0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan2 halaman

Sejarah Penemuan Krokoit dan Kromium

Kromium ditemukan oleh Nicolas-Louis Vauquelin pada tahun 1797 saat bereksperimen dengan mineral krokoit dan berhasil diisolasi pada tahun 1798. Mineral krokoit, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1761, menarik perhatian karena digunakan sebagai pigmen. Sejarah kromium mencakup berbagai penemuan dan aplikasi, termasuk penggunaan dalam cat dan pelapisan.

Diunggah oleh

kunammu7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan2 halaman

Sejarah Penemuan Krokoit dan Kromium

Kromium ditemukan oleh Nicolas-Louis Vauquelin pada tahun 1797 saat bereksperimen dengan mineral krokoit dan berhasil diisolasi pada tahun 1798. Mineral krokoit, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1761, menarik perhatian karena digunakan sebagai pigmen. Sejarah kromium mencakup berbagai penemuan dan aplikasi, termasuk penggunaan dalam cat dan pelapisan.

Diunggah oleh

kunammu7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kromium ditemukan oleh Nicolas-Louis Vauquelin pada tahun

1797, saat ia melakukan eksperimen dengan mineral krokoit


(timbal kromat, PbCrO4). Vauquelin mengisolasi kromium pada
tahun 1798. Kromium menarik perhatian dunia Barat karena
kristal mineral merahnya, krokoit, yang pertama kali ditemukan
pada tahun 1761 dan digunakan sebagai pigmen.

Berikut adalah beberapa poin penting dalam sejarah kromium:


 1761: Mineral krokoit (PbCrO4) pertama kali ditemukan dan
digunakan sebagai pigmen.
 1766: Johann Gottlob Lehmann menggambarkan mineral timbal
merah Siberia.
 1770: Peter Simon Pallas mengunjungi lokasi mineral yang sama
dengan Lehmann dan menemukan manfaatnya sebagai pigmen
dalam cat.
 1797: Nicolas-Louis Vauquelin menerima sampel bijih krokoit dan
melakukan eksperimen.
 1798: Vauquelin berhasil mengisolasi kromium.
 1855: Elektrodeposit kromium pertama dicapai oleh Dr. Geuther.
 1894: Paten AS pertama untuk pelapisan kromium diberikan kepada
Emile Placet dan Joseph Bonnet.
 1880-an: Kromium digunakan sebagai komponen cat dan dalam
garam penyamakan kulit.
Kromium ditemukan oleh Nicolas-Louis Vauquelin pada tahun
1797, saat ia melakukan eksperimen dengan mineral krokoit
(timbal kromat, PbCrO4). Vauquelin mengisolasi kromium pada
tahun 1798. Kromium menarik perhatian dunia Barat karena
kristal mineral merahnya, krokoit, yang pertama kali ditemukan
pada tahun 1761 dan digunakan sebagai pigmen.

Berikut adalah beberapa poin penting dalam sejarah kromium:


 1761: Mineral krokoit (PbCrO4) pertama kali ditemukan dan
digunakan sebagai pigmen.
 1766: Johann Gottlob Lehmann menggambarkan mineral timbal
merah Siberia.
 1770: Peter Simon Pallas mengunjungi lokasi mineral yang sama
dengan Lehmann dan menemukan manfaatnya sebagai pigmen
dalam cat.
 1797: Nicolas-Louis Vauquelin menerima sampel bijih krokoit dan
melakukan eksperimen.
 1798: Vauquelin berhasil mengisolasi kromium.
 1855: Elektrodeposit kromium pertama dicapai oleh Dr. Geuther.
 1894: Paten AS pertama untuk pelapisan kromium diberikan kepada
Emile Placet dan Joseph Bonnet.
 1880-an: Kromium digunakan sebagai komponen cat dan dalam
garam penyamakan kulit.

Anda mungkin juga menyukai