SOP PENGIRIMAN RUJUKAN
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :
Puskesmas drg. Ayu Wulandari. I
Bula NIP. 19820521 201111 2 001
1. Pengertian Pengiriman Rujukan adalah pasien yang atas pertimbangan dokter / perawat /
bidan memerlukan pelayanan di Rumah Sakit baik untuk diagnostic penunjang
atau terapi.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk penatalaksanaan pengantar
rujukan sampai Rumah Sakit tujuan dengan cepat dan aman.
3. Referensi 1. UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional
2. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014
tentang Perencanaan dan Penganggaran Bidang kesehatan
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014
tentang Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015
tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2015
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
4. Alat dan Bahan 1. Blangko persetujuan rujukan
2. Surat rujukan
5. Prosedur 1. Petugas member penjelasan alasan pasien di rujuk pada pasien / keluarga
pasien
2. Petugas memberikan informasi pilihan fasilitas rujukan yang dapat
melayani pasien
3. Petugas menanyakan kepada pasien dan keluarga pasien tentang keputusan
mereka
4. Petugas membuat dan melengkapi surat persetujuan rujukan untuk pasien
yang bersedia dirujuk atau surat penolakan rujukan bagi pasien yang tidak
bersedia dirujuk
5. Perawat menanyakan ketersediaan tempat pada Rumah Sakit tujuan
(menerima / menolak)
6. Jika fasilitas kesehatan menerima pasien, petugas menyampaikan
informasi pada fasilitas rujukan yang dituju bahwa aka nada penderita
yang dirujuk. Petugas juga membuat dan melengkapi surat rujukan sesuai
dengan SOP rujukan.
7. Jika fasilitas kesehatan menolak pasien, petugas memberitahu pasien untuk
memilih fasilias rujukan lainnya
8. Jika semua fasilitas rujukan tidak bersedia menerima pasien atau pasien
dan keluarga pasien tidak bersedia untuk dirujuk, maka pasien ditangani
sesuai dengan SOP alternatif penanganan pasien yang memerlukan rujukan
tetapi tidak mungkin dilakukan.
9.
6. Unit terkait 1. Poli umum
2. Poli Gigi
3. Poli KIA/KB