Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 7
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 7
IDENTITAS MODUL
Satuan Pendidikan : SDN Balekambang 03 Pagi
Kelas / Semester : 5 /2
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Bab :7
Pembelajaran ke : 3
Alokasi waktu : 2 x 35 menit
KOMPETENSI INTI
A. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase C, peserta didik dapat menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar
(segitiga, segiempat, dan segibanyak) serta gabungannya. Mereka dapat menghitung durasi waktu dan
mengukur besar sudut.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Bab ini akan mengajarkan kalian untuk mengenal masalah lingkungan melalui teks, gambar, dan
diagram, dapat mengurai sebab dan akibat dari masalah tersebut, serta menulis teks eksposisi sederhana
untuk meningkatkan kesadaran pembaca agar mencintai dan menjaga lingkungan serta menunjukkan
tanggung jawab dalam memelihara dan melestarikan lingkungan.
C. PROFIL PANCASILA
1. Bernalar kritis
2. Mandiri
3. Bergotong royong
D. MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan : Diferensiasi
Model Pembelajaran : TGT (Team Games Tournament)
Metode Pembelajaran : Ceramah dan tanya jawab
E. SARANA DAN PRASARANA
Buku guru dan siswa
Papan tulis
Proyektor
Game online
PPT
F. JUMLAH SISWA
Terdapat 28 Siswa
G. PEMAHAMAN BERMAKNA
Dengan mengetahui konsep membaca sekilas, meringkas, ide pokok, kata penghubung, teks
eksposisi, imbuhan pe-an
H. PERTANYAAN PEMATIK
Bagaimana membaca dengan cepat tapi bisa memahami isi bacaan tersebut?
I. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tahap Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Pembelajaran Waktu
A. Kegiatan Pendahuluan 10 menit
Orientasi 1. Sebelum pelajaran dimulai, siswa datang, masuk
kelas, dan siswa menuju papan emotikon untuk
menuangkan perasaan hari ini
2. Guru mengucapkan salam.
3. Peserta didik berdoa dengan dipimpin ketua kelas.
religius
4. Guru menanyakan apakah ada siswa yang
tidakmasuk dan penyebabnya.
5. Guru melihat papan emotikon, dan melihat
apakah ada siswa yang menuangkan
perasaan sedih. (kesadaran diri)
6. Guru memberi mendekati siswa yang
menuangkan perasaan sedih pada papan
emotikon, dan memotivasi siswa agar bisa
keluar dari kesedihan. (kesadaran diri)
Appersepsi 7. Guru mengajak ice breaking “TEPUK-
TEPUK”. (managemen diri)
8. Guru mengajak siswa menyusun Kesepakatan
[Link] jawab (ketrampilan berelasi)
(Budaya Positif)
9. Siswa dan guru merayakan Kesepakatan
kelas dengan Tepuk Semangat.
10. Guru memberikan apersepsi yaitu dengan
memberikan cerita yang berkaitan dengan materi
yang diangkat kemudian guru memberikan
pertanyaan untuk
menarik perhatian siswa.
Motivasi 11. Siswa mendapat informasi dari guru
mengenai tujuan, manfaat pembelajaran yang
akan dilakukan.
B. Kegiatan Inti
Kegiatan Inti
Peserta didik menyimak dengan saksama, memahami, memaknai instruksi yang lebih
kompleks sesuai jenjangnya, memahami dan menganalisis ide pokok dan ide yang lebih
rinci..
Tip Pembelajaran
Pada kegiatan pembuka, peserta
didik dibagi ke dalam dua kelompok
besar yang akan memainkan
permainan sebab akibat: Kelompok
Sebab dan Kelompok Akibat.
Guru mengatur dan menentukan
kelompok mana yang mendapatkan
giliran maju lebih dulu.
Pada setiap giliran, satu anggota
kelompok akan mengisi tabel sebab
atau akibat yang dibuat guru di
papan tulis kelas dengan sebuah
kalimat. Jika kelompok sebab
menulis kalimat, kelompok akibat
akan melengkapi kalimat tersebut.
Demikian juga sebaliknya.
Setelah selesai bermain, peserta
didik mengamati isi tabel sebab
akibat papan tulis.
Peserta didik kemudian
mendiskusikan manakah yang
terjadi lebih dulu, apakah sebab atau
akibat.
Alternatif Kegiatan
Guru dapat menyalin contoh kalimat pada tabel di bawah dan menuliskan pada kertas
kecil. Guru membagikan kertas tersebut secara acak kepada peserta didik. Guru
memberikan waktu 5 menit untuk peserta didik berkeliling mencari pasangan kalimat
sebab akibatnya.
Guru menunjukkan sebuah gambar (misalnya: anak menangis) kepada peserta didik.
Guru dapat menanyakan: Mengapa anak itu menangis? Guru dapat memberikan
kesempatan peserta didik mengemukakan pendapatnya. Guru meminta peserta didik
menjawab dengan kalimat: Anak itu menangis karena …..
Guru menunjukkan sebuah gambar (misal: seorang anak membuang sampah ke
sungai). Guru dapat menanyakan: Apa akibat dari membuang sampah ke sungai? Guru
meminta peserta didik menjawab dengan kalimat: Jika kita membuang sampah ke
sungai maka …..
Guru dapat menambahkan gambar lainnya untuk bahan diskusi, bisa digambar sendiri
atau mengambil dari koran, majalah, atau internet.
Setelah selesai bermain, peserta didik mendiskusikan gambar manakah yang terjadi
lebih dulu, apakah gambar sebab atau akibat.
Kesalahan Umum
Sebab dan akibat dari suatu kondisi tidak selalu satu. Suatu kondisi dapat disebabkan
lebih dari satu hal dan bisa menyebabkan lebih dari satu akibat. Guru dapat menerima
jawaban peserta didik yang beragam asalkan masuk di akal. Untuk memberikan
pertanyaan yang efektif, guru dapat melihat contoh pertanyaan panduan pada bagian
strategi belajar di halaman awal Buku Guru.
Contoh Hubungan Sebab Akibat
Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada satu paragraf dan informasi lain yang
ditambahkan oleh penerbit yang sesuai untuk jenjangnya.
Tip Pembelajaran
Peserta didik membaca teks “Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri”.
Sebelum membaca dengan saksama, peserta didik diminta menebak isi wacana
tersebut dan dimintai alasan mengapa menebak hal itu atau bagaimana cara
mengetahuinya. Caranya yakni dengan membaca sekilas (skimming).
Setelah kegiatan sebelum membaca selesai, peserta didik membaca teks tersebut
dengan saksama.
Selama membaca, peserta didik diminta untuk sambil mengidentifikasi hubungan
sebab dan akibat dari setiap kalimat/paragraf teks tersebut.
Alternatif Kegiatan
Guru dapat meminta salah seorang peserta didik untuk membaca nyaring di dalam
kelas.
Peserta didik lain yang mendengarkan diminta untuk sambil mengidentifikasi
hubungan sebab akibat dari teks yang dibacakan.
Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada satu paragraf dan informasi lain yang
ditambahkan oleh penerbit yang sesuai untuk jenjangnya.
Tip Pembelajaran
Peserta didik membaca teks “Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri”.
Sebelum membaca dengan saksama, peserta didik diminta menebak isi wacana
tersebut dan dimintai alasan mengapa menebak hal itu atau bagaimana cara
mengetahuinya. Caranya yakni dengan membaca sekilas (skimming).
Setelah kegiatan sebelum membaca selesai, peserta didik membaca teks tersebut
dengan saksama.
Selama membaca, peserta didik diminta untuk sambil mengidentifikasi hubungan
sebab dan akibat dari setiap kalimat/paragraf teks tersebut.
Alternatif Kegiatan
Guru dapat meminta salah seorang peserta didik untuk membaca nyaring di dalam
kelas.
Peserta didik lain yang mendengarkan diminta untuk sambil mengidentifikasi
hubungan sebab akibat dari teks yang dibacakan.
Mengidentifikasi dan menyebutkan
permasalahan yang dihadapi tokoh
cerita pada teks naratif yang sesuai
jenjangnya.
Tip Pembelajaran
Setelah selesai membaca dan mengidentifikasi hubungan sebab akibat, peserta didik
menuliskan apa saja masalah lingkungan yang terdapat pada teks “Mbah Sadiman,
Pejuang Penghijauan Wonogiri”.
Setelah itu, peserta didik menyebutkan dan menuliskan apa yang menyebabkan
masalah itu terjadi dan apa akibat dari masalah tersebut ke dalam sebuah tabel.
Menjelaskan ide pokok dari
sebuah teks informasional yang
terus meningkat sesuai jenjangnya.
Tip Pembelajaran
Peserta didik membaca dan memahami cara membuat ringkasan.
Peserta didik membuat ringkasan berdasarkan jawaban dari pertanyaan panduan
dengan menggabungkan jawaban-jawaban tersebut menjadi teks utuh.
Ringkasan:
Mbah Sadiman adalah seorang warga Wonogiri yang menginginkan daerahnya menjadi
hijau dan mudah mendapatkan air bersih. Sayangnya daerah tempatnya tinggal, Bukit
Ampyangan dan Gendol, gersang karena banyak penebangan liar. Mbah Sadiman akhirnya
berinisiatif menanam dan merawat ribuan pohon beringin. Berkat perjuangannya, kini
daerahnya menjadi hijau dan dialiri air bersih.
Tip Pembelajaran
Guru membacakan judul teks
terlebih dahulu, lalu meminta
peserta didik menebak isi teks
dari judul yang akan dibacakan.
Guru membacakan teks untuk
pertama kali. Peserta didik
menyimak baik-baik tanpa
menuliskan apa pun.
Guru meminta peserta didik
menyebutkan kata apa yang
berulang pada teks yang
dibacakan dan kata-kata apa saja
yang diingat. Guru memberi
peserta didik waktu untuk
mencatat.
Guru membaca teks untuk kedua
kalinya. Peserta didik dapat
menyimak sambil mencatat kata
penting.
Guru meminta peserta didik
menyebutkan informasi atau
konsep yang didapat dari teks,
lalu memberi waktu bagi peserta
didik untuk melanjutkan catatan.
Guru membaca teks untuk terakhir
kalinya lalu meminta peserta didik
merangkum catatannya menjadi
sebuah teks ringkasan.
Guru bersama peserta didik
merumuskan ringkasan yang tepat
atas teks yang dibacakan.
Inspirasi Kegiatan
Guru dapat mencatat beberapa poin penting di papan tulis seperti: energi, terbarukan
dan tidak terbarukan, fosil, dan lainnya.
Guru memberikan pertanyaan secara bertingkat dari yang sederhana sampai yang
kompleks seiring guru mengulang pembacaan teks. .
Kesalahan Umum
Peserta didik tidak menyiapkan alat tulis untuk mencatat, hanya mengandalkan
ingatan saja.
Guru mewajibkan peserta didik mencatat informasi yang diingat secara urut. Guru
sebaiknya memberikan peserta didik pilihan mencatat poin informasi sesuai gaya
belajarnya atau model pertanyaan panduan yang diberikan (Adiksimba, Pasak,
Gaipok). Di akhir sesi, berikan waktu bagi peserta didik untuk memilih dan memilah
informasi agar menghasilkan ringkasan yang baik.
Jawaban ringkasan pada Buku Guru adalah sebagai contoh. Peserta didik dapat
menuliskan dengan kata-kata sendiri, asalkan memenuhi kaidah penulisan ringkasan.
Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada satu paragraf yang sesuai untuk
jenjangnya.
Tip Pembelajaran
• Setelah membaca teks “Mengurangi, Memakai Ulang, dan Mendaur Ulang Sampah”,
peserta didik memerhatikan dan memahami kosakata baru yang terdapat di dalam teks
tersebut.
• Daftar kosakata dapat ditempel di kelas selama pelajaran bab ini berlangsung.
• Guru memandu peserta didik untuk mengeja, memahami makna dan konteks
pemakaiannya.
• Guru mengetes pemahaman peserta didik dengan memberikan pertanyaan yang
berhubungan dengan kosakata. (Contoh, solusi: Apakah solusi dari masalah .....?,
badan air: Apa saja yang termasuk bagian dari badan air?)
• Guru lalu meminta peserta didik untuk menghafalkan kesepuluh kosakata baru
tersebut beserta maknanya.
• Guru secara acak akan meminta peserta didik untuk mengeja/menyebutkan satu kata,
menjelaskan maknanya dan membuat sebuah kalimat berdasarkan kosakata yang
sebelumnya disebutkan.
Kosakata Baru
• Organik : Ibuku membeli sayur organik.
• Terurai : Sampah organik mudah terurai.
• Pengelolaan : Pengelolaan sampah di Bantar Gebang terus berjalan.
• Produktif : Di akhir tahun, air tanah sangat produktif.
• Badan air : Banyak sampah yang dibuang sembarangan ke badan air.
• Kualitas : Kualitas air tanah semakin menurun.
• Pemanasan global : Polusi udara menyebabkan pemanasan global.
• Mendaur ulang : Petugas di TPA mendaur ulang sampah organik.
• Solusi : Membuang sampah adalah salah satu solusi melawan banjir.
• Penanganan : Penanganan daerah yang tergenang banjir dilakukan dengan cepat.
Mengidentifikasi sumber informasi
lain untuk mengklarifikasi
pemahamannya terhadap teks
informasional.
Tip Pembelajaran
Peserta didik membaca sebuah artikel, teks, atau infografik dari buku, surat kabar, ataupun
media daring lainnya tentang isu lingkungan.
Setelah itu, peserta didik membuat ringkasan dari artikel tersebut.
Peserta didik kemudian mengisi jurnal membacanya masing-masing.
Menulis teks eksposisi dengan informasi yang lebih rinci.
Menulis kata-kata baru menggunakan pengetahuannya tentang kombinasi semua
huruf.
Menuliskan kalimat dengan tanda baca titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan tanda
petik sesuai dengan fungsinya. Menulis kalimat dengan ejaan yang tepat.
Kesalahan Umum
Teks yang ditulis peserta didik belum dalam bentuk teks eksposisi.
Peserta didik belum cermat dalam mengembangkan informasi yang telah didapatkan
sehingga informasi yang ada dalam teks kurang memadai.
Peserta didik tidak membaca atau melakukan riset tentang topik yang ditulisnya.
Peserta didik tidak melakukan revisi/menyunting teks yang ditulisnya.
Tip Pembelajaran
Sebagai akhir dari refleksi, penting bagi peserta didik untuk melakukan refleksi
terhadap proses belajar yang dijalani dan hasil belajar yang diperoleh. Guru
membimbing peserta didik dengan mengingatkan untuk jujur pada diri sendiri, bahwa
tanda pemahaman yang mereka lakukan tidak mempengaruhi nilai mereka.
Guru juga dapat menulis ulang tabel refleksi peserta didik di papan tulis. Minta
peserta didik menyalin di buku mereka masing-masing. Dampingi mereka untuk
mengisi tabel tersebut.
Jika memungkinkan, perbanyak lembar refleksi untuk masing-masing peserta didik.
Biarkan peserta didik berkreasi dengan menggambar sisa ruang putih yang tersedia di
lembaran tersebut.
Inspirasi Kegiatan
Di akhir kegiatan, guru dapat meminta peserta didik melakukan diskusi besar mengenai
langkah-langkah menulis eksposisi, kesulitan/tantangan yang dihadapi dan revisi kembali
jika teks eksposisi yang telah dibuat peserta didik perlu diperbaiki.
Kegiatan Penutup
Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.
Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman
terhadap materi
Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pembelajaran dengan mempersilakan peserta didik untuk berdoa dan
mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan YME ( Jika pembelajaran di jam
terakhir)
Pelaksanaan Asesmen
Sikap
Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada jurnal,
baik sikap positif dan negatif.
Melakukan penilaian antarteman.
Mengamati refleksi peserta didik.
Pengetahuan
Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis
Keterampilan
Presentasi
Proyek
Portofolio
Kriteria Penilaian :
Penilaian proses: berupa catatan/deskripsi kerja saat diskusi kelompok.
Penilaian Akhir: Skor nilai 10-100
Penilaian :
Semua tanda baca Sebagian besar Sebagian tanda baca Tidak menggunakan
digunakan dengan tanda baca dalam tulisan benar tanda baca yang
benar dalam tulisan digunakan dengan (Nilai = 2) Cukup tepat dalam tulisan
dan menambahkan benar dalam tulisan (Nilai = 1) Kurang
kalimat lain atas (Nilai = 3) Baik
inisiatif sendiri
(Nilai = 4) Sangat
Baik
Peserta didik Peserta didik
dengan nilai 4 akan dengan nilai 1 akan
mendapatkan mendapatkan
kegiatan pengayaan. kegiatan perancah.
Refleksi pembelajaran:
Hal yang paling menyenangkan dari memperlajari bab ini adalah ………………………..
Bagian yang paling menantang dari bab ini adalah ………………………………
Bab sayangi bumi mengajarkanku ………………………
(Nilai diperoleh dari kumpulan asesmen formatif dan catatan anekdotal pada bab ini)
Refleksi Guru
Apakah kegiatan pembuka membantu peserta didik memahami tema dengan lebih baik?
Apakah kegiatan diskusi dapat melatih peserta didik berpikir lebih kritis?
Kegiatan yang paling disukai peserta didik adalah:
Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik adalah:
Apakah tip pembelajaran dapat membantu kegiatan mengajar? Coba jelaskan!
Apakah saran kegiatan perancah dapat membantu kegiatan mengajar? Coba jelaskan!
Berikut adalah kesulitan yang saya alami ketika melakukan kegiatan di dalam buku:
Berikut adalah cara yang saya coba di kelas dan berhasil:
Lampiran
Tabel 7.3 Sebab Akibat
Nomor Sebab Akibat
1 Obi tidur larut malam. Obi bangun kesiangan.
2 Eti rajin lari pagi. Badan Eti sehat.
3
4
5
Pertanyaan Panduan
Siapa tokoh pada wacana?
Apa yang diinginkan sang tokoh?
Masalah apa yang dihadapi sang tokoh?
Apa yang dilakukannya?
Bagaimana keadaan saat ini?
Ringkasan:
2
3
4
Aspek Bobot
Penilaian Amat baik 4 Baik 3 Cukup 2 Kurang 1
Persiapan
Kelancaran
Penggunaan
Bahasa
Artikulasi
A. LAMPIRAN
Lembar Kerja :
Perhatikan teks yang berjudul “Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri”
berikut ini.
Sebelum kalian membacanya, dapatkah kalian menebak isi teks tersebut?
Bagaimana kalian mengetahuinya?
Sekarang luangkan satu hingga dua menit untuk membaca sekilas teks tersebut.
Apakah ada informasi baru yang kalian dapatkan? Apa petunjuk yang kalian lihat?
Mengetahui, Jakarta, 14 Maret 2025
Guru kelas V