METRIK SERIAL TEKNOLOGI DAN SAINS
(E) ISSN 2774-2989. Volume: 3 Nomor: 1 (2022)
PERTAMBANGAN PASIR DAN TANAH URUG TANPA IZIN PERTAMBANGAN
RAKYAT YANG DILAKUKAN SECARA PERORANGAN (KENNY SUGITA) DI
KAWASAN ALIRAN SUNGAI DAN SAWAH DI DESA NGASTEMI KECAMATAN
BANGSAL, MOJOKERTO JAWA TIMUR
(STUDI KASUS NOMOR 145/[Link]/2019/PN MJK).
Sutrani Indrawati1), Elsi Kartika Sari2)
1,2) Fakultas Hukum, Universitas Trisakti
Corresponding Authors: elsi.k.s@[Link]
sutraniindrawati33@[Link]
Diterima : Januari 2022 Revisi: Januari 2022 Disetujui: Februari 2022 Terbit : Februari 2022
ABSTRAK
Untuk menjalankan usaha pertambangan diperlukan izin merupakan keputusan
administatur pemerintah yang memiliki wewenang sebagai bentuk izin atas
permintaan masyarakat kepada negara sesuai dengan perundang-undangan.1
Akibat dari pertambangan masyarakat yang dilakukan tanpa izin dapat
mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang dapat membahayakan
warga setempat di kawasan tersebut. Bagiamana pertambangan pasir dan tanah
urug tanpa izin pertambangan rakyat yang dilakukan secara perorangan di Kawasan
aliran sungai dan sawah di Desa Ngastemi Bangsal Mojokerto Jawa Timur. Metode
penelitian normative bersifat deskriptif dengan data sekunder serta analisis
kualitatif dengan kesimpulan secara deduktif. Pertambangan pasir dan tanah urug
di Desa Ngastemi Bangsal Mojokerto Jawa Timur diatur dalam Peraturan Bupati No.
2 Tahun 2014, setiap penambangan harus memiliki Izin dari Bupati. Oleh karena itu
apa yang dilakukan secara perorangan (Kenny Sugita) di Kawasan aliran sungai dan
sawah tanpa izin dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 20 ayat1 Peraturan Bupati jo
Pasal 158 UU No. 4 Tahun 2009, namun hakim hanya memberikan keputusan sanksi
pidana 7 (tujuh) bulan penjara dan denda sebesar Rp. [Link] (sepuluh juta
rupiah) dan hakim tidak menjatuhkan sanksi administratif dalam Pasal 19 ayat (2)
Peraturan Bupati dan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014.
Kata Kunci: Hukum Pertambangan, Izin Pertambangan Rakyat.
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pasal 2 ayat (1) UUPA menjabarkan bahwa bumi, air, dan ruang angkasa, serta
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikelola oleh negara pada tingkat yang
setinggi-tingginya sebagai institusi kekuasaan untuk seluruh masyarakat.2 Dalam
penguasaan pertambangan berada pada pemerintah maka pengelolaannya di lakukan
pembagian wewenang dengan mengikuti tingkat kewenangannya, yaitu Pemerintah
tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota. Dalam menjalankan usaha pertambangan
diperlukan izin yang selaras dengan peraturan yang berlaku. Izin merupakan keputusan
1
Pasal 6 Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010
2 Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Pasal 2
16
[Link]
METRIK SERIAL TEKNOLOGI DAN SAINS
(E) ISSN 2774-2989. Volume: 3 Nomor: 1 (2022)
adsministatur pemerintah yang memiliki wewenang sebagai bentuk izin atas
permintaan masyarakat negara sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30
Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan.3 Pemerintah daerah diberi hak
untuk membuat peraturan sendiri di bidang pertambangan mineral dan batubara sesuai
dengan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009. Pertambangan mineral dan
batubara dikelola sesuai dengan peraturan daerah.4 Izin Pertambangan Rakyat yaitu
kuasa Pertambangan dan dikeluarkan oleh Menteri Pertambangan kepada rakyat
setempat, maka oleh Menteri pertambangan wewenang untuk memberikan surat
keputusan izin pertambangan rakyat diberikan kepada Gubenur/ Kepala daerah lalu
Gubernur/ Kepala daerah dapat mengeluarkan surat keputusan Izin Pertambangan
Rakyat di daerahnya. Akibat dari pertambangan masyarakat yang dilakukan tanpa izin
dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang dapat
membahayakan warga setempat di Kawasan tersebut, salah satu terjadi di daerah Desa
Ngastemi Bangsal Mojokerto Jawa Timur masih banyak terjadi penambangan pasir dan
tanah urug secara liar tanpa izin yang ditentukan oleh perundang-undangan.
Berdasarkan uraian penulis tertarik membahas Pertambangan Pasir dan Tanah Urug
Tanpa Izin Pertambangan Rakyat yang dilakukan secara perorangan oleh Kenny Sugita
di Kawasan aliran sungai dan sawah di Desa Ngastemi Kecamatan Bangsal Mojokerto
Jawa Timur (Studi kasus Nomor 145/[Link]/2019/PN Mjk).
1.2 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka penulis
melakukan penelitian dengan tujuan untuk menggambarkan Pertambangan Pasir dan
Tanah Urug Tanpa Izin Pertambangan Rakyat yang dilakukan secara perorangan oleh
Kenny Sugita di Kawasan aliran sungai dan sawah di Desa Ngastemi Kecamatan Bangsal
Mojokerto Jawa Timur (Studi kasus Nomor 145/[Link]/2019/PN Mjk)
II. STUDI PUSTAKA
Pertambangan adalah serangkaian kegiatan yang meliputi eksplorasi mineral,
penambangan (penggalian), pengolahan, penggunaan, dan penjualan (mineral,
batubara, panas bumi, minyak dan gas). Salah satu dari berbagai macam sumber daya
yang terkandung dalam tanah dan air yaitu pertambangan mineral 5. Peraturan
mengenai pertambangan mineral dan batubara di Indonesia terdapat di dalam Undang-
Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Pemerintah Kabupaten / Kota diberikan kewenangan untuk pengelolaan pertambangan
dengan cara membuat peraturan perundang-undangan daerahnya tersendiri maka dari
itu di disetiap daerah di wilayah Indonesia memiliki peraturan perundang-undangan
daerah nya tersendiri dalam rangka pelaksanaan dari Pasal 8 Undang-Undang Nomor 4
Tahun 2009.
Wilayah Pertambangan Rakyat atau bisa juga disebut dengan WPR merupakan
jenis wilayah pertambangan di mana masyarakat melaksanakan aktivitas usaha
pertambangan rakyat berdasarkan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan
dibedakan oleh ukurannya yang besar dan investasi yang minimal. Kegiatan
3
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah.
4 “Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara;”
5 Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara Edisi Revisi (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2016).h.209
17
[Link]
METRIK SERIAL TEKNOLOGI DAN SAINS
(E) ISSN 2774-2989. Volume: 3 Nomor: 1 (2022)
pertambangan rakyat dikelompokkan dalam Pasal 66 UU No. 4 Tahun 2009 sebagai
berikut:
a. Pertambangan mineral logam;
b. Pertambangan mineral bukan logam;
c. Pertambangan batuan; dan/atau
d. Pertambangan batubara.
Setiap usaha pertambangan rakyat pada WPR dapat dilaksanakan apabila telah
mendapatkan IPR. Perizinan di dalam Pasal 1 angka 19 Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 30 Tentang Administrasi Pemerintahan. Izin adalah Keputusan
Pejabat Pemerintahan yang berwenang sebagai wujud persetujuan atas permohonan
Warga Masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.6 Unsur-
unsur izin pertambangan rakyat meliputi adanya izin, adanya usaha pertambangan,
wilayahnya pada pertambangan rakyat, luas wilayahnya terbatas, dan, Investasi
terbatas.7 Luas wilayah untuk 1 (satu) IPR yang dapat diberikan kepada:
a. Perseorangan paling banyak 1 (satu) hektare;
b. Kelompok masyarakat paling banyak 5 (lima) hektare; dan/atau
c. Koperasi paling banyak 10 (sepuluh) hektare.
IPR diberikan untuk jangka waktu paling lama 5 (lima) tahun dan dapat
diperpanjang.
III. METODOLOGI PENELITIAN
Tipe Penelitian yang dipilih menggunakan Normatif dengan sifat penelitian
Deskriptif dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Hasil penelitian
dianalisis secara kualitatif dengan cara penarikan kesimpulan menggunakan pola pikir
deduktif.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Wewenang yang dimiliki oleh daerah dalam hal izin hasil tambang, termasuk
batuan, ditempatkan di setiap provinsi, kabupaten, dan kota tempat bahan galian
berada, sesuai Pasal 8 Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 memberikan kewenangan
kepada otoritas kabupaten/kota guna menguasai pertambangan dengan memutuskan
peraturan daerah. 8 Setiap kegiatan usaha pertambangan wajib mendapatkan izin dari
bupati. Kegiatan pertambangan tersebut meliputi komoditas mineral bukan logam dan
batuan. Izin usaha pertambangan diberikan melalui pemberian WIUP dan pemberian
Izin Usaha Pertambangan (IUP) sedangkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) diberikan
berdasarkan pengajuan dari Perseorangan, kelompok masyarakat maupun Koperasi.
Di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur terdapat peraturan daerah yang mengatur
pertambangan yaitu Peraturan Bupati (PERBUP) Kabupaten Mojokerto Nomor 2 Tahun
2014 tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pertambangan dan Izin Pertambangan
Rakyat Mineral Bukan Logam dan Batuan sebagai ketentuan pelaksanaan dari Pasal 8
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009.
6
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tentang Administrasi Pemerintahan
7 Salim, 2014, Hukum pertambangan Mineral dan Batubara, Jakarta, Sinar Grafika, hlm.90.
8 Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Pasal 8.
18
[Link]
METRIK SERIAL TEKNOLOGI DAN SAINS
(E) ISSN 2774-2989. Volume: 3 Nomor: 1 (2022)
Pasal 1 angka 15 Peraturan Bupati Kabupaten Mojokerto Nomor 2 Tahun 2014,
izin yang didapatkan dalam melakukan kegiatan usaha pertambangan dalam daerah
pertambangan rakyat dengan luas wilayah dan pendanaan terbatas disebut dengan Izin
Pertambangan Rakyat.9 Kegiatan pertambangan yang banyak ditemukan di daerah
kabupaten Mojokerto Jawa Timur merupakan pertambangan jenis batuan yaitu pasir
dan tanah urug. Setiap kegiatan usaha pertambangan wajib mendapatkan izin dari
bupati. Kegiatan pertambangan tersebut meliputi komoditas mineral bukan logam dan
batuan. Izin usaha pertambangan diberikan melalui pemberian WIUP dan pemberian
Izin Usaha Pertambangan (IUP) sedangkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) diberikan
berdasarkan pengajuan dari Perseorangan, kelompok masyarakat maupun Koperasi.
Kegiatan pertambangan pasir dan tanah urug tanpa memiliki izin pertambangan
rakyat ditemukan di Bangsal Mojokerto tepatnya di Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal,
Kabupaten Mojokerto telah dilakukannya pertambangan Pasir dan tanah urug oleh
Kenny Sugita yang dilakukan secara illegal dikarenakan pertambangan tersebut tidak
dimilikinya izin pertambangan rakyat. Pertambangan terhadap pasir dan tanah urug
termasuk jenis pertambangan batuan. Pertambangan tersebut dilakukan diatas tanah
milik Nursalim. Pertambangan pasir dan tanah urug yang dilakukan oleh Kenny Sugita
telah dilakukan sejak tahun 2018 dengan cara mengeruk pasir dan tanah urug
menggunakan excavator/baket merk Hyundai Type 06 PC 220 beserta kunci kontak dan
diangkut menggunakan dump truck dan setelah itu dijual menggunakan dump truck.
Menurut pengakuan dari Kenny Sugita ia telah menerangkan bahwa kegiatan yang
dilakukannya merupakan cetak sawah, bukan usaha pertambangan. Tetapi saat ia di
tangkap oleh pihak yang berwajib Izin tersebut belum dikeluarkan oleh pihak yang
berwenang sehingga ia tidak mempunyai izin tersebut. Pertambangan yang dilakukan
oleh Kenny Sugita sudah dilakukan sejak tahun 2018 selama sekitar dua sampai tiga
bulan dengan tanpa mengantongi izin dari yang berwenang10
Amar Putusan yang diberikan oleh Hakim Pengadilan Negeri Mojokerto Nomor
145/[Link]/2019/PN Mjk memutuskan kepada Kenny Sugita dalam kegiatan
pertambangan yang telah dilakukan telah melanggar Pasal 20 ayat (1) Peraturan Bupati
Nomor 2 Tahun 2014 jo Pasal 158 UU No. 4 Tahun 2009, namun hakim memberikan
keputusan berupa sanksi pidana dan sanksi denda yaitu sanksi pidana 7 (tujuh) bulan
penjara dan denda sebesar Rp. [Link].00 (sepuluh milyar rupiah). Dimana amar
putusan tersebut menurut penulis belum bisa dikatakan adil karena sanksi pidana yang
diberikan oleh Hakim tidak sebanding apa yang telah diatur dalam UU Pertambangan
dan hakim tidak menjatuhkan sanksi administratif sebagaimana yang dimaksud diatur
dalam pasal 19 ayat (2) Peraturan Bupati dan Pasal 81 ayat (1), (2), dan (3) Undang-
Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
9 Peraturan Bupati (PERBUP) Kabupaten Mojokerto No. 2 Tahun 2014 Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pertambangan
dan Izin Pertambangan Rakyat Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pasal 1 angka (15)
10Putusan Hakim Nomor 145/[Link]/2019/PN Mjk
19
[Link]
METRIK SERIAL TEKNOLOGI DAN SAINS
(E) ISSN 2774-2989. Volume: 3 Nomor: 1 (2022)
V. KESIMPULAN
Setiap kegiatan usaha pertambangan wajib mendapatkan izin dari bupati.
Kegiatan pertambangan tersebut meliputi komoditas mineral bukan logam dan batuan.
Izin usaha pertambangan diberikan melalui pemberian WIUP dan pemberian Izin
Usaha Pertambangan (IUP) sedangkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) diberikan
berdasarkan pengajuan dari Perseorangan, kelompok masyarakat maupun Koperasi. Di
kabupaten Mojokerto Jawa Timur terdapat Peraturan Daerah yang mengatur
pertambangan yaitu Peraturan Bupati (PERBUP) Kabupaten Mojokerto Nomor 2 Tahun
2014 sebagai ketentuan pelaksanaan dari Pasal 8 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009.
Kegiatan pertambangan pasir dan tanah urug tanpa memiliki Izin Pertambangan
Rakyat ditemukan di Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto telah
dilakukan oleh Kenny Sugita terhadap pertambangan Pasir dan tanah urug tidak
dimilikinya Izin Pertambangan Rakyat, sudah dilakukan sejak tahun 2018 berdasarkan
Pasal 20 ayat 1 Peraturan Bupati jo Pasal 158 UU No. 4 Tahun 2009, namun hakim
memberikan keputusan berupa sanksi pidana dan sanksi denda yaitu sanksi pidana 7
(tujuh) bulan penjara dan denda sebesar Rp. [Link] (sepuluh juta rupiah) dan
hakim tidak menjatuhkan sanksi administratif sebagaimana yang dimaksud diatur
dalam Peraturan Bupati (PERBUP) pasal 19 ayat (2) dan Pasal 81 ayat (1), (2) , dan (3)
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Redi, Indonesia The Mining Law Review Telaah Atas Kebijakan Hukum
Pertambangan di Indonesia Pasca Perubahan UU Mineral dan Batu Bara
(Yogyakarta:2020).
Samsul Wahindin , Aspek Hukum Pertambangan dan Pertambangan Tanpa Izin
Kontemporer (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2019).
Suryaningsih, Eksistensi Negara atas Pengelolaan dan Pengusahaan Sumber Daya
Mineral dan Batubara (Yogyakarta: Krasi Total Media, 2017).
Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara Edisi Revisi (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada,
2016).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan
Mineral Dan Batubara.
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2010 Tentang Wilayah Pertambangan.
Peraturan Bupati (PERBUP) Kabupaten Mojokerto No. 2 Tahun 2014 Tata Cara
Pemberian Izin Usaha Pertambangan dan Izin Pertambangan Rakyat Mineral
Bukan Logam dan Batuan.
20
[Link]