0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan13 halaman

Refleksi Pengalaman Belajar Pendidikan

Dokumen ini adalah refleksi pengalaman belajar mengenai filosofi pendidikan di Indonesia, dengan fokus pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Penulis menyadari pentingnya pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan moral peserta didik. Selain itu, penulis mengusulkan perubahan dalam pendekatan pengajaran untuk lebih berpusat pada siswa dan menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek.

Diunggah oleh

Harun Al Rasyid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan13 halaman

Refleksi Pengalaman Belajar Pendidikan

Dokumen ini adalah refleksi pengalaman belajar mengenai filosofi pendidikan di Indonesia, dengan fokus pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Penulis menyadari pentingnya pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan moral peserta didik. Selain itu, penulis mengusulkan perubahan dalam pendekatan pengajaran untuk lebih berpusat pada siswa dan menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek.

Diunggah oleh

Harun Al Rasyid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Seminar Pendidikan Profesi Guru

REFLEKSI PENGALAMAN
BELAJAR
Filosofi Pendidikan Indonesia

Muchamad Harun Alrosjid - 24911538


PPG Prajabatan Gel.1/2024
IKIP Siliwangi
INDIKATOR

Nama Matakuliah Review pengalaman belajar


01 02

Refleksi Pengalaman Analisis Artefak


03 Belajar 04 Pemebelajaran

Rumusan Hasil Refleksi


05
NAMA MATAKULIAH

FILOSOFI PENDIDIKAN
INDONESIA
REVIU PENGALAMAN
BELAJAR
1. Pengalaman belajar apa yang berguna dan menarik?
Pengalaman yang berguna dan menarik menurut saya adalah saat mempelajari
mengenai pandangan Kihajar Dewantara tentang Pendidikan dan profesi guru. Lau
juga perjalanan Pendidikan Indonesia yang ternyata perlu melewati berbagai
perubahan yang mana dulu Pendidikan hanya dilakukan untuk mendapat kerja
sekarang Pendidikan ada untuk mendapat kerja, memperhalus hati dan bersikap,
dan juga bagaiaman bergaul dengan lingkungan masyarakat yang baik dan
sebagaianya. Saya sangat setuju dengan pendapat kihajar dewantara tentang
Pendidikan ternyata tidak hanya sekadar ilmu yang didapat untuk bekerja tetapi Ki
Hadjar Dewantara (KHD) berpendapat bahwa pendidikan merupakan kunci utama
untuk menciptakan manusia Indonesia yang lebih beradab.
2. Pengalaman belajar apa yang berguna tetapi kurang
menarik?
Bagi saya banyak sekali pembelajaran yang didapat dari
mempelajari matakuliah ini misalnya seperti Pendidikan
yang akan merubah seseorang menjadi lebih beradab,
namun ada beberapa pengalaman belajar yang menurut
saya kurang menarik seperti halanya mempelajari sejarah
Pendidikan di Indonesia.
3. Pengalaman belajar apa yang menarik tapi kurang
berguna?
Bagi saya banyak sekali pembelajaran yang menarik seperti tentang
Pendidikan menurut Kihajar Dewantara, lalu Pancasila dalam
Pendidikan, dan ada juga yang mempelajari sejarah perjalanan
Pendidikan Indonesia yang mana menurut saya baik bagi kita untuk
tahu perjalanan Pendidikan secara garis besar namun untuk secara
mendetail menurut saya kurang berguna dalam menciptakan guru
masa depan yang lebih baik untuk Indonesia.
4. Pengalaman belajar apa yang tidak menarik dan
tidak berguna dalam konteks sebagai calon guru?
Seperti yang telah saya Bahasa dalam nomer 3 di
atas, bagi saya dapam mempelajari sejarah
Pendidikan di Indonesia secara mendetail tidak begitu
berguna menurut saya, karena kita telah mengalami
berbagai perubahan dalam Pendidikan sampai saat
ini kurikulum merdeka, menurut saya kalau
Pendidikan saat ini telah lebih baik dari masa lalu.
Akan lebih baik kalau kita berfokus saja untuk
memperbaiki lagi Pendidikan yang ada saat ini
dengan melihat masa lalu namun tidak sampai jauh
sebelum Indonesia merdeka.
Refleksi Pengalaman belajar
1. Apa yang telah terjadi?
Setelah mempelajari mata kuliah filosofi pendidikan di Indonesia,
saya semakin memahami dasar-dasar pemikiran pendidikan yang
berkembang di negara ini, termasuk nilai nilai Pancasila,
humanisme, dan pendekatan konstruktivis dalam pembelajaran.
Saya menyadari bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer
ilmu, tetapi juga upaya membentuk karakter, moral, dan kesadaran
sosial peserta didik. Selain itu, saya melihat bagaimana berbagai
filsafat pendidikan, seperti progresivisme dan esensialisme,
memengaruhi kebijakan serta praktik pendidikan di Indonesia. Hal
ini membuat saya lebih kritis dalam menilai sistem pendidikan saat
ini dan termotivasi untuk berkontribusi dalam perbaikan kualitas
pendidikan di masa depan.
2. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Hal itu terjadi karena filosofi pendidikan memberikan dasar pemikiran tentang
bagaimana pendidikan seharusnya dijalankan. Dalam mata kuliah ini, saya belajar
bahwa pendidikan di Indonesia dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, sejarah, dan
kebijakan yang berkembang dari waktu ke waktu. Dengan memahami berbagai teori
dan konsep pendidikan, saya jadi lebih menyadari bagaimana pendidikan
membentuk cara berpikir, karakter, dan masa depan generasi muda. Selain itu,
pembelajaran ini juga membuka wawasan saya untuk melihat tantangan dan
peluang dalam sistem pendidikan, sehingga saya lebih kritis dan ingin berkontribusi
dalam perbaikannya.
Refleksi Pengalaman belajar
1. Artefak-artefak pembelajaran mana yang dapat saya jadikan bukti dukung hasil
refleksi pengalaman belajar?
Artefak-artefak pembelajaran yang saya jadikan bukti untuk mendukung hasil
refleksi pengalaman belajar saya yaitu pada topik 2 Demonstrasi kontekstual. Pada
tahap ini diminta untuk membuat karya (infogravis, video pendek, puisi, dll) untuk
menggambarkan pemikiran filosofi Ki Hajar Dewantara sesuai dengan pengetahuan
dan pengalaman baru yang telah diperoleh. Lalu saya unggah ke dalam google drive
kemudian menyalinn tautanya untuk dikirimkan ke LMS. Berikut ini link tautan
google drive yang telah saya unggah:
[Link]
CtdHwZ0Aak/viewusp=sharing
2. Mengapa artefak ini yang saya pilih?
Karena artefak ini bagi saya menarik. Pada bagian artefak yang saya pilih, saya
mendapatkan pengetahuan baru mengenai strategi dalam penyusunan
pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara

3. Bagian mana dari artefak ini yang mendukung hasil refleksi


saya?
Artefak yang mendukung hadil refleksi saya pada saat mendesain infografis
mengenai penyususnan pemikiran Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara.
Dengan ini membuat saya menjadi paham bahwasanya Pendidikan haruslah
berpihak kepada peserta didik. Hal ini bertujuan untuk menentukan segala
kodrat yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan
setinggitingginya. Pendidik harus berpihak kepada peserta didik sehingga kita
sebagai pendidik bisa menuntun anak pada kodratnya baik kodrat alam
maupun kodrat zaman. Seorang guru yang baik harus mengetahui cara yang
tepat untuk menerapkan pembelajaran kepada peserta didik dengan
menyesuaikan karakter peserta didik.
3. Ada pada bagian pertanyaan no 3 yang menanyakan relevansi pemikiran
Kihadjar Dewantara dengan konteks Pendidikan Indonesia saat ini dan konteks
Pendidikan saat anda bersekolah?
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara sangat relevan dengan konteks pendidikan
Indonesia saat ini, terutama dalam hal pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik dan menekankan kemandirian serta pendidikan berbasis karakter. Prinsip
"Tut Wuri Handayani" masih menjadi filosofi dasar sistem pendidikan kita, di
mana guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan ruang bagi kreativitas
dan inisiatif siswa. Pada masa saya bersekolah, meskipun ada upaya untuk
menerapkan pendekatan ini, praktiknya masih cenderung berfokus pada
pengajaran satu arah dan akademis, dengan sedikit ruang untuk eksplorasi
personal atau keterlibatan aktif siswa. Dewantara mengingatkan bahwa
pendidikan harus lebih dari sekadar transfer ilmu, tetapi juga harus
memanusiakan manusia dan sesuai dengan kebudayaan lokal.
Rumusan hasil refleksi berupa
pembelajaran bermakna
Apabila saya mengajar atau membahas topik ini, dengan mempertimbangkan
prinsip pembelajaran bermakna yang berpusat kepada siswa, perubahan apa yang
akan saya lakukan?

Jika saya mengajar atau membahas topik ini dengan mempertimbangkan prinsip
pembelajaran bermakna yang berpusat kepada siswa, saya akan melakukan
beberapa perubahan. Pertama, saya akan memberikan ruang bagi siswa untuk
mengeksplorasi dan mengkritisi pemikiran para tokoh pendidikan, seperti Ki
Hadjar Dewantara, dalam konteks pendidikan saat ini. Kedua, saya akan
menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek (misalnya membuat video
documenter pendek), di mana siswa dapat membuat refleksi pribadi atau
mengembangkan gagasan inovatif tentang pendidikan di Indonesia. Dengan
pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat
mengaplikasikannya secara nyata.

Anda mungkin juga menyukai