0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan6 halaman

Prosedur SOP SPBB untuk Lanjut Usia

Dokumen ini menjelaskan SOP untuk Short Physical Performance Battery (SPBB) yang digunakan untuk menilai keseimbangan dan mobilitas pada orang lanjut usia. Prosedur mencakup pengujian keseimbangan, kecepatan berjalan, dan kemampuan berdiri dari kursi, dengan penilaian berbasis skor. Tujuan utama dari SPBB adalah untuk memprediksi kemungkinan kecacatan dan memantau fungsi fisik pada populasi geriatri.

Diunggah oleh

Crespo Mandala
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan6 halaman

Prosedur SOP SPBB untuk Lanjut Usia

Dokumen ini menjelaskan SOP untuk Short Physical Performance Battery (SPBB) yang digunakan untuk menilai keseimbangan dan mobilitas pada orang lanjut usia. Prosedur mencakup pengujian keseimbangan, kecepatan berjalan, dan kemampuan berdiri dari kursi, dengan penilaian berbasis skor. Tujuan utama dari SPBB adalah untuk memprediksi kemungkinan kecacatan dan memantau fungsi fisik pada populasi geriatri.

Diunggah oleh

Crespo Mandala
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPERAWATAN GERONTIK

SOP SPBB

Dosen Pengampu:
Dr. Shinta Silaswati, SKp., MSc

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


INSTITUT KESEHATAN HERMINA
2024
SOP SPBB (Short Physical Performance Battery) / TES KESEIMBANGAN

Definisi:

Short Physical Performance Battery (SPBB) adalah sekelompok tindakan yang


menggabungkan hasil tes kecepatan berjalan, berdiri di kursi, dan keseimbangan (Guralnik et
al., 2000).

Tujuan:

Digunakan sebagai alat prediktif untuk kemungkinan kecacatan dan dapat membantu
pemantauan fungsi pada orang lanjut usia.

Peralatan:

1. Kursi dengan pegangan tangan


2. Stopwatch
3. Meteran
4. Solatip untuk penanda
5. Alat tulis dan kertas

Prosedur Tindakan

No. Tindakan
Y T Y T Y T Y T Y T
Tahap Persiapan (Bobot 25%)
1. Mengucapkan salam terapeutik
2. Melakukan evaluasi dan validasi
3. Membuat kontrak (waktu, tempat, topik)
4. Menjelaskan tujuan dan prosedur
tindakan
5. Menyiapkan peralatan
6. Perawat mencuci tangan 6 langkah, dan
menggunakan sarung tangan bersih
7. Menyiapkan lingkungan aman, nyaman,
dan menjaga privasi
Tahap Pelaksanaan (Bobot 50%)
8. UJI KESEIMBANGAN
1) Side-by-Side Stand
Minta klien untuk berdiri dengan kaki
rapat, berdampingan. Selama 10 detik

Skor:
1. Ditahan selama 10 detik, 1 point
2. Tidak ditahan selama 10 detik,
0 point
3. Tidak dicoba, 0 point
9 2) Semi-Tandem Stand
Klien berdiri dengan sisi tumit salah
satu kaki menyentuh jempol kaki
lainnya. Selama kurang lebih 10 detik.
Klien dapat memilih kaki mana yang
lebih nyaman untuk bagian depan dan
belakang.

Skor:
1. Ditahan selama 10 detik, 1 point
2. Tidak ditahan selama 10 detik,
0 point
3. Tidak dicoba, 0 point
10. 3) Tendem-Stand
Berdiri dengan tumit salah satu kaki di
depan dan menyentuh ujung kaki
lainnya. Selama kurang lebih 10 detik.
Klien dapat memilih kaki mana yang
lebih nyaman untuk bagian depan dan
belakang.

Skor:
1. Ditahan selama 10 detik, 2 point
2. Ditahan selama 3 – 9,99 detik, 1
point
3. Ditahan ≤ 3 detik, 0 point
4. Tidak dicoba, 0 point
11. Totalkan skor tes keseimbangan
12. UJI KECEPATAN BERJALAN
- Klien berdiri dengan kedua kaki
berada dibelakang garis start dan
mulai jalan dengan kecepatan
normal. Berjalan dengan jarak 4
meter.
- Mulai menghitung waktu saat
klien berjalan melintasi garis
start, dan hentikan waktu ketika
salah satu kaki klien sudah
melewati garis finish.
- Minta klien untuk mengulangi
lagi.
Skor:
Untuk jalan kaki 4 meter
1. Jika waktu ≥ 8,70 detik, 1 point
2. Jika waktu 6,21 – 8,70 detik,
2 point
3. Jika waktu 4,82 – 6,20 detik,
3 point
4. Jika waktu ≤ 4,82 detik, 4 point
13. UJI KURSI BERDIRI
1) Tes Kursi Berdiri Tunggal
- Pertama, lipat tangan klien di
depan dada dan duduk sehingga
kaki menyentuh lantai
- Lalu berdiri dengan tangan
terlipat di depan dada.
- Klien dapat duduk kembali
Hasil:
1. Aman untuk berdiri tanpa
bantuan? (YA/TIDAK)
2. Klien berdiri tanpa
menggunakan tangan? (Jika, YA.
Lanjutkan ke tes kursi berdiri
berulang)

2) Tes Kursi Berdiri Berulang


- Lakukan tes kursi berdiri
sebanyak 5 kali. Jaga lengan
klien agar terlipat di depan dada
- Hentikan pengaturan waktu pada
dudukan kursi kelima
Hentikan, jika klien menggunakan
lengannya, dan jika klien merasa pusing,
sesak napas atau tidak enak badan
Penilaian:
1. Aman untuk berdiri 5 kali?
(YA/TIDAK)
2. Klien yang tidak dapat
menyelesaikan 5 kursi berdiri
atau menyelesaikannya dalam
> 60 detik, 0 point
3. Jika waktu kursi berdiri adalah
16,7 – 59,9, 1 point
4. Jika waktu kursi berdiri adalah
13,7 – 16,69, 2 point
5. Jika waktu kursi berdiri adalah
11,2 – 13,69, 3 point
6. Jika waktu kursi berdiri adalah
< 11,19, 4 point
14. Totalkan semua skor dari kegiatan yang
sudah dilakukan.
Tahap Evaluasi (Bobot 25%)
15. Ucapkan hamdallah
16. Evaluasi respon pasien
17. Rencanakan tindak lanjut dan kontrak
yang akan dating
18. Rapihkan peralatan
19. Mencuci tangan 6 langkah dan
keringkan
20. Dokumentasikan tindakan yang telah
dilakukan
Skor SPBB Akhir =
Skor tes berdiri dari kursi (4) + Skor tes keseimbangan (4) + Skor tes kecepatan berjalan (4)
MOBILITAS NORMAL : 10 – 12
MOBILITAS TERBATAS : < 10
Jakarta, ................................................. 2024
Penguji,

(……………………………………………)

Anda mungkin juga menyukai