Daya Penggerak Belajar Siswa
Daya Penggerak Belajar Siswa
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Kehidupan manusia dipengaruhi oleh motivasi yang erat kaitannya dengan harapan
dan kemauan belajar motivasi itu tumbuh dalam diri seseorang dapat mencapai tujuan
belajar. Dalam belajar, motivasi itu tumbuh dalam diri seseorang dan dapat dirangsang
dari luar. Motivasi belajar bukanlah sesuatu yang siap jadi, tetapi diperoleh dan dibentuk
oleh lingkungan.
Nana Syaodih Sukmadinata (2005: 61) menjelasakan motivasi adalah kekuatan yang
menjadi pendorong kegiatan individu, kondisi dalam diri individu yang mendorong atau
menggerakan dalam individu untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan. Seperti
halnya motivasi belajar, dorongan yang ada dalam diri siswa untuk mencapai hasil belajar
yang maksimal. Siswa akan melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan hasil yang
memuaskan apabila mempunyai motivasi yang tinggi. Hal ini sependapat dengan Sumadi
Suryabrata (2002: 70) yang menjelaskan motivasi adalah keadaan dalam pribadi orang
yang mendorong untuk orang untuk melakukan aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan.
Motivasi belajar dibentuk dan salah satu landasan yang mendorong manusia untuk
tumbuh, berkembang, dan maju mencapai sesuatu. Motivasi belajar dapat dikatakan
sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang dapat timbul pada proses
belajar dan menjamin kelangsungan dalam pembelajarannya. Sependapat dengan Ngalim
Purwanto (2002: 71) yang mengatakan bahwa motivasi adalah sesuatu usaha yang
disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk
bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu.
Sardiman (2007: 75) menjelaskan motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis
yang bersifat non-intelektual dan peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan
gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Motivasi merupakan salah satu faktor
yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa, karena siswa
akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi.
Motivasi menunjukkan kepada faktor-faktor yang memperkuat perilaku. Faktor-
faktor tersebut berasal dari dalam (intrinsik) dan dari luar (ekstrinsik) diri seseorang. Dari
proses terjadinya, motivasi yang timbul pada diri seseorang dapat dilihat dari dua macam
motivasi belajar yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi Ekstrinsik.
Motivasi belajar itu, muncul dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas belajar
untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sardiman (2007: 89) berpendapat, motivasi
intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi tidak perlu dirangsang dari
luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
Itulah sebabnya motivasi intrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi dalam
aktivitas belajar dimulai dan diharuskan berdasarkan suatu dorongan dalam diri dan
secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajarnya. Sardiman (2007: 90) menjelaskan
motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang muncul karena adanya rangsangan atau
dorongan dari luar. Rangsangan itu dapat muncul berupa benda atau dukungan dari
lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam belajar apabila mendapat fasilitas,
pehatian orang tua dan kondisi lingkungan yang ada disekitarnya maka akan muncul
motivasi untuk belajar.
Dari beberapa teori tentang pengertian motivasi diatas, dapat disimpulkan bahwa
motivasi belajar merupakan suatu keadaan yang ada dalam diri individu yang mendorong
siswa untuk belajar dan melakukan ativitas-aktivitas tertentu untuk mendapatkan hasil
belajar dan tujuan secara maksimal.
2. Fungsi Motivasi Belajar
Motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa. Tinggi
rendahnya motivasi belajar yang dimiliki siswa akan ditunjukan pada hasil belajar. Hasil
belajar yang optimal apabila ada motivasi yang tinggi dalam belajar. Semakin tepat
motivasi yang dimiliki semakin berhasil pula peserta didik tersebut dalam meraih hasil
belajar yang diinginkan. Sependapat dengan Nana Syaodih Sukmadinata (2005: 163)
yang mengatakan bahwa, “ Belajar perlu didukung oleh motivasi yang kuat dan konstan.
Motivasi yang lemah serta tidak konstan akan menyababkan kurangnya usaha belajar
yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap hasil belajar”.
Ngalim Purwanto (2002: 70) mengemukakan ada tiga fungsi motivasi, yaitu: 1)
mendorong siswa untuk berbuat; 2) menentukan arah perbuatan; 3) menyeleksi
perbuatan. Siswa mempunyai energi belajar yang tinggi dalam meraih keberhasilan
dalam belajarnya. Siswa dapat menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus
dikerjakan yang serasi mencapi tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang
tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Fungsi motivasi belajar dapat diartikan sebagai
kekuatan atau daya gerak dalam diri siswa yang menggerakan atau menimbulkan
kegiatan belajar, menjamin kegiatan belajar tetap berjalan dan mendengarkan kegiatan
pada tujuan yang ingin dicapai.
Ngalim Purwanto (2002: 71) berpendapat mengenai motivasi seseorang dinyatakan
dengan berbagai kata, seperti: hasrat, kehendak, maksud, minat, tekad, kemauan,
dorongan, kebutuhan, kehendak, cita-cita, dan kehausan. Jadi fungsi motivasi dalam
belajar dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang dapat
timbul pada proses belajar dan menjamin kelangsungan dalam pembelajarannya. Maka
motivasi yang dimaksud dalam penelitian ini akan diukur melalui beberapa indikator.
Adapun beberapa indikator tersebut adalah adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya
dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya
penghargaan dalam belajar, adannya kegiatan yang menarik dalam belajar, adanya
lingkungan belajar yang kondusif.
3. Ciri – Ciri Motivasi Belajar
Untuk mengetahui dan melengkapi mengenai makna motivasi, perlu dikemukakan
adanya beberapa ciri motivasi. Menurut Sardiman (2003: 83) motivasi yang ada pada diri
peserta didik memiliki ciri-ciri, yaitu tekun mengadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan
(tidak lekas putus asa), memajukan minat terhadap bermacam-macam masalah untuk
orang dewasa, lebih senang bekerja mandiri, cepat bosan pada tugas-tugas rutin (hal-hal
bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja sehingga kurang kreatif), dapat
mempertahankan pendapatnya, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu, senang
mencari dan memecahkan masalah sosial. Siswa yang mempunyai hasrat yang tinggi
untuk belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku mempunyai peranan yang besar
dalam keberhasilan dalam belajar.
Djaali (2007: 109) mengemukakkan siswa yang memiliki motivasi belajar yang
tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) menyukai situasi atau tugas yang menuntut tanggung jawab pribadi atas hasil-
hasilnya;
2) memilih tujuan yang realitas tetapi menantang dari tujuan yang terlalu mudah
dicapai atau terlalu besar resikonya;
3) mencari situasi dimana ia memperoleh umpan balik dengan segera;
4) senang bekerja sendiri dan bersaing untuk mengingguli orang lain;
5) tidak tergugah untuk sekedar mendapatkan imbalan melainkan mencari lambang
prestasi, suatu ukuran keberhasialan.
Siswa yang mempunyai karakteristik seperti diatas, maka sudah mempunyai potensi
untuk memperoleh hasil belajar yang diinginkan. Ciri-ciri motivasi di atas dapat
mengetahui atau dijadikan indikator siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi.
2.1.2 Aplikasi Duolingo
1. Tentang Duolingo
Aplikasi Duolingo termasuk kedalam kategori mobile learning dimana pembelajaran
memanfaatkan perangkat mobile (Smartphone). Menurut Jorge dkk. (2015: 51)
mengatakan bahwa mobile learning mengacu pada proses belajar yang didukung oleh
penggunaan teknologi perangkat mobile tanpa kabel dengan karakteristik penggunanya
adalah siswa yang secara fisik tidak harus saling bertemu satu sama lain ditempat yang
sama seperti di ruang kelas, ruang instruksi atau tempat pelatihan dalam belajar. Siswa
tersebut memiliki perangkat seluler sebagai bagian dari rutinitas sehari hari mereka.
Aplikasi Duolingo merupakan salah satu aplikasi belajar bahasa gratis yang
diciptakan oleh Luis Von Ahn dan Severin Hacker. Aplikasi ini bersifat mobile, selain
tersedia dalam versi web Duolingo juga tersedia dibeberapa system operasi seperti
Android, Ios dan Windows Phone. Aplikasi ini menyediakan 66 kursus bahasa yang
berbeda dan tersedia dalam 23 bahasa. Pembelajaran disediakan dalam bentuk tertulis
maupun dengan suara, ada juga praktek berbicara untuk pengguna yang lebih
berpengalaman. Terdapat soal-soal dalam satu bab yang harus diselesaikan oleh
pengguna aplikasi ini.
Setiap bab terdiri atas kalimat yang harus diterjemahkan, kalimat tersebut bisa
mengandung kata baru ataupun yang sudah dipelajari. Setelah pengguna menjawab soal
tersebut, pengguna dapat langsung mengetahui apakah jawaban mereka benar atau salah.
Setiap jawaban yang benar akan menambah poin dan sebaliknya. Aplikasi Duolingo yang
terpasang di smartphone ataupun yang diakses melalui website memerlukan koneksi data
internet.
2. Karakteristik Duolingo
Aplikasi Duolingo menampilkan materi berbentuk teks, audio dan visual. Pada
proses awal pelajaran bahasa Inggris akan diisi oleh materi yang mudah terlebih dahulu
dengan level kesulitan yang akan terus meningkat. Bila telah lulus dalam beberapa materi
pelajaran maka pengguna dapat masuk ke tingkatan [Link] memiliki
tampilan antar muka atau Interface yang rapih dan sesuai dengan konteksnya, Penyajian
pada setiap materi mudah dimengerti, ringkas dan menarik. Tampilan tersebut tentu saja
dibuat sedemikian rupa agar teks terlihat dominan dalam pembelajarannya dengan
demikian pengguna dapat dengan mudah memahami dan membaca setiap susunan kata
yang muncul.
Pada level dasar pelajaran bahasa Inggris, tersedia beberapa tema seperi hewan,
makanan, kepemilikan. Masing-masing tema tersebut dapat dipilih oleh pengguna untuk
menguji kemampuan bahasa Inggrisnya, jika pengguna memilih hewan maka soal-soal
yang akan muncul berhubungan dengan hewan sebagai temanya. Soal yang muncul
adalah menerjemahkan kalimat, menentukan pasangan kalimat yang benar,
menerjemahkan kata yang diucapkan dan mengucapkan kata yang ditulis. Pembelajaran
yang disajikan sangat interaktif karena pengguna dituntut untuk mengucapkan kata atau
kalimat yang benar dengan bahasa Inggris sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.
Namun jika pengguna salah mengucapkan maka akan langsung mendapatkan umpan
balik berupa jawaban yang
benar dari materi tersebut.
Penyusunan kalimat pada setiap soal juga diiringi oleh suara virtual berbahasa
Inggris dimana pengguna dapat mengetahui secara langsung pengucapan kata yang benar
dalam bahasa Inggris sehingga dapat membantu kemampuan berkomunikasi dalam
bahasa Inggrisnya.
3. Kelebihan Duolingo
Aplikasi Duolingo bersifat lintas platform sehingga dapat digunakan diberbagai
sistem operasi seperti Android, iOS, dan Windows phone. Juga dapat digunakan pada
sistem operasi komputer seperti windows 10 dan Mac Os sehingga pengguna dapat
menyesuaikan dengan perangkat yang dimiliknya. Duolingo dapat diunduh pada
penyedia toko aplikasi seperti app store dan playstore secara gratis sehingga dapat
dikatakan bahwa tidak ada biaya yang dikeluarkan dalam mendapatkan aplikasi
Duolingo. Kemudian dalam segi penampilan, Tampilannya yang user friendly dan
penyajian materi yang menyenangkan menjadikan duolingo sangat membantu seseorang
dalam belajar berbahasa Inggris.
Aplikasi Duolingo termasuk dalam kategori mobile learning dimana pengguna dapat
menggunakannya dimana saja dan diwaktu kapan saja selama tersedia akses jaringan
internet. Hal ini sejalan dengan yang diutarakan oleh Calimag (2014: 121) bahwa salah
satu dasar pertimbangan pengembangan media ajar berbasis mobile adalah adanya
fleksibilitas dalam pengaksesan informasi kapan dan dimana saja. Jika dilihat dari segi
evektivitas dalam pembelajaran, aplikasi Duolingo memiliki potensi untuk memberikan
pembelajaran dan pengalaman baru karena siswa dapat terlibat langsung dalam kegiatan
belajar.
4. Langkah Dasar Pengguanaan Duolingo
Di dalam penggunaannya, aplikasi Duolingo memiliki beberapa cara dalam
menggunakannya. Peneliti menggunakan smartphone berbasis iOS. Berikut adalah cara
penggunaan aplikasi Duolingo dalam perangkat iOS.
Ruang lingkup kompetensi bahasa Inggris yang sesuai dengan Kurikulum 2013 pada
mata pelajaran bahasa Inggris SMK kelas XI yang terdapat pada Aplikasi Duolingo
meliputi Kompetensi tindak bahasa yaitu mendengarkan (Listening), berbicara
(Speaking), membaca (Reading) dan menulis (Writing). Kemudian Kompetensi linguistik
(Kebahasaan) yang diwujudkan dalam kemampuan menerapkan dan memahami unsur-
unsur tata bahasa, kosakata, lafal dan ejaan dalam teks dengan benar.
Berdasarkan ruang lingkup kompetensi tersebut, Aplikasi Duolingo memiliki kesesuaian
dengan kompetensi bahasa Inggris yang berlaku untuk siswa SD dimana kompetensi
tersebut dapat ditemukan pada soal-soal bahasa Inggris di aplikasi Duolingo yang
termasuk didalamnya adalah kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa
Inggris dalam bentuk tulisan. Kompetensi tersebut akan menyesuaikan dengan tingkatan
level dan kemampuan siswa dalam penggunaan Aplikasi Duolingo.
2.1.3 Pengaruh Penggunaan Game Duolingo terhadap Motivasi Belajar Bahasa Inggris
Siswa SD
1. Pengaruh Antara Aplikasi Duolingo terhadap Kemampuan Berkomunikasi Bahasa
Inggris
Guru merupakan komponen yang utama dalam proses pembelajaran. Pada setiap
aktivitas proses pembelajaran, interaksi yang baik antara guru dan Peserta didik
merupakan aspek yang penting dalam keberhasilan pembelajaran. Dalam Miarso (2007:
154), proses pembelajaran harus didasarkan pada prinsip terjadinya interaksi secara
optimal antara peserta didik dengan pendidik, peserta didik sendiri, serta peserta didik
dengan aneka sumber belajar termasuk lingkungan. Hambatan belajar yang dialami oleh
peserta didik dalam mata pelajaran bahasa Inggris salah satunya adalah kemampuan
berkomunikasi. Seperti yang sudah diketahui, kemampuan berkomunikasi merupakan
salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran Bahasa Inggris khususnya
pada materi Speaking.
Penerapan Metodologi dan pendekatan yang sesuai merupakan cara atau upaya guru
dalam menangani siswa yang mengalami hambatan belajar. Sejalan dengan itu, Uno dan
Mohamad dalam Lutvaidah (2015: 2) mengungkapkan bahwa Metodologi pembelajaran
didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru dalam menjalankan fungsinya dan
merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap materi pembelajaran tidak
dapat menggunakan metode pembelajaran yang sama, oleh karena itu sebelum mengajar
seorang guru harus memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi. Proses
pembelajaran yang menarik dan menyenangkan akan membuat peserta didik termotivasi
untuk mengikutinya.
Penggunaan media pembelajaran tidak hanya membantu siswa dalam belajar namun
juga membantu guru dalam mencapai keberhasilan pembelajarannya. Strategi yang
digunakan dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi adalah menggunakan media
pembelajaran aplikasi Duolingo. Dengan penampilan grafis visual dan audio yang
digunakan merupakan program audio dari penutur asli sehingga dapat mendukung
pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris.
2. Pengaruh Antara Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Berkomunikasi Bahasa
Inggris
Mempelajari Bahasa Inggris membutuhkan motivasi belajar sebagai penunjang
keberhasilan belajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi diharapkan
mampu belajar dengan baik sehingga dapat menguasai pelajaran dan meningkatkan hasil
belajar bahasa Inggrisnya. Seorang siswa dikatakan memiliki motivasi belajar apabila
mempunyai kemauan sendiri untuk belajar bahasa inggris, siswa memiliki rasa tanggung
jawab dan rasa percaya diri dengan kemampuannya dalam proses belajar bahasa inggris.
Dengan demikian, motivasi belajar merupakan usaha anak atau siswa untuk
mengembangkan dirinya dengan adanya kemauan yang timbul dalam diri sendiri bukan
karena dorongan luar atau orang lain.
Motivasi dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris khususnya pada kemampuan
berkomunikasi sangat penting karena dengan adanya motivasi akan mampu untuk
mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berfikir dan bertindak. Siswa dapat
berlatih kemampuan bahasa Inggrisnya dengan menjawab soal dan mempelajari berbagai
kosakata yang belum diketahuinya. Dengan berlatih secara rutin, menandakan bahwa
siswa telah memiliki motivasi belajar bahasa Inggris sehingga dapat meningkatkan
kemampuan komunikasi bahasa Inggris.
3. Pengaruh Antara Aplikasi Duolingo dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan
Berkomunikasi Bahasa Inggris
Sebagai media pembelajaran, penggunaan aplikasi Duolingo diharapkan mampu
membuat siswa menjadi lebih aktif, bersemangat dan antusias selama pembelajaran
bahasa Inggris berlangsung. Dalam proses pembelajaran, kehadiran media mempunyai
arti yang sangat penting karena dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan
melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris tidak
terlepas dari penggunaan media belajar Duolingo dan motivasi belajar siswa itu sendiri.
Motivasi belajar memberikan dorongan yang kuat kepada siswa untuk
mengeksplorasi bagaimana kegiatan belajar mereka dapat diselaraskan dengan realitas
sehari-hari mereka. Ini menciptakan ruang bagi siswa untuk merasa terinspirasi dan
memiliki semangat yang tinggi dalam mengejar kemampuan berkomunikasi bahasa
Inggris. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengambil keputusan
sendiri, motivasi bertindak sebagai pendorong utama di balik upaya mereka. Siswa
merasa termotivasi untuk mengatur dan menyesuaikan strategi belajar mereka secara
mandiri, karena mereka merasa terdorong oleh tujuan yang ingin dicapai. Dalam konteks
ini, motivasi memainkan peran penting dalam menggerakkan siswa menuju pencapaian
tujuan bahasa Inggris mereka, memberikan energi dan fokus yang diperlukan untuk
meraih kesuksesan.
Dengan penggunaan aplikasi Duolingo, siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris di
kelas saja melainkan juga mendorong siswa untuk belajar secara mandiri sehingga siswa
akan memiliki pemahaman yang baik tentang materi bahasa Inggris khususnya pada
kemampuan berkomunikasi. Apabila siswa memiliki pemahaman yang baik dalam bahasa
Inggris besar kemungkinan tujuan pembelajaran akan tercapai dengan efektif dan efisien.
Dengan demikian dapat diduga terdapat pengaruh antara penggunaan aplikasi Duolingo
dan motivasi belajar terhadap kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris siswa.
4. Keterkaitan dengan Teknologi Pendidikan
Penggunaan Media Pembelajaran Duolingo erat kaitannya dengan salah satu bidang
kajian Teknologi Pendidikan yaitu Using (Pemanfaatan) yang mengacu pada teori dan
praktek yang terkait dengan membawa peserta didik berhubungan dengan kondisi sumber
belajar yaitu aplikasi Duolingo. Organisasi Pendidikan (AECT) selalu mengkaji tentang
kemajuan teknologi Pendidikan dan selalu memberikan informasi atas temuan-temuannya
terkait dengan teknologi Pendidikan. Tidak hanya mengkaji tentang media pembelajaran,
teknologi Pendidikan juga mengkaji dengan makna yang lebih luas mulai dari
perancangan, pelaksanaan dan evaluasi.
Pada kajian AECT tahun 2008. Teknologi Pendidikan adalah studi dan praktik etis
dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara
menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan dan mengelola proses dan sumber-
sumber teknologi yang tepat dengan tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi
pembelajaran dan meningkatkan kinerja. Kajian AECT 2008 lebih spesifik menekankan
pada studi dan etika praktek. Diilustrasikan definisi teknologi Pendidikan menurut AECT
2008 sebagai berikut:
Gambar 2. 4 AECT 2008
Jadi, hipotesis nol adalah asumsi default yang harus dibuktikan salah dengan bukti statistik
yang cukup, sedangkan hipotesis alternatif adalah klaim yang ingin dibuktikan benar. Sehingga
inti dari pernyataan yang ada masuk dalam hipotesis [Link], hipotesis alternatif
menyatakan klaim yang ingin diuji, yaitu adanya hubungan antara variabel-variabel yang diuji.
Dalam kasus Anda, pernyataan-pernyataan tersebut mengajukan klaim bahwa ada hubungan
antara variabel-variabel yang disebutkan, seperti penggunaan aplikasi Duolingo atau tingkat
motivasi belajar dengan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris siswa.