0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan3 halaman

Hubungan Kakak-Adik dalam Dapur

Dokumen ini menggambarkan hubungan antara Kakak dan Adek yang saling mendukung dan berbagi momen dalam kehidupan sehari-hari setelah ditinggal orangtua. Mereka berinteraksi dalam kegiatan memasak, belajar, dan berolahraga, menunjukkan kedekatan emosional meskipun ada tantangan komunikasi. Adek berusaha untuk memperbaiki kesalahan dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kakak yang selalu ada untuknya.

Diunggah oleh

Mozza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan3 halaman

Hubungan Kakak-Adik dalam Dapur

Dokumen ini menggambarkan hubungan antara Kakak dan Adek yang saling mendukung dan berbagi momen dalam kehidupan sehari-hari setelah ditinggal orangtua. Mereka berinteraksi dalam kegiatan memasak, belajar, dan berolahraga, menunjukkan kedekatan emosional meskipun ada tantangan komunikasi. Adek berusaha untuk memperbaiki kesalahan dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kakak yang selalu ada untuknya.

Diunggah oleh

Mozza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

C

Lokasi : Dapur
Waktu : Pagi/Siang
Terdengar derap langkah kaki. Kakak membuka pintu kulkas, membungkuk mencari bahan masakan
(shoot dari dalam kulkas, muncul judul film)
(Shoot dari belakang Kakak) Kakak menemukan bahan yang akan digunakan.
(Shoot sayuran yang sedang dicuci Kakak)
(Shoot wajah Kakak yang sedang mencuci sayuran) Terdengar suara Adek memanggil,”Kaaak…”

{LENSA 16/17MM}
(Shoot wajah Adek) {LENSA 30MM}
Adek : Kakak bikin apa?

(Shoot wajah Kakak yang menoleh ke arah Adek sambil senyum)


Kakak : Bikin Bakso

(Shoot dari arah serong Adek mendekati Kakak) {LENSA 30MM}


Adek : Aku bantu yah
Kakak : (menoleh ke Adek sambil menggoda) Pasti ada maunya deh
Adek : Ih enggak looooh

Ketawa berdua
(Shoot dari belakang Kakak dan Adek yang sedang prepare untuk masak)
NARASI :
Sejak orangtua kami pergi, Aku hidup hanya berdua dengan Kakakku.
2
Lokasi : Meja makan di dapur

{LENSA 30MM} ZOOM OUT


(Shoot dari depan Kakak dan Adek yang lagi makan sambil ngobrol)
NARASI :
Hampir semua yang aku alami dan pikirkan, aku ceritakan. Karena dia pendengar yang baik.

{LENSA 30MM} MEDIUM & DETAIL


(Shoot Adek ngangkat piring kotor ke tempat cuci piring, Kakak beresin meja makan)

(Shoot Adek lagi ngerjain tugas di meja makan)


(Shoot Kakak lagi nuang santan untuk bikin kopi santan di atas freezer)
(Shoot Adek nguap)
(Shoot gelas kopi ditaruh di atas meja makan)
(Shoot dari depan Adek dan Kakak)
Kakak : (mengintip pekerjaan Adek sambil menyemangati) Semangat ya!
Adek : (senyum hambar) Makasih Kak!
(Shoot adek ketiduran)
(Shoot Kakak bangunin Adek dan nyuruh pindah tidur di kamar)
(Shoot Kakak matiin lampu)

#Transisi Black Out-Black In#


1
Lokasi : Meja makan di dapur
Waktu : Keesokan harinya, Siang/Sore

(Shoot dari depan, zoom in) {LENSA 16MM}


Adek : Aku pergi sama temen-temen aku Kak!
Kakak : (sambil ngelap meja makan) Enggak, bahaya tau!
Adek : (shoot wajah Adek) LENSA 30MM} Kasih aku kebebasan dong Kak!
Kakak : (shoot wajah Kakak) LENSA 30MM} Yaudah hidup sendiri aja kalo mau bebas! (pergi
dari dapur)

SHOOT ADE DUDUK DI MEJA {LENSA 16MM} OUT


(shoot closeup wajah Adek) Adek tetap duduk di dapur, merenung menyesali perkataannya.
(shoot gelang di tangan Adek)
NARASI :
Aku hanya belajar mengatakan apa yang ada dalam hatiku.
Jadi ketika Kakak terluka, aku tidak tau harus mulai dari mana.

#Putar flash back#

NARASI :
Untuk seorang perawat yang selalu menyembuhkan semua sakitku dan tidak meminta balasan
apapun. (shoot di tempat tidur, Adek selimutan dan dikompres. Kakak
membantu Adek duduk, lalu menyiapkan makanan)

Kakak : Makan bubur dulu ya (sambil duduk di samping Adek)


Adek : Pake sambel
Kakak : Nanti kalo udah sehat (sambil nyuapin Adek) {OBSI; shoot detail} SHOOT
MENYUAP KE ADEK OUT]
Adek : (manyun tapi sambil makan) {SHOOT DI AMBIL DARI BELAKANG KAKAK}

NARASI :
Seseorang yang selalu bersedia mengantarku tanpa diminta. (shoot di dalam mobil, Kakak ngantar
Adek kuliah.)
Adek : Makasih ya Kak! (sambil buru-buru keluar dari mobil menuju ruang kelas)
Kakak : (shoot Kakak dari luar mobil) Dek tumblrnya ketinggalan!
Adek : (Adek balik lagi ngambil tumblr) Oh iyaaaa

NARASI :
Seorang pelatih yang selalu mendampingi dan menyemangatiku. (shoot di taman, Adek dan Kakak
jogging)
Kakak : Ayooo semangat! Dikit lagi nyampe! (Kakak menyemangati Adek sambil jogging)
Adek : (ngos-ngosan kecapekan)

NARASI :
Seorang koki yang selalu menyediakan masakan yang lezat untukku. (shoot Kakak menaruh
berbagai jenis makanan di atas meja makan)
Kakak : Selamat makaaaaan!
Adek : (shoot wajah adek takjub liat makanan banyak) Whoaaaaa

I t
NARASI :
Seseorang yang selalu ada di sisiku disaat susah dan senang (shoot Adek dan Kakak yang lagi
ngeliat laptop menunggu pengumuman Adek lolos tes)
Adek : Lolos Kak!
Kakak : Waaaah selamat yaaa
Berpelukan senang.

NARASI :
Meskipun kata-kata itu seringkali sulit untuk ditemukan, aku masih mempunyai waktu untuk
memperbaikinya.
(shoot Adek lagi bikin adonan, masukin adonan ke dalam panci, nuang kuah ke mangkok dengan
latar belakang terlihat produk Kara Santan)
Kakak datang, duduk di meja makan.
Kakak : Bikin apa?
Adek : (kaget) Eh, ini.. bikin Bualoy

(shoot Adek menyajikan mangkuk di depan Kakak)


Adek duduk di hadapan Kakak sambil memainkan jari tangannya karena gugup.
(shoot close up Adek dari samping)
Adek : Maafin aku ya Kak. Aku salah. (sambil menunduk)

NARASI :
Seorang pemberi yang aku selamanya berutang budi (shoot close up tangan Kakak megang tangan
Adek. Fokus ke gelang mereka yang sama)

NARASI :
Untuk seorang special yang kusebut, “Kakak”. (shoot close up wajah Kakak waktu narik napas,
senyum, dan bilang “Iya”

(shoot dari samping, zoom out. Adek dan Kakak menikmati Bualoy)

Anda mungkin juga menyukai