TRANSFORMATOR
26 NOVEMBER 2014 TINGGALKAN KOMENTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat pagi sobat blogger. Apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal`afiat.
Amiin. Pagi ini ana akan memposting tentang Transformator. Apa sih Transformator itu? Apa
sih fungsinya? Bagaimana sih prinsip kerjanya? Untuk lebih jelasnya mengenai Transformator,
mari kita langsung ke TKP.
Pendahuluan
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energy listrik
satu atau lebih rangkaian listrik satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain,
melalui suatu gendeng magnet berdasarkan prinsip induksi-elektromagnet. Transformator adalah
alat yang digunakan untuk mengubah tegangan bolak balik (ac) dari suatu nilai tertentu ke nilai
yang kita inginkan terdiri dari kumparan primer dan sekunder.
Transformator
Perkembangan dan penerapan system transformator pada perumahan, perkantoran maupun pada
kendaran yaitu mobil dewasa ini mengalami peningkatan yang pesat. Buktinya adalah banyak
industry, perkantoran maupun kendaran dilengkapi dengan penggunaan transformator yang
bertujuan untuk mengetahui informasi dan dapat menambah pengetahuan.
Fungsi
Fungsi Transformator dalam dunia elektronika memegang peranan yang sangat penting. Secara
garis besar fungsi transformator adalah untuk menyalurkan energi listrik ke tegangan rendah
maupun ke tegangan tinggi, penyaluran ini berlangsung dalam frekuensi yang sama. Fungsi ini
juga dikenal pula sebagai istilah step up dan step down. Fungsi transformator juga memegang
sebuah peranan penting dalam dunia elektronika, sama halnya seperti dengan fungsi kapasitor,
resistor, transistor, dan dioda. Fungsi berikutnya dalam transformator yang tidak kalah penting
adalah sebagai sistem komunikasi dimana transformator atau trafo digunakan sebagai frekuensi
radio dan video. Lalu bagaimanakah fungsi dari transformator dalam kehidupan sehari-sehari
kita?
Untuk fungsi yang pertama yaitu menaikkan tegangan arus listrik, transformator banyak
memegang peranan dalam hal ini. Tidakah kalian menyadari bahwa lemari es, televisi bahkan
komputer yang kalian gunakan setiap hari memanfaatkan fungsi transformator yang sebagai
penaik tegangan arus listrik. Transformator step up ini memiliki lilitar sekunder yang lebih
banyak dibandingkan dengan lilitan primer sehingga fungsinya sebagai penaik tegangan arus
listrik sangatlah jelas. Oleh karena itu, janganlah heran ketika anda menyalakan lemari es,
televisi ataupun komputer listrik pada rumah anda untuk sesaat akan terasa seperti mengalami
black out sepersekian detik. Hal ini adalah efek dari transformator step up yang sedang bekerja.
Lalu, fungsi yang kedua dari transformator adalah menurunkan tegangan arus listrik. Jumlah
lilitannya berbalik dengan transformator step up, jika step up lilitan yang terbanyak ada pada
lilitan sekunder maka transformator step down ini lilitan yang terbanyak adalah lilitan primernya
dibanding dengan lilitan sekunder. Contoh dari penggunaan transformator step down bisa dilihat
ketika kita mencharge handphone kita ataupun ketika kita sedang mencharge baterai kamera kita.
Memang ini sudah sesuai dengan fungsinya yang sebagai penurun tegangan arus bolak balik
(AC). Baik transformator step up maupun step down secara tidak langsung memainkan peran
yang sangat penting.
Jenis-jenis transformator secara umum
1. Step-Up
Skema transformator step-up
Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak
daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa
ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator
menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.
2. Step-down
Lambang transformator step-down
Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga
berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama
dalam adaptor AC-DC.
Komponen Transformator
Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan
bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama
(primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output,
dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.
Bagian-Bagian Transformator
Lambang Transformator
Prinsip Kerja
Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer
dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer
menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya
inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan
sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual
inductance).
Skema transformator kumparan primer dan
kumparan sekunder terhadap medan magnet
Pada skema transformator diatas, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada
kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan
berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah
polaritasnya.
Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer,
tegangan sekunder, dan jumlah lilitan sekunder
Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan jumlah lilitan
sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:
Vp/Vs = Np/Ns (6)
Vp = tegangan primer (volt)
Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder
Efisiensi transformator
Sebuah trafo tidak membutuhkan bagian yang bergerak untuk memindahkan energi dari
kumparan primer ke kumparan sekunder. Ini berarti tidak ada kerugian karena gesekan atau
hambatan udara seperti yang terdapat pada mesin – mesin listrik (contoh motor listrik dan
generator). Namun di dalam trafo juga terdapat kerugian yang disebut rugi-rugi tembaga (copper
losses) dan rugi-rugi besi (iron losses). Rugi-rugi tembaga terdapat pada kumparan primer dan
kumparan sekunder, sedangkan rugi-rugi besi terdapat dalam inti besi. Rugi-rugi ini berupa
panas yang dilepaskan akibat terjadinya Eddy current. Tetapi rugi-rugi ini sangat kecil. Efisiensi
sebuah trafo dapat dihitung dengan membandingkan daya yang dikeluarkan di kumparan
sekunder dengan daya yang diberikan pada kumparan primer.
Sebuah trafo ideal akan memiliki efisiensi sebesar 100 %. Artinya semua daya yang diberikan
pada kumparan primer dipindahkan ke kumparan sekunder tanpa ada kerugian. Sebuah trafo
yang real memiliki efisiensi di bawah 100% dan pada saat beban penuh (full load) efisiensi trafo
berkisar pada harga 94 – 96%. Untuk trafo yang bekerja pada tegangan dan frekuensi yang
konstan, efisiensi trafo dapat mencapai 98%. Efisiensi trafo dapat dinyatakan :
Ok, Gimana sobat blogger, udah paham mengenai Transformator? Semoga Post ana kali ini bisa
membuat kita semua lebih mengetahui mengenai Transformator. Amiin.. Yaudah sekian dulu
Post ana kali ini. Sampai jumpa di di Post ana selanjutnya..
Wassalamualaikum Wr. Wb.
GENERATOR DAN MOTOR AC
9 NOVEMBER 2014 TINGGALKAN KOMENTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat pagi sobat blogger. Pagi ini saya akan melanjutkan postingan saya mengenai Generator
dan Motor AC, yang sebelumnya saya udah posting mengenai Generator dan Motor DC . Ok
tanpa panjang lebar, mari kita langsung bahas mengenai Generator dan Motor AC.
Pengertian generator arus bolak-balik (AC)
Generator arus bolak-balik berfungsi mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik arus
bolak-balik. Generator Arus Bolak-balik sering disebut juga seabagai alternator, generator AC
(alternating current), atau generator sinkron. Dikatakan generator sinkron karena jumlah putaran
rotornya sama dengan jumlah putaran medan magnet pada stator. Kecepatan sinkron ini
dihasilkan dari kecepatan putar rotor dengan kutub-kutub magnet yang berputar dengan
kecepatan yang sama dengan medan putar pada stator. Mesin ini tidak dapat dijalankan sendiri
karena kutub-kutub rotor tidak dapat tiba-tiba mengikuti kecepatan medan putar pada waktu
sakelar terhubung dengan jala-jala.
Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan teori medan elekronik. Poros pada generator dipasang
dengan material ferromagnetic permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang
bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros
generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena
terjadi perubahan tegangan dan aruslistrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini
disalurkan melalui kabel jaringan listrik.
Generator AC merupakan komponen yang dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik.
Penggunaan generator saat ini dapat dimanfaakan sebagai pembangkit listrik Generator AC atau
altenator bekerja pada prinsip yang sama dari induksi elektromagnetik sebagai generator
[Link] bolak balik dapat dihasilkan dari perputaran lilitan pada medan magnet atau perputaran
medan magnet pada lilitan stasioner (seimbang/tidak berubah). Nilai dari tegangan tergantung
pada:
– Jumlah perputaran pada lilitan
– Kekuatan medan
– Kecepatan rotasi lilitan / medan magnet
Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau alternator. Generator
arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting dalam proses perubahan energi dari
batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam bentuk yang bermanfaat untuk digunakan dalam
industri atau rumah tangga. Dalam generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil,
medan diletakan pada bagian yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam
atau stator dari mesin.
Konstruksi Generator AC
Generator arus bolak-balik ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
1. Stator, merupakan bagian diam dari generator yang mengeluarkan tegangan bolak-balik,
antara lain:
– Inti stator.
Bentuk dari inti stator ini berupa cincin laminasi-laminasi yang diikat serapat mungkin untuk
menghindari rugi-rugi arus eddy (eddy current losses). Pada inti ini terdapat slot-slot untuk
menempatkan konduktor dan untuk mengatur arah medan magnetnya.
– Belitan stator.
Bagian stator yang terdiri dari beberapa batang konduktor yang terdapat di dalam slot-slot dan
ujung-ujung kumparan. Masing-masing slot dihubungkan untuk mendapatkan tegangan induksi.
– Alur stator.
Merupakan bagian stator yang berperan sebagai tempat belitan stator ditempatkan.
– Rumah stator.
Bagian dari stator yang umumnya terbuat dari besi tuang yang berbentuk silinder. Bagian
belakang dari rumah stator ini biasanya memiliki sirip-sirip sebagai alat bantu dalam proses
pendinginan.
Stator terdiri dari badan generator yang terbuat dari baja yang berfungsi melindungi bagian
dalam generator, kotak terminal dan name plate pada generator. Inti Stator yang terbuat dari
bahan ferromagnetik yang berlapis-lapis dan terdapat alur-alur tempat meletakkan lilitan stator.
Lilitan stator yang merupakan tempat untuk menghasilkan tegangan. Sedangkan, rotor berbentuk
kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor silinder). Konstruksi dari
generator sinkron dapat dilihat pada gambar berikut ini.
2. Rotor, merupakan bagian bergerak yang menghasilkan medan magnit yang menginduksikan
ke stator. Stator dipisahkan oleh celah udara (air gap). Rotor terdiri dari dua bagian umum, yaitu:
– Inti kutub
– Kumparan medan
Pada bagian inti kutub terdapat poros dan inti rotor yang memiliki fungsi sebagai jalan atau jalur
fluks magnet yang dibangkitkan oleh kumparan medan. Pada kumparan medan ini juga terdapat
dua bagian, yaitu bagian penghantar sebagai jalur untuk arus pemacuan dan bagian yang
diisolasi. Isolasi pada bagian ini harus benar-benar baik dalam hal kekuatan mekanisnya,
ketahanannya akan suhu yang tinggi dan ketahanannya terhadap gaya sentrifugal yang besar.
Konstruksi rotor untuk generator yang memiliki nilai putaran relatif tinggi biasanya
menggunakan konstruksi rotor dengan kutub silindris atau ”cylinderica poles” dan jumlah
kutubnya relatif sedikit (2, 4, 6). Konstruksi ini dirancang tahan terhadap gaya-gaya yang lebih
besar akibat putaran yang tinggi. Untuk putaran generator yang relatif rendah atau sedang
(kurang dari 1000 rpm), dipakai konstruksi rotor dengan kutub menonjol atau ”salient pole”
dengan jumlah kutub-kutub yang relatif banyak.
Pada prinsipnya, salah satu dari penghantar atau kutub-kutub ini dibuat sebagai bagian yang tetap
sedangkan bagian-bagian yang lainnya dibuat sebagai bagian yang berputar.
Prinsip Kerja Generator AC
Generator AC bekerja berdasarkan atas prinsip dasar induksi elektromagnetik. Tegangan bolak-
balik akan dibangkitkan oleh putaran medan magnetik dalam kumparan jangkar yang diam.
Dalam hal ini kumparan medan terletak pada bagian yang sama dengan rotor dari generator.
Nilai dari tegangan yang dibangkitkan bergantung pada :
– Jumlah dari lilitan dalam kumparan.
– Kuat medan magnetik, makin kuat medan makin besar tegangan yang diinduksikan.
– Kecepatan putar dari generator itu sendiri.
Prinsip generator ini secara sederhana dapat dijelaskan bahwa tegangan akan diinduksikan pada
konduktor apabila konduktor tersebut bergerak pada medan magnet sehingga memotong garis-
garis gaya. Hukum tangan kanan berlaku pada generator dimana menyebutkan bahwa terdapat
hubungan antara penghantar bergerak, arah medan magnet, dan arah resultan dari aliran arus
yang terinduksi. Apabila ibu jari menunjukkan arah gerakan penghantar, telunjuk menunjukkan
arah fluks, jari tengah menunjukkan arah aliran elektron yang terinduksi. Hukum ini juga berlaku
apabila magnet sebagai pengganti penghantar yang digerakkan.
Cara kerja sederhana:
– Ketika kumparan diputar didalam medan magnet,satu sisi kumparan (biru) bergerak
ketassedang lainnya(kuning)bergerak kebawah.
– Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang semakin sedikit,sehingga padakedua
sisi kumparan mengalir arus listrik mengitari kumparan mengalir arus listrik mengitarikumparan
hingga kumparan sinusoid.
– Pada posisi sinusoid kumparan tidak mengalami perubahan garis gaya magnet sehingga tidak
ada listrik yang mengalir pada kumparan.
– Pada posisi ini kumparan mendapat garis ± garis magnet maksimum.
– Kumparan terus berputar hingga sisi biri bergerak kebawah dan sisi kuning bergerak keatas.
– Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang bertambah banyak,sehingga
padasetiap sisi kumparan mengalir arus listrik yang berlawanan hingga posisi kumparan
sinusoidal. Kumparan terus berputar hingga sisi biru bergerak ketas dan sisi kuning bergerak
kebawah.
– Agar menimbulkan medan magnet yang berpotongan dengan konduktor pada stator rator diberi
[Link] ada dua kutub yang berbeda,utara dan selatan,maka tegangan yangdihasilkan
pada stator adalah tegangan bolak balik dengan gelombang sinusoidal.
– Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk
akhirnya digunakan masyarakat.
Pengertian Motor AC / Arus Bolak-Balik
Motor AC / arus bolak-balik menggunakan arus listrik yang membalikkan arahnya secara teratur
pada rentang waktu tertentu. Motor listrik AC memiliki dua buah bagian dasar listrik : “stator”
dan “rotor” seperti ditunjukkan dalam Gambar di bawah.
Stator merupakan komponen listrik statis. Rotor merupakan komponen listrik berputar untuk
memutar as motor. Keuntungan utama motor DC terhadap motor AC adalah bahwa kecepatan
motor AC lebih sulit dikendalikan. Untuk mengatasi kerugian ini, motor AC dapat dilengkapi
dengan penggerak frekwensi variabel untuk meningkatkan kendali kecepatan sekaligus
menurunkan dayanya. Motor induksi merupakan motor yang paling populer di industri karena
kehandalannya dan lebih mudah perawatannya. Motor induksi AC cukup murah (harganya
setengah atau kurang dari harga sebuah motor DC) dan juga memberikan rasio daya terhadap
berat yang cukup tinggi (sekitar dua kali motor DC).
Jenis-Jenis Motor AC / Arus Bolak-Balik
a. Motor sinkron. Motor sinkron adalah motor AC yang bekerja pada kecepatan tetap pada
sistim frekwensi tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan daya dan
memiliki torque awal yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron cocok untuk penggunaan
awal dengan beban rendah, seperti kompresor udara, perubahan frekwensi dan generator motor.
Motor sinkron mampu untuk memperbaiki faktor daya sistim, sehingga sering digunakan pada
sistim yang menggunakan banyak listrik.
Komponen utama motor sinkron adalah:
• Rotor. Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah bahwa rotor mesin
sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran medan magnet. Hal ini
memungkinkan sebab medan magnit rotor tidak lagi terinduksi. Rotor memiliki magnet
permanen atau arus DC-excited, yang dipaksa untuk mengunci pada posisi tertentu bila
dihadapkan dengan medan magnet lainnya.
• Stator. Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan frekwensi yang
dipasok.
Motor ini berputar pada kecepatan sinkron, yang diberikan oleh persamaan berikut (Parekh,
2003):
Ns = 120 f / P
Dimana:
f = frekwensi dari pasokan frekwensi
P= jumlah kutub
b. Motor induksi. Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai
peralatan industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah dan mudah
didapat, dan dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC.
Komponen Motor induksi memiliki dua komponen listrik utama :
• Rotor. Motor induksi menggunakan dua jenis rotor:
– Rotor kandang tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang dilekatkan dalam petak-petak
slots paralel. Batang-batang tersebut diberi hubungan pendek pada kedua ujungnya dengan alat
cincin hubungan pendek.
– Lingkaran rotor yang memiliki gulungan tiga fase, lapisan ganda dan terdistribusi. Dibuat
melingkar sebanyak kutub stator. Tiga fase digulungi kawat pada bagian dalamnya dan ujung
yang lainnya dihubungkan ke cincin kecil yang dipasang pada batang as dengan sikat yang
menempel padanya.
• Stator. Stator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa gulungan tiga fase.
Gulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang tertentu. Gulungan diberi spasi geometri
sebesar 120 derajat .
Klasifikasi motor induksi
Motor induksi dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama (Parekh, 2003):
• Motor induksi satu fase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator, beroperasi dengan
pasokan daya satu fase, memiliki sebuah rotor kandang tupai, dan memerlukan sebuah alat untuk
menghidupkan motornya. Sejauh ini motor ini merupakan jenis motor yang paling umum
digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti kipas angin, mesin cuci dan pengering pakaian,
dan untuk penggunaan hingga 3 sampai 4 Hp.
• Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan tiga fase yang
seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi, dapat memiliki kandang tupai
atau gulungan rotor (walaupun 90% memiliki rotor kandang tupai); dan penyalaan sendiri.
Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini, sebagai contoh,
pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik , dan grinder. Tersedia dalam ukuran 1/3
hingga ratusan Hp.
Kecepatan motor induksi
Motor induksi bekerja sebagai berikut, Listrik dipasok ke stator yang akan menghasilkan medan
magnet. Medan magnet ini bergerak dengan kecepatan sinkron disekitar rotor. Arus rotor
menghasilkan medan magnet kedua, yang berusaha untuk melawan medan magnet stator, yang
menyebabkan rotor berputar. Walaupun begitu, didalam prakteknya motor tidak pernah bekerja
pada kecepatan sinkron namun pada “kecepatan dasar” yang lebih rendah. Terjadinya perbedaan
antara dua kecepatan tersebut disebabkan adanya “slip/geseran” yang meningkat dengan
meningkatnya beban. Slip hanya terjadi pada motor induksi. Untuk menghindari slip dapat
dipasang sebuah cincin geser / slip ring, dan motor tersebut dinamakan “motor cincin geser / slip
ring motor”.
Persamaan berikut dapat digunakan untuk menghitung persentase slip/geseran (Parekh, 2003):
% Slip = (Ns – Nb)/Ns x 100
Dimana:
Ns = kecepatan sinkron dalam RPM
Nb = kecepatan dasar dalam RPM
Hubungan antara beban, kecepatan dan torsi
Gambar di atas menunjukan grafik torsi vs kecepatan motor induksi AC tiga fase dengan arus
yang sudah ditetapkan. Bila motor (Parekh, 2003):
• Mulai menyala ternyata terdapat arus nyala awal yang tinggi dan torsi yang rendah (“pull-up
torque”).
• Mencapai 80% kecepatan penuh, torsi berada pada tingkat tertinggi (“pull-out torque”) dan arus
mulai turun.
• Pada kecepatan penuh, atau kecepatan sinkron, arus torsi dan stator turun ke nol.
OK.. Cukup sekian dulu ya postingan ane mengenai Generator dan Motor AC. Semoga
bermanfaat bagi kita semua. Amiin.. Yaudah terimakasih udah membaca postingan ini dan
sampai jumpa di postingan selanjutnya..
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Sumber :
[Link]
[Link]
GENERATOR DAN MOTOR DC
2 NOVEMBER 2014 TINGGALKAN KOMENTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam sobat blogger. Malam ini saya mulai postingan awal saya mengenai Generator
dan Motor DC. Sebenarnya sih postingan ini juga sekalian untuh memenuhi tugas mata kuliah
Teknik Tenaga Listrik di kampusku tercinta Universitas jember.. hehe,,, Ok Gak usa panjang
lebar, mari kita langsung bahas mengenai Generator dan Motor DC
Pendahuluan
Mesin DC dapat difungsikan sebagai generator DC maupun sebagai motor DC. Saat sebagai
generator DC fungsinya mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Sedangkan sebagai
motor DC mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Secara umum konstruksi motor dan
generator DC adalah sama, yaitu terdiri dari stator dan rotor. Motor-motor DC pada awalnya
membutuhkan momen gerak (gaya torsi) yang besar dan tidak memerlukan kontrol kecepatan
putar. Kecepatan putar motor selanjutnya akan dikontrol oleh medan magnet.
Generator adalah suatu mesin yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga
[Link] mekanik di sini digunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar dalam
medan magnet ataupun sebaliknya memutar magnet diantara medan kunparan kawat penghantar.
Tenaga mekanik dapat berasal dari tenaga panas, tenaga potensial air, motor diesel, motor bensin
bahkan ada yang berasal dari motor listrik.
Keuntungan utama motor DC adalah kecepatannya mudah dikendalikan dan tidak mempengaruhi
kualitas pasokan daya. Motor DC ini dapat dikendalikan dengan mengatur:
• Tegangan dinamo – meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan.
• Arus medan – menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.
Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya dibatasi untuk
beberapa penggunaan berkecepatan rendah, penggunaan daya rendah hingga sedang, seperti
peralatan mesin dan rolling mills, sebab sering terjadi masalah dengan perubahan arah arus listrik
mekanis pada ukuran yang lebih besar. Juga, motor tersebut dibatasi hanya untuk penggunaan di
area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya. Motor DC juga
relatif mahal dibanding motor AC.
Bagian – Bagian Generator DC
Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet permanent dengan 4-kutub
rotor, regulator tegangan digital, proteksi terhadap beban lebih, starter eksitasi, penyearah,
bearing dan rumah generator atau casis, serta bagian rotor. Gambar 1 menunjukkan gambar
potongan melintang konstruksi generator DC.
gb 1. Konstruksi generator DC
Keterangan :
1) RANGKA STATOR
Rangka Stator, dibuat dari besi tuang. Rangka stator merupakan rumah dari bagian-bagian lain
dalam generator. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat untuk mengalirnya fluks magnet yang
dihasilkan oleh kutub-kutub magnet.
2) INTI KUTUB MAGNET
Inti kutub magnet , berfungsi sebagai tempat terjadinya fluks magnet. Untuk generator dengan
kapasitas kecil digunakan magnet permanen, dan untuk generator kapasitas besar digunakan
magnet buatan (elektromagnetik).
3) Rotor
Rotor merupakan bagian yang berputar. Pada Genenrator DC jangkar yang digunakanbiasanya
berbentuk silinder yang pada bagian permukaannya diberi alur-alur sebagai tempat kawat-kawat
lilitan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan jangkar dari bahan ferromagnetic yang dibuat
berlapis-lapis.
4) SIKAT-SIKAT
Sikat-sikat berfungsi sebagai penghubung aliran arus listrik dari lilitan jangkar dengan beban.
Bahan yang digunakan untuk pembuatan sikat-sikat dari arang.
5) KAWAT LILITAN JANGKAR
Kawat Lilitan jangkar, adalah tempat terbentuknya ggl induksi. Dalam satu alur terdiri atas
beberapa kawat yang disebut dengan kumparan. Antara kumparan satu dengan lainnya
dihubungkan secara seri.
6) KOMUTATOR
Komutator digunakan sebagai penyearah (komutasi). Komutator pada prinsipnya mempunyai
bentuk yang sama dengan cincin yang dibelah menjadi dua yang dipisahkan dengan bahan
penyekat. Masing-masing komutator dihubungkan dengan sisi kumparan tempat terjadinya ggl
induksi.
Prinsip Kerja Generator DC
Teori yang mendasari terbentuknya GGL induksi pada generator ialahPercobaan Faraday.
Percobaan Faraday membuktikan bahwa pada sebuah kumparan akan dibangkitkan GGL Induksi
apabila jumlah garis gaya yang diliputi oleh kumparan berubah-ubah.
EMF yang dihasilkan tersebut dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu:
1. kuat medan magnet atau yang ekuivalen dengan jumlah garis gaya medan magnet yang
terbentuk (B).
2. Panjang konduktut yang memutus medan magnet (l)
3. Kecepatan gerak dari konduktor (v)
Sehingga dapat dirumuskam sebagai berikut:
e=Bxlxv
dan dapat disimpulkan, menambah kuat medan magnet atau menambah panjang dari konduktor
atau mempercepat gerak konduktor memotong medan magnet akan dapat meningkatkan EMF
yang [Link] ini hanya berlaku jika kawat konduktor bergerak dalam garis lurus,
atau dengan kata lain pemutusan garis dengan magnet dengan jumlah yang sama pada setiap
gerakannya. Tetapi pada mesin yang sebenarnya konduktor tidak bergerak dalam garis lurus
melainkan bergerak secara rotasi.
Ketika konduktor bergerak sera melingkar, jumlah garis medan magnet yang terputus adalah
bervariasi tergantung pada posisi dari konduktor. Pada saat kondutor derada diatas atau di bawah
dari medan magnet, maka tidak ada garis gaya magnet yang terpotong sehingga tidak ada EMF
yang timbul. Tetapi pada saat konduktor berputar jumlah garis gaya medan magnet yang
terpotong akan bertambah dan EMF maksimum yang ditimbulkan adalah pada jumlah
pemotongan gaya medan magnet maksimum yaitu pada sudut 90 o dan 270o . artinya ketika
konduktor berputar 360o secara mekanik akan menghasilkan 360o EMF secara elektrik. Sehingga
besar EMF yang terbentuk bergantung pada posisi sudut dari konduktor, dan dapat
diformulasikan menjadi:
e = [Link] θ
sehingga arus yang di hasilkan secara internal oleh semua generator adalah dalam bentuk
gelombang sinus atau arus bolak-balik (AC), dan untuk mendapatkan keluaran arus searah (DC)
kita perlu menambahkan komutataor, sehingga EMF yang digunakan hanya satu arah saja.
prinsip kerja generator-dc
Pada gambar tersebut, dengan memutar rotor ( penghantar ) maka pada penghantar akan timbul
EMF.
• Kumparan ABCD terletak dalam medan magnet sedemikian rupa sehingga sisi A-B dan C-D
terletak tegak lurus pada arah fluks magnet.
• Kumparan ABCD diputar dengan kecepatan sudut yang tetap terhadap sumbu putarnya yang
sejajar dengan sisi A-B dan C-D.
• GGL induksi yang terbentuk pada sisi A-B dan sisi C-D besarnya sesuai dengan perubahan
fluks magnet yang dipotong kumparan ABCD tiap detik sebesar :
Pembangkitan tegangan induksi oleh sebuah generator diperoleh melalui dua cara:
• dengan menggunakan cincin-seret, menghasilkan tegangan induksi bolak-balik.
• dengan menggunakan komutator, menghasilkan tegangan DC.
Proses pembangkitan tegangan tegangan induksi tersebut dapat dilihat pada Gambar 2 dan
Gambar 3.
Gambar 2 Pembangkitan Tegangan Induksi
Jika rotor diputar dalam pengaruh medan magnet, maka akan terjadi perpotongan medan magnet
oleh lilitan kawat pada rotor. Hal ini akan menimbulkan tegangan induksi. Tegangan induksi
terbesar terjadi saat rotor menempati posisi seperti Gambar 2 (a) dan (c). Pada posisi ini terjadi
perpotongan medan magnet secara maksimum oleh penghantar. Sedangkan posisi jangkar pada
Gambar 2.(b), akan menghasilkan tegangan induksi nol. Hal ini karena tidak adanya perpotongan
medan magnet dengan penghantar pada jangkar atau rotor. Daerah medan ini disebut daerah
netral.
gambar 3 Tegangan Rotor yang Dihasilkan
Melalui Cincin Serat dan komutator
Jika ujung belitan rotor dihubungkan dengan slip-ring berupa dua cincin (disebut juga dengan
cincin seret), seperti ditunjukkan Gambar 3.(1), maka dihasilkan listrik AC (arus bolak-balik)
berbentuk sinusoidal. Bila ujung belitan rotor dihubungkan dengan komutator satu cincin
Gambar 3.(2) dengan dua belahan, maka dihasilkan listrik DC dengan dua gelombang positip.
• Rotor dari generator DC akan menghasilkan tegangan induksi bolak-balik. Sebuah komutator
berfungsi sebagai penyearah tegangan AC.
• Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh sebuah generator DC, sebanding dengan banyaknya
putaran dan besarnya arus eksitasi (arus penguat medan).
Jenis – Jenis Generator DC
1. Generator Penguat Terpisah
Pada generator penguat terpisah, belitan eksitasi (penguat eksitasi) tidak terhubung menjadi satu
dengan rotor. Terdapat dua jenis generator penguat terpisah, yaitu:
a. Penguat elektromagnetik
b. Magnet permanen/ magnet tetap
Gambar Generator Penguat Terpisah
2. Generator Shunt
Pada generator shunt, penguat eksitasi E1-E2 terhubung paralel dengan rotor (A1-A2). Tegangan
awal generator diperoleh dari magnet sisa yang terdapat pada medan magnet
stator. Rotor berputar dalam medan magnet yang lemah, dihasilkan tegangan yang akan
memperkuat medan magnet stator, sampai dicapai tegangan nominalnya. Pengaturan arus
eksitasi yang melewati belitan shunt E1-E2 diatur oleh tahanan geser. Makin besar arus eksitasi
shunt, makin besar medan penguat shunt yang dihasilkan, dan tegangan terminal meningkat
sampai mencapai tegangan nominalnya. Diagram rangkaian generator shunt dapat dilihat pada
Gambar dibawah.
Gambar Rangkaian Generator Shunt
3. Generator Kompon
Generator kompon mempunyai dua penguat eksitasi pada inti kutub utama yang sama. Satu
penguat eksitasi merupakan penguat shunt, dan lainnya merupakan penguat seri. Diagram
rangkaian generator kompon ditunjukkan pada Gambar 12. Pengatur medan magnet (D1-D2)
terletak di depan belitan shunt.
Gambar Rangkaian Generator Kompon
Efisiensi Generator DC
Seperti halnya dengan mesin-mesin lainnya , pada mesin listrik arus searah, efisiensinya
dinyatakan sebagai:
Efisiensi yang dinyatakan dalam persamaan diatas disebut pula sebagai efisiensi komersial atau
efisiensi keseluruhan (overall efficiency). Selain itu dalam generator searah dikenal dua macam
efisiensi lainnya, yaitu :
Berikut ini diagram aliran daya untuk generator arus searah :
Dimana : Pin = Tmek
Kondisi efisiensi maksimum generator arus searah akan terjadi bila :
Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
D dengan asumsi rugi variabel hanya berupa rugi tembaga kumparan jangkar di dapat :
dengan asumsi IA = Ib = I, maka :
dengan asumsi IA = Ib = I, maka :
Motor DC
Pada bagian ini, kita akan memahami mesin yang mengubah energi
mekanik menjadi
energi listrik dan sebaliknya. Motor mengubah energi listrik
menjadi energi
mekanik, sedangkan Generator mengubah energi mekanik menjadi energi
lsitrik.
Konstruksi Dasar
Sebuah motor memiliki 2 bagian utama, yaitu stator dan rotor.
Stator sendiri merupakan bagian motor yang diam. Stator winding akan dialiri arus listrik
untuk menghasilkan flux magnet stator..
Rotor merupakan bagian motor yang berputar.
Kedua bagian tersebut memiliki Winding. Winding tersebut dapat diklasifikasikan
menjadi armature winding atau sebagai field winding.
Armature winding mengalirkan arus yang bergantung pada daya mekanik yang dihasilkan
Field Winding bertujuan untuk mengatur medan magnet di dalam mesin.
Tabel di bawah ini menjelaskan karakteristik dari motor listrik.
Losses, Power Ratings, dan Efisiensi
Gambar di bawah ini menunjukkan contoh aliran daya dari sumber tegangan 3 fasa yang dapat
menjelaskan mengenai losses.
Power Rating merupakan daya keluar motor yang dapat dihasilkan secara aman pada continuous
basis. Efisiensi daya motor secara matematis adalah
Prinsip dan Cara Kerja Motor-DC
Apabila terdapat arus yang melewati suatu konduktor, maka akan timbul medan magnet di
sekitar konduktor tersebut. Medan magnet yang membawa arus mengelilingi konduktor dapat
dilihat pada gambar berikut.
Untuk menentukan arah garis fluks di sekitar konduktor dapat digunakan aturan tangan
[Link] jari menunjukkan arah aliran arus, dan jari-jari yang lain menunjukkan arah garis
fluks. Untuk mempermudah pemahaman, gambar di bawah ini dapat mengilustrasikannya.
Besarnya garis-garis gaya magnet dapat diketahui berdasarkan hukum Lorentz di mana
bergantung pada besarnya arus dan besarnya medan magnet. Secara matematis:
Speed Regulation
Speed regulation dapat diartikan sebagai perbedaan antara kecepatan dengan tanpa beban dengan
kecepatan dengan beban penuh yang direpresenasikan dalam bentuk persentase.
Gambar di bawah ini menunjukkan torsi vs speed pada berbagai macam motor:
Motor Induksi
Pada kondisi awal, torsi motor cukup baik. Pada operasi normal, kecepatan motor induksi hampir
sama dengan motor sinkron. Pada saat mula-mula, arus yang timbul oleh motor induksi dapat
berkali-kali lipat dari kondisi full load.
Motor Sinkron
Torsi awal dari motor sinkron adalah nol. Oleh karena itu, dapat diatasi dengan mengoperasikan
sebagai motor induksi terlebih dahulu, kemudian saat kecepatannya mendekati motor sinkron,
operasinya diubah menjadi motor sinkron
Motor DC terhubung Parallel
Motor ini memiliki torsi awal yang sangat tinggi dan arus awal yang sangat besar. Umumnya,
resistansi dimasukkan secara seri dengan armaturenya untuk membatasi arus tersebut.
Power flow di dalam motor ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Motor DC terhubung Seri
Motor ini memiliki torsi awal dan arus awal yang sedang. Kecepatannya secara otomatis
menyesuaikan dengan torsi beban yang bermacam-macam. Motor ini juga dapat dihubungkan
dengan sumber ac yang sering disebut Universal Motors. Motor ini memiliki beberapa
keuntungan, yaitu:
1. Pada berat tertentu, universal motor dapat menghasilkan daya yang lebih besar dari tipe yang
lain.
2. Universal motor menghasilkan torsi mula-mula yang besar tanpa diperlukan arus besar.
3. Ketika beban torsi bertambah, universal motor akan melambat mengakibatkan daya yang
dihasilkan relatif konstan.
4. Universal motors dapat digunakan pada kecepatan yang sangat tinggi
Mesin DC Berputar
Struktur Rotor dan Stator dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Induced EMF and Commutation
Ketika rotor berputar, konduktor berpindah melewati medan magnet yang dihasilkan stator. Pole
face, konduktor dan arah gerak harus tegak lurus satu sama lain. Kemudian, tegangan konstan
diinduksikan ke masing-masing konduktor.
Pada kasus di atas, ujung lilitan dihubungkan dengan komutator yang memiliki 2 segmen.
Segmen tersebut terinsulasi satu sama lain dan juga batan. Brush terpasang pada stator membuat
kontak listrik dengan segmen komutator.
Nilai tegangan melewati nol ketika konduktor berada di antara pole di mana kerapatan fluxnya
menuju nol. Ketika konduktor berada di pole face di mana kerapatan fluxnya konstan, tegangan
induksi mendekati konstan. Karena komutator membalikkan hubungan eksternal dengan lilitan
ketika berputar, tegangan yang teramati memiliki polaritas yang konstan.
Pengaturan Kecepatan Motor-DC
Beberapa metode dapat digunakan untuk mengatur kecepatan motor DC yaitu:
1. Menvariasikan tegangan yang diberikan ke armature circuite ketika berada pada medan yang
konstan
2. Menvariasikan medan arus ketika berada pada tegangan yang konstan
3. Memasukkan resistansi secara seri dengan armature circuitnya.
Ok.. Cukup sekian dulu ya postingan ane mengenai Generator dan Motor DC. Semoga ane
sempat untuk memposting mengenai Generator dan Motor AC. hehe.. Yaudah terima kasih udah
membaca postingan ini dan sampai jumpa di postingan selanjutnya..
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Sumber :
[Link]
[Link]