0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan8 halaman

Sertifikasi CPIB dalam Pembenihan Ikan

Dokumen ini menjelaskan Standar Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) berdasarkan berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. CPIB mencakup pedoman teknis untuk pembenihan ikan dengan fokus pada manajemen, keamanan pangan, dan lingkungan. Sertifikasi CPIB berlaku selama 4 tahun dan melibatkan proses verifikasi serta inspeksi oleh otoritas terkait.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan8 halaman

Sertifikasi CPIB dalam Pembenihan Ikan

Dokumen ini menjelaskan Standar Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) berdasarkan berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. CPIB mencakup pedoman teknis untuk pembenihan ikan dengan fokus pada manajemen, keamanan pangan, dan lingkungan. Sertifikasi CPIB berlaku selama 4 tahun dan melibatkan proses verifikasi serta inspeksi oleh otoritas terkait.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Standar Cara

Pembenihan Ikan yang


Baik (CPIB Benih)
Dasar Hukum
Undang-Undang No. 31 Tahun 2004, UU 45/2009 tentang Perikanan.

Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan.
Peraturan Pemerintah No. 5/2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Keputusan Menteri Pertanian No. 26/Kpts/OT.210/1/98 tentang Pedoman Pengembangan Perbenihan Perikanan
Nasional.
Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor 672/KEP/BSN/12/2019 Tentang Penetapan Standar
Nasional Indonesia 8035:2019 Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) sebagai Revisi dari Standar Nasional
Indonesia 8035:2014 Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB).

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. PER.02/MEN/2007 tentang Monitoring Residu Obat. Bahan Kimia,
Bahan Biologi dan Kontaminan pada Pembudidayaan Ikan.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 19/2010 tentang Pengendalian Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan
Hasil Perikanan.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 10/2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kelautan dan Perikanan.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 21 Tahun 2024 tentang Sistem Perbenihan Ikan Nasional
Definisi KBLI
Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) adalah pedoman
dan tata cara mengembangbiakkan ikan dengan cara • KBLI 03252 Pembenihan Ikan Air Payau, Kelompok ini mencakup
melakukan manajemen induk, pemijahan, penetasan telur, usaha atau kegiatan pembenihan (produksi induk, telur, larva sampai
dan pemeliharaan larva/benih dalam lingkungan yang dengan benih siap tebar), ikan air payau (bandeng dan kakap putih),
terkontrol, melalui penerapan teknologi yang memenuhi udang galah, udang windu, udang putih dan biota air payau lainnya
kriteria dan persyaratan teknis, manajemen, keamanan (kepiting dan rumput laut/Gracilaria) di air payau dengan
pangan, dan lingkungan. menggunakan lahan, perairan dan fasilitas buatan lainnya.
• KBLI 03226 Pembenihan Ikan Air Tawar, Kelompok ini mencakup
Pemeringkatan Sertifikat usaha atau kegiatan pembenihan (produksi induk, telur, larva sampai
dengan benih siap tebar), ikan bersirip, mollusca, crustacea dan biota
• Sangat Baik
air tawar lainnya di air tawar. Contohnya patin, ikan mas, lele, gurame,
• Baik
lobster air tawar, nila, katak, dan buaya.
• Cukup
• KBLI 03212 Pembenihan ikan laut, Kelompok ini mencakup usaha
pembenihan (produksiinduk, telur, larva sampai dengan benih siap
Masa Berlaku Sertifikat tebar) ikan bersirip, mollusca , crustacea, echinodermata dan biota air
laut lainnya dengan media air laut, seperti benih ikan kerapu, benih
Masa berlaku 4 Tahun sejak tanggal penerbitan kakap putih, benih bawal bintang, benih lobster, benih abalone, benih
kerang mutiara, benih kerang darah, benih teripang, dan bibit rumput
laut (mencakup semua jenis rumput laut). Termasuk pembibitan algae
untuk menghasilkan bioenergi dan non-pangan lainnya. Tidak
termasuk kegiatan pembenihan ikan hias air laut.
Mekanisme Sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB)

Ditolak (dokumen tidak lengkap) Ditolak (ditemukan ketidaksesuaian)

Permohonan melalui OSS BKPM


(pelaku usaha) atau melalui Lengkap dan sesuai
Manual/Email (Unit Pemerintah) Pusat akan
Pelaku Usaha Skala Verifikasi oleh Inspeksi oleh
menerbitkan
Menengah dan Besar Pusat Produksi UPT BPPMHKP
surat perintah
Primer
Inspeksi
• Nomor Induk Berusaha
• Persyaratan proses
• Struktur organisasi dan SDM
• Pelayanan
• Sistem manajemen usaha
• Sarana yang memadai
• Untuk produksi induk harus
memiliki program pemulihan dan
menerapkan standar operasional
pemuliaan minimal 1 tahun Pemantauan Penerbitan Tim Teknis Evaluasi hasil
dan Evaluasi Sertifikat CPIB mengunggah Inspeksi oleh
Pelaku Usaha Skala Mikro Checklist di Tim Teknis
(Berlaku 4 Tahun) SIAP MUTU di UPT
dan Kecil
• Sarana yang memadai
• Tidak diperbolehkan melakukan
usaha produksi induk
• Struktur organisasi dan SDM
• Persyaratan proses Jangka Waktu Pelayanan Biaya
• Sistem manajemen usaha
• Mendapatkan sertifikat self declare 20 Hari Kerja Rp 0,-
melalui sistem OSS dengan durasi
pemenuhan persyaratan khusus
Setelah dokumen dinyatakan lengkap
oleh pelaku usaha dilakukan paling
lambat satu tahun sejak self
declare
Proses Bisnis Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB Benih)

Pelaku Usaha
Pelaku Usaha

Pembinaan/
Pembinaan Umpan Balik
Mandiri
DITJEN PB

Permohonan Penerbitan
Sertifikasi Sertifikasi
OSS BKPM

Umpan Balik
Perlu Peninjauan Persetujuan Surveilans/
Verifikasi Dokumen
Inspeksi? Tim Teknis Penerbitan Sertifikat pengawasan Mutu

BPPMHKP
Inspeksi

Penegakan Hukum
Umpan Balik

PSDKP
Checklist Sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB Benih)

PERSYARATAN MANAJEMEN • Personel manajemen pada unit pembenihan terdiri dari pimpinan, manajer pengendali
mutu, pelaksana produksi pada setiap tahap produksi (petugas induk, petugas benih,
petugas pakan, petugas kualitas air, petugas Kesehatan ikan, petugas mekanik)

PERSYARATAN TEKNIS

Lokasi dan Tata Letak Bebas banjir, terhindar dari polusi dan bahan cemaran serta mudah dijangkau

Sarana dan Prasarana Tersedianya sarana dan prasarana sesuai fungsi dan peruntukkannya

Kualitas air Kualitas air sesuai SNI dan memiliki hasil pengujian dari laboratorium terakreditasi KAN

Pengelolaan Induk dan Benih Memiliki surat keterangan asal untuk menjamin keamanan pangan dan ketertelusuran yang berasal dari
Instansi yang berkompeten serta proses pemeliharaan untuk menjamin biosekuriti
Panen, Pengemasan dan Distribusi Dilakukan dengan cepat dan higienis
Benih
Pakan Menggunakan pakan yang terdaftar, tidak berbahaya, bernutrisi serta disimpan dalam tempat yang tidak
mudah terkontaminasi
Checklist Sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB Benih)
PERSYARATAN PENGELOLAAN KESEHATAN
DAN KESEJAHTERAAN IKAN

Sarana dan Penerapan Pengaturan tata letak sesuai peruntukkannya, sanitasi hygiene karyawan serta
Biosecurity sterilisasi peralatan dan ruangan
Monitoring Hama dan Monitoring Kesehatan induk dan benih yang dilakukan secara berkala
Penyakit
PERSYARATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Pencegahan dan Penggunaan obat ikan / bahan kimia yang terdaftar sesuai penggunaan dan
Sanitasi Lingkungan
Pengobatan Dilakukan pada personel,
disimpan didalam sarana
tempat yang dan prasarana
terpisah serta lingkungan
dengan bahan lalinnya dalam dan luar
Melakukan Pengolahan Pengelolaan limbah padat dan cair dilakukan dengan higienis dan efektif untuk
Limbah meminimalkan dampak negative pada lingkungan dan kontaminasi produk sesuai
peraturan yang berlaku
PERSYARATAN DOKUMENTASI

Prosedur Mutakhir, mudah didapatkan, pengendalian dokumen


dilakukan pada setiap tahapan proses produksi untuk
ketertelusuran
Rekaman Mutakhir, mudah didapatkan, mencatat seluruh kegiatan
yang telah dilakukan

Anda mungkin juga menyukai