Abstrack
Persaingan ketat di pasar global, di mana peluncuran produk yang gesit dan permintaan barang yang
bervariasi oleh pelanggan, mendorong perusahaan manufaktur untuk mengadopsi Sistem Manufaktur
Fleksibel (FMS), dan banyak perusahaan telah menerapkan solusi FMS. Di sisi lain, digitalisasi
manufaktur seperti pengembangan digital twin, Realitas Virtual Industri (IVR), pemodelan virtual, dan
simulasi 3D sistem manufaktur menawarkan kemungkinan baru untuk perencanaan tata letak fasilitas
yang efektif, modifikasi dan validasi proses produksi yang cepat dan mudah, analisis, dan pengoptimalan
alur kerja dan aktivitas yang dilakukan di lantai pabrik. Perkembangan teknologi baru dalam digitalisasi
ini telah mengubah pemikiran perusahaan manufaktur dan mereka ingin menggunakan solusi digitalisasi
dalam operasi pabrik mereka. Namun, terdapat kekurangan metode dan prosedur yang selaras untuk
menerapkan pemodelan virtual, simulasi 3D, dan IVR untuk perencanaan tata letak dan analisis FMS.
Makalah ini mengusulkan pendekatan untuk analisis kinerja FMS yang didasarkan pada pembuatan dan
simulasi tata letak 3D dalam lingkungan virtual, pemantauan indikator kinerja utama melalui dasbor
digital, dan visualisasi imersif melalui realitas virtual. Relevansi dan kelayakan pendekatan analisis
kinerja yang diusulkan ditunjukkan oleh studi kasus.