang di buat dan di tandatangani
oeleh dokter di [Link] (Rumah Sakit Umum Daerah Haji Boejasin)
atas nama dr. DIAH PATLIKA, terhadap dari mayat atas nama
MUHAMMAD RIZANI Bin ZAINUDIN meninggal dunia ditempat kejadian
karena korban mengalami luka luka tusuk tembus pada rongga dada
kiri sampai punggung belakang
- Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur – unsur dalam Pasal 338

8
- KUHP dalam dakwaan alterternatif pertama Penuntut Umum telah
terpenuhi, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa Terdakwa telah
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
sebagaimana didakwakan Penuntut Umum
- Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan alterternatif pertama telah
terbukti maka dakwaan selebihnya tidak perlu dibuktikan lagi
- Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur – unsur dalam Pasal 338
KUHP dalam Dakwaan alternatif pertama Penuntut Umum telah
terpenuhi, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa Terdakwa telah
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
sebagaimana dakwaan Primair Penuntut Umum
- Menimbang, bahwa dari kenyataan yang diperoleh selama persidangan
dalam perkara ini, Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat
melepaskan Terdakwa dari pertanggungan jawaban pidana, baik
sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, oleh karenanya
Majelis Hakim berkesimpulan bahwa perbuatan yang dilakukan
Terdakwa harus dipertanggung jawabkan kepadanya
- Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa mampu bertanggung jawab,
maka Terdakwa harus dinyatakan bersalah atas tindak pidana yang
didakwakan terhadap diri Terdakwa oleh karena itu harus di jatuhi
pidana
- Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap diri Terdakwa,
maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu hal-hal yang
memberatkan dan yang meringankan
- Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap diri Terdakwa telah
dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah berdasarkan
ketentuan Undang- Undang, maka masa penangkapan dan penahanan
tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan
- Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan dan penahanan
terhadap diri Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu
ditetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan

9
- Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa dijatuhi pidana dan terdakwa
sebelumnya tidak mengajukan permohonan pembebasan dari
pembayaran biaya perkara, maka Terdakwa haruslah dibebankan untuk
membayar biaya perkara yang besarnya akan ditentukan dalam amar
putusan ini
● ALAT BUKTI
➔ Keterangan Saksi ;
1. Sdr. FADLYANSYAH (DOYOK), Sdr. ADI CANDRA, Sdr. [Link]
SIAGIAN (UCOK)
2. Sdr. BLANGKON
3. Sdr. ADI CANDRA
➔ Petunjuk ;
1. Keterangan Saksi-saksi :
➢ FADLANSYAH Als DOYOK Bin (Alm) ABDUL HAKIM
➢ ADI CANDRA Bin MUHAMMAD YUSUF
➢ MUHAMMAD NUR SIAGIAN Als. UCOK Bin SAHAT
SIAGIAN
2. Keterangan Terdakwa :
➢ JALI Bin (Alm) HADAR

● KEWENANGAN MENGADILI
❖ Kompetensi Relatif

Kompetensi relatif pidana adalah kewenangan pengadilan untuk


mengadili suatu perkara pidana. Kewenangan ini didasarkan pada
beberapa faktor, salah satunya adalah tempat kejadian perkara
(TKP). Berdasarkan Pasal 20 ayat (1) KUHAP, pengadilan negeri yang
berwenang mengadili suatu perkara pidana adalah pengadilan negeri
di tempat TKP berada. Bahwa terdakwa JALI Bin HADAR (Alm), pada
hari Minggu tanggal 16 Agustus 2012 sekira pukul 17.00 Wita, atau
setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Agustus 2012, atau

10
setidak-tidaknya pada tahun 2012, bertempat di belakang toko
lemari komplek Tapandang Berseri Pelaihari Kecamatan Pelaihari
Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan atau
setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam
daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelaihari yang berwenang
mengadili, “ Dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain”

❖ Kompetensi Absolut

Kompetensi absolut pidana adalah kewenangan pengadilan


untuk mengadili suatu perkara pidana berdasarkan jenis perkaranya.
Jenis perkara pidana yang menjadi kewenangan pengadilan negeri
diatur dalam Pasal 19 ayat (1) KUHAP. Tindak pidana yang dilakukan
adalah pembunuhan. Tindak pidana pembunuhan merupakan tindak
pidana umum yang menjadi kewenangan pengadilan negeri. Maka
demikian pengadilan negeri Pelaihari berwenang mengadili perkara
tersebut.

● UNSUR PASAL
1. Barang siapa ;

Bahwa tentang unsur "barang siapa" dalam hal ini


pengertiannya adalah setiap orang yang menjadi subyek hukum atau
pelaku dari tindak pidana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut
Umum untuk dibuktikan kebenarannya dan dalam perkara ini adalah
terdakwa JALI Bin (Alm) HADAR yang identitas terdakwa dalam surat
dakwaan telah sesuai dan diakui kebenarannya oleh Terdakwa, serta
Terdakwa telah dewasa dan berada dalam keadaan sehat jasmani dan
rohani sehingga dengan demikian unsur pertama tersebut telah
terpenuhi atas diri terdakwa.

11
2. Dengan sengaja merampas nyawa orang lain;

Bahwa pertanggung jawaban pidana selalu didasarkan pada


adanya kesalahan (schuld). Kesalahan tersebut menunjukkan
terhadap sikap batin tertentu dari terdakwa dalam hubungannya
dengan perbuatan pidana yang dilakukan. Untuk itu perlu dibuktikan
adanya kesengajaan dari terdakwa.

12

Anda mungkin juga menyukai