197
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Siti Nurhalizah 1*, Nurvi Oktiani 2
1,2
Universitas Bina Sarana Informatika
*
E-mail: sitinurhalizah12801@[Link]
Information Article ABSTRAK
History Article Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
Submission: 02-10-2024 motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT
Revision: 15-12-2023 Samugara Artajaya, variabel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah motivasi, disiplin kerja, dan kinerja karyawan.
Published: 01-01-2024
Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan data
primer, wawancara dan kuisioner, menggunakan pendekatan
DOI Article: kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan pur-
10.62421/jibema.v1i1.18 posive sampling dengan perhitungan rumus slovin dan dipe-
roleh sebanyak 30 responden. Analisis data ini menggunakan
uji asumsi klasik analisis koefisien korelasi, analisis koefisien
determinasi, uji t, uji f, uji regresi linear berganda. Berdasarkan
hasil analisis pengujian hipotesis penelitian menunjukkan hasil
yang positif dan signifikan antara variabel motivasi dan disiplin
kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Samugara Artajaya,
hasil uji t motivasi berpengaruh secara positif terhadap kinerja
karyawan, dan untuk disiplin kerja berpengaruh secara positif
terhadap kierja karyawan, dan hasil uji signifikan anova f
terdapat pengaruh secara simultan antara variabel motivasi,
disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.
Kata Kunci: Motivasi, Disiplin Kerja, Kinerja Karyawan
ABSTRACT
This research aims to determine the effect of motivation
and work discipline on employee performance at PT Samugara
Artajaya. The variables used in this research are motivation,
work discipline and employee performance. The data collection
technique used uses primary data, interviews and questio-
nnaires, using a quantitative approach. The sampling technique
used purposive sampling with the Slovin formula calculation
and obtained 30 respondents. This data analysis uses classic
assumptions test of correlation coefficient analysis, coefficient
of determination analysis, t test, f test, multiple linear
regression test. Based on the results of the research hypothesis
testing analysis, it shows positive and significant results
between the variables of motivation and work discipline on
employee performance at PT Samugara Artajaya, the results of
the motivation t test have a positive effect on employee per-
formance, and work discipline has a positive effect on employee
performance, and the results The significant ANOVA F test
Acknowledgment shows a simultaneous influence between motivation variables
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
198
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
and work discipline on employee performance
Keyword: Motivation, Work Discipline, Employee Performance
©2024 Published by JIBEMA. Selection and/or peer-review under responsibility of JIBEMA
PENDAHULUAN
Jika perusahan ingin berhasil bersaing dengan kompetitor sejenisnya, pemilik bisnis
harus menyadari pentingnya komponen pendukung. Sumber daya manusia menjadi salah satu
kelompok yang bertugas membantu pemilik bisnis mencapai tujuannya. Itu juga bisa dilihat
sebagai tanda keberhasilan atau kegagalan organisasi. Karena fakta bahwa mereka adalah
satu-satunya elemen dari suatu organisasi dengan struktur internal yang sangat strategis,
sumber daya manusia menunjukkan pentingnya orang dalam mencapai tujuan organisasi.
Manusia bertindak sebagai kepala, operator, dan orang yang mengembangkan maksud dan
tujuan bisnis, sehingga ia selalu terlibat dan bertanggung jawab atas setiap tugas organisasi.
Tenaga aktif tetap dibutuhkan meski infrastruktur perusahaan lebih berkembang untuk meme-
nuhi tujuan komersial.
Akibatnya, kualitas tenaga kerja sama pentingnya dengan kesuksesan perusahaan
seperti penggunaan peralatan canggih. Oleh karena itu, bisnis membutuhkan personel berkua-
lifikasi tinggi, termasuk manajer dan staf, untuk membantu pencapaian tujuan perusahaan
mereka. Karena semua elemen keberadaan manusia yang relevan dengan kegiatan operasi
sehari-hari perusahaan terpengaruh. Hasilnya menunjukkan bahwasannya ada sejumlah
elemen yang mungkin dapat menjadi pengaruh kinerja organisasi, tetapi bahwa pekerjaan
individu setiap karyawan memiliki dampak paling besar pada keberhasilan organisasi.
Perfomance atau kinerja yaitu jumlah kewajiban yang dapat dihasilkan individu atau
kelompok di suatu organisasi dengan bekerja untuk mencapai tujuan yang konsisten dengan
tugas-tugasnya yang telah dilimpahkan kepada mereka (Hasyim et al., 2020). Pada prinsip-
nya, kinerja mengacu pada kepuasan yang dimiliki seseorang setelah melakukan tugas dan
kegiatan yang telah ditugaskan kepadanya. Oleh karena itu, kinerja sangat penting bagi bisnis
dan individu. Motivasi dan disiplin kerja karyawan merupakan indikator kinerja karyawan
yang baik. Istilah motivasi mengacu pada upaya dan hasrat individu yang terinternalisasi
untuk menyelesaikan tugas. Motivasi setiap orang dapat berkembang, dan itu dipengaruhi
oleh lingkungan mereka. Ketika hasrat individu dapat dipenuhi, itu mempengaruhi motivasi,
yang merupakan hasrat untuk bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi. Seorang karya-
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
199
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
wan jika sudah termotivasi akan berusaha lebih keras di tempat kerja, membuatnya lebih
mudah bagi organisasi untuk mencapai tujuannya.
Karyawan perlu termotivasi dan mematuhi aturan kerja yang ketat agar dapat dirang-
sang untuk bekerja secara efisien. Menurut Sastrohardiwiryo dalam (Hasyim et al., 2020).
Disiplin di tempat kerja adalah sikap yang ideal secara tegas maupun tersirat menunjukkan
rasa menghormati, berterima kasih, kepatuhan, dan kepatuhan terhadap semua peraturan
bisnis yang berlaku. Ini juga mengacu pada kesiapan untuk menerapkan aturan tersebut ke
dalam tindakan dan kesiapan untuk menghadapi hukuman jika seorang karyawan tidak
mematuhi tugas dan kewajiban yang dibebankan kepada mereka.
Untuk meningkatkan kinerja karyawan, tidak cukup hanya memaksakan aturan kerja
yang kaku aspek motivasi juga harus diperhitungkan. Dalam situasi ini, perusahaan membu-
tuhkan inspirasi dari stafnya agar sangat termotivasi untuk memenuhi tujuannya. Dengan
memberikan pembekalan di awal tahun dan menawarkan pelatihan untuk meningkatkan
kemampuan staf, PT Samugara Artajaya mempromosikan motivasi karyawan. Sebagai
bentuk dorongan, perusahaan menawarkan insentif termasuk tunjangan bensin, pulsa, dan
gaji yang mengikuti UMR DKI Jakarta selain pelatihan dan saran. Dengan latar belakang
diatas, dan memperhatikan permasalahan yang sudah diterangkan sebelumnya maka peneliti
terdorong mengangkat pernasalahan penelitian berjudul Pengaruh Motivasi, Disiplin Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di PT Samugara Artajaya dengan menyebarkan Kusioner
kepada karyawan PT Samugara Artajaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karya-
wan PT Samugara Artajaya yang berjumlah 33 karyawan. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan menggunakan perhitungan rumus
slovin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 karyawan PT Samugara Artajaya. Pengam-
bilan data menggunakan data primer dengan melakukan wawancara dan menyebarkan kue-
sioner kepada karyawan PT Samugara Artajaya. Metode analisis yang digunakan adalah
metode kuantitatif, dengan menggunakan software analisis statistik yaitu SPSS versi 26.
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
200
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji Asumsi Klasik
Tabel 1. Uji Multikolonieritas
Unstand Standar Colline
Model t Sig.
ardized dized arity
Toleran
B Std. Error Beta VIF
ce
1 (Constant) 0,357 13,323 0,027 0,979
Motivasi 0,445 0,154 0,431 2,890 0,008 0,491 2,037
Disiplin 0,785 0,246 0,476 3,194 0,004 0,491 2,037
Kerja
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber: data diolah peneliti (2023)
Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah ada korelasi antar variabel
bebas (independen) (Ghozali, 2021). Apabila nilai tolerance < 0,10 dan nilai VIF < 10 maka
tidak adanya multikolonieritas. Berdasarkan tabel pengujian diatas, maka dapat dikatakan
bahwa keseluruhan variabel bebas (independen) memiliki nilai tolerance < 0,10 dan nilai VIF
< 10 maka tidak terjadi multikolonieritas pada variabel beba (independen) tersebut.
Gambar 2 Uji Heteroskedastisitas
Sumber: data diolah peneliti (2023)
Uji Heteroskedastisitas adalah pengujian ketidaksamaan varian dari residual satu
pengamatan ke pengamatan yang lain. Dari grafik Scatterplot diatas menunjukkan bahwa
penyebaran titik tidak beraturan dan tersebar diantara sumbu Y. Maka dapat dinyatakan
bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada pengujian ini
Tabel 1. Uji Autokorelasi
Runs Test
Unstandardized Residual
Test Valuea 1,00805
Cases < Test Value 15
Cases >= Test Value 15
Total Cases 30
Number of Runs 18
Z ,557
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
201
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
Runs Test
Unstandardized Residual
Asymp. Sig. (2-tailed) ,577
a. Median
Sumber: data diolah peneliti (2023)
Uji Autokorelasi adalah pengujian dalam model regresi linear ada korelasi antara
kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebe-
lumnya), pada tabel diatas dapat dilihat pada Run test yang dilakukan menunjukkan bahwa
test value sebesar 1,00805 dengan probabililitas 0,577 dan signifikan 0,05 yang artinya hipo-
tesis nol pada pengujian ini diterima berarti tidak terjadi autokorelasi pada variabel ini.
Tabel 2 Uji Normalitas Grafik Normal P-Plot
Sumber: data diolah peneliti (2023)
Uji normalitas merupakan uji metode regresi, variabel pengganggu atau residual
memiliki distribusi normal. Pada grafik normal P-Plot diatas menunjukkan bahwa penyebaran
titik tidak jauh dari arah garis diagonal maka dapat dinyatakan bahwa asumsi ini memeenuhi
asumsi normalitas.
Tabel 3 Uji Linearitas
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,840a ,705 ,684 6,80259
a. Predictors: (Constant), DISIPLIN KERJA (X2), MOTIVASI (X1)
Sumber: data diiolah peneliti (2023)
Uji Linearitas merupakan uji spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak
dalam pengujian ini menggunakan rumus Lagrange Multiplier. Lagrange Multiplier merupa-
kan uji alternatif dari Ramsey Test. Hasil pengujian ini menunjukkan nilai R2 sebesar 0,705
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
202
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
dengan jumlah n= 30, didapati nilai c2 hitung sebesar 21,15. C2 hitung dibandingkan dengan
df = 26 dan signifikansinya 0,05 maka didapatkan hasil c2 tabel sebesar 38,88514. Karena c2
hitung lebih kecil dari c2 tabel maka dapat dinyatakan bahwa pada pengujian ini yaitu linear.
Pengujian Hipotesis
Tabel 4. Koefisien Korelasi
Hasil Koefisien Korelasi X1 dan Y
Correlations
Motivasi Kinerja Karyawan
Motivasi Pearson Correlation 1 ,771**
Sig. (2-tailed) ,000
N 30 30
**
Kinerja Karyawan Pearson Correlation ,771 1
Sig. (2-tailed) ,000
N 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber: data diolah peeliti (2023)
Pada pengujian koefisien korelasi pada X1 terhadap Y didapati sebesar 0,771, maka
interpretasinya termasuk dalam kategori kuat. Maka terdapat hubungan yang kuat antara
motivasi terhadap kinerja karyawan.
Tabel 5. Hasil Koefisien Korelasi X2 dan Y
Correlations
Disiplin Kerja Kinerja
Karyawan
Disiplin Kerja Pearson Correlation 1 ,784**
Sig. (2-tailed) ,000
N 30 30
Kinerja Pearson Correlation ,784** 1
Karyawan Sig. (2-tailed) ,000
N 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber: data diolah peneliti (2023)
Pada pengujian koefisien korelasi pada X2 terhadap Y didapati hasil sebesar 0,784,
maka interpretasinya termasuk dalam kategori kuat. Maka ada hubungan yang kuat antara
kinerja karyawan dan motivasi.
Tabel 6. Hasil Koefisien Korelasi X1 dan X2
Correlations
Motivasi Disiplin kerja
Motivasi Pearson Correlation 1 ,714**
Sig. (2-tailed) ,000
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
203
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
Correlations
Motivasi Disiplin kerja
N 30 30
Disiplin Pearson Correlation ,714** 1
kerja Sig. (2-tailed) ,000
N 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber: data diolah peneliti (2023)
Hasil pengujian didapati hasil sebesar 0,714, maka interpretasinya termasuk kuat.
Maka ada hubungan yang kuar antara motivasi dan disiplin kerja.
Tabel 1. Uji Signifikan Individual T
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
T Sig.
Model Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) ,357 13,323 ,027 ,979
1 Motivasi (X1) ,445 ,154 ,431 2,890 ,008
Disiplin Kerja (X2) ,785 ,246 ,476 3,194 ,004
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)
Sumber: data diolah peneliti (2023)
Tabel 2. Uji Signifikansi Anova (Uji Statistik F)
ANOVAa
Model Sum of Df Mean F Sig.
Squares Square
1 Regression 2991,534 2 1495,767 32,323 ,000b
Residual 1249,432 27 46,275
Total 4240,967 29
A. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)
B. Predictors: (Constant), Disiplin Kerja (X2), Motivasi Kerja (X1)
Sumber: data diolah peneliti (2023)
Dari hasil tabel diatas nilai F hitung 32,323 F tabel 3,35 dengan probabilitas 0.000. F
hitung 32,323 > F tabel 3,35 maka model regresi ini dapat memberikan indikasi disiplin kerja
dan motivasi secara positif dan signifikan memperngaruhi kinerja karyawan.
Tabel 3 Uji Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of the
Square Estimate
1 ,840 a
,705 ,684 6,80259
a. Predictors: (Constant), Disiplin Kerja (X2), Motivasi (X1)
sumber: data diolah peneliti (2023)
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
204
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
Menurut hasil yang ditampilkan diatas, terdapat koefisien determinasi (R²) sebesar
0,684, artinya variabel independen seperti motivasi dan disiplin kerja menjelaskan sekitar
68,4% dari variasi variabel dependen yaitu kinerja karyawan dan sisanya sebesar 31,6%
dijelaskan oleh sebab lain di luar model ini
Tabel 4 Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) ,357 13,323 ,027 ,979
1 Motivasi (X1) ,445 ,154 ,431 2,890 ,008
Disiplin kerja (X2) ,785 ,246 ,476 3,194 ,004
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)
Sumber: data diolah peneliti (2023)
Y = 0,357 + 0,445X1 + 0,785X2
Dari tabel diatas nilai a sebesar 0,357 jika perusahaan tidak memperhatikan motivasi
dan disiplin kerja didapati hasil nilai kinerja karyawan sebesar 0,357. Dan koefisien regresi
pada motivasi sebesar 0,445 maka dapat dinyatakan bahwa jika terjadi penambahan nilai 1
pada motivasi maka akan meningkat juga nilai kinerja karyawan sebesar 0,445 dengan tetap
mempertahankan nilai disiplin kerja secara konsisten. Koefisien regresi pada disiplin kerja
sebesar 0,785 maka dapat dinyatakan bahwa jika terjadi penambahan nilai 1 pada disiplin
kerja maka akan meningkatkan juga nilai kinerja karyawan sebesar 0,785 dengan tetap
mempertahankan nilai motivasi secara konsisten.
PEMBAHASAN
Hubungan antara motivasi dengan disiplin kerja
Karena mereka memiliki keinginan yang kuat untuk bekerja dan konsisten, kebiasaan
kerja yang disiplin, motivasi dan disiplin kerja yang digabungkan dapat mempengaruhi kiner-
ja tinggi dan buruk di antara karyawan. Rozalia menegaskan bahwa ketika motivasi dan
disiplin di tempat kerja meningkat, demikian juga standar kerja.(I.K.Y Pranata, 2022). Gaga-
san yang disajikan disini berkaitan dengan motivasi dengan disiplin kerja oleh (Siregar et al.,
2022) Ia mengklaim bahwa ada bukti bahwa disiplin dan motivasi di tempat kerja memiliki
dampak besar pada seberapa baik kinerja seorang karyawan. Penelitian lebih lanjut yang
dilakukan sesuai dengan penjelasan di atas telah menghasilkan kesimpulan bahwa kapasitas
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
205
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
seseorang untuk menyelesaikan tugasnya secara efisien sebagian besar dipengaruhi oleh
motivasi dan disiplin kerjanya.
Hubungan antara motivasi dengan kinerja karyawan
Secara teoritis, peningkatan motivasi akan menambah tingkat prestasi kerja pegawai,
yang pada akhirnya akan menambah tingkat prestasi kerja pegawai akan menambah tingkat
prestasi kerja perusahaan secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan manajemen sumber daya
manusia memerlukan pendekatan kinerja. Pernyataan ini dikemukakan oleh Omilani &
Akintolu (Oktiani et al., 2019).
Hubungan antar disiplin kerja dengan kinerja karyawan
Perihal ini dapat disimpulkan dari temuan studi yang dilakukan oleh sejumlah spesia-
lis bahwa disiplin mempengaruhi kinerja karyawan. Ini menunjukkan bahwa disiplin staf pen-
ting untuk kesuksesan individu. Prestasi para pekerja ini akan meningkat jika mereka mene-
rapkan disiplin dalam pekerjaan mereka. Organisasi juga akan berkembang di tahun-tahun
mendatang berkat meningkatnya kesuksesan karyawan. (Muhammad Ekhsan, 2022)
SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan maka dapat ditarik simpulan variabel motivasi memiliki
pengaruh yang positif dan signifikan dengan kinerja karyawan PT Samugara Artajaya dalam
hal ini dapat dilihat dari t hitung 2,890 > tabel distribusi t 2,048 dan nilai signifikannya 0,008
< 0,05. Disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dengan kinerja karya-
wan dapat diuji dengan t hitung 3,194 > tabel distribusi t 2,048 dan nilai signifikan 0,004 <
0,05. Motivasi dan disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan dan positif secara parsial
terhadap kinerja karyawan PT Samugara Artajaya. Dapat diuji dengan nilai F hitung 32,323 >
F tabel 3,35 signifikan 0,000 < 0,05.
DAFTAR PUSTAKA
Amin, M. A. N. (2023). Analisis Perbandingan Abnormal return dan Trading volume activity
Sebelum dan Sesudah Pengumuman Pembelian Kembali Saham (Buyback Stock).
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 1(2), 87-103.
Amin, M. A. N., & Khilmi, T. A. (2023). Pengaruh Likuiditas, Leverage, dan Growth
Terhadap Kinerja. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan
Akuntansi, 1(1), 1-17.
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
206
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
Ardhani, J., & Ratnasari, S. L. (2019). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai
Pt. Pln Batam. Jurnal Dimensi, 8(2), 372–385.
[Link]
Arindita, T. A., & Yunita, E. A. (2023). Pengaruh Laba Rugi, Prediksi Kebangkrutan, dan
Jenis Industri, Terhadap Audit Delay. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi,
Manajemen, dan Akuntansi, 1(1), 54-65.
Auliana, D., & Muttaqin, I. (2023). Pengaruh Religiusitas, Pemahaman Perpajakan, Tarif
Pajak, Diskriminasi, dan Keadilan Pajak Terhadap Penggelapan Pajak. JIBEMA:
Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 1(1), 18-42.
Ekhsan, M. (2022). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan. Acman: Accounting and Management Journal, 2(1), 11–19.
[Link]
Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate edisi 10.
Halimah, S. H. (2023). Pengaruh Standar Operating Procedure dan Lingkungan Kerja
terhadap Produktivitas Karyawan. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi,
Manajemen, dan Akuntansi, 1(2), 127-139.
Hariyanto, D., & Ferdian, R. (2023). Analisis Pengaruh Likuiditas, Solvabilitas, Profitabilitas
Terhadap Harga Saham. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan
Akuntansi, 1(2), 163-175.
Hasyim, M. A. N., Maje, G. I. L., Alimah, V. ’, & Priyadi, S. A. P. (2020). Pengaruh
Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan [Link]. Jesya (Jurnal
Ekonomi & Ekonomi Syariah), 3(2), 58–69. [Link]
I.K.Y Pranata, W. C. (2022). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan. Acman: Accounting and Management Journal, 2(1), 11–19.
[Link]
Julita, nel arianty. (2018). Pengaruh Komunikasi Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Kerja
pegawai. Ekonomi, 195–205.
Kirani, A. (2023). Pengaruh Pengalaman Kerja, Latar Belakang Pendidikan, Komitmen
Organisasi, dan Penilaian Kerja Terhadap Kinerja. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis,
Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 1(1), 43-53.
Kurniasari, R. (2022). Pemberian Motivasi Serta Dampaknya Terhadap Disiplin Kerja
Karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis, 2(2), 89–97.
Kuswati, E. W. (2023). Pengaruh Budaya Organisasi, Moralitas Individu, Pengendalian
Internal dan Whistleblowing System Terhadap Pencegahan Kecurangan Akuntansi.
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 1(1), 66-76.
Norrahman, R. A. (2023). Peran Fintech Dalam Transformasi Sektor Keuangan Syariah.
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 1(2), 101-126.
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License
207
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
Volume 1, No. 3, January 2024, p. 197-207
Nugroho, N., Effendi, C., Arwin, Wong, pong han, & Wilinny. (2019). Analisis Motivasi
Kerja Karyawan Bagian Pemasaran Pt. Global Mitra Prima. Jurnal Ilmiah Kohesi,
3(2), 32–42.
Oktiani, N., Sabariah, E., Saridawati, S., & Caroline, P. (2019). Implementasi Penerapan
Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan Terhadap Peningkatan Produktifitas Kerja.
Widya Cipta: Jurnal Sekretari dan Manajemen, 3(2), 255–262.
[Link]
Pranata, A. K., Landra, N., Puspitawati, M. D. N. (2022). Pengaruh Kompetensi, Motivasi
Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di Pt. Delta Satria Dewata
Denpasar. jurnal EMAS, volume 3(nomor 3), 202–216.
Prasetyo, Y. M. (2023). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Kaizen, dan Kesejahteraan
Terhadap Kepuasan Kerja. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan
Akuntansi, 1(1), 77-86.
Siregar, S., Effendy, S., & Ritonga, S. (2022). Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja
terhadap Kinerja karyawan Bagian Produksi Pengolahan PTPN III Rantauprapat
The Influence of Work Motivation and Work Discipline on Employee Performance in
the Processing Production Division of PTPN III Rantauprap. 4(3), 1791–1802.
[Link]
Sope, A. S. (2023). Analisis Strategi Pemasaran Terhadap Peningkatan Penjualan. JIBEMA:
Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 1(2), 87-100.
Subhan, A., Joesah, N., & Kusuma, A. B. (2023). Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja
dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Karyawan. JIBEMA: Jurnal Ilmu
Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 1(2), 152-162.
Sugiono, E., Efendi, S., & Al-Afgani, J. (2021). Pengaruh motivasi kerja, kompetensi, dan
kompensasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasaan kerja pt. wibee indoedu
nusantara (pustaka lebah) i Jakarta. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen Ekonomi), 5(1),
718–734.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif.
Yulis, Y. (2022). Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia. In
Edisi Revisi Jakarta: Bumi Aksara (Nomor 1).
Website: [Link] Copyright ©2023, JIBEMA
Licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International
License