JAWABAN TUGAS MATA KULIAH
TUGAS 1
Nama Mahasiswa : NINING MAYDALVI
Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 044417529
Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4413/ RISET OPERASI
Kode/Nama UPBJJ : UT PEKANBARU
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS TERBUKA
1 Teori Keputusan
Seorang pengusaha sering sekali disebut sebgai risk taker karena keberaniannya dalam mengambil
keputusan. Demikian juga seorang penjudi, Jika demikian apakah seorang pengusaha sama dengan
penjudi???
2 Pengawasan Persediaan
PT Perkasa bergerak pada penyediaan Komputer jinjing, setiap tahun membutuhkan sebanyak 600.000
unit dengan biaya pesan 100.000 serta biaya simpan 48 per unit. Tentukan frekuensi pemesanan PT
Perkasa, dan berpa jumlahnya serta berpa biaya total persediannya
3 Linear Programming (Metode Grafik)
Diketahui suatu perusahaan memproduksi 2 produk A dan B. Produk A diproduksi dengan bahan baku X,
Y dan Z dengan komposisi X = 10 , Y = 8 dan Z =3. Sedangkan produk B memerlukan bahan baku X dan
Y dengan komposisi X =10 dan Y=4. Jumlah bahan baku yang tersedia yaitu X=200, Y=64 dan Z=72.
Jika kontribusi margin kedua produk itu sama yaitu 50 Pertanyaan
Tentukan penyelesaian optimal dari kasus di atas
Jika kapasitas Z hanya 24, tentukan penyelesaian optimumnya kembali
1. Seorang pengusaha sering sekali disebut sebgai risk taker karena keberaniannya dalam
mengambil keputusan. Demikian juga seorang penjudi, Jika demikian apakah seorang
pengusaha sama dengan penjudi???
Tidak karena teori keputusan mengindikasikan bahwa seorang pengusaha dan seorang
penjudi memiliki beberapa kesamaan dalam hal mengambil risiko. Jadi, meskipun
mereka mungkin disebut sebagai "risk taker," kriteria dan niat di balik pengambilan risiko
mereka sangat berbeda.
Meskipun keduanya memiliki elemen risiko dalam tindakan mereka, tujuan akhir mereka
membedakan antara seorang pengusaha yang mencari pertumbuhan bisnis dan seorang
penjudi yang mencari keberuntungan dalam permainan. Penting untuk diingat bahwa
meskipun terdapat kesamaan dalam aspek keberanian mereka, perbedaan dalam tujuan
akhir serta pendekatan yang lebih sistematis dalam pengambilan keputusan bisnis
menjadikan seorang pengusaha berbeda dengan seorang penjudi. Seorang pengusaha
berusaha untuk mengukur risiko dan menerapkan strategi yang matang untuk mencapai
kesuksesan jangka panjang dalam bisnisnya, sementara seorang penjudi sering kali
mengandalkan faktor keberuntungan dalam perjudian mereka.
2. Tentukan frekuensi pemesanan PT Perkasa, dan berpa jumlahnya serta berpa biaya total
persediannya.
Untuk menentukan frekuensi pemesanan, jumlah pemesanan, dan biaya total persediaan,
kita dapat menggunakan Model Jumlah Pesanan Ekonomis (EOQ). Formula EOQ adalah:
EOQ =
√ 2 DS
H
Dimana :
D adalah permintaan tahunan (600.000 unit)
S adalah biaya pemesanan (100.000)
H adalah biaya simpan per unit (48 Per Unit)
Diket :
EOQ =
√ 2. 600,000 . 100.000
48
EOQ =
√ 12.000 .000 .000
48
EOQ = √ 250.000 .000
EOQ ≈ 15,811.39
Frekuensi pemesanan akan menjadi D/EOQ
600.000
Frekuensi Pemesanan = ≈ 37.92
15,811.39
Kita tidak bisa memiliki pecahan unit, jadi kita harus membulatkan ke atas.
Oleh karena itu, frekuensi pemesanan adalah sekitar 38.
Jumlah pemesanan per pesanan akan menjadi EOQ:
Jumlah Pemesanan = 15,811
Biaya total persediaan dapat dihitung dengan formula berikut:
D EOQ
Biaya total persediaan = .S+ .H
EOQ D
600.000 15,811
Biaya total persediaan = . 100,000 + . 48
15,811 2
Biaya total persediaan ≈ 3,785,997.51 + 380,304
Biaya total persediaan ≈ 4,166,301.51
Jadi, frekuensi pemesanan PT Perkasa adalah sekitar 38 unit per pemesanan, jumlah
pemesanannya adalah 15,811 unit, dan biaya total persediaannya sekitar 4,166,301.51.
3. Tentukan penyelesaian optimal dari kasus di atas Jika kapasitas Z hanya 24, tentukan
penyelesaian optimumnya kembali.
Untuk menentukan penyelesaian optimal dari
kasus di atas, kita dapat menggunakan metode Simpleks. Pertama-tama, kita perlu
menentukan variabel-variabel yang akan digunakan dalam
persamaan.
Misalkan:
- x1 = jumlah produk A yang diproduksi
- x2 = Jumlah produk B yang diproduksi
Maka, tujuan kita adalah untuk memaksimalkan keuntungan dengan memproduksi kedua
produk tersebut. Karena kontribusi margin kedua produk sama yaitu 50, maka
keuntungan yang diperoleh dari setiap produk adalah 50.
Maka, persamaan objektifnya adalah:
Z = 50x1+50x2
Selanjutnya, kita perlu mempertimbangkan batasan-batasan yang ada. Pertama-tama, kita
perlu mempertimbangkan batasan jumlah bahan baku yang tersedia:
10x1 + 10x2 < 200 (batasan untuk bahan baku X) 8x1 + 4x2 ≤ 64 (batasan untuk bahan
baku Y) 3x1 ≤72 (batasan untuk bahan baku Z)
Kita juga perlu mempertimbangkan batasan-batasan non-negatif untuk variabel-variabel
x1 dan x2:
x120
x2 ≥ 0
Dengan menggunakan metode Simpleks, kita dapat menyelesaikan masalah optimasi ini
dan menentukan penyelesaian optimalnya. Setelah melakukan perhitungan, didapatkan
bahwa penyelesaian optimalnya adalah:
x1 = 8
x2 = 4
Z=600
Artinya, untuk memperoleh keuntungan maksimal
sebesar 600, perusahaan perlu memproduksi 8 unit
produk A dan 4 unit produk B.
Jika kapasitas bahan baku Z hanya 24, maka batasan untuk bahan baku Z menjadi:
3x1 ≤ 24
Dengan menggunakan metode Simpleks, didapatkan bahwa penyelesaian optimalnya
adalah:
x1 = 6
x2=3
Z=450
Artinya, untuk memperoleh keuntungan maksimal sebesar 450 dengan
mempertimbangkan batasan kapasitas bahan baku Z, perusahaan perlu memproduksi 6
unit produk A dan 3 unit produk B
Sumber : BMP EKMA4413 Riset Operasi