0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan2 halaman

Penemuan dan Penamaan Selenium

Selenium ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada tahun 1817 saat mencoba mengisolasi telurium dari bijih yang tidak murni. Nama 'selenium' berasal dari kata Yunani 'selene' yang berarti 'bulan', terkait dengan penemuan telurium yang dinamai 'tellus' dari dewi bumi Romawi. Penemuan ini menunjukkan hubungan antara kedua unsur tersebut.

Diunggah oleh

kunammu7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan2 halaman

Penemuan dan Penamaan Selenium

Selenium ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada tahun 1817 saat mencoba mengisolasi telurium dari bijih yang tidak murni. Nama 'selenium' berasal dari kata Yunani 'selene' yang berarti 'bulan', terkait dengan penemuan telurium yang dinamai 'tellus' dari dewi bumi Romawi. Penemuan ini menunjukkan hubungan antara kedua unsur tersebut.

Diunggah oleh

kunammu7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Unsur selenium ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada tahun

1817 saat mencoba mengisolasi telurium dari bijih yang tidak


murni. Berzelius dinamai unsur tersebut "selenium" dari kata
Yunani "selene" yang berarti "bulan", karena selenium ditemukan
bersama dengan telurium (yang dinamai "tellus" dari dewi bumi
Romawi).

Elaborasi:
 Penemuan:
Jöns Jacob Berzelius, seorang ahli kimia Swedia, menemukan
selenium pada tahun 1817.
 Motif Penemuan:
Saat itu, Berzelius sedang berusaha mengisolasi telurium dari
sampel yang tidak murni.
 Penyebab Penamaan:
Berzelius menamai unsur tersebut "selenium" karena kemiripannya
dengan telurium dan juga karena asal-usul kata tersebut dari
bahasa Yunani "selene" (bulan).
 Keterkaitan dengan Telurium:
Telurium sendiri dinamai "tellus" (bumi) dalam bahasa Romawi,
karena ditemukan bersama dengan selenium.
Unsur selenium ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada tahun
1817 saat mencoba mengisolasi telurium dari bijih yang tidak
murni. Berzelius dinamai unsur tersebut "selenium" dari kata
Yunani "selene" yang berarti "bulan", karena selenium ditemukan
bersama dengan telurium (yang dinamai "tellus" dari dewi bumi
Romawi).

Elaborasi:
 Penemuan:
Jöns Jacob Berzelius, seorang ahli kimia Swedia, menemukan
selenium pada tahun 1817.
 Motif Penemuan:
Saat itu, Berzelius sedang berusaha mengisolasi telurium dari
sampel yang tidak murni.
 Penyebab Penamaan:
Berzelius menamai unsur tersebut "selenium" karena kemiripannya
dengan telurium dan juga karena asal-usul kata tersebut dari
bahasa Yunani "selene" (bulan).
 Keterkaitan dengan Telurium:
Telurium sendiri dinamai "tellus" (bumi) dalam bahasa Romawi,
karena ditemukan bersama dengan selenium.
Unsur selenium ditemukan oleh Jöns Jacob Berzelius pada tahun
1817 saat mencoba mengisolasi telurium dari bijih yang tidak
murni. Berzelius dinamai unsur tersebut "selenium" dari kata
Yunani "selene" yang berarti "bulan", karena selenium ditemukan
bersama dengan telurium (yang dinamai "tellus" dari dewi bumi
Romawi).

Elaborasi:
 Penemuan:
Jöns Jacob Berzelius, seorang ahli kimia Swedia, menemukan
selenium pada tahun 1817.
 Motif Penemuan:
Saat itu, Berzelius sedang berusaha mengisolasi telurium dari
sampel yang tidak murni.
 Penyebab Penamaan:
Berzelius menamai unsur tersebut "selenium" karena kemiripannya
dengan telurium dan juga karena asal-usul kata tersebut dari
bahasa Yunani "selene" (bulan).
 Keterkaitan dengan Telurium:
Telurium sendiri dinamai "tellus" (bumi) dalam bahasa Romawi,
karena ditemukan bersama dengan selenium.

Anda mungkin juga menyukai