Rutenium ditemukan oleh Karl Ernst Claus, ilmuwan Rusia, pada
tahun 1844. Ia menamainya "rutenium" (dari bahasa Latin untuk
"Rusia") untuk menghormati negaranya. Rutenium umumnya
ditemukan sebagai komponen minor dalam bijih platina.
Berikut adalah detail lebih lanjut tentang sejarah rutenium:
Penemuan:
Karl Ernst Claus, ilmuwan Rusia keturunan Baltik-Jerman,
menemukan rutenium pada tahun 1844 saat menganalisis residu
bijih platina dari Pegunungan Ural.
Nama:
Claus menamainya "rutenium" (dari bahasa Latin "Rus'"), yang
berarti "Rusia" dalam bahasa Yunani, untuk menghormati Rusia.
Terkait Platina:
Rutenium ditemukan sebagai komponen minor dalam bijih platina,
bersama dengan unsur-unsur lain seperti paladium, rodium, dan
osmium.
Pencarian Sebelumnya:
Ada kemungkinan bahwa Jędrzej Śniadecki, seorang kimiawan
Polandia, telah mengisolasi unsur 44 (yang dia sebut "vestium")
dari bijih platina Amerika Selatan pada tahun 1807, meskipun dia
tidak mengidentifikasi unsur tersebut sebagai rutenium,.
Keterangan Lebih Lanjut:
Beberapa ilmuwan seperti Jöns Berzelius dan Gottfried Osann
sebelumnya telah memeriksa residu bijih platina dan mungkin
telah hampir menemukan rutenium pada tahun 1827.
Penggunaan:
Rutenium adalah salah satu pengeras yang paling efektif untuk
platina dan paladium. Ini digunakan dalam pembuatan kontak
listrik karena memiliki ketahanan aus yang tinggi. Rutenium juga
digunakan dalam perhiasan sebagai campuran dengan platina.
Rutenium ditemukan oleh Karl Ernst Claus, ilmuwan Rusia, pada
tahun 1844. Ia menamainya "rutenium" (dari bahasa Latin untuk
"Rusia") untuk menghormati negaranya. Rutenium umumnya
ditemukan sebagai komponen minor dalam bijih platina.
Berikut adalah detail lebih lanjut tentang sejarah rutenium:
Penemuan:
Karl Ernst Claus, ilmuwan Rusia keturunan Baltik-Jerman,
menemukan rutenium pada tahun 1844 saat menganalisis residu
bijih platina dari Pegunungan Ural.
Nama:
Claus menamainya "rutenium" (dari bahasa Latin "Rus'"), yang
berarti "Rusia" dalam bahasa Yunani, untuk menghormati Rusia.
Terkait Platina:
Rutenium ditemukan sebagai komponen minor dalam bijih platina,
bersama dengan unsur-unsur lain seperti paladium, rodium, dan
osmium.
Pencarian Sebelumnya:
Ada kemungkinan bahwa Jędrzej Śniadecki, seorang kimiawan
Polandia, telah mengisolasi unsur 44 (yang dia sebut "vestium")
dari bijih platina Amerika Selatan pada tahun 1807, meskipun dia
tidak mengidentifikasi unsur tersebut sebagai rutenium,.
Keterangan Lebih Lanjut:
Beberapa ilmuwan seperti Jöns Berzelius dan Gottfried Osann
sebelumnya telah memeriksa residu bijih platina dan mungkin
telah hampir menemukan rutenium pada tahun 1827.
Penggunaan:
Rutenium adalah salah satu pengeras yang paling efektif untuk
platina dan paladium. Ini digunakan dalam pembuatan kontak
listrik karena memiliki ketahanan aus yang tinggi. Rutenium juga
digunakan dalam perhiasan sebagai campuran dengan platina.