LAPORAN PRAKTIK PENGABDIAN LAPANGAN MASYARAKAT (PPLM)
PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 SURADE
KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2024
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir
Kelas XII Jurusan IPA
Madrasah Aliyah Nida Bahari Jampangkulon
Di susun oleh :
Asep Suryana
MADRASAH ALIYAH NIDA BAHARI JAMPANGKULON
KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2024/2025
Jln. Pasir Pogor Indah 05 Alun-alun Jampangkulon, Sukabumi 2024
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat zaman sekarang ini,
membuat kita untuk lebih membuka diri dalam menerima perubahan perubahan yang
terjadi akibat kemajuan dan perkembangan tersebut. Agar kita dapat menjadi calon
generasi muda yang tidak buta terhadap kemajuan zaman.
PPLM merupakan sarana pembelajaran diluar sekolah dalam upaya meningkatkan
kualitas kompetensi para siswa yang sesuai dengan bidang keahlian dan tuntutan dunia
kerja. Dengan adanya PPLM siswa dapat mengetahui bagaimana dunia kerja yang
sesungguhnya, dan mampu menerapkan teori yang diterima disekolah dengan
pelaksanaan nyata dilingkungan sehingga Siswa-siswi MA Nida Bahari siap terjun
langsung ke dunia kerja.
B. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat
Tujuan awal penulisan laporan ini untuk memenuhi salah satu syarat ketuntasan
Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat (PPLM) dan menjadi bukti selama
praktikan mengikuti kegiatan tersebut. PPLM ini sebagai pengenalan dunia kerja
terhadap peserta didik secara langsung agar mampu menumbuhkan sikap professional
peserta didik dan tanggung jawab untuk memasuki dunia kerja
2. Manfaat Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat
Selain mempunyai tujuan-tujuan, Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat juga
mempunyai manfaat-manfaat yang berguna bagi peserta didik, antara lain:
a. Lebih memberikan gambaran yang jelas pengaruh komputerisasi di SMP Negeri 4
Surade.
b. Sebagai perbandingan antara teori yang telah didapat selama pembelajaran
dengan kenyataan yang ada SMP Negeri 4 Surade
c. Dapat memperoleh kemudahan untuk memahami dan menekuni pekerjaan yang
diberikan oleh Guru SMP Negeri 4 Surade
C. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan PPLM dilaksanakan selama 21 hari, dimulai tanggal 04 November 2024 s.d 23
November 2024 yang bertempat di SMP Negeri 4 Surade. Untuk jam kerja di SMP
Negeri 4 Surade dimulai pada pukul 07.30 WIB s.d pukul 14.00 WIB dari hari Senin s.d
Jum’at.
D. Ruang Lingkup
E.
BAB II
GAMBARAN UMUM SEKOLAH
A. Kondisi Objektif Sekolah
Kondisi objektif sekolah adalah gambaran faktual tentang keadaan sekolah berdasarkan
berbagai aspek, seperti :
1. Fasilitas dan Infrastruktur
Kondisi bangunan sekolah (kelas, laboratorium, perpustakaan, kantor guru, ruang
ibadah).
Kelengkapan sarana belajar seperti komputer, alat peraga, meja, kursi, dan buku.
Keadaan lingkungan fisik (taman, lapangan, kebersihan).
2. Kualitas Sumber Daya Manusia
Kualifikasi dan kompetensi guru (pendidikan, sertifikasi, pelatihan).
Rasio jumlah guru terhadap siswa.
Peran dan keaktifan staf pendukung seperti tenaga administrasi dan kebersihan.
3. Prestasi Akademik dan Non-Akademik
Hasil ujian nasional, lomba, atau kompetisi.
Partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.
4. Kondisi Siswa
Jumlah siswa aktif, tingkat kehadiran, dan partisipasi.
Keberagaman latar belakang sosial ekonomi siswa.
Masalah yang sering dihadapi siswa (contoh: putus sekolah, perilaku).
5. Manajemen Sekolah
Pola kepemimpinan kepala sekolah.
Proses penyusunan dan pelaksanaan program kerja.
Sistem administrasi dan pelaporan.
6. Hubungan dengan Masyarakat
Dukungan orang tua/wali siswa terhadap kegiatan sekolah.
Kerjasama sekolah dengan lembaga lain (contoh: pemerintah daerah, komunitas).
Kondisi objektif ini dapat digunakan untuk menyusun rencana strategis, menentukan
prioritas pembenahan, atau merancang program peningkatan mutu sekolah.
B. Gambaran Umum Sekolah
Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah jenjang pendidikan formal di Indonesia
yang berada di antara tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA) atau
sederajat. SMP adalah bagian dari pendidikan dasar yang bertujuan untuk memberikan
pengetahuan dan keterampilan dasar kepada siswa sebelum melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi. SMP merupakan jenjang pendidikan tingkat kedua setelah SD, yang
biasanya ditempuh oleh siswa berusia 12–15 tahun.
Pelajar Sekolah menengah pertama umumnya berusia 12-15 tahun , di Indonesia
setiap warga Negara berusia7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Sekolah
menengah pertama diselenggarakan oleh pemerintah maupun suasta. Sejak
diberlakukanya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan Sekolah menengah
pertamadi Indonesia yang sebelumnya berada di bawah departemen pendidikan nasional,
kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota, kjsedangkan
departemen pendidikan nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar
nasional pendidikan.
Program pendidikan di SMP berlangsung selama tiga tahun, yaitu mulai dari kelas
7 hingga kelas 9. Kurikulum yang digunakan di SMP dapat mengikuti Kurikulum 2013
atau Kurikulum Merdeka, tergantung kebijakan pemerintah dan sekolah. Penilaian
dilakukan melalui tugas, ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester.
Siswa kelas 9 biasanya mengikuti Ujian Sekolah (US) atau asesmen lainnya sebagai
syarat kelulusan.
Dengan berbagai fasilitas dan programnya, SMP berperan penting dalam
membentuk generasi muda yang berpengetahuan luas, berkarakter baik, dan siap
melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Sejarah Singkat SMP Negeri 4 Surade
SMP Negeri 4 Surade adalah sebuah sekolah SMP negeri yang berlokasi di Jl.
Munjul, Desa Sirnasari, Kec. Surade, Kab. Sukabumi. SMP negeri ini pertama kali
berdiri pada tahun 2007. Sekarang SMP Negeri 4 Surade memakai panduan kurikulum
belajar pemerintah yaitu SMP 2013. SMP Negeri 4 Surade dibawah kepemimpinan
seorang kepala sekolah yang bernama Sobari dan operator sekolah Rully Decendy. SMP
Negeri 4 Surade terakreditasi grade B dengan nilai 88 (akreditasi tahun 2017) dari BAN-
S/M (Badan Akreditasi Nasional) Sekolah/Madrasah.
C. Bidang Tugas Sekolah Menengah Pertama
1. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah berfungsi sebagai Edukator, Manager, Administrator, Supervisor,
Leader, Inovator dan Motivator (EMASLIM). Kepala Sekolah selaku edukator
bertugas melaksanakan proses pengajaran secara efektif dan efisien.
Kepala Sekolah selaku manajer mempunyai tugas :
Menyusun perencanaan
Mengorganisasikan kegiatan
Mengarahkan / mengendalikan kegiatan
Mengkoordinasikan kegiatan
Melaksanakan pengawasan
Menentukan kebijaksanaan
Mengadakan rapat mengambil keputusan
Mengatur proses belajar mengajar
Mengatur administrasi katatausahaan, kesiswaan, ketenagaan, sarana prasarana,
keuangan
Kepala Sekolah selaku administrator bertugas menyelenggarakan administrasi :
Perencanaan
Pengorganisasian
Pengarahan dan pengendalian
Pengkoordinasian
Pengawasan
Evaluasi Kurikulum
Kesiswaan
Ketatausahaan
Ketenagaan
Kantor
Keuangan
Perpustakaan
Laboratorium
Ruang keterampilan – kesenian
Bimbingan konseling
UKS
OSIS
Serbaguna
Media pembelajaran
Gudang
Kantin / warung sekolah
Koperasi sekolah7K
Sarana / prasarana dan perlengkapan lainnya
Kepala Sekolah selaku Supervisor bertugas menyelenggarakan supervisi mengenal :
Proses belajar mengajar
Kegiatan bimbingan
Kegiatan ekstrakulikuler
Kegiatan kerja sama dengan masyarakat / instansi lain
Kegiatan ketatausahaan
Sarana dan prasarana
Kegiatan OSIS
Kegaitan 7K
Perpustakaan
Laboratorium
Kehadiran guru, pegawai, dan siswa.
2. Wakil Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai
berikut :
Penyusunan rencana, pembuatan program kegiatan dan program pelaksanaan
Pengorganisasian
Pengarahan
Ketenagakerjaan
Pengkoordinasian
Pengawasan
Penilaian
Identifikasi dan pengumpulan data
Pengembangan keunggulan
Penyusunan laporan
3. Urusan Kurikulum
Menyusun dan menjabarkan Kalender Pendidikan
Menyusun Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran
Mengatur Penyusunan Program Pengajaran (Program Semester, Program Satuan
Pelajaran, dan Persiapan Mengajar, Penjabaran dan Penyesuaian Kurikulum)
Mengatur pelaksanaan program penilaian Kriteria Kenaikan Kelas, Kriteria
Kelulusan dan Laporan Kemajuan Belajar Siswa serta pembagian Raport dan
STTB
Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan
Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar
Mengatur Pengembangan MGMP dan Koordinator mata pelajaran
Mengatur Mutasi Siswa
Melaksanakan supervisi administrasi dan akademis
Menyusun Laporan
4. Urusan Kesiswaan
Mengatur pelaksanaan Bimbingan Konseling
Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7K (Keamanan, Kebersihan,
Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan dan Kerindangan)
Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi: Kepramukaan, Palang
Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Usaha Kesehatan
Sekolah (UKS), Patroli Keamanan Sekolah (PKS) Paskibra
Mengatur pelaksanaan Kurikuler dan Ekstra Kurikuler
Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah
Menyelenggarakan Cerdas Cermat, Olah Raga Prestasi
Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapat beasiswa
5. Urusan Saran Dan Prasarana
Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang proses belajar
mengajar
Merencanakan program pengadaannya
Mengatur pemanfaatan Sarana Prasarana
Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian
Mengatur pembakuannya
Menyusun laporan
6. Urusan Hubungan Masyarakat
Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan komite dan peran komite
Menyelenggarakan bakti social, karyawisata
Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan di sekolah (gebyar seni)
Menyusun laporan
7. Guru Mata Pelajaran
Membuat Perangkat Pembelajaran
Melaksanakan kegiatan pembelajaran
Melaksanakan kegiatan Penilaian Proses Belajar, Ulangan Harian, Ulangan
Umum, Ujian Akhir
Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
Mengisi daftar nilai siswa
Edit untuk kenaikan perangkatnya
8. Wali Kelas
Pengelolaan kelas
Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi : Denah tempat duduk siswa, Papan
absensi siswa, Daftar pelajaran kelas, Daftar piket kelas,Buku absensi siswa,
Buku kegiatan pembelajaran/buku kelas, Tata tertib siswa, pembuatan statistik
bulanan siswa
Pengisian daftar kumpulan nilai (legger)
Pembuatan catatan khusus tentang siswa
Pencatatan mutasi siswa
Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar
Pembagian buku laporan hasil belajar
9. Guru Bimbingan Dan Konselin
Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling
Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang
dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar
Memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam
Kegiatan belajar
Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran
tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai
Mengadakan penilaian pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan
Menyusun Satatistik hasil penilaian B.K
Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar
Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut Bimbingan dan Konseling
Menyusun laporan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
10. Pustaka Sekolah
Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronik
Pengurusan pelayanan perpustakaan
Perencanaan pengembangan perpustakaan
Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku / bahan pustaka / media elektronika
Inventarisasi dan pengadministrasian buku-buku / bahan pustaka / media
elektronika
Melakukan layanan bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya, serta
masyarakat
Penyimpanan buku perpustakaan / media elektronika
Menyusun Tata tertib perpustakaan
Menyusun Laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala
11. Pengelola Laboratorium
Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium
Inventarisasi dan pengadministrasian peminjam alat-alat laboratorium
Menyusun laporan pelaksanaan kagiatan laboratorium
12. Kepala Tata Usah
Penyusunan program kerja tata usaha sekolah
Pengelolaan keuangan sekolah
Pengurus administrasi ketenagaan dan siswa
Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah
Penyusunan administrasi perlengkapan
Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah
Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7K
Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan
D. Visi dan Misi SMP Negeri 4 Surade
Visi
Visi SMP Negeri 4 Surade Kabupaten Sukabumi yaitu :
"Terwujudnya lulusan SMP Negeri 4 Surade Kabupaten Sukabumi yang
terdidik, cerdas, berprestasi dan berkarakter ramah".
Indikator:
a Unggul dan berprestasi dalam bidang akademik
b Unggul dan berprestasi dalam bidang non akademik
c Berprestasi dalam bidang olahraga
d Berprestasi dalam bidang kesenian
e Berprestasi dalam bidang keagamaan
f Berkarakter ramah ( Religius-Aktif-Mandiri-Asri dan Humanis)
Misi
Misi SMP Negeri 4 Surade Kabupaten Sukabumi yaitu :
a Menumbuhkan nilai-nilai RELIGIUS dan merealisasikannya dalam
kehidupan sehari-hari
b Mendorong siswa AKTIF dan MANDIRI untuk mengenali potensi dirinya
dan memberikan kesempatan untuk mengembangkannya
c Menciptakan lingkungan sekolah yang ASRI dan peduli lingkungan
d Menciptakan situasi dan kondisi sekolah yang HUMANIS yang mampu
meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar
E. Struktur Organisasi SMP Negeri 4 Surade
F. Tujuan Dan Fungsi Sekolah SMP Negeri 4 Surade
Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logis serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan
memiliki keseimbangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terpadu dalam
kehidupan sehari-hari, juga mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke
jenjang SMA, SMK, atau sederajat.
Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan dasar adalah Meletakkan dasar kecerdasan pengetahuan
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan Mengikuti
pendidikan yang lebih lanjut.
Fungsinya adalah menyampaikan pengetahuan dan melaksanakan pendidikan
yang cerdas terutama untuk wilayah Surade dan sekitarnya.
BAB III
KAJIAN TEORI
Meningkatkan Kebersihan Perpustakaan di SMP Negeri 4 Surade untuk Menciptakan
Lingkungan yang Nyaman dan Produktif
Oleh : Asep Suryana
A. Pengertian Literasi, Perpustakaan dan Kebersihan
Perpustakaan merupakan salah satu pilar pendidikan yang memiliki peran penting
dalam meningkatkan literasi masyarakat. Di era modern, tantangan perpustakaan semakin
meningkat karena rendahnya minat baca di kalangan masyarakat, terutama di Indonesia,
yang berdasarkan data UNESCO memiliki tingkat membaca yang rendah dibandingkan
negara lain.
Sebagai pusat literasi, perpustakaan menyediakan akses terhadap sumber
informasi dalam bentuk buku, majalah, jurnal, dan dokumen digital. Selain itu,
kebersihan perpustakaan menjadi aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang
nyaman dan mendukung aktivitas literasi.
Literasi
Secara umum, literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis,
berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Literasi
tidak hanya tentang membaca dan menulis tetapi juga mencakup keterampilan berpikir
kritis, menganalisis informasi, serta mengomunikasikan ide.
Pengertian Literasi Menurut Para Ahli:
1. UNESCO (2006): Literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi,
memahami, menafsirkan, membuat, mengomunikasikan, dan menghitung
menggunakan materi tercetak maupun tertulis dalam berbagai konteks.
2. Graham & Perin (2007): Literasi adalah kemampuan untuk menulis dan membaca
secara efektif, yang mencakup pemahaman, analisis, dan komunikasi.
3. Anderson dan Pearson (1984): Literasi adalah proses interaktif antara pembaca
dan teks, di mana pembaca mengaitkan pengalaman mereka dengan teks untuk
menciptakan pemahaman baru.
4. National Institute for Literacy (2007): Literasi mencakup kemampuan individu
untuk membaca, menulis, berbicara dalam bahasa tertentu, menghitung, dan
memecahkan masalah pada tingkat yang diperlukan dalam masyarakat.
Perpustakaan
Perpustakaan sekolah adalah fasilitas yang menyediakan koleksi buku, bahan
bacaan, dan sumber belajar lainnya untuk mendukung proses pembelajaran, penelitian,
dan pengembangan literasi siswa dan guru.
Pengertian Perpustakaan Menurut Para Ahli :
1. Sutarno NS (2006): Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan, mengolah,
menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk kebutuhan pembelajaran dan
pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Sulistyo-Basuki (1993): Perpustakaan adalah tempat yang mengelola bahan pustaka
yang bertujuan untuk memberikan layanan kepada penggunanya, termasuk siswa dan
guru di sekolah.
3. UNESCO (1970): Perpustakaan adalah organisasi yang memiliki koleksi informasi,
diorganisasikan untuk digunakan oleh pengguna tertentu, termasuk mendukung
pendidikan dan literasi.
4. Depdiknas (2004): Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada di
lingkungan sekolah yang berfungsi untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
Kebersihan
Kebersihan adalah kondisi lingkungan yang terbebas dari kotoran, sampah, dan
segala sesuatu yang dapat menurunkan kualitas hidup, baik dari segi fisik maupun
psikologis. Kebersihan tidak hanya mencakup aspek fisik, seperti pembersihan area dan
pemeliharaan fasilitas, tetapi juga kesehatan, pengelolaan sampah, serta upaya
pencegahan penyakit. Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk menciptakan
suasana yang sehat, nyaman, dan mendukung produktivitas baik di rumah, sekolah,
tempat kerja, maupun di ruang publik.
Beberapa para ahli mengemukakan tentang kebersihan
1. Sutrisno (2019) mengemukakan bahwa kebersihan berkontribusi pada terciptanya
suasana yang nyaman, yang mendukung aktivitas fisik dan mental. Dalam konteks
sekolah, kebersihan yang terjaga akan meningkatkan kenyamanan siswa dan guru,
sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif. Lingkungan
yang bersih dan terorganisir dapat meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar.
2. Kamaruddin (2020) menjelaskan bahwa kebersihan tidak hanya berkaitan dengan
aspek individu, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama dalam masyarakat.
Peran serta setiap individu dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik di rumah
maupun di tempat umum, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat
dan harmonis. Kebersihan merupakan cerminan dari nilai-nilai sosial dan budaya
dalam suatu komunitas.
3.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kebersihan adalah faktor penting dalam menjaga
kualitas hidup manusia, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Kebersihan
berhubungan erat dengan kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas. Selain itu,
kebersihan juga memiliki dampak psikologis yang signifikan dan mencerminkan etika
sosial masyarakat. Menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang harus
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, tempat kerja, sekolah, maupun di
ruang publik. Dengan menjaga kebersihan, kita dapat menciptakan lingkungan yang
sehat, aman, dan nyaman bagi semua pihak.
B. Kebersihan Perpustakaan sebagai Penunjang Literasi
Literasi merupakan kemampuan individu untuk membaca, memahami,
menganalisis, dan menggunakan informasi dari berbagai sumber. Sedangkan
Perpustakaan adalah : Institusi yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan, penyediaan,
dan pengelolaan informasi untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan literasi
masyarakat.
1. Pentingnya Kebersihan di Perpustakaan
Kebersihan di perpustakaan memegang peranan penting dalam
menciptakan lingkungan yang nyaman, mendukung aktivitas belajar, dan menjaga
keawetan koleksi buku serta fasilitas lainnya. Lingkungan perpustakaan yang
bersih memberikan kenyamanan kepada pengunjung untuk membaca dan belajar.
Kebersihan juga penting untuk menjaga kondisi fisik koleksi perpustakaan
agar tidak rusak akibat debu, kelembapan, atau serangan hama seperti rayap.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kebersihan di perpustakaan sangat
penting:
a. Memberikan Kenyamanan bagi Pengunjung
Lingkungan perpustakaan yang bersih dan tertata rapi akan menciptakan
suasana yang menyenangkan dan nyaman bagi pengunjung. Kebersihan
membuat ruang baca terasa lebih kondusif, sehingga pengunjung dapat
lebih fokus saat membaca, belajar, atau melakukan penelitian.
b. Menjaga Kesehatan Pengguna dan Petugas
Lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber penyakit, terutama karena
debu, jamur, dan kuman yang mungkin menempel pada buku, meja, atau
fasilitas lainnya. Kebersihan yang terjaga membantu mencegah
penyebaran penyakit, seperti alergi, flu, atau infeksi saluran pernapasan,
yang dapat mengganggu aktivitas pengguna dan petugas perpustakaan.
c. Melindungi Koleksi Buku dan Sumber Daya Perpustakaan
Buku dan dokumen di perpustakaan rentan terhadap kerusakan akibat
debu, kelembapan, dan serangan hama seperti rayap atau tikus. Jika
kebersihan tidak dijaga, koleksi buku dapat cepat rusak, mengurangi
umur pakainya. Dengan menjaga kebersihan, perpustakaan dapat
melestarikan koleksinya untuk generasi mendatang.
d. Meningkatkan Citra Perpustakaan
Perpustakaan yang bersih mencerminkan profesionalisme pengelolanya.
Hal ini juga menunjukkan bahwa perpustakaan menghargai pengunjung
dan koleksi yang dimiliki. Perpustakaan yang bersih cenderung lebih
menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan menggunakan
fasilitas yang tersedia.
e. Mendukung Peningkatan Minat Baca
Lingkungan yang bersih dan nyaman menjadi salah satu daya tarik utama
bagi pengunjung. Jika perpustakaan terlihat kotor dan tidak terawat,
pengunjung mungkin enggan untuk datang. Sebaliknya, perpustakaan
yang bersih dapat meningkatkan daya tarik, sehingga lebih banyak orang
terdorong untuk memanfaatkan fasilitasnya dan menumbuhkan minat
baca.
f. Mencegah Kerugian Finansial
Kotoran dan kelembapan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada
buku, peralatan elektronik, atau furnitur perpustakaan. Hal ini dapat
menimbulkan kerugian finansial karena biaya perbaikan atau penggantian
aset yang rusak. Kebersihan rutin membantu menghindari pengeluaran
tambahan ini.
2. Upaya Meningkatkan Kebersihan Perpustakaan
a. Penyediaan Fasilitas Kebersihan:
Menyediakan tempat sampah di sudut-sudut strategis.
Memberikan fasilitas hand sanitizer di pintu masuk dan area baca.
b. Edukasi Pengunjung:
Mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan melalui papan
pengumuman atau kampanye singkat.
Melarang pengunjung membawa makanan atau minuman ke dalam area
perpustakaan.
c. Perawatan Koleksi dan Ruang Baca:
Melakukan perawatan buku secara berkala, seperti pembersihan dan
penyimpanan di tempat yang kering.
Membersihkan meja, kursi, dan rak buku setiap hari.
3. Kolaborasi dengan Komunitas dan Relawan
a. Komunitas Literasi: Mengadakan kegiatan kerja bakti untuk
membersihkan perpustakaan secara berkala.
b. Program Sukarelawan: Mengajak pelajar atau masyarakat umum menjadi
relawan kebersihan perpustakaan
C. Tujuan Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan
Tujuan Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan Sekolah sangat
penting untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran, kenyamanan pengunjung,
serta pelestarian koleksi buku. Berikut adalah beberapa tujuan utama dalam
meningkatkan kebersihan lingkungan perpustakaan di sekolah:
1. Meningkatkan Kenyamanan Pengunjung
Kebersihan lingkungan perpustakaan bertujuan untuk menciptakan suasana yang nyaman
bagi siswa, guru, dan pengunjung lainnya. Perpustakaan yang bersih dan rapi membuat
pengunjung merasa betah dan dapat lebih fokus dalam melakukan kegiatan membaca
atau belajar tanpa gangguan.
2. Mendukung Proses Pembelajaran yang Efektif
Lingkungan yang bersih akan membantu meningkatkan konsentrasi siswa. Perpustakaan
yang terjaga kebersihannya akan memberikan ruang yang kondusif untuk belajar,
mengerjakan tugas, dan berkreasi. Dengan demikian, kebersihan mendukung efektivitas
kegiatan pembelajaran di sekolah.
3. Menjaga Kesehatan Pengunjung
Kebersihan lingkungan perpustakaan juga berhubungan erat dengan kesehatan.
Lingkungan yang bersih dapat mengurangi risiko penyakit, seperti alergi atau infeksi
yang disebabkan oleh debu, kuman, atau bakteri. Dengan menjaga kebersihan, kita
menciptakan ruang yang lebih sehat untuk semua orang yang berada di dalamnya.
4. Melindungi Koleksi Buku dan Fasilitas Perpustakaan
Kebersihan yang baik membantu menjaga kualitas koleksi buku dan fasilitas lainnya di
perpustakaan. Debu, kotoran, dan kelembapan yang tidak terjaga dapat merusak buku,
rak, dan peralatan lainnya. Dengan membersihkan dan merawatnya secara rutin, koleksi
buku dapat tetap terjaga dalam kondisi baik dan dapat digunakan dalam waktu yang lebih
lama.
5. Menciptakan Lingkungan yang Menyenangkan dan Estetis
Perpustakaan yang bersih dan terorganisir akan lebih menarik secara visual dan lebih
menyenangkan untuk dikunjungi. Lingkungan yang estetis tidak hanya membuat
pengunjung merasa nyaman, tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih banyak
mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkan fasilitas yang ada.
6. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Siswa
Salah satu tujuan lainnya adalah untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada siswa
dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan
menjaga kebersihan perpustakaan, mereka akan belajar untuk peduli terhadap kebersihan
dan merawat fasilitas bersama.
7. Meningkatkan Citra Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan yang selalu bersih dan terawat akan meningkatkan citra sekolah di mata
siswa, orang tua, dan masyarakat. Citra positif ini penting untuk menciptakan lingkungan
sekolah yang lebih menarik dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
8. Mencegah Penyebaran Penyakit
Dengan menjaga kebersihan, kita dapat mencegah penyebaran penyakit yang dapat
ditularkan melalui kotoran, debu, dan benda-benda yang terkontaminasi. Perpustakaan
yang bersih akan mengurangi risiko penyebaran penyakit menular seperti flu atau infeksi
kulit yang sering muncul di ruang publik yang tidak terjaga kebersihannya.
9. Mendorong Kebiasaan Hidup Sehat
Meningkatkan kebersihan perpustakaan juga merupakan bagian dari mendidik siswa
untuk menjalankan gaya hidup sehat. Kebiasaan menjaga kebersihan dapat diterapkan
tidak hanya di perpustakaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga
menciptakan pola hidup yang lebih sehat bagi siswa.
Tujuan meningkatkan kebersihan lingkungan perpustakaan sekolah sangat penting
untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan mendukung proses belajar yang
efektif. Kebersihan perpustakaan tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengunjung
dan pelestarian koleksi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan citra sekolah dan
pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan. Dengan menjaga
kebersihan, perpustakaan dapat menjadi tempat yang lebih baik untuk belajar dan
berkembang.
D. Fungsi Dan Manfaat Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan
Fungsi dan manfaat meningkatkan kebersihan lingkungan perpustakaan di sekolah
meliputi beberapa aspek penting, antara lain:
1. Menciptakan Lingkungan yang Nyaman: Kebersihan perpustakaan akan menciptakan
suasana yang nyaman dan kondusif untuk belajar dan membaca, sehingga siswa lebih
betah dan fokus dalam melakukan kegiatan akademik.
2. Menjaga Kesehatan: Lingkungan yang bersih dapat mengurangi risiko penyebaran
penyakit. Ini penting agar siswa tidak terganggu oleh masalah kesehatan yang dapat
menghambat kegiatan belajar.
3. Meningkatkan Citra Perpustakaan: Perpustakaan yang bersih dan teratur menciptakan
citra yang baik di mata siswa, guru, dan pengunjung lainnya, yang dapat
meningkatkan minat untuk mengunjungi dan memanfaatkan fasilitas tersebut.
4. Mengajarkan Tanggung Jawab: Dengan menjaga kebersihan, siswa dapat belajar
tentang pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar mereka. Ini dapat
menjadi nilai pendidikan yang berharga.
5. Meningkatkan Produktivitas: Lingkungan yang bersih dan terorganisir dapat
meningkatkan fokus dan produktivitas siswa, karena mereka akan lebih mudah
menemukan buku atau referensi yang dibutuhkan.
6. Mengurangi Gangguan: Kebersihan yang terjaga dapat mengurangi gangguan yang
disebabkan oleh debu, sampah, atau barang yang berantakan, sehingga meminimalkan
distraksi selama kegiatan belajar.
Dengan menjaga kebersihan perpustakaan, semua pihak dapat berperan aktif dalam
menciptakan tempat yang lebih baik untuk kegiatan belajar-mengajar.
E. Faktor Pendukung Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan
Beberapa faktor pendukung yang dapat membantu dalam pelaksanaan untuk
meningkatkan kebersihan lingkungan perpustakaan di sekolah antara lain:
1. Kesadaran dan Partisipasi Siswa: Melibatkan siswa dalam kegiatan menjaga
kebersihan seperti jadwal piket atau kampanye kebersihan dapat meningkatkan
kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan yang bersih.
2. Dukungan dari Pihak Sekolah: Kepala sekolah dan staf administrasi yang mendukung
program kebersihan serta menyediakan anggaran atau fasilitas yang diperlukan untuk
mendukung kebersihan di perpustakaan.
3. Sarana dan Prasarana yang Memadai: Penyediaan alat kebersihan seperti sapu, pel,
tempat sampah yang cukup, dan peralatan lainnya sangat penting dalam mendukung
upaya menjaga kebersihan di perpustakaan.
4. Pelatihan dan Edukasi: Memberikan pelatihan atau informasi tentang pentingnya
kebersihan dan cara merawat fasilitas perpustakaan kepada siswa, guru, dan staf. Ini
juga bisa mencakup cara mengelola sampah dan mendaur ulang.
5. Rutinitas dan Pengawasan: Menetapkan jadwal rutinitas kebersihan yang jelas, seperti
pembersihan harian, serta adanya pengawasan untuk memastikan bahwa kebersihan
terjaga secara konsisten.
6. Keterlibatan Guru dan Staf Perpustakaan: Guru dan staf perpustakaan harus terlibat
aktif dalam menjaga kebersihan, memberikan contoh yang baik, dan memotivasi
siswa untuk menjaga kebersihan bersama.
7. Kampanye Kebersihan: Mengadakan kampanye atau lomba kebersihan antar kelas
atau antar kelompok di sekolah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya
menjaga kebersihan perpustakaan.
8. Penyediaan Fasilitas Pengelolaan Sampah: Menyediakan tempat sampah yang cukup
dan mudah dijangkau untuk memudahkan pembuangan sampah serta menjaga
kebersihan di area perpustakaan.
9. Kedisiplinan dan Ketegasan: Menerapkan aturan yang jelas tentang kebersihan dan
menegakkan disiplin, seperti memberi sanksi bagi yang tidak menjaga kebersihan
atau merusak fasilitas.
Dengan adanya faktor pendukung tersebut, kebersihan lingkungan perpustakaan
di sekolah dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan.
F. faktor penghambat Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan
Beberapa faktor penghambat dalam peningkatan kebersihan lingkungan perpustakaan di
sekolah antara lain:
1. Kurangnya Kesadaran Siswa dan Staf: Jika siswa dan staf tidak memiliki kesadaran
atau kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya kebersihan, upaya untuk menjaga
kebersihan perpustakaan akan sulit terlaksana dengan baik.
2. Kurangnya Sarana dan Prasarana: Tidak adanya peralatan kebersihan yang memadai,
seperti tempat sampah yang cukup, alat pembersih, atau fasilitas pengelolaan sampah
yang efisien, bisa menghambat upaya menjaga kebersihan.
3. Keterbatasan Waktu: Jadwal yang padat, baik bagi siswa maupun staf, seringkali
menjadi kendala dalam menyisihkan waktu untuk merawat kebersihan lingkungan
perpustakaan, seperti membersihkan secara rutin.
4. Kurangnya Pengawasan dan Penegakan Aturan: Tanpa adanya pengawasan yang
konsisten atau penegakan aturan yang tegas, kebersihan perpustakaan bisa terganggu
akibat kelalaian dalam memelihara kebersihan atau membuang sampah sembarangan.
5. Kurangnya Dukungan Pihak Sekolah: Jika pihak sekolah, terutama pimpinan dan staf
administrasi, tidak mendukung atau memberikan perhatian yang cukup terhadap
masalah kebersihan perpustakaan, hal ini dapat menjadi penghambat dalam
pelaksanaan kebersihan yang efektif.
6. Kondisi Fisik Bangunan yang Tidak Mendukung: Perpustakaan yang tidak memiliki
ventilasi atau pencahayaan yang cukup, atau bahkan memiliki fasilitas yang rusak,
dapat mempersulit upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan.
7. Kebiasaan Lama yang Sulit Diubah: Jika siswa atau staf sudah terbiasa dengan
lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya, akan sulit untuk mengubah kebiasaan
tersebut dan memotivasi mereka untuk menjaga kebersihan.
8. Kurangnya Edukasi tentang Kebersihan: Tanpa adanya program edukasi atau
sosialisasi yang memadai mengenai cara menjaga kebersihan dan pentingnya
kebersihan, mungkin akan sulit untuk memotivasi semua pihak untuk berpartisipasi.
9. Jumlah Siswa yang Banyak: Jika jumlah siswa yang menggunakan perpustakaan
sangat banyak, akan lebih sulit untuk menjaga kebersihan, terutama jika tidak ada
pembagian tugas atau pengawasan yang memadai.
10. Tidak Adanya Sistem Pemberian Insentif: Tanpa adanya sistem penghargaan atau
insentif bagi siswa yang menjaga kebersihan, mereka mungkin kurang termotivasi
untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan perpustakaan.
Mengatasi faktor-faktor penghambat ini memerlukan upaya bersama antara siswa,
staf perpustakaan, dan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan perpustakaan yang
bersih dan nyaman.
BAB IV
PELAKSANAAN PPLM
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah melakukan kegiatan PPLM maka penulis dapat menyimpulkan
bahwa untuk membuat laporan ini diperlukan adanya kerjasama dari
berbagai pihak. Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat
menyimpulkan sebagai berikut.
B. Saran
Lampiran - Lampiran