0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Sejarah dan Kegunaan Stronsium

Stronsium diisolasi sebagai logam oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1808 melalui elektrolisis, setelah mineralnya ditemukan di Skotlandia pada tahun 1790. Unsur ini memiliki berbagai kegunaan, termasuk dalam produksi kembang api dan terapi kanker, serta dikenal karena isotop radioaktif stronsium-90. Sebelumnya, stronsium digunakan dalam produksi gula dari bit gula pada abad ke-19.

Diunggah oleh

kunammu7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Sejarah dan Kegunaan Stronsium

Stronsium diisolasi sebagai logam oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1808 melalui elektrolisis, setelah mineralnya ditemukan di Skotlandia pada tahun 1790. Unsur ini memiliki berbagai kegunaan, termasuk dalam produksi kembang api dan terapi kanker, serta dikenal karena isotop radioaktif stronsium-90. Sebelumnya, stronsium digunakan dalam produksi gula dari bit gula pada abad ke-19.

Diunggah oleh

kunammu7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Stronsium pertama kali diisolasi sebagai logam oleh Sir Humphry

Davy pada tahun 1808 melalui elektrolisis campuran stronsium


klorida dan merkuri oksida. Penemuan ini diumumkan pada 30
Juni 1808 dalam sebuah kuliah di Royal Society. Sebelumnya,
mineral stronsium, stronsianit (SrCO3) dan celestite (SrSO4), telah
ditemukan di desa Strontian, Skotlandia pada tahun 1790 oleh
Adair Crawford dan William Cruickshank.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai sejarah unsur


stronsium:
 Penemuan mineral:
Mineral stronsium, stronsianit dan celestite, ditemukan di desa
Strontian, Skotlandia pada tahun 1790.
 Pengidentifikasian unsur:
Unsur stronsium diidentifikasi sebagai unsur baru pada tahun
berikutnya berdasarkan warna uji nyala merah lembayungnya.
 Isolasi sebagai logam:
Stronsium akhirnya diisolasi sebagai logam oleh Sir Humphry Davy
pada tahun 1808 dengan metode elektrolisis.
 Kegunaan awal:
Selama abad ke-19, stronsium banyak digunakan dalam produksi
gula dari bit gula melalui proses strontian.
 Kegunaan modern:
Stronsium memiliki berbagai kegunaan, termasuk dalam produksi
kembang api (karena warnanya yang merah cemerlang), magnet
ferit, pemurnian seng, dan dalam terapi kanker.
 Isotop:
Stronsium juga dikenal karena isotop radioaktifnya, stronsium-90,
yang merupakan produk fisi nuklir dan hadir dalam bahan bakar
nuklir bekas dan limbah radioaktif.
Stronsium pertama kali diisolasi sebagai logam oleh Sir Humphry
Davy pada tahun 1808 melalui elektrolisis campuran stronsium
klorida dan merkuri oksida. Penemuan ini diumumkan pada 30
Juni 1808 dalam sebuah kuliah di Royal Society. Sebelumnya,
mineral stronsium, stronsianit (SrCO3) dan celestite (SrSO4), telah
ditemukan di desa Strontian, Skotlandia pada tahun 1790 oleh
Adair Crawford dan William Cruickshank.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai sejarah unsur
stronsium:
 Penemuan mineral:
Mineral stronsium, stronsianit dan celestite, ditemukan di desa
Strontian, Skotlandia pada tahun 1790.
 Pengidentifikasian unsur:
Unsur stronsium diidentifikasi sebagai unsur baru pada tahun
berikutnya berdasarkan warna uji nyala merah lembayungnya.
 Isolasi sebagai logam:
Stronsium akhirnya diisolasi sebagai logam oleh Sir Humphry Davy
pada tahun 1808 dengan metode elektrolisis.
 Kegunaan awal:
Selama abad ke-19, stronsium banyak digunakan dalam produksi
gula dari bit gula melalui proses strontian.
 Kegunaan modern:
Stronsium memiliki berbagai kegunaan, termasuk dalam produksi
kembang api (karena warnanya yang merah cemerlang), magnet
ferit, pemurnian seng, dan dalam terapi kanker.
 Isotop:
Stronsium juga dikenal karena isotop radioaktifnya, stronsium-90,
yang merupakan produk fisi nuklir dan hadir dalam bahan bakar
nuklir bekas dan limbah radioaktif.
Stronsium pertama kali diisolasi sebagai logam oleh Sir Humphry
Davy pada tahun 1808 melalui elektrolisis campuran stronsium
klorida dan merkuri oksida. Penemuan ini diumumkan pada 30
Juni 1808 dalam sebuah kuliah di Royal Society. Sebelumnya,
mineral stronsium, stronsianit (SrCO3) dan celestite (SrSO4), telah
ditemukan di desa Strontian, Skotlandia pada tahun 1790 oleh
Adair Crawford dan William Cruickshank.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai sejarah unsur


stronsium:
 Penemuan mineral:
Mineral stronsium, stronsianit dan celestite, ditemukan di desa
Strontian, Skotlandia pada tahun 1790.
 Pengidentifikasian unsur:
Unsur stronsium diidentifikasi sebagai unsur baru pada tahun
berikutnya berdasarkan warna uji nyala merah lembayungnya.

 Isolasi sebagai logam:


Stronsium akhirnya diisolasi sebagai logam oleh Sir Humphry Davy
pada tahun 1808 dengan metode elektrolisis.
 Kegunaan awal:
Selama abad ke-19, stronsium banyak digunakan dalam produksi
gula dari bit gula melalui proses strontian.
 Kegunaan modern:
Stronsium memiliki berbagai kegunaan, termasuk dalam produksi
kembang api (karena warnanya yang merah cemerlang), magnet
ferit, pemurnian seng, dan dalam terapi kanker.
 Isotop:
Stronsium juga dikenal karena isotop radioaktifnya, stronsium-90,
yang merupakan produk fisi nuklir dan hadir dalam bahan bakar
nuklir bekas dan limbah radioaktif.

Anda mungkin juga menyukai