Jadwal dan Pendaftaran O2SN 2025
Jadwal dan Pendaftaran O2SN 2025
Medan,
16 Mei 2025
Nomor :400.3/4760
Sifat : Penting
Lampiran : 1 Berkas
Hal : Informasi Registrasi/ Pendaftaran
“Kegiatan O2SN Tingkat SD Tahun 2025”
Dengan hormat,
1. Berdasarkan Surat Balai Pengembangan Talenta Indonesia Kementrian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi nomor : 0089/J7.1/HM.01.00/2025 tentang Ralat
Jadwal Pelaksanaan Peluncuran Ajang Talenta 2025. Dan dari Zoom Meeting
tersebut mendapatkan hasil sebagai berikut
2. Sehubungan dengan akan dilaksanakannya kegiatan O2SN Tingkat SD se Kota
Medan Tahun 2025 pada tanggal 04 s.d 05 Juni 2025, dengan ini diharapkan
kepada masing-masing sekolah untuk mendaftarkan siswa/i sesuai dengan cabang
lomba yang diinginkan sesuai minat dan bakat peserta didik
3. Kepada masing-masing sekolah untuk membaca dan memahami Pedoman O2SN
Tingkat SD Tahun 2025 untuk syarat dan kriteria peserta serta tata cara registrasi
Lomba PENCAK SILAT, KARATE DAN SENAM
4 Peserta lomba pada point 3 adalah peserta yang terdaftar dan telah sinkronisasi
secara resmi di [Link]
5. Lomba terdiri dari 3 (tiga) cabang lomba dan akan dilaksasanakan secara Nasional
(sesuai panduan O2SN 2025 dari BPTI) yaitu :
a. Pencak Silat (Putra/ Putri)
b. Karate (Putra/ Putri)
c. Senam (Putra/ Putri)
6. Untuk mengembangkan minat dan bakat olahraga siswa pada cabang olahraga lain,
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan membuka pendaftaran untuk
peserta cabang olahraga namun, tidak dikirim ke tingkat Provinsi dan Nasional.
Cabang olahraga tersebut, yaitu :
a. Bulu Tangkis (Putra/ Putri)
b. Kids Athletic (Putra/ Putri)
c. Renang (Putra/ Putri)
7. Peserta maksimal 1 siswa putra dan 1 siswa putri dalam satu cabor tiap sekolah
8. Link pendaftaran cabang olahraga point 6 :
a. Kids Athletic (Putra/ Putri) ( [Link] )
b. Renang (Putra/ Putri) ( [Link] )
c. Bulu Tangkis (Putra/ Putri) ( [Link] )
9. Technical Meeting dilaksanakan hari Rabu tanggal 28 Mei 2025 di Aula Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Pukul 10.00 WIB
[Link] kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
PANDUAN
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL
JENJANG SD/MI/SEDERAJAT
TAHUN 2025
ii
Diterbitkan oleh:
Balai Pengembangan Talenta Indonesia
Pusat Prestasi Nasional
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pengarah:
Suharti
Mariman
Maria Veronica Irene Hedjiono
Retno Juni Rochmaningsih
Penanggung Jawab:
Dedek Meilani
Wandi Hidayat
Tim Penyusun:
Agus Supriyanto
Setio Nugroho
Pepen Apendi
Taufik Hidayat
Ade Indra Setiadi
Ulfa Uswatun Khasanah
Desain Sampul:
Muhammad Nafi Rizaldi
Tata Letak:
Ermaria Annisa
Januari 2025
©2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Hak cipta dilindungi Undang-Undang.
All rights reserved.
iii
DAFTAR ISI
LAMPIRAN ....................................................................................................................................................24
A. PENCAK SILAT ...............................................................................................................................25
B. KARATE ...........................................................................................................................................31
C. SENAM..............................................................................................................................................40
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Olahraga adalah alat yang sangat kuat dalam membentuk karakter yang tangguh, disiplin,
dan berintegritas, dengan mengintegrasikan nilai-nilai positif olahraga, kita dapat
menciptakan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara
emosional dan sosial. Olahraga bukan hanya kegiatan fisik untuk menjaga kesehatan
tubuh, tetapi juga merupakan sarana penting dalam membangun karakter. Dalam konteks
pendidikan, olahraga dapat menjadi alat yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai moral,
sosial, dan etika. Kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SMPM) melalui
olahraga bertujuan untuk meningkatkan kualitas individu, baik secara fisik, mental,
maupun sosial, dengan kebijakan yang terarah dan implementasi yang konsisten, olahraga
dapat menjadi alat yang efektif dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan
kompetitif, yang yang pada akhirnya berkontribusi mendukung kemajuan suatu bangsa.
Pada tahun 2025, format O2SN didorong untuk mengembangkan menciptakan ekosistem
yang mendorong inovasi, kreativitas, dan prestasi. Sehingga semangat O2SN diarahkan,
tidak hanya mengidentifikasi dan mengembangkan bakat bidang olahraga anak-anak
Indonesia, tetapi juga terus memberikan mereka ruang untuk berinovasi, berkreasi, dan
1
berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Lebih lanjut O2SN tahun 2025
dirancang dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada saat ini, sehingga
diarahkan memungkinkan berbagai metode dan mekanisme yang dapat disesuaikan
dengan kondisi masing-masing daerah. Sinergi antara berbagai pihak, termasuk
pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi
elemen penting dalam mendukung kelancaran O2SN tahun 2025. Dengan adanya
kompetisi ini, diharapkan lahir talenta-talenta unggul yang dapat berkontribusi bagi
pembangunan nasional.
Tidak hanya hal tersebut di atas, Kita semua mengetahui makna penting penyelenggaraan
O2SN diarahkan dalam rangka mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON),
O2SN-SD ke-XVIII Tahun 2025 merupakan salah satu peran strategis dari Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah guna berkontribusi memajukan prestasi olahraga
Indonesia pada tingkatan pra pembibitan yang juga sudah tertuang pada Desain Besar
Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) yaitu bertujuan untuk identifikasi, seleksi, dan
pengaktualisasian talenta pada satuan pendidikan. Lebih lanjut O2SN merupakan salahsatu
ikhtiar pada perluasan kumpulan bakat (talent pool) dan mengembangkan mekanisme
akuisisi talenta dan penguatan pembinaan dan fasilitasi talenta. Sehingga apa yang
dituangkan dalam Peraturan Presiden tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasinal
(DBMTN) ini terkait kebijakan O2SN adalah memberikan harapan yang besar kepada para
peserta didik yang mempunyai talenta bidang olahraga untuk terus mengasah
kemampuannya, mengembangkan talenta yang dimiliki sehingga pada akhirnya akan
bermuara pada talenta unggul.
O2SN yang telah diselenggarakan lebih dari satu dasawarsa ini menjadi platform strategis
dalam mengintegrasikan kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SDM),
menunjukan komitmen dan dukungan Kemendikdasmen dalam hal ini BPTI terhadap
pembangunan terpadu MTN yang berfungsi untuk mengembangkan dan mengintervensi
pembinaan seluruh talenta. Dengan disusun Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Sekolah Dasar (O2SN-SD) ini dapat dijadikan acuan bagi berbagai pihak yang terkait,
dalam mengikuti gelaran O2SN tahun 2025.
2
B. Dasar Hukum
Dasar hukum sebagai landasan pelaksanaan O2SN-SD adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
3. Undang-Undang No. 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah;
4. Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan;
5. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun
2010;
6. Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi
Kementerian Negara dalam Kabinet Merah Putih Periode 2024 – 2029;
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan
Pendidikan Karakter;
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar
Olahraga Nasional;
9. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar
Manajemen Talenta Nasional;
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 188 Tahun 2024 tentang Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 39 tahun 2008 tentang Pembinaan
Kesiswaan;
12. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 27 tahun 2021
tentang Organisasi dan tata kerja Balai Pengembangan Talenta Indonesia;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No. 1 tahun 2024 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;
14. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 71
Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta Peserta Didik;
15. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Balai Pengembangan Talenta Indonesia Tahun
2025.
3
C. Tujuan
1. Tujuan Panduan O2SN-SD tahun 2025 yakni sebagai berikut:
Panduan ini disusun sebagai acuan untuk penyelenggara, peserta didik, satuan
pendidikan, instansi pendidikan, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dalam
melaksanakan ajang di bidang olahraga sesuai dengan kriteria dan ketentuan
sebagaimana tertulis dalam panduan ini.
4
E. Logo dan Tema
1. Logo O2SN-SD Tahun 2025 adalah sebagai berikut:
5
9. Balai Pengembangan Talenta Indonesia yang selanjutnya disingkat BPTI adalah unit
pelaksana teknis Kementerian yang memiliki tugas dan fungsi bidang pengembangan
talenta;
10. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan dasar dan menengah.
11. BBPMP adalah singkatan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan.
12. BPMP adalah singkatan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan.
13. BAPOPSI adalah singkatan dari Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia.
14. IGORNAS adalah singkatan dari Ikatan Guru Olahraga Nasional.
15. MKKS adalah singkatan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah.
16. MGMP PJOK adalah singkatan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
17. Cabang Dinas adalah bagian dari perangkat daerah penyelenggara urusan
pemerintahan di bidang pendidikan dan lainnya yang dibentuk sebagai unit kerja dinas
dengan wilayah kerja tertentu.
18. Unit Pelaksana Teknis Daerah yang selanjutnya disingkat UPTD adalah organisasi
yang melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang
tertentu pada Dinas atau Badan Daerah.
19. O2SN adalah suatu bentuk kegiatan ajang talenta bersifat kompetisi di bidang
olahraga antar pesertadidik jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan
menengah dalam lingkup wilayah tertentu.
20. Pelaksanaan O2SN tahun 2025 dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat
kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.
21. Perlombaan/Pertandingan secara daring/online adalah Perlombaan/Pertandingan
pertandingan yang menggunakan sarana jaringan internet sebagai media transfer data
dan informasi, dimana pengiriman dan penerimaannya seketika (real-time) ataupun
tertunda (tersimpan di server cloud) sebelum diunduh.
22. Perlombaan/Pertandingan secara luring/offline adalah Perlombaan/Pertandingan yang
menggunakan sarana aplikasi teknologi informasi yang pengiriman dan penerimaaan
data/informasinya tidak menggunakan jaringan internet (online) melainkan melalui
penyimpnan seperti CD, flash-disk, memory card, dll.
23. Daring singkatan dari dalam jaringan (internet) sedangakan luring singkatan dari dari
luar jaringan (tidak menggunakan internet).
6
BAB II
PENGELOLAAN AJANG
Asas dan prinsip mencakup nilai, norma, asas penyelenggaraan, dan prinsip
penyelenggaraan. Penyelenggaraan ajang talenta harus mencerminkan dan menerapkan
asas dan prinsip yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
1. Nilai
Nilai-nilai yang dikandung dalam pelaksanaan ajang talenta tidak bertentangan
dengan nilai-nilai pendidikan, seperti pembelajaran, obyektivitas, produktivitas,
estetika, keteladanan, kedisiplinan, kejujuran, dan nilai-nilai karakter positif lainnya.
Nilai-nilai tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh komponen yang terlibat
dalam penyelenggaraan agar dipahami dan diaktualisaikan dalam berbagai aspek
kegiatan.
2. Norma
Norma ajang talenta mencakup norma etika yang tidak tertulis, yang berlaku sesuai
dengan kebudayaan setempat, serta norma tertulis yang berwujud ketentuan atau
peraturan, termasuk tata tertib acara seremonial dan kegiatan ajang itu sendiri. Selain
untuk mengatur berlangsungnya kegiatan yang tertib, lancar, dan aman, penegakan
norma diharapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya motivasi berprestasi
para peserta, mengekspresikan kreativitas dan keindahan, serta keterbukaan. Selain
itu, penyelenggaraan ajang talenta juga harus mengikuti asas dan prinsip
penyelenggaraan yang ditentukan dalam dokumen ini.
3. Asas penyelenggaraan
a. Sinergi inovatif dan kreatif untuk mengembangkan talenta olahraga hebat yang
berkarakter;
b. diselenggarakan dalam kerangka pembangunan pendidikan nasional;
c. menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju kemajuan;
d. menjadi wadah bagi aktualisasi prestasi talenta peserta didik;
e. terbuka bagi peserta didik dari semua jenjang dan jenis pendidikan.
7
4. Prinsip penyelenggaraan
Penyelenggaraan Ajang Talenta mengikuti prinsip Inclusive, Growth, Participative,
dan Sustain, yang dimanifestasikan dengan upaya-upaya berikut:
a. pemerataan kesempatan bagi seluruh peserta didik Indonesia tanpa membedakan
suku, agama, rupa, dan ras;
b. pemberian kebebasan pengenalan diri dan kesempatan tumbuh-kembang peserta
didik tanpa intervensi yang eksploitatif;
c. pembinaan yang membuka peluang peserta didik untuk berprestasi internasional
dan berkarya sebagai pionir perubahan bangsa meraih keunggulan kompetitif
(competive advantage);
d. tata kelola penyelenggaraan yang obyektif, efisien, akuntabel dan transparan;
e. intensifikasi pembinaan di daerah dalam rangka mengupayakan pemerataan
prestasi melalui kegiatan pencarian dan pemanduan bakat (talent scouting) yang
melibatkan seluruh pemangku kepentingan;
f. partisipasi seluruh pemangku kepentingan di semua aspek penyelenggaraan;
g. perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang konsisten dan berkesinambungan;
h. implementasi penjaminan mutu yang berkelanjutan.
B. Sasaran
Sasaran pelaksanaan O2SN-SD tahun 2025 adalah peserta didik di Sekolah Dasar
(SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau yang sederajat dari seluruh Indonesia baik negeri
maupun swasta.
C. Cabang Olahraga
Cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan pada O2SN-SD tahun 2025 pada
tingkat nasional meliputi 3 (tiga) cabang yaitu:
Cabang Nomor
No.
Olahraga Putra Putri
1 Pencak Silat Jurus Tunggal Jurus Tunggal
8
D. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk penyelenggaraan O2SN-SD tahun 2025 ialah:
1. Venue beserta peralatan pendukung perlombaan/pertandingan;
2. Tenaga medis dengan perlengkapan dan ambulance.
3. Portal pendaftaran dan jaringan internet.
E. Mekanisme Penyelenggaraan
Pelaksanaan O2SN tahun 2025 diselenggarakan secara daring di tingkat nasional
sedangkan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi menyesuaikan dengan
kondisi dan situasi di daerah masing-masing (pelaksanaan seleksi dapat dilaksanakan
dengn format perlombaan/pertandingan secara luring maupun daring).
Seleksi O2SN-SD tahun 2025 diselenggarakan secara bertingkat, yakni:
1. Tingkat Kecamatan;
2. Tingkat Kabupaten/Kota;
3. Tingkat Provinsi;
4. Tingkat Nasional.
Pelaksanaan seleksi O2SN-SD tahun 2025 mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan
provinsi diharapkan dapat mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1. Seleksi dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, adil dan memperhatikan pemerataan
kesempatan berprestasi, dengan wajib melibatkan atau bekerja sama dengan induk
organisasi cabang olahraga (pengcab/pengkab/pengkot/pengprov), BAPOPSI dan
atau perguruan tinggi yang memiliki fakultas atau jurusan keolahragaan;
2. Persyaratan peserta mengacu kepada ketentuan yang dituangkan dalam bab III buku
panduan ini;
3. Jadwal penyelenggaraan seleksi tingkat daerah disampaikan kepada BPTI;
4. Menyampaikan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan
Provinsi dan atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau Balai Penjaminan
Mutu Pendidikan kepada BPTI tentang hasil pelaksanaan seleksi O2SN di daerahnya;
F. Mekanisme Pendaftaran
1. Pendaftaran peserta O2SN-SD dilakukan dengan sistem daring (online) mulai dari
tingkat kecamatan;
2. Pendaftaran daring dapat diakses pada laman resmi panitia pusat BPTI;
3. Ada 2 tahap pendaftaran daring yaitu:
9
a. Tahap I
Pendaftaran daring tahap ini ditujukan bagi peserta yang mewakili sekolah untuk
mengikuti seleksi di tingkat kecamatan melalui portal [Link]
[Link] dan
[Link]
2sn
b. Tahap II
Pendaftaran daring tahap II ditujukan bagi peserta yang lolos seleksi tingkat
provinsi dan ditetapkan sebagai perwakilan provinsi ke tingkat nasional
dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) Penetapan Kontingen O2SN-SD
Tingkat Nasional yang ditandatangani oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi
atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau Balai Penjaminan Mutu
Pendidikan melalui portal
[Link]
2sn
4. Dinas Pendidikan Kab./Kota dan Provinsi atau Balai Besar Penjaminan Mutu
Pendidikan atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan akan mendapatkan akun
pendaftaran daring dari panita pusat BPTI.
5. Pendaftaran daring dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia
pusat BPTI.
10
No Kegiatan Waktu Tempat
Seleksi O2SN Tingkat
5. Mei – Juni 2025 Ditentukan Kab./Kota
Kab./Kota
Seleksi O2SN Tingkat Ditentukan
6. Juni – Juli 2025
Provinsi Provinsi/BPTI
Pendaftaran daring
tahap II (Unggah 1 Juli – 10 Agustus
7. Portal Panitia Pusat
Video Ke Tingkat 2025
Nasional)
Pelaksanaan O2SN SD
2. 1 – 6 September 2025 Ditentukan BPTI
Tingkat Nasional
H. Unsur Penyelanggara
Agar pelaksanaan O2SN-SD tahun 2025 dapat berlangsung secara baik dan efisien, perlu
disusun kepanitiaan dan pembagian peran setiap tingkatannya. Adapun kepanitiaan
pelaksanaan O2SN untuk setiap tingkatan adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Sekolah
a. Kepala Sekolah;
b. Guru;
c. Komite Sekolah;
d. Instansi Terkait.
11
2. Tingkat Kecamatan
3. Tingkat Kabupaten/Kota
12
Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat kabupaten/kota adalah:
4. Tingkat Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Provinsi atau Balai Besar Penjaminan
Mutu Pendidikan (BBPMP) atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP)
membentuk panitia O2SN tingkat provinsi yang terdiri atas unsur:
a. Dinas Pendidikan Provinsi/Dinas Olahraga/ BBPMP/BPMP;
b. Pengurus Cabang Olahraga Provinsi yang diperlombakan/diper-tandingkan
c. BAPOPSI, IGORNAS, MKKS, MGMP PJOK;
d. Perguruan Tinggi setempat;
e. Instansi yang terkait lainnya.
13
Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat provinsi adalah:
a. Merencanakan pelaksanaan O2SN provinsi;
b. Menyiapkan panduan penyelenggaraan O2SN di tingkat provinsi yang tidak
bertentangan dengan panduan O2SN yang diterbitkan panitia pusat.
c. Bekerjasama dengan induk cabang olahraga provinsi dan atau perguruan tinggi
dan Dinas Pendidikan/Dinas Olahraga Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan
O2SN di tingkat provinsi;
d. Menyiapkan surat-surat dan keperluan lain yang terkait dengan penyelenggaraan
kegiatan;
e. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN;
f. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan dan perangkat
lomba/pertandingan lomba dengan surat keputusan;
g. Melaksanakan kegiatan O2SN tingkat provinsi;
h. Menetapkan peserta/pemenang melalui surat keputusan Kepala Dinas
Pendidikan/Dinas Olahraga Provinsi/ atau Kepala BBPMP/BPMP;
i. Menyampaikan dan melaporkan jadwal pelaksanaan ke panitia pusat Balai
Pengembangan Talenta Indonesia;
j. Mendaftarkan para peserta kontingen O2SN provinsi melalui pendaftaran daring
ke Balai Pengembangan Talenta Indonesia melalui portal O2SN.
5. Tingkat Nasional
Kepala Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah membentuk panitia O2SN tingkat nasional yang terdiri atas unsur:
a. Kemendikdasmen;
b. Kemenpora;
c. Kemenag;
d. Induk Organisasi Cabang Olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan;
e. KONI;
f. BAPOPSI.
14
Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat nasional adalah:
I. Penghargaan
Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang berhasil mencapai prestasi terbaik pada
tingkatan masing-masing, mulai dari satuan pendidikan, kecamatan, kabupaten/kota,
provinsi, dan nasional. Penghargaan pada tingkat nasional diberikan oleh BPTI dalam
bentuk sertifikat, medali, dan uang pembinaan. Penghargaan pada tingkat satuan
pendidikan dan daerah menjadi ranah kebijakan satuan pendidikan dan daerah.
15
2. Juara Umum
Penetapan juara umum ditentukan berdasarkan perolehan medali emas, perak,
perunggu terbanyak dengan perhitungan dari akumulasi perolehan medali dari jenjang
pendidikan dasar, menengah dan disabilitas. Juara umum akan memperoleh piala
bergilir.
J. Pembiayaan
Balai Pengembangan Talenta Indonesia menanggung biaya sosialisasi dan pelaksanaan
O2SN tingkat nasional.
16
BAB III
NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN
Dalam proses keabsahan, peserta yang mengikuti seleksi tingkat Provinsi dan
Nasional harus melengkapi dokumen dan mengunggah ke laman pendaftaran
daring/online Puspresnas dengan rincian sebagai berikut:
17
a. Akte Kelahiran (PDF/JPG).
b. Biodata peserta didik pada Rapor (PDF/JPG).
c. Surat Keterangan Kepala Sekolah (PDF).
d. Surat Pernyataan/Pakta Integritas (PDF). format surat poin “c dan d” dapat
diunduh pada laman [Link]
3. Pendamping
18
B. Keabsahan
a. Pengertian
Keabsahan merupakan proses pemeriksaan atau pengecekan untuk menentukan sah
atau tidak sahnya seorang peserta untuk mengikuti perlombaan/pertandingan O2SN-
SD berdasarkan pada persyaratan, dokumen bukti persyaratan. Proses keabsahan
wajib dilakukan oleh panitia penyelenggara O2SN-SD di setiap tingkatan seleksi
sebelum perlombaan/pertandingan O2SN-SD dimulai.
Cabang Keterangan
No Putra Putri Nomor
Olahraga
1 Pencak 2 2 • Jurus 1) Peserta Tingkat kecamatan:
Silat Tunggal maksimal maksimal 2 Pa dan
Putra, dan maksimal 2 Pi setiap satuan
• Jurus pendidikan.
Tunggal 2) Peserta Tingkat Kab./Kota:
Putri maksimal maksimal 2 Pa dan
maksimal 2 Pi setiap
kecamatan.
3) Peserta Tingkat Provinsi:
maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Pi setiap Kab./Kota.
4) Peserta Tingkat Nasional:2 Pa
dan 2 Pi setiap provinsi.
19
Cabang Keterangan
No Putra Putri Nomor
Olahraga
2 Karate 2 2 • Kata 1) Peserta Tingkat kecamatan:
Perorangan maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Putra, dan Pi setiap satuan pendidikan
• Kata 2) Peserta Tingkat Kab./Kota:
Perorangan maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Putri Pi setiap kecamatan.
3) PesertaTingkat Provinsi:
maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Pi setiap Kab./Kota.
4) Peserta Tingkat Nasional: 2 Pa
dan 2 Pi setiap provinsi
3 Senam 2 2 • Perorangan 1) Peserta Tingkat kecamatan:
Putra Alat maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Lantai, dan Pi setiap satuan pendidikan
• Perorangan 2) Peserta Tingkat Kab./Kota:
Putri Alat maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Lantai Pi setiap kecamatan.
3) Peserta Tingkat Provinsi:
maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Pi setiap Kab./Kota.
4) Peserta Tingkat Nsional: 2 Pa
dan 2 Pi setiap provinsi
D. Sanksi Pelanggaran
1. Peserta yang tidak lolos pemeriksaan keabsahan, baik keabsahan dokumen maupun
keabsahan fisik, dikenakan hukuman diskualifikasi oleh panitia penyelenggara.
2. Peserta yang melakukan pelanggaran berupa pemalsuan identitas dalam O2SN 2025,
maka akan didiskualifikasi oleh panitia penyelenggara.
3. Pendamping yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang menjadi pendorong
hingga terjadinya pemalsuan identitas tersebut, dikenakan sanksi oleh panitia
penyelenggara.
1. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat semua cabang olahraga harus
mempertimbangkan dengan penuh kesadaran seluruh risiko dari aspek keamanan dan
keselamatan mulai dari proses persiapan, sampai dengan pelaksanaan
perlombaan/pertandingan, menjunjung nilai-nilai fair play dan mengutamakan
20
keselamatan publik ketika berada di lapangan ataupun di lokasi kegiatan adalah sikap
utama yang seharusnya selalu ditunjukkan.
2. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat harus mengenakan perangkat keamanan dan
atau keselamatan yang sudah ditetapkan sesuai ketentuan pada masing-masing cabang
olahraga pada waktu persiapan dan pelaksanaan perlombaan/pertandingan.
3. Fail-Safe system sebagai kelengkapan standar sistem keamanan dan keselamatan.
4. Berikanlah informasi atau peringatan kepada lingkungan sekitar atas resiko yang
mungkin terjadi jika terjadi kesalahan.
21
BAB IV
KETENTUAN KHUSUS
Dengan memahami panduan ini diharapkan panitia dan semua pihak yang terlibat/terkait dapat
melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya dengan sebaik-baiknya, sehingga pelaksanaan
O2SN-SD dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Semua hal
yang menyangkut penyelenggaraan ajang talenta yang diatur dalam panduan ini dapat berubah
sesuai dengan kondisi dan perkembangan kebijakan. Untuk itu, BPTI akan
memberitahukannya pada saat perubahan itu sudah ditetapkan, dan akan disampaikan
secepatnya melalui adendum atau melalui dokumen lainnya yang tidak dapat dipisahkan dari
buku panduan ini.
22
BAB V
PENUTUP
23
LAMPIRAN
KETENTUAN TEKNIS
PERLOMBAAN/PERTANDINGAN
CABANG OLAHRAGA
24
A. PENCAK SILAT
1. Persyaratan Peserta
Persyaratan peserta pencak silat O2SN-SD tahun 2025 sebagai berikut :
a. Terdaftar sebagai siswa SD/MI kelas 3, 4 dan 5 pada Tahun Ajaran 2024/2025,
saat mengikuti lomba tingkat sekolah, kecamatan dan kab./kota;
b. Batas akhir usia Peserta SD/MI adalah kelahiran maksimal 01 Januari 2013;
c. Peserta seleksi tingkat Kecamatan terdiri dari 4 (empat) peserta (2 putra dan 2
putri) dari masing- masing sekolah untuk mengikuti seleksi Tingkat kecamatan;
d. Peserta seleksi tingkat Kabupaten/Kota adalah juara seleksi tingkat Kecamatan
yang terdiri dari 4 (empat) peserta (2 putra dan 2 putri);
e. Peserta seleksi tingkat Provinsi adalah juara seleksi tingkat Kabupaten/Kota
yang terdiri dari 4 (empat) peserta (2 putra dan 2 putri);
f. Peserta seleksi tingkat nasional adalah juara seleksi tingkat Provinsi yang terdiri
dari 4 (empat) peserta (2 putra dan 2 putri);
g. Atlet cabang olahraga pencak silat yang telah lolos proses pemeriksaan
keabsahan dari Tim Keabsahan O2SN-SD tahun 2025.
2. Peraturan Pertandingan
Peraturan Pertandingan yang digunakan pada O2SN-SD tahun 2025 adalah Peraturan
Pertandingan Pencak Silat hasil Tahun 2022.
3. Peserta
Peserta Cabang Olahraga Pencak Silat O2SN-SD tahun 2025 dapat dilihat pada tabel
berikut.
6. Pengurangan Nilai
a. Pesilat atau senjata keluar lebih dari setengah batas frame akan dikurangi - 0,01
setiap kali keluar frame (batas layar kamera);
b. Setiap kali kamera zoom in atau zoom out atau mengikuti gerakan pesilat akan
dikurangi - 0,01;
c. Jika terdapat tulisan statis atau berjalan di dalam video akan dikurangi - 0,5;
d. Instruksi pelatih dibolehkan selama tidak berlebihan yang dapat mengganggu
proses penjurian;
e. Suara-suara/teriakan penonton/supporter atau iringan musik yang terdapat di
dalam video akan dikurangi -0,01;
f. Peserta yang menggunakan aksesoris seperti gelang atau perlengkapan dalam
bentuk apapun di badan atau di tubuh akan dikurangi - 0,01.
26
d. Posisi pesilat wajib dalam kondisi 100% posisi tubuh di dalam layar dan posisi
kamera berada dalam posisi tengah (center), sesuaikan jarak kamera dengan
pesilat, sehingga seluruh rangkaian gerak masuk dalam tampilan video (in
frame/batas layar kamera) dan statis (tidak ada zoom in/zoom out & kamera tidak
mengikuti pergerakan pesilat) dengan menggunakan penyangga kamera atau
tripot;
e. Rekaman video harus dilakukan ketika pesilat sudah dalam posisi menghadap ke
kamera sejak posisi awal dengan diawali menunjukkan id card yang jelas;
f. Sebelum menampilkan jurus tunggal, peserta menunjukkan ID Card yang
diunduh pada laman pendaftaran daring panitia pusat sampai terlihat jelas di
tampilan video (dicetak ukuran A4);
g. Video dikirim dengan minimal resolusi HD720 pixel;
h. Video dikirimkan tanpa ada edit video (misalnya tulisan, cahaya atau gerakan);
i. Semua video penampilan dibuat ke dalam link youtube serta menyematkan link
tersebut ke dalam laman unggah video pada masing-masing jenjang.
27
9. Seleksi Tingkat Nasional
a. Pesilat mengirimkan 1 (satu) video Provinsi, unggahan rekaman video setiap
Provinsi diwajibkan mencantumkan keterangan/label Nama Pesilat dan Nama
Provinsi, berikut format penamaan video untuk Pesilat putra dan putri:
Nama Sekolah, terdiri atas : Nama Pesilat#Putra/Putri#Provinsi
Contoh: Rafif#Putra#Prov. Jawa Timur
b. Apabila pengiriman video tidak mengikuti sesuai Panduan Teknis O2SN-SD
Tahun 2025 atau terjadi kesalahan tersebut atau tidak dapat dibuka/diputar maka
kesalahan tersebut menjadi tanggungjawab peserta/pengirim;
c. Jika pada saat pendaftaran peserta berakhir, terdapat Provinsi yang tidak
mengunggah video, maka dinyatakan tidak mengikuti kegiatan ini.
12. Penjurian
Penjurian dalam pertandingan Pencak Silat Kategori Tunggal O2SN-SD tahun 2025,
akan dinilai oleh Juri yang telah mempunyai sertifikat Kualifikasi Tingkat Nasional
dari masing-masing daerah. Penentuan personalia Delegasi Teknik, Dewan Hakim,
Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri, dan Wasit Juri ditetapkan dan disahkan oleh
PB. IPSI dengan Surat Tugas.
28
13. Peraturan Pertandingan Cabang Olahraga Pencak Silat
Nomor yang dipertandingkan O2SN-SD tahun 2025 yaitu jurus tunggal. Jurus tunggal
adalah kategori yang menampilkan seorang Pesilat memperagakan kemahirannya
dalam Jurus Tunggal Baku secara benar, tepat dan mantap, penuh penjiwaan, dengan
tangan kosong dan bersenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang
berlaku untuk kategori Tunggal.
a. Peraturan Khusus
Kategori Jurus Tunggal
1) Tunggal Putra
2) Tunggal Putri
b. Perlengkapan Bertanding
1) Pakaian
a) Pakaian Pencak Silat model standar, warna bebas dan polos, tidak boleh
berenda;
b) Memakai ikat kepala (jilbab bukan merupakan ikat kepala) dan kain
samping;
c) Pilihan dan kombinasi warna diserahkan kepada peserta. Boleh memakai
badge IPSI di dada sebelah kiri dan badge daerah disebelah kanan.
2) Senjata
a) Golok atau parang: terbuat dari logam, tidak tajam dan runcing dengan
ukuran 20 cm s.d. 30 cm;
b) Tongkat: terbuat dari rotan dengan ukuran panjang antara 100 cm s.d. 150
cm, dengan garis tengah 1,5 cm s.d.2,5 cm.
29
Penutup
Keberhasilan penyelenggaraan O2SN-SD Tahun 2025 ditentukan oleh semua unsur yang
berkepentingan dalam melaksanakan kegiatan secara tertib, teratur, penuh disiplin dan rasa
tanggung jawab yang tinggi.
Dengan memahami panduan teknis ini diharapkan panitia penyelenggara, peserta dan
pihak-pihak terkait dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan
O2SN-SD tahun 2025 ini mencapai hasil secara optimal.
Apabila terdapat perubahan maka panitia penyelenggara akan menyampaikannya melalui
surat keputusan tambahan, adendum atau aturan tambahan. Seluruh keputusan panitia
penyelenggara yang tercantum di dalam panduan teknis di atas adalah mutlak dan tidak
dapat diganggu gugat.
Semoga panduan ini dapat dijadikan acuan sehingga kegiatan O2SN-SD dapat terlaksana
dengan baik, efektif dan efisien.
30
B. KARATE
1. Persyaratan Peserta
Persyaratan peserta Karate O2SN-SD tahun 2025 sebagai berikut:
a. Pada saat pendaftaran mengikuti lomba tingkat sekolah, kecamatan dan
kabupaten/kota, peserta terdaftar sebagai siswa SD/MI kelas 3, 4 dan 5 pada
Tahun Ajaran 2024/2025;
b. Batas akhir usia Peserta SD/MI adalah kelahiran maksimal 01 Januari 2013 atau
sesudahnya. Apabila peserta didik yang bersangkutan masih duduk di kelas 5
SD/MI dan atau yang sederajat namun lahir sebelum tanggal 1 Januari 2013, maka
peserta didik yang bersangkutan tidak dapat mengikuti O2SN-XVIII SD/MI
2025;
c. Peserta merupakan anggota perguruan dibawah naungan PB FORKI;
d. Bukan binaan dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), Pusat
Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD), Pusat Pelatihan Olahraga
Pelajar (PPOP), dan DIKLAT/Sekolah Khusus Olahraga (SKO);
e. Peserta bukan merupakan juara (juara I, II, dan III bersama,baik perorangan
maupun beregu) pada semua nomor pertandingan di:
1) Kejuaraan Nasional Karate PB FORKI yang terakhir.
2) Juara O2SN SD Tingkat Nasional tahun sebelumnya.
f. Bagi atlet yang pindah perguruan tidak diperbolehkan bertanding kecuali telah
selesai masa skorsing selama 2 tahun untuk tidak bertanding sesuai AD-ART PB
FORKI Pasal 7 Tentang Perpindahan Perguruan “karateka yang pindah dari
perguruan asalnya ke perguruan barunya, mengundurkan diri/berhenti atau
diberhentikan dari perguruan asalnya, tidak dapat mewakili Perguruan Karate
barunya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan FORKI dalam jangka waktu 2 (dua)
tahun terhitung sejak dibuatnya surat perpindahannya, surat pengunduran diri
atau surat pemberhentian dari perguruan asalnya”;
g. Peserta seleksi tingkat Kecamatan terdiri dari maksimal 4 (empat) peserta (2 putra
dan 2 putri) dari masing- masing sekolah. Panitia Seleksi tingkat kecamatan harus
berkoordinasi dengan FORKI Kabupaten/Kota;
h. Peserta seleksi tingkat Kabupaten/Kota adalah juara seleksi tingkat Kecamatan
yang terdiri dari maksimal 4 (empat) peserta (2 putra dan 2 putri) dari masing-
31
masing kecamatan. Panitia tingkat Kab/kota harus berkoordinasi dengan FORKI
Kab/Kota;
i. Peserta seleksi tingkat Provinsi adalah juara seleksi tingkat Kabupaten/Kota
yang terdiri dari maksimal 4 (empat) peserta (2 putra dan 2 putri) dari masing-
masing Kabupaten/Kota . Panitia Seleksi tingkat provinsi harus berkoordinasi
dengan FORKI Provinsi;
j. Peserta seleksi tingkat nasional adalah juara 1 dan 2 pada seleksi tingkat Provinsi
yang terdiri dari 4 (empat) peserta (2 putra dan 2 putri);
k. Peserta telah lolos proses pemeriksaan keabsahan dari Tim Keabsahan O2SN
jenjang SD/MI tahun 2025.
2. Peserta Pertandingan
Peserta pertandingan Cabang Olahraga Karate O2SN-SD Tahun 2025 dapat dilihat
pada tabel berikut:
3. Pakaian Peserta
a. Peserta boleh mengenakan karate-gi berwarna putih polos atau stripe merah - biru
yang tidak bercorak & tanpa berisi bordiran pribadi. Lambang Provinsi dipakai
pada dada kiri karate- gi dan ukuran keseluruhannya tidak boleh melebihi 12 cm
x 8 cm;
b. Karate-gi bagian atas, ketika diikat diseputar pinggang dengan sabuk, harus
memiliki panjang minimum yang menutupi/meliputi pinggul, tapi tidak boleh
melebihi dari ¾ panjang paha. Untuk wanita, mengenakan kaos putih polos di
dalam karate-gi;
32
c. Panjang maksimum lengan karate-gi tidak boleh melebihi/melewati lekukan
pergelangan tangan dan tidak boleh lebih pendek daripada setengah dari lengan
(siku), lengan karate-gi tidak diperkenankan untuk digulung;
d. Celana harus cukup panjang untuk menutupi sekurang- kurangnya ⅔ dari tulang
kering dan tidak boleh mencapai di bawah tulang mata kaki dan tidak boleh
digulung;
e. Peserta harus menjaga rambutnya agar tetap bersih dan dipangkas rapi sampai
batas yang tidak mengganggu penampilan Kata. Hachimaki (ikat kepala) tidak
diizinkan. Satu atau dua buah tali rambut berbahan karet untuk mengikat satu
ikatan rambut/poni diizinkan;
f. Peserta diperbolehkan mengenakan penutup kepala wajib atas alasan keagamaan
(hijab) sesuai jenis yang ditentukan oleh WKF. Berwarna hitam polos &
menutupi rambut tapi tidak menutupi daerah tenggorokan;
g. Peserta tidak diizinkan memakai kacamata. Lensa kontak lunak (soft contact
lenses) dapat dikenakan dengan resiko ditanggung sendiri oleh peserta;
h. Memakai pakaian dan menggunakan perlengkapan di luar standar WKF adalah
dilarang.
33
4. Skenario Pertandingan
a. Ketentuan Pertandingan Tingkat Nasional
1) Format Video
Peserta Karate O2SN-SD tahun 2025 wajib mengirimkan 4 (empat) video
KATA dengan format sebagai berikut:
SD/MI
➢ Nama_ Provinsi _Namakatawkf#1
➢ Nama_ Provinsi _Namakatawkf#2
➢ Nama_ Provinsi _Namakatawkf#3
➢ Nama_ Provinsi _Namakatawkf#4
34
Posisi Kamera/HP
36
2) Penilaian Video KATA Putra dan KATA Putri menggunakan 7 (tujuh) Juri
KATA yang memiliki License KATA minimal Juri A Nasional FORKI.
3) Penilaian video peserta akan dilakukan oleh para juri dalam 1 (satu) tempat
dan ditayangkan secara langsung (streaming).
7. Protes
Tidak ada protes terhadap penilaian dari panel juri.
8. Lain-lain
Selama Kegiatan Penilaian Video O2SN-SD Tahun 2025, dari Babak Penyisihan sampai
dengan Babak Final, tidak dibenarkan berada di tempat penilaian Juri, selain:
a. Pejabat Kemendikdasmen;
b. Pejabat PB FORKI;
c. Technical Delegate;
d. Dewan Hakim & Dewan Wasit;
e. Juri;
f. Tim Administrasi Pertandingan;
g. Tim Aplikasi Web Puspresnas;
37
9. Bagan Pertandingan Tingkat Nasional
39
C. SENAM
1. Persyaratan Peserta
a. Terdaftar sebagai siswa SD/MI kelas 3, 4 dan 5 pada Tahun Ajaran 2024/2025,
saat mengikuti lomba tingkat sekolah, kecamatan dan kabupaten/kota;
b. Batas akhir usia Peserta SD/MI adalah kelahiran maksimal 01 Januari 2013;
c. Peserta seleksi tingkat Kecamatan terdiri dari 4 (empat) peserta terdiri dari 2 putra
dan 2 putri dari masing- masing sekolah untuk mengikuti seleksi tingkat
kecamatan;
d. Peserta seleksi tingkat Kabupaten/Kota adalah juara seleksi tingkat Kecamatan
yang terdiri dari 4 (empat) terdiri dari 2 putra dan 2 putri;
e. Peserta seleksi tingkat Provinsi adalah juara seleksi tingkat Kabupaten/Kota yang
terdiri dari 4 (empat) peserta terdiri dari 2 putra dan 2 putri;
f. Peserta seleksi tingkat nasional adalah juara seleksi tingkat Provinsi yang terdiri
dari 4 (empat) peserta terdiri dari 2 putra dan 2 putri;
g. Atlet cabang olahraga senam yang telah lolos proses pemeriksaan keabsahan
dari Tim Keabsahan O2SN-SD tahun 2025.
2. Peraturan Pertandingan
Peraturan Pertandingan yang digunakan pada O2SN-SD tahun 2025 adalah Peraturan
Pertandingan Senam yang dikeluarkan oleh PB. Persani dan Code Of Points 2025 - 2028 yang
telah disempurnakan.
3. Peserta Pertandingan
Peserta Cabang Olahraga Senam O2SN-SD tahun 2025 dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 1. Rincian Peserta Cabang Olahraga Senam
O2SN-SD Tahun 2025
40
4. Nomor Pertandingan
Nomor yang dipertandingkan O2SN-SD tahun 2025 yaitu perorangan putra alat lantai
dan perorangan putri alat lantai.
5. Penghargaan
Perorangan Putra dan Perorangan Putri Alat lantai:
a. Juara I : medali emas, piagam dan uang pembinaan.
b. Juara II : medali perak, piagam dan uang pembinaan.
c. Juara III : medali perunggu, piagam dan uang pembinaan
8. Penjurian
Penjurian dalam pertandingan senam untuk perorangan putra dan putri alat lantai O2SN-SD
tahun 2025, akan dinilai oleh Juri yang telah mempunyai sertifikat Kualifikasi Tingkat
Nasional dari masing-masing daerah. Penentuan personalia Delegasi Teknik,
Koordinator Wasit, Tenaga Teknis, dan Wasit Juri ditetapkan dan disahkan oleh PB.
PERSANI dengan Surat Tugas.
42
a. Rangkaian Gerakan Senam Alat Lantai Perorangan Putra
43
Posisi Tubuh dan Kecil Sedang Besar Jatuh
Ket
Kesalahan Teknik 0.1 0,3 0,5 1.00
Tambahan gerakan untuk
mempertahankan
keseimbangan
1. Lompatan kecil X
2. Tambahan ayunan
X
tangan
3. Tambahan gerakan
X
tubuh
4. Tambahan langkah X
5. Langkah besar/lompat Setiap X
6. Mendarat dengan posisi kali
X
jongkok
7. Menyentuh lantai
X X X
dengan 1 atau 2 tangan
8. Jatuh lutut X
9. Pendaratan dengan
X
dibantu
44
Hal tersebut akan merugikan nilai pesenam dan akan mengancam
keselamatannya;
f) Rangkaian pada lantai harus memenuhi syarat waktu, yaitu maksimal 70
detik;
g) Tambahan elemen di luar yang telah ditetapkan, tidak membuat nilai
awal bertambah, demikian juga elemen yang hilang tidak dapat diganti
dengan elemen lain yang tidak ditawarkan.
d. Rangkaian Gerakan Senam Perorangan Putri Alat Lantai
45
e. Tabel Kesalahan Senam Alat Lantai Perorangan Putri
Posisi Tubuh dan Kesalahan Kecil Sedang Besar Jatuh
Keterangan
Teknik 0.10 0.30 0.50 1.00
Tangan tekuk saat bertumpu
Setiap kali X X X
atau lutut tekuk
Kaki atau lutut terbuka Setiap kali X X
Kurang kelenturannya X X
Kurang dinamis X X
Kurang harmonis X X
Kurang artistik X
⮚ Mendarat
46
Posisi Tubuh dan Kesalahan Kecil Sedang Besar Jatuh
Keterangan
Teknik 0.10 0.30 0.50 1.00
Posisi tubuh yang salah X X
Mendarat dengan posisi
Setiap kali X
jongkok
Menyentuh alat dengan
tangan, tetapi tidak jatuh Setiap kali X
menabrak alat
Memegang matras dengan 1
Setiap kali X
atau 2 tangan
Jatuh lutut atau panggul Setiap kali X
⮚ Lain-lain
47
2) Alat lantai yang digunakan memanjang dengan ukuran 2 x 12 meter atau 12
x 12 meter;
3) Pelaksanaan rangkaian pada alat lantai harus diiringi musik instrumen.
Rangkaian yang tidak diiringi musik instrumen akan mendapat pemotongan
nilai 1.00;
4) Tambahan elemen di luar yang telah ditetapkan, tidak membuat nilai awal
bertambah, demikian juga elemen yang hilang tidak dapat diganti dengan
elemen lain yang tidak ditawarkan.
g. Pakaian dan Sepatu Senam Perorangan Putri Alat Lantai
1) Peserta memakai pakaian senam/leotard dengan atau tanpa lengan (min.
Lebar garis bahu 2 cm) tanpa celana;
2) Peserta memakai baju senam/leotard dengan lengan dan tungkai panjang (full
baju 1 helai);
3) Baju senam/leotard tidak transparan;
4) Tanpa peutup kepala;
5) Peserta tidak wajib menggunakan sepatu senam atau kaos kaki.
48
49
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya
sehingga Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)
Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2025 ini dapat disusun dengan baik.
O2SN merupakan salah satu wahana strategis dalam membina dan mengembangkan potensi, bakat,
serta minat peserta didik di bidang olahraga. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terbentuk peserta
didik yang sehat, bugar, tangguh, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kerja
sama, dan karakter yang mulia.
Dalam rangka meningkatkan dan menampung bakat dan minat siswa SD Kota Medan, maka Bidang
Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayan akan melaksanakan Kegiatan Olimpiade Olahraga
Siswa Nasional (O2SN) Tingkat SD. Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat
SD yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan merupakan penyaringan
bakat bagi siswa SD dan pemenang akan dikirim ke Pusat untuk mengikuti Kegiatan Olimpiade
Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Nasional untuk cabang olahraga Karate, Pencak Silat dan
Senam. Untuk cabang olahraga Renang, Bulu Tangkis dan Kids Athletic tetap dilaksanakan, namun
hanya untuk lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan saja. Kegiatan Olimpiade
Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan bagian aktivitas pengembangan bidang olahraga bagi
peserta didik.
Kegiatan olahraga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam pendekatan pendidikan
yang lebih humanistik, karena olahraga merupakan pengembangan minat dan bakat untuk peserta
didik menjadi manusia yang lebih suportif.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan melaksanakan Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa
Nasional (O2SN) Tingkat SD yang bertujuan menanamkan nilai-nilai suportif, sehingga diharapkan
dapat tetap memelihara semangat dan komitmen para praktisi pendidikan, dan praktisi olahraga di
daerah, sehingga memungkinkan mereka selalu berupaya mengembangkan proses pendidikan
khususnya bidang olahraga.
Petunjuk teknis pelaksanaan Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2025 ini di
buat sebagai pedoman pelaksanaan Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD
Kota Medan tahun 2025.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Olahraga adalah alat yang sangat kuat dalam membentuk karakter yang tangguh, disiplin, dan
berintegritas, dengan mengintegrasikan nilai-nilai positif olahraga, kita dapat menciptakan generasi
yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Olahraga bukan
hanya kegiatan fisik untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga merupakan sarana penting dalam
membangun karakter. Dalam konteks pendidikan, olahraga dapat menjadi alat yang efektif untuk
mengajarkan nilai-nilai moral, sosial, dan etika. Kebijakan pembangunan sumber daya manusia
(SMPM) melalui olahraga bertujuan untuk meningkatkan kualitas individu, baik secara fisik, mental,
maupun sosial, dengan kebijakan yang terarah dan implementasi yang konsisten, olahraga dapat
menjadi alat yang efektif dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan kompetitif, yang
yang pada akhirnya berkontribusi mendukung kemajuan suatu bangsa. Menindaklanjuti hal di atas
Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah, salah satu program yang dilaksanakan adalah penyelenggaraan
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/sederajat
yang dilaksanakan setiap tahun. O2SN-SD merupakan bagian dari ekosistem kebijakan pendidikan,
sehingga hal ini menjadi bagian implementasi yang tepat mengarahkan peserta didik untuk dapat
berprestasi dan berkompetisi secara sehat bidang olahraga. disamping itu, O2SN juga dapat
memberikan pengalaman belajar yang baik, yaitu belajar bekerja sama, mematuhi aturan, mengakui
kelemahan diri sendiri dan belajar menghargai kekuatan lawan serta mengilhami nilai-nilai fair play
(jujur, bersahabat, hormat, dan bertanggung jawab) sesuai makna positif olahraga yang ada pada
setiap perlombaan/pertandingan cabang olahraga pada O2SN ini. Pada tahun 2025, format O2SN
didorong untuk mengembangkan menciptakan ekosistem yang mendorong inovasi, kreativitas, dan
prestasi. Sehingga semangat O2SN diarahkan, tidak hanya mengidentifikasi dan mengembangkan
bakat bidang olahraga anak-anak Indonesia, tetapi juga terus memberikan mereka ruang untuk
berinovasi, berkreasi, dan 1 berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Lebih lanjut O2SN
tahun 2025 dirancang dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada saat ini, sehingga
diarahkan memungkinkan berbagai metode dan mekanisme yang dapat disesuaikan dengan kondisi
masing-masing daerah. Sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, institusi
pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi elemen penting dalam mendukung
kelancaran O2SN tahun 2025. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan lahir talenta-talenta unggul
yang dapat berkontribusi bagi pembangunan nasional. Tidak hanya hal tersebut di atas, Kita semua
mengetahui makna penting penyelenggaraan O2SN diarahkan dalam rangka mendukung Desain
Besar Olahraga Nasional (DBON), O2SN-SD ke-XVIII Tahun 2025 merupakan salah satu peran
strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna berkontribusi memajukan prestasi
olahraga Indonesia pada tingkatan pra pembibitan yang juga sudah tertuang pada Desain Besar
Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) yaitu bertujuan untuk identifikasi, seleksi, dan
pengaktualisasian talenta pada satuan pendidikan. Lebih lanjut O2SN merupakan salahsatu ikhtiar
pada perluasan kumpulan bakat (talent pool) dan mengembangkan mekanisme akuisisi talenta dan
penguatan pembinaan dan fasilitasi talenta. Sehingga apa yang dituangkan dalam Peraturan Presiden
tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasinal (DBMTN) ini terkait kebijakan O2SN adalah
memberikan harapan yang besar kepada para peserta didik yang mempunyai talenta bidang olahraga
untuk terus mengasah kemampuannya, mengembangkan talenta yang dimiliki sehingga pada akhirnya
akan bermuara pada talenta unggul. O2SN yang telah diselenggarakan lebih dari satu dasawarsa ini
menjadi platform strategis dalam mengintegrasikan kebijakan pembangunan sumber daya manusia
(SDM), menunjukan komitmen dan dukungan Kemendikdasmen dalam hal ini BPTI terhadap
pembangunan terpadu MTN yang berfungsi untuk mengembangkan dan mengintervensi pembinaan
seluruh talenta. Dengan disusun Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar (O2SN-
SD) ini dapat dijadikan acuan bagi berbagai pihak yang terkait, dalam mengikuti gelaran O2SN tahun
2025.
C. TUJUAN
Tujuan pelaksanaan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar (O2SN-SD)
Kota Medan Tahun 2025 adalah sebagai berikut :
a. Memberikan wadah untuk berkreasi dengan menampilkan karya kreatif dan inovatif
peserta didik dalam pengembangan diri.
b. Mengekspresikan olahraga sesuai dengan norma, budi pekerti dan karakter peserta didik
yang berbasis budaya bangsa.
c. Menumbuhkembangkan daya kreativitas dan motivasi peserta didik untuk
mengekspresikan diri melalui kegiatan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
d. Menanamkan dan meningkatkan apresiasi dalam olahraga, khususnya nilai-nilai
suportivitas yang berakar pada budaya bangsa.
e. Menumbuhkembangkan sikap kemandirian, sportivitas dan kompetitif serta meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam bersosialisasi.
D. CABANG OLAHRAGA
Cabang olahraga yang dilombakan /dipertandingkan pada O2SN SD Tahun 2025 meliputi 3
(tiga) cabang yaitu:
Tabel 1.
Cabang Olahraga yang Dilombakan/Dipertandingkan
Nomor
No. Cabang Putra Putri
Kanga Escape Kanga Escape
1 Kids’ Athletics
Formula 1 Formula 1
50m Bebas 50m Bebas
50m Dada 50m Dada
2 Renang
50m Punggung 50m Punggung
50m Kupu 50m Kupu
A. JADWAL KEGIATAN
Jadwal pelaksanaan O2SN SD Tahun 2025 direncanakan sebagai berikut :
Jadwal Pelaksanaan
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD
Tahun 2025
Kegiatan O2SN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan dilaksanakan pada :
Hari : Rabu – Kamis
Tanggal : 04 – 05 Juni 2025
Tempat : Lapangan Olahraga
B. PESERTA
1. ATLET
Atlet O2SN SD tahun 2025 wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Berkewarganegaraan Indonesia (WNI);
b. Terdaftar sebagai peserta didik SD Negeri/Swasta, atau yang sederajat;
c. Peserta didik kelas 3, 4, dan 5 pada tahun pelajaran 2024/2025.
d. Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar di Data Pokok Peserta
Didik (DAPODIK);
e. Bukan peraih juara 1, 2, dan 3 pada O2SN SD tingkat nasional tahun sebelumnya;
f. Membawa surat keterangan dari kepala sekolah;
g. 1 siswa hanya mengikuti satu cabang lomba;
h. Memiliki BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan lainnya dan wajib melampirkan
surat keterangan sehat dari dokter;
i. Wajib menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN berlangsung disertai surat
pernyataan yang ditandatangani Kepala Sekolah;
j. Wajib mendaftar daring melalui formulir google form yang telah dilampirkan
2. PENDAMPING
Persyaratan pendamping O2SN SD tahun 2024 sebagai berikut:
a. Merupakan pelatih klub olahraga SD/guru sekolah/pelatih kegiatan ekstrakurikuler
atau pelatih peserta didik yang bersangkutan;
b. Memiliki surat keterangan/surat keputusan (SK) dari kepala sekolah, yang
menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah pelatih klub olahraga di
sekolah/kegiatan ekstrakurikuler yang bersangkutan;
c. Diutamakan memiliki lisensi atau sertifikat kepelatihan cabang olahraga terkait;
d. Memahami dan menguasai ilmu kepelatihan dan peraturan pertandingan cabang
olahraga yang dipertandingkan/dilombakan;
e. Memiliki BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan lainnya dan wajib melampirkan
surat keterangan sehat dari dokter;
f. Memiliki tanggung jawab dan dedikasi untuk selalu mendamipingi atlet selama
kegiatan.
Tugas pendamping O2SN SD tahun 2024 sebagai berikut:
a. Bersedia mendampingi atlet dalam lomba/pertandingan dan mengikuti seluruh
acara kegiatan O2SN SD sesuai tingkatan lomba;
b. Menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN berlangsung;
c. Membina para atlet untuk mengikuti kegiatan O2SN di setiap tingkatan
lomba/pertandingan yang diikuti dalam rangka melaksanakan Pendidikan Karakter
bidang olahraga;
d. Mematuhi ketentuan komitmen yang ditetapkan oleh Panitia BPTI dan Induk
Organisasi Cabang Olahraga.
3. JUARA DAN PENGHARGAAN
a. Juara Nomor Cabang Olahraga
Atlet yang mendapat juara dari nomor cabang: Karate, Pencak Silat, Senam, Kids Athletic,
Renang, Bulu Tangkis akan memperoleh penghargaan berupa:
1. Juara I : medali emas, piagam penghargaan,dan uang pembinaan
2. Juara II : medali perak, piagam penghargaan,dan uang pembinaan
3. Juara III :jmedali perunggu, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan demikian diharapkan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar
(O2SN-SD) Kota Medan Tahun 2025, memberi manfaat untuk peningkatan mutu pendidikan di
bidang olahraga serta menghasilkan siswa yang berprestasi pada skala Nasional dan
Internasional sebagai bagian dari upaya menciptaklan generasi emas Indonesia.
B. Saran
Menyadari masih banyak kekurangan dalam Petunjuk Teknis ini, kami sangat mengharapkan
kritik dan saran sebagai bahan masukan bagi perbaikan penyelenggaraan kegiatan Olimpiade
Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar (O2SN-SD) Kota Medan Tahun 2025 di tahun-tahun
mendatang. Demikian petunjuk teknis kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah
Dasar (O2SN-SD) Kota Medan Tahun 2025, ini kami sampaikan untuk dipedomani.
Proses seleksi peserta untuk tingkat nasional pada cabang olahraga senam O2SN 2025 melibatkan beberapa tahapan seleksi mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Juara dari tiap tingkat, terdiri dari 2 putra dan 2 putri, akan maju ke seleksi tingkat berikutnya hingga terpilih peserta tingkat nasional sesuai kualifikasi dan aturan yang ditetapkan .
Mekanisme pemilihan juara pada cabang olahraga senam perorangan putra dan putri alat lantai di O2SN tahun 2025 melibatkan penjurian oleh juri yang bersertifikat tingkat nasional. Peserta tampil dalam kategori perorangan dengan memperagakan rangkaian gerak baku senam lantai. Penilaian didasarkan pada ketepatan, kerapian, dan kesesuaian gerakan senam .
Pemerintah daerah berperan penting dalam mendukung kelancaran O2SN tahun 2025 dengan menyesuaikan metode dan mekanisme pelaksanaan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pelaksanaan kompetisi dan pengembangan talenta siswa .
Sinergi antar pihak, termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya penting dalam pelaksanaan O2SN tahun 2025 untuk memastikan distribusi peran yang efektif, dukungan logistik, serta penyediaan fasilitas dan pembinaan yang diperlukan. Kolaborasi ini mengoptimalkan pengembangan talenta nasional dan memastikan pelaksanaan O2SN berjalan lancar dan sukses .
Penilaian video peserta dalam pertandingan pencak silat kategori tunggal di O2SN-SD melibatkan pemeriksaan gerakan jurus yang harus sesuai aturan tanpa edit, pencahayaan yang tepat, dan mempertahankan posisi kamera yang stabil. Pengurangan nilai diberikan untuk kesalahan seperti keluar bingkai, adanya zoom, atau suara yang tidak semestinya dalam video .
Nilai moral dan sosial diajarkan melalui O2SN dengan mempromosikan nilai-nilai fair play seperti kejujuran, persahabatan, hormat, dan tanggung jawab. Peserta diajak untuk bekerja sama, mematuhi aturan, mengakui kelemahan, dan menghargai kekuatan lawan, semua itu mengintegrasikan nilai-nilai positif olahraga yang juga mendukung pengembangan karakter yang matang secara emosional dan sosial .
Keaslian video tanpa penyuntingan penting dalam perlombaan senam untuk memastikan integritas hasil penjurian, menjaga kejujuran peserta, dan memaksimalkan transparansi dalam menilai keterampilan murni peserta. Dengan ketentuan ini, semua peserta berada pada kondisi yang setara dalam hal teknis dan lingkungan rekaman .
Desain ekosistem kebijakan pendidikan berperan penting dalam mendukung pelaksanaan O2SN dengan mengarahkan peserta didik untuk berprestasi melalui kompetisi sehat di bidang olahraga. Kebijakan ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai olahraga dalam pendidikan, meningkatkan kualitas SDM, serta menciptakan kondisi yang kondusif untuk kemajuan peserta didik di bidang olahraga dan bidang lainnya .
Penyelenggaraan O2SN berdampak positif terhadap kebijakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) karena O2SN berfungsi sebagai platform strategis untuk mengintegrasikan kebijakan pengembangan SDM. Dengan menargetkan identifikasi, seleksi, dan pengembangan talenta sejak usia dini, O2SN mendukung pembangunan talenta unggul yang berkontribusi pada DBMTN .
Tujuan strategis O2SN dalam mendukung pembangunan nasional sesuai dengan DBON adalah untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta unggul pada tingkat pra-pembibitan di satuan pendidikan, guna berkontribusi dalam memajukan prestasi olahraga Indonesia. O2SN berperan dalam memperluas kumpulan bakat dan mengembangkan mekanisme akuisisi serta pembinaan talenta, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan kompetitif .