Unsur copernicium (Cn), dengan nomor atom 112,
merupakan unsur buatan yang pertama kali disintesis pada tahun
1996 di Jerman oleh para ilmuwan di GSI Helmholtz Centre for
Heavy Ion Research di Darmstadt, Jerman. Unsur ini kemudian
diberi nama copernicium untuk menghormati astronom Nicolaus
Copernicus.
Penemuan dan Penamaan:
Sintesis:
Copernicium disintesis melalui reaksi nuklir dengan memadukan
atom timbal dan seng dalam akselerator ion berat.
Nama Sementara:
Sebelum resmi dinamai copernicium, unsur ini diberi nama
sementara "ununbium" (Uub) sesuai dengan konvensi penamaan
sementara untuk unsur baru.
Penamaan Resmi:
IUPAC secara resmi menamai unsur 112 sebagai copernicium pada
tahun 2010, untuk menghormati Nicolaus Copernicus, yang dikenal
karena teori heliosentrisnya tentang tata surya.
Ciri-ciri Copernicium:
Sifat Radioaktif:
Semua isotop copernicium sangat radioaktif dan memiliki waktu
paruh yang sangat singkat.
Sifat Kimia:
Sifat kimia copernicium belum sepenuhnya diketahui, tetapi
diyakini mirip dengan merkuri.
Tidak Ditemukan Secara Alami:
Copernicium tidak pernah ditemukan secara alami di alam.
Penggunaan:
Saat ini, copernicium hanya digunakan dalam penelitian ilmiah dan
tidak memiliki aplikasi komersial atau industri.
Unsur copernicium (Cn), dengan nomor atom 112,
merupakan unsur buatan yang pertama kali disintesis pada tahun
1996 di Jerman oleh para ilmuwan di GSI Helmholtz Centre for
Heavy Ion Research di Darmstadt, Jerman. Unsur ini kemudian
diberi nama copernicium untuk menghormati astronom Nicolaus
Copernicus.
Penemuan dan Penamaan:
Sintesis:
Copernicium disintesis melalui reaksi nuklir dengan memadukan
atom timbal dan seng dalam akselerator ion berat.
Nama Sementara:
Sebelum resmi dinamai copernicium, unsur ini diberi nama
sementara "ununbium" (Uub) sesuai dengan konvensi penamaan
sementara untuk unsur baru.
Penamaan Resmi:
IUPAC secara resmi menamai unsur 112 sebagai copernicium pada
tahun 2010, untuk menghormati Nicolaus Copernicus, yang dikenal
karena teori heliosentrisnya tentang tata surya.
Ciri-ciri Copernicium:
Sifat Radioaktif:
Semua isotop copernicium sangat radioaktif dan memiliki waktu
paruh yang sangat singkat.
Sifat Kimia:
Sifat kimia copernicium belum sepenuhnya diketahui, tetapi
diyakini mirip dengan merkuri.
Tidak Ditemukan Secara Alami:
Copernicium tidak pernah ditemukan secara alami di alam.
Penggunaan:
Saat ini, copernicium hanya digunakan dalam penelitian ilmiah dan
tidak memiliki aplikasi komersial atau industri.
Unsur copernicium (Cn), dengan nomor atom 112,
merupakan unsur buatan yang pertama kali disintesis pada tahun
1996 di Jerman oleh para ilmuwan di GSI Helmholtz Centre for
Heavy Ion Research di Darmstadt, Jerman. Unsur ini kemudian
diberi nama copernicium untuk menghormati astronom Nicolaus
Copernicus.
Penemuan dan Penamaan:
Sintesis:
Copernicium disintesis melalui reaksi nuklir dengan memadukan
atom timbal dan seng dalam akselerator ion berat.
Nama Sementara:
Sebelum resmi dinamai copernicium, unsur ini diberi nama
sementara "ununbium" (Uub) sesuai dengan konvensi penamaan
sementara untuk unsur baru.
Penamaan Resmi:
IUPAC secara resmi menamai unsur 112 sebagai copernicium pada
tahun 2010, untuk menghormati Nicolaus Copernicus, yang dikenal
karena teori heliosentrisnya tentang tata surya.
Ciri-ciri Copernicium:
Sifat Radioaktif:
Semua isotop copernicium sangat radioaktif dan memiliki waktu
paruh yang sangat singkat.
Sifat Kimia:
Sifat kimia copernicium belum sepenuhnya diketahui, tetapi
diyakini mirip dengan merkuri.
Tidak Ditemukan Secara Alami:
Copernicium tidak pernah ditemukan secara alami di alam.
Penggunaan:
Saat ini, copernicium hanya digunakan dalam penelitian ilmiah dan
tidak memiliki aplikasi komersial atau industri.