MACAM-MACAM INDIKATOR ASAM BASA
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat 4 macam indikator asam basa,
yaitu indikator alami, indikator universal, kertas lakmus, dan pH meter.
1. Indikator Alami
Kamu tahu apa itu indikator alami? Indikator alami adalah indikator yang
dibuat menggunakan ekstrak tumbuhan-tumbuhan, seperti bunga, umbi, kulit
buah, atau daun-daun berwarna. Sebenarnya, tidak semua tanaman bisa dijadikan
indikator alami asam basa, ya. Jadi, hanya tanaman yang ekstraknya bisa berubah warna
saat diteteskan larutan asam dan basa. Nah, contoh spesifik indikator alami, antara
lain kunyit, kubis merah, kubis ungu, bunga sepatu, bunga mawar, bayam merah,
dan geranium.
Dengan menggunakan indikator ini, kita bisa menentukan suatu larutan bersifat
asam, basa, atau netral. Cara mengetahuinya itu dengan meneteskan ekstrak tumbuhan
tadi ke dalam sebuah larutan. Kemudian, lihat perubahan warnanya. Dari perubahan
warna itulah kita bisa tahu mana larutan yang mengandung asam atau basa.
Berikut contoh perubahan warna pada indikator alami saat ditetesi larutan asam dan
basa.
2. Indikator Universal
Berbeda dengan indikator alami, indikator universal adalah campuran dari
berbagai macam indikator yang menunjukkan pH (power of hydrogen) suatu
larutan, berdasarkan perubahan warnanya. Untuk menunjukkan keasaman dan
kebasaan suatu larutan, kamu bisa lihat pada rentang pH 1-14. Nah, pH itu adalah
derajat keasaman suatu larutan. Larutan asam memiliki pH < 7, sedangkan larutan basa
memiliki pH > 7.
Menggunakan indikator universal, kita juga dapat membagi kategori larutan
menjadi asam lemah, asam kuat, basa lemah, basa kuat, dan netral. Oke, sekarang kita
lihat warna-warna yang menandakan pH larutan yang telah ditambahkan indikator
universal, ya.
Kamu bisa lihat pada tabel, ada warna kuning, merah, hijau, dan biru. Untuk warna
kuning sampai merah, menunjukkan larutan asam. Kemudian, warna biru sampai biru
tua, dan ungu, itu menunjukkan larutan basa. Sedangkan warna hijau menunjukkan
bahwa larutan tersebut bersifat netral.
Indikator universal dapat berbentuk kertas maupun larutan. Kertas atau larutan ini akan
mengandung timol biru, metil merah, bromotimul biru, dan fenolftalein. Berdasarkan
kandungan indikator yang digunakan, begini perubahan warnanya:
3. Kertas Lakmus
Kertas lakmus (Sumber: [Link])
Kertas yang digunakan pada indikator universal merupakan kertas serap
berbentuk strip. Tiap kotak kemasan indikator jenis ini dilengkapi dengan peta
warna. Nah, cara menggunakannya itu mudah banget! Kamu tinggal mencelupkan
sehelai kertas indikator ke dalam larutan yang akan kamu ukur pH-nya. Jika berubah
menjadi merah, berarti larutan tersebut asam, jika berwarna biru, maka larutan tersebut
basa.
4. Larutan
Larutan indikator (Sumber: [Link])
Salah satu contoh dari larutan indikator universal ini adalah larutan metil jingga (Metil
Orange = MO). Jika pH-nya kurang dari 6, larutan ini akan berwarna jingga.
Sedangkan, jika pH-nya lebih dari 7, warnanya menjadi kuning. Kamu sudah tahu kan
rentang pH beserta warna-warnanya? Yap, seperti yang sudah dijelaskan pada tabel di
atas, ya.
3. Kertas Lakmus
Mungkin kamu sudah nggak asing lagi dengan kertas lakmus, ya. Umumnya, kertas
lakmus sering digunakan untuk menguji keasaman dan kebasaan suatu larutan. Cara
menggunakan kertas lakmus juga cukup mudah. Kamu hanya perlu mencelupkan kertas
lakmus pada larutan yang ingin diuji. Kertas lakmus akan berubah menjadi merah, jika
bersifat asam. Sebaliknya, kertas lakmus akan berubah menjadi biru, jika larutan
bersifat basa.
4. pH meter
Berbeda dari indikator alami dan indikator universal, pH meter adalah alat elektronik
yang lebih modern untuk mengukur pH suatu cairan secara cepat. pH meter
memiliki sensor elektroda kaca khusus yang berfungsi untuk mengukur pH bahan-bahan
semi-padat. Nih, gambar pH meter seperti di bawah ini!
pH meter digital (Sumber: [Link])
Cara menggunakan pH meter adalah dengan mencelupkan ke dalam larutan yang
akan diuji. Selanjutnya, pada pH meter, akan muncul angka skala yang menunjukkan
pH larutan. Untuk prinsip kerja utama pada pH meter, yaitu terletak pada sensor probe
yang berupa elektrode kaca (glass electrode) dengan jalan mengukur jumlah ion
H3O+ di dalam larutan.
Pada ujung elektrode kaca, terdapat lapisan kaca setebal 0,1 mm yang berbentuk
bulat (bulb). Bulb ini dipasangkan dengan silinder kaca non-konduktor atau plastik
memanjang, yang selanjutnya diisi dengan larutan HCl (0,1 mol/dm³). Di dalam larutan
HCl, terendam sebuah kawat elektrode panjang berbahan perak yang pada
permukaannya terbentuk senyawa setimbang AgCl. Konstannya jumlah larutan HCl
pada sistem ini membuat elektrode Ag/AgCl memiliki nilai potensial stabil.
Bagian-bagian dalam pH meter (Sumber: [Link])
Nah, itulah penjelasan mengenai macam-macam indikator asam basa. Sekarang, kamu
sudah mengerti kan apa itu indikator asam basa dan cara menggunakannya? Untuk
menentukan sifat asam basa suatu larutan, kamu bisa menggunakan salah satu dari
keempatnya. Atau kalau kamu penasaran, bisa coba dengan menggunakan keempat
indikator sekaligus yang sudah dijelaskan di atas.
Berikut contoh lain perubahan warna pada indikator alami saat ditetesi larutan asam dan
basa
Pembahasan
Tidak semua bahan alam dapat dijadikan indikator asam-basa, contohnya tomat. Dari
percobaan di atas, bisa kita identifikasi bahwa ciri utama bahan alam yang dapat
digunakan sebagai indikator asam-basa ialah yang memiliki ciri khas warna yang
mencolok, seperti beberapa bahan alam yang sudah diuji pada percobaan sebelumnya,
yaitu bawang merah, kunyit, lengkuas, kulit manggis, dan bunga kamboja. Tomat tidak
dapat dijadikan indikator alami asam-basa karena warna buah tomat tidak pekat dan
tidak mencolok, sehingga ketika ditetesi larutan asam dan basa tidak mengalami
perubahan warna.
Berdasarkan penjabaran sebelumnya, dapat dianalisis bahwa:
Ketika bahan alam diekstrak dengan air maka warnanya akan tetap/tidak
berubah, itu karena air bersifat netral
Jika warna bahan alam menjadi lebih cerah dari warna asli, berarti larutan
bersifat asam
Apabila bahan alam tersebut menjadi lebih gelap, itu menandakan larutan
tersebut bersifat basa
Apabila bahan alam yang digunakan ketika ditetesi larutan asam dan larutan
basa tidak berubah warnanya, itu berarti bahan alam tersebut tidak dapat
digunakan sebagai indikator alami asam-basa.
Kesimpulan
Pada indikator yang berbahan alami, perubahan warna dari warna asal sangat tidak
spesifik, namun memiliki sebuah pola. Sehingga meskipun warnanya tidak tetap, kita
tetap dapat menguji sifat asam-basa dari suatu larutan menggunakan bahan alami yang
dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan sekitar
Pola Perubahan Warna pada Indikator Alami
Tidak semua bahan alami dapat dijadikan indikator asam-basa, hanya bahan
alam yang memiliki warna khas dan mencolok saja. Indikator alami jarang digunakan
untuk analisis ilmiah. Meskipun berpola, perubahan warna pada indikator alami sangat
tidak spesifik, sehingga dikhawatirkan rawan kesalahan. Meski begitu, indikator alami
menjadi opsi cermat untuk menentukan sifat asam basa suatu larutan karena cukup
praktis dan bahannya mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
REFERENSI
Rohmadi M, Septiana N. 2022. Pemanfaatan Kunyit, Bunga Karamunting, dan
Kembang Sepatu Sebagai Indikator Alami Asam Basa. Padang: UIN Imam Bonjol
Padang.
Hizbul M, Retnoyuanni M, Yulianto E. 2010. Indikator Asam Basa Dari Bahan Alami.
Yogyakarta: FMIPA UNY.
Tugas kelompok:
Sekarang mari bentuk kelompok lalu kita lakukan praktikum sesuai instruksi yang
sudah Ustadzah berikan ya, dan jangan lupa dicatat hasil pengamatan yang sudah
Ananda lakukan… 😉
Berikut contoh hasil pengamatan dari percobaan perubahan warna pada indikator alami
saat ditetesi larutan asam dan basa.
Tugas Kelompok Indikator Alami Asam Basa
XI MIPA
Nama Kelompok : ………………….. Hari : ………………
Nama Anggota : 1. ………………. Tanggal :……………….
2. ……………….
3.………………..
4. ………………..
5…………………
6…………………
NO SAMPEL WARNA INDIKATOR ALAMI KATEGORI
DAN PERUBAHAN YANG TERJADI WARNA
ASAM BASA
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Tugas Kelompok Indikator Alami Asam Basa
XI MIPA
Nama Kelompok : ………………….. Hari : ………………
Nama Anggota : 1. ………………. Tanggal :……………….
2. ……………….
3.………………..
4. ………………..
5…………………
6…………………
NO SAMPEL WARNA INDIKATOR ALAMI KATEGORI
DAN PERUBAHAN YANG TERJADI WARNA
ASAM BASA
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10