Menurut Agus Sasono dalam buku Modul Bahasa Indonesia
SD/MI, pengertian dongeng adalah cerita khayalan yang
diceritakan secara turun-temurun.
Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi.
Dongeng banyak mengandung pesan moral. Dongeng adalah
salah satu bentuk narasi atau cerita yang telah ada sejak
zaman dahulu.
Sebagai bagian tak terpisahkan dari kebudayaan manusia,
dongeng berfungsi sebagai alat untuk menghibur,
mengajarkan nilai-nilai moral, dan memperkenalkan dunia
imajinatif kepada pembaca atau pendengar.
Dongeng sering kali diwariskan secara turun-temurun, dan
berfungsi sebagai sarana pengajaran yang kuat, khususnya
kepada generasi muda.
Ciri-ciri Dongeng
Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai ciri-ciri
dongeng:
Cerita singkat dengan alur sederhana.
Kalimat pembuka yang khas.
Melibatkan tokoh baik dan jahat.
Gaya penceritaan secara lisan.
Bersifat fiktif atau khayalan.
Mengandung pesan moral atau amanat.
Tema dengan pesan moral yang terkandung.
Tidak diketahui pengarangnya.
Struktur Dongeng
Dongeng umumnya mengikuti struktur yang dikenal sebagai
"struktur tiga bagian". Struktur ini mencakup:
Pendahuluan: Bagian awal dongeng yang memperkenalkan
tokoh-tokoh utama, latar belakang cerita, dan mungkin
masalah atau konflik yang akan terjadi.
Puncak atau Klimaks: Bagian tengah dongeng di mana
konflik mencapai titik tertinggi. Di sinilah tokoh-tokoh harus
menghadapi tantangan terbesar dan mengatasi kesulitan.
Penyelesaian atau Akhir: Bagian terakhir dongeng di mana
konflik dipecahkan dan semua benang cerita diikat. Tokoh-
tokoh biasanya mendapatkan kebahagiaan dan pesan moral
atau pesan yang terkandung dalam dongeng biasanya
disampaikan di bagian akhir ini.
Fungsi Dongeng
Dongeng memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan
manusia, terutama dalam pengembangan anak-anak. Berikut
ini adalah beberapa fungsi dongeng yang penting:
Informasi penting disajikan secara kronologis
1. Pengajaran Nilai-nilai Moral
Dongeng sering kali menyampaikan pesan-pesan moral atau
nilai-nilai yang penting untuk dipahami. Melalui cerita-cerita
dongeng, anak-anak dapat belajar tentang kebaikan,
kejujuran, kesabaran, kerja keras, dan banyak lagi.
Dongeng membantu membentuk karakter anak-anak dengan
mengajarkan prinsip-prinsip moral dalam bentuk yang
menarik.
2. Pengembangan Kreativitas dan Imajinasi
Dongeng mengajak anak-anak untuk memasuki dunia
imajinasi yang penuh dengan keajaiban. Cerita-cerita
fantastis dalam dongeng merangsang imajinasi anak-anak
dan membantu mereka mengembangkan kreativitas mereka
sendiri.
Mereka dapat membayangkan tempat-tempat yang belum
pernah mereka kunjungi dan bertemu dengan tokoh-tokoh
ajaib.
3. Menghibur
Dongeng sering kali digunakan sebagai alat untuk
menghibur dan memberikan penghiburan. Cerita-cerita yang
menarik dan mengasyikkan dalam dongeng dapat menjadi
sumber kegembiraan dan hiburan bagi anak-anak maupun
orang dewasa.
Dongeng juga dapat menjadi teman yang baik di saat
kesepian atau ketika menghadapi situasi sulit.
4. Memberikan Pemahaman tentang Dunia dan Kehidupan
Dongeng juga membantu anak-anak memahami dunia di
sekitar mereka dan konsep-konsep yang ada di dalamnya.
Cerita-cerita dalam dongeng sering mencerminkan realitas
dan mengajarkan anak-anak tentang hubungan sosial, nilai-
nilai budaya, dan bagaimana menghadapi berbagai situasi
dalam hidup.
Dalam kesimpulan, dongeng merupakan bentuk narasi yang
memiliki ciri khas tersendiri, seperti tokoh-tokoh fantastis,
latar belakang khayalan, plot sederhana, dan pesan moral
yang terselip di dalamny