PBL untuk Tingkatkan Berpikir Kritis Matematika
PBL untuk Tingkatkan Berpikir Kritis Matematika
Berta Apriza1
1
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Muhammadiyah Kotabumi
email: berthaafriza90@[Link]
ABSTRACT
Education functions to upgrading, forming, character and develop civilization nation.
Having the ability to think and actions to effective and creative in the realm of abstract
and concrete can be used as self development independently. Students need to armed
with critical thinking skills, systematic, logical, creative, and cooperate effectively to
obtain, choose, and manage an information. Mathematics learning is directed to
develop critical thinking skills and discussed open and objective because mathematics
having strong and structure clear and links between the concept of the one with another
concept. By analyzing learning needs of mathematics, formulate and designed a
learning programs, choose a strategies and evaliated them correctly to get good results.
The ability critical thinking is very important in studying new matter and that known
way, and learn to ask effectively and reach a conclusion consistent with the facts.
Mathematic learning with problem based learning is the concept of better used activity
of the student during learning. In accordance with statements from Westwood (2008:
31) stated that PBL: 1) propel oneself directly in learning, 2) prepared students to
critical thinking and analytical, 3) give opportunity to students to identify, find and use
numerous this approuch in should think, 4) is the learning is very closely related to the
real world and motivate students, 5) involving activeness in integrating information and
skills of various the discipline, and 6) knowledge and strategy by the possibility of will
be maintained and tranferred to the learning situation other, improve the ability to
communicate and the social skills needed to cooperation and teamwork. By chance the
learning process as an alternative in solving mathematical problems with using the
ability critical think an to cultivate the scientific attitude of student.
Keywords: The Ability Critical Thinking, Mathematic Learning, Problem Based Learning
nya berdasarkan analisis, proses penalaran kemampuan berpikir kritis dan logis, dan
sampai pada tahap kompleks, dan informasi meningkatkan kemampuan analisis dan
yang telah didapat dari suatu per- pemecahan masalah tingkat tinggi.
masalahannya. Partisipasi yang baik dalam pem-
Matematika merupakan ilmu univer- belajaran dapat dilihat dari fakta-fakta akan
sal yang berguna bagi kehidupan manusia keterampilan dan kemampuan berpikir serta
dan juga mendasari perkembangan tekno- kompetensi peserta didik pada saat bekerja
logi modern, serta mempunyai peran sama. Hal ini memberikan kesempatan
penting dalam berbagai disiplin ilmu dan kepada peserta didik untuk membangun
memajukan daya pikir manusia. Dalam pengetahuannya secara aktif. Artinya pe-
kurikulum 2013 dinyatakan bahwa mata ngetahuan ditemukan, dibentuk, dan di-
pelajaran matematika perlu diberikan ke- kembangkan sendiri serta peserta didik
pada semua peserta didik mulai dari belajar berdasarkan masalah yang terkait
sekolah dasar hingga sekolah menengah dengan dunia nyata sehingga pembelajaran
untuk membekali peserta didik dengan lebih bermakna bagi mereka. Problem
kemampuan berpikir logis, analitis, sis- Based Learning (PBL) menawarkan ke-
tematis, kritis, inovatif dan kreatif, serta terlibatan peserta didik secara aktif dalam
kemampuan bekerja sama. Pembelajaran proses pembelajaran.
matematika melatih cara berpikir dan ber- Panen (dalam Rusmono, 2012:74)
nalar dalam menarik kesimpulan, misalnya mengatakan bahwa dalam pembelajaran
melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, PBL, peserta didik terlibat dalam proses
eksperimen, menunjukkan kesamaan, per- penelitian yang mengharuskannya untuk
bedaan, konsisten, dan inkonsistensi. Smith mengidentifikasi permasalahan, mengum-
(Chambers, 2013:7) menyatakan³YDOXH RI pulkan data, dan menggunakan data ter-
learning mathematics as being something sebut untuk pemecahan masalah. Pe-
WKDW µGLVFLSOLQH WKH PLQG GHYHORSV ORJLFDO nerapan PBL dalam pembelajaran dapat
and critical reasoning, and develops menstimulus peserta didik untuk meng-
analytical and problem solving skills to a gunakan kemampuan berpikir, meningkat-
KLJK GHJUHH¶ ZKLFK LV D PRUH KHOSIXO kan kemampuan matematik siswa, meng-
articulation of the purist standpoint´ 'DUL optimalkan penguasaan materi belajar,
pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa menerapkan belajar dalam kelompok, dan
nilai yang terkandung dalam pembelajaran dapat memaknai pembelajaran dengan baik.
matematika dapat membantu peserta didik Berdasarkan pemikiran di atas,
dalam mendisiplinkan akal, meningkatkan tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan
56
Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Matematika dengan Problem Based Learning
(Berta Apriza)
menyatakan bahwa berpikir kritis adalah Peserta didik seringkali menjadi penerima
bentuk menganalisis dan mengevaluasi informasi yang pasif dari setiap informasi
57
Jurnal Eksponen Volume 9 No. 1, April 2019, hal. 55²66
yang didapatkan, baik itu dengan cara Berikut adalah gambar yang
mendengar maupun melihat, hendaknya berbentuk piramid dari pengetahuan
peserta didik terbiasa untuk tidak mudah kognitif (Taksonimi Bloom).
menarik sebuah kesimpulan dan mengambil
keputusan atas apa yang mereka dapatkan.
e. Keterampilan dalam Mengevaluasi dan bahwa berpikir kritis dapat membantu me-
Menilai nafsirkan ide-ide yang kompleks, menilai
yang paling tinggi, karena pada tahap ini an dan tidak masuk akal. Berpikir kritis
nya dalam menilai sebuah fakta atau indikator berpikir kritis lebih lanjut
58
Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Matematika dengan Problem Based Learning
(Berta Apriza)
59
Jurnal Eksponen Volume 9 No. 1, April 2019, hal. 55²66
tingkat lanjut, yaitu agar peserta didik kalimat lengkap, simbol, tabel,
memiliki kemampuan sebagai berikut: diagram, atau media lain untuk
1. Memahami konsep matematika, me- memperjelas keadaan atau masalah.
rupakan kompetensi dalam men- 5. Memiliki sikap menghargai kegunaan
jelaskan keterkaitan antarkonsep dan matematika dalam kehidupan, yaitu
menggunakan konsep maupun algo- memiliki rasa ingin tahu, perhatian,
ritma, secara luwes, akurat, efisien, dan minat dalam mempelajari mate-
dan tepat, dalam pemecahan masalah. matika, serta sikap ulet dan percaya
2. Menggunakan pola sebagai dugaan diri dalam pemecahan masalah.
dalam penyelesaian masalah dan 6. Memiliki sikap dan perilaku yang
mampu membuat generalisasi ber- sesuai dengan nilai-nilai dalam
dasarkan fenomena atau data yang matematika dan pembelajarannya,
ada. Menggunakan pola sebagai seperti taat azas, konsisten, men-
dugaan dalam penyelesaian masalah, junjung tinggi kesepakatan, toleran,
dan mampu membuat generalisasi menghargai pendapat orang lain,
berdasarkan fenomena atau data yang santun, demokrasi, ulet, tangguh,
ada. kreatif, menghargai kesemestaan
3. Menggunakan penalaran pada sifat, (konteks, lingkungan), kerjasama,
melakukan manipulasi matematika adil, jujur, teliti, cermat, bersikap
baik dalam penyederhanaan, maupun luwes dan terbuka, memiliki kemauan
menganalisis komponen yang ada berbagi rasa dengan orang lain.
dalam pemecahan masalah dalam 7. Melakukan kegiatan±kegiatan moto-
konteks matematika maupun di luar rik yang menggunakan pengetahuan
matematika (kehidupan nyata, ilmu, matematika.
dan teknologi). Hal ini meliputi ke- 8. Menggunakan alat peraga sederhana
mampuan memahami masalah, mem- maupun hasil teknologi untuk
bangun model matematika, menye- melakukan kegiatan-kegiatan mate-
lesaikan model dan menafsirkan matika. Kecakapan atau kemampuan-
solusi yang diperoleh termasuk dalam kemampuan tersebut saling terkait
rangka memecahkan masalah dalam erat, yang satu memperkuat sekaligus
kehidupan sehari-hari (dunia nyata). membutuhkan yang lain.
4. Mengomunikasikan gagasan, pena-
Sumarno (2010) menyatakan bahwa
laran serta mampu menyusun bukti
pembelajaran matematika diarahkan untuk
matematika dengan menggunakan
60
Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Matematika dengan Problem Based Learning
(Berta Apriza)
mengembangkan (1) kemampuan berpikir standing what students know and need to
matematis yang meliputi: pemahaman, learn and then challenging and supporting
pemecahan masalah,penalaran, komunikasi, WKHP WR OHDUQ LW ZHOO´ Makna dari
dan koneksi matematis; (2) kemampuan pernyataan tersebut adalah bahwa pem-
berfikir kritis, serta sikap yang terbuka dan belajaran matematika yang efektif mem-
obyektif, serta (3) disposisi matematis butuhkan pemahaman tentang apa yang
atau kebiasaan, dan sikap belajar ber- peserta didik tahu dan butuhkan untuk
kualitas yang tinggi. Kebiasaan dan sikap dipelajari, kemudian menantang dan men-
belajar yang dimaksud antara lain terlukis dukung mereka mempelajarinya dengan
pada karakteristik utama SRL yaitu: (1) baik. Dengan adanya pembelajaran mate-
Menganalisis kebutuhan belajar mate- matika yang seperti ini, maka akan dapat
matika, merumuskan tujuan; dan me- dipastikan untuk melakukan penilaian
rancang program belajar (2) Memilih dan terhadap apa yang telah siswa pelajari
menerapkan strategi belajar; (3) Memantau selama proses pembelajaran.
dan mengevaluasi diri apakah strategi telah
Problem Based Learning
dilaksanakan dengan benar, memeriksa
hasil (proses dan produk), serta merefleksi Pembelajaran dengan PBL mem-
untuk memperoleh umpan balik. Hal yang berikan kesempatan kepada siswa untuk
serupa dengan apa yang diungkapkan mempelajari materi akademis dan ke-
Joyce, et al. (2009:7) pengajaran yang baik terampilan mengatasi masalah dengan
adalah pengajaran yang merangkul pe- terlibat di berbagai situasi kehidupan nyata.
ngalaman belajar tanpa batas mengenai Problem Based Learning merupakan pem-
bagaimana gagasan dan emosi berinteraksi belajaran yang menjadikan masalah sebagai
dengan suasana kelas dan bagaimana dasar atau basis bagi siswa untuk belajar.
keduanya dapat berubah sesuai suasana Uden & Beaumont (2006:29) menyatakan
yang juga turut berubah. ³Unlike conventional learning, PBL takes
Pembelajaran matematika juga harus an integrated approach to learning based
mencerminkan bagaimana pengguna mate- on the requirements of the problem as
matika menyelidiki situasi masalah, me- perceived by the learners´ 'DUL SHUQ\DWDDQ
nentukan variable-variabel, melakukan tersebut dapat dipahami bahwa tidak seperti
perhitungan, dan memverifikasi kebenaran belajar secara konvensional, PBL meng-
prediksi tersebut. Secara umum dinyatakan gunakan pendekatan terintegrasi dalam
dalam NCTM (2000:16), ³HIIHFWLYH belajar yang mensyaratkan adanya masalah
mathematics teaching requires under- yang dapat dirasakan oleh pelajar.
61
Jurnal Eksponen Volume 9 No. 1, April 2019, hal. 55²66
62
Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Matematika dengan Problem Based Learning
(Berta Apriza)
63
Jurnal Eksponen Volume 9 No. 1, April 2019, hal. 55²66
real world and are motivating for students), mengevaluasi masalah tersebut. Dengan
5) melibatkan keaktifan dalam meng- demikian, proses pembelajaran ini dapat
integrasikan informasi dan keterampilan menjadi filter bagi peserta didik dalam
dari berbagai disiplin ilmu (active membedakan masalah yang relevan dan
involvement in integrating information and tidak relevan, yang dapat membantu peserta
skills from different disciplines), dan 6) didik dalam membuat pertimbangan dalam
pengetahuan dan strategi yang diperoleh sebuah keputusan. Selain itu, dapat
kemungkinan akan dipertahankan dan di- meyakinkan mereka dalam melakukan
pindahkan ke situasi belajar lainnya, me- sebuah tindakan, atau berpikir kritis
ningkatkan kemampuan komunikasi dan sehingga dapat dikatakan sebagai kom-
keterampilan sosial yang diperlukan untuk petensi yang akan dicapai serta alat yang
kerja sama dan kerja sama tim (knowledge digunakan dalam mengonstruksi penge-
and strategies acquired are likely to be tahuannya. Pada tahap ini harapannya
retained and transferred to other learning peserta didik dapat menggunakan kete-
situations enhances communication skills rampilan sosial, pengetahuan, dan strategi
and social skills necessary for cooperation untuk menyelesaikan masalah dengan cara
and teamwork.) sendiri.
Dengan kerja sama tim, peserta
Kemampuan Berpikir Kritis dalam
didik diberi kesempatan untuk melakukan
Pembelajaran Matematika dengan
Problem Based Learning diskusi dengan temannya kemudian meng-
arahkannya untuk mengambil kesimpulan
Kemampuan berpikir kritis me-
dari hasil diskusi tersebut. Dengan me-
rupakan proses kognitif yang terarah, jelas,
lakukan beberapa langkah dalam menye-
dan aktif pada peserta didik sehingga dapat
lesaikan permasalahan matematika maka
mendisiplinkan intelektualnya dalam me-
kemampuan berpikir kritis peserta didik
mecahkan masalah, menganalisis, membuat
dalam pembelajaran matematika dengan
kesimpulan, dan mengevaluasi semua aspek
Problem Based Laerning yang didapatkan
dari situasi masalah matematika yang
optimal sesuai dengan indikator-
diberikan. Dalam proses pembelajaran ma-
indikatornya.
tematika dengan Problem Based Learning,
peserta didik dihadapkan dengan per-
PENUTUP
masalahan yang riil dalam matematika yang
kemudian dibimbing agar mereka dapat Pembelajaran matematika dengan
mengindentifikasi, menganalisis, serta problem based learning memberikan
64
Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Matematika dengan Problem Based Learning
(Berta Apriza)
pengaruh positif dalam mengembangkan kritis yang baik sesuai dengan indikatornya.
kemampuan berpikir kritis. Melalui Tenaga pendidik disarankan untuk mem-
problem based learning dalam pem- berikan informasi dan bimbingan tentang
belajaran matematika yang disajikan dalam bagaimana pembelajaran matematika
bentuk masalah matematika, peserta didik dengan problem based laerning yang
diberi kesempatan untuk mengidentifikasi, membuahkan kemampuan berpikir kritis
menganalisis, serta mengevaluasi masalah meningkat dengan baik.
dengan menggunakan kemampuan berpikir
DAFTAR RUJUKAN
Arends, R. I. 2012. Learning to teach. (9th ed). New York: McGraw-Hill Companies, Inc.
Basham, Irwin, Nardone, and Wallace. 2011. Critical thingking a VWXGHQW¶V LQWURGXFWLRQ New
York, NY: McGraw-Hill
Cheong, F. 2008. Using a problem based learning approach teach an intelligent system
course. [versi Elektronic]. Journal of information technology education, Volume 7,
Page 47-60 .
Eggen. P. & Kauchak. D. 2012. Strategi dan model pembelajaran. (Terjemahan Satrio
Wahono). Jakarta: Indeks.
Glazer, E. 2001. Using internet primary sources to teach critical thinking skills in
mathematics. Westport, CA: British Library
Jackson, D., & Newberry, P. 2012. &ULWLFDO WKLQJNLQJ D XVHU¶V PDQXDO Boston, MA:
Wadsworth
Joyce, Bruce, Weil, & Cahoun. 2009. Models of teaching. model-model pengajaran.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Mendikbud. 2013. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58, Tahun 2013,
tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.
Nitko, A.J., & Brookhart, S. M. 2011. Educational asessment of students. (5th ed). Boston,
Massachusetts: Pearson Educational.
NCTM. 2000. Principles and standars for school mathematics. New York, NY: The National
Council of Teachers of Mathematics, Inc.
65
Jurnal Eksponen Volume 9 No. 1, April 2019, hal. 55²66
Paul, R., & Elder, L. 2008. The miniature guide to critical thinking concepts and
tools. California: Santa Rosa.
Rusmono. 2012. Strategi pembelajaran dengan problem based learning itu perlu. Bogor:
Ghalia Indonesia.
Ryan, V. R. 2015. Beyon feelings a guide to critical thinking. Diambil tanggal 2 Maret 2015.
Tersedia: Roger Hu P1-C02-1
<[Vincent_Ruggiero]_Beyon_Feelings_A_Guide_to_Critical [Link]>
Sumarno, U. 2010. Berpikir dan disposisi matematika: apa, mengapa, dan bagaimana
dikembangkan pada peserta didik. Diambil tanggal 27 Desembar 2014 dari
[Link]
Uden, Lorna & Beaumont, Chris. 2006. Technology and problem-based learning. London:
Information Science Publishing (an imprint of Idea Group Inc.)
Westwood. 2008. What teachers need to know about. Victoria, Australia: ACER press.
66