0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Selenium: Metaloid dengan Beragam Aplikasi

Selenium (Se) ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada tahun 1817 saat mencoba mengisolasi telurium dan dinamai dari kata Yunani 'Selene' yang berarti bulan. Unsur ini umumnya ditemukan sebagai produk sampingan dari pemurnian logam sulfida, memiliki sifat metaloid, dan digunakan dalam berbagai aplikasi industri serta sebagai nutrisi penting bagi manusia. Selenium berperan dalam fungsi biologis, termasuk sebagai komponen dalam enzim glutation peroksidase yang melindungi sel dari kerusakan.

Diunggah oleh

kunammu7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Selenium: Metaloid dengan Beragam Aplikasi

Selenium (Se) ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada tahun 1817 saat mencoba mengisolasi telurium dan dinamai dari kata Yunani 'Selene' yang berarti bulan. Unsur ini umumnya ditemukan sebagai produk sampingan dari pemurnian logam sulfida, memiliki sifat metaloid, dan digunakan dalam berbagai aplikasi industri serta sebagai nutrisi penting bagi manusia. Selenium berperan dalam fungsi biologis, termasuk sebagai komponen dalam enzim glutation peroksidase yang melindungi sel dari kerusakan.

Diunggah oleh

kunammu7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Unsur selenium (Se) ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada

tahun 1817, saat ia mencoba mengisolasi telurium dari bijih


logam sulfida. Ia menamainya "selenium" dari bahasa Yunani
"Selene," yang berarti bulan, karena unsur ini ditemukan secara
kimiawi bersama telurium, yang dinamakan "Tellus" (dewi bumi
Romawi). Selenium sering ditemukan sebagai produk sampingan
dari pemurnian logam seperti tembaga dan pemrosesan asam
sulfat.

Elaborasi:
 Penemuan:
Berzelius menemukan selenium ketika ia memproses bijih logam
sulfida, mencari telurium. Ia terkejut menemukan unsur baru yang
memiliki kemiripan dengan telurium.
 Penamaan:
Nama "selenium" diambil dari kata Yunani "Selene" (bulan),
menunjukkan kemiripan kimiawi dengan telurium (yang dinamakan
dari "Tellus", dewi bumi).
 Sumber:
Selenium umumnya ditemukan sebagai produk sampingan dari
pemurnian logam sulfida, terutama tembaga. Ia juga ditemukan
dalam bijih logam sulfida lainnya seperti nikel dan timbal. Selain
itu, selenium juga merupakan hasil sampingan dari produksi asam
sulfat.
 Sifat:
Selenium termasuk metaloid, yaitu unsur dengan sifat antara
logam dan nonlogam. Ia memiliki beberapa sifat unik seperti
kemampuan untuk mengkonduksi listrik, tergantung pada jumlah
cahaya yang jatuh di permukaannya. Sifat ini dimanfaatkan dalam
pembuatan sensor cahaya dan perangkat elektronika lainnya.
 Aplikasi:
Selenium digunakan dalam industri pembuatan kaca berwarna
merah, pengolah foto, dan dalam produksi penyearah elektronika
(sebelumnya digantikan oleh silikon).
 Signifikansi Biologis:
Selenium merupakan nutrisi penting bagi tubuh manusia, berperan
dalam berbagai fungsi, termasuk sebagai komponen penting dalam
enzim glutation peroksidase, yang berperan dalam melindungi sel
dari kerusakan.
Unsur selenium (Se) ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada
tahun 1817, saat ia mencoba mengisolasi telurium dari bijih
logam sulfida. Ia menamainya "selenium" dari bahasa Yunani
"Selene," yang berarti bulan, karena unsur ini ditemukan secara
kimiawi bersama telurium, yang dinamakan "Tellus" (dewi bumi
Romawi). Selenium sering ditemukan sebagai produk sampingan
dari pemurnian logam seperti tembaga dan pemrosesan asam
sulfat.

Elaborasi:
 Penemuan:
Berzelius menemukan selenium ketika ia memproses bijih logam
sulfida, mencari telurium. Ia terkejut menemukan unsur baru yang
memiliki kemiripan dengan telurium.
 Penamaan:
Nama "selenium" diambil dari kata Yunani "Selene" (bulan),
menunjukkan kemiripan kimiawi dengan telurium (yang dinamakan
dari "Tellus", dewi bumi).
 Sumber:
Selenium umumnya ditemukan sebagai produk sampingan dari
pemurnian logam sulfida, terutama tembaga. Ia juga ditemukan
dalam bijih logam sulfida lainnya seperti nikel dan timbal. Selain
itu, selenium juga merupakan hasil sampingan dari produksi asam
sulfat.
 Sifat:
Selenium termasuk metaloid, yaitu unsur dengan sifat antara
logam dan nonlogam. Ia memiliki beberapa sifat unik seperti
kemampuan untuk mengkonduksi listrik, tergantung pada jumlah
cahaya yang jatuh di permukaannya. Sifat ini dimanfaatkan dalam
pembuatan sensor cahaya dan perangkat elektronika lainnya.
 Aplikasi:
Selenium digunakan dalam industri pembuatan kaca berwarna
merah, pengolah foto, dan dalam produksi penyearah elektronika
(sebelumnya digantikan oleh silikon).
 Signifikansi Biologis:
Selenium merupakan nutrisi penting bagi tubuh manusia, berperan
dalam berbagai fungsi, termasuk sebagai komponen penting dalam
enzim glutation peroksidase, yang berperan dalam melindungi sel
dari kerusakan.

Unsur selenium (Se) ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada


tahun 1817, saat ia mencoba mengisolasi telurium dari bijih
logam sulfida. Ia menamainya "selenium" dari bahasa Yunani
"Selene," yang berarti bulan, karena unsur ini ditemukan secara
kimiawi bersama telurium, yang dinamakan "Tellus" (dewi bumi
Romawi). Selenium sering ditemukan sebagai produk sampingan
dari pemurnian logam seperti tembaga dan pemrosesan asam
sulfat.

Elaborasi:
 Penemuan:
Berzelius menemukan selenium ketika ia memproses bijih logam
sulfida, mencari telurium. Ia terkejut menemukan unsur baru yang
memiliki kemiripan dengan telurium.
 Penamaan:
Nama "selenium" diambil dari kata Yunani "Selene" (bulan),
menunjukkan kemiripan kimiawi dengan telurium (yang dinamakan
dari "Tellus", dewi bumi).
 Sumber:
Selenium umumnya ditemukan sebagai produk sampingan dari
pemurnian logam sulfida, terutama tembaga. Ia juga ditemukan
dalam bijih logam sulfida lainnya seperti nikel dan timbal. Selain
itu, selenium juga merupakan hasil sampingan dari produksi asam
sulfat.
 Sifat:
Selenium termasuk metaloid, yaitu unsur dengan sifat antara
logam dan nonlogam. Ia memiliki beberapa sifat unik seperti
kemampuan untuk mengkonduksi listrik, tergantung pada jumlah
cahaya yang jatuh di permukaannya. Sifat ini dimanfaatkan dalam
pembuatan sensor cahaya dan perangkat elektronika lainnya.
 Aplikasi:
Selenium digunakan dalam industri pembuatan kaca berwarna
merah, pengolah foto, dan dalam produksi penyearah elektronika
(sebelumnya digantikan oleh silikon).

 Signifikansi Biologis:
Selenium merupakan nutrisi penting bagi tubuh manusia, berperan
dalam berbagai fungsi, termasuk sebagai komponen penting dalam
enzim glutation peroksidase, yang berperan dalam melindungi sel
dari kerusakan.

Anda mungkin juga menyukai