A.
Pengujian Instrumen Penelitian
Untuk mendapatkan suatu pengakuan dan keabsahan dari hasil penelitian kualitatif memang alat untuk
instrument pengumpulan data harus memenuhi proses analisis yang benar agar hasil yang dicapai
memenuhi validitas dan reliabilitas. Berikut ini adalah uraian tentang validitas dan reliabilitas:
1. Uji Validitas
Menurut sugiyono (2012) menjelaskan bahwa validitas merupakan tidak ada perbedaan antara data yang
dilaporkan peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi. 1didalam penelitian jika data itu valid apabila
tidak ada suatu perbedaan antara data yang dilaporkan dengan kenyataan yang sedang diteliti. 2 Jadi hasil
dari penelitian kualitatif dapat dikatakan valid apabila terdapat kesesuaian antara yang dilaporkan peneliti
dengan kenyataan yang terjadi di lapangan mengenai fenomena yang diteliti.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah suatu realitas yang berbeda/banyak, dinamis/terus berubah, jadi tidak ada yang stabil
dan berlebihan. Seperti yang ditunjukkan oleh Heraclites dalam Nasution (2008), ditegaskan bahwa kita
tidak dapat memasuki jalur air yang sama dua kali, air mengalir terus-menerus, waktu terus berubah,
keadaan terus berubah seperti perilaku manusia yang terkait dengan keadaan sosial. Jadi tidak ada
informasi yang tetap/tetap/stabil.3
B. Teknik Analisis Data
Di dalam penelitian kualitatif, data dapat diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan
data yang bermacam-macam (triangulasi) dari berbagai sumber, dan dilakukan secara terus menerus.
Analisis data kualitatif ini bersifat induktif, yaitu suatu
Analisis yang berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis.
Berdasarkan hipotesis yang dirumuskan berdasarkan data secara berulang-ulang sehingga dapat
disimpulkan apakah hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak.
Teknik analisis data yang dapat digunakan di dalam penelitian adalah analisis data model Miles dan
Huberman. Menurut Miles dan Huberman ahli pendidikan dari University of Geneva, Switzerland, bahwa
analisis data kualitatif muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka. Data ini dikumpulkan
dalam berbagai macam cara yaitu pengamatan, wawancara, dan melalui perekaman, pencatatan,
pengetikan, tetapi analisis kualitatif tetap menggunakan kata-kata yang disusun ke dalam teks yang
diperluas.
Analisis data yang dilakukan dalam penelitian menurut Miles dan Huberman (1992) memiliki tahapan –
tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, kredibilitas data, dan penarikan kesimpulan. Terdapat
1
Suwendra Wayan, Metodologi Penelitian Kualitatif Dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan, Dan Keagamaan,
ed. by Arya Manuaba Lawa (Bandung: Nilacakra, 2018).
2
Hardani and others.
3
Hardani and others.
beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam proses analisis data pada penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Reduksi data (Data Reduction)
Reduksi data menurut Sugiyono, berarti menyiratkan menyimpulkan, memilih masalah utama,
memusatkan perhatian pada hal-hal penting, mencari subjek dan contoh. Akibatnya informasi akan
memberikan gambaran yang lebih jelas, dan memudahkan para ilmuwan untuk mengumpulkan informasi
dan mencari informasi tambahan bila diperlukan. Dari penelitian ini, yang akan didapat adalah informasi
tertulis yang tersusun dari data hasil wawancara dengan siswa saat menyelesaikan tugas pemecahan
masalah.
2. Penyajian data(Data Display)
Penyajian data merupakan sekelompok data terorganisir (informasi) yang memberikan kesempatan untuk
membuat kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data ini dilakukan seperti penggambaran
singkat, tabel atau garis besar, diagram, dan lain sebagainya. Pada penelitian ini data disajikan bisa dalam
bentuk teks yang sifatnya naratif.
3. Penarikan kesimpulan (Verification)
Penarikan kesimpulan di dalam penelitian ini didasarkan pada sajian data dengan tujuan untuk
memperoleh kesimpulan tentang analisis model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS). 4
C. Rencana Pengujian Keabsahan Data
Penelitian kualitatif harus memenuhi persyaratan sebagai suatu disciplined inquiry. Kegiatan penelitian
kualitatif haruslah dilaksanakan untuk menjawab masalah-masalah.
Terdapat kriteria yang dapat digunakan pada penelitian kualitatif adalah hasil penelitian yang dilakukan
harus memenuhi empat kriteria, yaitu:
1. Credibility
Credibility merupakan suatu kriteria yang harus memenuhi informasi dan data yang dikumpulkan dan
mengandung nilai kebenaran, yang menyiratkan bahwa konsekuensi dari eksplorasi subjektif harus
dipercaya oleh pembaca dan memuaskan individu (responden) yang memberikan data yang dikumpulkan
di seluruh data. Semua bersama-sama agar konsekuensi dari tinjauan memiliki validitas tinggi, sesuai
Lincon dan Guba (2008), para ilmuwan menyarankan tujuh strategi yang diperlukan, antara lain:
prolonged engagement, persisten observation, triangulation, pear debriefing, negative case analisys,
referential adequacy chechs, dan member checkin.5
2. Transfermability
4
Hardani and others.
5
hengki wijaya Helaluddin, Analisis Data Kualitatif, Ke-1 (Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2019).
Transfermability menjelaskan bahwa hasil penelitian yang dilakukan dalam konteks tertentu yang dapat
digunakan atau di transfer kepada konteks atau setting yang lain untuk membangun keteralihan dalam
penelitian yang dilakukan dengan cara uraian rinci, teliti dan cermat (Moleong, 2005).
3. Dependability
Dependability merupakan suatu kriteria yang menilai proses penelitian bermutu atau tidak. Cara yang
paling ideal untuk menemukan bahwa hasil pemeriksaan dapat diandalkan adalah dengan menggunakan
metode tinjauan konstan (dengan meminta agar evaluator gratis mensurvei latihan yang dilakukan oleh
spesialis, jika sebagai catatan disebut "jejak tinjauan"). Jika spesialis tidak membuat "jejak tinjauan",
"peninjauan keteguhan" tidak dapat diselesaikan, sehingga efek samping dari pemeriksaan tidak dapat
dilakukan.
4. Confirmability
Confirmability merupakan model yang digunakan untuk mengevaluasi apakah hasil pemeriksaan
berkualitas. “Tinjauan kelayakan” digunakan untuk mengevaluasi sifat interaksi yang dilakukan oleh para
ilmuwan untuk memperoleh hasil penelitian, sehingga “tinjauan konfirmabilitas” dapat dilakukan
bersamaan dengan “tinjauan keteguhan”. Meskipun demikian, "tinjauan konfirmabilitas" mengidentifikasi
dengan apakah informasi dan data dan pemahaman dalam laporan pemeriksaan didukung oleh materi
yang dapat diakses/digunakan dalam "jejak tinjauan". Jika “pengujian konfirmabilitas” telah
menyimpulkan bahwa hasil eksplorasi telah memenuhi empat pedoman penilaian (harga kebenaran,
materialitas, konsistensi, dan nonpartisanship) maka, pada saat itu, hasil pemeriksaan dapat dianggap
memadai. dan berkualitas baik.6
6
Hardani and others.