Si Kecil Mencuri Timun
Suatu hari, Si Kancil yang terkenal cerdik itu berjalan-jalan menyusuri
hutan. Hidungnya mencium bau segar mentimun yang menggugah
selera.
Ia pun mengikuti aroma itu sampai menemukan sebuah ladang
mentimun yang terlihat begitu segar dan membuat perut Kancil
keroncongan.
Tanpa pikir panjang, Kancil melompat masuk ke ladang dan mulai
melahap mentimun dengan lahapnya.
Sore harinya, Pak Tani datang untuk memeriksa tanamannya. Betapa
terkejutnya ia melihat ladang mentimunnya sudah porak-poranda.
Dengan wajah merah padam karena marah, Pak Tani bertekad untuk
menangkap si pencuri. Pak Tani kemudian memasang perangkap di
sekitar kebun dengan harapan bisa menangkap pencurinya.
Malam berikutnya, Kancil kembali dengan niat yang sama, yaitu
mencuri timun. Saat dia melompat masuk ke kebun, Kancil terjebak
dalam perangkap yang dipasang Pak Tani.
Pagi harinya, Pak Tani datang dan melihat Kancil terperangkap.
“Ternyata kau yang mencuri timunku, Kancil! Kali ini kau tidak bisa
lari!”
Setelah berjanji tidak akan mengulanginya, Kancil akhirnya dibebaskan.
Dari pengalaman itu, Kancil belajar berjanji pada dirinya sendiri untuk
tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.