BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Kapal Keruk
Kapal keruk adalah kapal yang di rancang khusus yang memiliki fungsi
untuk melakukan pengerukan seperti di laut dangkal, sungai, danau, dan lain
sebagainya. Kapal keruk dalm bahasa inggris di kenal dengan nama Dredger.
Kapal keruk di rancang untuk kebutuhan pelabuhan, Offshore, dan sebagainya dan
kapal keruk ini sama hal nya dengan Excavator yang ada di darat. ( Zainal Arifin
MT, 2000)
Kapal keruk yang beroperasi di laut memiliki lambung seperti kapal yang
di gunakan untuk pelayaran samudra. Kapal keruk berbaling baling sendiri ini di
lengkapi perlengkapan pengerukan secara hidraulis, pembongkaran material yang
di keruknya ke dalam penampung, dan di kirim ke tempat pembuangan. Material
dasar laut di naikan dengan menggunakan pompa keruk melalui pipa penghisap.
Beroperasinya kapal keruk lautan bergerak mengikuti lengan penarik yang
bergerak perlahan-lahan ke muka, mendahului kapal keruk, seperti kapal laut yang
memiliki mesin sendiri. Kadang kapal ini beroperasi pada posisi tidak bergerak
ketika pengerukan berlangsung. Sementara pemompaan berlanjut terus, partikel
partikel padat bahan galian yang tersedot tertampung di gerobak penampung
(hopper ), sedangkan airnya di buang kembali ke luar kapal. Bila gerobak sudah
penuh, lengan pengisap di naikan kemudian kapal berlayar menuju tempat
pembuangan untuk mengosongkan gerobak
Sebelum di temukan peralatan mekanik, pengerukan terusan dan kanal di
lakukan dengan menyempitkan aliran sungai sehingga arusnya cukup kuat untuk
membawa serta sendapan dan menggerus terusan. Dapat juga, terutama di Eropa,
di buat kolam pasang-surut yang akan terisi air pada saat pasang naik. Air di tahan
di dalamnya. Pada saat surut air di dalam kolam di lepaskan agar air dapat
menggerus endapan pada terusan. Metode pengerukan ini sudah di lakukan oleh
bangsa China dan Syiria pada jaman dahulu.
6
7
2.2 Defisini Trailing Suction Hopper Dredgers ( TSHD )
Sebuah Trailing Suction Hopper Dradger (TSHD), menyeret pipa
pengihisap ketika sedang bekerja, dan mengisi material yang di hisap tersebut ke
satu atau tempat beberapa penampung (hopper) di dalam kapal. Ketika
penampung sudah penuh, TSHD akan berlayar ke tempat pembuangan material
yang di hisap ke lokasi pembuangan. Pembuangan tersebut melalui pintu yang
berada di bawah kapal, atau dapat pula mempompa material tersebut keluar kapal
dimana tempat lokasi pembuangan.
Kapal keruk penghisap (Suction Dredger) di TSHD. King Arthur 3 bekerja
dengan cara menghisap material melalui pipa panjang seperti vacum cleaner,
dimana kerjanya di pengaruhi oleh putaran mesin yang di hubungkan dengan
pompa.
Gambar 1 : Mesin dan Pompa Keruk TSHD. King Arthur 3
8
2.3 Kegunaan Kapal TSHD
Kapal TSHD dapat di operasikan di segala medan dan cuaca, karena kapal
ini di lengkapi dengan alat gerak untuk berlayar sendiri. TSHD yang cepat
pertumbuhan dan perkembangannya, karena banyak permintaan untuk kapal ini
dan serba guna (multi purpose)
Jenis pekerjaan yang dapat di lakukan oleh TSHD adalah :
1. Maintenance Dredging
Mengeruk alur pelayaran dan kolam pelabuhan
2. Capital Dredging
Mengeruk untuk pelabuhan baru, treching, dan pertambangan
3. Send Transporting
Transpotasi material pasir untuk bahan reklamasi
4. Land Redamation/pantai seperti perumahan, industri, dan energi.
2.4 Macam-Macam Mesin Keruk
Dalam dunia bisnis yang bergerak pada transportasi laut dan kemaritiman.,
khususnya pada kapal-kapal keruk, jenis kapal keruk atau suction dredging yang
di gunakan sangat beragam, di antaranya yaitu :
1. Cuttter-Suction Dredger (CSD)
Mempunyai tabung hisap berkepala pemotong di pinru masuk
penghisap. Pemotong dapat pula di gunakan untuk material keras seperti
kerikil atau batu. Material yang dikeruk biasanya di isap oleh pompa
penghisap sentrifugal dan di keluarkan melalui pipa atau di tampung di
tongkang. Cutter-Suction Dredger dengan pemotong yang lebih kuat telah
di bangun beberapa tahun terakir, di gunakan untuk memotong batu tapi
peledakan. Cutter-Suction Dredger memiliki spud can di bagian belakang,
serta dua jangkar di bagian depan kiri dan kanan. Spud can berguna
sebagai poros penggerak Cutter-Suction Dredging, dua jangkar untuk
menarik ke kiri dan kanan.
9
2. Bucket Dredger
Bucket Dredger jenis kapal tertua dari sebagian kapal keruk.
Biasanya di lengkapi dengan bebrapa alat seperti timba / bucket yang
bergerak secara simultan untuk mengangkat sedimen yang berada didalam
air. Varian dari Bucket Dredger ini adalah Bucket Wheel Dredger.
Beberapa Bucket Dradger dan Grab Dradger cukup kuat untuk mengeruk
dan mengangkat karang agar dapat membuat alur pelayaran.
3. Water Injection Dredger (WID)
Water Injection Dredger menambahkan didalam sebuah jet kecil
bertekanan rendah (tekanan rendah karena material seharusnya tidak
bertebaran kemanapun, karena harus secara hati-hati agar material dapat di
pindah) ke sedimen di dasar air agar air dapat mengikat sedimen sehingga
melayang di air, selanjutnya di dorong oleh arus dan gaya berat keluar dari
lokasi pengerukan. Biasanya digunakan untuk maintenance dredging di
pelabuhan.
2.5 Bagian-Bagian Pompa Keruk
Kapal keruk TSHD. King Arthur 3 dimana sebagai tempat melaksanakan
taruna praktek, pompa keruk menggunakan pompa jenis sentrifugal, hanya saja
ukuran dan bentuknya lebih besar dari ukuran pompa biasa. Pompa sentrifugal
adalah pompa pemindah non positif yang prinsip kerjannya mengubah energi
kinetis ( kecepatan ) cairan menjadi enrgi potensial ( dinamis) melalui suatu
impeller yang berputar dalam casing.
10
a. Pompa
Gambar 2 : Pompa Keruk TSHD. King Arthur 3
b. Fungsi dan nama bagian pompa :
1. Vane
Adalah impeler yang berfungsi sebagai tempat berlalunya cairan
pada impeller.
2. Packing
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi kebocoran cairan dari
casing pompa yang berhubungan dengan poros, biasanya terbuat
dari Asbes atau Teflon.
3. Shaft atau Poros
Berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama
beroperasi dan tumpuan impeller dan bagian-bagian lainnya yang
berputar.
4. Discharg Nozle
Adalah bagian dari pompa yang berfungsi sebagai tempat
keluarnya material hasil pemompaan.
11
5. Casing
Merupakan bagian luar dari pompa yang berfungsi sebagai
pelingdung elemen di dalamnya.
6. Impeller
Berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi
energi kecepatan pada carian atau material yang di pompa secara
kontinyu, sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan
masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang
masuk sebelumnya.
7. Bearing atau Bantalan
Berfungsi untuk menumpu atau menahan beban dari poros agar
dapat berputar. Bearing juga berfungsi untuk memperlancar
putaraan poros agar tetap pada tempatnya , sehingga kerugian
gesek dapat diperbaiki.
8. Eye of Impeller
Adalah bagian masuk dari impeler.
2.6 Peralatan Utama Pada Kapal TSHD. King Arthur 3
Selam taruna melaksanakn praktek di atas kapal TSHD. King Arthur 3,
ada bebera peralatan yang mungkin sangat menunjang dan mebantu dalam proses
kerja pengerukan, di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Bow Truster
Sebagai pengerak utama kapal dengan Twin screw dan di lengkapi
dengan bow thurster, sehingga kapal lebih mudah dalam manuver pada rea
yang terbatas.
12
Gambar 3 : Bow Truster TSHD. King Arthur 3
b. Propeller
Propeler / baling-baling dan kemudi khusus untuk kapal keruk dengan
jumlah 4 daun
Gambar 4 : Propeller TSHD. King Arthur 3
c. Swel Compensator
Alat untuk memonitor kondisi drughead, terutama jika mengenai High
Spot dan gelombang, maka alat ini akan secara otomatis ketegangan sling
(wire), sehingga dapat menjaga sling (wire) tidak putus
13
Gambar 5 : Swell Kompensator
d. Hopper dan Pintu Hopper (Bottom Door)
Tempat untuk menyimpan material sebelum di buang dan
pembuangannya melalui puntu , bottom door dan uper door. Pintu hopper
jenis lainnya adalah Conical Bottom Valve. Di dalam hopper juga di
lengkapo Overflow, untuk menglirkan air dan material halus jika sudah
mencapai batas Hopper. Dan ketinggian Overflow dapat di atur
ketinggiannya
Gambar 6 : Hopper dan Bottom Door TSHD. King Arthur 3
14
e. Pompa Keruk
Besarnya dan kapasitas Pompa keruk di sesuaikan dengan kapasitas
Hopper. Kadang kapasitas / kemampuan pompa menjadi tolak ukur dari
kemampuan kapal itu sendiri.
Gambar 7 : Pompa Keruk TSHD. King Arthur 3
f. Pipa hisap / Ladder
Ladder atau belalai yang di ujung terdapat Draghead. Ladder memiliki
pencapaian kedalaman yang bervariasi, tergantung besarnya kapal. Tetapi
saat ini kapal keruk TSHD. King Arthur 3 hanya mampu mengeruk
dengan kedalaman kurang lebih dari 9 meter.
Gambar 8 : Ladder TSHD. King Arthur 3
15
g. Draghead
Alat yang berfungsi sebagai pemotong material, yang beberapa jenis
Draghead di lengkapi water jet untuk menghancurkan material yang keras.
Penggunaan Draghead dilihat dari jenis dan tergantung material yang akan
di keruk.
Gambar 9 : Draghead TSHD. King Arthur 3
Draghead merupakan kepala hisap pada kapal keruk jenis Trailing Suction
Dredger Hopper (TSHD) yang memiliki jenis dan ukuran yang berbeda. IHC
merupakan kapal keruk terbesar di dunia, menyatakan bahwa Draghead
merupakan bagian yang pertama kali menyentuh material di dalam sea bed,
sehingga bagian ini merupakan bagian penting untuk produksi kapal keruk. Faktor
yang harus di perhatikan pada Draghead adalah :
1) Kontak Draghead dengan sea bad harus optimal
2) Jarak efektif Draghead dengan sea bad.
3) Maksimum vacum.
4) Minimal hambatan aliran.
5) Mengurangi hambatan atau blok pada Draghead.
6) Produksi yang optimal.
16
7) Design Draghead yang mudah untuk perawatan.
8) Kepekatan campuran yang tinggi.
h. Gentry
Gentry adalah tempat bergantungnya Ladder yang terletak di bagian
samping kanan maupun kiri dari bak penampungan. Ada tiga jenis Gentry
menurut letak dan posisinya, yaitu Trunion Gentry pada pangkal Ladder,
Intermidiate Gentry di tengah, dan Draghead Gentry yang terletak pada
ujung Ladder.
Gambar 10 : Gentry TSHD. King Arthur 3
2.7 Bagian terpenting dalam sistem kerja di TSHD. King Arthur 3
Bagian terpenting untuk sarana penunjang sistem permesinan di kapal
TSHD. King Arthur 3 sehingga dapat bekerja secara maksimal, yaitu :
1. Pompa
Menggunakan Pompa Centrifugal, single suction, type valute, di
rencanakan sedemikian rupa sehingga terjadi efisiensi yang maksimal.
Bahan-bahan yang di gunakan dari baja tahan aus terutama bagian yang
berhubungan langsung dengan material yang di keruk. Bagian-bagian ini
mudah dapat di ganti dengan yang baru, apabila terjadi ke ausan.
17
2. Tenaga Penggerak
Sebagai tenaga penggerak adalah mesin 6 silinder dengan
kecepatan 500 RPM dan dengan power sebesar 551 KW. Mesin ini
memutar pompa centrifugal yang di hubungkan oleh gearbox dari mesin di
sambung dengan transbearing ke pompa.
3. Density meter
Untuk mengukur kandungan material yang di hisap pompa di
dalam tekan sebelum di alirkan ke Hopper. Operatur pengerukan di bantu
dengan adanya alat ini, karena dapat mengatur density (ton/m3) material,
sehingga kekentalannya dapat di monitor
4. Velocity Meter
Alat ini menjadi satu dengan density meter, serta masih sangat
berhubungan. Semakin tinggi densitynya maka kecepatan maka kecepatan
material di pipa akan semakin berkurang.
5. Vacum Meter
Alat untuk mengukur kekuatan atau daya hisap pompa yang
terletak di Ladder agar dapat memonitor kuwalitas material yang melwati
pipa hisap.
6. Press Meter
Alat unutk mengukur kekuatan atau daya tekan pompa yang
terletak pada bagian pipa setelah pompa.
7. Ladder Indicator
Ladder Indicator dengan menggunakan tekanan cairan yang di
pengaruhi oleh tekanan air sesuai kedalaman air. Alat ini terletak Trunion,
Intermidiate dan Draghead. Sehingga komdisi kedalaman setiap titik pada
Ladder dapat di ketahui dan di monitor oleh operatur keruk.
8. Displacement
Alat yang di gunakan untuk mengetahui Draugth Kapal TSHD,
pada haluan dan buritan kapal yang di konversikan ke bobot atau muatan
dalam ton.
18
9. Loading Graph
Alat untuk memonitor muatan Hopper selama operasi yang
menunjukan waktu dan waktu selama TSHD beroperasi. Alat ini juga
berfungsi untuk memontior siklus waktu kapal.