odik.
Unsur ini pertama kali disintesis pada tahun 1955 oleh
Albert Ghiorso dan timnya di Universitas California, Berkeley,
dengan membombardir einsteinium dengan partikel
alfa. Mendelevium merupakan unsur transuranium kesembilan
yang disintesis.
Elaborasi:
Penemuan:
Mendelevium ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Albert
Ghiorso di Berkeley Radiation Laboratory pada tahun 1955. Mereka
membombardir einsteinium dengan partikel alfa (ion helium)
dalam siklotron 60 inci.
Penamaan:
Mendelevium dinamai untuk menghormati Dmitri Mendeleev,
seorang ahli kimia Rusia yang mengembangkan tabel periodik.
Sintesis:
Mendelevium merupakan unsur sintetis, artinya tidak ditemukan
secara alami di alam tetapi dibuat di laboratorium.
Metode Sintesis:
Proses sintesis mendelevium masih melibatkan pembombardiran
einsteinium dengan partikel alfa.
Kegunaan:
Karena hanya sedikit mendelevium yang pernah diproduksi,
unsurnya memiliki aplikasi terbatas, terutama dalam penelitian
ilmiah.
Keterbatasan:
Mendelevium tidak dapat diproduksi dalam jumlah besar, dan
sampel makroskopis belum pernah diproduksi.
Waktu Paruh:
Isotop mendelevium yang paling stabil adalah 258Md dengan
waktu paruh 51 hari, tetapi 256Md yang lebih pendek waktu paruh
(1,17 jam) lebih umum digunakan dalam kimia karena dapat
diproduksi dalam skala yang lebih besar.
Sifat Kimia:
Sifat kimia mendelevium khas untuk aktinida akhir, dengan
keadaan oksidasi +3 yang lebih besar tetapi juga keadaan oksidasi
+2 yang dapat diakses.
odik. Unsur ini pertama kali disintesis pada tahun 1955 oleh
Albert Ghiorso dan timnya di Universitas California, Berkeley,
dengan membombardir einsteinium dengan partikel
alfa. Mendelevium merupakan unsur transuranium kesembilan
yang disintesis.
Elaborasi:
Penemuan:
Mendelevium ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Albert
Ghiorso di Berkeley Radiation Laboratory pada tahun 1955. Mereka
membombardir einsteinium dengan partikel alfa (ion helium)
dalam siklotron 60 inci.
Penamaan:
Mendelevium dinamai untuk menghormati Dmitri Mendeleev,
seorang ahli kimia Rusia yang mengembangkan tabel periodik.
Sintesis:
Mendelevium merupakan unsur sintetis, artinya tidak ditemukan
secara alami di alam tetapi dibuat di laboratorium.
Metode Sintesis:
Proses sintesis mendelevium masih melibatkan pembombardiran
einsteinium dengan partikel alfa.
Kegunaan:
Karena hanya sedikit mendelevium yang pernah diproduksi,
unsurnya memiliki aplikasi terbatas, terutama dalam penelitian
ilmiah.
Keterbatasan:
Mendelevium tidak dapat diproduksi dalam jumlah besar, dan
sampel makroskopis belum pernah diproduksi.
Waktu Paruh:
Isotop mendelevium yang paling stabil adalah 258Md dengan
waktu paruh 51 hari, tetapi 256Md yang lebih pendek waktu paruh
(1,17 jam) lebih umum digunakan dalam kimia karena dapat
diproduksi dalam skala yang lebih besar.
Sifat Kimia:
Sifat kimia mendelevium khas untuk aktinida akhir, dengan
keadaan oksidasi +3 yang lebih besar tetapi juga keadaan oksidasi
+2 yang dapat diakses.