0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dalam Pendidikan

Makalah ini membahas pemanfaatan teknologi komunikasi dalam pendidikan, menekankan pentingnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan proses pembelajaran. TIK memungkinkan akses informasi yang lebih luas dan mendukung kolaborasi antara pelajar dan pendidik. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan berbagai teori komunikasi yang relevan dengan penggunaan teknologi dalam pendidikan.

Diunggah oleh

fatmawati 05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dalam Pendidikan

Makalah ini membahas pemanfaatan teknologi komunikasi dalam pendidikan, menekankan pentingnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan proses pembelajaran. TIK memungkinkan akses informasi yang lebih luas dan mendukung kolaborasi antara pelajar dan pendidik. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan berbagai teori komunikasi yang relevan dengan penggunaan teknologi dalam pendidikan.

Diunggah oleh

fatmawati 05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

TEKHNOLOGI PEMBELAJARAN
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Dosen Pengampu: Dr. Indah Komsiyah, S. Ag., [Link].

Oleh Kelompok 7 :

1. Firda Aulia (126209201030)


2. [Link] Haqiqi (126209203139)
3. Mayang fatmawati (126209202078)

JURUSAN TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU PENGETAHUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) TULUNGAGUNG
TAHUN AJARAN 2020

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang. Kami
panjatkan pujisyukur atas kehadiratnya, yang telah melimpahkan rahmat,hidayah dan
inayahnya kepadakami,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta
salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW
beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang telah mengantarkan kita dari zaman
jahiliyah menuju zaman islamiyah seperti ini.
Sehubungan dengan selesainya makalah ini maka penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Bapak Dr. Maftukhin, [Link] selaku Rektor Institut Agama Negeri Tulungagung.
2. Ibu Dr. Hj. Binti Maunah, [Link].i selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
3. Ibu Dr. Dwi Astuti Wahyu Nurhayati,S.S, [Link] selaku Ketua jurusan Tadris Ilmu
Pengetahuan Sosial Institut Agama Negeri Tulungagung.
4. Bapak Dr. Indah Komsiyah, [Link], [Link] selaku dosen pengampu mata kuliah
teknologi pembelajaran, yang sangat tulus dan ikhlas memberikan bimbingan
pembelajaran kepada kami.
5. Seluruh Civitas akademika IAIN Tulungagung.
6. Semua teman angkatan kelas TIPS 1-A di IAIN Tulungagung yang telah membantu
kami dalam menyusun makalah ini.
Kami menyadari keterbatasan kemampuan yang dimiliki sehingga makalah ini masih
jauh dari kata kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat kami harapkan demi
kesempurnaan makalh ini. Semoga makalah ini dapat dapat bermanfaat kita semua.

Tulungagung, 3 Desember 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL………………………………………………………………….i

KATA PENGANTAR.....................................................................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………1
A. Latar Belakang …………………………………………………………………...1
B. Rumusan Masalah ………………………………………………………………..1
C. Tujuan …………………………………………………………………………….1
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………...2
A. Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dalam Pendidikan .......................................2
B. Pengertian Teknologi Komunikasi dan Teori ……………………………………4
C. Contoh Teknologi Komunikasi ...............................................................................15
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………...18
A. Kesimpulan………………………………………………………………………..18
B. Saran……………………………………………………………………………....18
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………... 19

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa pengaruh


terhadap bidang pendidikan dalam proses pembelajaran. Penggunaan TIK dalam proses
pembelajaran sudah bukan hal yang asing lagi dalam era globalisasi seperti sekarang ini.
Adanya internet memungkinkan kita untuk belajar kapan dan di mana saja dengan lingkup
yang sangat luas. Misalnya, dengan fasilitas email, chatting, e-book, e-library dan dan
sebagainya, kita dapat saling berbagi informasi tanpa harus bertatap muka langsung dengan
sumber informasi tersebut. Karena semua informasi yang kita inginkan dapat kita peroleh
hanya dengan mengakses internet.

Dimasa depan, arus perkembangan TIK akan melaju semakin cepat. Hal ini menuntut
manusia untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan TIK tersebut jika tidak mau
ketinggalan zaman, serta untuk menghadapi tantangan global. Dengan kondisi yang seperti
ini, maka pendidikan tidak akan terlepas dari internet, komputer, dan fasilitas TIK lainnya
sebagai alat bantu utama dalam proses pembelajaran.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa manfaat Teknologi Komunikasi Pendidikan ?
2. Apa pengertian Teknologi Komunikasi dan Teori ?
3. Apa saja contoh Teknologi Komunikasi ?

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan pemanfaatan teknlogi komunikasi dalam pendidikan
2. Menjelaskan pengertian Teknologi komunikasi beserta teorinya
3. Menjelaskan contoh teknologi komunikasi

iv
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dalam pendidikan

Sudah selayaknya lembaga – lembaga pendidikan yang ada segera memperkenalkan


dan memulai penggunaan dan memanfa’atkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
sebagai basis pembelajaran yang lebih mutakhir. Hal ini penting, mengingat penggunaan TIK
merupakan salah satu faktor penting yang memungkinkan kecepatan transformasi ilmu
pengetahuan kepada para peserta didik, generasi bangsa ini secara lebih luas.

Dalam konteks yang lebih spesifik, dapat dikatakan bahwa kebijakan


penyelenggaraan pendidikan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah,
maupun masyarakat harus mampu memberikan akses pemahaman dan penguasaan teknologi
mutakhir yang luas kepada para peserta didik.

Progam pembangunan pendidikan yang terpadu, terarah dan berbasis teknologi paling
tidak akan memberikan multiplier effect dan nurturing effect terhadap hampir semua sisi
pembangunan pendidikan sehingga TIK berfungsi untuk memperkecil kesenjangan
penguasaan teknologi mutakhir, khususnya dalam dunia pendidikan.

Pembangunan pendidikan berbasis TIK setidaknya memberikan dua


keuntungan. Pertama, sebagai pendorong komunita pebdidikan (termasuk guru) unuk lebih
apresiatif dan proaktif dalam maksimalisasi potensi pendidikan. Kedua, memberikan
kesempatan luas kepada peserta didik dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada, yang
dapat diperoleh dari sumber – sumber yang tidak terbatas.

Adapun kedudukan lain TIK dalam pendidikan, yaitu :

1. Mempermudah kerjasama antar Pelajar dan Pendidik, menghilangkan


batas ruang, jarak, dan waktu.
2. Sharing information, sehingga hasil penelitian dapat digunakan
bersama – sama dan mempercepat pengembangan ilmu pngetahuan.
3. Virtual university, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses
oleh orang banyak.

v
4. Serta Penyediaan pendidikan untuk mendukung pelaporan kepada
Kantor Dinas Pendidikan yang terkait dengan Ujian Akhir Nasional (UAN)
dan Badan Akreditasi Sekolah (BAS).
Donald [Link] (1979) mengemukakan beberapa manfaat media teknologi pendidikan,
yaitu : meningkatkan produiktivitas pendidikan, memberikan kemungkinan kegiatan
pengajaran bersifat individual, memberi dasar yang lebih dinamis terhadap pendidikan,
pengajaran yang lebih mantap, memungkinkan belajar seecara seketika dan penyajian
pendidikan lebih luas. Adapun manfaat media teknologi pendidikan lebih rinci menurut ely
(1979) adalah sebagai berikut:
a) meningkatkan mutu pendidikan dengan jalan mempercepat rate of learning’,
membantu guru untuk menggunakan waktu belajar secara lebih baik, mengurangi
beban guru dalam menyajikan informasi, aktivitas guru lebih banayak diarahkan
untuk meningkatkan kegairahan anak.
b) memberi kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan
memperkecil atau mengurangi control guru yang tradisional dan kaku, memberi
kesempatan luas kepada anak untuk berkembang menurut kemampuannya,
memungkinkan mereka belajar menurut cara yang di kehendaki.
c) memberi dasar pengajaran yang lebih ilmiah dengan jalan menyajikan atau
mernecanakan program pengajaran secara logis dan sistematis, mengembangkan
kegiatan pengajaran melaui penelitian, dan sebagai pelengkap maupun sebagai
terapan.
d) pengajaran dapat dilakukan secara mantap dikarenakan meningkatnya kemampuan
manusia sejalan dengan pemanfaatan media komunikasi, informasi dan data dapat di
sajikan lebih konkret, rasional.
e) meningkatkan terwujudnya ‘immediacy of learning’ karena media teknologi dapat
menghilangkan atau mengurangi jurang pemisah antara kenyataan di luar kelas
dengan kenyataan yang ada di dalam kelas, memberikan pengetahuan langsung.
f) memberikan penyajian pendidikan lebih luas, terutama melaui media massa, dengan
jalan memanfaatkan secara bersama dan lebih luas peristiwa – peristiwa langka,
menyajikan informasi yang tidak terlalu menekankan batas ruang dan waktu

Uraian di atas memberi gambaran kepada kita bahwa teknologi pendidikan atau
pemanfaatan teknologi untuk tujuan pendidikan mempunyai manfaat luas. Teknologi

vi
pendidikan memungkinkan kegiatan belajar mengajar lebih produktif, ilmiah,
diindividualisasikan, powe fu, immediacy, sejalan dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

Tentu saja hal ini tidak sederhana. Teknologi pendidikan menuntut pengetahuan
tertentu dari subjek pendidikan, oleh karena itu teknologi pendidikan teknologi yang di bahas
dalam karya ini adalah bagian integral dari keseluruhan kegiatan pendidikan untuk
meningkatkan mutu pelayanan terhadap anak.

B. Pengertian Teknologi Komunikasi dan Teori

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan payung besar terminologi


yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
TIK terdiri dari dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi
informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi, dan pengelolaan informasi. Dalam kamus Oxford (1995), teknologi informasi
adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan,
menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan
gambar. Rusman, dkk. (2012) menyatakan bahwa: “Teknologi Informasi adalah serangkaian
tahapan penanganan informasi, yang meliputi penciptaan sumber-sumber informasi,
pemeliharaan saluran informasi, seleksi dan transmisi informasi, penerimaan informasi secara
selektif, penyimpanan & penelusuran informasi, dan penggunaan informasi”.

Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat
bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Teknologi
informasi merupakan perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari perangkat keras,
perangkat lunak, proses dan sistem yang digunakan untuk membantu proses komunikasi.

Dengan demikian Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian yaitu


segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan pemindahan
informasi antar media. Teknologi informasi dan komunikasi merupakan peralatan elektronika
yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak serta segala kegiatan yang terkait
dengan pemrosesan, manipulasi, pengolahan, dan transfer atau pemindahan informasi antar
media

Jenis-Jenis Teori Komunikasi

vii
Teori Komunikasi merupakan suatu pemikiran mengenai sistem penyampaian pesan
yang didalamnya terdiri atas komponen-komponen berupa unsur komunikasi. Komponen –
komponen tersebut saling terikat demi tersampainya pesan dari komunikator kepada
[Link] teori komunikasi merupakan studi yang berkembang pesat
dibandingkan dengan studi lain. Para ahli pun banyak yang memberikan sumbangsih pada
studi ini, sehingga mengakibatkan cangkupan studi ini menjadi begitu luas sebagai timbal
balik dari berbagai jenis teori komunikasi yang ditemukan. Berikut penjelasan mengenai
jenis-jenis teori komunikasi menurut ahli.

1. Teori Komunikasi Lasswell


Harold Lasswell, Teoritikus ternama yang banyak menyumbangkan ide dan
fikirannya terkait cabang ilmu sosial dan komunikasi. Di tahun 1948, Ia
mengemukakan model komunikasi yang sederhana dan hingga kini masih
diterapkan sebagai model komunikasi dasar. Model tersebut yakni :
[box title=”” align=”centerSiapa (Who) – Berbicara apa (Says What) –
Dengan media apa (In Which Channel) – Kepada Siapa (To Whom) – Dan
dengan Efek apa (With What Effect)[/box]
2. Teori Komunikasi Behaviorisme
Jenis teori komunikasi yang satu ini mungkin sangat sering anda
dengar. Teori ini dikembangkan oleh ilmuan asal Amerika Serikat bernama
Jhon B. Watson (1878 – 1958). Menurutnya Teori Behaviorisme ini mencakup
semua perilaku, termasuk tindakan balasan atau respon terhadap suatu
rangsangan atau stimulus. Artinya bahwa selalu ada kaitan antara stimulus
dengan respon pada perilaku manusia. Jika suatu stimulus atau rangsangan
yang diterima seseorang telah teramati, maka dapat diprediksikan pula respon
dari orang tersebut.

3. Teori Komunikasi Humanisme

Teori ini dikembangkan oleh Ncneil (1977) yang diilhami oleh


perkembangan psikologi humanisme. Komunikasi humanisme pernah
diimplementasikan dalam dunia pendidikan melalui Humanistic curriculum.
Isi teori lebih menekankan pada pembagian pengawasan dan tanggung jawab
bersama antar peserta didik. Dengan harapan, nantinya peserta didik dapat
menyesuaikan dalam kehidupan masyarakat.

viii
4. Teori Informatif

Teori ini dikembangkan oleh Sannon dan Weaver (1949). Teori


informasi merupakan salah satu teori klasik, dimana teori ini menitikberatkan
pada komunikasi sebagai suatu transmisi pesan dan bagaimana transmitter
menggunakan media dalam berkomunikasi. Dalam hal ini, jika sinyal media
yang digunakan baik, maka komunikasi akan berjalan efektif, begitu pula
sebaliknya. Apabila sinyal media tidak baik, maka komunikasi tidak akan
berjalan dengan lancar.

5. Teori Uses and Gratifications (Penggunaan dan Kepuasan)

Teori ini dikembangkan oleh Blummer dan Kutz (1974). Mereka


berpendapat bahwa pengguna media memiliki peran aktif dalam memilih
media yang digunakannya. Sehingga, pengguna media dapat dikatakan sebagai
pihak utama dalam suatu proses komunikasi. Dalam hal ini, pengguna
mempunyai pilihan untuk menentukan media yangs sesuai dengan
kebutuhanya.

6. Teori Agenda Setting

Teori ini dikembangkan oleh Mc combs dan Shaw (1972). Teori


Agenda Setting beranggapan apabila media memberikan tekanan pada suatu
peristiwa maka, media tersebut akan membuat masyarakat menganggap
peristiwa itu penting. Dalam hal ini, media mempunyai efek yang sangat kuat
dalam mempengaruhi asumsi masyarakat. Sehingga akan muncul asumsi
bahwa apa yang dianggap penting oleh media akan dianggap penting oleh
masyarakat.

7. Teori Kontruktivisme

Piaget dan Vigotski adalah dua nama yang selalu dikaitkan dengan
teori ini. Teori kontruktivisme beranggapan bahwa manusia selalu memiliki
pandangan sendiri terhadap kenyataan, Mereka senantiasa mencari dan
mempelajara untuk menemukan bahasa pertama dan kedua. Di sisi lain, teori
ini juga didefinisikan sebagai pembelajaran generatif. Pembelajaran yang
merupakan suatu tindakan untuk menciptakan suatu makna dari apa yang telah
dipelajari.

ix
8. Teori Nativisme

Chomsky dan Hadley (1993) dalah tokoh pendukung teori nativisme.


Teori ini berpandangan bahwa manusia satu-satunya makhluk Tuhan yang
dapat berkomunikasi melalui verbal. Disisi lain, bahasa merupakan suatu
yang kompleks, oleh karenanya manusia senatiasa belajar untuk dapat
berkomunikasi dengan makhluk Tuhan yang lain.

9. Teori Sibernetik

Wiener (1945) adalah tokoh dibalik teori ini. Teori ini tergolong teori baru
sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi dan ilmu sosial. Teori
sibernatik merupakan suatu sistem pengontrol yang didasarkan pada
komunikasi, antara sistem dengan lingkungan dan antar sistem itu sendiri.
Pengontrol dari sistem berfungsi dalam memperhatikan lingkungan. Penerapan
teori sibernetik biasanya diperuntukkan kepada siswa agar mencapai hasil
yang efektif.

10. Teori Kognitivisme

Teori kognitivisme mengedepankan proses belajar dibandingkan dengan


hasil proses itu sendiri. Belajar tidak hanya sekedar melibatkan hubungan
antara stimulus dan respon. Tetapi juga melibatkan proses berfikir yang
kompleks. Lebih dari itu, belajar merupakan proses perubahan persepsi dan
pemahaman. Menurut aliran ini kita belajar didasarkan atas kemampuan kita
menafsirkan peristiwa atau kejadian dalam suatu lingungan. Dimana proses
belajar tersebut terdapat empat tahapan yaitu Asimilasi, Akomodasi,
Disquilibari, dan Equilibrasi.

11. Teori Ketergantungan

Teori ini dikemukakan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Malvin Defluer


(1976). Fokus dari teori ini terletak pada kondisi struktural yang ada
dimasyarakat. Fokus ini sangat cenderung mudah untuk dipengaruhi oleh
media massa. Teori ini dapat disematkan pada komunitas masyarakat modern,
dimana pada masyarakat modern, media massa dianggap suatu hal yang sangat
penting dalammencapai tujuan beberapa proses. Di antaranya yaitu proses

x
memelihara, perubahan, serta konflik dalam tataran masyarakat dan masalah
perorangan dalam suatu aktivasi sosial.

12. Teori Inokulasi

Teori ini pada mulanya disampaikan oleh Mc Guaire, dimana inokulasi


dapat pula disebut sebagai suntikan yang mengambil analogi pada ilmu medis.
Ibaratkan orang yang tidak siap menahan penyakit maka dia harus disuntikan
vaksin untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. Teori ini mengemukakan
bahwa lebih baik membekali terbujuk dengan argumen sanggahan daripada
membiarkanya tidak siap menyangkal perspektif lawan.

13. Teori Kultivasi

Teori kultivasi merupakan teori komunikasi yang membahas mengenai


efek dari komunikasi masa. Pandangan dari teori ini adalah bahwa media masa
memiliki efek yang bersifat kumulatif dan lebih berdampak pada tataran sosial
budaya dalam masyarakat dari pada personal seseorang. Teori ini di
kembangkan oleh George Gabner.

14. Teori Spiral Of Silence (Spiral Keheningan)

Teori ini berkaitan dengan bagaimana terbentuknya suatu pendapat umum


dalam masyarakat. Spiral of Silence menjelaskan bahwa terbentuknya
pendapat umum dalam masyarakat di tentukan oleh proses saling
mempengaruhi antara komunikasi massa, komunikasi antar pribadi, dan
presepsi masing-masing individu serta hubungannya dengan pendapat orang
lain dalam masyarakat. Teori ini di kembangkan oleh Elizabeth Noelle dan
Neuman (1976).

15. Teori Norma dan Budaya

Teori ini beranjak dari pada pengaruh media massa yang kuat mengenai
suatu hal. Hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi sosial budaya dalam
masyarakat. Pesan dari media massa mampu mengubah norma yang sudah ada
dalam masyarakat, disisi lain juga mampu memperkuat norma yang ada dalam
masyarakat. Lebih dari itu, mampu menciptakan norma baru dalam masyarkat.

16. Teori Belajar Sosial

xi
Teori ini dicetuskan oleh Bandura (1925). Ia mengemukakan bahwa
perilaku manusia dalam konteks sebuah interaksi tingkah laku terdapat
hubungan timbal baik yang saling berkesinambungan. Interaksi terjadi antara
perilaku kognitif dan pengaruh lingkungan. Pengalaman melalui observasi dan
pengamatan terhadap suatu pesan yang disampaikan menjadi suatu hal yang
penting dalam teori ini.

Dalam teori ini, terdapat empat tahapan, pertama pembelajaran sosial


terjadi atas adanya perhatian dari individu. Kedua, pembelajaran sosial
dilakukan melalui ingatan. Ketiga, pembelajaran sosial dilakukan melalui
tindakan, serta terakhir yaitu pembelajaran sosial dilakukan atas dasar
motivasi dari masing-masing individu.

17. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa

Teori ini merupakan salah satu teori dari komunikasi massa. Dependasi
efek komunikasi massa beranggapan bahwa kepercayaan individu kepada
media akan berkembang apabila kebutuhan informasional yang tidak dapat
ditemukan dalam pengalaman langsung terpenuhi. Massa dinilai bergantung
pada media untuk mencapai tujuan. Ini merupakan pendekatan konsisten
dengan gagasan dasar dari model penggunaan.

Little John, menilai ketergantungan seseorang dinilai dari jumlah dan


sentralitas tentang fungsi informasi yang disajikan, serta stabilitas sosial.
Semakin penting media terhadap individu, semakin tinggi pula nilai dari
media tersebut.

18. Teori Birokrasi

Teori birokrasi digunakan untuk komunikasi organisasi. Max Weber


(1948), mengungkapkan bahwa model birokrasi sering kali dipakai untuk
mencapai komunikasi organisasi yang efektif. Menurut Weber, ada delapan
karakteristik struktural terkait birokrasi organisasi, yaitu :

 Terdapat aturan dan prosedur sesuai standar.


 Mampu meminimalisir pekerjaan yang sulit.
 Hirearki organisasi yang terstruktur.
 Kemampuan anggota yang mumpuni.

xii
 Memiliki kemampuan Multi – tasking.
 Profesionalitas yang tinggi. (Baca juga : Pengaruh Media
Sosial)
 Uraian tugas yang terstruktur dan teratur.
 Rasionalitas untuk mencapai keberhasilan.

19. Teori Analisis Transaksional

Analisis transaksional merupakan pendekatan Psychotherapy yang


menekankan hubungan interaksional. Transaksional sendiri dimaksudkan
sebagai hubungan komunikasi antar individu. Teori ini digunakan untuk
mengetahui bentuk dan isi pesan yang tersampaikan dalam suatu komunikasi.

Analisis ini bertujuan mengetahui tingkat keefektifan komunikasi yang


terjalin antara individu. Eric Berne (1960), adalah pengembang teori analisi ini
yang dinilai cocok untuk digunakan dalam konseling kelompok.

20. Teori Pengharapan Nilai

Teori ini merupakan bagian dari teori komunikasi massa. Teori


pengharapan nilai bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media
terhadap massa dinilai dari kepentingan penggunaannya. Sikap seseorang
terhadap segmen – segmen media ditentukan dari evaluasi dan prespektif
mereka terhadap media tersebut. Teori ini merupakan turunan dari Teori Uses
and Gratifications.

21. Teori Struktural Fungsional

Teori ini merupakan bangunan paling dasar dari ilmu sosial. Beberapa
tokoh yang mencetuskan teori ini diantaranya August Comte, Emile
Durkheim, dan Herbert Spencer. Pemikiran struktural fungsional dipengaruhi
oleh pemikiran biologis yang menganggap masyarakat yang saling
ketergantungan akibat konsekuensi dari bertahan hidup. Tujuan dari teori ini
adalah mencapai keteraturan sosial.

22. Teori Difusi Inovasi

Teori ini menjelaskan bagaimana suatu inovasi disampaikan melalui


saluran – saluran tertentu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial.

xiii
Rogers (1961) menjelaskan bahwa “difusi adalah suatu bentuk komunikasi
yang bersifat khusus dan berkaitan dengan penyebaran beberapa pesan berisi
gagasan – gagasan baru. Teori ini sering dikaitkan dengan proses
pembangunan masyarakat.

23. Teori Sikap (Standpoint)

Harding dan Wood, dua teoritikus ini menjelaskan bahwa salah satu cara
terbaik untuk mengetahui bagaimana keadaan dunia dimulai dari sikap atau
sudut pandang wanita. Standpoint sendiri adalah sebuah tempat untuk
memandang dunia sekitar. Dunia tersebut menjadi fokus perhatian
dibandingkan fitur lainnya. Standpoint memiliki makna yang tidak jauh
berbada dari prespektif. Menurut Harding, fokus bahasa dari standpoint adalah
kaum wanita yang cenderung termarginalisasi. Oleh karena itu, teori ini
merupakan turunan dari teori feminisme.

24. Teori Komunikasi Dua Tahap

Teori ini didasari oleh penelitian yang dilakukan oleh Paul Lazarsfeld dan
teoritikus lainnya. Teori Komunikasi dua tahap membahas mengenai efek
media massa dan pertama kali diterapkan dan kampanye pemilihan umum
1940. Studi ini memiliki asumsi bahwa proses stimulus bekerja dalam
menghasilkan efek ke media massa.

25. Teori Komunikasi Administrasi

Teori komunikasi administrasi adalah proses penyampaian pesan yang


dilakukan secara timbal balik antar anggota. Teori ini dimaksudkan dengan
tujuan untuk menumbuhkan rasa saling pengertian dalam rangka mencapai
tujuan organisasi dengan efektif dan efisien. Fungsi dari penerapan teori ini
adalah untuk menjaga stabilitas informasi agar tercipta penyesuaian sikap
yang memadai antar bagian dalam organisasi.

26. Teori Connectionism (Thorndike)

Teori ini disebut juga dengan teori Trial and Error. Menurut teori ini,
masing – masing organisme apabila bertemu dengan situasi yang baru akan
melakukan beberapa tindakan yang bersifat coba-coba secara terus menerus.

xiv
Kemudian, jika dalam usaha coba coba tersebut secara tidak sengaja timbul
perbuatan yang dirasa memenuhi situasi, maka perbuatan tersebut akan terus
diterapkan sebagai salah satu tindakan yang dinilai cocok dalam situasi
tersebut. Dengan percobaan yang dilakukan secara berkelanjutan, maka
perbuatan tersebut menjadi suatu kebiasaan dan semakin efisien untuk
diterapkan. Kemudian, berikut proses belajar menurut Thorndike, yaitu Law of
Effect. Law of Effect Proses ini merupakan bentuk tingkah laku yang memberi
kepuasan sesuai tuntutan situasi yang ada. Kemudian, tingkah laku tersebut
akan selalu diingat dan dipelajari dalam kurun waktu yang lama. Sebaliknya,
semua tingkah laku yang memberi dampak negatif perlahan akan ditinggalkan.
Proses tingkah laku ini terjadi secara alamiah. Dan juga, dapat dilatih
berdasarkan syarat -syarat yang berlaku.

Kemudian, Thorndike memiliki pandangan bahwa organisme adalah suatu


mekanismus. Ia hanya akan melakukan gerakan atau tindakan apabila terdapat
rangsangan yang memiliki pengaruh terhadap dirinya. Gerakan tersebut terjadi
secara otomatis. Terjadinya otomatisme menurut Thorndike dikarenakan
adanya law of effect.

Kemudian, dalam kehidupan sehari-hari, law of effect dapat dilihat saat


pemberian penghargaan atau ganjaran, dan juga pemberian hukuman dalam
pendidikan. Karena adanya law of effect, timbul reaksi antara hubungan
(connection) atau asosiasi antara tingkah laku reaksi yang menghasilkan
sesuatu yang kemudian disebut dengan dampak atau hasil (effect). Karena,
adanya relasi antara reaksi dengan dampaknya itu, maka teori Thorndike
disebut juga Connectionism.

27. Teori Systematic Behavior (Hull)

Clark C Hull mendalami teori Thorndike dalam usahanya


mengembangkan teori belajar dalam komunikasi. Beberapa prinsip yang
digunakan memilki kesamaan dengan prinsip para behaviorus yang
berdasarkan adanya stimulus dan respon serta motivasi.

Teori ini mengungkapkan bahwa suatu kebutuhan atau keadaan terdesak


oleh motif tujuan, maksud tertent, harus dimiliki dalam seseorang yang sedang
belajar. Kebutuhan tersebut harus ada sebelum suatu respon yang dapat

xv
diperkuat oleh dasar pengurangan kebutuhan. Kemudian, dalam hal efisiensi
belajar, tergantung pada besarnya tingkat pengurangan serta kepuasan motif.
Lalu timbul usaha belajar dari keberadaan respon tersebut. Di sisi lain, setiap
obyek atau situasi dapat memiliki nilai motivasi apabila hal itu berhubungan
dengan penurunan terhadap kekurangan pada diri individu tersebut.

28. Teori Operant Conditioning (Skinner)

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Skinner (1904-1990). Skinner


menganggap penghargaan dan motivasi adalah dua faktor penting dalam
pembelajaran. Tak hanya itu, Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi
dalam komunikasi adalah untuk mengontrol tingkah laku. Pada teori ini,
seorang guru memberikan penghargaan hadiah atau nilai tinggi yang bertujuan
agar anak menjadi lebih rajin. Di sisi lain, Operant conditioning merupakan
suatu proses pemberian motivasi terhadap suatu perilaku yang kemudian
mengakibatkan perilaku tersebut dapat terulang atau menghilang sesuai
keinginan.

Kemudian, Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli. Bila


tidak ada tanda – tanda keberadaan stimuli, maka guru tidak bisa membimbing
siswa untuk mengarahkan perilakunya. Dalam proses ini, guru mempunyai
peran untuk mengontrol dan membimbing siswa dalam suatu proses belajar.
Hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan.

Terdapat beberapa Prinsip belajar Skinners, diantaranya:

 Hasil belajar harus segera disampaikan pada siswa. Jika salah


dibenarkan jika benar diberi motivasi.
 Proses belajar harus mengikuti pola dari yang belajar. Materi
pelajaran digunakan sebagai sistem modul.
 Dalam proses pembelajaran, lebih mementingkan aktivitas
sendiri, sedangkan hukuman tidak berlaku. Untuk itu, lingkungan perlu
di modifikasi untuk menghindari hukuman.
 Tingkah laku yang sesuai dengan keinginan pendidik layak
diberikan penghargaan, dan sebaliknya.
 Dalam pembelajaran menggunakan shapping.

xvi
29. Teori Classical Conditioning (Pavlov dan Watson)

Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Ivan Petrovich Pavlo. Menurut
teori ini, belajar merupakan suatu proses perubahan yang terjadi karena ada-
nya syarat-syarat (conditions). Kemudian syarat – syarat tersebut akan
menimbulkan reaksi atau respon. Lalu, untuk membuat seseorang itu belajar,
keberadaan syarat – syarat tersebut dibutuhkan. Di sisi lain, fokus dalam teori
ini adalah pembelajaran yang terjadi secara otomatis setelah latihan – latihan
yang dilakukan terus menerus.

Beberapa penganut teori ini menjelaskan bahwa segala bentuk tingkah


laku manusia adalah hasil daripada conditioning. Hasil tersebut berasal dari
latihan atau kebiasaan, yang kemudian bereaksi terhadap rangsangna tertentu
dalam kehidupan sehari – hari.

Teori ini juga memiliki kelemahan. Karena teori ini menganggap bahwa
belajar hanya terjadi secara otomatis, maka keaktifan dan penentuan pribadi
pun diabaikan. Dalam bertindak atau berbuat sesuatu, individu tidak semata –
mat mengandalkan pengaruh dari luar. kepribadian juga memiliki peranan
penting dalam memililih atau menentukan perbuatan dan reaksi apa yang akan
dilakukannya.

30. Teori Standpoint (Sikap)

Teori ini menilai bahwa pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki


individu, sebagian besar dibentuk oleh kelompok sosial dimana mereka
cenderung aktif [Link] ini dikemukakan oleh Wood, J. T.
(1982), dalam West, R., & Turner, L. H., (2000). Melalui pendapat ini, dapat
terlihat kerangka tentang sistematika pengaruh kekuatan untuk pembentuk
identitas.

Teori sikap (standpoint theory-ST), membentuk kerangka agar dapat


memahami sistem kekuasaan. Teori kerangka ini dibangun berdasarkan
pengetahuan yang berasal dari kehidupan sehari-hari. Individu-individu
adalah konsumen aktif dari realitas. Kemudian, perspektif individu-individu
adalah sumber informasi yang terpenting terkait pengenalan terhadap
pengalaman mereka (Riger,1992). Bahkan, teori ini mengakui bahwa

xvii
pengalaman, pengetahuan, dan perilaku komunikasi individu sebagian besar
terbentuk oleh kelompok sosial dimana individu berpartisipasi.

C. Contoh Teknologi Komunikasi

Teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang sangat maju. Hal itu dapat
Anda lihat dari berbagai peralatan teknologi komunikasi yang ada sekarang. Tidak hanya
canggih dan modern, peralatan teknologi komunikasi yang ada saat ini memudahkan berbagai
aktivitas Anda semua. Anda mungkin mengira peralatan teknologi komunikasi hanya sebatas
pada telepon saja. Nyatanya, ada banyak peralatan teknologi komunikasi yang mungkin
belum Anda tahu sebelumnya. yaitu

1. Surat

Sebelum teknologi mulai berkembang pesat, surat adalah alat komunikasi


yang jadi andalan banyak orang. Melalui surat Anda dapat berbagi informasi dan
mencari tahu kabar keluarga, kerabat dan teman yang berjarak jauh. Proses
penyampaian informasi melalui surat memang tergolong lama. Walaupun begitu,
saat ini media surat juga masih digunakan untuk keperluan tertentu di perkantoran
dan perusahaan.

2. Telegraf

Telegraf adalah alat komunikasi yang berfungsi untuk mengirim pesan dengan
media kabel, listrik dan radio. Walaupun alat komunikasi ini sudah banyak
ditinggalkan, namun beberapa kalangan masih memakainya yaitu di bidang pelayaran
dan militer.

3. Radio

Radio adalah salah satu alat komunikasi yang banyak dipakai pada masa lalu.
Radio dapat mengirim informasi dengan cara mentransmisikan gelombang
elektromagnetik ke ruang angkasa. Proses komunikasi dan penyebaran informasi
melalui radio membutuhkan pemancar dan penerima yang memiliki antena. Selain itu
juga membutuhkan peralatan seperti mikrofon pada pemancar dan pengeras suara
pada penerima.
4. Televisi

xviii
Televisi adalah peralatan teknologi komunikasi yang pasti ada disetiap rumah.
Televisi banyak diminati karena mampu memberikan informasi dengan cepat.
Umumnya televisi dipakai untuk menyampaikan informasi yang sifatnya massal.

5. Facsimile

Facsimile adalah peralatan teknologi komunikasi yang dipakai di kantor-


kantor dan perusahaan. Facsimile berfungsi untuk menerima dan mengirim informasi
lewat telephoto. Facsimile memungkinkan Anda untuk dapat mengirim salinan suatu
halaman berupa gambar dan tulisan ke mesin facsimile yang ada di tempat lain
melalui saluran telepon. Proses pengirimannya pun hanya membutuhkan beberapa
menit saja.

6. Telepon Kabel

Sebelum ada jaringan wireless, telepon zaman dahulu memakai jaringan kabel.
Melalui alat ini Anda dapat melakukan komunikasi suara secara langsung dengan
orang yang berada sangat jauh. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi,
pengguna telepon kabel pun semakin berkurang.

7. Smartphone

Bermula dari telepon seluler biasa yang hanya bisa melakukan panggilan dan
mengirim sms, telepon nirkabel saat ini semakin canggih saja. Saat ini dunia telepon
genggam ramai pada penggunaan smartphone yang juga dapat dipakai untuk memutar
musik dan video, mengirim gambar serta mengakses internet dan sosial media.
Perubahan gaya hidup di masyarakat pun juga mulai berubah. Jika dulu hanya
kalangan tertentu saja yang bisa memiliki telepon genggam, sekarang bahkan
golongan menengah kebawah sudah mampu membelinya karena hadir dengan harga
yang terjangkau.

8. Komputer

xix
Komputer juga merupakan peralatan teknologi komunikasi yang sifatnya
wajib dimiliki oleh masyarakat zaman sekarang. Selain sebagai alat komunikasi dan
alat pengolah data, komputer juga digunakan untuk kepentingan penyimpanan data.
Bahkan, komputer saat ini juga berkembang ke teknologi nirkabel seperti laptop,
netbook dan notebook.

Peralatan teknologi komunikasi merupakan hal yang sangat penting karena


dapat menghubungkan banyak orang secara langsung dari jarak jauh. Jika dulu
komunikasi hanya sebatas surat, sekarang perkembangannya menjadi lebih modern.
Hal tersebut terbukti dengan semakin canggihnya peralatan teknologi komunikasi di
zaman sekarang seperti smartphone. Kedepannya, peralatan teknologi komunikasi
dipastikan akan lebih menggebrak lagi dari yang ada sekarang.

BAB III

PENUTUP

xx
A. Kesimpulan

1. teknologi pendidikan atau pemanfaatan teknologi untuk tujuan pendidikan mempunyai


manfaat luas. Teknologi pendidikan memungkinkan kegiatan belajar mengajar lebih
produktif, ilmiah, diindividualisasikan, powe fu, immediacy, sejalan dengan tuntutan ilmu
pengetahuan dan teknologi.

2. Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat
bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Teknologi informasi merupakan perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari perangkat
keras, perangkat lunak, proses dan sistem yang digunakan untuk membantu proses
komunikasi.

Teori Komunikasi merupakan suatu pemikiran mengenai sistem penyampaian pesan yang
didalamnya terdiri atas komponen-komponen berupa unsur komunikasi. Komponen –
komponen tersebut saling terikat demi tersampainya pesan dari komunikator kepada
[Link] teori komunikasi merupakan studi yang berkembang pesat
dibandingkan dengan studi lain. Para ahli pun banyak yang memberikan sumbangsih pada
studi ini, sehingga mengakibatkan cangkupan studi ini menjadi begitu luas sebagai timbal
balik dari berbagai jenis teori komunikasi yang ditemukan. Berikut penjelasan mengenai
jenis-jenis teori komunikasi menurut ahli.

3. ada banyak contoh tekhnologi komunikasi yaitu diantaranya surat, telegraf, radio,
facsimile, telefon, televisi, smartphone, kommputer

B. Saran

Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah
Pengetahuan para pendengar. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan
kata dan Kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan Lugas. Karena kami hanyalah manusia
biasa yang tak luput dari kesalahan, dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari
para pendengar demi kesempurnaan makalah ini. Sekian Penutup dari kami semoga dapat
diterima dihati dan kami ucapkan banyak terima kasih yang sebesar besarnya. Sekian dari

Daftar Pustaka

xxi
[Link]
[Link]

[Link]

[Link]
8_peralatan_teknologi_komunikasi_yang_masih_eksis_hingga_sekarang-802

xxii

Anda mungkin juga menyukai