0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan32 halaman

Laporan PPLM di SMP Negeri 4 Surade

Laporan ini membahas tentang Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat (PPLM) yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Surade sebagai bagian dari tugas akhir siswa Madrasah Aliyah Nida Bahari. PPLM bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dan memberikan pengalaman langsung tentang dunia kerja. Selain itu, laporan ini juga menggambarkan kondisi sekolah, struktur organisasi, dan visi misi SMP Negeri 4 Surade.

Diunggah oleh

haspira663
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan32 halaman

Laporan PPLM di SMP Negeri 4 Surade

Laporan ini membahas tentang Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat (PPLM) yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Surade sebagai bagian dari tugas akhir siswa Madrasah Aliyah Nida Bahari. PPLM bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dan memberikan pengalaman langsung tentang dunia kerja. Selain itu, laporan ini juga menggambarkan kondisi sekolah, struktur organisasi, dan visi misi SMP Negeri 4 Surade.

Diunggah oleh

haspira663
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIK PENGABDIAN LAPANGAN MASYARAKAT (PPLM)

PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 SURADE


KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2024

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir


Kelas XII Jurusan IPA
Madrasah Aliyah Nida Bahari Jampangkulon

Di susun oleh :
Asep Suryana

MADRASAH ALIYAH NIDA BAHARI JAMPANGKULON


KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2024/2025
Jln. Pasir Pogor Indah 05 Alun-alun Jampangkulon, Sukabumi 2024
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat zaman sekarang ini,

membuat kita untuk lebih membuka diri dalam menerima perubahan perubahan yang

terjadi akibat kemajuan dan perkembangan tersebut. Agar kita dapat menjadi calon

generasi muda yang tidak buta terhadap kemajuan zaman.

PPLM merupakan sarana pembelajaran diluar sekolah dalam upaya meningkatkan

kualitas kompetensi para siswa yang sesuai dengan bidang keahlian dan tuntutan dunia

kerja. Dengan adanya PPLM siswa dapat mengetahui bagaimana dunia kerja yang

sesungguhnya, dan mampu menerapkan teori yang diterima disekolah dengan

pelaksanaan nyata dilingkungan sehingga Siswa-siswi MA Nida Bahari siap terjun

langsung ke dunia kerja.

B. Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat

Tujuan awal penulisan laporan ini untuk memenuhi salah satu syarat ketuntasan

Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat (PPLM) dan menjadi bukti selama

praktikan mengikuti kegiatan tersebut. PPLM ini sebagai pengenalan dunia kerja

terhadap peserta didik secara langsung agar mampu menumbuhkan sikap professional

peserta didik dan tanggung jawab untuk memasuki dunia kerja


2. Manfaat Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat

Selain mempunyai tujuan-tujuan, Praktik Pengabdian Lapangan Masyarakat juga

mempunyai manfaat-manfaat yang berguna bagi peserta didik, antara lain:

a. Lebih memberikan gambaran yang jelas pengaruh komputerisasi di SMP Negeri 4

Surade.

b. Sebagai perbandingan antara teori yang telah didapat selama pembelajaran

dengan kenyataan yang ada SMP Negeri 4 Surade

c. Dapat memperoleh kemudahan untuk memahami dan menekuni pekerjaan yang

diberikan oleh Guru SMP Negeri 4 Surade

C. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan PPLM dilaksanakan selama 21 hari, dimulai tanggal 04 November 2024 s.d 23

November 2024 yang bertempat di SMP Negeri 4 Surade. Untuk jam kerja di SMP

Negeri 4 Surade dimulai pada pukul 07.30 WIB s.d pukul 14.00 WIB dari hari Senin s.d

Jum’at.

D. Ruang Lingkup

E.
BAB II

GAMBARAN UMUM SEKOLAH

A. Kondisi Objektif Sekolah

Kondisi objektif sekolah adalah gambaran faktual tentang keadaan sekolah berdasarkan

berbagai aspek, seperti :

1. Fasilitas dan Infrastruktur

 Kondisi bangunan sekolah (kelas, laboratorium, perpustakaan, kantor guru, ruang

ibadah).

 Kelengkapan sarana belajar seperti komputer, alat peraga, meja, kursi, dan buku.

 Keadaan lingkungan fisik (taman, lapangan, kebersihan).

2. Kualitas Sumber Daya Manusia

 Kualifikasi dan kompetensi guru (pendidikan, sertifikasi, pelatihan).

 Rasio jumlah guru terhadap siswa.

 Peran dan keaktifan staf pendukung seperti tenaga administrasi dan kebersihan.

3. Prestasi Akademik dan Non-Akademik

 Hasil ujian nasional, lomba, atau kompetisi.

 Partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.

4. Kondisi Siswa

 Jumlah siswa aktif, tingkat kehadiran, dan partisipasi.

 Keberagaman latar belakang sosial ekonomi siswa.

 Masalah yang sering dihadapi siswa (contoh: putus sekolah, perilaku).

5. Manajemen Sekolah

 Pola kepemimpinan kepala sekolah.


 Proses penyusunan dan pelaksanaan program kerja.

 Sistem administrasi dan pelaporan.

6. Hubungan dengan Masyarakat

 Dukungan orang tua/wali siswa terhadap kegiatan sekolah.

 Kerjasama sekolah dengan lembaga lain (contoh: pemerintah daerah, komunitas).

Kondisi objektif ini dapat digunakan untuk menyusun rencana strategis, menentukan

prioritas pembenahan, atau merancang program peningkatan mutu sekolah.

B. Gambaran Umum Sekolah

Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah jenjang pendidikan formal di Indonesia

yang berada di antara tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA) atau

sederajat. SMP adalah bagian dari pendidikan dasar yang bertujuan untuk memberikan

pengetahuan dan keterampilan dasar kepada siswa sebelum melanjutkan ke jenjang yang

lebih tinggi. SMP merupakan jenjang pendidikan tingkat kedua setelah SD, yang

biasanya ditempuh oleh siswa berusia 12–15 tahun.

Pelajar Sekolah menengah pertama umumnya berusia 12-15 tahun , di Indonesia

setiap warga Negara berusia7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Sekolah

menengah pertama diselenggarakan oleh pemerintah maupun suasta. Sejak

diberlakukanya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan Sekolah menengah

pertamadi Indonesia yang sebelumnya berada di bawah departemen pendidikan nasional,

kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota, kjsedangkan

departemen pendidikan nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar

nasional pendidikan.
Program pendidikan di SMP berlangsung selama tiga tahun, yaitu mulai dari kelas

7 hingga kelas 9. Kurikulum yang digunakan di SMP dapat mengikuti Kurikulum 2013

atau Kurikulum Merdeka, tergantung kebijakan pemerintah dan sekolah. Penilaian

dilakukan melalui tugas, ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester.

Siswa kelas 9 biasanya mengikuti Ujian Sekolah (US) atau asesmen lainnya sebagai

syarat kelulusan.

Dengan berbagai fasilitas dan programnya, SMP berperan penting dalam

membentuk generasi muda yang berpengetahuan luas, berkarakter baik, dan siap

melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Sejarah Singkat SMP Negeri 4 Surade

SMP Negeri 4 Surade adalah sebuah sekolah SMP negeri yang berlokasi di Jl.

Munjul, Desa Sirnasari, Kec. Surade, Kab. Sukabumi. SMP negeri ini pertama kali

berdiri pada tahun 2007. Sekarang SMP Negeri 4 Surade memakai panduan kurikulum

belajar pemerintah yaitu SMP 2013. SMP Negeri 4 Surade dibawah kepemimpinan

seorang kepala sekolah yang bernama Sobari dan operator sekolah Rully Decendy. SMP

Negeri 4 Surade terakreditasi grade B dengan nilai 88 (akreditasi tahun 2017) dari BAN-

S/M (Badan Akreditasi Nasional) Sekolah/Madrasah.

C. Bidang Tugas Sekolah Menengah Pertama

1. Kepala Sekolah

Kepala Sekolah berfungsi sebagai Edukator, Manager, Administrator, Supervisor,

Leader, Inovator dan Motivator (EMASLIM). Kepala Sekolah selaku edukator

bertugas melaksanakan proses pengajaran secara efektif dan efisien.


Kepala Sekolah selaku manajer mempunyai tugas :

 Menyusun perencanaan

 Mengorganisasikan kegiatan

 Mengarahkan / mengendalikan kegiatan

 Mengkoordinasikan kegiatan

 Melaksanakan pengawasan

 Menentukan kebijaksanaan

 Mengadakan rapat mengambil keputusan

 Mengatur proses belajar mengajar

 Mengatur administrasi katatausahaan, kesiswaan, ketenagaan, sarana prasarana,

keuangan

Kepala Sekolah selaku administrator bertugas menyelenggarakan administrasi :

 Perencanaan

 Pengorganisasian

 Pengarahan dan pengendalian

 Pengkoordinasian

 Pengawasan

 Evaluasi  Kurikulum

 Kesiswaan

 Ketatausahaan

 Ketenagaan

 Kantor

 Keuangan
 Perpustakaan

 Laboratorium

 Ruang keterampilan – kesenian

 Bimbingan konseling

 UKS

 OSIS

 Serbaguna

 Media pembelajaran

 Gudang

 Kantin / warung sekolah

 Koperasi sekolah7K

 Sarana / prasarana dan perlengkapan lainnya

Kepala Sekolah selaku Supervisor bertugas menyelenggarakan supervisi mengenal :

 Proses belajar mengajar

 Kegiatan bimbingan

 Kegiatan ekstrakulikuler

 Kegiatan kerja sama dengan masyarakat / instansi lain

 Kegiatan ketatausahaan

 Sarana dan prasarana

 Kegiatan OSIS

 Kegaitan 7K

 Perpustakaan

 Laboratorium
 Kehadiran guru, pegawai, dan siswa.

2. Wakil Kepala Sekolah

Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai

berikut :

 Penyusunan rencana, pembuatan program kegiatan dan program pelaksanaan

 Pengorganisasian

 Pengarahan

 Ketenagakerjaan

 Pengkoordinasian

 Pengawasan

 Penilaian

 Identifikasi dan pengumpulan data

 Pengembangan keunggulan

 Penyusunan laporan

3. Urusan Kurikulum

 Menyusun dan menjabarkan Kalender Pendidikan

 Menyusun Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran

 Mengatur Penyusunan Program Pengajaran (Program Semester, Program Satuan

Pelajaran, dan Persiapan Mengajar, Penjabaran dan Penyesuaian Kurikulum)

 Mengatur pelaksanaan program penilaian Kriteria Kenaikan Kelas, Kriteria

Kelulusan dan Laporan Kemajuan Belajar Siswa serta pembagian Raport dan

STTB

 Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan


 Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar

 Mengatur Pengembangan MGMP dan Koordinator mata pelajaran

 Mengatur Mutasi Siswa

 Melaksanakan supervisi administrasi dan akademis

 Menyusun Laporan

4. Urusan Kesiswaan

 Mengatur pelaksanaan Bimbingan Konseling

 Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7K (Keamanan, Kebersihan,

Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan dan Kerindangan)

 Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi: Kepramukaan, Palang

Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Usaha Kesehatan

Sekolah (UKS), Patroli Keamanan Sekolah (PKS) Paskibra

 Mengatur pelaksanaan Kurikuler dan Ekstra Kurikuler

 Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah

 Menyelenggarakan Cerdas Cermat, Olah Raga Prestasi

 Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapat beasiswa

5. Urusan Saran Dan Prasarana

 Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang proses belajar

mengajar

 Merencanakan program pengadaannya

 Mengatur pemanfaatan Sarana Prasarana

 Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian

 Mengatur pembakuannya
 Menyusun laporan

6. Urusan Hubungan Masyarakat

 Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan komite dan peran komite

 Menyelenggarakan bakti social, karyawisata

 Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan di sekolah (gebyar seni)

 Menyusun laporan

7. Guru Mata Pelajaran

 Membuat Perangkat Pembelajaran

 Melaksanakan kegiatan pembelajaran

 Melaksanakan kegiatan Penilaian Proses Belajar, Ulangan Harian, Ulangan

Umum, Ujian Akhir

 Melaksanakan analisis hasil ulangan harian

 Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan

 Mengisi daftar nilai siswa

 Edit untuk kenaikan perangkatnya

8. Wali Kelas

Pengelolaan kelas

 Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi : Denah tempat duduk siswa, Papan

absensi siswa, Daftar pelajaran kelas, Daftar piket kelas,Buku absensi siswa,

Buku kegiatan pembelajaran/buku kelas, Tata tertib siswa, pembuatan statistik

bulanan siswa

 Pengisian daftar kumpulan nilai (legger)

 Pembuatan catatan khusus tentang siswa


 Pencatatan mutasi siswa

 Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar

 Pembagian buku laporan hasil belajar

9. Guru Bimbingan Dan Konselin

 Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling

 Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang

dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar

 Memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam

Kegiatan belajar

 Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran

tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai

 Mengadakan penilaian pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan

 Menyusun Satatistik hasil penilaian B.K

 Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar

 Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut Bimbingan dan Konseling

 Menyusun laporan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

10. Pustaka Sekolah

 Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronik

 Pengurusan pelayanan perpustakaan

 Perencanaan pengembangan perpustakaan

 Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku / bahan pustaka / media elektronika

 Inventarisasi dan pengadministrasian buku-buku / bahan pustaka / media

elektronika
 Melakukan layanan bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya, serta

masyarakat

 Penyimpanan buku perpustakaan / media elektronika

 Menyusun Tata tertib perpustakaan

 Menyusun Laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala

11. Pengelola Laboratorium

 Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium

 Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium

 Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium

 Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium

 Inventarisasi dan pengadministrasian peminjam alat-alat laboratorium

 Menyusun laporan pelaksanaan kagiatan laboratorium

12. Kepala Tata Usah

 Penyusunan program kerja tata usaha sekolah

 Pengelolaan keuangan sekolah

 Pengurus administrasi ketenagaan dan siswa

 Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah

 Penyusunan administrasi perlengkapan

 Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah

 Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7K

 Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan


D. Visi dan Misi SMP Negeri 4 Surade

 Visi

Visi SMP Negeri 4 Surade Kabupaten Sukabumi yaitu :

"Terwujudnya lulusan SMP Negeri 4 Surade Kabupaten Sukabumi yang

terdidik, cerdas, berprestasi dan berkarakter ramah".

Indikator:

a Unggul dan berprestasi dalam bidang akademik

b Unggul dan berprestasi dalam bidang non akademik

c Berprestasi dalam bidang olahraga

d Berprestasi dalam bidang kesenian

e Berprestasi dalam bidang keagamaan

f Berkarakter ramah ( Religius-Aktif-Mandiri-Asri dan Humanis)

 Misi

Misi SMP Negeri 4 Surade Kabupaten Sukabumi yaitu :

a Menumbuhkan nilai-nilai RELIGIUS dan merealisasikannya dalam

kehidupan sehari-hari

b Mendorong siswa AKTIF dan MANDIRI untuk mengenali potensi dirinya

dan memberikan kesempatan untuk mengembangkannya

c Menciptakan lingkungan sekolah yang ASRI dan peduli lingkungan

d Menciptakan situasi dan kondisi sekolah yang HUMANIS yang mampu

meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar


E. Struktur Organisasi SMP Negeri 4 Surade

F. Tujuan Dan Fungsi Sekolah SMP Negeri 4 Surade

Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,

kepribadian, akhlak mulia, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logis serta

keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan

memiliki keseimbangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terpadu dalam

kehidupan sehari-hari, juga mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke

jenjang SMA, SMK, atau sederajat.

Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar

menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak

mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis

serta bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan dasar adalah Meletakkan dasar kecerdasan pengetahuan

kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan Mengikuti

pendidikan yang lebih lanjut.

Fungsinya adalah menyampaikan pengetahuan dan melaksanakan pendidikan

yang cerdas terutama untuk wilayah Surade dan sekitarnya.


BAB III

KAJIAN TEORI

Meningkatkan Kebersihan Perpustakaan di SMP Negeri 4 Surade untuk Menciptakan

Lingkungan yang Nyaman dan Produktif

Oleh : Asep Suryana

A. Pengertian Literasi, Perpustakaan dan Kebersihan

Perpustakaan merupakan salah satu pilar pendidikan yang memiliki peran penting

dalam meningkatkan literasi masyarakat. Di era modern, tantangan perpustakaan semakin

meningkat karena rendahnya minat baca di kalangan masyarakat, terutama di Indonesia,

yang berdasarkan data UNESCO memiliki tingkat membaca yang rendah dibandingkan

negara lain.

Sebagai pusat literasi, perpustakaan menyediakan akses terhadap sumber

informasi dalam bentuk buku, majalah, jurnal, dan dokumen digital. Selain itu,

kebersihan perpustakaan menjadi aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang

nyaman dan mendukung aktivitas literasi.

 Literasi

Secara umum, literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis,

berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Literasi

tidak hanya tentang membaca dan menulis tetapi juga mencakup keterampilan berpikir

kritis, menganalisis informasi, serta mengomunikasikan ide.

Pengertian Literasi Menurut Para Ahli:


1. UNESCO (2006): Literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi,

memahami, menafsirkan, membuat, mengomunikasikan, dan menghitung

menggunakan materi tercetak maupun tertulis dalam berbagai konteks.

2. Graham & Perin (2007): Literasi adalah kemampuan untuk menulis dan membaca

secara efektif, yang mencakup pemahaman, analisis, dan komunikasi.

3. Anderson dan Pearson (1984): Literasi adalah proses interaktif antara pembaca

dan teks, di mana pembaca mengaitkan pengalaman mereka dengan teks untuk

menciptakan pemahaman baru.

4. National Institute for Literacy (2007): Literasi mencakup kemampuan individu

untuk membaca, menulis, berbicara dalam bahasa tertentu, menghitung, dan

memecahkan masalah pada tingkat yang diperlukan dalam masyarakat.

 Perpustakaan

Perpustakaan sekolah adalah fasilitas yang menyediakan koleksi buku, bahan

bacaan, dan sumber belajar lainnya untuk mendukung proses pembelajaran, penelitian,

dan pengembangan literasi siswa dan guru.

Pengertian Perpustakaan Menurut Para Ahli :

1. Sutarno NS (2006): Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan, mengolah,

menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk kebutuhan pembelajaran dan

pengembangan ilmu pengetahuan.


2. Sulistyo-Basuki (1993): Perpustakaan adalah tempat yang mengelola bahan pustaka

yang bertujuan untuk memberikan layanan kepada penggunanya, termasuk siswa dan

guru di sekolah.

3. UNESCO (1970): Perpustakaan adalah organisasi yang memiliki koleksi informasi,

diorganisasikan untuk digunakan oleh pengguna tertentu, termasuk mendukung

pendidikan dan literasi.

4. Depdiknas (2004): Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada di

lingkungan sekolah yang berfungsi untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

 Kebersihan

Kebersihan adalah kondisi lingkungan yang terbebas dari kotoran, sampah, dan

segala sesuatu yang dapat menurunkan kualitas hidup, baik dari segi fisik maupun

psikologis. Kebersihan tidak hanya mencakup aspek fisik, seperti pembersihan area dan

pemeliharaan fasilitas, tetapi juga kesehatan, pengelolaan sampah, serta upaya

pencegahan penyakit. Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk menciptakan

suasana yang sehat, nyaman, dan mendukung produktivitas baik di rumah, sekolah,

tempat kerja, maupun di ruang publik.

Beberapa para ahli mengemukakan tentang kebersihan

1. Sutrisno (2019) mengemukakan bahwa kebersihan berkontribusi pada terciptanya

suasana yang nyaman, yang mendukung aktivitas fisik dan mental. Dalam konteks

sekolah, kebersihan yang terjaga akan meningkatkan kenyamanan siswa dan guru,

sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif. Lingkungan

yang bersih dan terorganisir dapat meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar.
2. Kamaruddin (2020) menjelaskan bahwa kebersihan tidak hanya berkaitan dengan

aspek individu, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama dalam masyarakat.

Peran serta setiap individu dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik di rumah

maupun di tempat umum, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat

dan harmonis. Kebersihan merupakan cerminan dari nilai-nilai sosial dan budaya

dalam suatu komunitas.

3.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kebersihan adalah faktor penting dalam menjaga

kualitas hidup manusia, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Kebersihan

berhubungan erat dengan kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas. Selain itu,

kebersihan juga memiliki dampak psikologis yang signifikan dan mencerminkan etika

sosial masyarakat. Menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang harus

diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, tempat kerja, sekolah, maupun di

ruang publik. Dengan menjaga kebersihan, kita dapat menciptakan lingkungan yang

sehat, aman, dan nyaman bagi semua pihak.

B. Kebersihan Perpustakaan sebagai Penunjang Literasi

Literasi merupakan kemampuan individu untuk membaca, memahami,

menganalisis, dan menggunakan informasi dari berbagai sumber. Sedangkan

Perpustakaan adalah : Institusi yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan, penyediaan,

dan pengelolaan informasi untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan literasi

masyarakat.

1. Pentingnya Kebersihan di Perpustakaan


Kebersihan di perpustakaan memegang peranan penting dalam

menciptakan lingkungan yang nyaman, mendukung aktivitas belajar, dan menjaga

keawetan koleksi buku serta fasilitas lainnya. Lingkungan perpustakaan yang

bersih memberikan kenyamanan kepada pengunjung untuk membaca dan belajar.

Kebersihan juga penting untuk menjaga kondisi fisik koleksi perpustakaan

agar tidak rusak akibat debu, kelembapan, atau serangan hama seperti rayap.

Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kebersihan di perpustakaan sangat

penting:

a. Memberikan Kenyamanan bagi Pengunjung

Lingkungan perpustakaan yang bersih dan tertata rapi akan menciptakan

suasana yang menyenangkan dan nyaman bagi pengunjung. Kebersihan

membuat ruang baca terasa lebih kondusif, sehingga pengunjung dapat

lebih fokus saat membaca, belajar, atau melakukan penelitian.

b. Menjaga Kesehatan Pengguna dan Petugas

Lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber penyakit, terutama karena

debu, jamur, dan kuman yang mungkin menempel pada buku, meja, atau

fasilitas lainnya. Kebersihan yang terjaga membantu mencegah

penyebaran penyakit, seperti alergi, flu, atau infeksi saluran pernapasan,

yang dapat mengganggu aktivitas pengguna dan petugas perpustakaan.

c. Melindungi Koleksi Buku dan Sumber Daya Perpustakaan

Buku dan dokumen di perpustakaan rentan terhadap kerusakan akibat

debu, kelembapan, dan serangan hama seperti rayap atau tikus. Jika

kebersihan tidak dijaga, koleksi buku dapat cepat rusak, mengurangi


umur pakainya. Dengan menjaga kebersihan, perpustakaan dapat

melestarikan koleksinya untuk generasi mendatang.

d. Meningkatkan Citra Perpustakaan

Perpustakaan yang bersih mencerminkan profesionalisme pengelolanya.

Hal ini juga menunjukkan bahwa perpustakaan menghargai pengunjung

dan koleksi yang dimiliki. Perpustakaan yang bersih cenderung lebih

menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan menggunakan

fasilitas yang tersedia.

e. Mendukung Peningkatan Minat Baca

Lingkungan yang bersih dan nyaman menjadi salah satu daya tarik utama

bagi pengunjung. Jika perpustakaan terlihat kotor dan tidak terawat,

pengunjung mungkin enggan untuk datang. Sebaliknya, perpustakaan

yang bersih dapat meningkatkan daya tarik, sehingga lebih banyak orang

terdorong untuk memanfaatkan fasilitasnya dan menumbuhkan minat

baca.

f. Mencegah Kerugian Finansial

Kotoran dan kelembapan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada

buku, peralatan elektronik, atau furnitur perpustakaan. Hal ini dapat

menimbulkan kerugian finansial karena biaya perbaikan atau penggantian

aset yang rusak. Kebersihan rutin membantu menghindari pengeluaran

tambahan ini.

2. Upaya Meningkatkan Kebersihan Perpustakaan

a. Penyediaan Fasilitas Kebersihan:


Menyediakan tempat sampah di sudut-sudut strategis.

Memberikan fasilitas hand sanitizer di pintu masuk dan area baca.

b. Edukasi Pengunjung:

Mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan melalui papan

pengumuman atau kampanye singkat.

Melarang pengunjung membawa makanan atau minuman ke dalam area

perpustakaan.

c. Perawatan Koleksi dan Ruang Baca:

Melakukan perawatan buku secara berkala, seperti pembersihan dan

penyimpanan di tempat yang kering.

Membersihkan meja, kursi, dan rak buku setiap hari.

3. Kolaborasi dengan Komunitas dan Relawan

a. Komunitas Literasi: Mengadakan kegiatan kerja bakti untuk

membersihkan perpustakaan secara berkala.

b. Program Sukarelawan: Mengajak pelajar atau masyarakat umum menjadi

relawan kebersihan perpustakaan

C. Tujuan Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan

Tujuan Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan Sekolah sangat

penting untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran, kenyamanan pengunjung,

serta pelestarian koleksi buku. Berikut adalah beberapa tujuan utama dalam

meningkatkan kebersihan lingkungan perpustakaan di sekolah:

1. Meningkatkan Kenyamanan Pengunjung


Kebersihan lingkungan perpustakaan bertujuan untuk menciptakan suasana yang nyaman

bagi siswa, guru, dan pengunjung lainnya. Perpustakaan yang bersih dan rapi membuat

pengunjung merasa betah dan dapat lebih fokus dalam melakukan kegiatan membaca

atau belajar tanpa gangguan.

2. Mendukung Proses Pembelajaran yang Efektif

Lingkungan yang bersih akan membantu meningkatkan konsentrasi siswa. Perpustakaan

yang terjaga kebersihannya akan memberikan ruang yang kondusif untuk belajar,

mengerjakan tugas, dan berkreasi. Dengan demikian, kebersihan mendukung efektivitas

kegiatan pembelajaran di sekolah.

3. Menjaga Kesehatan Pengunjung

Kebersihan lingkungan perpustakaan juga berhubungan erat dengan kesehatan.

Lingkungan yang bersih dapat mengurangi risiko penyakit, seperti alergi atau infeksi

yang disebabkan oleh debu, kuman, atau bakteri. Dengan menjaga kebersihan, kita

menciptakan ruang yang lebih sehat untuk semua orang yang berada di dalamnya.

4. Melindungi Koleksi Buku dan Fasilitas Perpustakaan

Kebersihan yang baik membantu menjaga kualitas koleksi buku dan fasilitas lainnya di

perpustakaan. Debu, kotoran, dan kelembapan yang tidak terjaga dapat merusak buku,

rak, dan peralatan lainnya. Dengan membersihkan dan merawatnya secara rutin, koleksi

buku dapat tetap terjaga dalam kondisi baik dan dapat digunakan dalam waktu yang lebih

lama.

5. Menciptakan Lingkungan yang Menyenangkan dan Estetis

Perpustakaan yang bersih dan terorganisir akan lebih menarik secara visual dan lebih

menyenangkan untuk dikunjungi. Lingkungan yang estetis tidak hanya membuat


pengunjung merasa nyaman, tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih banyak

mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkan fasilitas yang ada.

6. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Siswa

Salah satu tujuan lainnya adalah untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada siswa

dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan

menjaga kebersihan perpustakaan, mereka akan belajar untuk peduli terhadap kebersihan

dan merawat fasilitas bersama.

7. Meningkatkan Citra Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan yang selalu bersih dan terawat akan meningkatkan citra sekolah di mata

siswa, orang tua, dan masyarakat. Citra positif ini penting untuk menciptakan lingkungan

sekolah yang lebih menarik dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

8. Mencegah Penyebaran Penyakit

Dengan menjaga kebersihan, kita dapat mencegah penyebaran penyakit yang dapat

ditularkan melalui kotoran, debu, dan benda-benda yang terkontaminasi. Perpustakaan

yang bersih akan mengurangi risiko penyebaran penyakit menular seperti flu atau infeksi

kulit yang sering muncul di ruang publik yang tidak terjaga kebersihannya.

9. Mendorong Kebiasaan Hidup Sehat

Meningkatkan kebersihan perpustakaan juga merupakan bagian dari mendidik siswa

untuk menjalankan gaya hidup sehat. Kebiasaan menjaga kebersihan dapat diterapkan

tidak hanya di perpustakaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga

menciptakan pola hidup yang lebih sehat bagi siswa.

Tujuan meningkatkan kebersihan lingkungan perpustakaan sekolah sangat penting

untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan mendukung proses belajar yang
efektif. Kebersihan perpustakaan tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengunjung

dan pelestarian koleksi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan citra sekolah dan

pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan. Dengan menjaga

kebersihan, perpustakaan dapat menjadi tempat yang lebih baik untuk belajar dan

berkembang.

D. Fungsi Dan Manfaat Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan

Fungsi dan manfaat meningkatkan kebersihan lingkungan perpustakaan di sekolah

meliputi beberapa aspek penting, antara lain:

1. Menciptakan Lingkungan yang Nyaman: Kebersihan perpustakaan akan menciptakan

suasana yang nyaman dan kondusif untuk belajar dan membaca, sehingga siswa lebih

betah dan fokus dalam melakukan kegiatan akademik.

2. Menjaga Kesehatan: Lingkungan yang bersih dapat mengurangi risiko penyebaran

penyakit. Ini penting agar siswa tidak terganggu oleh masalah kesehatan yang dapat

menghambat kegiatan belajar.

3. Meningkatkan Citra Perpustakaan: Perpustakaan yang bersih dan teratur menciptakan

citra yang baik di mata siswa, guru, dan pengunjung lainnya, yang dapat

meningkatkan minat untuk mengunjungi dan memanfaatkan fasilitas tersebut.

4. Mengajarkan Tanggung Jawab: Dengan menjaga kebersihan, siswa dapat belajar

tentang pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar mereka. Ini dapat

menjadi nilai pendidikan yang berharga.


5. Meningkatkan Produktivitas: Lingkungan yang bersih dan terorganisir dapat

meningkatkan fokus dan produktivitas siswa, karena mereka akan lebih mudah

menemukan buku atau referensi yang dibutuhkan.

6. Mengurangi Gangguan: Kebersihan yang terjaga dapat mengurangi gangguan yang

disebabkan oleh debu, sampah, atau barang yang berantakan, sehingga meminimalkan

distraksi selama kegiatan belajar.

Dengan menjaga kebersihan perpustakaan, semua pihak dapat berperan aktif dalam

menciptakan tempat yang lebih baik untuk kegiatan belajar-mengajar.

E. Faktor Pendukung Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan

Beberapa faktor pendukung yang dapat membantu dalam pelaksanaan untuk

meningkatkan kebersihan lingkungan perpustakaan di sekolah antara lain:

1. Kesadaran dan Partisipasi Siswa: Melibatkan siswa dalam kegiatan menjaga

kebersihan seperti jadwal piket atau kampanye kebersihan dapat meningkatkan

kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan yang bersih.

2. Dukungan dari Pihak Sekolah: Kepala sekolah dan staf administrasi yang mendukung

program kebersihan serta menyediakan anggaran atau fasilitas yang diperlukan untuk

mendukung kebersihan di perpustakaan.

3. Sarana dan Prasarana yang Memadai: Penyediaan alat kebersihan seperti sapu, pel,

tempat sampah yang cukup, dan peralatan lainnya sangat penting dalam mendukung

upaya menjaga kebersihan di perpustakaan.

4. Pelatihan dan Edukasi: Memberikan pelatihan atau informasi tentang pentingnya

kebersihan dan cara merawat fasilitas perpustakaan kepada siswa, guru, dan staf. Ini

juga bisa mencakup cara mengelola sampah dan mendaur ulang.


5. Rutinitas dan Pengawasan: Menetapkan jadwal rutinitas kebersihan yang jelas, seperti

pembersihan harian, serta adanya pengawasan untuk memastikan bahwa kebersihan

terjaga secara konsisten.

6. Keterlibatan Guru dan Staf Perpustakaan: Guru dan staf perpustakaan harus terlibat

aktif dalam menjaga kebersihan, memberikan contoh yang baik, dan memotivasi

siswa untuk menjaga kebersihan bersama.

7. Kampanye Kebersihan: Mengadakan kampanye atau lomba kebersihan antar kelas

atau antar kelompok di sekolah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya

menjaga kebersihan perpustakaan.

8. Penyediaan Fasilitas Pengelolaan Sampah: Menyediakan tempat sampah yang cukup

dan mudah dijangkau untuk memudahkan pembuangan sampah serta menjaga

kebersihan di area perpustakaan.

9. Kedisiplinan dan Ketegasan: Menerapkan aturan yang jelas tentang kebersihan dan

menegakkan disiplin, seperti memberi sanksi bagi yang tidak menjaga kebersihan

atau merusak fasilitas.

Dengan adanya faktor pendukung tersebut, kebersihan lingkungan perpustakaan

di sekolah dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan.

F. faktor penghambat Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Perpustakaan

Beberapa faktor penghambat dalam peningkatan kebersihan lingkungan perpustakaan di

sekolah antara lain:

1. Kurangnya Kesadaran Siswa dan Staf: Jika siswa dan staf tidak memiliki kesadaran

atau kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya kebersihan, upaya untuk menjaga

kebersihan perpustakaan akan sulit terlaksana dengan baik.


2. Kurangnya Sarana dan Prasarana: Tidak adanya peralatan kebersihan yang memadai,

seperti tempat sampah yang cukup, alat pembersih, atau fasilitas pengelolaan sampah

yang efisien, bisa menghambat upaya menjaga kebersihan.

3. Keterbatasan Waktu: Jadwal yang padat, baik bagi siswa maupun staf, seringkali

menjadi kendala dalam menyisihkan waktu untuk merawat kebersihan lingkungan

perpustakaan, seperti membersihkan secara rutin.

4. Kurangnya Pengawasan dan Penegakan Aturan: Tanpa adanya pengawasan yang

konsisten atau penegakan aturan yang tegas, kebersihan perpustakaan bisa terganggu

akibat kelalaian dalam memelihara kebersihan atau membuang sampah sembarangan.

5. Kurangnya Dukungan Pihak Sekolah: Jika pihak sekolah, terutama pimpinan dan staf

administrasi, tidak mendukung atau memberikan perhatian yang cukup terhadap

masalah kebersihan perpustakaan, hal ini dapat menjadi penghambat dalam

pelaksanaan kebersihan yang efektif.

6. Kondisi Fisik Bangunan yang Tidak Mendukung: Perpustakaan yang tidak memiliki

ventilasi atau pencahayaan yang cukup, atau bahkan memiliki fasilitas yang rusak,

dapat mempersulit upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan.

7. Kebiasaan Lama yang Sulit Diubah: Jika siswa atau staf sudah terbiasa dengan

lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya, akan sulit untuk mengubah kebiasaan

tersebut dan memotivasi mereka untuk menjaga kebersihan.

8. Kurangnya Edukasi tentang Kebersihan: Tanpa adanya program edukasi atau

sosialisasi yang memadai mengenai cara menjaga kebersihan dan pentingnya

kebersihan, mungkin akan sulit untuk memotivasi semua pihak untuk berpartisipasi.
9. Jumlah Siswa yang Banyak: Jika jumlah siswa yang menggunakan perpustakaan

sangat banyak, akan lebih sulit untuk menjaga kebersihan, terutama jika tidak ada

pembagian tugas atau pengawasan yang memadai.

10. Tidak Adanya Sistem Pemberian Insentif: Tanpa adanya sistem penghargaan atau

insentif bagi siswa yang menjaga kebersihan, mereka mungkin kurang termotivasi

untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan perpustakaan.

Mengatasi faktor-faktor penghambat ini memerlukan upaya bersama antara siswa,

staf perpustakaan, dan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan perpustakaan yang

bersih dan nyaman.


BAB IV

PELAKSANAAN PPLM
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah melakukan kegiatan PPLM maka penulis dapat menyimpulkan

bahwa untuk membuat laporan ini diperlukan adanya kerjasama dari

berbagai pihak. Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat

menyimpulkan sebagai berikut.

B. Saran
Lampiran - Lampiran

Anda mungkin juga menyukai