0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan58 halaman

Metode 8 Langkah Troubleshooting Engine

Dokumen ini membahas prosedur troubleshooting untuk engine Caterpillar, mencakup langkah-langkah diagnostik, metode akses informasi, dan kompetensi yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan teknisi dalam mendiagnosis dan memperbaiki masalah dengan efisien, sehingga mengurangi downtime dan biaya perawatan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap sumber informasi seperti Service Information System (SIS) untuk mendukung proses troubleshooting.

Diunggah oleh

Sendy Boy1
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan58 halaman

Metode 8 Langkah Troubleshooting Engine

Dokumen ini membahas prosedur troubleshooting untuk engine Caterpillar, mencakup langkah-langkah diagnostik, metode akses informasi, dan kompetensi yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan teknisi dalam mendiagnosis dan memperbaiki masalah dengan efisien, sehingga mengurangi downtime dan biaya perawatan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap sumber informasi seperti Service Information System (SIS) untuk mendukung proses troubleshooting.

Diunggah oleh

Sendy Boy1
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Engine Troubleshooting

Method
Tujuan Pembelajaran

Unit ini mengidentifikasi kompetensi yang


diperlukan untuk menerapkan prosedur
dan langkah-langkah yang tepat untuk
mendiagnosa dan memperbaiki kerusakan
pada engine Caterpillar
Alasan

Alasan anda mempelajari hal ini adalah agar


anda dapat melakukan proses
troubleshooting dengan cepat dan tepat
pada engine Caterpillar
Hasil Pembelajaran
• Menjelaskan tentang konsep dasar
troubleshooting
• Menjelaskan tentang metode 8-langkah
troubleshooting
• Menjelaskan tentang metode mengakses
informasi dari Caterpillar untuk
mendukung proses troubleshooting
Konsep Dasar Troubleshooting
Topik Ini Meliputi
• Kemampuan melakukan troubleshooting
• Performance troubleshooter yang ahli
• Faktor lain yang mempengaruhi proses
troubleshooting
• Faktor lain yang membuat menjadi seorang ahli
• Bagaimana cara belajar dan memperbaiki
kemampuan
• Prosedur umum troubleshooting
Kemampuan Troubleshooting
• Banyak orang yang memandang bahwa
troubleshooting adalah sebuah SENI
• Sementara sebagian yang lain melihat
kemampuan troubleshooting adalah
bawaan dari lahir (INNATE ABILITY)
Kompetensi
• Pengetahuan
• Ketrampilan
• Kepribadian
Area yang terkait sebagai seorang
troubleshooter yang ahli
1. Kemampuan physico motorik
2. Penguasaan informasi dasar
3. Mengerti dan paham
4. Kemampuan berfikir dan memecahkan
masalah
Sasaran akhir
1. Customer senang
2. Down time berkurang
3. Produksi meningkat
4. Biaya perawatan dan perbaikan
berkurang
5. Pendapatan dan imej lebih baik
Point Technical Learning
1. Apa namanya…….
2. Seperti apa bentuknya…….
3. Bagaimana cara kerjanya……..
4. Bagaimana cara menyetelnya………
5. Bagaimana cara mengatasinya jika
terdapat masalah……..
6. Dimana didapatkan informasi
pendukungnya………
Performance Troubleshooter
1. Menguasai informasi dasar dan informasi spesifik dari literature
yang tepat
2. Mampu menggunakan dan memahami dengan interpretasi yang
tepat informasi dari service manual, literatur serta tools yang
dibutuhkan
3. Kemampuan menggunakan waktu yang tersedia untuk
menganalisa masalah sebelu bekerja
4. Mengembangkan kemampuan memahami pola yang besar
5. Menguasai hubungan sebab akibat
6. Kemampuan monitor diri sendiri yang kuat
7. Memiliki kemampuan mengorganisir dan strategi
8. Bekerja berdasarkan prosedur troubleshooting yang sistematis,
bukan berpegang pada dugaan tak berdasar (biasanya ini)
9. Hasil dari berlatih dan pengalaman langsung di machine,
menghasilkan kerja yang lebih cepat dan akurat
Faktor lain yang berpengaruh
1. Antisipasi lamanya downtime
2. Antisipasi kerugian operasi
3. Ketersediaan dukungan teknis dan engineering
4. Ketersediaan spare parts
5. Seberapa kompleks tes yang akan dilakukan ?
6. Antisipasi bahaya yang mungkin terjadi
7. Apakah waktu sangat dibatasi ?
8. Apakah customer menginginkan perbaikan sementara atau
permanen?
9. Apakah biaya menjadi pertimbangan utama?
10. Apakah perbaikan berpengaruh terhadap waranty?
11. …………………………
12. …………………………
13. …………………………
14. …………………………
Faktor yang membuat menjadi
Seorang Ahli
1. Menguasai informasi dasar pengetahuan secara teknis
Pengetahuan dasar system dan komponen engine
Literatur dan peralatan yang dibutuhkan
Troubleshooting for mechanical & electronic perspective
2. Menguasai prosedur troubleshooting yang sistematis
3. Mampu mengakses informasi terbaru yang dibutuhkan melalui
Tech – Com, TC, CAT, dsb
4. Pengalaman langsung troubleshooting dan saling bertukar
informasi
5. ……………………
6. …………………...
7. …………………...
8. ……………………
Pemantapan dan Peningkatan
Kemampuan
1. Belajar sendiri (Self study), membaca modul SOTA dan troubleshooting di service
manual disertai latihan menggunakan :
- Metoda prosedur troubleshooting (contoh, menggunakan diagram pohon atau
diagram balok).
- Metoda problem solving berpasangan (2 orang atau lebih).
2. Mengikuti training.
3. Latihan langsung pada machine dengan metoda problem solving berpasangan.
4. Berlatih langsung pada troubleshooting yang sebenarnya.
5. Diskusi dan bertukar informasi.
6. Mengurut skematik mulai dari yang sederhana hingga yang paling rumit.
7. Menghubungi dan berdiskusi dengan pihak lain di Trakindo atau Caterpillar
(Technical support, training center, ahli serta akses informasi terkini dari SIS Web
dll).
8. Mencatat semua informasi yang dibutuhkan dan membuat daftar problem dan
solusinya akan sangat membantu dalam mengingat dan meningkatkan
kemampuan anda.
9. ......................................................
10. ......................................................
11. ......................................................
Prosedur Umum Troubleshooting
• Technical Troubleshooting Task involves

Detection

Diagnostic

Repair
Prosedur Umum Troubleshooting
• Cara Umum yang digunakan
– Membuat “ Dugaan-dugaan” yang
memungkinkan menjadi penyebab masalah
– Mencoba “ Dugaan-dugaan” tersebut
hingga masalah teratasi
Fase Proses Troubleshoot
Proses Diagnosa
• Ter-organisasi, menggunakan metode-
metode yang logis untuk mengidentifikasi
dan memecahkan masalah
• Merupakan critical skill bagi seorang
Service Technician
• Mencerminkan:
– Keefektifan
– Efisiensi dalam melakukan perbaikan system
ataupun komponen
Proses Diagnosa
• Membantu kemampuan untuk
menentukan akar permasalahan dengan
depat dan tepat bagi Service Technician
• Sehingga akan menghemat:
– Waktu
– Energi
– Biaya
Langkah-langkah Diagnosa
1. Yakinkan problem benar-benar terjadi
2. Tentukan problem dengan mencatat
3. Periksa machine secara visual
4. Tuliskan semua kemungkinan penyebab
5. Lakukan tes dan catat hasilnya
6. Temukan akar masalah
7. Perbaiki kerusakan
8. Analisa mengapa problem terjadi
1. Yakinkan problem benar-benar
terjadi
• Menghimpun/mengumpulkan informasi
– Ketahui bagaimana dan kapan problem terjadi
• Tiba-tiba atau perlahan
• Konstan atau tidak teratur (tak tentu)
• Kapan:
– Selama operasi
– Pada kecepatan tertentu
– Saat dibebani
– Saat temperatur tertentu
– Apakah problem terjadi hanya pada kondisi
tertentu
1. Yakinkan problem benar-benar
terjadi
• Kapan terakhir dilakukan perawatan:
– Oleh siapa?
– Apa yang dilakukan?
• Periksa service record
• Periksa machine history
• Tanya lebih dari satu orang
– Bandingkan hasil jawaban
• Bersikap ramah dan bijaksana
1. Yakinkan problem benar-benar
terjadi
• Mendengarkan keluhan customer:
– Apa yang terjadi
– Apa yang dilakukan customer saat timbul
problem
– Sebelum problem terjadi apakah machine
bekerja dengan baik
2. Tentukan problem dengan
mencatat
• Menyusun fakta yang dikumpulkan
• Menafsirkan informasi yang di dapat
• Kondisi operasi:
– Kondisi geografis (berbatu, berpasir,
ketinggian operasi)
– Cuaca (Sangat dingin, sangat panas,
kelembaban tinggi)
– Saat problem muncul, apakah operator
berpengalaman yang mengoperasikan?
2. Tentukan problem dengan
mencatat
• Sejarah machine/engine:
– Preventive maintenance apa yang telah
dilakukan?
– Perbaikan apa yang telah dilakukan
sebelumnya?
• Periksa SIRS dan SIS terkini
3. Periksa machine secara visual
• Secara visual periksa kondisi machine/engine
• Periksa kerusakan yang nampak:
– Kebocoran
– Bolt kendor
– Retak
• Periksa semua level fluida
• Jangan membuat tebakan dari pemeriksaan
secara visual
3. Periksa machine secara visual
• Kumpulkan informasi tambahan yang diperlukan
– Pemeriksaan sensorik (lihat, dengar, raba, cium)
– Pengetesan secara teknis seperti operational
adjustment, standard operation procedure dan
prosedur teknis.
– Lihat service manual, bulletin dan diagram skematik
– Tanya pada technical support seperti supplier, pabrik
dan orang yang sudah ahli
• Verifikasi problem operasional secara aktual
• Kumpulkan bukti
4. Tuliskan semua kemungkinan
penyebab
• Identifikasi kemungkinan kerusakan :
– Identifikasi sebanyak mungkin kemungkinan
penyebab problem yang anda ketahui
– Buatlah daftar permasalahan:
• Dari yang paling sederhana
• Menuju yang paling sulit atau bahkan mustahil
secara teknis
– Gunakan service manual dan skematik
4. Tuliskan semua kemungkinan
penyebab
– Bila problem tidak memiliki penyebab yang
jelas, persempit problem menjadi sub-sistem
dan coba lagi untuk mengidentifikasi
penyebab
– Kumpulkan informasi sebanyak mungkin bila
kemungkinan penyebab sulit untuk
diidentifikasi
– Terapkan prinsip dasar system operasi
5. Lakukan tes dan catat hasilnya
• Periksa kemungkinan-kemungkinan kerusakan :
– Kumpulkan informasi tambahan untuk kemungkinan
kerusakan
– Variasikan pengujian suatu komponen dalam waktu
yang bersamaan untuk menguji kemungkinan
penyebab bila anda tidak terbiasa dengan sistem atau
komponen tersebut
– Bila pengujian memakan waktu atau mahal, cobalah
untuk menyingkirkan beberapa kemungkinan
penyebab sekaligus setiap kali melakukan tes
5. Lakukan tes dan catat hasilnya
– Jangan berasumsi bahwa semua parts baru selalu
beroperasi dengan baik
– Kurangi jumlah kemungkinan dengan pendekatan
sistematis
– Kembalikan konfigurasi sistem kesemula setelah
mengganti komponen atau melakukan tes
• Simulasikan problem:
– Tes komponen/sistem yang dicurigai untuk
memastikan hal itumerupakan penyebabnya
– Minta operator untuk mensimulasikan kondisi saat
problem muncul
5. Lakukan tes dan catat hasilnya
• Catat semua hasil tes, parts yang diganti
dan penyetelan yang dilakukan
• Patuhi peraturan keselamatan kerja saat
melakukan pengujian
6. Temukan akar masalah
• Gunakan semua data yang dikumpulkan untuk
mempersempit dan menemukan
• Lihat daftar kemungkinan penyebab pada langkah-4
• Berdasar informasi dari :
– Operator dan yang lain
– Hasil pemeriksaan
– Hasil pengujian
• Singkirkan semua hal yang BUKAN kemungkinan
penyebab masalah
• Persempit penyebab terjadinya masalah
• Tentukan akar penyebab masalah
7. Perbaiki kerusakan
• Lakukan prosedur yang direkomendasikan untuk
memperbaiki/menghilangkan problem pada
machine/engine
• Catatlah hasil pengujian, parts yang digunakan
dan penyetelan yang dilakukan
• Patuhi aturan-aturan keselamatan selama
melakukan proses perbaikan
• Jika terdapat lebih dari satu masalah pada
daftar kemungkinan penyebab:
– Mulailah dari yang paling simple dan mudah untuk
diperbaiki
7. Perbaiki kerusakan
• Saat perbaikan
– Lakukan pengujian ulang (lebih dari satu kali)
– Pastikan problem benar-benar teratasi
– Cobalah periksa operasional machine:
• Tunggu sampai machine mencapai temperatur
operasi
• Lihatlah pada kondisi kerja normal (jika
memungkinkan)
7. Perbaiki kerusakan
• Jika perbaikan gagal – tetap ditempat dan
amati letak kegagalan untuk perbaikan
selanjutnya
8. Analisa mengapa problem
terjadi
• Periksa setiap solusi yang didapat dengan
pengujian
• Mengapa problem terjadi ?
• Bila kerusakan masih muncul setelah
melakukan pengujian pada solusi (atau
muncul problem baru) lakukan prosedur
troubleshooting lagi
• Mungkin diawali dari proses yang simple
untuk menganalisa
8. Analisa mengapa problem
terjadi
• Mungkin membutuhkan failure analysis report
yang lebih memuaskan termasuk hasil analysis
dan informasi yang relevan pada Service Report
• Hal ini menyediakan informasi yang berharga
dalam design dan supporting machine
• Dapat digunakan untuk meningkatkan
kemampuan diagnosa
– Meningkatkan pengetahuan tentang Caterpillar
machines / komponen / sistem
Fase-fase 8-Langkah Troubleshooting
STEP TUGAS FASE

1 Yakinkan problem benar-benar terjadi


Problem DEFINITION
2 Tentukan problem dengan mencatat

3 Periksa machine secara visual


TUGAS
4 Tuliskan semua kemungkinan penyebab UTAMA
Problem TROUBLE
EVALUATION SHOOTER
5 Lakukan tes dan catat hasilnya
(hinggga akar masalah
Temukan akar masalah ditemukan)
(berpikir logis dengan fakta, hindari dugaan
6
tak berdasar)

Perbaiki kerusakan
(Setelah berkomunikasi dengan pihak yang Problem
7 *
bertanggung jawab) ELIMINATION

Analisa kerusakan
Analisa mengapa problem terjadi
8 (mencegah problem *
berulang)
Sumber Informasi
• Menjelaskan cara mengakses SIS
• Menjelaskan cara mengakses TMI
• SIS Net
• SIS DVD
• SIS Web
• TMI Web
Service Information System
• Merupakan Caterpillar Software yang
digunakan untuk mendapatkan atau
mencari informasi ketika melakukan
service pada engine ataupun machine
Caterpillar
Service Information System
• SIS CD / DVD
– SIS dalam bentuk CD / DVD
– Update setiap bulan sekali
• SIS Network (Intranet)
– SIS DVD yang dimasukkan ke Server untuk bisa
diakses bersamaan
– Update setiap bulan sekali
• SIS Web (Internet)
– SIS yang terhubung langsung dengan Caterpillar
– Update setiap hari
SIS Standalone (DVD)

PC - Standalone

DVD - SIS
SIS Network (Intranet)
Intranet - Server

DVD - SIS

Hub

` `
Client Client Client Client Client
PC PC Notebook Notebook Printer
SIS Web (Internet)
Intranet - Server Firewall Intranet - Server
Firewall

Internet
Router

Hub Hub
Router

` ` ` ` `
Client Client Client Client Client Standalone Client Client Client Client
PC PC Notebook Notebook Printer PC PC PC Notebook Notebook

Trakindo Training Center Cileungsi


Peoria – United States America (USA)
SIS Web
• Akses:
– [Link]
– [Link]

Anda mungkin juga menyukai