Komparasi Mobile Banking BSI dan BRI
Komparasi Mobile Banking BSI dan BRI
Diajukan Oleh:
Reza Riski Indiningtyas
NIM 402210201
PERBANKAN SYARIAH
2024
A. JUDUL
“Studi Komparasi Faktor Penggunaan Layanan Mobile Banking BSI dan Mobile Banking
BRI”
B. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Pada zaman sekarang perkembangan teknologi berkembang dengan sangat cepat
dan semuanya berbasis digital. Hal ini berdampak pada pertumbuhan teknologi di
perbankan. Saat ini bank bersaing menciptakan suatu layanan digital banking yang
dimana layanan itu mempermudah segala transaksi. Dibidang perbankan, penggunaan
teknologi informasi mobile banking dapat dinilai sangat bermanfaat dalam
meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas nasabah. Berkat adanya mobile
banking, nasabah dapat bertransaksi dengan mudah tanpa harus pergi ke bank ataupun
ATM. Keunggulan dari mobile banking itu sendiri yaitu dapat melakukan transaksi
pembayaran dimana saja dan kapan saja tanpa batas waktu.1
Penggunaan teknologi informasi mobile banking secara umum adalah saluran
distribusi bank untuk mengatasi rekening yang dimiliki nasabah melalui teknologi
penyampaian data melalui ponsel. Layanan mobile banking dapat memberikan
kemudahan untuk cek saldo, tranfer antar rekening, pembayaran tagihan, isi pulsa, dan
lain- lain. 2
Pada Bank Syariah Indonesia aplikasi layanan tersebut bernama BSI Mobile,
aplikasi ini terintegrasi dengan basis data para nasabah yang dapat diakses oleh para
nasabah dan pihak bank yang bertanggungjawab. Basis data ini secara otomatis akan
terkoneksi mengenai berbagai aktivitas transaksi yang dilakukan nasabah yang
bersangkutan. Bank Syariah Indonesia sadar akan kebutuhan pada nasabah dan terus
melakukan pengembangan dan pelayanan berbasis syariah terutama pada pelayanan
internet banking.3
Banyaknya pengguna BSI Mobile, tidak sedikit yang yang mengalami kendala.
Sistem aktivasi yang rumit dan sangat detail sangat menyusahkan nasabah. Menurut
penilaian pengguna BSI Mobile pada Play Store, banyak dari pengguna yang
mengalami kendala saat aktivasi, baik itu saat verifikasi wajah maupun verifikasi
melalui sms. Nasabah melakukan verifikasi wajah berulang kali namun selalu gagal
dan muncul keterangan aktivasi belum berhasil. 4
Mobile banking BRI merupakan aplikasi baru dan menggantikan aplikasi mobile
banking BRI sebelumnya yang bernama BRI mobile banking. BRImo datang untuk
1
Admaja Dwi Herlambang and Arimbi Dewayanti, “Minat Nasabah Dalam Menggunakan Layanan Mobile Banking,”
2018.
2
“HIKMATUN NAZILA (NIM.19631044).Pdf,” n.d.
3
Dwita Febrianti, Sella Azara Lailatul Hidayah, and Nadia Fathurrahmi Lawita, “Penerapan Basis Data pada
Perusahaan Perbankan (Studi Kasus Penerapan Mobile Banking pada Bank Syariah Indonesia)” 5 (2021).
4
Aulya Tri Rachmawati, “PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN MAS SAID SURAKARTA 2023,” n.d.
meningkatkan layanan, namun menjadi tantangan tersendiri bagi Bank BRI untuk dapat
mengenalkan aplikasi baru tersebut dan mengantikan secara menyeluruh fungsi
aplikasi yang telah digunakan se belumnya. Setelah dua tahun diluncurkan, BRImo
belum bisa memenuhi target perusahaan untuk bisa digunakan oleh 20 juta pengguna.
Target tersebut diproyeksikan akan terpenuhi pada tahun 2023. Untuk dapat
memastikan target tersebut tercapai, perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi penggunaan aplikasi BRImo. Diharapkan dengan diketahuinya
faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan aplikasi BRImo bisa menjadi area
pengembangan atau improvement bagi perusahaan untuk menjadikan BRImo menjadi
lebih baik dan menjadi aplikasi yang bisa diterima oleh nasabah Bank BRI. 5
Kualitas layanan merupakan kunci dari ukuran kepuasan nasabah. Jika kinerja
gagal memenuhi ekspektasi pelanggan, maka pelanggan tidak akan puas. Jika kinerja
sesuai dengan ekspektasi pelanggan, maka pelanggan akan puas. Jika kinerja melebihi
ekspektasi pelanggan, maka pelanggan akan sangat puas dan senang (Kotler, Philip., &
Keller, 2012).6 Di samping kualitas pelayanan yang baik, fasilitas juga turut berperan
dalam menjaring nasabah. Fasilitas merupakan sumber daya fisik yang harus ada dan
terpenuhi sebelum suatu jasa dapat ditawarkan kepada konsumen. Menurut Tjiptono
fasilitas merupakan sarana yang sifatnya mempermudah nasabah untuk melakukan
suatu aktivitas. Nasabah pada zaman sekarang adalah nasabah yang kritis dan sangat
berhati-hati dalam membelanjakan dan menginvestasikan uang. Mereka
mempertimbangkan banyak faktor untuk memilih sebuah produk atau jasa termasuk
jasa perbankan. Fasilitas menjadi salah satu pertimbangan nasabah dalam menentukan
pilihan. Pada tingkat harga yang hampir sama, Semakin lengkap fasilitas yang
disediakan pihak bank, maka akan semakin puas nasabah dan dia akan terus memilih
bank tersebut sebagai pilihan prioritas berdasarkan persepsi yang dia peroleh terhadap
fasilitas yang tersedia.
Pada saat ini mobile banking BSI dan mobile banking BRI sangat diperlukan untuk
kegiatan sehari-hari. Dalam hal ini peneliti menemukan suatu masalah yaitu, pada
dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo para dosen banyak yang
memiliki tabungan pada Bank BSI dan Bank BRI dan juga menggunakan aplikasi
layanan mobile banking BSI dan mobile banking BRI. Namun pada hal ini mayoritas
para dosen banyak yang menggunakan aplikasi layanan mobile banking BRI untuk
transaksi sehari-hari dibandingkan menggunakan layanan mobile banking BSI.
5
Zanwar Yoga Pamungkas and Adithya Sudiarno, “Implementasi Model UTAUT (Unified Theory of Acceptance and
Use of Technology) untuk Menganalisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Aplikasi Brimo,” Jurnal
Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 9, no. 3 (June 20, 2022): 569–78,
[Link]
6
Ratnawaty Marginingsih, “Kualitas Mobile Banking Terhadap Kepuasan Nasabah Bank BRI (Studi Pada Pengguna
BRI Mobile di Kota Depok),” Moneter - Jurnal Akuntansi dan Keuangan 7, no. 1 (March 31, 2020): 24–31,
[Link]
Dengan adanya masalah ini peneliti ingin membadingkan apa yang menjadi faktor
penggunaan layanan mobile banking BSI dan mobile banking BRI. Maka, disini penulis
tertarik menggambil judul “Studi Komparasi Faktor Penggunaan Layanan Mobile
Banking BSI dan Mobile Banking BRI”.
2. Rumusan Masalah
a. Bagaimana kualitas dan fasilitas terhadap layanan mobile banking BSI dan BRI?
b. Bagaimana perbandingan layanan mobile banking BSI dan BRI?
c. Bagaimana faktor-faktor yang menjadi latar belakang penggunaan mobile banking
BSI dan BRI?
3. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui kualitas dan fasilitas terhadap layanan mobile banking BSI dan
BRI.
b. Untuk mengetahui perbandingan layanan mobile banking BSI dan BRI.
c. Untuk mengetahui faktor yang menjadi latar belakang penggunaan mobile banking
BSI dan BRI.
4. Manfaat Penelitian
a. Secara teoritis
Secara teoritis penelitiaan ini diiharapkan memberikan wawasan terkait
layanan mobile banking khususnya terhadap perbandingan mobile banking BSI dan
BRI.
b. Secara Praktis
1) Bagi pihak bank
Semoga penelitian ini dapat menjadikan kontribusi terhadap pihak bank
dalam menyediakan mobile banking yang semakin baik lagi sehingga nasabah
dapat memakai layanan aplikasi mobile banking dengan puas.
2) Bagi nasabah
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan penjelasan untuk nasabah yang
belum memahami perbandingan layanan mobile banking yang ditawarkan oleh
BSI dan BRI.
3) Bagi peneliti selanjutnya
Semoga penelitian ini dapat memperluas pemahaman peneliti terhadap
perbandingan kualitas pelayanan mobile banking bank syariah dan bank
konvensional. Semoga dapat dikembangkan lebih lanjut oleh peneliti
selanjutnya.
5. Sistematis Pembahasan
Penyusunan proposal skripsi ini dapat dipahami secara komprehensif, diperlukan
penyusan sistematika sebagai kerangka dan panduan skkripsi. Adapun sitematika
penulisannya sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan merupakan ilustrasi skripsi secara keseluruhan. Bab ini berisikan
tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitiaan, manfaat
penelitiaan, studi penelitian terdahulu, metode peneliaan, dan sistematika penelitiaan.
Metode penelitiaan sendiri terdiri dari pendekatan dan jenis penelitiaan, lokasi
penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, analisis data, dan teknik
pengecekan keabsahan data.
BAB II KAJIAN TEORI
Memuat teori yang sesuai dengan rumusan masalah dan data yang dikaji. Pada bab
ini berfungsi memaparkan kerangka awal teori yang digunakan sebagai alat bantu
dalam memahami data dalam melakukan penelitian yang terdiri atas kualitas dan
fasilitas, perbandingan mobile banking BSI dan BRI, faktor penggunaan mobile
banking.
BAB III PAPARAN DATA
Memuat data yang ditemui dilapangan yang berupa data inti dan data pendukung.
Dalam bab ini membahas gambaran umum tentang kualitas dan fasilitas mobile
banking BSI dan BRI, perbandingan layanan mobile banking BSI dan BRI, faktor yang
menjadi latar belakang penggunaan mobile banking BSI dan BRI.
BAB 1V PEMBAHASAN
Memuat penafsiran data menggunakan teori supaya dapat dipahami dalam
menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah. Bab ini membahas Studi komparasi
yang menjadi faktor latar belakang penggunaan layanan mobile banking BSI dan BRI.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan, saran-saran dan rekomendasi. Kesimpulan menyajikan
secara ringkas seluruh penemuan penelitian yang ada hubungannya dengan masalah
penelitian. Berikut dengan saran yang diberikan oleh peneliti berkkaitan dengan
penelitiaan yang telah selesai dilakukan.
C. LANDASAN TEORI
1. Kajian Teori
a. Kualitas dan Fasilitas Mobile Banking
1) Pengertian Kualitas
Kualitas memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan.
Kualitas memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan
yang kuat dengan peusahaan.
Kualitas layanan adalah ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang
diberikan mampu sesuaidengan ekspatasi pelanggan (Wijaya, 2011).
Kualitas pelayanan adalah tingkat keunggulan(excellence) yang diharapkan
dan pengendalian atas keunggulan tersebut untuk memenuhikeinginan
pelanggan (Tjiptono, 2005).Menurut Kotler (2000), pelayanan(service) adalah
setiaptindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada
pihak lain, yang padadasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan
kepemilikan apapun. Produksinya dapatdikaitkan atau tidak dikaitkan
dengan suatu produk fisik. Pelayanan yang prima mampumempertahankan
pelanggan yang telah ada, bahkan mampu menarik konsumen baru.
Secaraotomatis merek yang dijual akan lebih dikenal oleh konsumen
[Link] layanan merupakantingkat keunggulan untuk memenuhi
keinginan pelanggan. Dengan kata lain yang menjadifaktor utama yang
mempengaruhi kualitas layanan yaitu pelayanan yang diharapkan dan
pelayanan yang dirasakan. 7
Goetsch dan Davis (1994) mendefenisikan kualitas pelayanan merupakan
suatu kondisi dianamis yang berhubungan dengan produk jasa, manusia, proses
dan lingkungan yang mampu memenuhi dan atau melebihi harapan
konsumen.8
2) Manfaat Kualitas Layanan
layanan memberikan manfaat sangat besar bagi nasabah, karyawan,
maupun bank. Manfaat bagi pelanggan yaitu pemenuhan kebutuhan,
penghargaan mendapatkan layanan yang baik, kepercayaan sebagai mitra bisnis
dan kepercayaan terhadap perusahaan yang professional. Manfaat bagi
karyawan, meningkatkan kepercayaan diri, menumbuhkan kepuasan pribadi
dan menumbuhkan semangat bekerja. Manfaat bagi perusahaan yaitu
peningkatan citra profesional, kelangsungan usaha terjamin dan meningkatkan
laba perusahaan.
3) Dimensi Kualitas Layanan
Roger A. Kerin, Lau Geok Theng (2013;344), dimensi dari kualitas layanan
yaitu:
1. Kehandalan (Reliability)
Kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan
memuaskan. Menurut Roger A. Kerin, Lau Geok Theng (2013:334)
indikator reliability adalah sebagai berikut:
a. Mudah dan tepat.
b. [Link] 24 jam
c. Transaksi tepat waktu.
d. Tidak perlu mengantri
2. Daya Tanggap (Responsiveness)
Keinginan para staf umtuk membentuk para pelanggan dan kecepatan
memberikan pelayanan yang [Link] Pelanggan terhadap
7
Pamela Montung, Jantje Sepang, and Decky Adare, “PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS LAYANAN DAN
PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI RESTORAN KAWAN BARU” 15, no. 05 (2015).
8
Mirna Ayu Novia, Baharuddin Semmaila, and Imaduddin Imaduddin, “Pengaruh kualitas Layanan Dan Kualitas
Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan,” Tata Kelola 7, no. 2 (September 3, 2020): 201–12,
[Link]
pelayanan dapat dipastikan akan berubah sewaktu-waktu. Indikator daya
tangkap seebagai berikut:
a. Keluhan ditanngani dengan cepat
b. Pelayanan Keluhan tidak dibedakan
c. Adanya konfirmasi transaksi
d. Jaminan
4) Fasilitas
Menurut Oetama fasilitas adalah objek penting untuk meningkatkan
kepuasan, seperti kenyamanan pelanggan, memenuhi kebutuhan dan
kenyamanan pengguna layanan. Jika layanan yang diberikan memenuhi
persyaratan, klien akan puas.
Indikator Fasilitas menurut (Relitania, 2017, p. 21) ada dua bagian
indikator fasilitas yaitu:
1. Bukti Fisik
a. Ruang Lobby yang nyaman, bersih dan rapi untuk dipakai
b. Fasilitas Waiting room yang nyaman.
c. Tersedianya tempat parkir yang memadai.
d. Sarana pendukung lainnya.
2. Dukungan fisik
a. Menata fasilitas.
b. Garansi.
c. Nilai fungsi.
d. Peralatan penunjang 9.
5) Mobile Banking
Mobile banking adalah fasilitas layanan dalam pemberian kemudahan akses
maupun kecepatan dalam memperoleh informasi terkini dan transaksi financial
secara real time. Mobile banking dapat diakses oleh nasabah perorangan
melalui ponsel yang memiliki teknologi GPRS. Produk layanan mobile banking
adalah saluran distribusi bank untuk mengakses rekening yang dimiliki nasabah
melalui teknologi GPRS dengan dengan sarana telfon seluler (ponsel).
Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat mendukung dalam
kecepatan dan kemudahan layanan transaksi perbankan terhadap nasabah.
Jika dilihat dari aktifitas financial yang dilakukan, layanan mobile banking
lebih banyak digunakan untuk mencari informasi. Bahkan, jumlah aktivitas
pencarian informasi bisa tiga kali lipat dibandingkan dengan kegiatan transaksi.
Hal ini dikarenakan karakter masyarakat Indonesia yangm masih belum
percaya akan transaksi menggunakan mobile banking. Selain itu juga
kepercayaan nasabah terhadap resiko keamanan dalam menggunakan mobile
9
Tiurniari Purba, “KUALITAS PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA BENGKEL
MAZDA DI KOTA BATAM,” 2020.
banking Minat adalah kesukaan (kecenderungan hati) kepada sesuatu. Secara
sederhana minat itu dapat diartikan suatu kecenderungan untuk memberikan
perhatian kepada orang dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang
menjadi objek dari minat itu tersebut disertai dengan perasaan senang. 10
b. Perbandingan Mobile Banking BSI dan BRI
1. Mobile Banking BSI
BSI Mobile Banking adalah aplikasi layanan yang dibuat oleh Bank
Syariah Indonesia dalam memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi
tanpa ke BSI.
Fitur-fitur pada Mobile Banking BSI harus menarik nasabah dan
membedakan produk dari pesaing karena memiliki dampak besar pada
persepsi pembelian nasabah. Komponen yang membentuk kualitas produk
adalah komponen yang sangat dihargai dan diandalkan oleh nasabah ketika
memutuskan apakah akan menggunakan atau membeli suatu produk. Fitur-
fitur layanan yang tersedia di BSI Mobile antara lain :
1. Informasi Rekening, yang bertujuan untuk melihat setiap informasi
transaksi tabungan wadiah dan mudharabah di BSI Mobile.
2. Daftar Mutasi, yang bertujuan untuk mengetahui secara spesifik uang
yang masuk atau keluar dari rekening, termasuk tanggal dan jumlah
yang terlibat.
3. Transfer, yang bertujuan untuk memudahkan nasabah dalam mengirim
uang ke rekening BSI ataupun rekening bank lainnya tanpa harus jauh-
jauh pergi ke ATM.
4. Pembiayaan, yang bertujuan untuk melakukan berbagai transaksi
keuangan. PLN,Shopee, Tokopedia, air PDAM, dan biaya haji dan
umroh dll.
5. Pembelian, yang bertujuan untuk menawarkan transaksi pembelian
sederhana untuk berbagai kebutuhan seperti token listrik atau pulsa.
6. QRIS, yang bertujuan untuk melakukan pemindaian QR yang tersedia
berbagai transaksi.
7. E-mas, yang bertujuan untuk memudahkan investasi emas, nasabah juga
bisa membeli emas secara elektronik dengan fitur E-mas dari BSI
dengan hitungan rupiah atau gram.
8. Tarik tunai, bertujuan untuk memudahkan nasabah yang mengambil
uang tunai dari rekening BSI tanpa menggunakan kartu debit BSI, tetapi
dapat mengambil antara Rp. 50.000 dan Rp. 500.000 setiap hari.
9. ATM Cabang, didalam fitur ini, lokasi ATM dan kantor cabang bisa
ditemukan dengan mudah berdasarkan lokasi berada saat itu.
10
Annisa Fitri Iriani, “MINAT NASABAH DALAM PENGGUNAAN MOBILE BANKING PADA NASABAH BANK SYARIAH
MANDIRI KOTA PALOPO” 2, no. 2 (2018).
10. Kotak masuk, yang bertujuan untuk memudahkan semua dokumentasi
transaksi perbankan yang akan disimpan dalam kotak masuk ini, selain
itu juga dapat melihat notifikasi mengenai berbagai program yang
ditawarkan oleh BSI Mobile.
11. Aktivasi, bagi nasabah yang baru mendownload aplikasi BSI Mobile
bisa melakukan aktivasi dengan memasukkan nomor HP yang terdaftar
dan nomor aktivasi yang dikirim melalui SMS. 11
12. Berbagi-Ziswaf, Bank Syariah Indonesia juga bergerak dalam
kehidupan sosial yaitu dengan membuat fitur berbagi-ziswaf yang
dimana fitur ini memiliki banyak sekali kegunaan. Dalam berbagi-
ziswaf ini terdapat beberapa fitur yaitu: zakat, infaq, wakaf, warteg
mobile, kalkulator zakat, dompet dhuafa, rumah zakat, baznas, fidya. 12
2. Mobile Bangking BRI
BRImo adalah aplikasi keuangan digital terbaru dari Bank BRI yang
memberikan kemudahan untuk bertranksaksi melalui perangkat mobile.
Aplikasi ini dapat diakses melalaui smartphone.
Fitur Layanan yang ada pada BRImo
1. Transfer
2. QRIS
3. Bayar tagihan
4. Toup up
5. Setor dan tarik tunai
6. Briva
7. E Wallet
8. Lifestyle
9. Investasi
10. Donasi
11. Pinjaman
12. Kartu kredit
13. Asuransi
14. Produk BRI
15. Catatan keuangan
16. Debit virtual
c. Faktor Penggunaan Mobile Banking
1. Keunggulan Pada BSI Mobile
a. Layanan 24 jam
11
Dinda Ayu Agustina and Diah Krisnaningsih, “PENGARUH PENGGUNAAN BSI MOBILE TERHADAP KEPUASAN
NASABAH DI BSI CABANG JENGGOLO,” Islamic Banking and Finance, 2023.
12
Askur Hamid Nst et al., “PERSEPSI NASABAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA TERHADAP
LAYANAN FITUR MOBILE BANKING BSI,” Trending: Jurnal Manajemen dan Ekonomi 1, no. 1 (December 17, 2022):
114–22, [Link]
Penggunaan layanan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, bahkan tengah
malam sekalipun
a. Transaksi lebih aman
BSI Mobile menerapkan dua sistem keamanan, yaitu password untuk masuk
ke akun rekening BSI Mobile dan PIN bila pengguna ingin masuk kesetiap
fitur yang ada dan juga melakukan transaksi. Apabila PIN atau password
tidak sesuai maka secara otomatis BSI Mobile akan terblokir. Tidak hanya
itu, pengguna pun biasanya akan mendapatkan SMS ketika terdapat
aktivitas pada rekening nasabah baik setoran, penarikan uang atau transfer
antar rekening. Dengan begitu, dari sisi keamanan layanan ini sudah cukup
aman.
b. Layanan islami
Layanan fasilitas yang menampilkan informasi terkait jadwal sholat,
kalkulator qurban, Asmaul Husna, Arah kiblat dan lain sebagainya,
memudahkan kita sebagai orang muslim dalam beribadah.
c. Infaq
Fitur ini memudahkan para nasabahnya untuk berinfaq kapanpun dan
dimanapun tanpa bersusah susah lagi, cukup dengan sekali Klik kita bisa
berinfaq.
1. Kelemahan Pada BSI Mobile
a. Proses transaksi yang terganggu ketika koneksi internet lemah dan akan
"error"karena kehabisan waktu
b. Tidak banyak jenis ATM yang menyediakan kebutuhan layanan setor tunai
Bank Syariah BUMN.
2. Keunggulan Pada BRImo
a. Layanan 24 jam
Salah satu maanfaat utama BRImo yaitu dapat di akses 24 jam.
b. Pembayaran tagihan
BRImo dapat membayar berbagi tagiihan seperti listrik,telepon, internet,
dll.
c. Tranfer dana
Dapat melakukan tranfer dana antar rekening BRI atau ke bank lain.
d. Top-Up pulsa
BRImo dapat mengisi pulsa atau tagihan pulsa tanpa harus pergi ke konter.
e. Cek saldo
Dapat memeriksa saldo rekening dan mutasi rekening secara real time.
f. Mudah digunakan
Aplikasi BRImo dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna dan
mudah dipahami
g. Keamannan tinggi
BRImo dilengkapi dengan berbagai lapisan keamanan, termasuk
penggunaan PIN atau sidik jari untuk mengakses akun
h. Promo dan diskon
BRI sering menawarkan promo dan diskon eksekutif untuk pengguna
BRImo.
3. Kelemahan BRImo
a. BRImo membutuhkan internet agar dapat digunakan
b. BRImo bisa menjadi target kejahatan sepertiti pencuriaan data.
3. Studi Penelitian Terdahulu
Pertama, dalam jurnal yang ditulis oleh Admaja Dwi Herlambang & Arimbi
Dewayanti (2018) yang berjudul “Minat Nasabah Dalam Menggunakan
Layanan Mobile Banking”. Penelitiaan ini lebih berfokus pada minat nasabah
dalam menggunakan layanan mobile banking. Metode penelitiaan ini termasuk
metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dalam penelitian
menunjukkan bahwa minat nasabah dalam menggunakan layanan mobile
banking BRI dipengaruhi oleh Perceived Financial Cost, Facilitating
Conditions, Performance Expectancy, Perceived Self Efficacy, Social Influence,
Effort Expetancy dan tidak dipengaruhi oleh Perceived Credibility.13
Kedua, dalam jurnal yang ditulis oleh Cindy Ayu Prasasti (2020) yang
berjudul “Analisis Perbandingan Perilaku Dalam Pengambilan Keputusan
Pada Pengguna Layanan Bank Konvensional Dan Bank Syariah (Studi
Kasus Pada Mahasiswa Muslim Di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Brawijaya)”. Metode penelitiaan ini kualitatif deskriptif. Hasil
dari penelitian ini bahwa seluruh informan memberikan informasi yang sama
bahwa pada pengguna bank konvensional dalam memilih layanan perbankan
mereka cenderung berdasarkan kemudahan aksesibilitas dalam penggunaan
layanan, bukan pada syariat yang dimiliki oleh layanan perbankan tersebut.
Sedangkan factor utama yang mendasari keputusan pemilihan bank pada
pengguna bank Syariah adalah berdasarkan produk yang ditawarkan yakni
kesesuaian dengan syariat agama Islam. Oleh karena itu berdasarkan hasil
penelitian tersebut maka perbaikan dan peningkatan layanan perbankan Syariah
perlu untuk dilakukan, agar nasabah merasa aman dan nyaman saat
menggunakan produk dan layanan bank syariah, serta dapat menjaring lebih
banyak konsumen muslim untuk menggunakan bank Syariah. 14
Ketiga, dalam jurnal yang ditulis oleh Muhammad Rizqi Romdhon (2023)
yang berjudul “Layanan Perbankan BSI Mobile Dan Perbandingannya
13
Herlambang and Dewayanti, “Minat Nasabah Dalam Menggunakan Layanan Mobile Banking.”
14
Cindy Ayu Prasasti, “ANALISIS PERBANDINGAN PERILAKU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PENGGUNA
LAYANAN BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH (STUDI KASUS PADA MAHASISWA MUSLIM DI FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA)” 5, no. 2 (2020).
Dengan Brimo”. Penelitiaan ini menggunakan penelitian jenis kualitatif
deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka bisa disimpulkan
bahwa layanan perbankan yang diberikan oleh BSI Mobile meliputi layanan
perbankan berupa penghimpunan dana dan penyaluran dana, jasa layanan sosial
keagamaan dan jasa perbankan serta jasa non perbankan. Fitur layanan BRImo
lebih banyak daripada BSI Mobile, juga dengan kelebihan sistem antarmuka
yang menarik serta sistem perpindahan halaman yang lebih mudah. Kelebihan
dan kemudahan serta fitur yang sesuai kebutuhan nasabah akan menarik minat
nasabah untuk menggunakannya daripada yang lainnya. 15
Keempat, dalam jurnal yang ditulis oleh Siska Emillia, M. Zainul, Prihatini
Ade Mayvita (2022) yang berjudul “Kebijakan Pemanfaatan Aplikasi Brimo
Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan (Studi Kasus BRI Unit Sungai
Lulut)”. Penelitiaan ini merupakan penelitiaan kualitatif deskriptif. Hasil dari
penelitian ini adalah Kebijakan Pemanfaatan Aplikasi Brimo untuk
Meningkatkan Kualitas Pelayanan (Studi Kasus Bri Unit Sungai Lulut), degan
rilisnya aplikasi Brimo sejauh ini sudah berhasil, kebijakan sekarang dari kantor
pusat BRI apabila ada nasabah yang membuka rekening tabungan langsung
didaftarkan Brimo. Kendala yang dihadapi oleh Bank BRI Unit Sungai Lulut
dalam merealisasikan kebijaksanaan pemanfaatan aplikasi Brimo guna
meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, untuk kendala yang dihadapi
terdapat pada nasabah yang tidak mempunyai gadget yang mendukung, karena
layanan aplikasi ini dapat di download di app store untuk pengguna iphone dan
play store untuk pengguna android, jadi untuk memperkenalkan Brimo sejauh
ini tidak ada kendala. 16
Kelima, dalam skripsi yang ditulis oleh Sriaini Rauf (2023) yang berjudul
“Studi Komparatif Fasilitas Dan Kualitas Layanan M-banking BSI Dan
BRI terhadap Kepuasaan Nasabah Di Kota Palopo”. Hasil dari penelitiaan
ini adalah Pada kedua layanan aplikasi BSI mobile dan Brimo setelah dilakukan
perbandingan ada perbedaan fasilitas dan kualitas layanan yang disediakan
pada kedua bank tersebut. Pada m-banking yang disediakan oleh Bank BSI
memiliki fitur-fitur yang menarik dan mudah untuk dipahami terlebih lagi ada
fitur islami yang membuat BSI mobile semakin menarik jika dibandingkan
dengan Brimo. Dan pada fasilitas tarif layanan BSI mobile lebih murah
dibandingkan dengan Brimo. 17
D. Metode Penelitian
15
Muhammad Rizqi Romdhon, “LAYANAN PERBANKAN BSI MOBILE DAN PERBANDINGANNYA DENGAN BRIMO” 9,
no. 02 (2008).
16
Siska Emillia, M. Zainul, and Prihatini Ade Mayvita, “KEBIJAKAN PEMANFAATAN APLIKASI BRIMO UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN (Studi Kasus BRI Unit Sungai Lulut),” AL-ULUM : Jurnal Ilmu Sosial dan
Humaniora 8, no. 2 (October 1, 2022), [Link]
17
“SRIAINI [Link],” n.d.
A. Pendekatan dan Jenis Pendekatan
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kualitatif. Dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini merupakan suatu proses dimana
penelitian dan pemahaman berdasarkan pada metode yang mengharuskan untuk
menyelidiki suatu masalah dan fenomena manusia.
B. Lokasi/Tempat Penelitian (Penelitian Lapangan) dan Waktu Penelitian
Lokasi pada penelitiaan ini adalah di Ponorogo Jawa Timur Indonesia dan waktu
penelitian adalah 25 Maret 2024.
C. Data dan Sumber Data
1. Data Primer
Data primer adalah informasi yang diperoleh langsung dari sumber yang diteliti.
Dimana semua informasi diperoleh langsung dari tempat tempat penelitian berupa
wawancara.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan bahan pendukung dari data primer. Dimana data tersebut
diperoleh melalui buku, karya tulis ilmiah, internet, maupun dokumen-dokumen
tertentu yang dimiliki infrmasi terkait (relevan) dengan penelitian.
D. Teknik Penggumpulan Data
1. Survey Pustaka
Yaitu memperoleh data yang berhubungan dengan permasalahan penelitiaan,
baik yang didapat dari jurnal maupun dari buku-buku yang berkaitan dengan
mobile banking.
2. Observasi
Yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung
kepada objek yang akan diteliti. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran
atau informasi secara langsung mengenai mobile banking.
3. Wawancara
Yaitu teknik penggumpulan data secara langsung kepada narasumber untuk
memperoleh informasi agar dapat melengkapi data yang diperlukan.
E. Teknik Pengecekan Keabsahan Data
Teknik pemeriksaan keabsahan data penting dalam penelitian untuk
memastikan tingkat kepercayaan dan kebenaran data yang diperoleh. Dalam
penelitian kualitatif, pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui
serangkaian uji yang meliputi:
a. Uji Kredibilitas (Credibility)
Uji kredibilitas memiliki tujuan untuk memastikan bahwa data yang
dikumpulkan memiliki kualitas yang baik dan dapat dipercaya. Ini dapat
dicapai dengan memeriksa keakuratan data, konsistensi temuan, serta
antara data dengan konteks penelitian. Beberapa teknik yang biasa
digunakan untuk meningkatkan kredibilitas data adalah triangulasi,
member-checking, dan penggunaan sumber daya.
b. Uji Transferabilitas (Transferability)
Uji transferabilitas bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana temuan
penelitian dapat diterapkan atau ditransfer ke konteks atau situasi lain.
Hal ini memungkinkan peneliti untuk mempertimbangkan seberapa
umum atau khusus temuan mereka dan apakah temuan tersebut dapat
diterapkan di tempat lain dengan kondisi yang serupa atau berbeda.
c. Dependabilitas (Dependability)
Uji dependabilitas menyangkut kestabilan dan kehandalan data dari
waktu ke waktu. Peneliti harus memastikan bahwa proses pengumpulan
data dan analisisnya konsisten, sehingga temuan yang diperoleh dapat
diandalkan dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang tidak
terkontrol.
d. Uji Obyektivitas (Confirmability)
Uji obyektivitas mengacu pada tingkat netralitas dan obyektivitas
penelitian. Peneliti harus memastikan bahwa analisis dan interpretasi
data tidak dipengaruhi oleh pandangan atau kepentingan pribadi, dan
bahwa temuan yang dihasilkan didasarkan pada data yang objektif dan
relevan.
F. Teknik Pengolahan Data
a. Editing (Pemeriksaan Data)
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan proses editing untuk memastikan
kelengkapan, keterbacaan, kejelasan makna, serta kesesuaian dan relevansi data
yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk observasi, wawancara dengan
pengguna mobile banking.
b. Classifying (Klasifikasi)
Setelah proses editing selesai, peneliti melanjutkan dengan melakukan
klasifikasi data. Langkah ini dilakukan dengan mengelompokkan informasi yang
diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumen menjadi kategori-kategori yang
relevan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Setiap kategori data kemudian
dianalisis secara mendalam untuk memahami makna dan implikasinya dalam
konteks penelitian.
c. Verifying (Vertifikasi)
Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan validitas data dan informasi
yang telah diperoleh dari pengguna mobile banking.
d. Concluding (Kesimpulan)
Langkah terakhir dalam proses pengolahan data adalah menyusun
kesimpulan. Kesimpulan ini merupakan hasil dari proses editing, klasifikasi, dan
verifikasi data yang telah dilakukan dengan cermat. Kesimpulan ini menyajikan
gambaran secara ringkas tentang temuan utama yang ditemukan selama penelitian.
Kesimpulan ini akan menjadi rangkuman dari hasil analisis data terkait dengan
objek penelitian.
G. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses mengelompokkan data dengan teliti dan memilih
data-data penting yang telah dikumpulkan untuk mendapatkan pemahaman yang
mendalam. Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan melalui telaah mendalam
terhadap informasi yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumen
terkait penggunaan layanan mobile.