BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN ANALISA SWOT
Analisa SWOT pertama kali diperkenalkan oleh Albert S. Humphrey yang
mempergunakan teknik ini pada tahun 1960-an ketika ia menginisiasi sebuah proyek
penelitian yang dikerjakan di Stanford Research Institute.
Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau
didalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan
suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek
maupun tujuan jangka panjang. Analisis ini yang harus diterapkan oleh suatu perusahaan
(Irhami Fahmi, 2013).
Analisis SWOT adalah analisis informasi yang diperoleh, dicari, atau diterima dari
berbagai sumber hasil hasil dari pertanyaan: Apa yang sedang terjadi, kenapa terjadi,
dimana terjadi, dan kapan terjadi, yang semuanya berasal dari internal perusahaan
eksternal berkaitan dengan usaha perusahaan (Etika Sabariah, 2016).
Definisi analisis SWOT yang lainnya yaitu sebuah bentuk analisis situasi dan juga
kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran). Analisis ini menenmpatkan
situasi dan juga kondisi sebagai faktor masukan, lalu kemudian dikelompokkan menurut
kontribusinya masing-masing. SWOT adalah singkatan dari Strength (kekuatan),
Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (hambatan) (Marimin, 2004).
Secara sederhana dapat kita artikan bahwa analisa SWOT merupakan metode
perencanaan suatu strategi dengan mempertimbangkan sekaligus mengevaluasi 4
komponen utama, yaitu:
1. Strenght (kekuatan)
yaitu situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau
perusahaan pada saat ini yang yang membutuhkan tingkat tekhnologi dan juga
kualitas yang lebih maju.
2. Weaknesses (kelemahan)
yaitu situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau
perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam
sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam
kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.
3. Opportunity (peluang)
yaitu, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau
perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa
depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang
memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang dimasa
yang akan datang.
4. Threats (Ancaman)
yaitu, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh
suatu perusahaan atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak
segera diatasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha
yang bersangkutan baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.
B. TUJUAN ANALISA SWOT
Sebagai metode yang mempermudah perusahaan dalam melakukan perencanaan strategi
yang secara khusus di bidang bisnis.
Tujuan analisa SWOT :
1. Analisis SWOT bias dijadikan sebagai pertimbangan suatu perusahaan untuk
mengambil keputusan dalam pengembangan bisnis yang dijalani
2. Sebagai instrument yang tepat dan bermanfaat dalam melaksanakan aktivitas analisis
strategis
3. Organisasi atau perusahaan bias meminimalisir dampak ancaman atau kelemahan
yang harus di hadapi
Analisa SWOT memiliki tujuan utama sebagai berikut:
1. Memudahkan Pemetaan Faktor-Faktor Penting Keempat komponen analisa SWOT
akan memudahkan perusahaan dalam mengetahui sekaligus memetakan faktor-faktor
penting yang mengelilingi sebuah rencana atau strategi. Dengan menggunakan
analisa SWOT, perusahaan dapat mengetahui apa saja faktor-faktor internal yang
dimiliki perusahaan, seperti faktor kekuatan dan kelemahan, sekaligus faktor-faktor
eksternal yang berada di luar perusahaan, seperti kesempatan dan ancaman.
2. Memprediksi Berbagai Masalah yang Mungkin Timbul Dengan mengetahui potensi-
potensi pemicu permasalahan dari analisa SWOT yang dapat berupa kekurangan
maupun ancaman, perusahaan dapat lebih jeli dalam melihat kemungkinan masalah
yang akan datang di hari depan.
3. Mengetahui Posisi Perusahaan di Tengah Pusaran Persaingan Metode analisia SWOT
yang memperhatikan dengan saksama bagaimana suatu rencana disusun berdasarkan
pertimbangan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman tak hanya
berguna untuk melihat posisi perusahaan sendiri, namun juga untuk melihat
perusahaan kompetitor yang ikut bersaing di pasar..
4. Memberi Kesempatan untuk Perusahaan Berkembang Lebih Pesat Penggunaan
analisa SWOT yang tepat dan semaksimal mungkin dapat mempermudah perusahaan
dalam memperoleh kesempatan yang semaksimal mungkin untuk mengembangkan
perusahaan.
5. Memudahkan Pengambilan Keputusan Pada akhirnya, sesuai fungsinya yang
digunakan untuk keperluan perencanaan strategi dan penyelesaian masalah, analisa
SWOT dapat mempermudah perusahaan dalam mengambil keputusan-keputusan
penting selama menjalani bisnis di perusahaan.
C. MANFAAT ANALISA SWOT
Jika telah mengenal dan memahami apa saja tujuan dari penggunaan analisis SWOT,
perusahaan akan dengan mudah untuk memahami lebih dekat manfaat yang dapat
diperoleh darinya. Secara umum, sebenarnya perusahaan dapat memperoleh sangat
banyak manfaat dari analisa SWOT yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,
khususnya ketika perusahaan menggunakannya untuk perencanaan strategi dan
pemecahan masalah dalam bisnis. Secara sederhana, perusahaan dapat menjadikan
keempat komponen utama analisa SWOT tersebut untuk kegunaan yang praktis, seperti
menjadikannya sebagai acuan dasar selama proses perencanaan dan pelaksanaan strategi
bisnis hingga mencapai tujuan proyek yang ingin diperoleh.
D. CARA PENGGUNAAN ANALISA SWOT
Penggunaan analisa SWOT pada dasarnya cukup mudah apabila perusahaan ingin
menggunakannya untuk menyusun rencana atau strategi bisnis yang akan dibangun.
Berikut kami uraikan beberapa tahapan yang dapat perusahaan lakukan agar dapat
menggunakan metode analisa SWOT dengan tepat sehingga dapat mencapai hasil yang
lebih maksimal.
1) Tentukan Tujuan yang akan Dicapai Secara Rinci, Jelas, dan Rasional Langkah awal
yang dapat perusahaan lakukan dalam menggunakan analisa SWOT adalah
menentukan tujuan yang akan dicapai. Di sini, tujuan merupakan fondasi yang paling
mendasar dari setiap langkah yang akan perusahaan ambil, khususnya dalam
berbisnis. Tujuan yang perusahaan miliki juga harus memiliki beberapa kriteria
kunci. Tujuan itu harus memiliki beberapa sifat utama, seperti rinci, jelas, dan
rasional. Pertama, dengan tujuan yang rinci, perusahaan dapat melihat seberapa
dalam dan detail tujuan yang akan dicapai. Kedua, melalui tujuan jelas perusahaan
dapat menentukan arah bisnis secara konsisten karena memiliki sandaran yang pasti.
Ketiga, dengan tujuan yang bersifat rasional, perusahaan dapat menentukan secara
bertanggung jawab apakah tujuan tersebut dapat dicapai atau tidak.
2) Buat Diagram atau Matriks Analisa SWOT Langkah selanjutnya yang dapat
perusahaan lakukan adalah memetakan unsur-unsur analisa SWOT melalui matriks
atau diagram. Dari sini dapat terlihat faktor-faktor yang menghambat pencapaian
tujuan, seperti weaknesses atau kelemahan dan threats atau ancaman, di samping
faktor-faktor yang membantu tercapainya tujuan, seperti strengths atau kekuatan dan
opportunities atau peluang. Selain itu, tahap ini juga dapat mempermudah perusahaan
untuk melihat faktor internal (strengths dan weaknesses) dan faktor eksternal
(opportunities dan threats) yang ada di sekitar rencana perusahaan.
3) Bentuk Tim Perencana dan Lakukan Brainstroming Tahapan yang harus perusahaan
lakukan sekarang adalah membentuk tim perencana yang dapat menganalisis hal-hal
apa saja yang berkaitan dengan bisnis yang perusahaan bangun. Perusahaan dapat
membentuk tim yang berasal dari beragam latar belakang bidang pendidikan
berbeda, seperti ekonomi, hukum, ilmu komunikasi, bahkan hingga teknik arsitektur.
Semakin beragam latar belakang tim perencana, peluang pencarian hal-hal yang
berkaitan dengan empat unsur analisis SWOT akan semakin detail. Melalui tim yang
bertugas melakukan brainstorming atau penyusunan ide ini, Perusahaan dapat
terbantu dalam menentukan isu-isu yang akan sangat berkaitan dengan bisnis yang
akan dimulai.
4) Susun Pertanyaan Penting dalam Empat Unsur Analisa SWOT Setelah mengetahui
beberapa isu penting melalui tahapan brainstorming bersama tim, perusahaan dapat
mulai menyusun pertanyaan-pertanyaan fundamental yang menyangkut kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman atas bisnis yang akan dibangun.
BAB III
ANALISIS DATA PRIBADI
A. Analisis SWOT terhadap diri sendiri
Analisis SWOT adalah analisis yang mengedepankan 4 aspek yaitu : Strength,
Weakness, Oppurtunity, dan Threats dalam menjalankan management strateginya.
Apabila dilihat dari aspek pertama yaitu :
1. Strength (Kekuatan)
Pengertian dari strength dalam analisis SWOT adalah kekuatan atau kelebihan yang
ada dalam suatu perusahaan atau organiasasi yang mempengaruhi proses
pengambilan keputusan strategis, yang menjadi strength (kekuatan) yang terdapat
pada diri sendiri antara lain :
1. Memiliki kemampuan mengingat dengan baik
2. Mudah bersosialisasi atau hubungan baik dengan teman
3. Selalu berkomitment pada apa yang telah diucapkan
4. Tipe pekerja keras dan tidak mudah menyerah dalam segala hal
5. Bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain
6. Mampu mengelola keuangan dengan baik
2. Weaknes (Kelemahan)
1. Kemampuan Bahasa Inggris masih kurang
2. Kurang percaya diri jika berbicara didepan umum
3. Susah mengambil keputusan dengan cepat
4. Sering lupa akan sesuatu hal
3. Opportunities (Ancaman)
1. Penerimaan lowongan kerja BUMN secara serentak bagi tenaga kesehatan
2. Banyak perusahaan dan lembaga pemerintah yang membutuhkan perawat
3. Kebutuhan perawat diindonesia terus meningkat
4. Lulusan tenaga keperawatan terus meningkat setiap tahunnya
5. Dukungan teman dan keluarga sangat besar
6. Perkembangan tehnologi baru sangat pesat
4. Threats (Ancaman)
1. Banyak tenaga kerja yang lain yang lebih berpengalaman