Capacity, RCCP,
CRP
PPC Pertemuan 10
20 April 2021
[Link]
Hasil Pembelajaran
Umum
Mahasiswa mampu menerapkan model matematik, heuristik
MRP
dan teknik statistik untuk menganalisis dan merancang suatu
sistem perencanaan dan pengendalian produksi
Khusus
Memahami konsep perencanaan kapasitas dan
mampu menghitung kebutuhan kapasitas serta
pengendalian aktivitas produksi
• RCCP didefinisikan sebagai proses konversi dari Rencana
Produksi dan atau MPS ke dalam kebutuhan kapasitas
yang berkaitan dengan sumber – sumber daya kritis,
seperti : tenaga kerja, mesin dan peralatan, kapasitas
gudang, kapabilitas pemasok material dan parts, dan
RCCP
sumber daya keuangan.
• Rough Cut Capacity Planning berperan dalam
pengembangan MPS. RCCP melakukan validasi terhadap
MPS guna menetapkan sumber – sumber spesifik tertentu
khususnya yang diperkirakan akanmenjadi hambatan
potensial (potential bottlenecks), adalah cukup untuk
melaksanakan MPS.
RCCP
Tujuan RCCP adalah untuk mengkonversikan rencana level atas
(high level plan) ke dalam kebutuhan sumber daya yang
dibutuhkan (misalnya jumlah mesin) untuk melaksanakan
rencana tersebut.
Mengkoversi penjualan dan rencana operasi ke dalam kebutuhan
kapasitas (“kira-kira”) untuk 12 – 18 bulan ke depan.
RCCP
4 langkah dalam menyusun RCCP :
1. Memperoleh informasi tentang rencana produksi dari dari mps
2. Memperoleh informasi tentang struktur produk dan waktu
tunggu (lead time)
3. Menentukan bill of resources
4. Menghitung kebutuhan sumber daya spesifik dan membuat
laporan rccp.
Alasan Perlunya RCCP :
• Untuk menggambarkan view/gambaran kedepan untuk
kebutuhan kapasitas, sehingga rencana tersebut dapat
divalidasi.
• Untuk mengatur perubahan sebagai akibat dari perubahan
pasar dan kondisi manufaktur, serta juga akibat performansi
RCCP
aktual yang mungkin berubah dari rencana.
• Untuk mengkoneksikan cara perusahaan untuk beroperasi
dengan sumber daya yang ada.
Fungsi RCCP Secara sederhana RCCP adalah menjawab
pertanyaan:
• Apakah kapasitas cukup?
• Apakah rencana yang diinginkan feasible untuk dilaksanakan
sesuai dengan kapasitas terpasang?
[Link] Planning Using Overall Factors (CPOF)
Capacity Planning Using Overall Factors (CPOF) memerlukan tiga input
data. sebagai berikut :
1. MPS, data MPS yang siap diperhitungkan untuk RCCP adalah dalam
RCCP
bentuk satuan waktu yang dapat dilakukan dengan mengalikan
jumlah unit yang telah direncanakan dalam MPS dengan waktu
menghasilkan satu unit produk
2. Data yang menyatakan waktu total untuk menghasilkan satu tipe
produk. Data ini didapatkan dengan menjumlahkan semua waktu
yang diperlukan dari setiap stasiun kerja yang diperlukan untuk
menghasilkan satu unit produk dari masing – masing tipe.
3. Data yang terakhir adalah data perbandingan historis antar stasiun
kerja. Data ini akan dipergunakan untuk menghitung kapasitas kerja
pada tiap stasiun kerja tiap periode MPS
[Link] Planning Using Overall Factors (CPOF)
RCCP
[Link] Planning Using Overall Factors (CPOF)
RCCP
[Link] Planning Using Overall Factors (CPOF)
RCCP
[Link] Planning Using Overall Factors (CPOF)
RCCP
[Link] Planning Using Overall Factors (CPOF)
Data yang diperlukan:
• MPS
• Waktu yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk
• Proporsi waktu yang digunakan untuk setiap sumber daya
RCCP
January
• Total capacity requirement = 0.22 x 15000= 3300
• Historical proportion for Lamp Assembly = 0.10 / 0.22 = 0.45
• Lamp Assembly capacity requirement = 0.455 x 3300 = 1501.5
[Link] of Labour (BOLA)
Data yang diperlukan : sama dengan CPOF
Jika ada n produk, maka : n
Kapasitas yang diperlukan = ∑ aik bkj
k=1
untuk seluruh i, j; Dimana :
RCCP
– aik = waktu yang diperlukan produk k di stasiun kerja i
– bkj = jumlah produk k yang akan diproduksi pada periode j
[Link] of Labour (BOLA)
RCCP
[Link] of Labour (BOLA)
RCCP
3. Resource Profile Approach (RPA)
Metode perhitungan mirip BOLA,
mempertimbangkan lead-time offset
Input Data = MPS & Resource Profile
RCCP
3. Resource Profile Approach (RPA)
RCCP
Pemilihan metoda RCCP
• Ukuran lot diasumsikan lot-for-lot
Metoda BOLA lebih direkomendasikan dari pada
Metoda CPOF
RCCP
• Resource Profile Approach (RPA) produk yang
manufacture leadtime lama (contoh : airplane,
machine tools)
Keputusan dari RCCP
• Capacity available
= time available x utilization x efficiency
• Comparing capacity required to capacity available
RCCP
• Alternatif untuk meningkatkan kapasitas :
1. over time
2. subcontracting,
3. alternating routing
4. tambah tenaga kerja
• Jika penambahan kapasitas tidak bisa memenuhi
capacity required, Revisi MPS
Latihan 2
Jadwal induk produksi selama tahun 2013 untuk produk Furniture Meja
diberikan pada tabel di sebalah kanan.
Untuk merakit satu meja, 4 buah kaki meja perlu diproses bubut, papan
meja perlu di haluskan (planed), dan 4 buah lubang pada papan perlu
RCCP
proses bor.
Total waktu yang diperlukan masingmasing work center menyelesaikan
komponen untuk 1 unit meja :
Latihan 2
Tersedia 5 (lima) unit mesin bubut (lathe), 2 (dua) unit mesin penghalus
(plan), dan satu buah mesin bor.
Waktu kerja bengkel adalah 2 (dua) shift per hari, 5 hari kerja per minggu,
dan 8 jam kerja per hari.
RCCP
Jam lembur ditetapkan maksimum 12 jam per minggu atau 50 jam per
bulan. Selama ini rata-rata tingkat utilisasi ketiga jenis mesin tersebut
adalah 95%, sedangkan tingkat efisiensinya adalah 105% untuk mesin
bubut (lathe), 102% untuk mesin planer (plan), dan 112 % untuk mesin bor.
Tugas :
Hitung kebutuhan kapasitas untuk setiap work center selama tahun 2013.
Apakah kapasitas yang ada dapat memenuhi jadwal induk produksi yang
ditetapkan?
End of This Session
20 April 2021
[Link]