0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan1 halaman

Unsur dan Perkembangan Kultur Sekolah

Dokumen ini membahas kultur sekolah sebagai pola nilai dan norma yang dibentuk oleh kepala sekolah, guru, staf, dan siswa, serta unsur-unsur budaya sekolah yang terbagi menjadi kasat mata dan tidak kasat mata. Selain itu, dokumen ini menjelaskan aspek perkembangan anak, seperti fisik, intelek, emosi, sosial, bahasa, bakat khusus, serta sikap dan nilai, beserta permasalahan yang mungkin dihadapi. Terakhir, terdapat penjelasan mengenai empat kompetensi guru yang meliputi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, serta prinsip-prinsip yang harus dimiliki pendidik.

Diunggah oleh

Guru Kelas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan1 halaman

Unsur dan Perkembangan Kultur Sekolah

Dokumen ini membahas kultur sekolah sebagai pola nilai dan norma yang dibentuk oleh kepala sekolah, guru, staf, dan siswa, serta unsur-unsur budaya sekolah yang terbagi menjadi kasat mata dan tidak kasat mata. Selain itu, dokumen ini menjelaskan aspek perkembangan anak, seperti fisik, intelek, emosi, sosial, bahasa, bakat khusus, serta sikap dan nilai, beserta permasalahan yang mungkin dihadapi. Terakhir, terdapat penjelasan mengenai empat kompetensi guru yang meliputi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, serta prinsip-prinsip yang harus dimiliki pendidik.

Diunggah oleh

Guru Kelas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kultur sekolah

Zamroni merumuskan pengertian kultur sekolah sebagai pola nilai-nilai, norma-norma, sikap, ritual, mitos dan kebiasaan-
kebiasaan yang terbentuk dalam perjalanan panjang sekolah, di mana kultur sekolah tersebut dipegang bersama oleh kepala
sekolah, guru, staf, maupun siswa, sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul
di sekolah.
(Sastrapratedja, 2001: 14) mendeskripsikan unsur-unsur budaya sekolah dalam dua katagori, yakni unsur yang kasat
mata/visual dan unsur yang tidak kasat mata.
- Yang tidak kasat mata itu adalah filsafat
- Adapun unsur yang kasat mata dapat termanifestasi secara konseptual/verbal maupun visual/ materil.
YG VERBAL; : (1) visi, misi, tujuan dan sasaran; (2) kurikulum; (3) bahasa komunikasi; (4) narasi sekolah; (5) narasi tokoh-tokoh;
dan (6) struktur organisasi; (7) ritual; (8) upacara; (9) prosedur belajarmengajar; (10) peraturan, sistem ganjaran/hukuman;
(11) pelayanan psikologis sosial; (12) pola interaksi sekolah dengan orang tua/masyarakat,
YANG MATERIIL DAPAT BERUPA: (1) fasilitas dan peralatan; (2) artifak dan tanda kenangan; (3) pakaian seragam.
ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN;
1. Pertumbuhan Fisik; Pertumbuhan fisik mencakup perubahan dalam ukuran dan bentuk tubuh, termasuk tinggi badan, berat
badan, dan perkembangan organ tubuh.
Permasalahan ; [Link] dalam pertumbuhan fisik/stunting, yang dapat disebabkan oleh masalah nutrisi atau
kesehatan. 2. Obesitas dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, seperti diabetes dan penyakit jantung.
2. Pertumbuhan Intelek; berkaitan dengan perkembangan kemampuan kognitif, seperti berpikir, belajar, dan memecahkan
masalah.
Permasalahan; 1. Kesulitan Belajar 2. Kurangnya stimulasi berarti anak tidak mendapatkan cukup rangsangan atau
pengalaman yang dapat membantu mereka belajar dan berkembang.
3. Perkembangan Emosi; melibatkan kemampuan anak untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka sendiri
serta emosi orang lain.
Permasalahan; Kesulitan Mengelola Emosi, Kecemasan dan Stres
4. Perkembangan Sosial; mencakup kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain, membangun hubungan, dan
memahami norma-norma sosial.
Permasalahan; Kesulitan Berinteraksi, Perilaku Antisosial
5. Perkembangan Bahasa; Perkembangan bahasa melibatkan kemampuan anak untuk memahami dan menggunakan bahasa,
baik lisan maupun tulisan.
Permasalahan; Keterlambatan Bicara, gangguan bahasa, seperti disleksia
6. Bakat Khusus; Bakat khusus merujuk pada kemampuan atau minat yang luar biasa dalam bidang tertentu, seperti seni, musik,
atau olahraga.
Permasalahan; Kurangnya Dukungan, Tekanan untuk Berprestasi yang dapat menyebabkan stres dan kecemasan
7. Sikap, Nilai, dan Moral; Perkembangan sikap, nilai, dan moral melibatkan pembentukan pandangan dan prinsip yang
memandu perilaku anak.
Permasalahan; Pengaruh Negatif Lingkungan, tidak memiliki teladan positif di sekitar mereka, seperti orang tua atau guru
yang menunjukkan sikap dan nilai yang baik.
EMPAT KOMPETENSI GURU
1. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap
peserta didik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
2. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan
bagi peserta didik dan berakhlak mulia.
3. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang
memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar kependidikan.
4. Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara
efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali, peserta didik dan masyarakat sekitar
Prinsip yang harus di miliki seorang pendidik
1. Kemampuan pedagogis, 2. Kemampuan Pribadi, 3. Kemampuan Sosial, 4. Kemampuan Akademik

Anda mungkin juga menyukai