Faktor Ergonomi
di Tempat Kerja
Curriculum
Vitae
Outline
01 Teori Dasar
02 Jenis Pengamatan ergonomi
Beberapa Teknik Pengukuran
03 Ergonomi
04 Pengendalian
Pengertian
❖Ergon = Kerja
❖Nomos = Aturan/ Norma
❖Menurut International Ergonomic Association :
Studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerja nya ditinjau
secara anatomi, fisiologi, engineering, manajemen dan desain perancangan.
Menyesuaikan suasana lingkungan kerja dengan manusiaMenciptakan
kenyamanan kerja.
❖Permenaker No. 5 tahun 2018, faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas
tenaga kerja, disebabkan ketidaksesuaian antara fasilitas kerja yang meliputi
cara kerja, posisi kerja, Alat kerja dan beban angkat terhadap tenaga kerja
Latar Belakang
• Ergonomi mengajarkan desain suatu alat atau mesin sesuai dengan
kemampuan faal manusia
• Seimbang antara tugas dan kemampuan manusia
• Menghindari penyakit akibat kerja, kecelakaan dan stress
• Meningkatkan produktivitas kerja
Dasar Hukum
1970 2003 1982 2012 2018
Tentang Keselamatan dan
Tentang Kesehatan
Tentang Tentang Penerapan Kesehatan di Tempat Kerja
Kerja
Ketenagakerjaan SMK3
PERMENA
KERTRAN PP No.50 PERMENAK
UU No.1 UU No.13
Tahun ER No.5
Th 2003 S
Th 1970 No.03/Me 20120 Tahun 2018
n/1982
Manusia/Pekerja Sarana Kerja
Lingkungan Kerja
KOMPONEN ERGONOMI
DISIPLIN ILMU BIDANG KAJIAN CONTOH
▪ ANATOMI ▪ ANTROPOMETRI ▪ DEMENSI TUBUH MANUSIA
▪ BIOMEKANIK ▪ PENERAPAN GAYA
▪ FISIOLOGI ▪ FISIOLOGI KERJA ▪ PEMAKAIAN ENERGI
▪ FISIOLOGI LINGKUNGAN ▪ EFEK LINGKUNGAN
▪ PSIKOLOGI ▪ PSIKOLOGI KETRAMPILAN ▪ PROSES INFORMASIDAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
▪ PSIKOLOGI JABATAN ▪ PELATIHAN, CIRI PERORANGAN
▪ REKAYASA DAN ▪ REKAYASA INDUSTRI ▪ DESAIN RUANG KERJA
ILMU FISIKA ▪ REKAYASA SISTEM ▪ SAFETY DITEMPAT KERJA
Multidisiplin
Terapan Ergonomics
• Anatomy and Physiology
• Psychology
• Engineering
• Medicine
• Anthropology
• Biomechanics
Manfaat Penerapan Ergonomi
• Kenyamanan Kerja Meningkat
• Resiko PAK dan Kecelakaan Kecil
• Efisiensi Kerja Meningkat
• Produktivitas Kerja Meningkat
• Keuntungan Perusahaan Meningkat
• Keuntungan Tenaga Kerja Meningkat
• Kesejahteraan Meningkat.
• Kelelahan berkurang
• Gairah/Kepuasan Kerja Lebih Tinggi
Dampak langsung pada Operator
Kelelahan (Fatigue)
Nyeri (Pain)
Gangguan kesehatan (Illness – sprains,
back ache, dll) Dampak pada Perusahaan
Penurun motivasi (Low morale) Qualitas menurun (Poor Quality)
Frustasi (Frustration & Irritation) Peningkatan absensi
(Absenteeism)
Meningkatnya biaya (Higher
costs)
Perpindahan tenaga kerja
(Higher employee turnover &
training)
Norma-Norma Ergonomi yang
disepakati
Pembebanan Kerja Fisik
Sikap Tubuh Dalam Bekerja
Mengangkat dan Mengangkut
Olahraga dan Kesegaran Jasmani
Lingkungan Kerja
Musik dan Dekorasi
Faktor Risiko Ergonomi
[Link] Janggal,
[Link] Berat,
[Link] (gerakan),
[Link],
[Link] Statis,
[Link], (*
[Link] dengan Penekanan,
[Link] Ekstrim. (*
• (* = akan menjadi catatan penilaian
Sumber Bahaya dari
CARA KERJA
Penggunaan tangan yg sering (monoton)
Lengan tangan menjauh tubuh
Menekuk dan memuntir
Postur statis
Penggunaan gaya berlebihan
Vibrasi
Kontact Stress
Temperature
Noise
Fatigue
Sumber Bahaya dari
ALAT DAN PEKERJAAN
(Job Factors)
• Lifting/Lowering • Weight of the Object
• Pushing/Pulling • Location (posisi saat mengangkat)
• Carrying • Frequency of Lifts
• Weights and Forces • Stability of the Load
• Frequency of Activities • Hand Coupling
• Load Center of Gravity • Workplace Geometry
Twisting/Stooping
• Environmental Factors
Sumber Bahaya dari INDIVIDU
(Personal Factors)
• Jenis kelamin
• Umur
• Dimensi anthropometry
• Teknik pelaksanaan kerja (Lift technique)
• Kecenderungan sikap (Attitude)
• Kekuatan dan ketahanan otot (Strength dan durability)
• Tingkat pelatihan (Training)
Tahapan Program Pengelolaan
Faktor Ergonomi
• STEP 1: Review injury history → Review keluhan
• STEP 2: Evaluate workplace → Pengujian ergonomi
• STEP 3: Implement improvements
• STEP 4: Engage employees
• STEP 5: Re-evaluate and measure improvements
Tahapan Pengelolaan
Faktor Bahaya Ergonomi
1. Identifikasi pekerjaan yang berpotensi bahaya ergonomi
• Pelajari pekerjaan yg memiliki catatan penyebab sakit
• Mencari tahu informasi dari pekerja/supervisor
• Kualitas pekerjaan
• Absensi dan upaya yang tidak perlu
2. Menyelenggarakan edukasi dan melibatkan pekerja
(participatory ergonomic), melalui:
• Identifikasi faktor-faktor risiko di pekerjaan
• Pembahasan dalam P2K3
• Pelatihan tetang prinsip-prinsip ergonomi
Tahapan Pengelolaan
Faktor Bahaya Ergonomi
3. Evaluasi Pekerjaan yang merpotensi risiko ergonomi, dengan cara:
• Interview
• Checklist
• Metode standar
• Dll
4. Identifikasi dan menerapkan solusi
• Eliminasi
• Substitusi
• Engineering
• Administrative control
• APD
5. Re-evaluasi efektifitas intervensi
Arah Rekomendasi
1. Upaya meminimalkan timbulnya risiko gangguan kesehatan faktor ergonomi
→ Musculo Skeletal Disorders (MSDs)
2. Perbaikan cara/metode kerja
3. Perbaikan alur kerja
4. Perbaikan alat dan sarana kerja
5. Perbaikan lingkungan kerja (yang terkait dengan paparan bahaya ergonomi)
Peningkatan Kenyamanan dan Moral Kerja untuk Produktivitas
Perusahaan
Prinsip-prinsip penerapan ergonomi
DI TEMPAT KERJA
Prinsip-Prinsip Penerapan Ergonomi
(Practical Guide to Workplace Ergonomic, Ronald, D.S)
1. Pastikan semua obyek pekerjaan berada dalam JANGKAUAN wajar
2. Bekerja pada KETINGGIAN yang proporsional
3. Mengurangi penggunaan GAYA/TENAGA yang berlebihan
4. Bekerja dalam POSTUR yang baik/wajar
5. Mengurangi pekerjaan yang PENGULANGANNYA sangat berlebihan (monoton)
6. Mengurangi tingkat KELELAHAN
7. Meminimalkan adanya PENEKANAN pada bagian-bagian tubuh tertentu
8. Memastikan pekerjaan dapat berganti postur yg dapat DISESUAIKAN
9. Memastikan tersedianya RUANG GERAK yang cukup
10. Memastikan KONDISI LINGKUNGAN terasa nyaman (suhu, pencahayaan dan
getaran)
11. Memastikan kejelasan WARNA, tanda-tanda dan mudah dimengerti
12. Meningkatkan PENGORGANISASIAN yang efektif (baik dan minimal potensi
bahaya)
Prinsip 1 - Obyek pekerjaan berada dalam
jangkauan wajar
Prinsip 2 - Bekerja pada ketinggian yang
proporsional
Work Surface Heights
Work Surface Heights
Prinsip 3 - Mengurangi penggunaan
gaya/tenaga yang berlebihan
Standar Beban Angkat Angkut:
Indonesia – direkomendasikan 25 kg
Australia – 25 kg
NIOSH – 35 pound (17,5 kg)
Prinsip 4 - Bekerja dalam postur yang
baik/wajar
Prinsip 5 - Mengurangi pekerjaan yang
pengulangannya sangat berlebihan
(monoton)
Prinsip 6 - Mengurangi tingkat
kelelahan
Prinsip 7 - Meminimalkan adanya
penekanan pada bagian-bagian tubuh
tertentu
Prinsip 8 - Memastikan pekerjaan dapat
berganti postur yg dapat disesuaikan
(Adjustibility and Postur Change)
Prinsip 9 - Memastikan tersedianya
ruang gerak yang cukup
Prinsip 10 - Memastikan kondisi lingkungan
terasa nyaman (suhu, pencahayaan dan getaran)
PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA
Parameter Satuan Baku Mutu
FISIKA
Kebisingan dBA 65
Pencahayaan Lux 100
Suhu 0C 23 – 28
Kelembaban % 40 – 60
Laju Ventilasi m/detik 0,15 – 0,25
Partikel < 10 µm µg/m3 90
Kimia
Oksigen % 19,5 – 22,0
Karbon Monoksida ppm/8jam 8,0
Karbon Dioksida % 0,1
Mikrobiologi
Angka Kuman Koloni/m3 700
Prinsip 11 - Memastikan kejelasan warna,
tanda-tanda dan mudah dimengerti
Prinsip 12 - Meningkatkan pengorganisasian yang
efektif (baik dan minimal potensi bahaya)
METODE PENGUKURAN ERGONOMI
BRIEF
Baseline Risk Identification Ergonomics
Factor REBA
Rapid Entire Body Assessment
QEC
Quick Exposure Check.
ROSA
Rapid Office Strain Assessment
RULA
Rapid Upper Limb Assessment
.
METODE BRIEF
(Baseline Risk Identification Ergonomics Factor)
PRINSIP
1. Menganalisa postur pergelangan tangan, siku, bahu, leher,
punggung, dan kaki
2. Melihat juga durasi, frekuensi, dan berat beban
Content A - 40%
3. Melihat physical stressor yang terkena pada anggota buh,
seperti getaran, suhu rendah, tekanan betujaringan lebih pd
lunak, stress, dan akibat penggunaan sarung tangan
Content C - 30%
Content D - 90%
PRINSIP
Content A - 40%
Content C - 30%
Content D - 90%
Penilaian BRIEF dilakukan dengan
tahapan sebagai berikut :
1. Wawancara identifikasi pekerjaan dan proses kerja (Lampiran 1 -
PRINSIP
Kuesioner Identifikasi Pekerjaan)
2. Wawancara keluhan otot dan merekamnya dengan formulir Nordic
Body Map (Lampiran 3 – Nordic Body Map)
3. Pengambilan data postur pekerja dengan menggunakan bantuan
video atau foto. Content A - 40%
4. Ketiga adalah penentuan beban atau berat benda yang diangkat,
penentuan titik utama pekerjaan, dan penentuan aktivitas pekerja
(BILA MUNGKIN)
5. Menghimpun data secara rapi sesuai nama dan identifikasi pekerja
yang diuji.
Wawancara identifikasi pekerjaan dan proses
kerja (Lampiran 1 - Kuesioner Identifikasi
Pekerjaan)
➢Apakah Nama dan Lokasi Pekerjaan (jangan lupa tanggal dan jam)
➢Mohon penjelasan umum urut-urutan pekerjaan dalam satu siklus
(catat berapa lama siklus pekerjaan diselesaikan)
➢Berapa kali siklus itu dilakukan dalam sehari
➢Dalam satu siklus pekerjaan,
Content A - 40%
adakah fase-fase yang melibatkan
postur janggal/kaku/aneh/tidak wajar?
➢Berapa lama fase-fase yang melibatkan postur
janggal/kaku/aneh/tidak wajar itu dilakukan dalam sehari?
Wawancara keluhan otot dan merekamnya
dengan formulir Nordic Body Map (Lampiran 3
– Nordic Body Map)
• Gunakan nordic body map formulir tanyakan
keluhan ketidaknyamanan otot (kaku, nyeri)
yang sering dirasakan pekerja.
Content A - 40%
2. METODE QEC
Kelebihan
✓ Mencakup sebagian besar faktor risiko dan
interaksinya
✓ Tingkat sensitifitas dan usabilitas yang baik
✓ Tingkat keandalan yang baik (inter dan intra
pengamat)
✓ Mudah dipelajari dan mudah digunakan
Content A - 40%
Kekurangan
✓ Hanya pada pajanan ke fisik
Content A - 40%
Content A - 40%
Content A - 40%
Analisis QEC
• Skor EP:
E (%) = X 100%
Xmax
• Keterangan
E = Skor EP Content A - 40%
X = Total Skor
Xmax = untuk manual handling (=176)
selain manual handling X max = 162
Arti Skor
E ≤ 40% : Dapat diterima
41 – 50% : Investigasi lebih lanjut
51 – 70% : Investigasi dan lakukan perbaikan
> 70% : Investigasi
Content dan
A - 40% lakukan
perubahan segera mungkin
3. RULA: Rapid Upper Limb Assessment
• RULA adalah suatu metode penelitian untuk
menginvestigasi gangguan pada anggota
badan bagian atas
• Lynn Mc Atamney dan Nigel Corlett (1993),
Content A - 40% perhitungan tingkatan beban
muskuloskeletal sewaktu kerja pada bagian
tubuh dari perut hingga leher atau anggota
badan bagian atas.
Faktor risiko yang diukur
Faktor Risiko → faktor beban eksternal yaitu:
a) Jumlah pergerakan
b) Kerja otot statik
c) Tenaga/kekuatan
Content A - 40%
d) Penentuan postur kerja oleh peralatan
e) Waktu kerja tanpa istirahat.
Mekanisme
• Langkah 1: Penilaian postur dengan mengamati dan menseleksi
postur (jangal).
• Seleksi dapat dilakukan dari posisi tubuh yang paling lama dipegang atau postur
kerja yang didapat
• Evaluasi interval yang ditetapkan selama periode kerja
• proporsi waktu yang dihabiskan dalam berbagai postur
• Langkah 2: pensecoran dan perekaman Postur
• Skor postur masing-masing
Content A - 40%
bagian tubuh dalam kelompok A (lengan dan
pergelangan tangan) dan kelompok B (batang, leher, dan kaki), kiri dan kanan
juga.
• Langkah 3: Coding score Postur
• Step 4: Menghitung skor Akhir dan Nilai akhir untuk aksi
Content A - 40%
Content A - 40%
Action level
Content A - 40%
REBA : Rapid Entire Body
Assessment
• Mengevaluasi pekerjaan atau aktivitas, → memiliki kecenderungan
menimbulkan ketidaknyamanan seperti kelelahan pada seluruh tubuh
• Secara cepat untuk menilai postur leher, punggung, lengan, pergelangan
tangan dan kaki seorang pekerja.
Content A - 40%
• Faktor lain→ Faktor coupling, beban eksternal, dan aktivitas kerja
Content A - 40%
Content A - 40%
Content A - 40%
Reba Score
Level
Reba skor Level Risiko Tindakan Tindakan
1 Dapat diabaikan 0 Tidak diperlukan
2-3 Kecil 1 Mungkin diperlukan
Content A - 40%
4-7 Sedang 2 Perlu
8-10 Tinggi 3 Segera
11-15 Sangat tinggi 4 Sekarang juga
- Frekuensi 10 kali dalam sehari
- Frekuensi 4 kali per menit
- Durasi kerja 8 jam sehari
- Durasi kerja 8 jam sehari
- Beban 45 kg
- Beban 5 kg
Link: [Link]
ROSA (Rapid Office Strain
Assessment)
• [Link]
2
2 2 1
3 1
2 1 2
3
-1
2 1 2
3 1
2 1 2 1
1 1
Example 1
Arms / Back rest
2 3 4 5 6 7 8 9
seat pan height /depth
2 1 2 3 4 5 6 7 8
3 2 2 3 4 5 6 7 8 Chair Score = 5 +1 FOR DURATION = 6
4 3 3 3 4 5 7 7 8
5 4 4 4 4 5 7 7 8
6 5 5 5 5 5 8 8 9
7 6 6 6 7 7 8 9 9
8 7 7 7 8 8 9 9 9
Mouse = 2 + 1 = 3
Keyboard = 3 +1 = 4
Mouse and Keyboard
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Monitor and Telephone
2 2 2 3 4 5 6 7 8 9
3 3 3 3 4 5 6 7 8 9
4 4 4 4 4 5 6 7 8 9
Monitor = 2 +1 = 3 5 5 5 5 5 5 6 7 8 9
6 6 6 6 6 6 6 7 8 9
7 7 7 7 7 7 7 7 8 9
8 8 8 8 8 8 8 8 8 9
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
Phone = 2 -1 = 1
Mouse and Keyboard
Chair Score = 5 +1 FOR DURATION = 6
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Arms / Back rest 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Monitor and Telephone
2 3 4 5 6 7 8 9 2 2 2 3 4 5 6 7 8 9
3 3 3 3 4 5 6 7 8 9
seat pan height /depth
2 1 2 3 4 5 6 7 8
3 2 2 3 4 5 6 7 8 4 4 4 4 4 5 6 7 8 9
4 3 3 3 4 5 6 7 8 5 5 5 5 5 5 6 7 8 9
5 4 4 4 4 5 6 7 8 6 6 6 6 6 6 6 7 8 9
6 5 5 5 5 6 7 8 9 7 7 7 7 7 7 7 7 8 9
7 6 6 6 7 7 8 8 9 8 8 8 8 8 8 8 8 8 9
8 7 7 7 8 8 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
Peripherals and Monitor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
2 2 2 3 4 5 6 7 8 9 10
3 3 3 3 4 5 6 7 8 9 10
4 4 4 4 4 5 6 7 8 9 10
5 5 5 5 5 5 6 7 8 9 10
Chair
6 6 6 6 6 6 6 7 8 9 10
7 7 7 7 7 7 7 7 8 9 10
8 8 8 8 8 8 8 8 8 9 10
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 10
10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
The Grand ROSA score for Example 1 is 6.
SNI 9011:2021
Metode Pengujian Ergonomi
Tabel 1 - Tingkat Risiko Keluhan GOTRAK
Keparahan Tingkat Keparahan :
➢ Tidak ada masalah : tidak ada keluhan dan tidak
Frekuensi
Tidak ada
Tidak
Sakit Sakit mengganggu pekerjaan
nyaman
masalah(1)
(2)
(3) Parah(4) ➢ Tidak nyaman : ada keluhan dan
mulai/cenderung mengganggu pekerjaan
Tidak pernah(1) 1 2 3 4 ➢ Sakit : nyeri yang mengganggu
pekerjaan
Terkadang(2) 2 4 6 8 ➢ Sakit parah : sangat nyeri sehingga tidak
dapat melakukan pekerjaaan
Sering(3) 3 6 9 12
Tingkat Frekuensi :
❖ Tidak pernah : tidak pernah terjadi
Selalu(4) 4 8 12 16
❖ Terkadang : bisa terjadi 1 - 3 kali dalam 1
tahun
o Hijau (1-4) = tingkat risiko rendah ❖ Sering : bisa terjadi 1 - 3 kali dalam 1
o Kuning (6) = tingkat risiko sedang bulan
❖ Selalu : terjadi hampir setiap hari
o Merah (8 -16) = tingkat risiko tinggi
Pedoman Pengambilan Sampel Dan
pengisian formulir
Langkah 1 - Tentukan potensi bahaya faktor ergonomi yang terdeteksi
Langkah 2 - Tentukan durasi paparan dari setiap potensi bahaya
Langkah 3 - Lakukan penilaian penanganan beban manual
Penilaian terhadap penanganan beban manual terdiri dari 3 tahapan yaitu sebagai berikut.
1. Penentuan jarak horizontal antara beban dengan badan.
2. Perkirakan berat dari beban yang diangkat. Jika benda tersebut diangkat setiap 10 menit atau lebih sering, maka
gunakan berat rata-rata dari semua beban yang diangkat. Jika jarak antar pengangkatan lebih lama dari 10 menit,
maka gunakan berat dari beban terberat yang diangkat. Informasi jarak dan berat dari beban dapat digunakan
untuk menentukan skor.
3. Lakukan evaluasi terhadap potensi bahaya yang berhubungan dengan pengangkatan beban.
Langkah 4 - Jumlahkan seluruh skor dalam daftar periksa
Penilaian hasil pengamatan daftar periksa
potensi bahaya ergonomi
Lembaga uji melakukan analisis
penilaian risiko ergonomi berdasarkan
hasil Lampiran B sebagai berikut :
❑ Nilai < 2 = kondisi tempat kerja aman
❑ Nilai 3 – 6 = perlu pengamatan lebih
lanjut
❑ Nilai > 7 = berbahaya
Nordic Body Map
Mengetahui keluhan yang dirasakan pada
bagian tubuh tertentu selama setahun terakhir
(kronik) dan seminggu terakhir (akut)
Mengetahui gejala keluhan, tingkat keseringan,
tingkat keparahan
Mengetahui kapan, penyebab, durasi,
penanganan
Nordic Body Map
Apa yang dirasakan Tingkat Tingkat
Pekerjaan /
Bagian tubuh (boleh lebih dari 1) Keseringan Keparahan
No gerakan yang
yang di ”X”
mempengaruhi
Silahkan dilingkari
Pain/stiff in the 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 1 2 3 4
1 upper neck lainnya
Pain in the lower 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 1 2 3 4
2 neck lainnya
Pain in the left 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 1 2 3 4
3 shoulder lainnya
Apa yang dirasakan Tingkat Keseringan Tingkat Keparahan
1. sakit/nyeri 1. 1 -2 kali/tahun 1. ringan atau hanya tidak nyaman
2. panas 2. 1 – 2 kali/bulan 2. sedang tapi masih bisa bekerja
3. kejang/kram 3. 1 -2 kali/minggu 3. parah & tidak bisa bekerja lagi
4. mati rasa 4. Setiap hari 4. sangat parah dan harus libur
5. bengkak
6. kaku
7. pegal – pegal
Pengambilan data postur pekerja dengan
menggunakan bantuan video atau foto
• PRINSIPNYA; pose gambar yang diambil adalah pada saat melakukan
postur janggal/tidak wajar/kaku/sulit.
• Pengambilan gambar dilakukan dari SAMPING (boleh kanan atau kiri);
DEPAN dan BELAKANG.
• FOTO DIUSAHAKAN MENANGKAP SEMUA BAGIAN TUBUH YANG
BERPOSTUR JANGGAL.
• Lakukan pengulangan untuk back-up (minimal 3 gambar)
Viewing angle
Field of view
Wide Angle
Top View
Side View
❖Pengendalian teknik
1. Modifikasi mesin dan peralatan
2. Modifikasi meja dan kursi kerja
sesuai dengan antropometri
pengguna
3. Identifikasi risiko ergonomi
Program Pencegahan Ergonomi
➢Pengendalian secara administrasi
1. SOP yang sesuai – bahasa, singkat, teknis
2. Instruksi kerja yang jelas
3. Istirahat singkat
4. Rotasi kerja
➢Pengendalian pada pekerja
1. Pelatihan
2. Peregangan
3. Alat pelindung diri
→Sabuk pelindung pinggang
→Sarung tangan
→dll
Terima Kasih