0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan7 halaman

Mangle dan Manajemen Bandwidth Mikrotik

Dokumen ini membahas berbagai konsep terkait jaringan, termasuk Mangle untuk marking paket data, Simple Queue sebagai metode antrian pada router Mikrotik, dan transmisi data yang meliputi berbagai metode pengiriman. Selain itu, dijelaskan juga tentang Quality of Service (QoS) yang bertujuan untuk meningkatkan performa jaringan, serta manajemen bandwidth yang penting untuk aplikasi layanan jaringan. Berbagai faktor seperti throughput, packet loss, dan delay juga diuraikan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai kinerja jaringan.

Diunggah oleh

tkj almabrur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan7 halaman

Mangle dan Manajemen Bandwidth Mikrotik

Dokumen ini membahas berbagai konsep terkait jaringan, termasuk Mangle untuk marking paket data, Simple Queue sebagai metode antrian pada router Mikrotik, dan transmisi data yang meliputi berbagai metode pengiriman. Selain itu, dijelaskan juga tentang Quality of Service (QoS) yang bertujuan untuk meningkatkan performa jaringan, serta manajemen bandwidth yang penting untuk aplikasi layanan jaringan. Berbagai faktor seperti throughput, packet loss, dan delay juga diuraikan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai kinerja jaringan.

Diunggah oleh

tkj almabrur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Mangle

Menurut Mikrotik (2005), Mangle adalah sebuah fasilitas yang dapat

melakukan marking terhadap paket data. Paket data yang sudah diberi mark

digunakan untuk manajemen bandwidth atau routing. Sebagai tambahan, fasilitas

Mangle juga bisa digunakan untuk modifikasi faket seperti memodifikasi Time To

Leave (TTL).

Mangle pada Mikrotik merupakan suatu cara untuk menandai paket data dan

koneksi tertentu yang dapat diterapkan pada fitur Mikrotik lainnya seperti pada

route, pemisahan bandwidth pada queue, NAT dan filter rules. Tanda mangle

yang ada pada router Mikrotik hanya bisa digunakan pada router itu sendiri.

(Firmansyah, 2015)

Dengan pernyataan diatas, bisa disimpulkan bahwa mangle adalah suatu cara

untuk menandai paket data agar bisa diatur oleh fitur Mikrotik yang lain seperti

routing, packet filtering, NAT, juga bandwidth management.

Gambar 2.1. Diagram Alur Proses Mangle (Mikrotik, 2005)

5
6

2.2 Simple Queue

Simple Queue merupakan salah satu jenis metode antrian yang tersedia pada

router Mikrotik. Simple Queue merupakan metode antrian yang lebih simple

dibandingkan dengan metode antrian yang lain. Berikut adalah fitur Simple Queue

menurut Mikrotik :

 Memiliki aturan urutan yang sangat ketat, antrian diproses mulai dari yang

paling atas sampai yang paling bawah.

 Mengatur aliran paket secara bidirectional (dua arah).

 Mampu membatasi trafik berdasarkan alamat IP.

 Satu antrian mampu membatasi trafik dua arah sekaligus (upload/download).

 Jika menggunakan Queue Simple dan Queue Tree secara bersama-sama,

Queue Simple akan diproses lebih dulu dibandingkan Queue Tree.

 Mendukung penggunaan PCQ sehingga mampu membagi bandwidth secara

adil dan merata.

 Bisa menerapkan antrian yang ditandai melalui paket di /firewall mangle.

 Mampu membagi bandwidth secara fixed.


7

2.3 Transmisi Data

Transmisi data merupakan proses pengiriman data dari sumber data ke

penerima data melalui media pengiriman tertentu. Dua faktor yang mempengaruhi

transmisi data adalah kualitas sinyal transmisi dan karakteristik media transmisi.

(Derry, 2015)

Menurut Derry (2015), Metode transmisi data dibagi menjadi tiga, yaitu:

 Bagaimana data dikirimkan.

 Jenis hubungan fisik.

 Jenis waktu yang digunakan untuk transmisi.

Dilihat dari bagaimana data dikirimkan dibagi menjadi 3 yaitu :

 Simplex : Data hanya ditransmisikan satu arah. Contoh : radio, televisi.

 Half-Duplex : Data ditransmisikan dua arah dengan waktu yang berbeda.

Contoh: HT.

 Full-Duplex : Data ditransmisikan dua arah pada waktu yang bersamaan.

Contoh : Telepon

Dilihat dari jenis hubungan fisik dibagi menjadi 2 yaitu :

 Transmisi Pararel : Satu bit data dikirimkan dengan 1 kanal. Misal suatu

kabel tersedia 8 kanal, maka kabel tersebut dapat mengirimkan 8 bit secara

bersamaan.

 Transmisi Serial : Masing-masing bit suatu data dikirimkan secara berurutan,

bit per bit. Misal terdapat 1 kanal dengan 8 bit data, maka 8 bit tersebut akan

dikirimkan melalui kanal tersebut. Penerima kemudian menyusun kembali

bit-bit tersebut.
8

Dilihat dari jenis waktu yang digunakan untuk transmisi 2 yaitu :

 Transmisi Asinkron (Asynchrous Transmission) : Pengirim dapat

mentransmisikan karakter pada interval waktu yang berbeda, atau dengan

kata lain tidak harus dalam waktu yang sinkron antara pengirim.

 Transmisi Sinkron (Synchronous Transmission) : Waktu transmisi pada

pengirim harus sinkron/sesuai dengan waktu penerimaan pada penerima.

2.4 QoS (Quality of Service)

Quality of Service (QoS) didefinisikan sebagai suatu pengukuran tentang

seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinikan

karakteristik dan sifat dari suatu layanan. QoS mengacu pada kemampuan

jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu.

Tujuan dari QoS adalah untuk memenuhi kebutuhan layanan yang berbeda.

(Rizaldi, 2010)

Menurut Modul QoS Institut Teknologi Telkom, disebutkan bahwa QoS

adalah kemampuan penyediaan jaminan sumber daya (resource) dan pembedaan

layanan pada berbagai jenis aplikasi sehingga performansi dari aplikasi yang

sensitif terhadap delay, jitter, atau packet loss dapat memuaskan.

Kinerja jaringan komputer dapat bervariasi akibat beberapa masalah, seperti

masalah bandwidth, latency, dan jitter. Sebagai contoh, komunikasi suara dapat

menyebabkan pengguna frustasi ketika bandwidth pada jaringan tidak cukup,

latency yang tidak menentu. Fitur Quality of Service (QoS) dapat menjadikan

bandwidth, latency, dan jitter menjadi lebih baik, dan mudah diprediksi.

(Gunawan, 2013)
9

Throughput adalah kecepatan rata-rata data yang diterima oleh suatu node

dalam selang waktu pengamatan tertentu. Satuan yang dimiliki adalah bits per

second / bps. (Gunawan, 2013).

Rumus menghitung nilai throughput adalah :

Packet loss adalah banyaknya paket yang hilang pada suatu jaringan yang

disebabkan oleh tabrakan, penuhnya kapasitas jaringan atau penurunan paket yang

disebabkan oleh habisnya TTL (Time To Live) paket. (Gunawan, 2013)

Rumus menghitung nilai packet loss adalah :

100%

Delay adalah waktu tunda paket yang disebabkan oleh proses transmisi dari

satu titik menuju titik lain yang menjadi tujuannya. Delay diperoleh dari selisih

waktu kirim antara satu paket dengan paket lain. (Gunawan, 2013)

Rumus menghitung nilai delay adalah :

2.5 Bandwidth

Bandwidth mendeskripsikan ukuran dimana data ditransmisikan dari

komputer sumber ke komputer tujuan dalam waktu tertentu. Menurut Riadi

(2010), bandwidth merupakan suatu ukuran dari banyaknya informasi yang dapat
10

mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu. Satuan

yang dipakai untuk bandwidth adalah bits per second atau bps.

Bandwidth secara umum dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu:

- Upstream : Digunakan untuk pengiriman data (seperti mengirim file melalui

email)

- Downstream : Digunakan untuk menerima data (seperti mengunduh file dari

situs di internet)

Bandwidth sering dimisalkan seperti jalan tol dengan kendaraan yang

melewati. Semakin besar lebar jalan tol, semakin besar pula kepadatan kendaraan

yang bisa melewatinya.

Berikut adalah tabel panjang dan kecepatan maksimum suatu media

transmisi:

Tabel 2.1 : Macam Jenis Media Transmisi Data (Derry, 2015)

Jenis Panjang maksimal Kecepatan Maksimal

Kabel Coaxial 10Base 200 m 10-100 Mbps

Kabel Coaxial 10Base2 500 m 10-100 Mbps

UTP 10 BaseT 100 m 10 Mbps

UTP 100 BaseTX 100 m 100 Mbps

Multimode 100BaseFX 2 Km 100 Mbps

Singlemode 1000BaseLX 3 Km 1 Gbps

Wireless 100 m 54 Mbps

Infrared 1m 4 Mbps

.
11

2.6 Manajemen Bandwidth

Menurut Yoga (2013), manajemen bandwidth merupakan pengalokasian

bandwidth untuk mendukung kebutuhan aplikasi layanan jaringan. Manajemen

bandwidth sangat diperlukan bagi jaringan yang menerapkan multi services

seperti warnet, game online, hotspot, dan sebagainya.

Menurut Yoga (2013), proses manajemen bandwidth dibagi menjadi 4:

- Filtering

- Classifier

- Buffer

- Scheduler

Filtering berfungsi menyaring paket berdasarkan paket dan port. Classifier

berfungsi menandai paket dan mengatur bandwidth sesuai aturan yang sudah

dibuat. Buffer berfungsi sebagai penyimpanan paket sementara sebelum

dikirimkan ke tujuan. Scheduler berfungsi sebagai penjadwalan paket yang akan

dikirimkan ke tujuan dari buffer.

Anda mungkin juga menyukai