BAB XIII
PERANCANGAN SISTEM TERINCI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa dapat mengetahui Unified Modeling Language (UML)
Mahasiswa dapat menjelaskan Unified Modeling Language (UML)
B. URAIAN MATERI
1. PERANCANGAN OUTPUT
Tujuan Perancangan Output adalah mengubah data menjadi informasi yang berkualitas dan
dapat digunakan. Tujuan akhirnya adalah untuk proses pengambilan keputusan.
Informasi yang berkualitas dan dapat digunakan meliputi hal-hal berikut ini :
Accessibility : easy- to-use interfaces (kemudahan akses)
Timeliness : dibuat sesuai waktu untuk melakukan aksi
(ketepatan waktu menghasilkan informasi)
Relevance : menghindari detail yang berlebihan
(sesuai kebutuhan)
Accuracy : bebas dari kesalahan
(ketepatan nilai dari informasi)
Usability : sesuai dengan model mental / tipe kognitif user
Perancang output harus menyediakan suatu produk terhadap klien (end user) yang akan
menggunakan laporan. Perancang harus bertanya kepada klien, format output apa yang sangat
membantu dan sangat mungkin untuk digunakan.
1.1. Macam-Macam Bentuk Laporan
Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi, yang paling banyak digunakan
adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan.
Laporan Untuk Level Manajemen yang Berbeda
Laporan Berhirarki
Laporan yang dibuat untuk masing-masing level manajemen untuk menerima informasi sesuai
dengan permintaan khusus, tanpa memberikan detail yang tidak relevan.
Para eksekutif akan melihat trend, kecenderungan, dan pola-pola dari laporan tersebut. Mereka
ingin mengetahui apakah masing-masing bagian sudah mencapai tujuan.
Ada dua macam laporan berhirarki :
Filter Report : laporan yang dirancang untuk memfilter elemen-elemen data yang dipilih
dari database, sehingga pengambil keputusan akan memperoleh laporan yang sesuai
dengan kebutuhannya. Biasanya data difilter pada level atas.
Responsibility Report : laporan yang dibuat untuk memutuskan siapa yang
bertanggungjawab terhadap suatu laporan, apakah CEO, manajer pemasaran, atau spesialis
media, dll.
Laporan Yang Membandingkan Data
Laporan ini dibuat untuk membantu manajer dan user lain dalam memilih dua atau lebih item
untuk menyusun kesamaan atau ketidaksamaan (perbedaan). Dengan perbandingan ini, user
berada pada posisi terbaik untuk membuat keputusan yang rasional.
Ada tiga macam laporan yang membandingkan data :
Horizontal Report
Neraca dan laporan rugi laba menunjukkan laporan keuangan periodik yang meringkas
ribuan transaksi dan elemen data menjadi output untuk beragam user. User akan
memperoleh gambaran yang jelas dengan melihat perbandingan pada laporan. Hal ini dapat
dilakukan dengan merancang horizontal report. Jumlah setiap item dibandingkan dengan
item yang berhubungan pada satu atau lebih laporan sebelumnya.
Vertical Report
Laporan yang membandingkan suatu bagian komponen dengan totalnya.
Counterbalance Report
Setiap situasi dibandingkan dalam laporan.
Contohnya, skenario yang terburuk, layak, dan terbaik dapat membantu para perencana
menilai proyek-proyek yang berisiko, juga informasi berharga bagi para eksekutif dalam
pengambilan keputusan.
Laporan Untuk Monitor Variansi Data
Laporan ini dibedakan menjadi :
Variance Report : laporan yang dibuat untuk membandingkan standard dengan hasil
aktual yang diperoleh. Biasanya laporan ini dibuat sesuai dengan waktu atau selesainya
suatu proses.
Exception Report : laporan ini seperti variance report, tetapi beberapa kuota atau batasan
dibuat untuk suatu proses atau aktivitas. Laporan ini dibuat hanya ketika beberapa proses
atau aktivitas tidak sesuai dengan batasan atau kuota.
1.2. Dasar-dasar Merancang Layar (Pedoman Perancangan Laporan)
Teknik untuk merancang layar laporan dapat diperoleh atau diadopsi dari perancangan laporan
di kertas. Yang harus diperhatikan :
Organisasi dari layar
Justifikasi dari field data dan pelabelan
Judul
Spasi
Identifikasi judul dan layar
Warna
Membuat Grafik Untuk Ilustrasi Data
Grafik merupakan suatu cara untuk mengilustrasikan informasi numerik yang dapat dipahami
dengan cepat.
Grafik mengubah kuantitas ke suatu bentuk. Ada empat tools untuk prototipe grafik, yaitu
Spreadsheet, CASE tools, DBMS, dan 4th GL.
Grafik dibagi-bagi dalam beberapa kategori berdasarkan jenis informasi yang diinginkan :
Scatter graph: untuk menunjukkan trend suatu data.
Line graph : menggambarkan fluktuasi melalui waktu, apakah
naik atau turun, tinggi, rendah, atau stabil.
Bar graph : menunjukkan proporsi atau hubungan kuantitas
satu sama lain.
Ada dua macam bar graph, yaitu :
- Horizontal Bar Graph : membandingkan item-item yang berbeda pada waktu yang
sama.
- Vertical Bar Graph : mengukur item yang sama dibandingkan pada periode waktu yang
berbeda.
Sectograph : menggambarkan bagaimana membagi jumlah total.
Ada dua macam sectograph :
- Pie chart : merupakan suatu lingkaran yang terbagi dalam
dua atau lebih segmen yang merepresentasikan
suatu persentasi.
- Layer graph : seperti line graph, tetapi area antar garis menunjuk-
kan kuantitas dan menambah jumlah totalnya.
Picturegraph : menggunakan simbol-simbol atau icon-icon khusus
sebagai pengganti bar. Setiap gambar menunjuk-
kan kuantitas item yang diilustrasikan.
Membuat Tabel dan Matriks
Tabel dan matrik menggabungkan ciri dari laporan tabular konvensional dan grafik. Keduanya
dapat dipakai untuk hubungan yang penting, menunjukkan perbandingan, dan memberikan
instruksi.
Membuat Tabel
Tabel dibentuk dari sejumlah kolom dengan judul subyek yang diatur dalam garis. Tabel sangat
berarti untuk menyediakan rangkuman informasi eksekutif.
Membuat Matriks
Elemen kolom dan baris yang diatur dalam segi empat. Matriks sangat baik untuk menunjukkan
hubungan antara elemen.
1.3. Pengaturan Tata Letak Isi Output
Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk
dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan perancangan yang
penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun programmer.
Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output, apakah sudah sesuai
dengan yang diinginkan atau belum.
Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan
output yang diinginkan. Programmer membutuh-kan perancangan output ini untuk menentukan
posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan di suatu output.
Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak di printer dapat digunakan alat bagan tata
letak printer (printer layout chart) dan kamus data output.
C. SOAL LATIHAN/TUGAS
Buatlah normalisasiuntuk membangun Sistem Informasi berdasarkan ERD pada Modul
1. Buatlah contoh perancang output untuk sistem informasi stok barang!
2. Cari contoh situs-situs perancang
D. DAFTAR PUSTAKA