Asuhan Keperawatan Maternitas Intranatal
Asuhan Keperawatan Maternitas Intranatal
Disusun Oleh :
SALIS RAHMANING TIYAS
NIM. 2414314901017
Oleh :
Salis Rahmaning Tiyas
NIM. 2414314901017
Menyetujui,
A. PENGERTIAN PERSALINAN
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapathidup dari
dalam uterus ke dunia luar. Persalinan dan kelahirannormal merupakan proses
pengeluaran janin yang terjadi padakehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir
spontan denganpresentasi belakang kepala yang berlangsung dalam waktu 18
jam,tanpa komplikasi baik ibu maupun janin. (Jannah, 2015)
Persalinan adalah bagian dari proses melahirkan sebagai respons terhadap
kontraksi uterus, segmen bawah uterus teregang danmenipis, serviks berdilatasi,
jalan lahir terbentuk dan bayibergerak turun ke bawah melalui rongga panggul.
(Hanretty,2014) Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi ( janin
+ uri) yang dapat hidup ke dunia luar dari dalam rahimmelalui jalan lahir dengan
LBK atau dengan tenaga ibu sendiri,tanpa bantuan alat-alat, serta tidak melukai ibu
dan bayi, yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam (Mochtar, 2013).
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa persalinan normal adalah proses
pengeluaran janin yang cukup bulan (37-42 minggu), lahir secara spontan segera
menangis dengan presentasi belakang kepala, di susul dengan pengeluaran plasenta
dan selaput ketuban dari jalan lahir dan tanpa komplikasi baik ibu maupun janin.
B. JENIS PERSALINAN
Terdapat beberapa bentuk persalinan, diantaranya :
1. Persalinan Spontan
Bila persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri,
melalui jalan lahir
2. Persalinan Buatan
Bila proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar
3. Persalinan Anjuran
Bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar
dengan rangsangan
C. ETIOLOGI
Penyebab timbulnya persalinan sampai sekarang belum diketahui secara p
asti/jelas,namun beberapa teori menghubungkan dengan faktor hormonal, struktur
rahim, sirkulasirahim, pengaruh tekanan pada syaraf dan nutrisi (Hafifah, 2011)
1. Teori penurunan hormon
1-2 minggu sebelum partus dimulai, terjadi penurunan hormon progesterone
dan estrogen. Fungsi progesteron sebagai penenang otot-otot polos rahim
dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul HIS
bila progesteron menurun
2. Teori plasenta menjadi tua
Turunnya kadar hormon esterogen dan progesteron menyebabkan
kekejangan pembuluh darah yang menimbukan kontraksi rahim
3. Teori distensi rahim
Rahim yang menjadi besar dan merenggang menyebabkan iskemik otot-otot
rahim sehingga mengganggu sirkulasi utero-plasenta
4. Teori iritasi mekanik
Dibelakang serviks terlihat gangglion servikale (fleksus frantehauss). Bila
gangglion ini digeser dan ditekan misalnya oleh kepala janin akan timbul
kontraksi uterus
5. Induksi partus
Dapat pula ditimbulkan dengan jalan gagang laminaria yang dimasukkan
dalam kanalis servikalis dengan tujuan merangsang pleksus frankenhauser,
amniotomi pemecah ketuban, oksitosin drip yaitu pemberian oksitosin
menurut tetesan perinfusan.
D. PATOFISIOLOGI
a. Tanda-tanda persalinan sudah dekat
1. Lightening
Pada minggu ke 36 pada primigravida terjadi penurunan fundus karena
kepala bayi sudah memasuki pintu atas panggul yang di sebabkan oleh:
kontraksi Braxton hicks, ketegangan otot, ketegangan ligamentum
rotundum dan gaya berat janin kepala kearah bawah.
2. Terjadinya his permulaan
Makin tua usia kehamilan pengeluaran progesterone dan estrogen
semakin berkurang sehingga oksitosin dapat menimbulkan kontraksi,
yang lebih sering disebut dengan his palsu, sifat his palsu yaitu rasa
nyeri ringan dibagian bawah, datangnya tidak teratur, tidak ada
perubahan serviks, durasinya pendek, tidak bertambah jika beraktivitas
(Ai Nursiah, dkk. 2014).
b. Tanda-tanda persalinan
1. Timbulnya his persalinan ialah his pembukaan dengan sifat-sifatnya
sebagai berikut : nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut
bagian depan, teratur, makin lama makin pendek intervalnya dan makin
kuat intensitasnya, jika dibawa berjalan bertambah kuat, dan
mempunyai pengaruh pada pendataran atau pembukaan serviks (Dewi
setiawati. 2013).
2. Keluar lender bercampur darah yang lebih banyak karena robekan
robekan kecil pada serviks (Mochtar,2013)
3. Kadang ketuban pecah dengan sendirinya (Yuanita Syaiful dan Lilis
Fatmawati. 2020).
4. Dengan pendataran dan pembukaan. Lender dari canalis servikalis
keluar disertai dengan sedikit darah. Perdarahan yang sedikit
disebabkan karena selaput janin pada bagian bawah segmen bawah
rahim hingga beberapa kapiler terputus (Dewi Setiawati. 2013).
A. PENGKAJIAN
1. Biodata/anamnesa
Nama, nama panggilan, alamat, bahasa yang digunakan. Usia ibu dalam
kategori usia subur (15-49 tahun). Bila didapatkan terlalu muda (kurang dari
20 tahun) atau terlalu tua (lebih dari 35 tahun) merupakan kelompok resiko
tinggi. Pendidikan dan pekerjaan klien.
2. Keluhan Utama
Pada umumnya, klien akan mengeluh nyeri pada daerah pinggang menjalar
ke perut, adanya his yang makin sering, teratur, keluarnya lendir dan darah,
perasaan selalu ingin buang air kecil, bila buang air kecil hanya sedikit-
sedikit
3. Riwayat Penyakit Sekarang
Dalam pengkajian ditemukan ibu hamil dengan usia kehamilan antara 38-
42 minggu disertai tanda-tanda menjelang persalinan yaitu nyeri pada
daerah pinggang menjalar ke perut, his makin sering, teratur, kuat adanya
show (pengeluaran darah campur lendir), kadang ketuban pecah dengan
sendirinya
4. Riwayat Penyakit Dahulu
a. Riwayat pembedahan Kaji adanya pembedahan yang pernah dialami
oleh klien, jenis pembedahan, kapan, oleh siapa, dan dimana tindakan
tersebut berlangsung.
b. Riwayat penyakit yang pernah dialami Kaji adanya penyakit yang
pernah dialami oleh klien misalnya; DM, jantung, hipertensi, masalah
ginekologi atau urinary, penyakit endokrin dan penyakit-penyakit
lainnya
5. Riwayat Penyakit Keluarga
Perlu dikaji adanya riwayat penyakit dalam keluarga yang dapat
memperburuk kondisi klien saat persalinan seperti TBC dan hepatitis,
menurun seperti jantung dan DM.
6. Riwayat keluarga berencana
Meliputi alat kontrasepsi yang digunakan, lama penggunaan, keluhan
selama penggunaan, jumlah anak yang direncanakan
7. Riwayat Kehamilan Sekarang Riwayat kehamilan sekarang perlu dikaji
untuk mengetahui apakah ibu resti atau tidak, meliputi :
a. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) : Digunakan untuk mengetahui
umur kehamilan
b. Hari Perkiraan Lahir (HPL) : Untuk mengetahui perkiraan lahir
c. Keluhan-keluhan : Untuk mengetahui apakah ada keluhan-keluhan pada
trimester I,II dan II
d. Ante Natal Care (ANC) : Mengetahui riwayat ANC, teratur / tidak,
tempat ANC, dan saat kehamilan berapa
8. Riwatyat Kehamilan, Prsalinan, Nifas yang lalu
a. Kehamilan : Untuk mengetahui berapa umur kehamilan ibu dan hasil
pemeriksaan kehamilan
b. Persalinan : Spontan atau buatan, lahir aterm atau prematur, ada
perdarahan atau tidak, waktu persalinan ditolong oleh siapa, dimana
tempat melahirkan.
c. Nifas : Untuk mengetahui hasil akhir persalinan (abortus, lahir hidup,
apakah dalam kesehatan yang baik) apakah terdapat komplikasi atau
intervensi pada masa nifas, dan apakah ibu tersebut mengetahui
penyebabnya.
9. Pola Kebutuhan Sehari – hari
10. a. Nutrisi Biasanya klien mengalami gangguan dalam memenuhi kebutuhan
nutrisi seperti mual/ muntah, masukan protein kalori kurang. b. Istirahat
tidur Klien dapat tidur terlentang,miring ke kanan / kiri tergantung pada
letak punggung anak,klien sulit tidur c. Aktivitas Klien dapat melakukan
aktivitas seperti biasanya, terbatas pada aktivitas ringan, tidak
membutuhkan tenaga banyak, tidak membuat klien cepat lelah, capai, lesu.
Pada kala I apabila kepala janin telah masuk sebagian ke dalam PAP serta
ketuban pecah, klien dianjurkan duduk / berjalan-jalan disekitar ruangan /
kamar bersalin. Pada kala II kepala janin sudah masuk rongga PAP klien
dalam posisi miring ke kanan / kiri d. Eliminasi Adanya perasaan sering
/susah kencing selama kehamilan dan proses persalinan. Pada akhir
trimester III dapat terjadi konstipasi. e. Personal hygiene Kebersihan tubuh
senantiasa dijaga kebersihannya. Baju hendaknya yang longgar dan mudah
dipakai f. Seksual Terjadi disfungsi seksual yaitu perubahan dalam
hubungan seksual/fungsi dari seks yang tidak adekuat karena adanya proses
persalinan dan nifas (Sursilah, 2012).
B. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
Untuk mengetahui keadaan umum apakah baik, sedang, jelek. Pada
persalinan normal keadaan umum klien baik
2. Kesadaran
Untuk mengetahui tingkat kesadaran klien apakah composmetis, apatis,
somnolen, delirium, semi koma dan koma. Pada kasus ibu bersalin dengan
letak sunsang kesadarannya composmentis
3. Tanda Vital
a. Tekanan Darah
Untuk mengetahui faktor resiko hipertensi dan hipotensi. Batas
normalnya 120/80 mmHg
b. Nadi
Untuk mengetahui nadi klien yang dihitung dalam menit. Batas
normalnya 69- 100 x/ menit
c. Respirasi
Untuk mengetahui frekuensi pernafasan klien yang dihitung dalam 1
menit. Batas normalnya 12-22 x/ menit
d. Suhu
Untuk mengetahui suhu tubuh klien, memungkinkan febris/ infeksi
dengan menggunakan skala derajat celcius. Suhu wanita saat bersalin
tidak lebih dari 38º
4. Kepala
Bentuk kepala oval dan bulat, kulit kepala bersih, rambut berwarna hitam
dan tidak rontok. Muka oedem, tidak ada nyeri tekan.
5. Mata
Mata simetris kanan dan kiri, sklera mata berwarna putih, konjungtiva
berwarna merah muda.
6. Telinga
Simetris kanan kiri, bersih tidak ada serumen, pendengaran berfungsi
dengan baik.
7. Hidung
Bentuk normal, keadaan bersih, tidak ada polip, pertumbuhan rambut
hidung merata, penciuman normal
8. Mulut dan leher
Pada Mulut bentuk normal, kedaan bersih, tidak ada kesulitan menelan.
Sedangkan pada leher Normal, tidak terdapat pembengkakan kelenjar dan
vena jugularis.
9. Payudara
Payudara simetris, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, areola mamae
berwarna hitam merata, payudara terasa padat, papilla mammae menonjol,
colostrum ada, tidak ada kelainan pada payudara
10. Paru – paru Jalan nafas spontan, vokal fremitus getarannya sama, tidak
teraba massa, perkusi sonor, suara nafas vesikuler, ada suara nafas tambahan
atau tidak yaitu wheezing atau ronchi.
11. Jantung
Kecepatan denyut apical reguler, irama jantung normal, umumnya tidak ada
kelainan bunyi jantung, tidak ada nyeri tekan
12. Abdomen
Abdomen mungkin masih menonjol atau membesar, terdapat luka operasi
tertutup perban. Nyeri pada luka bekas operasi. Tinggi fundus uterus turun
1-2 jari setiap 24 jam, konsistensi uterus keras atau lembek. Perkusi timpani
pada usus, bising usus normal
13. Genetallia
Jumlah dan jenis lochea biasanya terdapat pengeluaran lochea rubra
(berwarna merah) yang menetap selama 3 hari. Berapa kali ganti pembalut
dalam sehari
14. Ekstermitas
a. Ekstermitas Atas : pada pasien persalinan normal Lingkar Lengan Atas
23 cm, tidak ada edema .
b. Ekstremitas bawah : ada edema, tidak ada varises
15. VT (pemeriksaan dalam)
Untuk mengetahui keadaan vagina, portio keras atau lunak, pembukaan
servik berapa, penurunan kepala, UKK dan untuk mendeteksi panggul
normal atau tidak
16. Pemeriksaan Leopold
a. Leopold I : TFU Umumnya saat dipalpasi teraba bagian besar janin
lunak, bulat, dan tidak melenting terkesan bokong
b. Leopold II Umumnya saat di palpasi bagian kanan teraba keras
memanjang (punggung janin), dan bagian kecil janin (ekstremitas) di
sepanjang sisi kiri
c. Leopold III Umumnya teraba bagian besar janin keras, bulat, melenting,
tidak dapat digerakkan kesan kepala, janin sudah masuk PAP)
d. Leopold IV Di palpasi teraba sudah masuk PAP (Sursilah, 2012).
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri persalinan
2. Nyeri akut
3. Ansietas
4. Ketidaknyamanan pasca partum
5. Resiko infeksi
6. Gangguan integritas kulit
7. Gangguan mobilitas fisik
8. Intoleransi aktifitas
9. Defisit pengetahun
D. RENCANA KEPERAWATAN
No Diagnosa Tujuan Rencana Intervensi
keperawatan
1. Nyeri Persalinan Setelah dilakukan Manajemen Nyeri (SIKI
(SDKI D.0077) tindakan keperawatan I.08238)
selama 2 x 6 jam, a. Observasi :
diharapkan tingkat 1. Identifikasi lokasi,
nyeri menurun (SLKI karakteristik, durasi,
l.08066). Dengan kualitas, intensitas nyeri.
kriteria hasil: skala nyeri.
1. Keluhan nyeri
menurun. [Link] :
2. Pasien tidak 1. Berikan teknik non
menunjukan farmako-logis untuk
ekspresi mengurangi rasa nyeri
wajah missal kompres air hangat,
meringis / teknik nafas dalam
kesakitan 2. Kontrol lingkungan
3. Kemampuan yang memperberat rasa
menuntasakan nyeri misalkan suhu
aktivitas ruangan, kebisingan.
meningkat
c. Edukasi :
1. Anjurkan memonitor
nyeri secara mandiri.
2. Jelaskan strategi
meredahkan nyeri
2. Nyeri Akut Setelah dilakukan Manajemen Nyeri
(SDKI D.0077) tindakan keperawatan ((I.08238).
selama 2x6 jam Observasi :
diharapkan tingkat 1. Identifikasi skala nyeri.
nyeri menurun kriteria
hasil Tingkat Nyeri Terapeutik :
(L.08066) : 1. Berikan teknik non
1. Keluhan farmako-logis untuk
nyeri mengurangi rasa nyeri
menurun missal kompres air hangat,
2. Klien teknik nafas dalam
tampak 2. Kontrol lingkungan
meringis yang memperberat rasa
menurun nyeri misalkan suhu
3. Sikap ruangan, kebisingan.
protektif
menurun Edukasi :
4. Gelisah 1. Anjurkan memonitor
menurun nyeri secara mandiri.
2. Anjurkan menggunakan
nakan analgetik secara
tepat
3. Ansietas (SDKI, Setelah dilakukan Reduksi Ansietas (SIKI,
D.0080) tindakan Keperawatan 1.09314)
2 x 6 jam diharapkan a. Observasi
tingkat ansietas pasien 1. Monitor tanda-tanda
menurun ( L.09093) ansietas
dengan kriteria hasil :
1. Verbalisasi b. Terapeurik
kebingungan 1. Ciptakan lingkungan
menurun terapeutik
2. Verbalisasi 2. Temani pasien untuk
khawatir mengurangi kecemasan
akibat kondisi
yang dihadapi c. Edukasi
menurun 1.. Anjurkan
3. Perilaku mengungkapkan perasaan
gelisah dan persepsi
menurun 2. Latih kegiatan
4. Perilaku pengalihan
tegang 3. Latih teknik relaksasi
menurun (misalnya tarik napas
dalam)
4. Ketidaknyamanan Setelah dilakukan Perawatan Pasca
pasca partum tindakan Keperawatan Persalinan (I. 07225)
(SDKI. D.0075) 1x 6 jam status a. Observasi
kenyaman pasca 1. Monitor tanda-tanda
partum meningkat vital
(L.07061) dengan 2. Monitor keadaan lokea
kriteria hasil: (mis. Warna, jumlah, bau,
1. Keluhan tidak dan bekuan
nyaman 3. Periksa perineum atau
menurun robekan (kemerahan,
2. Meringis edema ekimosis,
menurun pengeluaran, penyatuan
3. Pemulihan jahitan)
perineum 4. Monitor nyeri
meningkat
b. Terapeutik
1. Kosongkan kandung
kemih sebelum
pemeriksaan
2. Massage fundus sampai
kontraksi kuat, jika perlu
3. Fasilitasi ikatan tali
kasih ibu dan bayi secara
optimal
c. Edukasi
1. Jelaskan pemeriksaan
pada ibu dan bayi secara
rutin
2. Ajarkan cara perawatan
perineum yang tepat
3. Ajarkan ibu mengatasi
nyeri secara
nonfarmakologis (mis.
Teknik distraksi, imajinasi)
5. Resiko Infeksi Setelah dilakukan Pencegahan infeksi ( SIKI,
(D.0142) tindakan keperawatan L.14137)
2x6 jam diharapkan a. Obsevasi :
kerusakan integritas 1. Monitor tanda dan
kulit membaik gejala infeksi.
(L.14137) dengan
kriteria hasil : b. Terapeutik:
1. Kerusakan 1. Berikan perawatan kulit
jaringan pada area luka.
menurun 2. Cuci tangan sebelum
2. Kerusakan dan sesudah kontak dengan
lapisan kulit pasien.
menurun
3. Nyeri menurun c. Edukasi :
4. Tekstur 1. Jelaskan tanda gejala
membaik infeksi.
2. Ajarkan mencuci tangan
dengan benar.
3. Ajarkan cara memeriksa
luka..
6. Gangguan Setelah dilakukan Perawatan integritas kulit
integritas kulit tindakan keperawatan (SIKI. I.11353)
(D.0129) 2x6 jam kulit dan a. Observasi
jaringan membaik 1. Identifikasi penyebab
Luaran Integritas kulit gangguan integritas kulit
dan jaringan
(L.14125) Kriteria b. Terapeutik
hasil : 1. Upaya posisi tiap 2 jam
1. Menurunnya jika tirah baring
kerusakan 2. Bersihkan perineal
jaringan dan dengan air hangat,
lapisan kulit teruatam periode diare
2. Meningkatnya Edukasi
perfusi 3. anjurkan meningkatkan
jaringan asupan buah dan sayur
3. Menurunkan 4. Anjurkan menggunakan
nyeri dan pelembab
perdarahan
4. Membaiinya
suhu kulit
7. Gangguan Setelah dilakukan Dukungan Mobilisasi
mobilitas fisik intervensi (SIKI, L.05042)
(D.0054) keperawatan selama a. Obsevasi :
2x6 jam maka 1. Identifikasi adanya nyeri
mobilitas fisik atau keluhan fisik lainnya
meningkat (L.05042) 2. Monitor kondisi umum
dengan kriteria hasil: selama melakukan
1. Nyeri sendi mobilisasi
menurun 3. Monitor frekuensi
2. Kaku sendi jantung dan tekanan darah
menurut sebelum mmemulai
3. Kekuatan otot mobilisasi
meningkat
b. Terapeutik:
1. Libatkan keluarga untuk
membantu pasien dalam
meningkatkan pergerakan
c. Edukasi :
1. Jelaskan tujuan dan
prosedur mobilisasi
2. Anjurkan melakukan
mobilisasi dini
8. Intoleransi Setelah dilakukan Manajemen energi
aktivitas tindakan keperawatan (I.05178)
(D.0056) selama 3x24 jam a. Observasi
diharapkan toleransi 1. Identifikasi gangguan
aktivitas meningkat fungsi tubuh yang
Kriteria hasil toleransi mengakibatkan kelelahan
aktivitas (L.05047) 2. Monitor lokasi dan
1. Saturasi ketidak nyamanan selama
oksigen aktivitas
meningkat
2. Keluhan lelah b. Terapeutik
menurun 1. Lakukan latihan rentang
3. Dispnea gerak pasif dan / atau aktif
setelah 2. Fasilitasi duduk di sisi
aktivitas tempat tidur, jika tidak
menurun dapat berpindah atau
4. Sianosis berjalan
menurun
5. Tekanan darah c. Edukasi
membaik 1. Anjurkan tirah baring
6. Frekuensi 2. Anjurkan melakukan
nafas membaik aktivitas secara bertahap
9. Defisit Setelah dilakukan Edukasi Kesehatan
pengetahuan b.d. asuhan keperawatan (I.12383)
kurang terpapar selama 1x6 jam a. Observasi
informasi tentang diharapkan tingkat 1. Identifikasi kesiapan dan
KB (D.0111) pengetahuan kemampuan menerima
meningkat ( L.12111) informasi
dengan kriteria hasil : 2. Identifikasi faktorfaktor
1. Perilaku sesuai yang dapat meningkatkan
anjuran dan menurunkan motivasi
meningkat perilaku hidup bersih dan
2. Perilaku sesuai sehat
dengan
pengetahuan b. Terapautik :
meningkat 1. Sediakan materi dan
3. Persepsi yang media pendidikan
keliru terhadap kesehatan
masalah 2. Jadwalkan pendidikan
menurun kesehatan sesuai
kesepakatan
3. Berikan kesempatan
bertanya
c. Edukasi :
1. Jelaskan faktor risiko
yang dapar mempengaruhi
kesehatan
2. Ajarkan perilaku hidup
bersih dan seha
E. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Implementasi keperawatan dalam konsep asuhan keperawatan adalah
pengelolahan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada
tahap perencanaan yang mencangkup tindakan mandiri dan kolaborasi yang
didasarkan oleh hasil keputusan bersama bersama dengan dokter atau petugas
kesehatan lain (Armini & Yunitasari, 2016).
F. EVALUASI KEPERAWATAN
Evaluasi adalah suatu proses untuk menjelaskan secara sistematis untuk
mencapai objectif, efisien, dan efektif serta untuk mengetahui dampak dari suatu
kegiatan dan juga membantu pengambilan keputusan untuk perbaikan satu atau
beberapa aspek program perencanaan yang akan dating (Armini & Yunitasari,
2016).
DAFTAR PUSTAKA
Addini, Lely Ayu Permata, Ira Titisari dan Ribut Eko Wijanti. 2020. Pengaruh
Pemberian Kurma Terhadap Kemajuan Persalinan Kala Ii Ibu Bersalin Di
Rumah Sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri. Jurnal Kebidanan Kestra Vol. 2
No. 2
Aritonang Juneris, dkk. 2020. Penurunan Rasa Nyeri Pada Persalinan Kala I Fase
Aktif Melalui Masase Punggung Pada Ibu Inpartu Di Klinik Hj. Hamidah
Kota Medan. Journal of Healthcare Technology and Medicine Vol. 6 No 1
Himawati, Laily Nurul Kodiyah. 2020. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Nyeri
Persalinan Pada Ibu Bersalin Di Rumah Sakit Permata Bunda Purwodadi
Groboga. Journal Of Midwifery Vol. 8 No. 1
Juliati. 2020. Hubungan Jarak Kelahiran Dan Berat Bayi Lahir Dengan Kejadian
Ruptur Perineum Pada Persalinan Normal Di Rsu Tgk Chik Ditiro Tahun
2019. Journal of Healthcare Technology and Medicine Vol. 6 No. 1
Masniati, Musniati dan Immawanti. 2020. Pengalaman Perempuan dengan
Persalinan Pervaginam Di Usia Dini Di Desa Mambu Tapua dan Ba’ba
Tapua Di Wilayah Kerja Puskesmas Matangnga. Jurnal Kesehatan
Masyarakat. Vol 6 No 1
Rahyani Ni Komang Yuni. 2020. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Patologi Bagi
Bidan. Yogyakarta : Anggota IKAPI
Rinata Evi dan Rafhani Rosyidah. 2020. Efektivitas kombinasi birth massage dan
perubahan posisi terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif.
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 4 No 1
Sulyastini Ni Komang.2020. Komplikasi Persalinan Dengan Riwayat Kehamilan
Resiko Tinggi di Puskesmas Gerokgak I Tahun 2020. Seminar Nasional
Riset Inovatif
Sulistyoningtyas Sholaikhah dan Fitnaningsih Endang Cahyawati. 2020.
Karakteristik Dan Penanganan Perdarahan Pada Ibu Postpartum. Jurnal
KeperawatanVol 12 No 1
Sulistyawati Henny. 2020. Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Lama
Persalinan Kala I (Studi Di BPM Lilis Suryawati Jombang). Jurnal Ilmiah,
Vol. 3 No. 2
Syaiful Yuanita dan Lilis Fatmawati. 2020. Asuhan Keperawatan Pada Ibu
Bersalin. Surabaya : CV. Jakad Media Publishing
Triwidiyantari Dyah. 2021. Peran Imd Terhadap Kala III Persalinan. Jurnal Sehat
Masada Vol. Xv No 1
Tim Pokja SDKI DPP PPNI.2017, Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.
Edisi 1. Jakarta : PPNI
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. 2019, Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Edisi
1. Jakarta : PPNI
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. 2018, Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Edisi
1 . Jakarta : PPNI